P. 1
Rpjm Prop Jabar

Rpjm Prop Jabar

|Views: 93|Likes:
Dipublikasikan oleh Yudi Permana

More info:

Published by: Yudi Permana on May 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2011

pdf

text

original

 

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

8.1.

Program Prioritas Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran setiap misi serta kebijakan yang telah

dijelaskan sebelumnya, disusun program-program pembangunan sesuai dengan bidang urusan pemerintahan selama periode lima tahun, dengan prioritas program indikator kinerja program, sebagai berikutdx: 8.1.1. Program Prioritas Gubernur Program Prioritas Gubernur ditetapkan sesuai dengan janji Gubernur dan Wakil Gubernur selama kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan disusun berdasarkan bidang pemerintahan daerah yang menjadi prioritas pertama dalam program pembangunan daerah selama lima tahun. Program Prioritas Gubernur Tahun 2008-2013 meliputi: 1. Bidang pendidikan. a. b. Pendidikan yang murah dengan anggaran pendidikan 20%; Jaminan calon gubernur-wakil gubernur untuk merealisasikan wajar dikdas 9 tahun secara gratis selambat-lambatnya 2 tahun masa jabatan; c. d. Transparansi penyaluran dana bantuan pendidikan; Pembebasan SPP dan bantuan buku, perbaikan gedung sekolah, tambahan gaji guru negeri dan swasta, dengan anggaran Rp 200 Milyar/ tahun; e. Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga sukarela. beserta

Yang dilaksanakan melalu:

a. b.

Alokasi anggaran pendidikan 20%; Pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang diimplementasikan antara lain melalui : Jabar Bebas Buta Aksara, Jabar Bebas Putus Jenjang Sekolah, Pengadaan Buku Murah, Beasiswa bagi

Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 - 2013  

 VIII ‐ 1 

 
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

siswa dan mahasiswa berprestasi dan tidak mampu, Bantuan Seragam, SD – SMP Satu Atap);

c. d.
2.

Penyaluran dana pendidikan yang pro masyarakat; Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru negeri dan swasta.

Bidang Kesehatan

a.

Prioritas pembangunan pada daerah yang belum tersentuh, diprioritaskan pada perbaikan masalah kesehatan;

b. c.

Program KTP Berasuransi Kesehatan; Pengembangan dan revitalisasi posyandu untuk kesehatan ibu, anak dan penduduk lansia Rp 50 Milyar per tahun.

Yang dilaksanakan melalui: a. b. c. 3. Peningkatan akses pelayanan kesehatan pada daerah terpencil; Meningkatkan jaminan pembiayaan kesehatan; Mengaktifkan kembali peran dan fungsi Posyandu.

Bidang Ketenagakerjaan

a. b. c. d.

Penyediaan 1 juta lapangan kerja; Perluasan kesempatan kerja bagi putra daerah; Peningkatan perlindungan hukum untuk TKI asal Jawa Barat; Perjuangkan nasib buruh Jawa Barat.

Yang dilaksanakan melalui:

a. b.
4.

Perluasan Kesempatan Kerja; Meningkatkan Perlindungan dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

Bidang Pemuda dan Olahraga Membuat kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat yang dilaksanakan melalui penyediaan kawasan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi.

Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 - 2013  

 VIII ‐ 2 

 
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

5.

Bidang Kebudayaan Pengembangan seni dan budaya di Jabar melalui pembangunan gedung-gedung kesenian bertaraf internasional, serta mematenkan kesenian khas Jawa Barat yang dilaksanakan melalui revitalisasi sarana dan prasarana kesenian Jawa Barat dan mengupayakan pematenan kesenian khas Jawa Barat.

6.

Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah a. b. Kebijakan berorientasi pemberdayaan usaha kecil menengah; Menyerap satu juta lapangan kerja melalui pengadaan dan peningkatan UKM dengan anggaran Rp 200 milyar per tahun (Komitmen Moral dengan batas waktu pelaksanaan tiga tahun masa kepemimpinan). Yang dilaksanakan melalui penguatan Kelembagaan dan Usaha, Kapasitas SDM, Sistem Pembiayaan, dan Peluang Pasar KUMKM.

7.

Bidang Industri dan Perdagangan

a. b. c. d. a. b. c.
8.

Mempertahankan eksistensi pasar tradisional melalui penataan berdaya saing; Anggaran dana khusus Rp 50 milyar/tahun untuk operasi pasar ketika sembako naik; Membangkitkan industri genteng Majalengka; Revitalisasi sentra IKM Binongjati.

Yang dilaksanakan melalui: Meningkatkan sistem perdagangan dan revitalisasi pasar tradisional (GEMPITA); Meningkatkan akses dan distribusi perdagangan; Meningkatnya nilai tambah produk industri.

Bidang Pertanian

a.

Mengubah pola pertanian dengan pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi;

b.

Membuka akses pemasaran bunga hias untuk pengembangan sentra tanaman hias Cihideung, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat;

c.

Permudah regulasi perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) bagi masyarakat perkebunan;

d.

Meningkatkan kesejahteraan petani melalui dana talangan untuk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah sebesar Rp 200 Milyar/tahun;

Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 - 2013  

 VIII ‐ 3 

 
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

e.

Mendukung eksistensi praktisi perkebunan untuk mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU);

f.

Menghentikan alih fungsi lahan pertanian untuk menyelamatkan pertanian.

Yang dilaksanakan melalui meningkatkan nilai produksi dan nilai tambah hasil pertanian melalui pendekatan GEMAR dan GAPURA. 9. Bidang Pekerjaan Umum

a. b.

Percepatan perbaikan jalan rusak Provinsi Jawa Barat; Pembangunan jalan & irigasi dengan anggaran Rp 200 Milyar per tahun.

Yang dilaksanakan melalui:

a.

Memantapkan

kondisi

transportasi

jalan

guna

mendukung

pelayanan

pergerakan orang, barang, dan jasa;

b.

Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung konservasi, pendayagunaan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air.

10. Bidang Penataan Ruang Pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor yang dilaksanakan melalui menyiapkan pranata pendukung pelaksanaan pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor. 11. Bidang Perumahan Pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor yang dilaksanakan melalui mengembangkan dan menata kawasan pendidikan Jatinangor. 12. Bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian a. b. c. d. e. f. Membuka ruang publik untuk komunikasi dengan masyarakat; Membuat peraturan daerah yang transparan; Pemerintah bersih Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); Pemekaran Kabupaten Sukabumi; Mendukung aspirasi pembentukan Kabupaten Bogor Barat; Menghapus dan menindak tegas pungutan liar;

Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 - 2013  

 VIII ‐ 4 

g. Melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. b.1. d. Program Prioritas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Disamping program prioritas Gubernur. menerapkan insentif berbasis kinerja dan pengadaan secara elektronik. sebagai berikut: Misi 1 Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing 1. Meningkatkan pembangunan. c. 8. Bidang pendidikan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: selama kurun waktu lima tahun. dalam perencanaan pembangunan lima tahunan daerah.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Yang dilaksanakan melalui: a.2013    VIII ‐ 5  . mengembangkan profesionalisme. f. Gune mengukur keberhasilan pencapaian program prioritas Gubernur disusun sasaran program dan indikator kinerja terlampir dalam Lampiran I RPJMD ini. Menata sistem hukum daerah. Meningkatkan kualitas perencanaan dan mengembangkan perencanaan yang berpihak kepada masyarakat. ditetapkan program-program yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah secara umum sebagai implementasi urusanurusan pemerintahan Provinsi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.2. sebagaimana partisipasi dan peran kelembagaan masyarakat dalam Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi dan komunikasi. e. Meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat. Program pelaksanaan urusan pemerintahan provinsi disusun berdasarkan sasaran kelima misi dalam RPJMD.

yang dilaksanakan melalui program-program: 1) Program Wajib belajar Pendidikan Dasar. c) Meningkatnya jumlah dan kualitas Sekolah Berstandar Nasional (SSN) jenjang SD dan SMP. Mewujudkan Jabar Bebas Putus Jenjang Sekolah dalam Rangka Pelaksanaan Wajar Dua Belas Tahun di seluruh Kabupaten/Kota. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . d. dengan sasaran: a) Meningkatnya angka melanjutkan SD/MI ke SMP/MTs. yang dilaksanakan melalui program-program: 1) Program Wajib belajar Pendidikan Dasar. Meningkatkan Pengelolaan Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. dengan sasaran: a) Terselenggaranya SD dan SMP unggulan percontohan bertaraf internasional. 2) Meningkatnya APK SMP/MTs Sederajat. c.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT a. Mewujudkan Jabar Bebas Biaya Pendidikan Dasar dalam rangka Penuntasan Wajar Dikdas Sembilan Tahun. Menuntaskan Jabar Bebas Buta Aksara. b) Meningkatnya pelayanan pendidikan di daerah khusus. dengan sasaran: 1) Meningkatnya Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI Sederajat. b. b) Tersedianya aneka beasiswa untuk jenjang pendidikan menengah dan tinggi.2013    VIII ‐ 6  . yang dilaksanakan melalui Program Pendidikan Non Formal. b) Meningkatnya jumlah dan kualitas Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) jenjang SD dan SMP. dengan sasaran: a) Meningkatnya angka melanjutkan SMP/MTs ke SMA/SMK. 2) Program Pendidikan Menengah dan Tinggi. dengan sasaran meningkatnya Angka Melek Huruf (AMH). 3) Meningkatnya APM SMP/MTs Sederajat. yang dilaksanakan melalui Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar.

