Anda di halaman 1dari 5

Belajar Dari Revolusi Mesir

Latar Belakang Mubarak


Perwira Angkatan Udara Mesir yang membawa kemenangan besar dalam perang melawan Israel
tahun 1973. Kemudian menjadi pemimpin setelah sebuah tragedi berdarah, pembunuhan Anwar
Sadat.
Berhasil memajukan ekonomi Mesir
Memerintah dengan tangan besi
KKN dan pertumbuhan ekonomi yang dinikmati segelintir orang yang dekat dengannya. Majalah
The Economist menyebut, sekitar 40 persen dari total 83 juta rakyat Mesir hidup dengan
penghasilan di bawah 2 dollar AS (Rp 17.800) per hari. Harian Al Quds al Arabi pekan lalu,
kekayaan keluarga Mubarak mencapai 43,5 miliar poundsterling (lebih dari Rp 600 triliun) yang
tersebar dalam berbagai bentuk investasi di bank-bank di Inggris dan Swiss serta beberapa
investasi properti di London, New York, Los Angeles, dan di pantai Laut Merah di Mesir.
Menikmati dukungan barat
Diturunkan dari kekuasaan dengan unjuk rasa

Dukungan Amerika dan barat


Posisi strategis mesir : Terusan Suez dan dukungannya kepada Israel
Indonesia didukung untuk sentiment anti komunisme, kalau Mubarak untuk membendung
ekstrimisme islam dan semangat anti Israel
Koalisi militer dengan AS untuk mengusir Irak dari Kuwait
AS membujuk sekutu-sekutunya di Eropa, G-8, dan negara- negara Arab di kawasan Teluk Persia
untuk menghapus utang Mesir hingga senilai 14 miliar dollar AS
Mesir menjadi negara penerima bantuan terbesar kedua dari AS setelah Israel dengan nilai
bantuan rata- rata 2 miliar dollar AS per tahun.

Tuntutan demonstran
Mohammed Bouazizi dari Sidi Bouzid, anak buruh tani, yang berdagang buah dan sayuran
sebagai satu-satunya cara untuk menafkahi keluarganya. Gara-gara tidak memiliki izin, bolak-
balik barang dagangannya disita aparat kota Sidi Bouzid. Berulang kali pula dia membela diri dan
mengupayakan untuk mendapatkan izin dan pengembalian barang yang disita. Tapi ijin tak
keluar, dia malah justru dilecehkan dan dikejar-kejar. Pada 17 Desember 2010, di usianya yang
ke-26, dalam keadaan depresi, dia membakar dirinya di depan kantor Gubernur. Tanggal 4
Januari 2011, nyawanya pun tak tertolong. Bouazizi lantas menjadi sosok yang dilukiskan oleh
filosof Sidney Hook sebagai "eventful leader," di mana kisah tragisnya, kemudian, diikuti oleh
Houcine Neji yang bunuh diri meloncat ke tiang pemancang listrik tegangan tinggi dan Lotsi
Guadri yang bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke dalam sumur. Setelah itu, dalam kurun
waktu 10 hari, tiga anak muda Tunisia lainnya, mencoba bunuh diri, karena frustasi oleh
kesulitan hidup di negara di mana lowongan pekerjaan profesional sangat langka.
Ada tiga poin yang mereka tuntut, yaitu pertama turunkan dulu Mubarak. Kedua, ubah
konstitusi negara yang merugikan rakyat, Mubarak melakukan reformasi ekonomi tetapi tetap
mengekang oposisi. Ketiga, baru membicarakan siapa yang layak menjadi Presiden selanjutnya.

