Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARGA Tn. D


DENGAN MASALAH UTAMA DIARE

Disusun Oleh :
1. Abdul Shokib (P. 27820108001)
2. Faisal Fajrin (P. 27820108015)
3. Fathoni Eko A.S. (P. 27820108016)
4. Galuh Setyoningtyas (P. 27820108019)
5. Ika Aprilia Purnomo (P. 27820108021)
6. Thurfah Kustiati Azmi (P. 27820108034)
7. Ary Kurnia Sukmawati (P. 27820108043)
8. Claudia Cristian (P. 27820108044)
9. Dwi Riwayati (P. 27820108049)
10. Fajar Setyawan (P. 27820108052)
11. Riza Yuli Hendra (P. 27820108069)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM DIII KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO SURABAYA
2010/2011
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA Tn. D
DENGAN MASALAH UTAMA DIARE

Kasus :
Keluarga Tn. D (30 th) mempunyai istri Ny. H (25 th) anak Y (2 th).
Hasil wawancara dengan keluarga anaknya masih mengonsumsi susu formula
dengan dot. Selama ini anaknya hanya sakit batuk pilek biasa, dan cukup
dibiarkan beberapa hari bisa sembuh sendiri. Tetapi 2 hari ini anaknya sering
buang air besar, kurang lebih 4 kali sehari dan encer . Selama 2 hari ini pula
anak Y nafsu maknnya menurun,hanya mau makan sedikit saja, kurang lebih 2
sendok makan 3 kali sehari, minum susunya dari yang biasanya 2 botol perhari
jadi setengah botol saja perhari. Tn. D dan Ny. H belum memeriksakan
keadaan anaknya karena ibu px menganggap sakit anaknya hanya sakit biasa
tidak perlu dibawa ke petugas kesehatan.
PENGKAJIAN
A. IDENTITAS UMUM
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. D Pendidikan : SLTA
Umur : 30 tahun Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam Alamat : Surabaya
Suku : Jawa Nomor Telepon : 081230xxx
2. Komposisi Keluarga:

