Anda di halaman 1dari 4

KASUS PELANGGARAN BERAT HAM PERIODE KEKUASAAN SOEHARTO

(1)
Peristiwa: Penembakan Misterius (Petrus) selama tahun 1983
Korban Sipil: Diperkirakan 10.000 preman atau “gali” dibunuh selama operasi
‘penembakan misterius’
Terhukum: Tidak Ada
Pejabat Militer: Soeharto sebagai Presiden mengakui dalam biografinya jika itu atas
intruksinya²
Keterangan: Tidak Jelas

(2)
Peristiwa: Tanjung Priok 12 September 1984
Korban Sipil: 18 Tewas, 53 luka (versi pemerintah); 50 tewas, 16 hilang, 61 luka (versi
warga)
Terhukum: Tidak Ada
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Benny Moerdani; Kasad Jenderal Rudini;
Pangdam Jaya Jenderal Tri Sutrisno 
Keterangan: Pemerintah membentuk KP3T (Komisi Penyelidikan & Pemeriksaan
Pelanggaran HAM Tanjung Priok) yang malahan dalam rekomendasinya tidak
menyebutkan adanya pembantaian. Meskipun proses penyidikan masih berlangsung
muncul program islah antara petinggi militer dan korban yang ditanda tangani. Kini
diputuskan pemecahannya pada peradilan HAM ad hoc

(3)
Peristiwa: Lampung 
Korban Sipil: Ada dua versi korban sebanyak 27 orang anggota kelompok Warsidi; versi
lain menyebut 246 korban sipil
Terhukum: Tidak Ada (penyelesaian melalui islah)
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno, Kasad Edi Sudrajat, Danrem
Garuda Hitam Kol. Hendropriyono 
Keterangan: Operasi Korem Garuda Hitam 

(4)
Peristiwa: Haur Koneng, Majalengka, 28 Juli 1993
Korban Sipil: 5 tewas, puluhan luka
Terhukum: Tidak Ada
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Faisal Tanjung, Kasad Jenderal Wismoyo
Arismunandar, Pangdam Siliwangi Mayjen Muzani Syukur
Keterangan: -
(5)
Peristiwa: Marsinah, 8 Mei 1993
Korban Sipil: 1 tewas
Terhukum: Danramil Porong Kapten Kusaeri (diadili Mahkamah Militer dengan
hukuman 9 bulan kurungan), Pasi Intel Kodim 0816/Sidoarjo Kapten Sugeng , Dandim
0816/Sidoarjo letkol Max Salaki dengan hukuman mutasi
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Faisal Tanjung, Kasad Jenderal Wismoyo
Arismunandar, Pangdam Brawijaya Mayjen Haris Sudarmo
Keterangan: Siapa pembunuhnya sampai kini tak jelas

(6)
Peristiwa: Nipah-Sampang Madura, Oktober 1993 
Korban Sipil: 4 tewas warga sipil 
Terhukum: Tidak Ada
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Faisal Tanjung, Kasad Jenderal Wismoyo
Arismunandar, Pangdam Brawijaya Mayjen Haris Sudarmo, Bupati Sampang Kol Bagus
Hinayana
Keterangan: Siapa pembuhunnya tidak jelas

(7)
Peristiwa: Aceh Tengah, November 1980
Korban Sipil: 12 korban tewas
Terhukum: Tidak Ada
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno, Kasad Jenderal Edi Sudrajat,
Pangdam Bukit Barisan Mayjen HR Pramono
Keterangan: Kebijakan DOM 

(8)
Peristiwa: Kuburan Masal Bukit Tengkorak, Pidie, Mei 1991
Korban Sipil: Tidak Jelas
Terhukum: Tidak Ada
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno, Kasad Jenderal Edi Sudrajat,
Pangdam Bukit Barisan Mayjen HR Pramono
Keterangan: -
(9)
Peristiwa: Santa Cruz, Dili, Timor Timur, 12 November 1991
Korban Sipil: 19 tewas, 91 luka (versi pemerintah)
Terhukum: Pangdam Udayana Mayjen Sintong Panjaitan, Pangkolakops Brigjen Rudlf
Warrouw. Diadili Dewan Kohormatan Militer (Perwira Tinggi) dengan hukuman
dinonaktifkan. Dan Sektor C/Dili Kol.Binsar Aruan, Danton II Yon 303 Letda John
Harland Aritonang Diadili oleh Mahkamah Militer III Denpasar dengan hukuman 12
bulan kurungan. Danton III Yon 303 Letda Eddy Sunarya, Danton Intel Korem 164 Letda
Alexander, Pasi Sospol Korem 164 letda Mursinab S. Diadili di MAhkamah Militer III
dengan hukuman 8 bulan kurungan. 6 Bintara, 2 Tamtama diadili oleh Mahkamah Militer
III Denpasar dengan hukuman 12 bulan kurungan. 
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno, Kasad Jenderal Edi Sudrajat
Keterangan: Pemerintah secara resmi membentuk Dewan Penyelidik Nasional (DPN)