Meningkatnya Angka Partisipasi Program Paket C. emosional dan spiritual. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Terlaksananya sinkronisasi kegiatan perguruan tinggi dan lembaga riset dengan kegiatan pemerintah. emosional dan spiritual. c) Meningkatnya jumlah dan kualitas Sekolah Berstandar Nasional (SSN) jenjang SMA dan SMK. dengan sasaran: a) Terbangunnya internasional. memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT d) Terselenggaranya fasilitasi pembinaan dan pengembangan pendidikan. serta mampu mengembangkan dan memanfaatkan IPTEK. e. untuk mewujudkan siswa dan mahasiswa berbudi pekerti. dalam upaya membangun Jawa Barat. e) f) Meningkatnya Relevansi dan Daya Saing Lulusan Siswa SMK. Meningkatnya jumlah lembaga penyelenggara PAUD. yang dilaksanakan melalui Program Pendidikan Non Formal. d) Tercapainya rasio SMK : SMA = 60 : 40. memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual.2013    VIII ‐ 7  . Meningkatkan Pemerataan dan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 2) Program Pendidikan Menengah dan Tinggi. dengan sasaran : 1) 2) Meningkatnya Angka Partisipasi Program Paket B. Meningkatnya APK PAUD Non Formal. secara melembaga. untuk mewujudkan siswa berbudi pekerti. yang dilaksanakan melalui Program Pendidikan Non Formal. SMA dan SMK unggulan percontohan bertaraf Meningkatkan Pemerataan dan Mutu Pendidikan Luar Sekolah (PLS). b) Meningkatnya jumlah dan kualitas Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) jenjang SMA dan SMK. Meningkatnya jumlah tenaga pendidik dan kependidikan PAUD. g) Terselenggaranya fasilitasi pembinaan dan pengembangan pendidikan. serta mampu mengembangkan dan memanfaatkan IPTEK. dengan sasaran: 1) 2) 3) f.

c) Terlaksananya fasilitasi penyediaan buku teks pelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). c) 3) Meningkatnya kompetensi SDM SSN dan SBI SMA/SMK. Meningkatkan Pemerataan dan Mutu Pendidikan Luar Biasa (PLB). yang dilaksanakan melalui Program Pendidikan Luar Biasa. dengan sasaran: a) Meningkatnya daya tampung SMA/SMK/MA. h. SD-SMP satu atap. Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar dan Menengah. 1) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar. g. dengan sasaran : a) Meningkatnya daya tampung SMP/MTs. d) Meningkatnya pelayanan terhadap data/informasi. c) Meningkatnya wawasan pendidik tentang kurikulum. pemahaman penyelenggaraan pendidikan tentang b) Meningkatnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). dengan sasaran: 1) Meningkatnya Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK).2013    VIII ‐ 8  . fasilitasi penyediaan sumber dan media belajar b) Meningkatnya SMA/SMK. yang dilaksanakan melalui program-program. Meningkatnya Kompetensi Guru PK dan PLK. dengan sasaran: a) Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Program Manajemen Pelayanan Pendidikan. 2) Program Pendidikan Menengah dan Tinggi. 4) Meningkatnya Kegiatan Pendidikan Keterampilan Berbasis Potensi Lokal bagi Masyarakat.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3) Meningkatnya jumlah dan kualitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). b) Meningkatnya daya tampung SMP Terbuka. 2) 3) Meningkatnya Mutu Penyelenggaraan PK dan PLK.

dengan sasaran: 1) 2) 3) Meningkatnya jumlah anggaran insentif guru. Meningkatnya pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat. Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru serta Tenaga Kependidikan. Meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi. yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. 2) 3) Meningkatnya SDM pengelola perpustakaan desa.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT e)Meningkatnya mutu pelaksanaan Ujian Nasioanl/Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UN/USBN). dengan Meningkatnya Angka Melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan penataan serta pengembangan kawasan pendidikan tinggi. Peningkatan Pemerataan dan Mutu Pendidikan Tinggi. f) i. Meningkatkan kemampuan dan budaya baca masyarakat khususnya pada usia sekolah. yang j. Meningkatnya peran dan kualitas pelayanan perpustakaan sekolah. Fasilitasi sasaran: 1) dilaksanakan dengan Program pendidikan Menengah dan Tinggi. 2. Meningkatnya jumlah guru yang tersertifikasi.kelurahan di jawa Barat. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan.2013    VIII ‐ 9  . Meningkatnya koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat. Bidang Perpustakaan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. dengan sasaran: 1) Meningkatnya kelembagaan teknis perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat. dengan sasaran: 1) Meningkatnya pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/ Kota berbasis TIK di Jawa Barat. yang dilaksanakan melalui Program Manajemen Pelayanan Pendidikan. 4) b. Meningkatnya jumlah guru berkualifikasi S1.

6) Meningkatnya pengawasan dan pengendalian peredaran sediaan makanan dan sediaan perbekalan farmasi terutama napza. 3. 5) Meningkatnya penggunaan obat obat yang rasional dan pemakaian obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta disetiap jenjang. yang dilaksanakan melalui programprogram sebagai berikut: 1) Program Manajemen Pelayanan Kesehatan. Meningkatnya perlindungan pada ibu hamil. dan gerontology) yang mempunyai kualitas tingkat Nasional/Dunia. narkoba dan batra. 8) Meningkatnya derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat melalui aktifitas fisik dan olahraga yang baik. yang dilaksanakan melalui Program Upaya Kesehatan. penyakit jantung. 4) Menjamin setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan atau rujukan/spesialistik yang bermutu. dengan sasaran: 1) Meningkatnya komitmen dan kemampuan Kabupaten/Kota untuk mencapai Desa Siaga dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mengembangkan sistem kesehatan. benar. ibu nifas. anak dan masyarakat resiko tinggi.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) Meningkatnya pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK di Jawa Barat. ibu bersalin. b. dengan sasaran : a) Meningkatnya Kualifikasi Rumah Sakit Provinsi menjadi Center of Excellent/Rujukan Spesifik berbasis Masalah Kesehatan Jawa Barat (diantaranya stroke. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . 7) Tertanggulanginya masalah kesehatan pada saat dan pasca bencana dan antisipasi global warming. Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama Ibu dan Anak. 2) 3) Meningkatnya Keluarga Sadar Gizi. bayi. teratur dan terukur. Bidang Kesehatan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a.2013    VIII ‐ 10  .

nasional dan lokal. g) Terwujudnya mekanisme dan jejaring untuk terselenggaranya komunikasi dan terbentuknya pemahaman publik tentang PHBS. d) Terciptanya Sistem Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Skala Provinsi. e) Tersedianya berbagai kebijakan. h) Pelayanan kesehatan di setiap Rumah Sakit. kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Provinsi Jawa Barat dan on line dengan Nasional. c) Tersedianya anggaran/pembiayaan kesehatan di Provinsi serta Kabupaten dan Kota dengan jumlah mencukupi. 2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan. SPM bidang kesehatan Provinsi. dengan sasaran: a) Peningkatan kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan Rumah Sakit. pedoman dan regulasi kesehatan. b) Peningkatan kuantitas.2013    VIII ‐ 11  . f) Terwujudnya sistem informasi dan Surveilance Epidemiologi Kesehatan yang evidence base. akurat diseluruh Kabupaten dan Kota. pembangunan kesehatan dan masalah kesehatan global. teralokasi sesuai dengan besaran masalah dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna dan diutamakan untuk Upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan (Preventif dan Promotif). Puskesmas dan Jaringannya memenuhi standar mutu. c) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b) Terwujudnya sistem rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya (Laboratorium Diagnostik Kesehatan) regional Jawa Barat (diantaranya HIV dan Flu Burung). i) Terwujudnya akuntabilitas dan pencapaian Kinerja program pembangunan kesehatan yang baik. standar pelayanan kesehatan Provinsi.