No. Nama L/P Hub. Kel. Umur Pend. Imunisasi KB


1. Tn. D L KK 30 th SLTA - -
2. Ny. H P Istri 25 th SD - Suntik
3. An. Y L Anak 2 th - Lengkap -

3. Genogram

4. Tipe keluarga.
a. Jenis tepe keluarga :
Keluarga inti terdiri dari Tn D, Ny. H dan An. Y.
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut :
Bila terdapat satu anggota keluarga yang sakit,anggota yang lain harus
memberikan ekstra waktu lebih untuk merawatnya,sehingga bisa membuat
anggota yang satu ini mudah capek dan sakit juga.
5. Suku bangsa (etnis).
a. Latar Belakang Etnis Keluarga atau Anggota Keluarga :
Keluarga ini berbudaya suku Jawa yang mempunyai anggapan makan tidak
makan asal ngumpul.
b. Tempat Tinggal keluarga ( bagian dari sebuah lingkungan yang secara etnis
bersifat homogen ).
Sebagian besar adalah etnis jawa. Ada beberapa etnis madura, masyarakat di
area tempat tinggal Tn. D bersifat homogen.
c. Kegiatan-kegiatan Keagamaan, sosial, budaya, rekreasi, pendidikan
( Apakah kegiatan-kegiatan ini berada dalam kelompok kultur/budaya
keluarga ).
Kegiatan lingkungan yang masih berhubungan erat dengan nilai etnis
diantaranya adalah selamatan dan tingkepan.
d. Kebiasaan-kebiasan diet dan berbusana ( tradisional atau moderen ).
Keluarga Tn. D menggunakan busana modern yaitu baju, celana/rok.
Kebiasaan diet mencukupi menu 4 sehat.
e. Struktur kekuasaan keluarga tradisional atau “modern”.
Pengambilan keputusan adalah kepala keluarga, tetapi sebelumnya didasarkan
pada musyawarah keluarga.
f. Bahasa (bahasa-bahasa) yang digunakan dirumah.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa.
g. Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi. (Apakah
keluarga mengunjungi pelayanan praktisi, terlibat dalam prakti-praktik
pelayanan kesehatan tradisional, atau memiliki kepercayaan tradisional asli
dalam bidang kesehatan).
Jika saat salah satu anggota keluarga sakit dibawa berobat ke puskesmas.
saat ini An. Y sakit diare namun orang tua px belum berencana membawa ke
puskesmas karena ibu px masih menganggap sakit anaknya hanya sakit
biasa. Tn. D dan Ny. H belum tahu tentang penanganan pertama pada diare.
6. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan :
a. Apakah anggota keluarga berada dalam praktik keyakinan beragamaan
mereka.
Seisi keluarga menganut agama islam. Tidak ada keyakinan yang berdampak
buruk pada status sosial.
b. Seberapa aktif keluarga tersebut terlibat dalam kegiatan agama atau
organisisi keagamaan.
Setiap malam jumat Ny. H dan Tn D mengikuti pengajian di masjid.
c.Agama yang dianut oleh keluarga
Seluruh keluarga menganut agam islam.
d.Kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai keagamaan yang dianut dalam
kehidupan keluarga terutama dalam hal kesehatan.
Ny. H selalu berdoa untuk kesembuhanya anaknya.
7. Status Sosial Ekonomi Keluarga:
Penghasilan keluarga per bulan Rp. 800.000,- yang diperoleh dari
hasil kerja Tn D, Ny H mengatakan dari penghasilan yang ada cukup untuk
biaya makan, minum, berobat. Barang – barang yang dimiliki TV berwarna 20
“, meja, kursi, 2 buah tempat tidur, almari 1, 1 buah motor.
8. Aktifivitas Rekreasi Keluarga
• Saat waktu luang Tn. D main ke tempat tetangga dengan membawa
anaknya

• Sesekali setahun keluarga mengunjungi sanak family di Banyuwangi.

B. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga


1. Tahap perkembangan saat ini:
Keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia pra
sekolah.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:
Keluarga belum mampu melakukan pembagian waktu untuk
individu,pasangan dan anak. Tn.D bekerja di pabrik yang jaraknya cukup jauh
sehingga waktu untuk berkumpul dengan istri dan anak masih kurang, saat
hari libur Tn.D baru bisa menggunakan waktunya untuk main ke tempat
tetangga dengan membawa anaknya.

C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


1. Riwayat kesehatan keluarga saat ini:
An. Tn. D sudah di imunisasi lengkap, anaknya masih mengkonsumsi susu
dengan dot. Selama ini anaknya hanya sakit batuk pilek biasa, dan cukup
ditunggu beberapa hari akan sembuh sendiri. Tetapi 2 hari ini anaknya sering
buang air besar, kurang lebih 4 kali sehari dan encer . Selama 2 hari ini pula
anak Y nafsu maknnya menurun,hanya mau makan sedikit saja, kurang lebih
2 sendok makan 3 kali sehari, minum susunya dari yang biasanya 2 botol
perhari jadi setengah botol saja perhari. Ny. H mengatakan botol yang
digunakan hanya dicuci saja tanpa direbus terlebih dahulu.Ny.H juga sering
memberikan jajanan luar pada An.Y karena An.Y lebih suka jajanan luar dzri
pada makanan buatan Ny.H. Tn. D dan Ny. H belum memeriksakan keadaan
anaknya karena ibu px menganggap sakit anaknya hanya sakit biasa dan anak
kecil wajar menderitanya.
2. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga:
No. Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan yang
(kg) Kesehatan (BCG/Polio/DP kesehatan telah dilakukan
T/HB/Campak)
1. Tn. D 30 th 69 Sehat - - -
2. Ny. H 25 th 55 Sehat - - -
3. An. Y 2 th 10 Sakit Lengkap Diare -