(10)
Peristiwa: Liquica, Dili, 12 Januari 1995
Korban Sipil: 4 tahanan dan 2 penduduk tewas
Terhukum: Pratu Rusdin Maubere. Mahkamah Militer III Denpasar dengan hukuman 4
tahun penjara.
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Faisal Tanjung, Kasad Jenderal Hartono,
Pangdam Udayana Mayjen Soewardi.
Keterangan: -

(11)
Peristiwa: Penculikan 11 Aktivis, 1997
Korban Sipil: 11 aktivis (sudah kembali), 12 orang masih hilang
Terhukum: Terhukum Dansesko/Mantan Danjen Kopassus Letjen Prabowo Subianto.
Diadili oleh Dewan Kehormatan perwira dengan hukuman diberhentikan. Terhukum
Danjen Kopassus Mayjen Muchdi R.R, dan Grup 4 Kopassus Kol Chairawan. Diadili
oleh Dewan Kohormatan Perwira dengan hukuman bebas tugas. Terhukum 11 Pama dan
Pamen Tim Mawar Kopassus. Diadili oleh Mahkamah Militer dengan hukuman 12-22
bulan kurungan dipecat. 
Pejabat Militer: Paglima ABRI Jenderal Feisal Tanjung, Kasad Jenderal Wiranto
Keterangan: 12 orang yang masih hilang hingga kini belum jelas keberadaannya dan
institusi mana yang harus mengambil alih tanggung jawab.

(12)
Peristiwa: Penembakan Trisakti,12 Mei 1998
Korban Sipil: 5 tewas
Terhukum: 6 Pama Polri, diadili oleh Mahkamah Militer dengan hukuman 2-10 bulan
kurungan
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Wiranto, Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie
Sjamsoeddin, Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol. Hamami Nata 
Keterangan: Mayjen Hamami Nata mengundurkan diri
(13)
Peristiwa: Tragedi Semanggi I 
Korban Sipil: 5 mahasiswa tewas
Terhukum: 
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Wiranto, Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol. Drs.
Nugroho Djayusman , Pangdam Jaya Mayjen Djaja Suparman
Keterangan: Saat Sidang Istimewa MPR

(14)
Peristiwa: Tragedi Semanggi II
Korban Sipil: 10 orang tewas termasuk Yun Hap (mahasiswa Fakultas Teknik UI),
sempat dibentuk Tim Pencari Fakta Independen. Sikap DPR dengan voting menolak
diadakannya peradilan HAM ad hoc
Terhukum: 
Pejabat Militer: Panglima ABRI Jenderal Wiranto, Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol. Drs.
Nugroho Djayusman , Pangdam Jaya Mayjen Djaja Suparman 
Keterangan: Tidak ada tindak lanjut yang berarti

(15)
Peristiwa: Penyerbuan Kantor DPP PDI (27 Juli 1996)
Korban Sipil: Komas HAM menyatakan semumlah 5 orang tewas, 23 orang hilang dan
143 orang luka-luka. Data pemerintah empat orang tewas, 26 luka-luka dan 200 lainnya
ditahan
Terhukum: 
Pejabat Militer: Panglima ABRI Feisal Tanjung, Kassospol ABRI Letjen Syarwan
Hamid, BIA Badan Intejen ABRI Zocky Anwar Makarim, Staf Kodam Jaya Soesilo
Bambang Yudhoyono, Kapolri Jenderal Pol Dibyo Widodo, Kapolda Metro Jaya Mayjen
Pol Hamami Nata
Keterangan: Polri sempat melakukan penyidikan, kemudian dialihkan ke Tim Koneksitas.
Pimpinan DPR bertemu Panglima TNI/Polri usul Peradilan Koneksitas