-/orang/tahun).2013    VIII ‐ 12  . perawat dan sarjana kesehatan masyarakat) yang sesuai dengan standar. TBC. penyakit cardio vasculer (stroke. penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS. 3) Meningkatnya kualitas tenaga kesehatan. Meningkatkan upaya pencegahan. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan (meliputi dokter. pemberantasan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular. kepatuhan terhadap standar dan peningkatan komitmen para pihak. d. 2) Meningkatnya sistem kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming). yang dilaksanakan melalui Program Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. 6) Eliminasi penyakit tertentu yang berorientasi pada penguatan sistem. MI).  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT c. penyakit akibat kerja. dengan sasaran: 1) Meningkatnya jumlah. bidan desa. DBD.000. penyakit metabolisme (DM) dan penyakit jiwa. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . malaria. 3) Meningkatnya peran provinsi dalam upaya pengendalian. 4) Meningkatnya kecukupan obat dan perbekalan kesehatan (standar nasional Rp. 7) Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan terutama di daerah lintas batas kabupaten dan kota serta provinsi. penyakit mata dan telinga. Puskesmas dan Jaringannya. 9. 5) Meningkatnya Citra Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan. dengan sasaran: 1) Meningkatnya jumlah persentase desa mencapai Universal Child Immunization (UCI). yang dilaksanakan melalui Program Sumber Daya Kesehatan. penyakit gimul. 4) Setiap KLB dilaporkan secara cepat < 24 jam kepada kepala dan instansi kesehatan terdekat. 2) Meningkatnya pendayagunaan aparatur kesehatan. 5) Setiap KLB/Wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat.

keterampilan dan kemampuan Fakir Miskin. Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan yang berbasis kemandirian berusaha. Bidang Sosial melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. Meningkatnya indeks pembangunan jender. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak. 4. kejuangan. Meningkatkan berikut: 1) Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah kualitas dan kuantitas perlindungan. terlindunginya dan tersantuninya PMKS dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Meningkatnya indeks pemberdayaan jender. dengan sasaran: a) Meningkatnya pengetahuan. kepahlawanan. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan sesuai standar. Komunitas Adat terpencil dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara mandiri dan dapat melaksanakan fungsi serta peran sosialnya secara wajar. c) Tersantuninya PKRI/Janda PKRI dan Keluarga pahlawan serta terpeliharanya nilai-nilai keperintisan. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Jender dalam Pembangunan. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya. dengan sasaran: 1) 2) b. b) Terlayaninya. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6) Meningkatnya jumlah. dan kesetiakawanan sosial.2013    VIII ‐ 13  . rehabilitasi dan pemberdayaan sosial. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . 5. dengan sasaran meningkatnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. upaya perlindungan terhadap anak melalui pencegahan Meningkatkan kekerasan dalam rumah tangga serta perdagangan perempuan dan anak.

b) Tersedianya bantuan tanggap darurat bencana.2013    VIII ‐ 14  . kepeloporan dan kejuangan). yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan dan pembinaan peran serta pemuda. d) Meningkatnya pemahaman tentang pembangunan kesejahteraan sosial melalui peyuluhan sosial. dengan sasaran : a) Terpenuhinya bantuan bahan bangunan rumah bagi eks korban bencana. kewirausahaan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas bantuan/jaminan sosial. dengan sasaran: a) Meningkatnya partisipasi sosial potensi sumber kesejahteraan sosial (karang taruna. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . 6. c) Meningkatnya sumber dana sosial. dengan sasaran meningkatnya peran aktif penduduk lanjut usia dalam pembangunan. pekerja sosial masyarakat dan organisasi sosial) dalam pelaksanaan usaha kesejahteraan sosial. Mewujudkan pemuda Jawa Barat yang memiliki Spirit Juara (idealisme kebangsaan. kepemimpinan. b) Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pekerja sosial secara profesional. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: 1) Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) . dengan sasaran: 1) Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana aktivitas kepemudaan dalam rangka perwujudan pemuda mandiri. Bidang Kepemudaan dan Olah Raga melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. 2) Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat. b. c) Meningkatnya partisipasi pilar masyarakat/relawan dalam penanggulangan bencana.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) .

diantaranya pembangunan West Java Stadium.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) 3) Meningkatnya pembinaan lembaga dan organisasi kepemudaan. 3) Meningkatnya kuantitas dan kualitas olahragawan berprestasi secara berkelanjutan. b.2013    VIII ‐ 15  . Bidang Ketenagakerjaan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. olahraga pendidikan dan ruang publik. kepeloporan dan kejuangan) di kalangan pemuda Jawa b. 2) 3) 4) 5) Standarisasi dan sertifikasi. dengan sasaran: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . dengan sasaran: 1) Meningkatnya mutu dan persebaran sarana olahraga masyarakat. 5) Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana olahraga untuk pusat pelatihan dan pertandingan. Terbentuknya Barat. Pemagangan. 2) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Meningkatkan daya saing tenaga kerja yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja. kewirausahaan. Spirit Juara (idealisme kebangsaan. yang dilaksanakan melalui Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan. 4) Meningkatnya kuantitas dan kualitas tenaga keolahragaan. Meningkatnya sarana dan prasarana serta kurikulum pelatihan tenaga kerja berbasis peluang kerja dan potensi lokal serta kewirausahaan. dengan sasaran: 1) Terwujudnya peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja melalui pelatihan. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sehat jasmani dan rohani melalui olahraga yang dilaksanakan melalui Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga. Meningkatkan perlindungan dan pengawasan ketenagakerjaan. 7. kepemimpinan. Pengembangan lembaga latihan kerja swasta dan pemerintah.

yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama. Program Pengembangan Nilai Budaya. dengan sasaran : 1) Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Bidang Kebudayaan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan upaya revitalisasi nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang relevan bagi peningkatan kemajuan Jawa Barat. yang dilaksanakan melalui Program Pembinaan Lembaga Sosial dan Keagamaan. Pengembangan sistem pengupahan. 2) b. dengan sasaran: 1) Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. Mengimplementasikan dan mengaktualisasikan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Pemahaman dan Pengamalan Agama. tenaga kerja melalui penyelesaian kasus hubungan 2) 3) 4) 8. dan c. Fasilitasi perlindungan tenaga kerja terhadap naskah kontrak kerja. kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah. Pemberdayaan sarana hubungan industrial. Mendorong peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Bidang Agama melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a.2013    VIII ‐ 16  . dengan sasaran terselenggaranya fasilitasi pendidikan agama (formal. sastra dan aksara daerah. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan informal). dengan sasaran meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1) Terlindunginya industrial. 9. non formal. Meningkatkan kualitas kerukunan hidup baik interumat beragama maupun antarumat beragama. 2) Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap bahasa. peninggalan kesejarahan. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut : a.

Usaha Mikro. Kecil dan Menengah. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM serta dukungan pendampingan tempat usaha. dengan sasaran: 1) Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM dengan jaminan kolateral bekerjasama dengan perbankan dan lembaga keuangan mikro. Usaha Mikro. masyarakat dan swasta. kapasitas SDM. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. sistem pembiayaan. Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam bidang seni dan budaya. Kecil dan Menengah melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Menguatkan kelembagaan dan usaha. 1. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b. Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya. Meningkatnya kualitas kelembagaan koperasi. dengan sasaran: 1) Terfasilitasinya penumbuhan wirausaha baru dan wirausaha yang berdaya saing dan pengembangan inkubator bisnis KUMKM yang dilaksanakan bersama perguruan tinggi dan pelaku bisnis. 2) b. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a. 4) Meningkatnya sarana dan prasarana gelar karya dan kreativitas seni budaya daerah yang representatif.2013    VIII ‐ 17  . dengan sasaran: 1) 2) Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan budaya Jawa Barat. 2) 3) Meningkatnya akses teknologi tepat guna bagi KUMKM. Misi 2 : Meningkatkan pembangunan perekonomian regional berbasis potensi lokal. Bidang Koperasi dan Usaha Mikro. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. 3) Meningkatnya apresiasi seni dan budaya daerah di kalangan pemerintah. dan peluang pasar KUMKM yang sejalan dengan perkembangan dunia usaha. Kecil dan Menengah.