3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan:


Puskesmas letaknya cukup jauh dari rumah kurang lebih 10 km.
4. Riwayat keluarga sebelumnya:
• Tn. D mempunyai saudara 3 orang, Tn. D anak pertama, ke-2
saudaranya masih hidup. Tn. D tidak mempunyai riwayat penyakit
keturunan.
• Ny. H mempunyai saudara 1. Ayah Ny. H meninggal pada usia 87
tahun.
D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah:
a. Gambaran tipe tempat tinggal

Luas rumah 55 dengan panjang 11 m dan lebar 5 m. terdiri dari 2


kamar tidur, 1KM+WC. Dapur. Ruang keluarga dan satu ruang tamu. Tipe
rumah permanent. Jendela rumah terdapat di ruang tamu dengan posisi
menghadap ke barat, satu buah ruang keluarga menghadap ke timur. Satu buah
mushalla dan kamar tidur masing-masing satu buah. Secara umum sistem
ventilasi di ruang keluarga, ruang tamu, ruang tidur sangat cukup. Barang-
barang diletakkan di ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur dan dapue. WC
permanent di buat saluran pembuangan / septic tank. Sumber air minum dari
PDAM yang dibeli secara eceran (tidak berupa pipa permanen). Sumber air
bersih untuk mencuci baju dijadikan 1, seminggu 2x. Kebiasaan memasak
menggunakan kompor. Peralatan makan dan minum digunakan secara
bersama-sama dan bergantian. Lantai rumah terbuat dari tegel dengan
kebiasaan keluarga keluar masuk rumah tanpa melepas alas kaki sehingga
kesannya banyak debu dan tanah.

b. Denah rumah

RR
KD KD
RT

RK D
KM

Keterangan :

RT : Ruang Tamu KD : Kamar Tidur

RK : Ruang Keluarga D : Dapur

M : Mushola KM : Kamar Mandi


2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :
Keluarga Tn. D bertetangga dengan satu keluarga polisi dan lainya
wiraswasta. Semua tetangga beragama islam dari suku jawa asli, beberapa dari
suku madura, yang taat beribadah, kebiasaan kerja bakti dilakukan bersama
sebulan sekali. Hubungan dengan tetangga dilakukan tegur sapa biasa, kunjung
mengunjung dilakukan bila hari raya agama

3. Mobilitas Geografis Keluarga :


Keluarga ini tidak pernah berpindah-pindah tempat tinggal. Tn. D dan Ny.
H kebanyakan tinggal dirumah selama An. Y sakit. Ny. H menjahit dirumah.
Anaknya yang belum sekolah diasuh oleh Ny. H dirumah.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat :


Keluarga Tn. D aktif mengikuti pengajian di masjid bagi bapak dan ibu
sedangkan anak Y hanya memiliki kegiatan bermain-main.

5. Sistem Pendukung Keluarga :


Tn. D, Ny. H, dan anaknya sehat- sehat saja. Selama ini yang aktif merawat
An. Y adalah Ny. H. Tn. D mengatakan tidak punya tabungan khusus hari tua atau
untuk membiayai kesehatan. Jarak rumah dengan fasilitas kesehatan terdekat
adalah puskesmas 7 Km. Tn. D mengatakan penghasilanya masih dapat untuk
membayar biaya kesehatan An. Y. Namun keduanya masih belum berencana untuk
memeriksakan anaknya karena masih dianggap sakit biasa.

E. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga
Tn. D dan Ny. H menyatakan komunikasi keluarga dilakukan secara
terbuka. Menurut Tn. D, semua masalah yang dihadapi dibicarakan satu
keluarga, dengan menghormati hak-hak masing-masing anggota keluarga.

