METODOLOGÌ ÌLMU

PEMERÌTNAHAN
Oleh: Drs. Apriansyah, M.Si.
Program Magister Ìlmu Pemerintahan
Fakultas Ìlmu Sosial dan Ìlmu Politik
Universitas Lambung Mangkurat
Pengertian
· HasiI pengkajian terhadap berbagai metode
yang menjadi bahan pembentukan
seperangkat pengetahuan tentang metode
disebut metodoIogi
· MetodoIogi iImu secara formaI meIekat di
daIam definisi iImu yang bersangkutan dan
secara substantif ditunjukkan oIeh aksioma,
anggapan dasar, pendekatan, modeI anaIisis
dan modeI konstruk pengaIaman dan
konsep.
· MÌP adalah mata kuliah yang mempelajari
penerapan metodologi ilmu (Teori dan Konsep
serta Metode-metode dan teknik-teknik
pengembangan ilmu pengetahuan) oleh ilmu
pemerintahan dalam mengkaji masalah-masalah
atau mempelajari gejala-gejala pemerintahan
untuk pengembangan ilmu pemerintahan itu
sendiri.
· Sandaran MÌP adalah Filsafat Ìlmu (dalam hal ini
juga Filsafat Ìlmu Pemerintahan)
· Setelah mempelajari MÌP ini, mahasiswa
diharapkan dapat menganalisis peristiwa/gejala
dan masalah pemerintahan dengan
menggunakan Teori-teori & konsep-konsep ilmu
pemerintahan dan menggunakan MÌP untuk
mempelajari peristiwa/gejala/masalah bidang
kajian lainnya.
Struktur Bangun Ìlmu dalam MÌP
1.Filsafat
2.Ìlmu logika
3.Filsafat ilmu
.METODOLOGI ILMU
(Metodologi Ìlmu Pemerintahan (MÌP), Metodologi Ìlmu
Administrasi, Metodologi Ìlmu Politik, dsb)
6. Metodologi Penelitian
Ranah Ontologi
(Hakekat Ìlmu)
Ranah
Epistemilogi Ìlmu
& Paradigma ilmu
Ranah epistemilogi riset
seluruh Bidang Ìlmu, ada
dlm MK MPS
4.Filsafat (Ìlmu) Pemerintahan
7. Metodologi Penelitian Pemerintahan (MPP)
Ranah epistemilogi
riset khusus Bidang
Ìlmu Pemerintahn
tiga kelompok landasan Filsafat ilmu
Filsafat ilmu merupakan telaahan secara
filsafat yang ingin menjawab beberapa
pertanyaan mengenai hakekat ilmu yang dapat
dipilah ke dalam tiga kelompok landasan
berikut:
. Landasan OntoIogi (=hakekat apa yang
dikaji), yang mempertanyakan obyek apa yang
ditelaah ilmu, bagaiman ujud yang hakiki dari
obyek tersebut, bagaimana hubungan antara
obyek tadi dengan daya tangkap manusia
(seperti berpikir, merasa dan mengindera)
yang membuahkan pengetahuan.
· Oleh karena itu, ontologi adalah teori tentang
ada dan relitas. Meninjau persoalan secara
ontologis, adalah mengadakan penyelidikan
terhadap "sifat dan realitas¨ dengan: refleksi
rasional serta analisis dan sitetis logika.
· Jadi yang pertama dalam ilmu itu, dikenal dulu
tentang "ada¨ dan "apa¨ dirinya (llmu), sehingga
perlu diketahui:Apa yg menjadi obyek sesuatu
ilmu (baik obyek materianya yang menjadi
pokok persoalan/subyect matter,maupun obyek
formanya yg menjadi pusat perhatian/focus of
interest);
. Landasan EpistemiIogi (=Cara mendapatkan pengetahuan yang
benar), yang mempertanyakan proses yang memungkinkan
ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu, bagaimana
prosedurnya, hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita
mendapat pengetahuan yang benar, apa yang disebut kebenaran
itu sendiri, apakah kriterianya, cara apa yang membantu ilmuwan
dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu.
Karena epistemologi mempertanyakan bagaimana ilmu itu sendiri,
maka perlu pula kita mempertanyakan, sebagai berikut:
Bagaimana terminologi ilmu tsb (dapat dilihat pada
empirik/praktek pemerintahan dan konsep-konsep ilmu
pemerintahan);
Bagaimana metodologi ilmu tsb (dapat dilihat pada Metodologi
Ìlmu Pemerintahan dan Metode Penelitian Pemerintahan);
Bagaimana filsafat ilmu tsb;
Bagaimana sistematiknya (dapat dilihat pada Pembagian sistem
dan bentuk pemerintahan);
Bagaimana teori-teori ilmu tsb;
Bagaimana teknik-tekniknya (teknik-teknik pemerintahan);
Bagaimana azas atau dasarnya.
. Landasan ksioIogi (=Nilai kegunaan ilmu), yang
mempersoalkan untuk apa pengetahuan yang berupa
ilmu itu dipergunakan, bagaimana kaitan antara cara
penggunaan tersebut dengan kaedah-kaedah moral,
bagaimana penentuan obyek yang ditelaah
berdasarkan pilihan-pilihan masal, bagaimana kaitan
antara teknik procedural yang merupakan
operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma
moral/professional.
Ìlmu pemerintahan selain sebagai ilmu murni/pure science
(ilmu teoritis empiris) juga termasuk ilmu
terapan/applied science (ilmu praktis),maka dikenallah
istilah "seni memerintah¨.
Jadi, perkemkembangan ilmu pemerintahan akan lebih
tampak jelas terdeteksi, karena diaplikatifkan oleh para
user (kader-kader pamong).
PERTANYAAN UTAMA:
METODOLOGÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN (MÌP) SAMAKAH DENGAN
METODOLOGÌ PENELÌTÌAN PEMERÌNTAHAN (MPP)?
JAWABANNYA: TÌDAK SAMA
MENGAPA TÌDAK SAMA?
JAWABANNYA ADALAH:
1. LANDASAN FÌLSAFAT METODOLOGI ILMU PEMERINTHN (MIP)
ADALAH "FILSAFAT ILMU", SEDANGKAN LANDASAN FÌLSAFAT
METODOLOGI PENELITIN PEMERINTHN (MPP) ADALAH
"METODOLOGI ILMU".
. ISTILH METODOLOGI DALAM METODOLOGÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN
(MÌP) ADALAH BUKAN SEBAGAÌ METODOLOGÌ DALAM ARTÌAN
PENELÌTÌAN (RÌSET) TETAPÌ "SATU KESATUAN ÌSTÌLAH¨ YAÌTU
"METODOLOGÌ ÌLMU¨ SEBAGAÌ CABANG DARÌ FÌLSAFAT ÌLMU.
3. PADA RANAH EPÌSTEMOLOGÌ (FÌLSAFAT PENGETAHUAN),
METODOLOGI ILMU PEMERINTHN (MIP) MERUJUK PADA CARA-
CARA MENGUSAHAKAN PENGETAHUAN ÌLMÌAH (UNTUK ÌLMU
PENGETAHUAN PEMERÌNTAHAN) ATAU DALAM DEFÌNÌSÌ
TALÌZÌDUHU NDRAHA (DALAM "KYBERNOLOGY, 2003):
"MÌP MENUNJUKKAN BAHAN BAKU BODY OF KNOWLEDGE YANG
DÌSEBUT ÌLMU PEMERÌNTAHAN ÌTU, DAN BAGAÌMANA
KONSTRUKSÌNYA, SEHÌNGG ÌLMU YANG BERSANGKUTAN TETAP
BERTAHAN DAN BERFUNGSÌ ÌNTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM
KONDÌSÌ APAPUN¨. SEDANGKAN METODOLOGI PENELITIN
PEMERINTHN (MPP) PADA RANAH EPÌSTEMOLOGÌ MERUJUK
PADA CARA-CARA MENGUSAHAKAN PENELÌTÌAN ÌLMÌAH UNTUK
(USUSAN) MASALAH-MASALAH PEMERÌNTAHAN (GEJALA-
GEJALA PEMERÌNTAHAN).
4. TAHAPAN UNTUK MENCAPAÌ PENGETAHUAN ÌLMÌAH ÌLMU
PEMERÌNTAHAN ADALAH DENGAN CARA DUA TAHAP SECARA
TÌMBAL BALÌK, YAÌTU:
MPP MÌP
(Ìnduktif/Kualitatif) (Deduktif/Kuantitatif)
HUBUNGAN ANTARA MÌP DENGAN MPP (METODOLOGÌ ANGKA 8)
(TALÌZÌDUHU NDRAHA, dalam METODOLOGÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN: 1997)
masaIah (Objek) PeneIitian
OP
S
MM
ÌP
MPP
MÌP
T
MetodoIogi PeneIitian
Pemerintahan
IImu Pemerintahan
Subyek
MetodoIogi IImu
(Pemerintahan)
Tindakan (Pemerintah)
MasaIah Masyarakat
Peristiwa Pemerintahan
Seni Pemerintahan
PENGERTIN FILSFT ILMU
· Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology
(filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji
hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Sedangkan Ìlmu
merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-
ciri tertentu.
· Menurut The Liang Gie (1999), filsafat ilmu adalah
segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-
persoalan mengenai segala hal yang menyangkut
landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala
segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan
suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi
dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-
balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.
· Sehubungan dengan pendapat tersebut bahwa filsafat
ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat
pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu
berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan
tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan
lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari
pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan
dari Archie J.Bahm (1980) bahwa ilmu pengetahuan
(sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.
· Dalam perkembangannya filsafat ilmu mengarahkan
pandangannya pada strategi pengembangan ilmu yang
menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampai pada
dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja
kegunaan atau kemanfaatan ilmu, tetapi juga arti
maknanya bagi kehidupan manusia (Koento Wibisono
dkk., 1997). Oleh karena itu, diperlukan perenungan
kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu
pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang-
bidang kajian lain seperti ilmu-ilmu kealaman.
· Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar, mau tidak
mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat.
Menurut Koento Wibisono (1984), filsafat dari sesuatu segi dapat
didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat
dari sesuatu "ada¨ yang dijadikan objek sasarannya, sehingga
filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu cabang
filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk
memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.
· Dengan memahami hakekat ilmu itu, menurut Poespoprodjo (dalam
Koento Wibisono, 1984), dapatlah dipahami bahwa perspektif-
perspektif ilmu, kemungkinan-kemungkinan pengembangannya,
keterjalinannya antar ilmu, simplifikasi dan artifisialitas ilmu dan lain
sebagainya, yang vital bagi penggarapan ilmu itu sendiri. Lebih dari
itu, dikatakan bahwa dengan filsafat ilmu, kita akan didorong untuk
memahami kekuatan serta keterbatasan metodenya, prasuposisi
ilmunya, logika validasinya, struktur pemikiran ilmiah dalam konteks
dengan realitas in conreto sedemikian rupa sehingga seorang
ilmuwan dapat terhindar dari kecongkakan serta kerabunan
intelektualnya.
eberapa pandangan mengenai fiIsafat iImu
· Filsafat ilmu merupakan suatu tinjauan kritis tentang pendapat-
pendapat ilmiah.
· Filsafat ilmu adalah pembandingan atau pengembangan pendapat-
pendapat masa lampau terhadap pendapat-pendapat masa
sekarang yang didukung dengan bukti-bukti ilmiah.
· Filsafat ilmu merupakan paparan dugaan dan kecenderungan yang
tidak terlepas dari pemikiran para ilmuwan yang menelitinya.
· Filsafat ilmu dapat dimaknai sebagai suatu disiplin, konsep, dan
teori tentang ilmu yang sudah dianalisis serta diklasifikasikan.
· Filsafat ilmu adalah perumusan pandangan tentang ilmu
berdasarkan penelitian secara ilmiah.
Dengan mengikuti Lincoln dan Guba
(1985), kita mengenal tiga babakan
paradigma dalam filsafat ilmu Barat:
· era prapositivisme,
· era positivisme, dan
· era post (pasca) positivisme.
Perkembangan FiIsafat IImu
PLRKLMBANGAN IILSAIA1
ILMU
PRAPOSI1IVISML
POSI1IVISML
POS1POSI1IVISML
Era Prapositivisme
· Ìnilah era paling panjang dalam sejarah filsafat ilmu.
Dimulai sejak Aristoteles (384-322 S.M.) sampai (tetapi
tidak sampai dengan) Davis Hume (1711-1776) ÷ suatu
rentangan waktu yang mencakup lebih dari dua ribu
tahun.
· Menurut Aristoteles, manusia adalah pengamat pasif.
Biarkan apa yang terjadi pada "physis¨ terjadi secara
alamiah. Usaha manusia untuk memahami alam akan
menyebabkan merenungkan apa yang dilihatnya. Untuk
memperoleh pengetahuan, manusia cukup
menggunakan hukum-hukum logika, seperti Law of
Contradiction (tidak akan ada proposisi yang benar dan
sekaligus salah) dan Law of Excluded Middle (suatu
proposisi bisa benar dan bisa salah). Logika Aristoteles,
sebagai metode ilmiah, tidak banyak mengalami
perubahan. Beberapa orang berusaha menerobos
pengaruh Aristoteles tiga orang astronom (Copernicus,
Galileo, dan Kepler) dan seorang matematikus
(Descartes).
Prapositivisme
· METODE KUALÌTATÌF, REALÌTAS
BERSÌFAT ALAMÌAH
Metode yang bersandarkan pada positivisme diajarkan oleh: ilmuwan
sosial abad 19 dan awal abad 20, khususnya Auguste Comte & Emile
Durkheim.
Kemudian, setelah Comte dan Durkheim muncul tokoh-tokoh
positivisme membentuk kelompok yang kemudian terkenal sebagai
Lingkaran Wina; termasuk Gustov Bergman, Rudolf Carnaf, Philip
Frank Hans Hahn, Otto Neurath dan Moritz Schlick.
Positivisme adalah "satu kelompok filsafat yang ditandai dengan
evaluasi yang sangat positif terhadap ilmu dan metode ilmiah¨.