dlsb. 3) Meningkatnya pendapatan usaha tani komoditas pertanian. 6) 7) Meningkatnya Berkembangan diversifikasi Kawasan produk Agribisnis usaha pertanian.2013    VIII ‐ 18  . 5) Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian. perdagangan dan jasa. Bidang Pertanian melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pertanian. dan peternakan. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Kesempatan Kerja. 3. Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan. dengan sasaran: 1) Meningkatnya produksi. dan kehutanan melalui penerapan pengembangan kawasan yang teruji. dengan sasaran meningkatnya penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian. Bidang Ketenagakerjaan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Perluasan kesempatan kerja. Gerakan Multi Aktivitas Agribisnis (GEMAR). dan peternakan. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . 2) Meningkatnya pengembangan benih/bibit unggul pertanian. model peternakan. produktivitas dan kualitas produk pertanian. industri. perkebunan.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT c. perkebunan. perkebunan dan peternakan. Program Peningkatan Produksi Pertanian. seperti: Agropolitan. 2) Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan. dan peternakan. perkebunan. perkebunan. 4) Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a. 2. dengan sasaran: 1) Meningkatnya kinerja dan daya saing BUMD dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan memberikan sumbangan terhadap keuangan daerah. perkebunan dan peternakan.

terkendalinya konversi lahan pertanian serta pencetakan lahan persawahan. perkebunan. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tanaman. peternakan. perkebunan. 4) Meningkatnya pengolahan hasil pertanian. peternakan. perkebunan. Ternak dan Ikan. dengan sasaran: 1) 2) 3) 4) Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat. dengan sasaran: 1) d. Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian. perikanan dan kehutanan. perkebunan. perikanan dan kehutanan. ternak.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8) 9) b. dengan sasaran: 1) Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. 6) Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian. Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian. Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air. perikanan dan kehutanan. 2) 3) Meningkatnya pengembangan usaha pemasaran. dan ikan Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian. Perkebunan. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen. c. dan pekebun. peternakan. Meningkatnya kemampuan peran kelembagaan usaha agribisnis. perikanan dan kehutanan. Meningkatnya penyuluhan terhadap petani. peternakan. dan peternakan yang ramah lingkungan. perikanan dan kehutanan. 5) Meningkatnya margin pemasaran hasil pertanian. Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . peternakan. Peternakan. Perikanan dan Kehutanan.2013    VIII ‐ 19  . perkebunan. perkebunan. Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian. peternak.

2) Terfasilitasinya diversifikasi lingkup dan ragam destinasi wisata termasuk wisata ziarah (pilgrimage tourism). yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut : a. 6) b. 4) 5) Meningkatnya sarana dan prasarana pariwisata. Meningkatnya volume dan keanekaragaman produk perdagangan ekspor dari Jawa Barat. dengan sasaran: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata. dengan sasaran: 1) 2) Meningkatnya kualitas.2013    VIII ‐ 20  . Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor. Bidang Pariwisata melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan keunggulan daya tarik wisata untuk peningkatan daya beli masyarakat. tradisional dan mencerminkan jati diri masyarakat Jawa Barat yang berakar pada alam dan budaya dalam konteks destinasi wisata Jawa-Bali. Meningkatnya kualitas sumber daya pariwisata termasuk sumber daya manusia pemandu wisata. Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri. Bidang Perdagangan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan sistem dan jaringan distribusi barang serta pengembangan pasar dalam dan luar negeri. dengan sasaran: 1) 2) b. 3) Meningkatnya kualitas objek dan daya tarik wisata untuk peningkatan daya saing serta pemanfaatan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Meningkatnya perluasan pasar ekspor produk Jawa Barat. pelayanan dan informasi parawisata Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a. Meningkatnya kenyamanan dan keamanan berwisata. 5. dengan sasaran: 1) Berkembangnya produk wisata yang unik.

2) Meningkatnya sinergitas pengembangan industri. Meningkatnya tertib usaha dan tertib ukur/takar/timbang dan perlengkapannya. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Bidang Industri melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan daya saing industri. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah. Program Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan. Meningkatnya perlindungan terhadap konsumen dan produsen. Meningkatnya fungsi sarana dan prasarana perdagangan. dengan sasaran: 1) 2) 3) 4) b. Meningkatnya pelayanan terhadap pelaku usaha IKM. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a. kenyamanan.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1) Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis. dan keamanan c. 6. Meningkatnya kemitraan antar industri.2013    VIII ‐ 21  . industri kreatif dan industri teknologi informasi komunikasi). Meningkatnya lingkungan. pengembangan dan perlindungan pasar tradisional (GEMPITA) yang memperhatikan penataan. 2) 3) 4) 5) Tertatanya distribusi barang yang efektif dan efisien. Meningkatnya unit usaha industri kecil menegah. dengan sasaran: 1) Mendorong tumbuhnya industri-industri andalan masa depan (industri agro. dengan sasaran: 1) 2) 3) Meningkatnya pengawasan barang beredar dan jasa. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah.

2013    VIII ‐ 22  . 4) Meningkatnya penyerapan tenaga kerja oleh industri besar. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a. payau serta sumber daya kelautan. industry logam. Pengembangan Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi. terutama perikanan komersil di Pantai Selatan dan Pantai Utara dalam Gerakan Pengembangan Perikanan Pantai Utara dan Pantai Selatan (GAPURA). dengan sasaran: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Meningkatnya produksi dan produktivitas perikanan budidaya. efisien dan berwawasan lingkungan Berkembangnya teknologi budidaya perikanan Terkendalinya wabah dan serangan hama penyakit ikan Terkendalinya pemanfaatan sumber daya ikan. Terkendalinya ketersediaan dan kontinuitas benih/induk ikan berkualitas Meningkatnya kompetensi dan produktivitas pembudidaya ikan Meningkanya peran penyuluh perikanan budidaya Berkembangkan kawasan budidaya ikan air tawar. dengan sasaran mengembangkan pemanfaatan sumur migas. dengan sasaran : 1) 2) 3) b. secara efektif. 8. Meningkatkan pembinaan nilai tambah produksi pertambangan skala kecil. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral melalui kebijakan dan program sebagai berikut : Meningkatkan pengusahaan dan nilai tambah produksi sumber daya mineral. industri keramik. 7. yang dilaksanakan melalui program sebagai berikut: a. Bidang Kelautan dan Perikanan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan pengelolaan sumber daya ikan dan flasma nutfah di perairan tawar.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3) Meningkatnya penguasaan teknologi industri terutama industri tekstil dan produk tekstil. flasma nutfah dan habitat perikanan budidaya Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Program Pengembangan Budi Daya Perikanan. Pemantapan pranata pengelolaan energi. serta teknologi informasi komunikasi. Meningkatkan potensi penerimaan daerah dari sumber daya mineral. air payau dan air laut. Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi.

Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen. untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan pokok. b. Meningkatnya kualitas dan pengendalian keamanan pangan. b. 10. Akses. Bidang Ketahanan Pangan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Peningkatan Ketersediaan. Terlaksananya pengembangan aneka usaha ekonomi produktif sekitar hutan dan pengelolaan kehutanan. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan. Berkembangnya lembaga penyuluhan swakarsa mandiri.2013    VIII ‐ 23  .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9) Terfasilitasinya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana perikanan budidaya 10) Terfasilitasinya pengolahan dan pemasaran produk hasil perikanan 11) Meningkatnya kualitas peran kelembagaan agribisnis perikanan budidaya. Meningkatnya keanekaragaman pangan alternatif. dengan sasaran: a. dengan sasaran: 1) 2) 3) 4) 9. (beras jagung dan kedelai). Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok. e. yang dilaksanakan melalui Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Kehutanan. b. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya kelautan. Program Pengembangan Perikanan Tangkap. dengan sasaran: a. Berkembangnya usaha pengolahan hasil serta penguatan pasar untuk industri hilir produk perikanan tangkap. d. c.. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Tidak Berubah. Bidang Kehutanan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Mengembangkan aneka usaha non kayu serta usaha ekonomi produktif sekitar hutan. Terbinanya dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan. keragaman dan keamanan pangan. Menurunnya kerawanan pangan masyarakat terhadap pangan Tertatanya distribusi dan perdagangan beras. Meningkatnya produksi dan produktivitas usaha perikanan tangkap. c. f.