Campur tangan Amerika dalam Revolusi Mesir


Harian Daily Telegraph terbitan Inggris menyebutkan, AS diam-diam mendukung para pemimpin
gerakan revolusi Mesir. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kairo pernah membantu seorang
anak muda anti-pemerintah untuk menghadiri konferensi para aktivis AS.
WikiLeaks menunjukkan, pejabat Washington menekan pemerintah Mesir agar membebaskan
para aktivis anti pemerintah yang ditahan.
Dalam data diplomatik disebutkan, pada 30 Desember 2008 Duta Besar AS untuk Mesir
Margaret Scobey melaporkan bahwa kelompok oposisi sedang menyusun agenda rahasia
“perubahan rezim” yang akan dilaksanakan sebelum pemilu, dan dijadwalkan pada September
2011.
Di satu sisi Amerika perlu menunjukkan peran sebagai pemimpin demokrasi dan menekan
Pemerintah Mesir agar memenuhi tuntutan rakyat, namun di sisi lain ia harus ekstra hati-hati
agar jangan sampai kehilangan sekutu utamanya di Timur Tengah.
Di pihak lain Israel selaku sekutu utama Amerika di Timur Tengah makin terlihat khawatir, sebab
bisa saja sistem pemerintahan yang demokratis melalui pemilihan umum nanti akan
memunculkan pemimpin Mesir "garis keras" atau kelompok radikal seperti Hamas di Jalur Gaza
atau Hezbollah di Lebanon.

Calon pengganti Mubarak


Gamal Mubarak
 Anak Mubarak
 Tidak dipercaya rakyat dan kepemimpinanya diragukan
Omar Suleiman
 Mantan kepala intelejen
 Dia pernah menyelamatkan Mubarak ketika diserang teroris di Etiopia, kedekatan emosional
kepada Mubarak
 Memiliki kedekatan dengan militer dan Amerika
 Antek mubarak
Amr Moussa
 Sekjen Liga Arab, dan merupakan salah satu mantan menlu terkemuka rezim Mubarak
 Cukup berhasil memimpin liga arab sehingga secara regional dihormati
 Di dunia barat juga cukup dikenal tetapi anti-israel sehingga bisa mendapat tantangan dari
AS
El Baradei
 Seorang pengacara
 Mantan dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), hubungannya juga dekat dengan
Amerika
 Seringa hidup di luar negere, permasalahan akar rumput

Sikap Ikhwanul Muslimin


Ikhwan hanya menginginkan kebebasan dan keadilan untuk seluruh rakyat Mesir. Mereka siap
untuk membangun negeri bersama-sama dengan elemen bangsa yang lainnya agar dapat keluar
dari krisis yang kini sedang terjadi. Dr. Morsy kembali menegaskan, tuntutan utama yang
disyaratkan oleh Ikhwan adalah, hengkangnya Mubarak dari kursi kepresidenan dan
perubahan konstitusi. Apa yang menjadi tuntutan Ikhwan tidak berbeda dengan tuntutan
para pengunjuk rasa.
Adapun terkait dengan ketakutan pihak barat bila islam dapat menguasai Mesir, maka Essam
Eryan menjawab, “Ketakutan barat atas Islam adalah suatu yang tertolak secara otomatis,
karena tidak beralasan sama sekali. Islam sangat menghormati keyakinan yang lainnya. Islam
bisa bekerjasama dengan siapa saja dalam membangun peradaban dunia. Karena diantara nilai-
nilai dasar Islam adalah persamaan hak, keadilan, kebebasan, dan kerjasama. Ikhwan tidak akan
mendirikan negara agama, Ikhwan sepakat untuk mendirikan negara madani yang berdasarkan
pada nilai-nilai islam”
Kalo lawan memuji atau menyarankan sesuatu berarti sedang menjebak
El Baradei menyerukan agar Ikhwanul Muslimin seharusnya menjadi partai politik dan bekerja
sama dalam satu payung bersama Koalisi Nasional untuk Perubahan. (Amerika di Belakang
Revolusi Mesir)
Ikhwanul Muslimin tidak pernah dengan jelas menjabarkan visinya bagi negara itu. kaum
reformis di dalam gerakan itu mengatakan, mereka ingin melihat sebuah kondisi (negara) sipil
yang dipandu oleh norma-norma Islam.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dominique Thomas, spesialis Perancis untuk dunia Arab
dan islamisme, yang mengatakan bahwa, "Kemungkinan Ikhwanul Muslimin untuk menerapkan
hukum syari’ah dan sekaligus memutuskan hubungan damai Israel-Mesir, bukanlah hal yang
mudah, karena hal itu mensyaratkan sebuah transisi demokratik. Tentara Mesir pun tak akan
membiarkan kesempatan itu terjadi dengan mudah. Ikhwanul Muslimin suka atau tidak suka
harus berbagi dengan kekuatan politik yang lain, untuk menentukan masa depan Mesir. Karena
inilah, bisa disimpulkan tidak ada ancaman islamis di Mesir."