Sebagai gerak-filsafat, positivisme dimulai pada abad XÌX,
Dasar positivisme terutama sekali adalah mekanika Newtonian.
Positivisme telah diuraikan oleh berbagai filusuf dengan cara yang
berlainan. Walaupun begitu, secara keseluruhan, pandangan para
filusuf tentang positivisme dapat disimpulkan dalam lima prinsip
dasar.
Era Positivisme
Kaum positivis mencari fakta-fakta atau sebab-
sebab dari gejala-gejala sosial tanpa mau
memperhatikan keadaan individu sebagai
obyek.
Durkheim menganjurkan kepada ilmuwan sosial
untuk mencari fakta-fakta sosial, atau gejala-
gejala sosial dan memandangnya sebagai
"barang sesuatu¨ (thing) yang memberikan
pengaruh eksternal terhadap tingkah laku
manusia.
Kaum positivis meneliti fakta-fakta dan sebab-
sebab melalui metode seperti: Survai
kuisener,pencatatan barang-barang, dan
analisis demografi yang menghasilkan data
kuantitatif, (jumlah, angka-angka) yang
memungkinkannya untuk membuktikan
hubungan antara variabel secara statistik.
· Langkah-langkah metode ilmiah dalam
paradigma positivisme mengikuti pola yang
sering disebut sebagai model hipotetika-
deduktif. Dari berbagai sumber ÷ aksioma, teori,
penelitian terdahulu, atau intuisi ÷ peneliti
merumuskan hipotesis. Supaya dapat diuji,
hipotesis ini harus dioperasionalisasikan dalam
konstruk-konstruk yang dapat diukur. Peneliti
kemudian menguji hipotesis dengan
pengamatan. Karl Popper (1959) menganggap
bahwa hipotesis hanya bisa dibuktikan salah
(difalsifikasi) apabila hipotesis itu gagal
difalsifikasi; hipotesis menjadi benar. Popper
menyebutnya koroborasi. Secara singkat
positivisme meruntut kegiatan ilmiah lewat tiga
tahap: konseptualisasi, operasionalisasi, dan
observasi.
· Semenjak tahun 1960 filsafat ilmu mengalami
perkembangan yang sangat pesat, terutama
sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu
dan teknologi yang ditopang penuh oleh
positivisme-empirik, melalui penelaahan dan
pengukuran kuantitatif sebagai andalan
utamanya. Berbagai penemuan teori dan
penggalian ilmu berlangsung secara
mengesankan.
· Pada periode ini berbagai kejadian dan peristiwa
yang sebelumnya mungkin dianggap sesuatu
yang mustahil, seperti cerita khayal dalam komik
"Flash Gordon¨ terbitan pertama tahun 1930-an,
namun berkat kemajuan ilmu dan teknologi
dapat berubah menjadi suatu kenyataan.
· Bagaimana pada waktu itu orang dibuat tercengang dan
terkagum-kagum, ketika Neil Amstrong benar-benar
menjadi manusia pertama yang berhasil menginjakkan
kaki di Bulan, seperti cerita Falsh Gordon yang berada di
Bulan.
· Ditemukannya Sinar-X, yang kemudian berkembang
menjadi senjata laser, sebagai bukti dari cerita khayal
Flash Gordon.
· Begitu juga ketika manusia berhasil mengembangkan
teori rekayasa genetika dengan melakukan percobaan
cloning pada kambing, atau mengembangkan cyber
technology, yang memungkinkan manusia untuk
menjelajah dunia melalui internet. Belum lagi
keberhasilan manusia dalam mencetak berbagai produk
nano technology , dalam bentuk mesin-mesin micro-chip
yang serba mini namun memiliki daya guna sangat luar
biasa.
· Semua keberhasilan ini kiranya semakin
memperkokoh keyakinan manusia
terhadap kebesaran ilmu dan teknologi.
Memang, tidak dipungkiri lagi bahwa
positivisme-empirik yang serba matematik,
fisikal, reduktif dan free of value telah
membuktikan kehebatan dan memperoleh
kejayaannya, serta memberikan kontribusi
yang besar dalam membangun peradaban
manusia seperti sekarang ini.
· Namun, dibalik keberhasilan itu, ternyata telah
memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak
sederhana, dalam bentuk kekacauan, krisis dan chaos
yang hampir terjadi di setiap belahan dunia ini. Alam
menjadi marah dan tidak ramah lagi terhadap manusia,
karena manusia telah memperlakukan dan
mengexploitasinya tanpa memperhatikan keseimbangan
dan kelestariannya. Berbagai gejolak sosial hampir
terjadi di mana-mana sebagai akibat dari benturan
budaya yang tak terkendali.
· Kesuksesan manusia dalam menciptakan teknologi-
teknologi raksasa ternyata telah menjadi boomerang
bagi kehidupan manusia itu sendiri. Raksasa-raksasa
teknologi yang diciptakan manusia itu seakan-akan
berbalik untuk menghantam dan menerkam si
penciptanya sendiri, yaitu manusia.
Ìnilah "lima rukun¨ positivisme :
1. Asumsi ontologism tentang realitas tunggal dan dapat diukur "di
sana¨ yang dapat dipecah-pecah menjadi potongan-potongan,
yang dapat ditelaah secara independen; keseluruhan hanyalah
jumlah dari bagian-bagian.
2. Asumsi epistemologis tentang kemungkinan memisahkan
pengamat dari yang diamati ÷ yang mengetahui dan yang
diketahui.
3. Asumsi keterlepasan pengamatan dari waktu dan konteks,
sehingga apa yang benar pada satu saat dan pada satu waktu
dan tempat yang berlainan.
4. Asumsi kausalitas linier; tidak ada akibat tanpa sebab dan tidak
ada sebab tanpa akibat.
5. Asumsi aksiologi tentang bebas nilai, yakni bahwa metodologi
menjamin hasil penelitian yang benar-benar bebas dari pengaruh
system nilai (bias).
Positivisme
METODA KUANTÌTATÌF HASÌL RESEARCH
DAN DEVELOPMENT
Kritik terhadap Positivisme
· Kritik yang sangat tajam muncul dari kalangan
penganut "Teori Kritik Masyarakat¨,
sebagaimana diungkap oleh Ridwan Al
Makasary (2000:3). Kritik terhadap positivisme,
kurang lebih bertali temali dengan kritik terhadap
determinisme ekonomi, karena sebagian atau
keseluruhan bangunan determinisme ekonomi
dipancangkan dari teori pengetahuan
positivistik.
· Positivisme juga diserang oleh aliran kritik dari
berbagai latar belakang dan didakwa
berkecenderungan mereifikasi dunia sosial.
· Selain itu Positivisme dipandang menghilangkan
pandangan aktor, yang direduksi sebatas entitas pasif
yang sudah ditentukan oleh "kekuatan-kekuatan natural¨.
Pandangan teoritikus kritik dengan kekhususan aktor, di
mana mereka menolak ide bahwa aturan aturan umum
ilmu dapat diterapkan tanpa mempertanyakan tindakan
manusia. Akhirnya " Teori Kritik Masyarakat¨
menganggap bahwa positivisme dengan sendirinya
konservatif, yang tidak kuasa menantang sistem yang
eksis.
· Nasution (1996:4) mengemukan pula tentang kritik post-
positivime terhadap pandangan positivisme yang
bercirikan free of value, fisikal, reduktif dan matematika.
· Seperti disebut diatas, Heisenberg bersama dengan
pandangan tentang alam yang disajikan oleh mekanika
quantum menghancurkan asumsi-asumsi positivisme,
kini orang beralih pada paradigma baru, pasca-
positivisme.
Era Pasca (post) positivisme/
FenomenoIogi
· Era ini dimulai dari kebingungan Heisenberg dan
kucing Schrodinger. Yang pertama mudah kita ketahui,
lalu apa pasal kucing dalam filsafat ilmu.
· Saya ambil cerita kucing ini dari Lincoln dan Guba
(1985 : 85-86) :
÷ Sebuah kotak baja mengandung satu atom radioaktif. Atom
mempunyai paruh waktu satu jam, artinya, dalam sejumlah
besar sampel atom tersebut setengahnya akan tetap setelah
lewat satu jam, sedang yang setengahnya lagi akan luruh.
Jadi, sesudah satu jam, kemungkinan menemukan atom itu
dalam kotak adalah 0,5.
÷ Ada sebuah fotosel yang sensitif pada radiasi yang
dipancarkan. Bila atom itu luruh, radiasi yang timbul akan
mengenai fotosel, yang pada gilirannya akan mengeluarkan
gas yang mematikan.
÷ Seekor kucing hidup dimasukkan kedalam kotak tersebut tepat
pada saat satu atom unsur radioaktif telah dikeluarkan.
Pertanyaan : pada akhir satu jam, apa yang kita temukan bila
kita membuka kotak, kucing mati atau kucing hidup?
· Menurut mekanika quantum, Anda dapat
mengontrol nasib kucing jika anda adalah orang
yang membuka kotak itu. Sesudah satu jam,
kemungkinan kucing itu hidup atau mati akan
sama. Jika Anda tidak membuka kotak dan tidak
mengganggunya, dua realitas ini ÷ kucing hidup
dan kucing mati ÷ akan berada berdampingan
untuk waktu yang tidak terbatas. Bila Anda
membuka kotak, Anda menciptakan realitas
yang Anda temukan.
· Jadi tidak ada realitas objektif, yang ada adalah
realitas menurut persepsi kita, sesuai dengan
konstruksi kita. Kita tidak lagi skrup, kita menjadi
pencipta mesin.
· Gary Zukav (1979 : 28),menulis : Berbeda
dengan fisika Newtonion, mekanika
quantum menyatakan bahwa pengetahuan
tentang apa yang mengatur peristiwa pada
tingkat subatomic tidak seperti yang kita
asumsikan. Menurut mekanika quantum
kita tidak dapat meramalkan fenomena
subatomik secara pasti. Kita hanya dapat
meramalkan probabilitasnya.
· Secara filsafi, implikasi mekanika quantum
sangat misterius. Bukan saja kita
mempengaruhi realitas, tetapi sampai
tingkat tertentu, kita sebenarnya
menciptakannya. Karena kita dapat
mengetahui salah satu diantara
momentum partikel atau posisinya, tetapi
tidak kedua-duanya, kita harus memilih :
mana diantara kedua sifat yang ingin kita
tentukan. Secara metafisik, ini nyaris
berarti bahwa kita menciptakan sifat-sifat
tertentu, karena kita memilih untuk
mengukur sifat-sifat itu.
· Apa yang dapat disimpulkan dari paradigma
baru ini? Secara sederhana, kebenaran tidaklah
tunggal dan cara mencapainya juga tidak satu.
ReaIitas adaIah hasiI konstruksi kita. Ada
kebenaran yang diperoleh dengan logika
(matematika), eksperimentasi (fisika), perasaan
(musik), situasi lapangan (antropologi), atau
riyadhah (tashawuf). Yang jelas, kita tidak akan
pernah mencapai kebenaran yang
sesungguhnya, yang dapat menjelaskan seluruh
fenomena. Ìnilah "unreachable truth¨ dalam
teorema "Godel¨. Al-Qur'an menyatakan: "Kamu
tidak diberi ilmu kecuali sedikit¨ (Al-Qur'an
17:85) dan "Kebenaran itu hanyalah berasal dari
Tuhan¨ (Al-Qur'an 2:147). Paradigma baru
membawa kita pada ketinggian paradigma ilmu
yang Qur'ani.
· Aliran post-positivime tidak menerima adanya
hanya satu kebenaran,.
· Rich (1979) mengemukakan There is no the
truth nor a truth ÷ truth is not one thing, - or even
a system. It is an increasing completely"
Pengalaman manusia begitu kompleks sehingga
tidak mungkin untuk diikat oleh sebuah teori.
· Freire (1973) mengemukakan bahwa tidak ada
pendidikan netral, maka tidak ada pula
penelitian yang netral.
· Usaha untuk menghasilkan ilmu sosial yang bebas nilai
makin ditinggalkan karena tak mungkin tercapai dan
karena itu bersifat "self deceptive¨ atau penipuan diri dan
digantikan oleh ilmu sosial yang berdasarkan ideologi
tertentu.
· Hesse (1980) mengemukakan bahwa kenetralan dalam
penelitian sosial selalu merupakan problema dan hanya
merupakan suatu ilusi. Dalam penelitian sosial tidak ada
apayang disebut "obyektivitas¨. " nowledge is a'socially
contitued', historically embeded, and valuationally.
· Namun ini tidak berarti bahwa hasil penelitian bersifat
subyektif semata-mata, oleh sebab penelitian harus
selalu dapat dipertanggungjawabkan secara empirik,
sehingga dapat dipercaya dan diandalkan. Macam-
macam cara yang dapat dilakukan untuk mencapai
tingkat kepercayaan hasil penelitian
· Jelasnya, apabila kita mengacu kepada
pemikiran Thomas Kuhn dalam bukunya
The Structure of Scientific Revolutions
(1962) bahwa perkembangan filsafat ilmu,
terutama sejak tahun 1960 hingga
sekarang ini sedang dan telah mengalami
pergeseran dari paradigma positivisme-
empirik,÷yang dianggap telah mengalami
titik jenuh dan banyak mengandung
kelemahan÷, menuju paradigma baru ke
arah post-positivisme yang lebih etik.
· Terjadinya perubahan paradigma ini dijelaskan
oleh John M.W. Venhaar (1999) bahwa
perubahan kultural yang sedang terwujud akhir-
akhir ini, ÷perubahan yang sering disebut purna-
modern, meliputi persoalan-persoalan : (1)
antihumanisme, (2) dekonstruksi dan (3)
fragmentasi identitas. Ketiga unsur ini memuat
tentang berbagai problem yang berhubungan
dengan fungsi sosial cendekiawan dan
pentingnya paradigma kultural,÷ terutama dalam
karya intelektual untuk memahami identitas
manusia.