2013    VIII ‐ 24  . 3) Tersusunnya paket peluang investasi yang layak untuk ditawarkan kepada penanam modal. Meningkatnya pemberian fasilitas penanaman modal bagi penanam modal. Terfasilitasinya jaminan keamanan dan kepastian hukum di bidang penanaman modal. 4) Meningkatnya kerjasama investasi antar pemerintah daerah dan antara pemerintah daerah dengan swasta. Terwujudnya harmonisasi dan integrasi peraturan dan ketentuan pendukung di bidang penanaman modal. Bidang Penanaman Modal melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. Membentuk forum investasi serta meningkatkan promosi dan kerjasama investasi. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Iklim Investasi. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan di bidang penanaman modal. dengan sasaran: 1) 2) 3) 4) 5) b. 6) Terfasilitasinya representatif. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka mempertahankan keberadaan investasi yang ada serta menarik investasi baru. dengan sasaran: 1) Terbentuknya forum interaksi investor mitra Jawa Barat (West Java Partner). 5) Terfasilitasinya khusus. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi. 2) Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan terkait di Jawa Barat. penyediaan perencanaan dan pengembangan kawasan ekonomi promotion and business center yang Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 11. Meningkatnya pelaksanaan kebijakan penanaman modal di Jawa Barat.

melalui fasilitasi pembangunan jalan tol dalam kota yang dilaksanakan pada ruas Kanci–Pejagan. 2) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan. Depok-Antasari. d) Terimplementasikannya kebijakan pendanaan untuk pembangunan jalan melalui konsep Multi Years Project dan Turn Key Project. antara lain penyelesaian penanganan dan peningkatan status jalan horizontal di Jabar Selatan. Ciawi–Sukabumi. fasilitasi pembangunan jalan lingkar Cianjur. Bidang Pekerjaan Umum melalui kegiatan dan program sebagai berikut: a. fly over Gebang dan fly over di Kota Bandung. Sukabumi–Ciranjang. pada ruas-ruas strategis di Jawa Barat. dengan sasaran: a) Terciptanya jaringan jalan yang dapat menyediakan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta mempunyai nilai struktur yang baik b) Meningkatnya kondisi jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi dan non status di Jawa Barat untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan. kawasan industri. fasilitasi pembangunan jalan tol antar kota yang dilaksanakan pada ruas CikopoPalimanan. Soreang–Pasirkoja. Tanjung Priok–Cikarang. dengan sasaran:  VIII ‐ 25  Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . dan jalan lingkar Sukabumi. Cimanggis – Cibitung. serta peningkatan dan pengembangan jalur vertikal pada poros Bandung – Pangalengan – Rancabuaya. dan daerah tujuan wisata. dan Terusan Pasteur–Ujungberung–Gedebage. jalan lingkar. Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang. fasilitasi penanganan jalan dari dan ke sentra-sentra produksi pertanian.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Misi 3 Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah. dan Ciranjang– Padalarang. 1. dan jasa. yang dilaksanakan melalui programprogram sebagai berikut: 1) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan. c) Terlaksananya pembangunan jalan tol. jalan lingkar Nagreg. Bogor Ring Road Tahap I.2013   . Cinere-Jagorawi. Cileunyi-Sumedang–Dawuan. serta fasilitasi pembangunan fly over Nagreg. barang. dan Fly Over.

Waduk Cikembang. dengan sasaran meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan 4) Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan. melalui fasilitasi percepatan pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya. 3) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan. Waduk Citepus di Kabupaten Sukabumi. embung. dengan sasaran meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. dan sumber daya air lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan air baku untuk pertanian domestik dan industri.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT a) Mempertahankan kondisi kemantapan jalan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap arus lalu lintas yang melewatinya dalam batas repetisi beban standar maupun struktur yang direncanakan. 2) Program Pengembangan. b) Terimplementasikannya kebijakan pendanaan untuk pemeliharaan jalan melalui konsep Road Fund. dengan sasaran tersedianya jaringan irigasi yang handal. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . serta pengendalian daya rusak air. Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung konservasi. b) Tersedianya data Ruang Milik Jalan (Rumija) dan Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja) pada ruas-ruas jalan provinsi sebagai bahan informasi basis data jalan dan jembatan. pendayagunaan sumber daya air. Garut. dengan sasaran: a) Tersedianya data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan Sistem Manajemen Jembatan (BMS) serta penentuan peran dan status jalan di Jawa Barat. b. melalui fasilitasi pembangunan Daerah Irigasi Leuwigoong di Kab. waduk. Waduk Cibatarua di Kabupaten Garut.2013    VIII ‐ 26  . Waduk Sukahurip. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya. serta DI strategis lainnya. situ. Pengelolaan dan Konservasi Sungai. dan Waduk Leuwikeris di Kabupaten Ciamis. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: 1) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Waduk Santosa di Kabupaten Bandung.

Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah.2013    VIII ‐ 27  . fasilitasi pembangunan jalur ganda KA dan KRL pada jalur KiaracondongRancaekek dan Rancaekek-Cicalengka. yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah. dengan sasaran tersedianya infrastruktur sumber daya air yang dapat mengendalikan banjir dan kekeringan serta pengamanan pantai. serta pembangunan waduk-waduk strategis lainnya. melalui fasilitasi fasilitasi revitalisasi jalur kereta api (KA) pada jalur Kiaracondong–Ciwidey. yang dilaksanakan melalui Program Pembinaan Jasa konstruksi. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan. dengan sasaran meningkatnya kemampuan dan ketertiban penyelenggaraan jasa konstruksi. 2) Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik di PKN dan PKW melalui perluasan ketersediaan sarana dan prasarana pengolahan air limbah. Banjar-Cijulang. Waduk Cipanas di Kabupaten Sumedang. fasilitasi pembangunan jalur KA pada jalur Rancaekek–Tanjungsari-Kertajati. b. pembangunan KRL (kereta listrik) pada jalur Padalarang-Kiaracondong. Bidang Perhubungan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Mengembangkan infrastruktur transportasi perhubungan dalam rangka peningkatan pelayanan pergerakan orang. yang dilaksanakan melalui programprogram sebagai berikut : a. 2.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Waduk Sadawarna di Kabupaten Subang. dengan sasaran : 1) Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah rawan air minum dan wilayah tertinggal melalui fasilitasi pengembangan Sistem Instalasi Pengolahan Air Bersih dan pengembangan sistem jaringan pipa transmisi dan distribusi. d. barang dan jasa. Bandung–Cianjur-Sukabumi–Bogor. Meningkatkan pelayanan jasa konstruksi. dengan sasaran : 1) Terlaksananya pengembangan angkutan dan massal. Kertajati–Kadipaten-Cirebon serta short cut Tanjung Rasa-Cibungur. 3) Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai.

c. serta pengembangan Bandara Nusawiru di Kabupaten Ciamis. ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana 5) Meningkatnya pengendalian Muatan Sumbu Terberat (MST) kendaraan pada jaringan jalan di Jawa Barat. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas.2013    VIII ‐ 28  . melalui fasilitasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang. dengan sasaran meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas LLAJ. Indramayu dan Cirebon. Bandara Pusat Penyebaran Tersier Cakrabhuwana di Cirebon. d. 3) Terlaksananya pengembangan dan pembangunan pelabuhan Laut di Jawa Barat. Meningkatnya kinerja kualitas angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Jawa Barat. Laut. dan Udara di Jawa Barat. fasilitasi pembangunan pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Kabupaten Bekasi. Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang. 5) Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyelenggaraan Perhubungan Darat. melalui pembangunan Bandara Pusat Penyebaran Primer Kertajati di Majalengka. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). 4) Meningkatnya perhubungan.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) Terlaksananya pengembangan dan pembangunan bandara di Jawa Barat. b. pengembangan Bandara Pusat Penyebaran Sekunder Husein Sastranegara. dengan sasaran: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . serta fasilitasi pengembangan pelabuhan perikanan Samudera Palabuhanratu dan pelabuhan perikanan Cikidang Pangandaran. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan. Subang. 6) Terlaksananya monitoring dan evaluasi pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. dengan sasaran: 1) 2) 3) 4) Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum. Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum. fasilitasi pengembangan pelabuhan Gebang di Kabupaten Cirebon.

