P. 1
Ppppresentasi Suhu Dan Kalor -Oleh Nurkholis Indaka, s

Ppppresentasi Suhu Dan Kalor -Oleh Nurkholis Indaka, s

|Views: 588|Likes:
Dipublikasikan oleh www_kakazaka_indaka
Presentasi Suhu kalor
Presentasi Suhu kalor

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: www_kakazaka_indaka on May 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2014

pdf

text

original

MATERI

:
BACK

FISIKA KELAS X SEMESTER GENAP
Perhatikan & pahami materi berikut !

OLEH : NURKHOLIS INDAKA,S.Pd
BY INDAKA¶S PRODUCTION 09

SUHU DAN KALOR :
1. TERMOMETER 2. PEMUAIAN ZAT 3. PERUBAHAN WUJUD ZAT 4. AZAS BLACK 5. PERPINDAHAN KALOR

1. TERMOMETER
‡ ‡ ‡ ‡ MACAM ² MACAM TERMOMETER RUMUS CONTOH LATIHAN

MACAM TERMOMETER
BERDASARKAN BAHANNYA : 1.TERMOMETER RAKSA 2.TERMOMETER GAS VOLUME KONSTAN 3.TERMOKOPEL 4.PHYROMETER

MACAM TERMOMETER BERDASARKAN SKALANYA :

1. TERMOMETER CELCIUS 2. TERMOMETER FAHRENHEIT 3. TERMOMETER REAMUR 4. TERMOMETER KELVIN

RUMUS PERBANDINGAN SKALA PADA TERMOMETER
TX a TY a

TX  TX b TY  TYb ! TX a  TX b TYa  TYb
1000 C 212 0F 373 K 80 0R TC TF TK TR

TX

TY

TX b

TY b

00 C

32 0 F

273 K

00R

KETERANGAN :
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ TX a = titik skala atas termometer X TX b = titik skala bawah termometer X TY a = titik skala atas termometer Y TY b = titik skala bawah termometer Y TX = titik skala yang dicari termometer X ‡ TY = titik skala yg diketahui termometer Y

CONTOH
‡ Sebuah termometer X memiliki skala titik tetap atas 200, dan skala titik tetap bawah 50. Jika termometer menunjukkan skala 100 C. Tentukanlah skala dalam: ‡ termometer X tersebut !

Jawab :
TX  50 1 ! 150 10
TX  TX b TX a  TX b ! TC  TCb TCa  TCb

1 TX  50 ! v150 10

TX  50 10  0 ! 200  50 100  0
TX  50 10 ! 150 100

TX  50 ! 15 TX ! 65

LATIHAN :
Sebuah termometer X memiliki skala titik tetap atas 200, dan skala titik tetap bawah 50. Jika termometer menunjukkan skala 200 C. Tentukanlah skala dalam: termometer X tersebut !

2. PEMUAIAN ZAT 

1. PEMUAIAN ZAT PADAT 2. PEMUAIAN ZAT CAIR 3. PEMUAIAN ZAT GAS 

1. PEMUAIAN ZAT PADAT

Zat padat mengalami muai : a)Muai panjang b)Muai luas c)Muai volume

a) Muai panjang (zat padat) padat)
‡ Panjang awal ( L0 ) L t = L0 + L

Lt = L0 + . L0. T ‡ Panjang akhir ( Lt ) Lt = L0 (1+ . T )

‡

L = . L0. T

b) Muai luas (zat padat) padat)
‡ Luas awal ( A0 ) At = A0 + A

At = A0 + . A0. T ‡ Luas akhir ( At ) At = A0 (1+ . T )

c) Muai volume (zat padat) (zat padat)
‡ Volume awal ( v0 ) Vt = V0 + V

Vt = V0 + . V0. T ‡ Volume akhir ( vt ) Vt = V0 (1+ . T )