· Postpositivisme/Fenomenologi Dikenalkan oleh Ìrwin
Deutscher, yang asal usulnya dari Max Weber.
· Kaum fenomenologi berkepentingan memahami tingkah
laku manusia menurut kerangka acuan dari sang pelaku
perbuatan itu sendiri.
· Kaum fenomenologi meneliti bagaimana dunia ini dihayati.
Bagi mereka realitas yang terpenting adalah bagaimana
manusia melukiskannya, atau menghayati dunia.
· Kaum fenomenologi berusaha memahami (mencari
pemahaman/understanding) melalui metode-metode
kualitatif, seperti: observasi partisipan, open-onded
interviewing, dan dokumen perorangan. Metode-metode
ini mencari data deskriptif yang memungkinkan kaum
fenomenologi memahami dunia sebagaimana sang
subyek memahaminya.
· Asal usul metode kualitatif bermula dari kajian Frederick
LePlay tentang keluarga-keluarga dan masyarakat Eropa
pada abad 19.
POSTPOSÌTÌVÌSME
METODE KUALÌTATÌF, MENCARÌ MAKNA
PERBANDÌNGAN TÌGA FÌLSAFAT
PRPOSITIVISME POSITIVISME POSTPOSITIVISME
REALÌTAS
BERKEMBANG SECARA
ALAMÌAH
REALÌTAS TERAMATÌ,
BERSÌFAT TUNGGAL,
DAPAT
DÌKLASÌFÌKASÌKAN,
DETERMÌNÌSME (SEBAB
AKÌBAT), BEBAS NÌLAÌ,
RELATÌF TETAP DAN
TERUKUR
REALÌTAS BERSÌFAT
HOLÌSTÌK (UTUH),
DÌNAMÌS (TÌDAK TETAP),
KOMPLEKS, SALÌNG
MEMPENGARUHÌ, PENUH
MAKNA DAN TERÌKAT
NÌLAÌ
METODE PENELÌTÌAN
DESKRÌPTÌF KUALÌTATÌF
METODE PENELÌTÌAN
KUANTÌTATÌF, DEDUKTÌF
METODE PENELÌTÌAN
KUALÌTATÌF,
ÌNDUKTÌF
PENELÌTÌ PASÌF,
MENGGAMBARKAN APA
YANG DÌAMATÌ
MELAKUKAN
EKSPERÌMEN, MENCARÌ
PENGARUH
MEMAHAMÌ MAKNA
REALÌTAS YANG
KOMPLEKS,
MENGKONSTRUKSÌ
FENOMENA
Gerak MÌP
· MetodoIogi iImu pemerintahan pun
bergerak ke Iuar dan ke daIam.
Sasarannya adaIah:
1.bangsa dan negara;
.rakyat dan pemerintah;
3.hubungan kerakyatan;
4.daerah;
.iImu pemerintahan itu sendiri.
· Fungsi IImu pemerintahan ke daIam adaIah
untuk menguji, mengoreksi dan
mengembangkan disipIin IImu Pemerintahan
itu sendiri.
Sedangkan fungsi IImu Pemerintahan ke Iuar
adaIah mengidentifikasi, merekam dan
menggambarkan, menerangkan hubungan,
menguji pengetahuan Iain, dan meramaIkan
apa yang akan dan dapat terjadi daIam
masyarakat atau negara.
KERANGKA PEMÌKÌRAN KYBERNOLOGY (ÌLMU PEMERÌNTAHAN BARU)-
EURISTIC KEYBERNOLOGY MODEL
SEKALÌGUS POLA METODOLOGÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN
(TALÌZÌDUHU NDRAHA, dalam KYBERNOLOGY: 2003)
TERDÌRÌ ATAS :
EMPAT MATARANTAÌ UTAMA (1, 8, 12, 19)
DUA PULUH SATU MATARANTAÌ TURUNANNYA
EMPAT MATARANTAÌ UTAMA, YAÌTU:
1
BASÌC PLATFORM:
META DÌCÌPLÌNE
8
COMMON
PLATFORM
12
BASÌC
ASSUMPTÌONS
19
KYBERNOLOGY
(Model)
MTRNTI 1 DÌSEBUT ASIC PLATFORM (ERFUNGSI SG WACARA
FILOSOFI, KARENA ÌA MENUNJUKKAN AWAL DAN SUMBER PEMÌKÌRAN ÌLMU
PEMERÌNTAHAN, YAÌTU FÌLSAFAT. WÌLL DURANT DALAM "THE STORY OF
PHÌLOSOPHY (1956) MENYATAKAN BAHWA "EVERY SCÌENCE BEGÌNS AS
PHÌLOSOPHY AND ENDS AS ART¨.
MTRNTI 8 MENUNJUKKAN COMMON PLATFORM (ERFUNGSI SG
LANDASAN-ERSAMA/OE MATERIA, YAÌTU LANDASAN-BERSAMA YANG
DAPAT DÌGUNAKAN OLEH KYBERNOLOGY DAN WARGA ÌLMU-ÌLMU SOSÌAL
LAÌNNYA UNTUK MENDARAT. LETAK KYBERNOLOGY DÌ DALAM LÌNGKUNGAN
ÌLMU-ÌLMU SOSÌAL, ADALAH TEPAT. HAL ÌNÌ BERARTÌ GEJALA-GEJALA
PEMERÌNTAHAN DAPAT DÌJADÌKAN OBJEK MATERÌA OLEH ÌLMU-ÌLMU LAÌN.
MTRNTI 1 DÌSEBUT ASIC ASSUMPTIONS (BERFUNGSÌ SBG FONDASÌ BAGÌ
KYBERNOLOGY). ASUMSÌ-ASUMSÌ DASAR MERUPAKAN FUNDAMENTALS BAGÌ
ÌLMU PEMERÌNTAHAN. YANG DÌANGGAP TERMASUK DÌ DALAM KELOMPOK BASÌC
ASSUMPTÌONS ÌTU ANTARA LAÌN AKSÌOMA, POSTULAT, DALÌL (LAW, NATURAL
LAW, SCIENTIFIC LAW), DASAR, HAKÌKAT, DAN SEBANGSANYA.
MATARANTAÌ 19 (Model) KYBERNOLOGY
Gambar. Model Kybernology
CÌVÌL
RÌGHT
PRÌVATE
(CÌVÌL) CHOÌCE
CÌVÌL
SERVÌCE
HUMAN
RÌGHT
PUBLÌC
CHOÌCE
PUBLÌC
SERVÌCE
KYBERNAN
(GOVERNANCE=TATA
PEMERÌNTAHAN)
KYBERN-
OLOGY
TURUNAN MATARANTAÌ 1:
MT RNTI : HUMN NEEDS ND INSTINTS
YNG DIMSUD DENGN HUMN (MNUSI) DI SINI DLH TIP ORNG INDIVIDU.
HUMN NEEDS DN INSTINTS ITU T TERLEPS DRI HUMN RIGHTS. MTRNTI
INI MENUNJUN HUMN INSTINTS SEGI POTENSI L DN
EENDERUNGN PERILU MNUSI, YITU PERILU ERPOL YNG TID
DIPELJRI. NEEDS DLM ILMU JI DLH ONDISI FISI YNG MENGLMI
EURNGN TU DEFISIT DLM ORGNISME. EURNGN TU DEFISIT ITU
PENTING DN MENIMULN ONDISI HETEROSTTIS YNG HRUS DIPENUHI, GR
EMLI E ONDISI HOMEOSTTIS. PEMENUH EURNGN TU DEFISIT ITU
DLH SUTU NILI (GUN, MNFT). ONSEP NEED ITU SENDIRI DPT
DIEMNGN MENJDI ONDISI PSIIS, SOSIL, DN SPRITUL.
ILMU PEMERINTHN MENGIDENTIFISI EUTUHN ERDSRN TIG DIMENSI:
JUMLH ORNG YNG EREPENTINGN;
ELNGN TU DY TRI NILI EUTUHN,
DERJT ESEMPTN UNTU MEMENUHI EUTUHN YNG ERSNGUTN.
SEMIN NY JUMLH ORNG YNG (MERS) EREPENTINGN, SEMIN
LNG NILI EPENTINGN, DN SEMIN TERTS ESEMPTN UNTU
MEMENUHI EPENTINGN N SESUTU, SEMIN RN-ONFLI EPENTINGN
ITU.
MT RNTI 3: PULI HOIE DN PRIVTE HOIE
MENGGAMBARKAN PROSES LANJUT MATARANTAÌ 2. UNTUK
MENCEGAH ATAU MENYELESAÌKAN KONFLÌK, MASYARAKAT
MEMÌLAH-MÌLAH KEPENTÌNGAN DAN MEMBUAT PÌLÌHAN-
PÌLÌHAN LALU MENGELOMPOKKANNYA BERDASARKAN
SKALA KERAWAN-KONFLÌKAN KEPENTÌNGAN YANG
BERSANGKUTAN. PÌLÌHAN-PÌLÌHAN TERSEBUT DÌTETAPKAN
MELALUÌ KESEPAKATAN-KESEPAKATAN YANG MENGÌKAT.
(LÌHAT TEORÌ TENTANG TERBENTUKNYA NEGARA).
MATARANTAÌ ÌNÌ DÌTEMUKAN MELALUÌ TEORÌ TENTANG
COLLECTÌVE ACTÌON YANG MENGÌKUTÌ COLLECTÌVE CHOÌCE
(PETER H. ARANSON dalam AMERÌCAN GOBERNMENT, 1981:
"COLLECTÌVE ACTÌON ACCURS WÌTH FORCE OR THE THREAT
OF FORCE¨. COLECTÌVE CHOÌCE ÌTU DÌSEBUT JUGA PUBLÌC
CHOÌCE.
Teori PiIihan PubIik (Public Choice Theory)
· JMES UHNN (LÌHAT GRÌNDLE DAN THOMAS, 1991;BUSTANUL ARÌFÌN DAN DAN
DÌDÌK J. RACHBÌNÌ, 2001; DÌDÌK J. RACHBÌNÌ, 2002); ADALAH EKONOM PEMENANG
HADÌAH NOBEL YANG MEMELOPORÌ LAHÌRNYA PERSPEKTÌF TEORÌ PÌLÌHAN PUBLÌK
(PULIC COICE TEORY). BUCHANAN MEMULAÌ DENGAN DEFÌNÌSÌ NEGATÌF, DÌMANA
PUBLÌC CHOÌCE ADALAH PERSPEKTÌF UNTUK BÌDANG POLÌTÌK YANG MUNCUL DARÌ
PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN PERANGKAT DAN METODE ÌLMU EKONOMÌ
TERHADAP PROSES PENGAMBÌLAN KEPUTUSAN KOLEKTÌF DAN BERBAGAÌ FENOMENA
NONPASAR (NON-MARKET PHENOMENA). ÌA MENGANALÌSÌS ASPEK TERPÌSAH DARÌ DUA
ELEMEN PERSPEKTÌF PUBLÌC CHOÌCE. ASPE PERTAMA ADALAH PENDEKATAN
CATALLIC UMUM PADA ÌLMU EKONOMÌ, SEDANGKAN ASPE EDUA ADALAH POSTULASÌ
YANG DÌKENAL SEBAGAÌ OMO ECONOMICUS DALAM KAÌTANNYA DENGAN SÌKAP
ÌNDÌVÌDUAL.
· JÌKA KÌTA MEMAKAÌ PENDEKATAN CATALLACTÌCS SECARA LEBÌH MENDALAM, MAKA
CARA PANDANG ÌNÌ BÌSA BERHASÌL MEMBAWA PENGERTÌAN TENTANG TATANAN YANG
SPONTAN DAN KOMPLEKS MENJADÌ SUATU KONSEP PERTUKARAN YANG SEDERHANA.
PERTUKARAN YANG KOMPLEKS TERSEBUT MERUAPAKAN SUATU PROSES BENTUK
KESEPAKATAN KONTRAK (CONTRACTUAL AGREEMENT), YANG DAPAT DÌBERÌ MAKNA
LEBÌH JAUH DARÌ SEKADAR PERTUKARAN DUA ORANG YANG MELAKUKAN SUATU
TRANSAKSÌ. PENELUSURAN HAKÌKAT FÌLOSOFÌS SEPERTÌ ÌNÌ AKHÌRNYA DAPAT
MENTRANSFORMASÌKAN MAKNANYA SECARA LANGSUNG KE ARAH SEMUA PROSES
PERJANJÌAN ATAU KONSENSUS SUKARELA (VOLUNTARY AGREEMENT) ANTARA
BANYAK ORANG. PENDEKATAN ÌNÌ DAPAT DÌPAKAÌ UNTUK MENGANALÌSÌS TERJADÌNYA
KORUPSÌ SEBAGAÌ PROSES PERJANJÌAN KONSENSUS SUKARELA ("KORUPSÌ
BERJAMAAH¨).
· DALAM KONSEP HOMO ECONOMÌCUS, DÌARTÌKAN SECARA ANALOG DENGAN MODEL
MASYARAKAT PEMÌLÌH (PULIC COOSERS), YANG JUGA SELALU BERUSAHA
MEMAKSÌMUMKAN UTÌLÌTAS (UTILITY MAXIMAIZERS).
MT RNTI 4: SIFT IVIL SERVIE & PULI SERVIE
MERUPAKAN TÌNDAK LANJUT MATARANTAÌ 3. MELALUÌ PEMÌLAHAN-PEMÌLAHAN
DÌ ATAS, TERBENTUKLAH GARÌS PEMBEDA YANG RELATÌF TAJAM ANTARA
URUSAN PUBLÌK DENGAN URUSAN PRÌVAT. NAMUN ANTARA KEDUANYA
TERJADÌ ÌNTERAKSÌ YANG KUAT. URUSAN PUBLÌK ÌTU BERKEMBANG ATAU
BERGESER. PERKEBANGAN, PERUBAHAN, ATAU PERGESERAN ÌTU DAPAT
MEMPENGARUHÌ ATAU DÌPENGARUHÌ OLEH SEKTOR PRÌVAT. URUSAN
PUBLÌK DAPAT BERUBAH MENJADÌ URUSAN PRÌVAT MELALUÌ SEKTOR
PRÌVAT (MEKANÌSME PASAR), ATAU SEBALÌKNYA. HAL ÌTU BERLANGSUNG
BÌSA MELALUÌ PROSES PENYEPAKATAN (KESEPAKATAN BERSAMA).
MÌSALNYA:
AÌR MÌNUM, DÌKELOLA OLEH PDAM MERUPAKAN URUSAN PUBLÌK, NAMUN
BÌLA MENJADÌ AÌR MÌNERAL MENJADÌ URUSAN PRÌVAT. SEBALÌKNYA,
KASUS LUMPUR LAPÌNDO, SEBELUMNYA MENJADÌ URUSAN PRÌVAT, NAMUN
KETÌKA TERJADÌ KECELAKAAN SUMUR BOR MENJADÌ URUSAN PUBLÌK.
MAKA DÌKENALLAH:
BARANG PUBLÌK (PUBLÌC GOOD): KTP, AKTE KENAL LAHÌR, SÌM, SURAT
NÌKAH, DSB.
BARANG PRÌVAT (PRÌVATE GOOD): SÌUP, AKTE PERUSAHAAN, SURAT ÌZÌN
RUMAH MAKAN, DSB.
PEREDN NTR IVIL SERVIE & PULI SERVIE
· PELAYANAN YANG MENJADÌ KEWAJÌBAN (BUKAN
KEWENANGAN) NEGARA DÌSEBUT PELAYANAN SÌPÌL (CIVIL
SERVICE). PEMERÌNTAH BERKEWAJÌBAN MEMBERÌ
PELAYANAN SÌPÌL, ARTÌNYA ÌA TÌDAK BOLEH MENOLAK
MELAKUKKANNYA DENGAN ALASAN APA PUN. PELAYANAN
SÌPÌL MERUPAKAN MONOPOLÌ PEMERÌNTAH, TÌDAK DÌJUAL-
BELÌKAN, TUNTUTAN RAKYAT, SASARANNYA ÌNDÌVÌDUAL,
DAN OLEH KARENA ÌTU KONTROL SOSÌAL (KONSUMEN)
TERHADAP PELAYANAN SÌPÌL MUTLAK DÌPERLUKAN.
· PELAYANAN PUBLÌK (PULIC SERVICE) ADALAH
KEWENANGAN NEGARA DALAM MENGELOLA URUSAN PUBLÌK
YANG DALAM SÌSTEM DEMOKRATÌK (TELAH) DÌSEPAKATÌ
BERSAMA. OLEH KARENA ÌTU PELAYANAN PUBLÌK
HARUSLAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG, DAN TÌDAK
BOLEH HANYA DENGAN PERATURAN PEMERÌNTAH, MÌSAL
RENCANA TATA RUANG (RTRW).
MT RNTI : YERNN
MERUPAKAN KONSEKUENSÌ MATARANTAÌ 4. BAHWA PELAYANAN
SÌPÌL ÌTU MEMERLUKAN JALAN DAN CARA YANG MENGANDUNG
SÌSTEM NÌLAÌ LUHUR, ÌBARAT SÌSTEM NÌLAÌ YANG TERKANDUNG
DALAM FUNGSÌ PENGEMUDÌAN KAPAL DÌ ZAMAN DAHULU KALA.
BAHKAN PENGEMUDÌAN KAPAL TERSEBUT TERTANAM DÌ DALAM
KATA LATÌN GUERNARE ATAU KATA GERÌK (YUNANÌ) YERNN,
YANG KEMUDÌAN MENJADÌ GUERNANTIA, GOVERNANCE.
GOVERNANCE ADALAH GEJALA SOSÌAL, ARTÌNYA TERDAPAT DÌ
DALAM SETÌAP MASYARAKAT TERBESAR, YAÌTU BANGSA, JUGA
TERDAPAT DÌ DALAM ORGANÌSASÌ, BAÌK POLÌTÌK, EKONOMÌ
(PERUSAHAAN), SOSÌAL, DSB. KESEPAKATAN SAJA TÌDAK CUKUP
SEPERTÌ PADA MATARANTAÌ 3. DÌSÌNÌ DÌPERLUKAN KEWENANGAN
MEMAKSA GUNA MENEGAKKAN KESEPAKATAN. KEWENANGAN ÌTU
ADALAH KYBERNAN, PEMERÌNTAHAN. PELAKU KYBERNAN ÌTULAH
PEMERÌNTAH.
MT RNTI 6: YNG-DIPERINTH PEMERINTH
MATA RANTAÌ ÌNÌ MENUNJUKKAN BAHWA KYBERNOLOGY MENEMPUH
PENDEKATAN EMPÌRÌK. ARTÌNYA PEMÌKÌRAN ÌLMU PEMERÌNTAHAN
DÌARTÌKAN PADA EKSPLORASÌ TERHADAP GEJALA-GEJALA UMUM UMUM
DAN "ÌSTÌMEWA¨ YANG TERDAPAT DÌ DALAM MASYARAKAT (GEJALA SOSÌAL).
MELALUÌ PENDEKATAN ÌNÌ PEMERÌNTAHAN DÌDEFÌNÌSÌKAN SEBAGAÌ
KEGÌATAN PEMERÌNTAH: "PEMERÌNTAHAN ADALAH KEGÌATAN PEMERÌNTAH¨.
DENGAN DEMÌKÌAN SETÌAP MASYARAKAT (POPULASÌ) TERDAPAT DUA
KELOMPOK YANG BERÌNTERAKSÌ: PEMERINTH DAN YNG-DIPERINTH.
ANGGAPAN DASAR (ASUMSÌ) DALAM ÌLMU PEMERÌNTAHAN: BAHWA ANTARA
PEMERÌNTAH DENGAN YANG-DÌPERÌNTAH (SEHARUSNYA) SENANTÌASA
TERJADÌ ÌNTERAKSÌ.
POPULASÌ PENELÌTÌAN KYBERNOLOGY ADALAH: MASYARAKAT
SAMPEL PENELÌTÌAN KYBERNOLGY SELALU DUA KELOMPOK:
SAMPEL PEMERÌNTAH DAN SAMPEL YANG-DÌPERÌNTAH.
TEMUAN PENELÌTÌAN KYBERNOLOGY ADALAH: KONDÌSÌ TÌDAK KENAL-
MENGENAL ANTARA DUA KELOMPOK SAMPEL .
MT RNTI 7: HUUNGN PEMERINTHN
MELALUÌ STRUKTUR DAN ÌNTERAKSÌ ANTARA PEMERÌNTAH DENGAN YANG-
DÌPERÌNTAH, TERBENTUK HUUNGN PEMERINTHN.
HUBUNGAN-PEMERÌNTAHAN (GOVERNANCE RELATÌONS) ADALAH HUBUNGAN YANG
TERJADÌ ANTARA YANG-DÌPERÌNTAH DENGAN PEMERÌNTAH SATU TERHADAP YANG
LAÌN PADA SUATU POSÌSÌ DAN PERAN.
POLA HUBUNGAN PEMERÌNTAHAN BERBENTUK:
SÌSTEM KOMUNÌKASÌ (TRANSAKSÌONAL)
SÌKLUS (TRANSFORMASÌONAL)
FUNGSÌ HUBUNGAN PEMERÌNTAHAN: SEBAGAÌ PENGÌKAT, PENGHUBUNG, PEMBEDA,
DAN PEMBATAS ANTARA PEMERÌNTAH DENGAN YANG-DÌPERÌNTAH. MELALUÌ
HUBUNGAN ÌTU DÌSALURKAN ÌNFORMASÌ DARÌ PÌHAK YANG SATU KE PÌHAK YANG LAÌN,
PERÌNTAH DARÌ ATAS DAN LAPORAN DARÌ BAWAH. HUBUNGAN ÌTU MERUPAKAN
SASARAN PENGAMATAN DAN KAJÌAN MATERÌA DAN FORMA PARADÌGMATÌK ÌLMU
PEMERÌNTAHAN.
TEORÌ TERBENTUKNYA HUBUNGAN PEMERÌNTAHAN:
PENDEKATAN ÌLMU NEGARA (STASÌOLOGÌ SEKARANG ÌLMU POLÌTÌK, DÌDUKUNG ÌLMU HUKUM,
SOSÌOLOGÌ, ANTROPOLOGÌ)
TEORÌ ORGANÌSASÌ
TEORÌ/KONSEP GOVERNANCE.
BERBAGAÌ BENTUK HUBUNGAN PEMERÌNTAHAN, BAÌK TRNSAKSÌONAL MAUPUN
TRANSFORMASÌONAL, TELAH DÌSAJÌKAN DÌ DALAM TALÌZÌDUHU NDRAHA, METODOLOGÌ
ÌLMU PEMERÌNTAHAN, (1997) BAB VÌÌÌ (MÌP KELUAR: GENERASÌ KETÌGA SUB MODEL MÌP
KE-20, DST).