Masa depan mesir paska Mubarak


Masa depan negeri Piramid sebenarnya ditentukan oleh militer. Masih belum jelas setalah
Mubarak mundur karena yang berkuasa tetap militer.
Peningkatan kesejahteraan
Meningkatkan alam kebebasan
Akibat dari revolusi : Perekonomian Mesir lumpuh total. Pasar modal, bank, dan pabrik-pabrik di
Mesir sama sekali tak beroperasi selama demonstrasi berlangsung.
Kekhawatiran barat jika mesir dikuasai oleh kaum radikal untuk mendirikan Negara agama

Pengaruh revolusi Mesir kepada Arab, palestina


Di satu sisi AS perlu menunjukkan peran sebagai pemimpin demokrasi dan menekan Pemerintah
Mesir agar memenuhi tuntutan rakyat, namun di sisi lain ia harus ekstra hati-hati agar jangan
sampai kehilangan sekutu utamanya di Timur Tengah.Masa depan yang tidak teragendakan
Israel selaku sekutu utama Amerika di Timur Tengah makin terlihat khawatir, sebab bisa saja
sistem pemerintahan yang demokratis melalui pemilihan umum nanti akan memunculkan
pemimpin Mesir "garis keras" atau kelompok radikal seperti Hamas di Jalur Gaza atau Hezbollah
di Lebanon
Israel juga khawatir suplai gas alam dari Mesir akan terganggu jika pemerintah Mesir mendatang
tidak sejalan dengan garis politik Mubarak
Di sisi lain, sebagian kalangan mengkhawatirkan masuknya pengaruh Iran di Mesir pasca
Mubarak
kekhawatiran tersendiri bagi para pemimpin Arab monarki ataupun republik yang sudah puluhan
tahun bercokol di tampuk kekuasaan, apalagi kalau mereka bersikap otoriter, sementara
rakyatnya menghadapi masalah ekonomi yang memburuk

Perlu perubahan dengan mewujudkan kesadaran politik di Umat (diatur oleh islam saja)
Kenapa harus di Umat ?
Kekuasaan adalah milik rakyat, dan rakyat akan menyerahkan kekuasaannya kepada siapa saja
yang dikehendakinya.
Ketika rakyat menyerahkan kekuasaannya kepada gerakan Islam, maka gerakan tersebut telah
berkuasa dan berwenang mengatur seluruh urusan rakyat sesuai dengan pemikiran yang
diperjuangkannya.
Kekuasaan diberikan ketika pemikiran-pemikiran (mafâhim), standarisasi-standarisasi (maqâyis)
dan tatanilai (qanâ’ât) gerakan Islam telah diterima oleh rakyat. Ini terjadi ketika adanya
kepercayaan
Diperlukan kesadaran akan kondisi saat ini, kondisi ideal yang seharusnya dan metode
perubahan yang akan dilakukan
Penghianatan penguasa muslim
Di Suriah, ribuan aktivis Islam, baik dari Ikhwanul Muslimin maupun Hizbut Tahrir, ditangkap,
disiksa, dan dipenjara tanpa bukti kuat
Di Mesir, pemerintah sekular banyak menangkap aktivis Islam dengan tuduhan ingin mendirikan
Negara Islam
Di Saudi pada 29 Mei 1933, Standart Oil Company (perusahaan AS) memperoleh konsesi selama
60 tahun. Perusahaan ini kemudian berubah nama menjadi Arabian Oil Company (Aramco) pada
1934.