Hubungan , , dan
simulasi

= 2. = 3.
Perbandingan : : =1:2:3 

2. PEMUAIAN ZAT CAIR
Zat cair mengalami muai volume
C A B

K BC ! K AB  K AC K CAIR ! K BEJANA  K TAMPAK K TAMPAK ! K CAIR  K BEJANA
VTUMPAH ! (V ! K TAMPAK v V0 v (T

Zat cair 

3. PEMUAIAN ZAT GAS HUKUM BOYLE HUKUM GAY LUSSAC HUKUM TEKANAN PERSAMAAN GAS IDEAL

HUKUM BOYLE
‡ Dirumuskan : ‡ P x V = konstan untuk P = tekanan ( atmosfer atau pascal ) V = volume ( m3 atau liter )

HUKUM GAY LUSSAC
‡ Dirumuskan : ‡ V : T = konstan untuk V = volume ( m3 ) T = suhu ( kelvin )

HUKUM TEKANAN
‡ Dirumuskan : ‡ P : T = konstan untuk P = tekanan ( atmosfer ) T = suhu ( kelvin )

PERSAMAAN GAS IDEAL
‡ Dirumuskan : ‡ P .V = konstan T Atau ditulis : P2 .V2 P1 .V1 = T1 T2

3. PERUBAHAN WUJUD ZAT
ZAT CAIR

ZAT PADAT

ZAT GAS

RUMUS KALOR/panas KALOR/panas
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Q = m . c. T m = massa zat ( kg atau gram ) Q = Kalor ( joule atau kalori ) c = kalor jenis zat ( j/kg.K atau kal/g.0 C) T= selisih suhu ( K atau 0 C )

Kapasitas kalor ( C )
‡ Dirumuskan : ‡ C = Q T Hubungan c dengan C adalah ; C = m. c

GRAFIK suhu T dengan waktu t
SUHU (T) GAS 1000C CAIR 00 C PADAT Q1 -100 C Q3 Q2 WAKTU (t) Q4 Q5

(Ada perubahan suhu)

‡ Untuk grafiknya miring rumusnya

‡Q = m . c . T
(TIDAK ADA perubahan suhu yaitu 0 0C & 100 0C)

‡ Untuk grafiknya mendatar rumusnya

‡ Q = m . L atau Q = m . U
‡ L adalah kalor lebur atau kalor beku ‡ U adalah kalor uap atau kalor embun

KALOR Total
‡ Q tot = Q 1+ Q 2 + Q 3 + Q 4 +Q 5

Q 1 = Q3 = Q5 Rumusnya Q = m.c. T Q2 Rumusnya Q = m . L Q 4 Rumusnya Q = m .U

4. AZAS BLACK
‡ Kalor yang dilepas zat A sama dengan kalor yang diterima zat B. ‡ Ditulis : Q lepas = Q terima ‡ Suhu T pada Q lepas lebih tinggi dari suhu T pada Q terima ( TLEPAS > TTERIMA )

Penjelasan sbb; sbb;

Q lepas = Q terima m 1 . c1 . T 1 = m 2 . c2 . T 2
m1 . c1 . (T1 ± TCAMP )= m2 . c2 . (TCAMP ± T2 )

dimana T1 > TCAMP > T2

Contoh soal :
‡ Suatu kalorimeter berisi es dengan kalor jenis es =0,5 kal/(gK), kalor lebur es=80 kal/g sebanyak 36 gram pada suhu ±6oC. Kapasitias kalor kalorimeter ialah 27 kal/K. Kemudian ke dalam kalorimeter dituangkan alkohol (kalor jenis 0,58 kal/(gK) pada suhu 50oC yang menyebabkan suhu akhir menjadi 8oC. Maka massa alkohol yang dituangkan adalah «(gram).

Jawab :
‡ Untuk memahami soal di atas ‡ akan lebih mudah jika dibuat grafik Q-T:

‡ Q4 adalah kalor yang diserap oleh kalorimeter. Sesuai azas Black penyelesaian menjadi:

‡ QTERIMA = QLEPAS ‡ Q1 + Q2+ Q3+Q4 = Q5
‡ ‡ ‡ mes.ces.(0-(-6)) + mes.Les+ mair.cair.(8-0)+ C. (8-(-6)) = malkohol.calkohol.(50-8) 36 x 0,5 x 6 + 36 x 80 + 36 x 1 x 8 + 27 x 14 = malkoholx 0,58 x 42

‡ ‡

MUDAH !!!! MASUKKAN SAJA DATA -DATANYA

108 + 2880 + 288 + 378 = 24,36 malkohol malkohol = 3654/24,36 =

150 gram

Latihan :
‡ Dalam botol termos terdapat 230 gram kopi pada suhu 90oC. Ke dalam botol tersebut ditambahkan susu sebanyak 20 gram bersuhu 5oC. Berapakah suhu campuran? (jika tidak ada kalor kalor pencampuran maupun kalor yang terserap botol termos. cair = ckopi = csusu = 1 kal/goC)

‡ Cara I: ‡ dalam kasus di atas yang menyerap kalor adalah susu, sedang yang melepas adalah kopi. Jadi untuk menghitung suhu campuran, adalah: ‡ msusu.csusu(Tc ± 5) = mkopi.ckopi(90-Tc) ‡ 20 (Tc ± 5) = 230 (90-Tc) ‡ 25 Tc = 2080 ‡ Tc = 83,2oC

‡ Cara II:

Tc !

msusuTsusu  mkopiTkopi msusu  mkopi

20.5  230.90 0 Tc ! ! 83,2 C 20  230

5. PERPINDAHAN KALOR

Ada 3 macam : ‡1. Konduksi ‡2. Konveksi ‡3. Radiasi

1.KONDUKSI
‡ Adalah perpindahan kalor pada zat tanpa disertai perpindahan partikel zat itu. ‡ Kalor berpindah tiap waktu disebut laju kalor disimbolkan H atau q / t ‡ Laju kalor konduksi sebanding dngn luas penampang, perbedaan suhu dan berbanding terbalik dgn panjang zat.

Rumus laju konduksi
‡H ‡ ‡ ‡ ‡ k.A. T L k = konstanta laju konduksi A = luas penampang zat T = perbedaan suhu L = panjang zat
= kalor

Yang berpindah hanya kalor saja

Konduksi pada sambungan
‡ Dua batang logam yang disambung memiliki suhu yang berbeda , maka kalor mengalir dari suhu yg tinggi ke suhu yg rendah ‡ PRINSIPnya Laju kalor kedua batang adalah sama

Batang A Batang B JIKA TA > TB

Dirumuskan :
HA KA. AA . (TA -TCAMP) = = HB KB . A B. (TCAMP ± TB ) LB

LA

2.KONVEKSI
‡ Adalah perpindahan kalor pada zat disertai perpindahan partikel zat itu. ‡ Kalor berpindah tiap waktu disebut laju kalor disimbolkan H atau q / t ‡ Laju kalor konveksi sebanding dngn luas penampang, perbedaan suhu.

Rumus laju konveksi
‡H
=

h.A. T
Zat cair

‡ h = konstanta laju konveksi ‡ A = luas penampang zat Sumber api ‡ T = perbedaan suhu

3.RADIASI
‡ Adalah perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnet. ‡ Kalor berpindah tiap waktu disebut laju kalor disimbolkan H atau q / t ‡ Laju kalor radiasi sebanding dngn luas penampang, suhu pangkat empat.

matahari

Rumus laju radiasi
‡ H = e. . A . T4

‡ = konstanta stefan boltzman ‡ e = emisivitas benda ( 0 < e < 1 ) BUMI ‡ A = luas penampang zat ‡ T = suhu mutlak benda ( kelvin )

WASSALAM«. DAAHH SAMPAI BERTEMU LAGI DI MATERI YANG BERBEDA«««..

Alhamdulillah dapat ilmu baru« baru«

Tunjukkan SEMANGATMU !!!!!

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->