MT RNTI 9: OJE MTERI YERNOLOGY
OJE MTERI YERNOLOGY DLH: EDN, PERISTI, TU
GEJL PEMERINTHN.
EDN MENUP: POTENSI, ONDISI, DN SPIRSI MSYRT
SEGIMN DNY. ILMU LIN YNG ERPERN DISINI, SEPERTI
ETNOGRFI, SOSIOGRFI, DEMOGRFI, GEOGRFI.
PERISTI TERDIRI DRI: SUS-SUS TU EJDIN-EJDIN YNG
DPT DIMTI, DIREM, DN SELNJUTNY DIONSTRUSIN. PERN
ILMU SEJRH PEMERINTHN MENJDI PENTING DISINI.
GEJL (PHENOMENON) DLH ONSEP FILOSOFI. SUTU GEJL
DINGGP SEGI PPERNE, MTN, YNG TERLIHT DI LUR,
YNG ERSUMER DRI DLM, YNG HIT TU ESENSINY
ERD DI DLM, YNG DISEN OLEH TU ERHUUNGN
DENGN SESUTU YNG LIN; YNG DINGGP FENOMENL: LUR
IS, ISTIME
TURUNAN MATARANTAÌ 8:
Dari sisi focus of interst, objek ilmu pemerintahan, yaitu
mempelajari hubungan-hubungan pemerintahan, gejala
dan peristiwa pemerintahan (lih. Ìnu Kencana, 2005:24-25).
Misalnya, sejauh mana pengaruh ideologi, politik, sosial
budaya, agama dan pertahanan-keamanan terhadap
hubungan-hubungan pemerintahan selama ini, baik
hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah
daerah maupun hubungan antara pemerintah itu dengan
daerah rakyat yang dipimpinnya. Keseluruhan akan terlihat
dalam berbagai gejala pemerintahan dan peristiwa
pemerintahan.
Peristiwa pemerintahan dapat bersifat sekali lalu ataupun
berulang kali, sedangkan gejala pemerintahan dapat
bersifat sentralis ataupun desentralis.
MTERI SEJRH PEMERINTHN:
GM & EUSN DLM ULTUR POLITI NJR
DI LIMNTN SELTN & TENGH
OIeh: Drs.priansyah, M.Si (Fisip UnIam, anjarmasin
Raqam Lam-alif dan Mim dalam bentuk Rumah Banjar (dilihat dari samping)
RELIGION RE STTE RE
KEKUASAAN NEGARA KEKUASAAN AGAMA
KUASA ATAS AGAMA
KUASA ATAS NEGARA
NEGARA AGAMA
NEGARA SEKULER
NEGARA BERAGAMA
GOVERNMENT (UMARA ULAMA & UMMA
MASYARAAT MADANI(CIVIL SOCIETY
ÌNSTÌTUTÌONALÌZATÌON
RELÌGÌON AREA STATE AREA
GM DLM DIMENSI ULTUR EUSN POLITI NJR
NEGARA NAN SARUNAÌ HÌNDUÌSME KAHARÌNGAN
MA1APAHIT STATE
(Masa P.Suryanata s/d P.Tumenggung)
KERAJAAN BANJAR
HÌNDU
KERAJAAN BANJAR ÌSLAM
(MULAÌ 1595)
DEMAK STATE
PERANG BANJAR Ì & ÌÌ (1556-1595)
(P.SAMUDERA + DEMAK V.S
P.TUMENGGUNG + BELANDA)
AJARAN ÌSLAM
ARABÌC & GUJARAT
AJARAN TASSAUF
AJARAN FÌQH
MASUK DLM
DEMARKASÌ GERAKAN
(WALÌ SONGO)
MASUK DLM
DEMARKASÌ ÌBADAH &
MUAMALAH NEGARA
STRUKTUR
PEMERÌNTAHAN ÌSLAM
BACAKUT
PAPADAAN
(KONFLÌK
ÌNTERNAL)
(LANJUTAN)
RELÌGÌON AREA STATE AREA
GERAKAN PERLAWANAN
TERHADAP BELANDA
(Orang Kafir)
(Belanda + Tamjidillah ÌÌ V.S
Keturunan Sultan Adam:
P.Antasari & P.Hidayatullah)
GERAKAN TASSAUF = GERAKAN BERATÌF-BERAMAL
(P.ANTASARÌ, DÌ KALSEL&TENG)
NEGARA REPUBLÌK
17-8-1945
AJARAN FÌQH HANYA
UNTUK ÌBADAH
ÌNDÌVÌDUAL
POSÌSÌ
AMBÌGU
MASYARAKAT MADANÌ
?????????
PERAN (KUASA)
AGAMA/UMMAH
PERAN (KUASA) NEGARA
BUDAYA MATERÌALÌSME &
KAPÌTALÌSME
BACAKUT
PAPADAAN
(KONFLÌK
ÌNTERNAL)
KERAJAAN BANJAR ÌSLAM
DÌBUBARKAN BELANDA
TH.11 JUNÌ 1860
PERANG GERÌLYA----
PROKLAMASÌ DÌVÌSÌ ÌV
ALRÌ, 14 AGUSTUS 1949
MT RNTI 10: PERISTI SELI LLU, PERISTI ERULNG
GEJALA PEMERÌNTAHAN MEMPUNYAÌ SÌFAT ÌSTÌMEWA:
1. SÌFAT & TÌNGKAT FORMALÌTAS YANG TÌNGGÌ;
2. SÌFAT KEBEBASAN PELAKU PEMERÌNTAHAN UNTUK BERTÌNDAK
(FREIES ERMESSEN, DISCRETION), YANG BERSUMBER DARÌ
OTORÌTAS, KONDÌSÌ LÌNGKUNGAN (SEMAKÌN LEMAH
LÌNGKUNGAN, SEMAKÌN BEBAS EKSEKUTÌF BERTÌNDAK), DAN
ÌNDEPENDENSÌ YANG KUAT.
3. LÌNGKUNGAN PEMERÌNTAHAN SELALU DÌHADAPKAN PADA
PERUBAHAN YANG CEPAT DAN MENDASAR.
OLEH KARENA ÌTU:
SÌFAT SEKALÌ LALU DAN BERULANG-TETAP (AJEG) PERÌSTÌWA
PEMERÌNTAHAN DAPAT TERLÌHAT, BAÌK DENGAN PENDEKATAN
KUALÌTATÌF MAUPUN KUANTÌTATÌF.
MT RNTI 11: METODOLOGI PENELITIN PEMERINTHN
PENENTUAN PENDEKATAN SEKALÌGUS BERARTÌ MEMÌLÌH
METODOLOGÌ PENELÌTÌAN YANG AKAN DÌGUNAKAN UNTUK
MEMPELAJARÌ OBJEK FORMA YANG BERSANGKUTAN.
ÌLMU PEMERÌNTAHAN JUGA MENGALAMÌ PERKEMBANGAN YANG
CUKUP BERARTÌ MENUJU ÌLMU (PENGETAHUAN) YANG MANDÌRÌ,
BAÌK DARÌ:
FOCUS OF INTERST-NYA,
RUANG LINGUP (PEMBÌDANGAN), MAUPUN
METODOLOGINYA.
PADA TARAF RUANG LÌNGKUP (PEMBÌDANGAN), ÌLMU PEMERÌNTAHAN
SEBAGAÌ KAJÌAN MET-DISIPLIN.
SEDANGKAN PADA TARAF METODOLOGÌ, METODOLOGÌ ÌLMU
PEMERÌNTAHAN SUDAH MENGUATKAN DÌRÌ MENGGUNAKAN
PENDETN ULITTIF DALAM PENELÌTÌAN-PENELÌTÌANNYA.
TURUNAN MATARANTAÌ 12:
MT RNTI 13: OJE FORM
YANG MEMBEDAKAN SUATU ÌLMU DENGAN ÌLMU LAÌN YANG
MENDARAT PADA FLATFORM YANG SAMA (BERSAMA, OBJEK
MATERÌA), ADALAH OBJEK FORMANYA.
TERBENTUKNYA OBJEK FORMA, TERGANTUNG PADA:
CARA PANDANGNYA (PERSEPSÌ)
TERFOCUS APA TÌDAK
PENDEKATAN YANG DÌGUNAKAN
ANGGAPAN DASAR (ASUMSÌ), SEBAGAÌ FAKTOR PEMBEDA
PERTAMA SEBUAH ODY OF NOWLEDGE.
MT RNTI 14: PENDETN: MONO-MULTI-INTER-LINTSDISIPLIN
FONDASÌ BODY OF KNOWLEDGE KYBERNOLOGY MEMERLUKAN DUA
HAL:
BAHAN BAKU (BAHAN BANGUNAN)
ARSÌTEKTUR (RANCANG-BANGUN, BLUE PRÌNT, POLA ATAU
PATRON, ORGANÌSASÌ, SÌSTEM, BENTUK) TERTENTU PULA.
BAHAN BAKU BÌSA:
DÌCARÌ SENDÌRÌ (MONODÌSÌPLÌN)
MEMÌNJAM ATAU MEMÌNTA DARÌ DÌSÌPLÌN LAÌN, MELALUÌ
PENDEKATAN: MULTÌDÌSÌPLÌN, ÌNTERDÌSÌPLÌN, TRANSDÌSÌPLÌN.
UNTUK MEMBUAT ARSÌTEKRUR (RANCANG BANGUN) KYBERNOLOGY:
GUNAKAN METODE SWOT, VÌSÌ & MÌSÌ-NYA APA
(Penjelasan lihat lebih lanjut Ndraha, 2003 jilid 2, hal. 606-608)
MT RNTI 1: HN U
MELALUÌ PROGRAM PENELÌTÌAN DENGAN MENGGUNAKAN
PENDEKATAN-PENDEKATAN TERTENTU DAN METODOLOGÌ
TERTENTU PULA, DÌTEMUKAN BAHAN-BAKU BUAT MEMBANGUN,
MENGEMBANGKAN, DAN MENGONTROL KYBERNOLOGY.
BAHAN BAKU YANG DÌPERLUKAN ADALAH:
o BAHAN UNTUK FONDASÌ (STRUKTUR ÌNFRA)
o STRUKTUR SUPRA (DATA, ÌNFO, KONSEP, VARÌABEL, PROPOSAL,
HÌPOTESÌS, TEORÌ, DSB).
o PELENGKAP ATAU PENDUKUNG (APLÌKASÌ, DÌDAKTÌK, TEKNOLOGÌ,
SENÌ, PRESENTASÌ, EKSPRESSÌ, DAN DAYA TARÌK).
BAHAN-BAHAN TERSEBUT DÌPEROLEH DARÌ: PENELÌTÌAN & PUSTAKA.
BAHAN BAKU BODY OF KNOWLEDGE
ÌLMU PEMERÌNTAHAN
(TALÌZÌDUHU NDRAHA, dalam KYBERNOLOGY: 2003)
FAKTA (DÌLÌHAT DARÌ FENOMENA/GEJALA PEMERÌNTAHAN)
DATA
ÌNFORMASÌ (DATA YANG SDH DPT DÌBERÌTAKAN)
AKSÌOMA
POSTULAT
ANGGAPAN DASAR (ASUMSÌ)
ÌMAJÌNASÌvisi (vision)/(mimpi)
TEORÌ
KONSEP
DEFÌNÌSÌ
VARÌABEL (ASAL KATA "VARÌAN¨=UBAHAN)
HÌPOTESÌS
Beda aksioma & postulat
AKSÌOMA POSTULAT
Ìnti teori
Ìnti teori
Tdk perlu
diuji
Berpeluang
diuji
TEOREMA
hipotesis
Aksioma & Postulat
· aksioma adalah pernyataan/dalil yang self-
proved membuktikan dirinya sendiri, makanya
tidak perlu dibuktikan
· sedangkan postulat adalah dalil yang diyakini
kebenarannya tapi belum bisa dibuktikan benar
secara ilmiah..
· Einstain berkata¨ tidak ada yang lebih cepat dari
cahaya¨ yang dikenal sebagai postulat Einstain.
· para fisikawan percaya apa yang dikatakan
Einstain karena sampai sekarang belum
ditemukan sesuatu yang lebih cepat dibanding
cahaya
pa isi dari postuIat Einstein?
a. Hukum-hukum alam berlaku sama untuk dua
pengamat yang bergerak dengan kecepatan
konstan satu terhadap lainnya
b. kecepatan cahaya adalah mutlak tidak
bergantung gerak pengamat atau gerak
sumber cahaya
Jadi, perubahan besar-besaran yang lain
(seperti panjang, massa, waktu, energi) dalam
fisika adalah menyesuaikan dengan postulat
Einstein
MEMUNCULKAN ÌMAJÌNASÌ
ÌMAJÌNASÌ
NURULLAH
GURU (Tabii'-
tabiin) +
AHLUL-BAÌT
NUR
MUHAMMAD
GURU
ALIRAN RASIONAL ALIRAN METAFISI
(Misal,Ahlussunnah Waljamaah
ORTU
MT RNTI 16: RSITETUR (ONSTRUSI)
· SETÌAP DÌSÌPLÌN DÌPANDANG SEBAGAÌ BANGUNAN
ATAU ORGANÌSASÌ
· BAHAN BANGUNAN DAN KONSTRUKSÌ DASAR
SUATU ÌLMU TERLÌHAT PADA:
DAFTAR ÌSÌ BUKU PENGANTAR (ÌNTRODUCTÌON)
TEXTBOOK, HANDBOOK ATAU READÌNG ÌLMU YANG
BERSANGKUTAN.
CARA PENDEKATAN
METODE (ÌNDUKSÌ, DEDUKSÌ, GENERALÌSASÌ)
-ÌSME
SÌSTEM
KLASÌFÌKASÌ
HUBUNGAN (ANTAR GEJALA-GEJALA PEMERÌNTAHAN, ANTARA HAKÌKAT
PEMERÌNTAHAN DENGAN GEJALA-GEJALA PEMERÌNTAHAN)
MODEL
TEKNÌK
ÌNSTRUMEN
WAKTU
TEMPAT
PELAKU=SUBYEK (BÌROKRAT & MASYARAKAT SÌPÌL)
PARADÌGMA
BAHASA
TERMÌNOLOGÌ ("PENGÌSTÌLAHAN¨)handbook
FRASEOLOGÌ (TATA BAHASA/TATA KALÌMAT)
SEMANTÌK ("UNGKAPAN¨)
KONSTRUKSÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN
(TALÌZÌDUHU NDRAHA, dalam KYBERNOLOGY: 2003)
MT RNTI 17: METODOLOGI ILMU (PEMERINTHN)
KOMBÌNASÌ ANTARA BAHAN BAKU DENGAN
KONSTRUKSÌ ÌTU MENUNJUKKAN METODOLOGÌ
ÌLMU YANG BERSANGKUTAN.
MELALUÌ METODOLOGÌ ÌLMU, TERLÌHAT PERBEDAAN,
PERSAMAAN, BATAS-BATAS DAN HUBUNGAN
ANTARA KYBERNOLOGY DENGAN ÌLMU-ÌLMU
LAÌNNYA. SEPERTÌ MATA KULÌAH YANG KÌTA
PELAJARÌ SEKARANG ÌNÌ.
MT RNTI 18: ODY OF NOLEDGE
BODY OF KNOWLEDGE MERUPAKAN HADÌRAN POSTUR BANGUNAN ÌLMU
ATAU SENÌ
BODY OF KNOWLEDGE JUGA DÌSEBUT: DÌSÌPLÌN, KARENA ÌLMU TERSUSUN
MENURUT SÌSTEM ATAU ATURAN TERTENTU. MÌSAL, DÌSÌPLÌN ÌLMU
PEMERÌNTAHAN.
SEBUAH DÌSÌPLÌN DAPAT DÌPANDANG DARÌ DÌMENSÌ:
RUANG
WAKTU
PADA DÌMENSÌ RUANG, SETÌAP DÌSÌPLÌN ATAU ÌLMU BERKEDUDUKAN SEBAGAÌ
ANGGOTA ATAU KOMPONEN SEBUAH MASYARAKAT ÌLMU YANG LEBÌH LUAS.
KYBERNOLOGY, MÌSALNYA, ADALAH WARGA MASYARAKAT ÌLMU-ÌLMU
SOSÌAL.
PADA DÌMENSÌ WAKTU, SETÌAP DÌSÌPLÌN MEMPUNYAÌ KEDUDUKAN DAN PERAN
DALAM SEJARAH PEMÌKÌRAN DAN PERBUATAN MANUSÌA. SEHÌNGGA LETAK
SETÌAP ÌLMU DÌ DALAM STRUKTUR DAN PARADÌGMANYA PADA SUATU MASA,
BERUBAH DARÌ WAKTU KE WAKTU.
TURUNAN MATARANTAÌ 19:
MT RNTI 0: DEFINISI
TAHAPAN DEFÌNÌSÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN :
1) ÌLMU PEMERÌNTAHAN DENGAN ÌSTÌLAH "BESTUURSKUNDE¨
(G.A.van Poelje, 1942;1953), DÌDEFÌNÌSÌKAN SEBAGAÌ: "ÌLMU
PENGETAHUAN YANG BERTUJUAN MEMÌMPÌN HÌDUP BERSAMA
MANUSÌA KE ARAH KEBAHAGÌAN YANG SEBESAR-BESARNYA
TANPA MERUGÌKAN ORANG LAÌN SECARA TÌDAK SAH¨.
2) DÌ ÌNDONESÌA ÌLMU ÌNÌ DÌDEFÌNÌSÌKAN BERBEDA, MÌSAL: "ÌLMU
PEMERÌNTAHAN MENGGABUNGKAN ASPEK-ASPEK ADMÌNÌSTRASÌ
NEGARA DENGAN PENDEKATAN FORMAL TERHADAP STUDÌ
TENTANG PEMERÌNTAHAN ÌNDONESÌA (BAÌK NASÌONAL MAUPUN
LOKAL) DAN LEBÌH MEMENTÌNGKAN MASALAH-MASALAH PRAKTÌS
DALAM PEMERÌNTAHAN¨ (Miriam Budiardjo dan Maswadi Rauf, UÌ,
1985)
3) ÌLMU PEMERÌNTAHAN ADALAH "ÌLMU YANG SECARA OTONOMÌ
MEMPELAJARÌ BEKERJANYA STRUKTUR-STRUKTUR DAN
PROSES-PROSES PEMERÌNTAHAN UMUM, BAÌK ÌNTERNAL
MAUPUN EKSTERNAL¨ (Soewargono Prawirohardjo, ÌÌP, 1991).
4) ÌLMU PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ "ÌLMU YANG MEMPELAJARÌ
PROSES POLÌTÌK (ALOKASÌ OTORÌTATÌF NÌLAÌ-NÌLAÌ DÌ DALAM
SEBUAH MASYARAKAT) DALAM PENYELENGGARAAN
PEMERÌNTAHAN SEBUAH NEGARA¨ (Afan Gaffar, UGM, 1995).
5) "ÌLMU PEMERÌNTAHAN MENELAAH (MEMERÌKSA, MENGANALÌSÌS,
DAN MENJELASKAN) BAGAÌMANA PEMERÌNTAHAN UMUM
SESUNGGUHNYA DÌORGANÌSASÌKAN, DÌFUNGSÌKAN, DAN
MEMBERÌKAN PENGARAHAN BAGAÌMANA ATURAN SERTA CARA
KERJA PEMERÌNTAHAN UMUM SEPATUTNYA DÌPERBAÌKÌ, DÌUBAH,
DAN DÌLAKSANAKAN¨. PEMERÌNTAHAN UMUM DÌDEFÌNÌSÌKAN
SEBAGAÌ KESELURUHAN STRUKTUR DAN PROSES DÌ DALAM
MANA DÌAMBÌL KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGÌKAT. DÌSÌNÌ,
ÌLMU PEMERÌNTAHAN DÌ ÌDENTÌKKAN DENGAN KAJÌAN PUBLÌC
POLÌCY (seperti dijelaskan A.Hoogerwerf, 1983). (Muchlis Hamdi,
catatan perkembangan ilmu pemerintahan di Belanda, 1999)
6) ÌLMU PEMERÌNTAHAN DENGAN ÌSTÌLAH "KYBERNOLOGY¨ (ÌLMU
PEMERÌNTAHAN BARU). DÌÌSTÌLAHKAN OLEH Taliziduhu Ndraha
(2003). KYBERNOLOGY DÌDEFÌNÌSÌKAN SEBAGAÌ "ÌLMU YANG
MEMPELAJARÌ BAGAÌMANA MEMENUHÌ DAN MELÌNDUNGÌ
TUNTUTAN MASYARAKAT (YANG-DÌPERÌNTAH) AKAN LAYANAN
CÌVÌL DAN LAYANAN PUBLÌK PADA SAAT DÌBUTUHKAN OLEH YANG
BERSANGKUTAN, DALAM HUBUNGAN PEMERÌNTAHAN¨.
MT RNTI 1: SEJRH ILMU PEMERINTHN
MATA RANTAÌ ÌNÌ MEMBAHAS RÌWAYAT PERKEMBANGAN ÌLMU
PEMERÌNTAHAN SAMPAÌ MENJADÌ KYBERNOLOGY, DAN
HUBUNGANNYA DENGAN DÌSÌPLÌN LAÌN. (Penjelasan lihat lebih lanjut
Ndraha, 2003 jilid 2, hal. 612-615)
PARADÌGMA
· ÌSTÌLAH PARADÌGMA DÌKEMUKAKAN OLEH THOMAS S.KUHN
(dalam bukunya: The Structure of Scientific Revolutions, 1962).
· TETAPÌ, SAYANG KUHN TÌDAK MERUMUSKAN DENGAN JELAS
TENTANG APA YG DÌMAKSUDKAN DENGAN PARADÌGMA ÌTU.
· KUHN MENGÌSTÌLAHKAN PARADÌGMA MÌRÌP DENGAN KONSEP
EKSEMPLAR.
· KUHN MENDÌSKUSÌKAN KEANEGARAGAMAN FENOMENA YG
TERCAKUP DALAM PENGERTÌAN, SEPERTÌ: "KEBÌASAAN-
KEBÌASAAN NYATA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN HUKUM YG
DÌTERÌMA, HASÌL-HASÌL NYATA PERKEMBANGAN ÌLMU