4. 4) Meningkatnya pengendalian MST kendaraan pada jaringan jalan di Jawa Barat. b. e. serta fasilitasi dan koordinasi pengembangan perumahan dan permukiman. permukiman kumuh nelayan dan kawasan rawan bencana. penataan kawasan kumuh. Bidang Perumahan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. 2) Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor. Meningkatkan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman. 3) Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman. dengan sasaran terpenuhinya kebutuhan rumah layak huni melalui fasilitasi pembangunan hunian vertikal (rusun). dengan sasaran: a) Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman b) Meningkatnya infrastruktur dasar permukiman di desa tertinggal. 3. desa terpencil.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1) Meningkatnya keselamatan di perlintasan sebidang antara Kereta Api dengan jalan. dengan sasaran meningkatnya peran serta masyarakat pesantren dan mesjid dalam pengelolaan lingkungan permukiman. dengan sasaran : 1) Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri. dengan sasaran terkendalinya proses alih status gedung/rumah negara. 2) Program Lingkungan Permukiman Sehat. pengembangan kasiba/ lisiba.2013    VIII ‐ 29  . yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: 1) Program Pengembangan Permukiman. 2) 3) Meningkatnya keselamatan pelayaran dan penerbangan. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan orang dan barang di Jawa Barat. Program Peningkatan Kelayakan Kendaraan Bermotor. yang dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara. Meningkatkan kinerja pengelolaan bangunan gedung/rumah negara.

serta Kabupaten Garut (Kawah 8. melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan penanganan persampahan perkotaan.2013    VIII ‐ 30  . Kabupaten Bandung (Cibuni. 2) Meningkatnya cakupan layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan di Jawa Barat. dengan sasaran: 1) Terjaganya pasokan energi di Jawa Barat. Kamojang). Tersedianya pranata serta rencana pengelolaan energi di Jawa Barat. Patuha. serta revitalisasi TPPS Leuwigajah di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Program Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi. Kabupaten Bandung Barat (Tangkubanparahu). dengan sasaran meningkatnya pendayagunaan panas bumi sebagai sumber energi listrik di Jawa Barat. cakupan dan kualitas pelayanan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan. melalui peningkatan pasokan energi listrik dengan memanfaatkan sumber energi batubara di Kabupaten Indramayu (PLTU) dan Kabupaten Sukabumi (PLTU). Misi 4 Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Meningkatkan pasokan. yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan. pembangunan Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Sampah (TPPS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung. melalui peningkatan kemampuan pasokan energi. melalui fasilitasi pengembangan sumber energi panas bumi di Kabupaten Bogor (Awi Bengkok). Kabupaten Sumedang (Tampomas). serta mengembangkan listrik perdesaan di wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau oleh jaringan listrik menuju program Jabar Caang tahun 2010. Program Pengembangan sumberdaya mineral dan panas bumi. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a. 3) b. Wayang Windu dan Darajat). Bidang Lingkungan Hidup. TPPS Nambo di Kabupaten Bogor. dengan sasaran meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) melalui. pengurangan timbulan sampah pada sumbernya dan pengembangan teknologi pemanfaatan sampah.

Meningkatnya kuantitas dan kualitas kesertaan dalam program keluarga berencana. Bidang Penataan Ruang melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. Meningkatnya ketahanan keluarga melalui peningkatan ekonomi Keluarga Pra Sejahtera dan KS I serta Pengembangan Bina Keluarga. Menyiapkan pranata pelaksanaan penataan ruang provinsi. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . dengan sasaran: a. baik di dalam maupun keluar wilayah provinsi. 2. c. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Revitalisasi Program Keluarga Berencana. b.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. dan mewujudkan pengembangan kewilayahan Jawa Barat khususnya Jawa Barat bagian selatan. Terselenggaranya kerjasama bidang Ketransmigrasian antar provinsi penempatan di luar Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat. yang dilaksanakan melalui Program Keluarga Berencana. dengan sasaran : a. Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama (pendewasaan usia perkawinan). yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi. 4. 3. yang dilaksanakan melalui Program Perencanaan Ruang. Bidang Ketransmigrasian melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Menata persebaran penduduk. b. dengan sasaran tersedianya pranata pendukung pelaksanaan penataan ruang melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat. b. yang dilaksanakan melalui Program Penataan Administrasi Kependudukan. Terselenggaranya tertib administrasi kependudukan di Jawa Barat. Meningkatnya kemampuan penduduk pada lokasi transmigrasi lokal dan resettlement pada bidang wirausaha. Terpeliharanya database penduduk Jawa Barat. dengan sasaran: a. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Menata database penduduk dan penyelenggaraan sistem administrasi kependudukan.2013    VIII ‐ 31  .

Memantapkan peran provinsi dalam koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang. 4) Terfasilitasinya perwujudan struktur ruang Jawa Barat yang ditandai dengan mulai terbentuknya sistem kota-kota yang terdiri dari pengembangan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Bodebek. dengan sasaran: 1) Tersedianya pranata pendukung pengendalian pemanfaatan ruang. dengan sasaran: 1) Terwujudnya rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai acuan pemanfaatan ruang oleh masyarakat. dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan penataan ruang. serta pengembangan kawasan strategis Nasional dan kawasan strategis Provinsi Jawa Barat. dan pemerintah daerah. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . dan Pangandaran. Pemanfaatan Ruang dan Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana diatur di dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 Tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b. 2) 3) Terlaksananya koordinasi pengaturan dan perijinan pemanfaatan ruang. Transformasi orientasi permukiman dari bidang horizontal menjadi bidang vertikal. Kadipaten. pemerintah. Bogor. c. Pengembangan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kota Sukabumi. Cirebon. dunia usaha. pemerintah. terutama di Kawasan Bandung Utara sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Pengendalian. Cikampek-Cikopo. Meningkatkan peran serta masyarakat. Bekasi. Puncak dan Cianjur. Mengembangkan infrastruktur data spasial daerah yang terintegrasi dalam jaringan data spasial nasional. yang dilaksanakan melalui Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang.2013    VIII ‐ 32  . dunia usaha. dengan sasaran tersedianya data dan informasi spasial Jawa Barat yang handal dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan pembangunan secara efektif dan efisien. Tasikmalaya. d. Metropolitan Bandung. yang dilaksanakan melalui Program Pemanfaatan Ruang. 2) Meningkatnya peran perangkat pengendalian pemanfaatan ruang di tingkat Provinsi. Palabuhan Ratu. Tangerang. Depok. yang dilaksanakan melalui Program Perencanaan Ruang. Indramayu.

dengan sasaran: a) Berkurangnya beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik. koridor jalan tol serta kawasan-kawasan strategis lainnya. yang dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Kawasan Lindung. termasuk di sepanjang pantai utara dan pantai selatan. hutan dan lahan. pengawasan dan penertiban pemanfaatan ruang di seluruh Wilayah Jawa Barat. udara. melalui penanganan daerah hulu dan hilir sungai prioritas. harmonis. rumah sakit. Meningkatkan upaya pemulihan dan konservasi sumber daya air. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: 1) Program Pengendalian pencemaran dan Perusakan lingkungan. dengan sasaran meningkatnya peran serta masyarakat desa hutan dalam pengamanan kawasan hutan dan hutan kota sebagai ruang terbuka hijau. dan 5. 4) Peningkatan upaya pemantauan. provinsi dengan kabupaten dan kota. 2) Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Bidang Kehutanan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan pengamanan dan pencegahan kerusakan kawasan hutan. dan sektor lainnya.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3) Harmonisasi penataan ruang antara pusat. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . domestik. dengan sasaran: a) Terlaksananya rehabilitasi lahan kritis melalui Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK). 5) Pengendalian berkelanjutan. b) Berkurangnya beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.2013    VIII ‐ 33  . d) Berkembangnya produksi yang lebih bersih (Cleaner Production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager). Bidang Lingkungan Hidup melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. pemanfaatan ruang agar produktif. 6. c) Terlaksananya pengawasan pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3 pada industri.

dan Taman Hutan Raya Ir. Papandayan. Halimun Salak. dan bencana lainnya. Mengurangi Resiko Bencana. Taman Wisata Alam GN. Tangkuban Parahu. longsor. Meningkatnya kemampuan dan jumlah sumber daya penanggulangan bencana. Pangandaran. d) Terfasilitasinya rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung (GN) Gede Pangrango. Suaka Margasatwa Cikepuh. Cagar Alam GN. Tilu. GN. c) Meningkatnya konservasi air bawah tanah terutama di wilayah Cekungan Bandung dan Bogor. Laut Cijulang. Laut Leuweung Sancang. Masigit Kareumbi. 4) Terlaksananya transformasi daerah rawan bencana menjadi daerah bebas bencana. Sawal. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . melalui program sebagai berikut: 1) Program Pengelolaan kawasan lindung. Burangrang. sampah. Leuweung Sancang. Simpang. Meningkatkan fungsi dan luas kawasan lindung dalam rangka mewujudkan provinsi yang hijau (Green Province) didukung upaya menciptakan provinsi yang bersih (Clean Province). kekeringan. GN. Taman Buru GN. Pangandaran. Cibanteng.TPA. GN.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b) Tertanggulanginya kerusakan lahan bekas pertambangan. Kawah Kamojang. d) Meningkatnya kemitraan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan lindung. c) Berkembangnya kawasan lindung baru. dengan sasaran: 1) 2) 3) Meningkatnya mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Juanda.2013    VIII ‐ 34  . H. Meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap bencana. dan bencana. yang dilaksanakan melalui Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat. GN. GN. meliputi daerah bebas banjir. dengan sasaran: a) Terlaksananya penataan dan perbaikan fungsi kawasan lindung. Tampomas. b. c. b) Meningkatnya pengamanan dan perlindungan kawasan lindung.