2. Struktur Peran Keluarga


Tn. D mempunyai peran khusus untuk menjaga keluarga. Tn. D dan
Ny.H mampu merawat diri sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk
An.Y masih balita,sehingga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari ataupun
sedang sakit dirawat oleh Ny.H dan dibantu oleh Tn.D bila sudah pulang
bekerja.
a. Struktur Peran (Formal dan Informal)
Tn. D hanya sebagai kepala keluarga bekerja di pabrik dari pagi
sampai sore. Apabila di rumah menjadi anggota takmir masjid sedangkan Ny. H
menjalankan perannya sebagai istri dan ibu yaitu merawat keluarga di rumah.
b. Nilai dan Norma Keluarga :
Keluarga Tn.D menerapkan aturan-aturan sesuai dengan ajaran islam
dan mengharapkan anaknya nanti menjadi anak yang taat dalam menjalankan
agama. Dalam keluarga memandang sakit sebagai ujian tuhan.

F. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif : Semua anggota keluarga Tn.D saling menyayangi satu sama
lain. Tempat tinggal saudara-saudara berada dalam satu
kota.komunikasi yang terjalin antar keluarga masih bagus,bila
ada anggota keluarga ada yang sakit saling mengabari satu
sama lain. Keluarga yang lain umumnya bila dimintai bantuan
akan berusaha membantu sebisanya.
2. Fungsi sosial : keluarga Tn.D menekankan perlunya berhubungan dengan
orang lain. Bila ada waktu luang kadang digunakan untuk
mengobrol bersama tetangga sambil membawa anaknya yang
masih kecil.
3. Fungsi perawatan kesehatan : Ny.H mengatakan An.R masih suka minum susu
di dot,setelah dikaji ternyata cara mencuci dot
tersebut hanya di cuci sekedarnya saja.Ny.H
mengatakan anaknya sebelumnya hanya pernah
sakit batuk pilek biasa,diare hanya pernah
sekali waktu masih bayi dan tidak diperiksakan
ke petugas kesehatan sudah sembuh sendiri.
4. Fungsi reproduksi : Tn. D mempunyai seorang
anak dan mengatakan ingin punya anak lagi. Ny.
H berumur 25 tahun dan mengatakan belum
berhenti haid tetapi pasangan ini mengikuti
program KB.
5. Fungsi Ekonomi : Tn. D mengatakan bahwa
penghasilan dirinya sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari.

G. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stresor jangka pendek dan panjang :
Menurut Tn. D, sejak 2 hari terakhir ini sering memikirkan keadaan anaknya
yang diare Tetapi Tn.D dan Ny.H mengatakan tidak terlalu cemas karena
masih menganggap sakit yang diderta anaknya masih biasa.Tn.D mengatakan
ingin dapat membangun rumah yang lebih bagus lagi agar lebih nyaman lagi.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor :
Jika ada masalah keluarga biasanya didiskusikan bersama. Bila perlu nasihat
Tn.D meminta nasihat Ny.H
3. Strategi koping yang digunakan :
Tn. D bersama istri selalu berduskusi untuk memecahkan problem keluarga
kadang-kadang melibatkan mertuanya yang rumahnya tidak jauh dari rumah
Tn.D
H. PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Tn. D Ny. H An. Y


fisik
Kepala Rambut Rambut: Rambut :
bersih,hitam hitam, hitam bersih
bersih

TTV N : 82 N : 80 N : 100
TD : 120/90 TD : 120/90 RR : 21
RR : 20 RR : 20 S : 37,5
S : 36 S : 37

BB, TB/PB BB : 78 kg BB : 56 kg TB : 80 cm
TB : 170 cm TB : 150 cm BB : 10 kg
(kondisi (kondisi
cukup) normal)

Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva


merah merah merah muda,
muda, sclera muda, sklera sklera putih
putih putih

Hidung Tidak Tidak Tidak


bersekret bersekret bersekret

Mulut Mukosa Mukosa Mukosa


lembab, lembab, agak kering,
tidak tidak tidak
kesulitan kesulitan kesulitan
menelan menelan menelan

Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada


benjolan, benjolan, benjolan,
tidak ada tidak ada tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar kelenjar kelenjar
limfe limfe limfe

Dada Bunyi Bunyi Bunyi


jantung dan jantung dan jantung dan
paru normal paru normal paru normal

Abdomen Simetris, Simetris, Simetris, BU


BU 12x/mnt BU 12x/mnt 18x/mnt

Tangan DBN DBN DBN

Kaki DBN DBN DBN

I. HARAPAN KELUARGA
Tn. D dan Ny. H berharap sekali anaknya cepat sembuh dan tidak diare lagi
ANALISA DATA
No Data Diagnosa Keperawatan
1 Data Subyektif :
- Ny. H mengatakan An. Y BAB Gangguan keseimbangan
encer mulai 2 hari yang lalu. cairan pada An.Y (2th) di
- Ny. H mengatakan tidak pernah keluarga Tn.D (30 th)
merebus botol susu anaknya,hanya berhubungan dengan
dicuci saja. ketidakmampuan keluarga
- Ny. H mengatakan suka Tn.D merawat anggota
memberikan jajanan di luar kepada keluarga yang sakit.
anaknya karena anaknya lebih suka
memakan jajanan di luar dari pada
masakan di rumah.
- Ny.H mengatakan tidak tahu
penanganan khusus pada anak yang
menderita diare.
- Ny. H mengatakan tidak pernah
mendapatkan penyuluhan tentang
diare dan cara penanganan dini
diare.
-
Data Obyektif :
- An.Y mukosa bibir kering
- Mata An.Y cowong
- An. Y BAB encer kurang lebih 4
kali sehari.
- Turgor kulit An.Y menurun

2. Data Subyektif :
- Ny. H mengatakan tidak pernah Resiko tinggi terulangnya
merebus botol susu anaknya,hanya diare pada An.Y(2 tahun)
dicuci saja. di keluarga Tn.D(30 th)
- Ny. H mengatakan suka berhubungan dengan
memberikan jajanan di luar kepada ketidak mampuan keluarga
anaknya karena anaknya lebih suka memelihara lingkungan
memakan jajanan di luar dari pada yang bisa menunjang
masakan di rumah. kesehatan.
- Ny. H mengatakan belum ada
rencana untuk membawa anaknya
ke puskesmas.
Data Obyektif :
- Tempat botol susu An.Y
terlihat kusam dan bau
DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN SCORING
Diagnosa keperawatan keluarga yang muncul antara lain:
1. Gangguan keseimbangan cairan pada An.Y (2th) di keluarga Tn.D (30 th)
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn.D merawat anggota keluarga
yang sakit.

No. KRITTERIA SCORE PEMBENARAN


1. Sifat masalah: x1 An.Y sudah diare selama 2
hari dan belum menunjukkan
• Aktual
perbaikan.

2. Kemungkinan masalah Ibu An. Y mengatakan belum


untuk diubah: tahu tentang pertolongan
pertama pada diare. Ibu
• Sebagian menganggap itu masalah
biasa.

3. Potensial masalah x1 Diare sudah terjadi sejak 2


untuk dicegah: hari yang lalu. Ibu masih
• Cukup belum berencana membawa
anaknya ke puskesmas.

4. Menonjolnya masalah: Ibu menganggap diare


• Tidak segera masalah biasa yang dialami
anak-anak.
diatasi

Total 3.5
2. Resiko tinggi terulangnya diare pada An.Y(2 tahun) di keluarga Tn.D(30 th)
berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga memelihara lingkungan yang
bisa menunjang kesehatan.

No. KRITTERIA SCORE PEMBENARAN


1. Sifat masalah: x1 Ny.H mengatakan tidak
merebus atau merendam botol
• Resiko
susu An.Y hanya dicuci biasa
saja.

Ny.H mengatakan tidak


2. Kemungkinan masalah merebus botol susu An.Y tiap
untuk diubah: membuat susu karena
menganggap dicuci sudah
• Sebagian bebas dari kuman.