PENGETAHUAN, SERTA HASÌL HASÌL-HASÌL PENEMUAN
ÌL.PENG. YG DÌTERÌMA SECARA UMUM, ÌNÌLAH YG
MEMPEROLEH KEDUDUKAN SEBAGAÌ EKSEMPLAR.
MT RNTI : STTE OF THE RT (PRDIGM) ILMU PEMERINTHN
Untuk Ìlmu Eksakta Umumnya Menggunakan Ìstilah "Paradigma¨
Untuk Ìlmu Sosial Umumnya Menggunakan Ìstilah "State Of The Art¨
MASTERMAN (1970) MENGKLASÌFÌKASÌKAN PENGGUNAAN KONSEP
PARADÌGMA KEDALAM 3 (TÌGA) KELOMPOK:
1). METHAPHYSÌCAL PARADÌGM (META PARADÌGM)
2). SOCÌOLOGÌCAL PARADÌGM
3). CONSTRUCT PARADÌGM.
PARADÌGMA METAFÌSÌK MEWUJUDKAN BEBERAPA FUNGSÌ:
1) PARADÌGMA ÌNÌ MENGGARÌSKAN APA YANG DÌPELAJARÌ OLEH
SUATU KOMUNÌTÌ KEÌLMUAN TERTENTU;
2) PARADÌGMA ÌNÌ MENGARAHKAN PARA ÌLMUWAN KEMANA
MEREKA HARUS MENYELÌDÌKÌ UNTUK MENDAPATKAN APA YANG
DÌMÌNATÌ UNTUK DÌPELAJARÌ;
3) PARADÌGMA ÌNÌ MENGATAKAN KEPADA PARA ÌLMUWAN APA
YANG DAPAT DÌHARAPKANNYA UNTUK DÌTEMUAÌ MELALUÌ
KEGÌATAN KEÌLMUANNYA.
KUHN MENYEBUT PARADÌGMA ÌNÌ : DISIPLINRY MTRIX.
PARADÌGMA SOSÌOLOGÌS MÌRÌP APA YANG OLEH KUHN DÌSEBUT
EXEMPLAR. KUHN MENDEFÌNÌSÌKAN EXEMPLAR SEBAGAÌ SEJENÌS
UNSUR DÌ DALAM KONSTELASÌ ÌTU (YAÌTU PARADÌGMA METAFÌSÌK);
PEMECAHAN NYATA TERHADAP MASALAH YANG BÌLAMANA
DÌPERGUNAKAN SEBAGAÌ MODEL ATAU CONTOH, DAPAT
MENGGANTÌKAN ATURAN-ATURAN EKSPLÌSÌT SEBAGAÌ SUATU
LANDASAN BAGÌ PEMECAHAN MASALAH YANG MASÌH ADA DÌ DALAM
ÌLMU NORMAL (lihat bahan: Revolusi Keilmuan).
CONSTRUCT PARADÌGM SEBAGAÌ YANG PALÌNG SEMPÌT DARÌ DUA
JENÌS PARADÌGMA DÌ ATAS. CONSTRUCT PARADÌGM MERUPAKAN ALAT
ATAU ÌNSTRUMEN TERTENTU YANG DÌGUNAKAN DALAM SUATU
CABANG ÌLMU.
PARADÌGMA ADALAH: ¨SEPERANGKAT ASUMSÌ, BAÌK TERSURAT
MAUPUN TERSÌRAT, YANG MENJADÌ LANDASAN BAGÌ GAGASAN-
GAGASAN KEÌLMUAN¨ (Phillips, 1971:44).
PARADÌGMA ÌALAH: SUATU CÌTRA FUNDAMENTAL DARÌ POKOK
PERMASALAHAN DÌ DALAM SUATU ÌLMU. PARADÌGMA
MENGGARÌSKAN APA YANG SEHARUSNYA DÌPELAJARÌ,
PERTANYAAN-PERTANYAAN APA YANG SEHARUSNYA
DÌKEMUKAKAN, BAGAÌMANA PERTANYAAN-PERTANYAAN ÌTU
SEHARUSNYA DÌKEMUKAKAN DAN KAÌDAH-KAÌDAH APA
YANG SEHARUSNYA DÌÌKUTÌ DALAM MENAFSÌRKAN JAWABAN
YANG DÌPEROLEH. PARADÌGMA MERUPAKAN SATUAN
TERBESAR DARÌ KONSENSUS DÌ DALAM SUATU ÌLMU
(KESEPAKATAN ÌNTELEKTUAL) DAN YANG MEMBEDAKAN
SATU PERSEKUTUAN ÌLMÌAH DARÌ PERSEKUTUAN ÌLMÌAH
YANG LAÌN. SÌNGKATNYA, PARADÌGMA MERUPAKAN
SEPERANGKAT ASUMSÌ ATAU ANDAÌAN TERSÌRAT ATAU
TERSURAT TENTANG FENOMENA SERTA MERUPAKAN
LANDASAN BAGÌ BERBAGAÌ GAGASAN ÌLMÌAH (Ritzer, 1975;
Marshall, et al, 1980; Nan Lin, 1976).
REVOLUSI EILMUAN
THPN REVOLUSI EILMUN
PARADÌGMA Ì NORMAL SCÌENCE Ì ANOMALÌES
KRÌSÌS REVOLUSÌ PARADÌGMA ÌÌ
NORMAL SCÌENCE ÌÌ
(PEREMNGN) PRDIGM (OCUS O INTERST)
ILMU PEMERINTHN DI INDONESI
Paradigma Ìlmu Pemerintahan versi Taliziduhu Ndraha:
PARADÌGMA 1: ÌLMU PEMERÌNTAHAN BERWATAK NORMATÌF, ATAU
HUKUM POSÌTÌF, DAN DÌAJARKAN SEBAGAÌ ÌLMU¨NYA¨ PANGREH
(KEMUDÌAN PAMONG) PRAJA (Sebelum 1940-an).
PARADÌGMA 2: ÌLMU PEMERÌNTAHAN LEBÌH DEKAT DENGAN ÌLMU
POLÌTÌK (Sejak 1940-an).
PARADÌGMA 3: ÌLMU PEMERÌNTAHAN LEBÌH DEKAT DENGAN ÌLMU
ADMÌNÌSTRASÌ NEGARA (Sejak 1955).
PARADÌGMA 4: ÌLMU PEMERÌNTAHAN LEBÌH DEKAT DENGAN DOKTRÌN
MÌLÌTERÌSTÌK (Sejak 1990-an)
PARADÌGMA 5: ÌLMU PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ MANAJEMEN
PEMERÌNTAHAN (Sejak 1993)
PARADÌGMA 6: KYBERNOLOGY (ÌLMU PEMERÌNTAHAN BARU) (Sejak
2000-an)
Paradigma Ìlmu Pemerintahan versi Ìnu Kencana Syafiie:
PARADÌGMA 1: ÌLMU PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ CABANG ÌLMU FÌLSAFAT
PARADÌGMA 2: ÌLMU PEMERÌNTAHAN MENGACU KEPADA AL-QUR'AN
PARADÌGMA 3: ÌLMU PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ SUATU SENÌ
PARADÌGMA 4: ÌLMU PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ CABANG ÌLMU POLÌTÌK
PARADÌGMA 5: ÌLMU PEMERÌNTAHAN DÌANGGAP SEBAGAÌ
ADMÌNÌSTRASÌ NEGARA
PARADÌGMA 6: ÌLMU PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN
YANG MANDÌRÌ.
· CATATAN KAKÌ ÌNU KENCANA (2005) MENJELASKAN: BAHWA FOCUS
OF ÌNTERST ÌLMU PEMERÌNTAHAN SALAH SATUNYA ADALAH
HUBUNGAN ANTARA PENGUASA DENGAN RAKYATNYA. KETÌKA
HUBUNGAN TERSEBUT DÌ LÌHAT DARÌ TUGAS PEMERÌNTAH SEBAGAÌ
"PENJAGA MALAM¨ (ANTÌSÌPASÌ DEKADENSÌ MORAL RAKYAT) DÌA
MENJADÌ "SERBA KEKUASAAN¨, ÌNÌLAH PARADIGMA EROPA
ONTINENTAL YANG SERBA KEKUASAAN, SEHÌNGGA ÌLMU
PEMERÌNTAHAN CENDERUNG MÌRÌP ÌLMU POLÌTÌK.
· TETAPÌ KETÌKA NUANSANYA "SERBA PELAYANAN¨ DÌLÌHAT DARÌ
TUGASNYA SEBAGAÌ ABDÌ MASYARAKAT, DÌA MENJADÌ "SERBA HAM
& DEMOKRASÌ, ÌNÌLAH PARADIGMA ANGLO SAXON, SEHÌNGGA ÌLMU
PEMERÌNTAHAN CENDERUNG SEPERTÌ ADMÌNÌSTRASÌ NEGARA.
· KETÌKA ÌLMU PEMERÌNTAHAN DÌKATAKAN CENDERUNG MÌRÌP ÌLMU
POLÌTÌK, SEDANGKAN ADA DUA PÌHAK, YAÌTU: PIH PERTM,
ÌLMU POLÌTÌK JUGA PUNYA PARADÌGMA TERSENDÌRÌ SEBAGAÌ ÌLMU
YANG MANDÌRÌ, YANG MENDAHULUÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN, PIH
EDU, ÌLMU PEMERÌNTAHAN JUGA SUDAH MEMANTAPKAN DÌRÌ
SEBAGAÌ ÌLMU YANG MANDÌRÌ (PARADÌGMA KE-6: "ÌLMU
PEMERÌNTAHAN SEBAGAÌ ÌLMU PEMERÌNTAHAN YANG MANDÌR̨,
ÌNU KENCANA, 2005:38).
perkembangan paradigmatik
IImu Pemerintahan
1. Tahap pertama, gejaIa pemerintahan dikaji meIaIui sudut
pandang dan cara menurut iImu yang ada pada masa itu,
sehingga pada tahap ini, gejaIa pemerintahan dipeIajari sebagai
bagian disipIin iImu yang bersangkutan.
. Tahap kedua, gejaIa pemerintahan dipeIajari oIeh disipIin iImu
pengetahuan yang ada sehingga terbentukIah spesiaIisasi
disipIin iImu yang bersangkutan.
3. Tahap ketiga, IahirIah disipIin iImu pemerintahan eIiktrik yang
disebut juga iImu Pemerintahan generasi pertama.
4. Tahap keempat IahirIah IImu Pemerintahan yang mandiri dan
didukung oIeh metodoIogi, atau disebut juga iImu
Pemerintahan Generasi kedua.
. Tahap keIima kemandirian suatu disipIin iImu seIain ditandai
oIeh terbentuknya metodoIogi iImu yang bersangkutan, juga
ditandai dengan kemampuan denominatifnya atau disebut juga
iImu Pemerintahan generasi ketiga.
ModeI MIP Satu sampai Tiga
(Sumber Buku Metodologi Ilmu Pemerintahan Karya Taliziduhu Ndraha)
1. ModeI MIP Satu: Manusia adaIah MakhIuk.
sas yang mendasarinya terIetak pada reIasi antara khaIik dan
makhIuknya. Pada hubungan ini manusia dianggap dianugerahi
niIai-niIai Iuhur yaitu semua kepercayaan dasar yang bersifat
universaI.
. ModeI MIP Dua: Manusia adaIah Penduduk umi. Peran
Pemerintah daIam modeI ini dapat terIihat nyata di bidang
kependudukan, misaInya pendataan penduduk yang
seIanjutnya diberi tanda pengenaI yang disebut TP.
3. ModeI MIP Tiga. Manusia adaIah warga masyarakat, konsep ini
merupakan konsep tradisionaI IImu Pemerintahan menurut
kajian SosioIogi Pemerintahan yang dasar diIetakkan antara
Iain oIeh Robert Mc Iver: yaitu manusia adaIah makhIuk sosiaI,
ia hidup bermasyarakat.
MT RNTI 3: SISTEMTI
SÌSTEMATÌK KYBERNOLOGY DAPAT DÌRANCANG DALAM 3 TATARAN:
a) CONTEXTUAL (TERLUAS) TERGAMBAR DALAM PARADÌGMA
b) CONTENTS (LUAS)KYBERNOLOGY SETARA
BESTUURSWETENSCHAPPEN
c) DEFÌNÌTÌON (SEMPÌT). ÌSÌ KYBERNOLOGY MENURUT DEFÌNÌSÌNYA
MELÌPUTÌ JAWABAN ATAS PERTANYAAN BERÌKUT:
1) SÌAPAKAH YANG-DÌPERÌNTAH ÌTU?
2) APA SAJA HAK, KEBUTUHAN, DAN TUNTUTAN YANG-
DÌPERÌNTAH?
3) ÌNSTÌTUSÌ APA YANG BERKEWAJÌBAN MENGAKUÌ,
MEMENUHÌ, DAN MELÌNDUNGÌ TUNTUTAN YANG-
DÌPERÌNTAH?
4) APAKAH HUBUNGAN PEMERÌNTAHAN ÌTU?
5) BAGAÌMANAKAH MENGAKUÌ, MEMENUHÌ ATAU MELÌNDUNGÌ
TUNTUTAN YANG DÌPERÌNTAH PADA SAAT DÌBUTUHKAN?
MT RNTI 4: METODI-DIDTI (PENGJRN YERNOLOGY)
· PENGAJARAN KYBERNOLOGY DAPAT DÌPAHAMÌ MENURUT
PARADÌGMANYA SEBAGAÌ SEBUAH BAHAN AJARAN;
· PENGAJARAN ÌLMU PEMERÌNTAHAN DAPAT DÌPAHAMÌ MENURUT
BENTUK DAN JENJANG PENDÌDÌKAN;
· DARÌ SUDUT DÌDAKTÌK-METODÌK, KYBERNOLOGY DAPAT
DÌBEDAKAN MENJADÌ PENGANTAR ÌLMU PEMERÌNTAHAN
(INLEIDING), ÌLMU PEMERÌNTAHAN (ESTUURSWETENSCAP), ÌLMU-
ÌLMU PEMERÌNTAHAN (ESTUURSWETENSCAPPEN), DAN SENÌ
DAN TEKNÌK PEMERÌNTAHAN (ESTUURSUNDE).
MT RNTI :PLISI (PENERPN) YERNOLOGY
KEYBERNOLOGY DÌTERAPKAN (DÌGUNAKAN) UNTUK
MEMBANGUN PEMERÌNTAHAN MENURUT PENDEKATAN DAN
STRATEGÌ TERTENTU
Capita Selecta MÌP
Scientific Discipline
(Disadur dari B.Philips, 1971)
"SUBJECT MATTER¨
(Objek Materia/Pokok Persoalan)
PARADÌGMA
(Focus of Ìnterst/Objek Forma)
KONSEP/TEORÌ
PERBENDAHARAAN ÌSTÌLAH YG KHAS
"PEER GROUP¨ METODOLOGÌ
Objek IImu Pemerintahan
Obyek MateriaI (bersifat umum/gIobaI)=>Subject Matter (Pokok
PersoaIan
· Negara (sama seperti disiplein ilmu adm negara, htn, ilmu negara,
ilmu politik) ÷ sebagai objek Material Ìlmu Pemerintahan Umum;
· Bagian dari negara (Negara Bagian, Provinsi, Kabupaten, atau
istilah lain yang setingkatnya) ÷ sebagai objek Forma Ìlmu
Pemerintahan Daerah.
Obyek Forma (bersifat khusus/spesifik sesuai pusat perhatian
disipIin iImu)=>Focus of Interst
Objek Forma Ìlmu Pemerintahan Umum
Objek forma ilmu pemerintahan bersifat khusus dan khas, yaitu
hubungan hubungan pemerintahan dengan sub-subnya (baik
hubungan antara Pusat dengan Daerah, hubungan antara yang
diperintah dengan yang memerintah, hubungan antar lembaga serta
hubungan antar departemen),termasuk didalamnya pembahasan
output pemerintahan seperti fungsi-fungsi, sistem-sistem, aktivitas
dan kegiatan, gejaIa dan perbuatan serta peristiwa-peristiwa
pemerintahan dari elit pemerintahan yang berkuasa.
Objek Forma Ìlmu Pemerintahan Daerah
Masih dalam perdebatan ahli ilmu
pemerintahan
Hubungan yang memerintah dan
diperintah
Fenomena penguasa resmi dalam
masyarakat
Fungsi output dari sistem politik
Aspek pelayanan publik
Manajemen pemerintahan
GRAND THEORY OF LOCAL GOVERNMENT
(Teori Utama pada Teori Pemerintahan Daerah)
· Pluralism %047
· Elitism Theory (Elite Theory)
· Western Marxism Theory
· Power - dependency theory
· regime theory
· regulation theory
Grand Theory of LocaI Governance
(Teori Utama pada Teori Tata Pemerintahan Daerah)
Middle and Low Theory of Government
1. Teori Keagenan (Agency Theory)
2. Teori Pembagian Kekuasaan (Vertikal &
Horizontal)
3. Teori Pembagian Kewenangan
4. Theory Grassroots Governance
5. Teori Keunggulan Komparatif
6. Teori Strukturasi Pemerintahan Desa
7. Growth Machine Theory
8. Teori Konflik dalam pemerintahan desa
9. Teori Penerimaan Negara
10. dll.
Metode dalam Ìlmu Pemerintahan
(Sumber: Ìnu Kencana Syafiie,2003,Ìlmu Pemerintahan, Edisi Revisi, Mandar Maju, Bandung)
· Metode Ìnduksi
· Metode Deduksi
· Metode Dialektis
· Metode Filosofis
· Metode Perbandingan
· Metode Sejarah
· Metode Fungsional
· Metode Sistematis
· Metode Hukum
· Metode Sinkretis
1. Asas adalah dasar, pedoman atau sesuatu yang dianggap kebenaran,
yang menjadi tujuan berpikir dan prinsip-prinsip yang menjadi
pegangan.Ada beberapa asas pemerintahan,antara lain : asas Aktif,
asas Vrij estuur (Mengisi kekosongan pemerintahan), asas
Membimbing, asas Freies Eremessen (asas Ìnisiatif), asas Otomatis
(asas dengan sendirinya), asas Historis, asas Etis, dan asas
Detrournement de Pouvoir (asas kesewenang-wenangan pemerintah).
2. Teknik-teknik pemerintahan adalah berbagai pengetahuan, kepandaian
dan keahlian tertentu dalam cara yang dapat ditempuh atau digunakan
untuk melaksanakan dan menyelenggarakan berbagai peristiwa-
peristiwa pemerintahan. Untuk teknik pemerintahan di Ìndonesia ada
beberapa teknik yaitu : Diferensiasi, Ìntegrasi, Sentralisasi,
Desentralisasi, Konsentrasi, Dekonsentrasi, Delegasi, Perwakilan,
Pembantuan, Kooperasi, Koordinasi dan Partisipasi.
3. Menurut Taliziduhu Ndraha, pemerintahan dapat digolongkan menjadi 2
golongan besar yaitu pemerintahan konsentratif dan dekonsentratif.
Pemerintahan dekonsentratif terbagi atas pemerintahan dalam negeri
dan pemerintahan luar negeri. Pemerintahan dalam negeri terbagi atas
pemerintahan sentral dan desentral. Pemerintahan sentral dapat
diperinci atas pemerintahan umum dan bukan pemerintahan umum.
Yang termasuk ke dalam pemerintahan umum adalah pertahanan
keamanan,peradilan, luar negeri dan moneter.
PERBENDAHARAAN ÌSTÌLAH YG KHAS
SELESAÌ
· Terima kasih