Mewujudkan kerjasama pembangunan antar daerah yang saling menguntungkan. b) Meningkatnya vegetasi pelindung pantai di kawasan wisata pantai utara dan selatan Jawa Barat. Meningkatnya upaya pelaksanaan konservasi dan hemat energi. Cidaun. tenaga angin. c) Tersedianya pranata pengelolaan pesisir. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai berikut: Mengembangkan energi alternatif dan gerakan hemat energi bagi masyarakat dan pelaku usaha. dan pulau kecil. melalui pengembangan sumbersumber energi listrik mikro hidro di Kabupaten Garut (Kecamatan Bungbulang. yang dilaksanakan melalui Program Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi. Meningkatnya penggunaan energi alternatif. b.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) Program Pengelolaan ekosistem Pesisir dan Laut. c. pengembangan sumber-sumber energi listrik tenaga surya. melalui kebijakan dan program Misi 5 Meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi 1. dan Cikelet). dengan sasaran: a. Meningkatnya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan energi yang berkelanjutan.2013    VIII ‐ 35  . Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . dan Naringgul). Cihurip. melalui konservasi minyak bumi ke gas dan sumber energi lainnya. yang dilaksanakan melalui Program Kerjasama Pembangunan. laut. dan pengembangan desa mandiri energi terbaharukan. 7. serta Kabupaten Cianjur (Kecamatan Cigugur. Bidang Perencanaan Pembangunan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. dengan sasaran: a) Terlaksananya rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat. melalui penyusunan Rencana Strategis Wilayah Pesisir dan Laut. serta biogas di wilayah perdesaan potensial dan serta belum terjangkau oleh sistem jaringan listrik.

2013    VIII ‐ 36  . c. Meningkatnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. dan Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . antar provinsi dan luar negeri. Meningkatnya pelayanan informasi kepada masyarakat. b. yang dilaksanakan melalui Program Perencanaan. d. pengendalian pembangunan dan mengembangkan sistem Meningkatkan pengawasan. Meningkatkan kualitas perencanaan dan mengembangkan perencanaan yang pro publik. serta memanfaatkan IPTEK untuk peningkatan daya saing daerah melalui sinkronisasi kegiatan dan kerjasama strategis perguruan tinggi/lembaga riset bersama mitranya dengan kegiatan pemerintah daerah secara melembaga yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Komunikasi. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral yang pro publik. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. dengan sasaran: a. dengan sasaran: 1) Terkendalinya program-program pembangunan daerah. Informasi. partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan 3) Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dengan sasaran terwujudnya kerjasama pembangunan antar daerah. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah. 2. Meningkatnya transfer IPTEK untuk akselerasi pembangunan. 2) Meningkatnya pembangunan. Meningkatnya penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam pelayanan publik menuju cyber province. yang dilaksanakan melalui Program Perencanaan. dengan sasaran : 1) 2) c. Bidang Komunikasi dan Informatika melalui kebijakan dan program sebagai berikut : Mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dalam manajemen pemerintahan. b. kabupaten dan kota.

prosedur dan kriteria penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. 2) 3) Terwujudnya penegasan batas daerah dan kode wilayah. standar. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .. menerapkan insentif berbasis kinerja dan pengadaan secara elektronik. serta memberikan penghargaan kepada masyarakat pemilik tanah yang berkontribusi dalam penyediaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan publik. 4. Kepegawaian dan Persandian. Bidang Pertanahan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Mewujudkan tertib administrasi pertanahan. dengan sasaran terwujudnya tertib administrasi pertanahan. melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. mengembangkan profesionalisme. Administrasi Keuangan Daerah. 6) Terselenggaranya pelayanan publik yang bermutu dan akuntabel di seluruh tingkatan pemerintahan daerah dan penataan UPTD. Memberikan inspirasi perlunya pengembangan IPTEK yang bersifat terobosan dan penuh kekinian berdasarkan fenomena hambatan pembangunan daerah. Perangkat Daerah. Bidang Otonomi Daerah. 4) Diterapkannya insentif berbasis kinerja untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. dengan sasaran: 1) Tersedia dan terselenggaranya norma. yang dilaksanakan melalui Program Pengadaan. Terlaksananya pengadaan barang dan jasa melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan pengembangan virtual office. 5) Terselenggaranya penataan daerah otonom dalam rangka efisiensi dan efektivitas pembangunan Jawa Barat. 3.2013    VIII ‐ 37  . Penataan dan Pengendalian Administrasi Pertanahan. yang dilaksanakan melalui Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi Pemerintahan Daerah. Melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT e. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap unit kerja dalam pelayanan publik untuk mewujudkan clean government and good governance. Pemerintahan Umum. penataan dan pengembangan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. b.

  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur. b) Terlaksananya upaya pemberian penghargaan kepada masyarakat dan lembaga yang berkontribusi kepada pembangunan Jawa Barat. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada 4) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur. c) Mantapnya budaya aparatur yang profesional dan cerdas. b) Terwujudnya masyarakat.2013    VIII ‐ 38  . b) Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. c) Tertatanya regulasi manajemen sumberdaya aparatur daerah. 3) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 2) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur. d) Terlaksananya pemanfaatan aparatur provinsi untuk menangani program dan kegiatan strategis Jawa Barat (bidang pendidikan. dengan sasaran: a) Meningkatnya kinerja aparatur. dengan sasaran: a) Meningkatnya kualitas aparatur daerah. 5) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur. dengan sasaran: a) meningkatnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. kesehatan. dengan sasaran: a) Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional OPD. b) Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian. antara lain melalui pengembangan pilihan layanan bergerak (Mobile Services Option). b) Meningkatnya disiplin aparatur. c) Terlaksananya pembenahan sistem dan prosedur serta standarisasi kualitas pelayanan publik provinsi. lingkungan dan penyuluh lapangan) di kabupaten dan kota. dengan sasaran: a) Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja OPD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya.

Meningkatkan kapasitas lembaga legislatif. Terwujudnya harmonisasi produk hukum provinsi dengan pemerintah pusat dan kabupaten dan kota untuk mewujudkan kebutuhan rencana strategis dan pelayanan publik. b) Meningkatnya penataan dan pendayagunaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di kabupaten dan kota. dengan sasaran: 1) Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. d) Terlaksananya restrukturisasi peraturan perundangan daerah yang berkaitan dengan keuangan daerah. d. c) Terwujudnya pengelolaan dan pelaporan pelaksanaan anggaran yang akuntabel menuju pencapaian status laporan pertanggungjawaban perhitungan APBD Wajar Tanpa Pengecualian. yang dilaksanakan melalui Program Penataan Peraturan Perundang-undangan. dengan sasaran: 1) 2) Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang akuntabel. 5) Meningkatnya produk hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat dan kearifan lokal. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Kesadaran Hukum dan HAM. Meningkatnya budaya taat hukum.2013    VIII ‐ 39  . Meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel. e. Penguatan komunikasi pemerintahan antara pemerintahan daerah dan DPRD. revitalisasi dan reorientasi BUMD serta terlaksananya persiapan pemanfaatan obligasi daerah. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. dengan sasaran: a) Terwujudnya penerimaan yang sesuai dengan potensi. 6) Terlaksananya implementasi Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi secara konsisten. yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: 1) Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT c. Menata sistem hukum di daerah. 2) 3) 4) Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya.