Perubahan perlu penyadaran umat, dengan cara :


Berjamaah : al-imran 104, tidak mungkin dipikul sendiri
Harus kelompok yang berdasarkan islam : mendakwahkan Islam dan melakukan amar makruf
nahi mungkar
Mencontoh cara Rasulullah
Karakteristik
 Pemikiran, pergolakan pemikiran
 Mengubah aqidah
 Mengubah syariah
 Mengubah MMQ
 Politis, perjuangan politik, pengaturan aturan umat
 Membongkar rencana jahat negeri penjajah
 Membongkar penghianatan penguasa
 Menasehati penguasa untuk kembali kepada islam
 Tanpa kekerasan
Menapaki kekuasaaan
 Jalan umat
 Thalubun nusrah
Thalabun nushrah itu diperlukan untuk dua hal. Pertama, himayatut da’wah, perlindungan
dakwah. Kedua, istilamu hukmi, mendapatkan kekuasaan di suatu wilayah sehingga syariah
Islam dapat diterapkan secara kaffah.
Rasulullah saw. pernah bersabda: “Orang-orang Quraisy tidak pernah melakukan apa yang
aku benci sampai Abu Thalib meninggal” (Sirah Ibnu Hisyam bi Syarhi al-Wazir al-Maghribi,
jilid I/282). Kerasnya gangguan itulah yang mendorong beliau untuk mencari
jamaah/kelompok yang mau masuk Islam dan melindungi dakwah.
Bahwa Rasulullah saw meminta kepada jamaah/ kelompok yang kuat itu dua perkara secara
bersamaan, yaitu pertama masuk Islam dan berpegang teguh padanya; kedua melindungi
dakwah dan menolongnya.
Hendaknya thalabun nushrah diminta dari sebuah jamaah, baik diminta dari jamaahnya
secara langsung atau dari individu yang merupakan representasi dari jamaah tersebut.
Hendaknya jamaah/kelompok tersebut diduga kuat memiliki kemampuan untuk menolong
dan melindungi dakwah.

Perubahan perlu ideologi, islam


 Ideologi dalam pengertian pandangan hidup yang menjadi asas mendasar dalam berbagai
aspek kehidupan (ekonomi, politik, pemerintahan dll) adalah sangat penting dalam sebuah
negara.
 Sebab ideologi ini akan menentukan dasar negara, aturan seperti apa yang akan diterapkan
untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh negara dan kearah mana
negara itu akan dibawa.
 Ideologi (mabda) ini akan menentukan bagaimana sebuah negara memecahkankan
persoalan kehidupanya berikut tata cara praktisnya. Sebab solusi apa yang akan kita berikan
terhadap negara itu tergantung pada dasar ideologinya

Peran dan tanggungjawab kita


 Pembinaan individu dan umum
 Mencari dukungan ahlul quwaah

Tambahan :
Fungsi partai
 Pertama, fungsi edukasi, pendidikan politik.
 Kedua, artikulasi, menyuarakan aspirasi rakyat.
 Ketiga, agregasi, menghimpun masyarakat
 Keempat, fungsi representasi, perwakilan

Dakwah itu ada tiga macam.


 Pertama, dakwah fikriyah, dakwah melalui penyebaran pemikiran untuk menanamkan
pemikiran Islam dan menghancurkan atau membantah pemikiran yang tidak islami.
 Kedua, dakwah siyasiyah, dakwah yang digerakkan untuk tercapainya tujuan politik yakni
tegakknya syariah dan Khilafah.
 Ketiga, dakwah askariyah, dakwah melalui kekuatan militer atau jihad fisabilillah.

Mengukur masyarakat sadar :


 Subjektif : para pengemban dakwah yang lebih tahu
 Objektif : respon dan perilaku masyarakat apalah islami atau tidak