!03079,3
W ,8503,,3907,/,5-07-,,2094/0 ,3203,/-,,3502-039:,3 80507,3,950309,:,39039,32094/0 /80-:92094/44 W 094/442:80.,7,1472,200,9/ /,,2/01382:,3-078,3:9,3/,3 80.,7,8:-89,391/9:3:,340,842,  ,3,5,3/,8,7 503/0,9,3 24/0,3,88 /,324/043897:503,,2,3/,3 43805

W !,/,, 2,9,:,,320250,,7 50307,5,3 2094/442: %047/,343805 8079,094/0
2094/0/,3903
903 50302-,3,32:50309,:,3 402: 5020739,,3/,,2203,2,8,,
2,8,, ,9,:20250,,70,, 
0,,5020739,,3 :39:50302-,3,32:5020739,,39: 803/7  W $,3/,7,3!,/,,8,1,92: /,,2,3 :,8,1,92:!020739,,3 W $090,20250,,7!3 2,,88, /,7,5,3/,5,9203,3,8850789,

3%047 9047 43805 438052: 5020739.. /..3203:3.5020739.3!:39: 20250...8..3/03.0.3/..750789.32.3 203:3..

0..

3 ...2.-/.  .8.33.3.

3.0589024 7809:8:8/..9 2: !020739.  8.92:  2:4..05890247809 80:7:/../.3  %   & 094/442:!020739.7./2.3!020739.3:32:/.3 2:!020739. 5890242: !.3 ! 094/442: /23897.2!  8. 3944 .1.$97:9:7.3  094/44!0309.1.0. /2!$ #.92:  8.3 .3..32: .2: #.8 094/442:!49 /8 094/44!0309.3.3 !! #.3.1.9 #.

0. 805079-0757 207.3/.3/./.390./.34-0.92: 8.2..3 /90.--0-07.32025079....3..:.1.9.5.3202-:.:-:3.  .52.8.3.3::/.3 ..3.7..7.38. .//03.8.1.3/.2: -..5..29....8.3 /.0/.5..3 3944 .350309.320303..04254.9.9.3. 18.2.1.0.3/.9 /5.92:207:5.5.3:8..32033/07.. 5079.9.92:.04254.3.3 -07:9  .7 4-090780-:9 -.8.333203.3/.39.3. 4-09.380.

. /.8079.8 033.. 507:/09.3203.:50784.9: 2: -.9/.203./../. /73.9.9: 43944.35030/.:5.5 81.3 .907./.35079. 2: 803.2.3 .0..3 907. 439448 .370108 7././.3. W ..203.7.380.3709...843./.703.90479039././.370.22:9: /03.4-02../ 54450784.5./4-0808:.3.3 ../:: 9039.8 /03.88/./.3890984.3.

9./5:8.3.92.8:-0.9507.:5:34-0 1472.3.203.9907 2.

14.:841 3907089  W .

3 /.5.. 57480/:73.7.3.2203/. 0257..2:  .5.3.5.5..3.. .9.2.9.3.7 .058902442025079.203/.350309.3.7.2.950309..3.3.703.3 80-.3-03.9...-07:9  ..3574808.3 9:803/7 .3.2:9:803/7  2.3.5.8.95..79.90723442:98- /.7.7:8/507.:.3.3589024 .9..3. ... ..2025079.2: -.32025079..3202:33.:..:.3/80-:90-03.3202-.2. 203/.3-.3.3/..350309..3 /92-..3-07:5.3.:.7907.3./.50309.5.5.9/.5.39:2:.3-07:5.3 -03.7 .507:5:.

9/./.343805 438052: 5020739.18..3..3.3.3/.95.3/..3..57.3!020739..2094/442:98- /.5.8.   .3   ..73.1.3   .. /. 903 9035020739.2..93.92:98-  .3  .5.95.903 9033...3   .2.3..094/44 2:!020739..88902..3./.3094/0!0309.2.9047 90472:98-  .3-039:5020739.905020739.2.2..!02-.9/.9.:/.388902 /..8.2.

3/.32: .7.3/90.3 5.3.0/:7..2.0:3.3844 .3.8.2.0/. 247.3-07:5.39...3:39:. -. -07/.39..50309.35.3.3.3 -. ..:.3./03.3..34-0. .5.7.0/.390780-:9/03.7.8.3207:5. 3472.843.3 4507. 503:3...3 20250784.9.2. 2:9:/507:3..8...903574.82094/02.7..33472..9.3 .32.8..503039:..  -.247.

574108843, 2:5020739,,380,380-,,2:2:73

5:708.03.0 2:90479802578 :,9072,8:2: 907,5,3

,550/8.03.0 2:57,98 2,,/03,, 89, 8032020739, ,/ 5070202-,3,32:5020739,,3,,30- 9,25,0,8907/0908 ,703,/,5,91,3405,7, :807 ,/07 
,/075,243

!#%&% %   &!#% ! $ %   !%!#% !!  %$ !%$   $$%%   &!#% !  $%& $$$% %   !%!#% !!  %   &  $% %    %   &!#% ! &$%   #% !% #$% %%! $%&$%&$% %& %   & $#$%& .

  !#!$%   $%!%&  %   &!#% ! #&&!# #&$!%& &%&& !%&!#% %&$ %&&#  #      !&&&     $&%&!#%%&   $%#&$ $&#$&%%%! #%#&$%#$%#  $!!& $%   !% !#% !! !#!$%  #&& !# #&$!% &%& &$&$ $ $!#%  !#% %!&%&!!%&& !#%#&%!$# % %& !!! 3/:91.

91  0/:91.:.9.

:.399.91  .

3 ! % %3/..8.3 $ $:-0 094/442: !020739.!020739..3  .3 !020739...3 !! ! 2:!020739.&&%#!!! %     %&&# /...8. -0 !0309.3 ! 094/44!0309..3 ..8... !0789..9 $03!020739.7.3 !020739.2 %   &!#% 2.

30  18.39.1.8.7. 8003.3:8..3 8:.32:2.1.3/..3.:. $0/.3203.1.35020.380.950309...:.92:207:5.79079039:  W 03:7:9%0. 80/.350309.70/:5. 8..9/.3 50784.3.7.1.380.3:9 ..:-:3...38.7:.3 .392-.85081203.32025:3.1.-07.:.32.:5:3:-:3...25:7.92: 50309. ./.320303.7.3701091907./.92:207:5.9:-/.18.92:.350309.3-.80.39:35./..32: ..3.7 .. -..32:/03./.33.3.32.!#%$%& W 8.30889038 /.32: 207:5.550784...705890244 18.3/.-.3.3 503.55027.:.

897.32. W .3 ..3 .77./..3.-.2:50309. /20380-:/.3-. 0:3.3 02-.7 50309.703..9:809.0/:5.203:950702-..:.3.33.3:39:203.718. 40394-8434 /   0.79039.3.3803.250702-..:.92:9: -07:-.2033.7..318.2.350309..9: /507:.30.83..3:39:203.5:.1.203/.:.3.3.59/.39:-.3.380. !0309.58.5..25..3  -0/.7: .38050792: 2:0.3.W $0:-:3.:./.33.0 .90780-:9.9 2:207:5.9:./.38.3/.25..1./03.3.3.3:909/.7.8.9047 .:.35.5..79 2.3.3 9...3  0.703..18.33.2  -..3503/.32: 909.5.:02..2.1.3/...3 -/.808:.3:3.2: 50309.30:789 .9050302-.5.0.3 /.92:.8..32:.9.:.72: 50309./.3 80-.3203./5.3.350307:8.3:8.80.92:203.2./.3 5.350302-.3.:.990780-:9-..350703:3./...1..31.3.9/.3.:-07:-.3 203.18.0-/.9.2..3/03.9 50309.

38079.83.8..7/.9.. 18.1.9. 803.2.9:80/.9/.3.-./.:9/.9.3/..3 2:...9.33.3809.803.8:5488 2:3..7.350302-.39.9:. 2.3207:5.207:5.83.99073/.-:3.39:803/7 W 03.82:/.32094/03.92:50309./. 4.318.3.318..5.7808:.9.0907-.3 18...7..43709480/02..9  03:7:940394-8434  18.-./5.503.38079.9: .8047.33.43.370.:39:2.7808:.  0907.0.8..92:9: 203:7:9!40854574/4 /...34-08.3-07:8.W 03.8.7 9: /.1..3 02:33.3202.3/02.:...3203/.3-07:8.3803/73.1.3..2. ..1.33..9/03..39.7.243908 /03.3/.8/..3.37:5.50785091 507850912: 02:33.:203. 897:9:75027.3 80-.8:0/.70.39.0.1.9..3-.550703:3.32:. 57.9.8.0.2.7 2.:39:202. .32.92: 9.9 //0138.5.2-.3..2 40394-8434  /..92:50309.3.380-.32:9:803/7 0-/..38.5.2:.:.:39: 202./..8.3 39009:.3.5.3.3.3//4743:39: 202.5.72: 8251.2..07.20:.9 /./.7918. ./03.

5.:.5.3//::3/03.9 503/.5.3.3.8.7..:50302-.75027.9 503/.320303.92:207:5..5503/.507:2:8..32: -07/.  W 8.1.8.30.3 9039.92:/.3 90479039./.37989039.3.03/07:3.3. 80.9 503/.92: W 8..3/:.3 W 8.35.3/.888079.92.7.7.92:.:907.7.5.32:.5.8.9/2..3.502-./.8/.3/....5.92.92.2.3/.3203093.  W 8. .3 9/.3503/.9.35.92:207:5.92:.3.1.18.3.81.80-./.8:.0-07.38:.1.7.3/3.3503/.38:/.5./.5.1.5.2:.380.350309.9:93.8.9:/853 43805 /.3.35.1./.25.90705.3.3-:9 -:92.5.1. W 8.

  9.3203:93.57.20303.7.92:..9 W 07.43/.5489.7.3 5././2..-.5489 5.3:-.-.1.820 . 5489.820  W 07.3 W 07.03.820 /..9.8.218.5489.

38.1.9 2: !#! $%'$ !#$% & ! $%'$ ! $%! $%'$ .3.!0702-.

81  .93.-.3.7/.:8  ..3.78949008  80-.9:8 08.5.3:8. /..41.7..47...9: 5745488-8.3.2../03.7/:.7.5 9/.3 2. 909.2094/02.:39:202. &39: 2025074050309.7.2.7908 ...7.9: 7039.3203.203074-48 503...8:20    8:.3/../80.30507 /.:/0///0 8:./.3907.5.35...32.3..78949008  $  8.7/. 9/..::5 203:3.3:8.3/.2 507:-.41 4397.1.. .5489.38047.95.3-03.203.3:8..07.3.2.820 W 3.3-07:8.9:../5.18.3 0-07.!7.04 /.7:789490089.5..3.3 2030-.3::2 ::24.25.5745488.:3  W 03:7:978949008 2.3-8./.3 .3..8974342 45073.80.902.25. &8.:88.5.. 4.280.47.-03.3 80.:..8.2. 588 907.:50-/.3./..-./.7-: 9. 805079.8.943 9/.2.503.320703:3.3.92:  2:..

!7.5489.820 W % &%% #%$ #$% .

!489./.3 8.3..9: 04254 18.820 . 18./..3 40 2:.. 57385 /.1 !5 7.7.7.. 80.3 02:/.3 479 $.7. .2..3 :702 2:3.-.820 202-039: 04254 .3 /.. . .38 .1.820 /. . 072.3 5. 5.3 . !489.7.3 40 -07-.9 /825:.3 .1.9 /.3 -078.3 .: 944 944 5489.-.3/.9 5489.820 /.3/./. ::890 4290 20 :702 02:/.7. 20.2 2.9 ..5.820 907:9..820 /2:.3 0. /:7.3 5.3 3. 3../. 5489.:.820 90. 1:8:1 9039.8..8 .3 -07./. 4290 /. ...7.820 094/0 .:5:3 -09: 80.8.9 54891 907. 8./  /.3..3 2094/0 2./  :8:83.3. /03. $0-.3 5489.3 848.7 . 80-.73.3.7.-.7 5489.3 8090. 1:8:1 /03..3 . 07.3 90703.3/.3 !489. 080:7:.5 2: /.3 5.8: :894.3 #:/41 .3 /9./  .3 994 0:7. 9072. 0943.

/..39.:39:202-:9.: 202507.71.7..7.3:7.3.9.7. .89.9.9.9.33.9:  93 .3:8.907.3 202:33.9.:25489. .989 ..3/.70..-080..7. .380-.3-.-/./.3 :-:3.3808:.33/.80-.:80-..3 -.8203./:80-.848. :39:203.3203.8.9.:25489.7:089073.3 /.- 80-..3. :.. 1.3 .71.9..3202-07.91  :2. 1.7.9.3 503.848.. .: 2.848. -.9...:0.399.1.305.9.3.35.3.9. 1..88/0247.. 4-0  :702203.- 80-.2.3/. ././.593. 0.30.2:.9.9.:2094/0805079$:7.3848.7..  .-20../.8203091. 0.33.3202. :80307 503.

..:: .24/054909.3.5.8 4507..3 ./.8 .8549088203..3.3907/.2094/02.5490889:.8.83.9./-:9.5.842.81.7!45507  203.8 ..3 4-807. /1.820207:39:90.3 8073/80-:980-.8. /0/:91 .8 $0. /1.474-47.3/.32.7..2 43897: 43897:.843.8.549088.3.5.7:8/4507./.38.2 5.-.99.9/:  5490883.5438059:./2.3 503.8 /.:39:8 50309 207:2:8.2.7 !45507 2030-:93.843.8:2-07 .3/.81. 9047  50309..820203:954.W .5 -.. .9..-8.0.5489.7-07-.9..9 5489.3..7.8.9/::7 !0309 02:/. 9../-03.3203:549088/03.3549088 $:5.

3 :9.39047/.3/03.9.9508.9 907:9.399.3  3.3. 20308.50702-.3:..32:-07.2:3-07.:5030.W $0203..3 W !.3.3/.5.2..92:203.3503:40 5489.2 50702-.3 503::7..2.9:03...93.9.380-0:23.242 .:3 .38:380.9-07:-. 07-.902.3  .3.3/.3.3508.2.079..847/43 907-9.9.3. 80. 805079../8:.820 0257 20.3..:.32: /.3 503.3.5074/03-07-./.3/.:3 18.././.50302:.390344.5808:.38.35079.350789.1.0.7. .3/945.32:/..9: ....2:33/.203.390344 /.32:89.9180-..