6.2013    VIII ‐ 40  . dengan sasaran tersedianya data/informasi aspasial dan spasial yang mutakhir dan akurat menuju satu data pembangunan Jawa Barat. dengan sasaran: 1) Terwujudnya masyarakat. optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. h) Terwujudnya penggalangan sumber-sumber pendanaan di luar APBD (non APBD) dan APBN serta sumber-sumber pendapatan lainnya yang sah. satuan perlindungan masyarakat. dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan. g) Meningkatnya perolehan dana perimbangan. Meningkatkan pembinaan tramtibmas. yang dilaksanakan melalui Program Pemeliharaan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Bidang Statistik melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Meningkatkan kualitas data pendukung perencanaan daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. i) 2) Tersedianya pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal BUMD.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT e) Meningkatnya kualitas pelayanan publik kepada pembayar pajak dan retribusi. f. sinergitas penyelenggaraan keamanan dan ketertiban 5. dengan sasaran: a) Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada unit kerja OPD. 2) 3) Meningkatnya kuantitas dan kualitas Pol PP dan PPNS Se Jawa Barat. f) Terlaksananya penghasil. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam tramtibmas. b) Tersedianya dokumen operasional OPD yang mendukung capaian kinerja organisasi. yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah. dan unsur rakyat terlatih lainnya. Bidang Kearsipan melalui kebijakan dan program sebagai berikut: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .

c. yang dilaksanakan melalui Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan masyarakat. 2) Meningkatnya peran serta dan kualitas tanggap kebencanaan.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Meningkatkan kinerja pengelolaan kearsipan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan. dengan sasaran: a. yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat.2013    VIII ‐ 41  . Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen pemerintah daerah. yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Kearsipan. dengan sasaran: 1) Meningkatnya kemampuan pemerintah dalam pencegahan dini dan penanggulangan bencana. Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik. dan yang dilaksanakan Desa. swasta dan masyarakat dalam pembangunan. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. Meningkatkan partisipasi dan peran kelembagaan masyarakat dalam pembangunan. Mewujudkan Pemantapan Desa Membangun. anggota satuan Linmas dalam Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna arsip. 2) Meningkatnya kebijakan. 7. Meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam penanggulangan bencana. b. b. Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melalui kebijakan dan program sebagai berikut: a. 8. dengan sasaran: 1) Terwujudnya kemitraan pemerintah. melalui dengan Program sasaran frekuensi keterlibatan masyarakat dalam penetapan Pemerintahan Pembangunan meningkatnya kapasitas pemerintahan desa bersama pemerintahan kabupaten dan kota dalam rangka penguatan daya saing desa serta pengembangan model-model pembangunan secara komprehensif.

Meningkatnya peran serta masyarakat madani (civil society). kesehatan. Melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan politik.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b.2. Anggaran diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan. infrastruktur. Efisiensi belanja dilakukan dengan mengoptimalkan belanja untuk kepentingan publik. 2. c. melalui pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional.2013    VIII ‐ 42  . anggaran program Tahun 2008-2013 disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian program prioritas pembangunan. efisien dan efektif pada pembangunan di bidang pendidikan. Memfasilitasi peningkatan peran dan fungsi partai politik yang dilaksanakan melalui Program Pendidikan Politik Masyarakat. kebijakan anggaran tersebut dirorientasikan pada program-program upaya pencapaian target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 73. 8. yang dilaksanakan melalui Program Pendidikan Politik Masyarakat.99 Tahun 2013 sebagai tahapan menuju target IPM 80 pada Tahun 2025. sosial yang merupakan prioritas ketiga. Kebijakan Pendanaan Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran. dengan sasaran : 1) 2) 3) Meningkatnya fungsi partai politik dalam pendidikan politik. ekonomi. Pemantapan semangat kebangsaan. hibah. kemudian program penyelenggaraan urusan pemerintahan Provinsi dan bantuan tidak langsung berupa bantuan keuangan kabupaten/kota. yaitu program prioritas Gubernur. dengan sasaran: 1) 2) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. melaksanakan proper budgeting melalui analisis cost benefit dan tingkat efektifitas setiap program dan kegiatan serta melaksanakan prudent spending Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . dengan memenuhi terlebih dahulu kebutuhan dasar pemerintah daerah seperti belanja gaji dan tunjangan serta belanja tetap atau fixed cost. Pengembangan kelembagaan demokrasi lokal. dan bidang penunjang lain. Selain prioritas program pembangunan. Secara umum kebijakan anggaran antara lain: 1.

perikanan. Dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat. 6. peternakan. peningkatan sarana dan prasarana balai pelatihan ketenagakerjaan. anggaran belanja akan diarahkan pada revitalisasi sektor pertanian. serta dukungan infrastruktur pedesaan. Dalam mendukung pengembangan aktivitas ekonomi. Penurunan prosentase jumlah angkatan kerja yang menganggur melalui penyiapan SDM yang siap kerja. perkebunan dan kehutanan. Untuk menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan Jawa Barat.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT melalui pemetaan profil resiko atas setiap belanja kegiatan beserta perencanaan langkah antisipasinya. 8.2013    VIII ‐ 43  . peningkatan investasi program multi sektor. pendidikan. 9. Pemerintah Daerah akan mengarahkan anggaran pada kegiatan-kegiatan pengurangan pencemaran lingkungan. 4. pengendalian alih fungsi lahan dan pengendalian eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam. fasilitas sosial dan fasilitas umum. 5. pencapaian target kawasan lindung sebesar 35 %. Pemenuhan dan pemanfaatan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 % dari Volume Anggaran APBD tiap tahunnya dengan fokus pada penuntasan WAJAR 12 tahun serta menciptakan pendidikan DIKDAS 9 tahun dan perintisan WAJAR yang berkualitas dan terjangkau. pemberdayaan koperasi dan UMKM. penguatan struktur ekonomi pedesaan berbasis ‘desa membangun’. 3. memperbanyak tenaga medis terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur akan diarahkan pada wilayah sentra produksi di pedesaan. Penggunaan indeks relevansi anggaran dalam penentuan anggaran belanja dengan memperhatikan belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan kebijakan Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . 7. 10. mitigasi bencana. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan terutama untuk keluarga miskin serta kesehatan ibu dan anak. aksesibilitas sumber air baku dan listrik. Belanja dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib diarahkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar. serta memperbaiki kualitas lingkungan dan pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat. kesehatan.

Mengalokasikan belanja bagi hasil kepada kabupaten dan kota digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber dari pendapatan provinsi kepada kabupaten dan kota sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. serta anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap pengguna anggaran tetap terukur. Mengalokasikan belanja pegawai yang merupakan belanja kompensasi. Mengalokasikan belanja bunga yang digunakan untuk menganggarkan pembayaran bunga utang yang dihitung atas kewajiban pokok hutang (principal outstanding) pada Asian Development Bank (ADB/BUDP) dan USAID-FID berdasarkan perjanjian pinjaman. 12. g. dan komitmen pembangunan yang berkelanjutan (multi years).2013    VIII ‐ 44  . Kegiatan-kegiatan yang orientasinya terhadap pemenuhan anggaran belanja tetap (fixed cost). e.  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mengalokasikan belanja hibah yang digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. dalam bentuk gaji dan tunjangan. d. Insentif Berbasis Kinerja. termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahuntahun sebelumnya yang telah ditutup. Mengalokasikan belanja bantuan sosial yang digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. f. b. Mengalokasikan belanja subsidi yang digunakan untuk menganggarkan bantuan biaya produksi kepada perusahaan/lembaga tertentu agar harga jual produksi dan jasa yang dihasilkan dapat terjangkau oleh masyarakat banyak. c. Kebijakan untuk belanja tidak langsung meliputi hal-hal sebagai berikut: a. Mengalokasikan belanja tidak terduga yang merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya. dan kelompok masyarakat perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 . barang dan/atau jasa kepada pemerintah daerah. 11. serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rincian pagu anggaran selengkapnya disajikan dalam Tabel Indikasi Rencana Program Prioritas sebagai berikut: Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Belanja bagi hasil dilaksanakan secara proporsional. Mengalokasikan belanja bantuan keuangan kepada kabupaten dan kota dan Pemerintah Desa yang digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari Provinsi kepada kabupaten dan kota. guna memperkuat kapasitas fiskal kabupaten dan kota dalam melaksanakan otonomi daerah. h. pemerintah desa. Belanja bantuan keuangan kepada kabupaten dan kota dan Pemerintah Desa diarahkan dalam rangka mendukung Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. dan kepada pemerintah daerah lainnya.2013    VIII ‐ 45  .

2013    VIII ‐ 46  .  PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Draft Revisi RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat 2008 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->