3. Potensial masalah
Ny.H mau sebelumnya tidak
untuk dicegah: x1 tahu kalau harus direbus atau
direndam dulu botol
• Cukup
susunya,setelah tau beliau
mau mencoba.

4. Menonjolnya masalah: Ny. H tidak membawa


• Tidak segera anaknya ke puskesmas
padahal diare sudah 2 hari.
diatasi

Total 3.1
PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan keseimbangan cairan pada An.Y (2th) di keluarga Tn.D (30 th)
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn.D merawat anggota keluarga
yang sakit.

2. Resiko tinggi terulangnya diare pada An.Y(2 tahun) di keluarga Tn.D(30 th)
berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga memelihara lingkungan yang
bisa menunjang kesehatan.
RENCANA KEPERAWATAN

No. Diagnosa TUJUAN EVALUASI RENCANA


keperawatan TINDAKAN
Umum Khusus Kriteria Standart
1. Gangguan Selama 2 x 1.1 selama psikomotor An.Y mau minum 1.1.1 bujuk An.Y
keseimbanga kunjungan 1x24 jam, dalam jumlah untuk mau
n cairan pada kerumah, An.Y yang adekuat minum,beri reward
An.Y (2th) di cairan pada mendapat bila mau minum
keluarga An. Y masukan
Tn.D (30 th) menjadi cairan yang 1.1.2 Berikan larutan
berhubungan stabil atau adekuat oralit (larutan gula
dengan seimbang garam) pada An. Y
ketidakmamp kembali
uan keluarga 1.1.3 Observasi
Tn.D jumlah cairan yang
merawat masuk dan keluar
anggota
keluarga
yang sakit.

1.2 selama psikomotor Menyebutkan dan 1.2.1 Anjurkan


1x60 menit mendemontrasika keluarga pasien utntuk
keluarga n cara merawat mencuci dan merebus
mampu botol susu: botol susu setelah
membersihka -direndam air dipakai.
n botol susu panas selama 15
An.Y dengan menit 1.2.2 amati cara
benar - segera keluarga mencuci dan
membuang susu merebus botol susu
yang basi di botol
susu 1.2.3 segera tutup
-Menutup botol botol susu baik yang
susu yang ada ada isinya ataupun
isinya maupun tidak
kosong.
TINDAKAN KEPERAWATAN DAN EVALUASI

No. Diagnose Implementasi Evaluasi


keperawatan
1 Gangguan 03-03-2011 11.00 WIB S:
keseimbangan TUK 1 • Keluarga mengatakan
cairan pada 1.1.1 Membujuk An.Y untuk mau konsistensi BAB pada
An.Y (2th) di minum,memberi reward karena An. Y menjadi semi
keluarga Tn.D mau minum dan makan padat dan frekuensi BAB
(30 th) berkurang menjadi 2 kali
berhubungan 1.1.2 memerikan larutan oralit
dengan (larutan gula garam) pada An. Y O:
ketidakmampuan • Keadaan umum pada An.
keluarga Tn.D 1.1.3 mengobservasi jumlah Y tampak membaik
merawat anggota cairan yang masuk dan keluar • Ny. H kooperatif
keluarga yang serta konsistensinya A:
sakit. Konsitensi BAB pada
An. Y menjadi semi
padat dan frekuensi BAB
berkurang menjadi 2 kali

P:
Lanjut ke TUK 2

TUK 2 S:
• Keluarga pasien
1.2.1 Menganjurkan keluarga mengatakan sudah
pasien untuk mencuci dan merebus botol susu
merebus botol susu setelah pasien.
dipakai.
O: Botol susu tampak bersih
1.2.2 mengamati cara keluarga
mencuci dan merebus botol susu A: masalah teratasi sebagian
P:
1.2.3 segera menutup botol susu • Pertahankan TUK 1
baik yang ada isinya ataupun dan 2
tidak.