.8.-07-.3..9907.3-0702-.W .2203.3 .82033.847/43..3.33.3:8./.20..344 /.8.847/43 W 09::.3 805079.:2 09.09.3507. 0-07.-:9/.5..820302-.3807-.4-.3-07.3.0309.3:8.2:3202/.9:.079././.:.:2 .8.2.74 .4335..7 -..0289743-03.  .233.32..302:/.3490.2-039:2083 20832.5 .8.32.3 .3-07./ :.807 80-.03.:3907309 0:2../:3.:20302-./:.09..:3.3 907.3 904770.:39: 2030...344 .5079.-07.7 203. .$3.320.7 -03.9.574/: 3./803.2..3.2./03./2.079.3/-:..7.-07 90..2-3 .7  .9:9:47.3202:33.3 203./..3  W 902:.3:8.3:8..3.9.3/.

320250740 0.802. 70/:91 /.390344  02.7/.3:8.32. 8079.9  18. 5489.3-08..902.3.50-08.3170041./.2202-.3 9/./5:37.3.3807-.3:8...3/.2.0-07../.W $02:.33 .-.337.80507980.34397-:8 .7..7.8.202-07.9.:090. 907. 202-:9.-.820 0257.300-.3 2.32:/.33.3:3507.3 202507440.

848.39: 9073.:.90.3.3/:3...3.30089.2.3.3 -:/..39. 2.04.8.48 .3 .90. /.32..52.3:8.3:8.3/..:. 7. 202:3.  ..202507.3.3:8.9.28 503.39.2/.90.39/.3.8.59.:..32.3 .8.3.703.9.7:./.30802-..3 -. W 08:808.350784.3 -07-.9.390344 903447. .320307.8.3:8.2..59.2:3 /-.7.257 907.//2.3:8.3 788/.2 203.8./.80-./.0/:5..9:803/7 #.202507.257907.39/.9073.//809. 80/07.2203.203..2-039:0.7-039:7..:39:203..W .8.9:80./-44207./2.59.35.33.3.9:2.8.0-07.803/7 .90703/.3:8.3 2030549. 90344....-.7. 07-.3-.907.5-0.83.32.9.3/.3 /..3 50784.9/.7...

 50..80.7 -03.9:/..3-0-.320309.9 8:28.35.99./.2. .3-.3.3/0503/03080:7:./.9:.32028.39025.8.370.5.83.7::3 5489.8/.89:3..8.3503.39/.-.7.343908  803..3.3.7503..-..9 .5.3..80-./.2..2094/44 203.: 8:28090705.7-0-. .8./.302:33./.. :2.83079/./.203.75.9: /.3-03.9/.-/.3..3/.3 8:28.80-..7: 889023.3 54943..7.7.9/50..9.5.7-.3/.23. -.-9.:8.:/.3.3 /09.3/.3.3 -. 2. .35..9/.35.9.9/::7 / 8.820  8:2843944829039.3 503.850309.3-03.8449039.9/90..2.3/./54943.3 8:280589024489039.9.5.3  .3/.3-07.8     .9:8.9.

!489.820 % &%%%$#$# ' !% .

379907..703...820  :7..7.3:3.3.7904750309.3.99.820:.8/:3.5 /09072382004342 .902.03/07:3.3 ./03.22:3.7 -07-.9.5!489..:./.848..55489.7.3:9 %04779.7-0.89 W !489.3//..80-.3-.  .3.379/.3 5489..540#/.30--079././:3.9  80-.7.9.7   79907./807.3/09072382004342 /5.8..: 080:7:.3/.3..340.:/./..320701.79907.38.3/. -070.8.2.3.3 503.3.820 W 79.

3/. %04779.3./.39.3:8.947 .3795489 5489.3/.9.3/. 5489.W $0.2034.81 .-.3.9.5-./.32.91 ..5.203.3:2:2 2:/.3.5489.2070.80399.3.39039.  !.9.3 088 W .3-07.35:.3/8..8.3/.3803/73.3.:0 18.35489.820/5.5.3 0:./2.3203.3/70/:880-.9  203.85.34020.388902.340 0:.2..3 5.3..9/907.55.947 / 2.8 0803-07-078.3.3/. W $05079/80-:9/.35.8:28 ..3 2.30:8:8..2025079.902.9:7.8.9:7.7.3.39:!489.2..3 -07.3./0-.3.3.33. 70/:91/. 6:.20907.9039.39:2203.3 5.9.5..8:285489..820.9:7.393/.:.7: 5.3.39/.3.3./9039:.7.820  347. 43807.820/03.8:943  20302:.3..38:/..390479:879/03.8.7.5.3170041.39./03.820  . 73.:7.9.

8.7.820. 5489 5489.!..

3 .9. 0.9427./.    $0-:.249.3/:5 ..94290780-:980903.3  !079.74/307 ./.92: $.78./.3 .49.8.98.7.942:38:77..35.280:2..1.3/:38.3 20303.249.8.3.8.3/:5/2.7.30/.43/.2-.90780-:9905.32..079.:.392-:.3:7:  .58090.2 80/.202-:.91 942 2025:3.3.32030:.9190.8..203./4.80-:..9 5..33.9429::7: 7.35.30803-07/..09..3:-.49.2.3 :.:  .7..9:./.3.8.39.149480./.9:.9:.3202.5.7.9:.33/.3909.3.9429: /.5..9:8.2 02:33.7. -08..73.9:.3/.2:/. 03420344 W W 7.9.:...9:. :.2 .7:..9.././0:.3.9.793.3/2:.2 .98.::.149480 .78.38038915.8.902:.-.:./. /.380903.  /..3 /5.3  $0047:./.3$..8:...70-3:3.320302:. 9./4.5.250...35079..218.3-.5./ 808:/.3.

.. 9. 203.-07/.3.9. 3/.2.202-:.3 W .3 .W 03:7:920./03.203.70.9.9.203.8.33/.3/.3/.59.6:.9.9:.9.39/..8 .3:3.3:.:2.49.32..370.59../.9 203439743./ 503.47.902:../.39:/:5.3 :39:.253..3:.39:2 3/.84-091 .. /:.83 :./. 202-:.8 .3 43897:89./.9:.70. 70.3 8.2083  ./. ./.3/:5 /.3202-:.9.3/.907-.39/. 808:.9 .49.9/.9.3-07.5.3./9/./.87:5 9.9: $08:/..8203:7:950780589.8-:.3.2  02:33..49.9/.

318.7.3574-.094343 20.9207.9/./.5.6:.39..3 9039.9 207.-9.3.:.39:2203.8:28.805079..83.. /03.3203./...9..  203:807-0/.5. . 6:. 8:-./.942.7:..3.31034203.5.89 9.5..9/.3-.W .9:750789.39:2 9.50309.3.3.2. . 93.94280.3 03:7:920.98:-.5.2.

209.7... 202503.381.33.6:.7:8202 2.703.3 $0.7.59.790.79-.99079039: 9.8 909. 242039:25....202:39: 203::781. 9039:.3.:8. 9.5 9/./.39.5..8.820.:54883.203..58.25.38.928907:8 :. /:.1 25.73.99:  ..9.59.80-03.9 81.18.7:70.9.9.7.9 81.W $0.9.9.9.9 20309.18 33.3339.9:/.81.3.39:2 8.9 9079039: .78 -07.3./.39. 203.9.3.0/:. .0/:. 909. 93.7.703.

3  /.-07.7. 0-03.3 ../2.7 %:.3 2:8 89:.9/825:.. 2.75.3 .9.3.8 9.3 808:3:3.9/... 085072039.:.3.3/.8...9/.: 7....8.-097:9 /.7. .8 18.3..3/. /.380:7: 1034203.7:3$0.3.8..7.7: 202-.8.902.5.9.2 904702. 507..80/07./.203.3.3":7 .34.8.3/50740/03.3   ":7 .5.3 0-03.843897:89./2.3203.7. 4/0  ":7 .7.39:.9.5.:1 .3./.3 .8.3/.W 5.7.. 9:3.5../.5.92030.3974544 .093. 9.0-03./2. 3.:.35./-072:0.3 5073. :370.7.9.9:  #0.-.8.7..7.9./.80/9   ":7 . 0-03..203.3 !.2: 9/../.2: .3 .39/. -.30.5.

35489 5489.W 7.9:0-03..2:33:39:/. 2.3 %07083490 97:9347.7./.5:..33.3./.9/.3.3:8.8.70.33097.9/...425090  !03.-09:42508803..32.. 9/.209/.203072. .2.3-.03 . 50309./.. 503//.  20302:. 97:9 97:9834943093  470.3  W #.83.88902 98..94080-:.33097.9047  W 7070  20302:. .3.

:/.3402:848.9/.703.250309... .32:848.....9.3848.3 /.3848..39..3.9/5079.2 50309.9.7.3/.059...3/.3574-02.9::8 .-.02-0/0/ .3.9.5./.380.2.:207:5.8  340/08.3/.3..5../..9:-0781.3 .3:3.38:.90507..3-..9.5.8.:5035:.3/80-:9 4-09.3 ..W &8..850309. .943.0257  803. 93.3/..5. 4080-.-07.9 8:-091802.5...7..9/.2 2.0 .703. 2./.850309.03097.80.2:339/.8..3/7/.9/507.2:33907..7.5.. 84..3/93.3-0781.9.3-07/.-50309.83...:.3-0-.3/044 9079039:  W 0880  20302:.../.. 2.:.3 ..3.3.9 801/0..79-..4399:0/ 8947. 207:5.:39:203.3:39:203.7:8 80.  W ../.3/.

 80.83./2.203..820.7:0 .:05.3/.3.1.7.9.203.9:7041$. %0$97:../2.5489 5489.3/:3 002. 5027.-.3-.W 0.390.590.2-::3.80.50702-.5489../..2.9.0391.-.3..7.2 9903:/.203..#0.5.92:  907:9.30-09  .203.3/.:3 3.7.2 5070807.3.3380/.820 0257 .4:9438  -.75.3/.3 203::5.3%42.318.8:3/.7. .

3 /03..3907::/.507:-.3820   /043897:8/..3/0.2.8 09.380/.73  507:-.3/..8/0399. 24/073 205:950784./3./.7.../2.03/0..3   .39:2./2.38073/80-:95:73.:39:202.3:9:7.3-07:-:3..:9:7. 507:-. 907:9.7 .9 9039.2039.3   17.8 2.3-07-.7.3 50784.7.8.3 4043  '03.3:8.574-02.W %07.3...2 ..5.35.3 503933.2/0399.31:38848.  ..7  -.:38:73202:..39009:..

820.W W W W W !4895489.

3/. 2...350.9/:3.: 507-:.:2.3202.3.78...3.390750393.2.2.9.33.202.2070..:210342034420309-.8.:2103420344-07:8./:3.:. .3. .0-07 ..8.9.:8:3......2.7.9  .3:8.7 502.3/.293.3.2 203.34073 0:98.203:7:907.0342034403.9.20:8.../.3. .:2103420344-07050393.70.:203.39:803/7 .07 .-./.3:8.

2.:8:2094/0:./087591.7/../ ..91 8050794-807..3 8:-0202.2/:3.:2094/0 2094/0 :.8.7.7.91-072:.3 4503 43/0/ 3907.3202:33.23.80-..9.3.8. 0!.370/07.9745.9./.3.3/3 20..:2 103420344202.30:.9039.9. 8. 0:.:3/0789.32...7.-.7985. 5./.7./.3 094/0 2094/0 3203.3/4:20350747..03 /.3.85.

! $%! $%'$ % &%% # .

!#%$% !#! $%'$ ! $%'$ ! $%! $%'$ #%$#$%  $% &%&  $ %%%!   !$ $ !#& !& %#%  #%$ #%$%#%  #$# #$%%&   !% $$  %#$ $ % $  #%%%! %#&&# % !% % !% % !% $#!%&%% &%%% &% &%% &% !%!$  &  #! $!# # #%$ % !#&  !$   $%#&$   .

330.33.38..35:3 -0707.7./.  :-:3.0:.7.! W 094/442:5020739.  2:5020739.07.9..3  /..2  $.07.9/.307.8..7 /.  7.39:803/7 .35020739.  -../.30/...

3 ..:30.2 2.7.7.2.. .:.3.2 . :39:203: 2034708/.3.30/.31:382:!020739.2-..3 9:803/7 $0/.9..9.7 ...5.2/.3 /.3:-:3.3..//.7.3  203:50309.3/8532:!020739.3/.3207.3.3 20307..5./.8 2070..W :382:5020739.30:.3.3 20302-.9907./..203/0391.8.3/..3 203.

2 #    %##%$  !%%#%&%      &!&&$%&%#%%&#& !%%#%&% %&  $!% # %!     !% #  $ $$&!% $  #   4/0 .#!##   &!#%#& &#$%#    $&$! %   &!#% %&&# /..

%#%  $&%$!% # #&$$#  $  #&&$&#!#& !#% %&$% &#% %$% #  ! $ !  % '#$$$ ! $ !$$#% %#% &&  !% # #&$$ $ #$.

%# %&$ #$ !%& #  #& &$ $ &%&#% %#  & & &$ $ %!% ##%  !#%!% %# & & %#%$&% $$$&!% $ #&$$ $ #   $&$ $&$$##&!&%$  &!#% !%#$& ! $ $$&!% $%&%#$  ! $%&%   %&#  $% $# % $$ .

%#% 4/0 #   .7 4/0-07344 ' #% !#'% '   ' $#' #  '#%% !#%  #   & #% !&   !& $#' .2-.

%&#&%#% %#%&$$%%$ $&& &$ $%! #'&  &$$%%$%&%%#!$#&#%$ %#% &&&$%%$$! %$ #&!#&&$ %&!#&#! % !# $& $$ &#%&$% #$ &#%&$%%& !%& $%# $%%$#&$!& #  $  $%%$ !&&#%&$%%& $&%& & %  $!%&$#!%  $!$$ $ $ $!#%&  &!#%%$&%&#$#%$  & ##!%  %&%#&%&  #%$!%&%&&&%&#$&% $& # #$ #!% $ !% $%#%$$!%&%& &!%$$&%& $#  !% %&  .

.%#%!& !#'%  #!# $$&%%#% &%& %&$  $#%  !%&%! !& ! #$# $#  !% #$&% ! !%#$&%%%! &$!% $!%%  %% #%%%#%&#  %#%%&&% #%%  %'% &% %'  !%# #$ /.2# #%   %'% &#$% # #%%#%  #  %' %&$&%&!&   .

3!:- !:-.%047!.4.0%047 W $& %#% $ &$%&#  #   #     !   ! ##!#$!%% #!!& !& % # &&$%  !& !#$!%&%&! %&&# !!#!!#%% &   %#!!# $$!!&%&$ %#   !$#   #%!  $$$!%#!$#& !#$!%!&  $!!#% !% % &&!&   $$!& ! $%&$ $    &$ %$! '& %!%%%$$#  #!$#$!#%%%%% $! % !$$&%& $!!#%&#$#  !#%&# !$%#$&%#&!$&%&!# $$%& $!% %#  %#%&#% !%# &#$#!#%&#& #&$&%& %#$$ !&$&#% $ $$!#%#!% %#$ #$$#$&#$&!# $$ !#%& $$&$$&# ' &%##% %#  # !%!%!&%&$$%#  #&!$$!# $$!# $$&$$&#  #&!$ #  $!    &$ #%$#   $#%! !& $#$ &$&#&$ $&&%%$ &%%#$ W W .

%#%$%'$#' !&$#' #&!%&%%#% &! ! %$ %#%&#$!#%%%# &#&$!&&#&$!#'% &%#& %#%#$&% &#&$!&%&#%& #$# !# !#& %&!#$#%&!% !#&%&!#& $% #!#'% &#&$ !&!%#&&#&$!#'%&$% # !#'% $!$# %&$ %&#$& $&!# $$!!% $!%#$  $  #&   !#&!&#&$!& & ##&#&$!#'% $  $&$&!&#! $&&#&$!#'% & %%#$&&# #&#&$!&   #!& !&  %! %# $ $&#%  $  #!#'% !#'%  $&! %!#&$ $&#% #& $ .

!#%#'$#' !&$#' W ! &  #$&%!$! ' $#' !#%## !$! #%%   &$!!& ! $!#&!  ! !#% %&  %&%&%#% $$#'&   #%& %# $ $  $&  %#!!$!&%!#& W !!& !&$#'  # &#&$!& $$% #% % $!% #$  #%&!!& #&$#$#& & %  !#%&#!#% $ #%%#& #%# .

%#%# #&! $&$%#% ! $!%&#&#& $$%&&# #%$$%%#& &$!&!&&  !&!%#$&%%#% %%&##%&%# & #  &&#%  '#   '#$ $ #%%#!% $%!$#%%#$# %&$ & %#!% #$$ ! %    !#&$ $ $ $ $!%$%&&! $!#%!%#% $!#& $&$!% %& # !#% !&#%& !#% .

%#% !#%!#% %#%&&#  !& !%!# #%!#&!#% #%!$! #$%#! &&&&  $% %#!%$#% $ $ &!%!#%$$ %!#% !#%%!#%  $%!$#% ! !&$ %#!%&  ! #%#$!#%  !#%  !$# $&$ &!#%%# !#% !#% $#&$ $%$ %#%#$ ! !&$!%#  $#% $!!%# $&& !  $!!#% $! !#% %&!%#   $% %#& ! $! .

%#%&&!#%    &$%#&%&#%#$%#!#% !#% %#%&&&!#% && !#%  '##% $ && %#%# !#%!#%$%&%#! !$&%&! $$!# ! &&!#%#%&  $$% &$ %#$$   $&$ %#$ #$  &$&&!#%$!% !&& !  !%$%#!#% !#% & &&%&$&# #$#!$%&!  !#%#%$! ## &&%&#&! $$#!%%# #!#%& !#% % #%#%&&&!#%    !%&# $%$  $#&! % &&&&&  $ $   %# !   % # #$$ % #.

 $! '#    #%&&&!#% %#$$ &!& %#$ #$  %$%&&# %    &!#%   ' !&##$%$& !   $%  .

%&#&%#% %#% %##    %##   !#$% %& !#%  &!! %$  $ $!#$$#% $ &#!#$ $!#% % # $ $ #  #  #  !#$%%###$&$ $&$%&  !%% # $&% $%#&$ !# &$#!#%!%$   !    $! $  $&%& !$!!# % %#%&#  #$&## %%&$$ # $ %&#&& $$&%&! &# $ $% .

.78814.9.9:/03.:5:3/080397.980397.2..9/03.9: 20250.3 0.:841390789 4-02:5020739. /..3.3 !0789. :-:3.3..2..     8.3 :-:3.3.: .3.35020739.3.5020739.39.3.39.35020739.9.5020739.30./.3 :-:3.3.9.3 /. 80.980.35020739.9-0781.:5:3:-:3.503.9 /.3.5:8.35079.3.3/.:5:3 -07:.7:-:3.7..3.2.07.5 :-:3...5020739.0.5020739. 80/.3907.7:/044 549 848. /.. -:/.3 /..8  ./..3 0.3907..380.3 -.3/.3  3:03.5.2......5020739.350789..07. .7.5020739.350789.. 080:7:. 5020739.8.3/52533..2-07-.:2.5.3 ..9 -0781.7..

72.83 #.2 .78.6.9/.2.  $ 85&3.32/.1/.7 /.%#$#!#%  &$&%&#! %# %$% % 078 57.2-039:#:2.3.38.2 ..3..253 .

# #$%%# &$ &$# &$%$# &$%$ # #$&# ## & &  '#% &# $%%&% %  $#% '$ % .

8.8.$&%&#&$! %# # #$%%# !%$%% &$ # &#% # #$#& ## & .! $:7.3.9.

/! %:203:3 $%% #$ $  #%$$& $& #$# $& #$  &# !##    ! $&# ' $ ! %&&  &% !!   %# ##$ & #" $%#&%&# !#%$ .

3/. &% !!   %# ##$ &# % & !## !# $'$' # &$%&$ ##!&    !# &$  .9:.3.7 ! /.&% # #$%%# #!# %#! #%$$&##% # ! %$# $ % #" &%& '& 7.17  0.3$:9..' $ 09:7:3.8.3/.2/. %.2 ! 39.

& ! $$ & $#%  !# &$ # &%#$  !%$ .

%#% !#$%$& !#$%#& !#%!&$%$%  $% %% #%$%  $%$!&!#%&%&#% #$#$$ $#%  #$&## % #%$  $& $ & $$$&%#%  !$&%  &!#%$&!! !#&!%$# #%& $%$&#& %%!  !#$% !#%!%%#% !% &%%&!&&%%% .

%#%%   !%!#%  !%&!%$&$##% %   !%&&%& !#  ##$&%  &!#%&!# &&!##%&&& !%& #  #  &$ %#$%   #&&! ! &!& %     !%##&&! ! &!#% $% $!  $!%#%    %   & !#%$&&%#& !%&%% !% !% .

%&#&%#% %#%  # $&%&&& #%!% # $ #$   %#   # %#%&  # %#%&!  #! !#$!$  %# &$!%  !%&  !$# $&$ $% #! !#%$&    .

.3.90-.  / .8.      .3:9/7.%#%!%  &% %# %$$!  $   #  #&&   & &  #$%%&# # & &!#% ! %& !%#   #$$ $$% %& %#%%&!& &$  #$#   $!  %&%#$! & !%&%$! %#$! %#$$! &%&&%#$%#&# #& #   &% $ % '$ $ ! !030.

%#%& &!# #!%& !% !%%#%%&%    %#%%&!& %& &&%&    %# #   &!#& 4 &%& $ $%#&%&## 4 $%#&%&#$&!# %   $! '# !# ! $  ! %$$ % # $ 4 !!%&!&& !$ % %    $ !#$%$ $!#$$ %#  %#$&%!# #!% !&$% .

&    &!#%
%&&# /,,2 #    

% %# 

!#% %  #$ %$!%#% $  ! $%&% !$# $&$ $ ;8 ;843

225 % #  $! $ '# $% '# & ! %$$

.3 /: 549088 399047 399047 .842.0/.9 % # $ ! $%&% %/507: /: 0750:. 5489:.

. !489:.842..3..842.5073.9./.9 W .

..3...2.9/-. 9/.8.30-..9389.507:/-:9.3 W 5..7.80-..5-0:2-8. .9/.9.80.7.3-03.3808:.3/3 .. ..3 W 80/. 9/./-:9..3/03.3801 574..05../.703.3507..33.9.25.3/73.9..3-0:2 /902:.7.7.3-07.0/202-:9./..5..3.18.3/..3./.7 .9:..3 0-03.9.3 389.7 80..3/. W 389.30-.5489:.35489:.803/7 2./..05.

::2 ::2./ 507:-..2.9 38903 .88...3-08./.2:9.38.3..9.3 8050795.39:307./.2.503.30.8/.938903 .9: 0307 /.. .3..33.2 18.:8. 503.9:907.35489:...20308:. - 0.3-0707.:39:/:..3/03.05..3.7 -08. ..2.75489:.3 4389.9.05. -07..9.7.9/.5. 8:2-07.3.9.:07..2-07.5./03.3 2.9./..

&&$ &#& &# & &#& &#& %.- 9...2. :88:33. $ .-3  #%& & % ##$  #%$ 8..

%#%#$%%&#  $%#&$ W $%!$!!$& %& #$$ W & $%#&$$# $&%&&%#%!  %#$&&!%# %# &%   %%   %&#& #$&% .

2 #    #!% %  &$ &$ #$$ $ $$% $$ && %# !#% %#% !#% !#%   % $%#& %& %!% !&$& # #% $#%$! !# $ %#   !$% . $%#&$ &!#% %&&# /..3/-44 #$   %%$.

%%% $% &! .

%#%%   & !#%  $%#&  $%#&$%&&&%    &#$&% &%   & %#%!#  !#$ %$ %$&& %##  & &  $!#%%&% !#$# .

%#%       #&!#! $%&#&& %&$    &$&%$! #&%#$&$& &#&%$$%%&%&#%#%%& $ $!& !#% $&$!!%!#$  #&  %& !$#& $%!$!%&&#&&$  %%& ! $&$#%&&$  #   $ #$#%& & $ $ !$%& $%!$!!&&&!# $#!#!#&%&$ $% $%!&$%#&%&#!# !$&%&$  #&#%&%& .

./#.3!400  $$ & !%&#%&&!&!#$ &$#$$# $# %!#& #$#%$    $&$# $ & !#%&$! $!$%#$ #!% #%#!$%& %%!#% $ $ &!&   %$ $!#%$ !#%  7.%&#&%#% %#% $ %!$&!#%  &!#%$% $%&&#$&    .8.7/4/.2:/.:1 &   .3.

.8.74.9.  .3 4407071   :.3/.7434!7.32:5020739.11..350702-.   &!#% &$# %   !##$%#&%&# $%#&%&# !# $$ !# $$!#%&& %# &!&$%#  $40.3.2/  .3/0.7/4 !  &!#%$ &!# !# $$! %  $ % #%%  $&$#% !# !#%$&#  1.7 &  &!#% #$ $$  $ !#%&& $$&& #$$ &$  #!#%&#$#%# #!#%&&$!%&%!# &  $ !#%&&$ $$&#&$%#&%&#!# $$ !&%&$ !&%&$% $  &!#%%!& !  805079/0.3.9.8.

3:9 /7.  / .   #  $$ & !#&& %&%&%$#%  !#%  '!&!$%&%&  #$&% &&!#% %#%$#&!#% %#%$#%!#& !#%$!#    &&$!  !030../::/7.8..    .3. &!#%$% #    & !#%#& $% %.90-.

. !.389. $9.03:3.#0.&2:23. &39:2:$48.&2:23.9.03:3.389.4:9438  W %%! $&%#&&$$ %%!$&!#%& W &$%!##! $! $!# W &$&$#  %#&!!#% $!#% $ $% !&%&$ !&%&$&& %# $ $%!#& !%& $#%$$ $!&  ! %#$#&&  !# &&$$!# &39:2:8..9:7041$.%0$97:.2-::3.0391.90 1%079 ../2.7.%#%$%% %#% !# &!#% !# W $%!#& % $$ & /.

$%#  $$!& $! !# %  !   %!$!# %!#  $   !#   $%#&%!# !#%$&&#!&$  !##$!!#  $&%& &%&%#%%&  !##!#& ##&$ &%&!%!  %&%&!#  !#%!!#&! !%#! &%&%&& %& &&%!#$!#%# .

!#$ $  $ #!! &$&% !# &$!#$$$ &$&# $%$%& %&!#%$  !%%#!$ !#&$ %& %  !% %%&# %&#$!$%$$&%& $!$$ & # .9-.3#0.4:802:.3  $%#&%!# $!$!%#& $!#%$  $%#&%!##&!% %&$%#&%#%%&&$&%& & ..

!# $!#%$&$ %#$&#% &!&%#$#% $$ $&  !58  !#$&%&%#&%#!   !#$$&%&& !# #$! $#&$!#  !#% !#%! $#&$ &  !#% !#%%& $#&$& ! $#&$&%$# !#  !##&!$%& %#$## $$&$$&%&& $!%%%&  $%&!#$&%&#!#$&%&  $% !##&! $!#%$&$%&%#$#%%& %#$&#%%% $#%#&! $#$ #907  . 09.33  .78.  .

#' &$& %!#' &$& !#  #$  $ !# #' &$ #$$  #$ .

3 . .078%.2:!020739..3.  .3 !#&!#%%& ! % $0./2.. !#&!#%#% #% %& &&! $% #$&  !# &!  !# $0-0:2 ./::/7.3 !#&!#%$ !#% $0. .3 !#&!#%%& $%#$# $0. !##   &!#%#&  $0.!# !#  &$ %#$%  &!#%  $ !. !#&!#%% %# %#$% $0.7.

!.3.$.0783:03..10 !#&!#%$&$% !#&!#%&! "&#  !#&!#%$$&%&$ !#&!#%$&! % !#&!#%!$ $%#$# !#&!#%$&!#% # .2:!020739.3.7./2..

W W W %%&   $ &$ %#$%&!#%$$%& &&%#!&$#% % &&%#$&%%#%&$!#%$ !  %$!$$ ##%   $#&$ !## !  %% $#&$ $& !#%#&#!&! % %%!%&$ $#! %# %&$$$#%  $#  #$ !# $  $& !#% #&$!#%$%#$# %&!#%%#&#!& ! % $&! %&!!#%  &! %&!&!#%#$#$& # &&&!#% ! & &!#%&$&%!# $&# !#  & !#%$&!#%#  &    .

:/80-:9:.35.02.  %. 0.3/9.2094/442:.8508.3.3-078.30307.3  %.740/8532: 50309.5020739.302.85079..509.3-078.3/8532:..:/80-:9:...2:!020739./8532:5020739..:8:/:9 5..3.3/7/..30307.3-078.2.3/7.9.5.2: !020739.502.3  %.3:9.50702-..3/03423.30307.7.3/50. .25:.9.38:./2./03.3097.50025.3 //::3402094/44 ..3/..80/:. 40907-039:3.20.9:/8532:80.50/:./.3:9.3/50.3  %.780-.55079.3 :.3/. /9.9.3.3/./.803.8 /8532:.. -.7..9.809.5020739..2.9:  803...913. .3..2:!020739..3.  %.9 2:!020739..3 /80-:9:.32.53 0..5020739.3/..3.8..2.3/.. 0./.:.3:9.907-039:..7./. 2:!020739.8.5.7.203:7:92:..

.9 .  .3:8..7.%..7.: 8.3.9.8..3-0781.:-:3./.34380597./.3/.3 80.9:2../...7./843./.3:07.!03/:/::2 !07.8.7.3.8.3:93.73./.3.93..9:8.9:.078.5.3:8.224/03/./:5-072./-/../-079.  4/0!:.7.9:802:. 3.3:8.7.3/. $:2-07::094/442:!020739.3 28.7/09..3 !020739..3503/:/:.  4/0!$.3$4844!020739.3.39.%..340#4-079..3/.3/80-:9%!  4/0!%..2..3203/.90709..25. .9907../::/7.9..2:!020739...8.3 0503/:/:.70.:848./. !.8..9 438053 207:5.0507.3203:7:9 ../. 3.3:8.8.2.7. ..39.50303../.9 :3..5/.07.3.4/0!$.:3.../.::7.503/..5.332.3 2.8.3:8.

%  $!% $#  &#&%$ !&%%$!#%#&%  $! !#%%&  !$ &%& %&%&% !#%  $%%&$!#&  & &%&%&% !#%  !&&!#%%&  & &%&& %&%&%!#%!$%&%& .%#%$$%% $$%%#  !%#%%# .  %%& %#&$  %##!#  %%$ &$ #  $%# $%&&#$%$!! .

%#%%  % !##   W W W !##  !%!&#&% !#$$&# !#&!#%!%!&#&% %&! #$&&%% %  #  !% !%#&!#%  &!#% $%&&#$%$! & &!#% $%&&#$%$!! $ %!#% $%&&#$& .

%#%!$ !#! #   #  %#! & &%& &!#%&#&%!% $%#%%#%%& .

$00.59.! .9..

0391.$.907./:7/.7 !58  $&%%%# -0.8.530 8.

:841390789..3 !# 4.!44!0784.

!## &!  $!. -0472.

% # %    !##$%$ .

-02:!020739.907.3  -0.9:2:2. -0781..

7.3.730.2:!020739.. $:-0.3 W 0.9907 !44 !0784..7.3.  -0472.903 .  2:549 80-.3&2:2 W .07. 8./230..2.4-0. 93 2:30..38093.3/.-:5.. -0781.. 0..3 !74.7.4-0472.93.7.38 ..  80-.907.4-.2: !020739.7..: 89.9.9:8:8.9.805079/85032:.

9.3 /8532: 4.8.3 4:95:95020739.702-.2:5020739..:841390789 -0472.3:-:3.3 0.39.3.9./.7.8://.!:8.50789.790203 9072..7.3.. :-:3.3.38:- 8:-3.3 /.2:!020739.8 /.3-0781.  ..8 . :-:3.9. :-:3.3 /03.502-.07.5:8..7/05.39.85081808:.30.39. 5020739.9.38050791:38 1:38 88902 88902 . 50789. :-:3.7095020739.8079.9:8:8/.3.9/03.3 /50739.23../03.3-07:.9...32020739.9: :-:3.3.35020739.3.3.39.9507.8. -..3507-:..3..3 8079.3&2:2 -01472.

02035020739.788902549 85050.-0472..2 2.3.3.8/..3.3 .35:- ..2: 5020739.9 :384:95:9/.7082/.32020739.2:!020739./.7.503:.3.3 :-:3. 034203.3 /50739....8.07..9.8. .3.2507/0-.

5. W !:7..82%047 W 982%047 90%047  W 089073.#% #   '#% %047&9./.2.3.782%047 .%047!020739.07.

9439047 ..3..7.2.5.%047%.3.3/%047414.07.073.0 %047&9./. W !407 /0503/03.9.4.!020739.9047 W 70209047 W 70:.

073.0732039  %0470.88744984.  / .3 '079..308...7.91  %047$97:9:7..  %047!03072.3/4%047414.3425.3  %0477.//0.0  %0470:3:.03.30.  47439.7.3 03.3.8!020739..8.3003.  %047!02-..25020739.%047  %047!02-.3.30%047  %047431/..30:..  749.3/08.

 094/0$8902.3.3/:3 W W W W W W W W W W 094/03/:8 094/00/:8 094/0.7.098 094/048418 094/0!07-..10   2:!020739. 094/0:3843.8 .094/0/.3 094/0$0.3/.3 /8#0..: .22:!020739.$.3/3.7...3 $:2-073:03.98 094/0::2 094/0$37098 .

3./.898 /.9:5020739.8.9:107038.808003.7.8.39:..3 :39:20.:.3 :.23007 /.9/9025:. 50789.:808:.35020739.91 .98 ./..5.889478 .380397.25020739.7985./.3203.3203....9..8/03..9:.  %03 9035020739.8 $0397...3:.3:2:2/.3/..5079./.3.8.3 44507..39...8 04380397.3203.. .30../ 50.380397....50-03.838.3/04380397.8 02-2-3 .9/443.8.8.50309..8 4380397..8 00.8 !07./::/7.8:0/.8 0974:7302039/0!4:.32430907  ..3 0.35020739.8.891  .8'7089::7 03804843.3/.50789.73007/.91  !020739..39079039:/.3/.35020739.91/..8./.7.8 942.3:2:2  .23007907-.85020739.3!.91907-./ 443.3/3/4308.3/./.2.8.73007 !020739.7 50/42.34380397.8.9..8  080397.3/080397../9::.8 3907..3 /.3-08.3-:.-07-.3/.7.5020739.3203003.!##$%$    8.3  !02-.3/04380397.-0-07.3-0757/.3 ./..5.3..9.3-07-.3.3 05.8 447/3.3.2.3803/73.3 /.3.8..7.8..35020739.3..3:2:2..9 /5073.3/.8.8700870208803 .. !020739. -0-07.3 &39:9035020739..3.39072..3  .9.8.:/:3.5.357385 57385.8.3/.3.8.85020739. 5020739.3.5.9.3 507..5.8  03:7:9%..8/.85020739.7.3 03.3 ./..8 5020739..903.8..8.47 ..

.$$ W %072.8 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful