Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

“AYUNAN SEDERHANA”

AGRIBISNIS D

KELOMPOK 4 :

• MISPUR ANWAR (D1B010024)


• DICKO PRAJUDA (D1B010027)
• IBNU KURNIAWAN (D1B010028)
• AMELIA DWI R (D1B010029)
• SARI NOVITA (D1B010030)
• NADIA YULI A (D1B010031)

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011
PERCOBAAN DUA
AYUNAN SEDERHANA

1. TUJUAN
Menentukan percepatan gravitasi (g) dengan bandul matematis.

2. ALAT DAN BAHAN


• Ayunan matematis yang terdiri dari benang wol, besi pejal yang berkontrol dan tutup botol.
• Penyangga statis.
• Stop wacth.
• Mistar 100 cm.
• Busur.

3. PRINSIP TEORI

Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan
periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam
bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei, bahwa
perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi.
gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). Pendulum sederhana
terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan
pada ujung tali, gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan
relatif terhadap bola. Dengan bandulpun kita dapat mengeahui grafitasi di tempat bandul tersebut
diuji.

Bandul sederhana adalah sebuah benda kecil, biasanya benda berupa bola pejal, digantungkan
pada seutas tali yang massanya dapat diabaikan dibandingkan dengan massa bola dan panjang bandul
sangat besar .dibandingkan dengan jari-jari bola. Ujung lain tali digantungkan pada suatu
penggantung yang tetap, jika bandul diberi simpangan kecil. dan kemudian dilepaskan, bandul akan
berosilasi (bergetar) di antara dua titik, misalnya titik A dan B, dengan periode T yang tetap. Seperti
sudah dipelajari pada percobaan mengenai, getaran, satu getaran (1 osilasi) didefinisikan sebagai
gerak bola dari A ke B dan kembali ke A, atau dari B ke A dan kembali ke B,
Ada beberapa parameter (atau variabel) pada bandul, yaitu Periodenya (T), Massa Bandul (m), dan
Simpangan Sudut (O) Panjangnya (P).

Sebuah benda kecil yang berat tergantung pada ujung seutas tali itu panjang dan ringan (berat
benang diabaikan) serta tidak mulur. Seluruh susunan beragam (sebab gravitasi), dengan sudut kecil.
Ini disebut bandul matematis, dengan periode :

T = 2π √I/g
Dimana :
T = Periode (waktu ayunan)
I = Panjang Benang
g = percepatan gravitasi

4. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Memasang bandul dengan penumpu.
2. Mengukur panjang tali dari pusat bola titik gantung lebih kurang ± 90 cm.
3. Simpangan bola kurang lebih 15o sampai 20o kemudian dilepas.
4. Mencatat waktu untuk 14 ayunan dengan menekan stop wacth pada saat bandul
dilepas dan dilakukan sampai 3x.
5. Mengulang prosedur nomor 4 untuk panjang tali 80o,70o, dan 60o.
6. Membuat dalam suatu tabel data dari hasil yang diperoleh.

5. DATA PENGAMATAN

Panjang tali Waktu 14 ayunan (detik) Harga rata-rata


80 T1 = 22,3 T2 = 22,5 T3 = 22 T = 22,26
70 T1 = 20,9 T2 = 21 T3 = 20,1 T = 20,66
60 T1 = 19 T2 = 19 T3 = 18,7 T = 18,9

6. JAWABAN TUGAS

A. Percepatan gravitasi untuk semua panjang tali yang berbeda :


a. Panjang tali 80 cm

T rata-rata = 22,26

T=

22,26 = 2 . 3,14 .

g = 6,37 m/s2

b. Panjang tali 70 cm

T rata-rata = 20,60

T=

20,60 = 2 . 3,14 .

g = 6,50 m/s2
c. Panjang tali 60 cm

T rata-rata = 18,90

T=

18,90 = 2 . 3,14 .

g = 6,59 m/s2

g rata-rata = = 6,49 m/s2

B. Perbandingan percepatan gravitasi yang diperoleh pada literature :


Perbandingan gravitasi yang diperoleh dari praktikum “Ayunan Sederhana” dengan
gravitasi pada literature berbeda. Bahwa pada dasarnyagravitasi adalah gaya yang
ditimbulkan bumi dan dapat dihitung dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan
bandul sederhana. Pada ayunan bandul sederhana massa bandul tidak diperhitungkan,
yang diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan panjang tali (P).

C. Kesimpulan :
• Bahwa pada dasarnya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan bumi dan dapat dihitung
dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan bandul sederhana.
• Pada ayunan bandul sederhana massa bandul tidak diperhitungkan, yang
diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan panjang tali (Ρ ).
• Semakin panjang tali bandul semakin lambat waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan 14 kali ayunan, hal ini disebabkan karena posisi bandul semakin dekat
dengan pusat bumi.
DAFTAR PUSTAKA

• Nasri, MZ. 2011. Penunutn Praktikum Fisika Dasar. Fakultas Pertanian Universitas
Jambi. Jambi.

• http://alljabbar.wordpress.com/2008/03/30/pemuaian/

• http://ketutalitfisika.blogspot.com/2009/11/laporan-laboratorium-fisika-desain-
alat.html
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR
“MUAI PANJANG BENDA PADAT”

AGRIBISNIS D

KELOMPOK 4 :

• MISPUR ANWAR (D1B010024)


• DICKO PRAJUDA (D1B010027)
• IBNU KURNIAWAN (D1B010028)
• AMELIA DWI R (D1B010029)
• SARI NOVITA (D1B010030)
• NADIA YULI A (D1B010031)
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011

PERCOBAAN TIGA
MUAI PANJANG BENDA PADAT

1. TUJUAN
Menentukan koefisien muai panjang beberapa jenis logam.

2.ALAT DAN BAHAN


• Moechen Broek
• Lampu spiritus
• Mistar
• Termometer
• Serbet
• Penjepit
• Batang besi
• Kuningan
• Batang aluminium
• Korek api

3.PRINSIP TEORI

 Pengertian Pemuaian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau
bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu
pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas. Pemuaian pada zat padat ada 3 jenis yaitu
pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk
tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada
zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai volumenya sama dengan 1/273.

 Pemuaian panjang
adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang
nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar
dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah
kawat kecil yang panjang sekali.

Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda, koefisien
muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi
oleh jenis benda atau jenis bahan.Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan
pertambahan panjang benda setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah:

Bila ingin menentukan panjang akhir setelah pemanasan maka digunakan persamaan sebagai
berikut :

Jika ingin mengetahui pertambahan panjang benda padat (logam) akibat kenaikan suhu dimana
koefisien muai panjang (α) dapat diketahui dengan rumus :

Lt = Lo α . Δt
Yang perlu diperhatikan adalah didala rumus tersebut banyak sekali menggunakan lambang sehingga
menyulitkan dalam menghapal. Disarankan untuk sering menggunakan rumus tersebut dalam
mengerjakan soal dan tidak perlu dihapal.

 Pemuaian luas

adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada
benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap
tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali dan
tipis.Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas adalah luas awal,
koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya pemuaian luas itu merupakan pemuian
panjang yang ditinjau dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali
koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan sehingga
diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.

Untuk menentukan pertambahan luas dan volume akhir digunakan persamaan sebagai
berikut :

Article I.

 Pemuaian volume

adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian volume terjadi
benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai pemuaian
volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari panjang dalam 3 dimensi
karena itu untuk menentukan koefisien muai volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang.
Sebagaimana yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama dengan
1/273.
Persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan volume dan volume akhir suatu benda
tidak jauh beda pada perumusan sebelum. Hanya saja beda pada lambangnya saja. Perumusannya
adalah

4. PROSEDUR PERCOBAAN
a. Menyiapkan alat-alat serta perlengkapan lainya dalam keadaan bersih dan kering.
b. Mengukur panjang masing-masing logam yang ingin dipanaskan dan diletakkan pada
alat moeschen broek.
c. Mencatat beberapa suhu kamar ataupun logam tersebut sebagai suhu awal.
d. Menyalakan lampu spiritus, dimana pada masing-masing logam telah ditempelkan
termometer untuk mengontrol suhu sebagai pertambahan panjang (∆L) logam.
e. Mengamati skala pada alat disaat telah menunjukkan 40o , 500, dan 600 (t2)
f. Mengulang prosedur a sampai e sebanyak 3x
g. Membuat hasil pengamatan pada tabel.

5. DATA PENGAMATAN
No OBYEK Lo T1 (0C) T2 (0C) PEMBACAAN SKALA
(cm) I (10-3 mm)
Ulangan 1 Ulangan 2
1 ALUMINIUM 20,8 29o 40o 8 8
55o 12 16
o
2 KUNINGAN 20,8 29 40o 10 11
55o 14 16
6. JAWABAN TUGAS Lt = 208,008 mm
1. ALUMINIUM
*Lt = Lo × (1+ α Δt)
 Saat T2 (0C) = 40oC
Ulangan 1:
Δt = 40o ─29o = 11o 208,008 = 208 × ( 1 + 11 α)
Lo = 20,8 202,008 = 208 + 2288 α
Lt = Lo + 0,008 0,008 = 2288 α
= 20,8 + 0,008 α= 35 ×10-8 mm
= 35 × 10-11 m

Ulangan 2: 208,008 = 208 × ( 1 + 11 α)


Δt =40o ─29o = 11o 202,008 = 208 + 2288 α
Lo = 20,8 0,008 = 2288 α
Lt = Lo + 0,008 α= 35 ×10-8 mm
= 20,8 + 0,008 = 35 × 10-11 m
Lt = 208,008 mm

 Saat T2 (oC) = 55o


Ulangan 1: 208,012 = 208 × ( 1+ 26 α)
Δt =55o- 29o = 26o 208,012 = 208 + 5048 α
Lo = 20,8 cm = 208 mm 0,012 = 5048 α
Lt = Lo + 0,012 α = 24 × 10-8 mm
= 208 + 0,012 = 24 ×10-11 m
= 208,012 mm

Ulangan 2:
Δt =55o- 29o = 26o 208,016 = 208 ×( 1 + 26 α)
Lo = 20,8 cm = 208 mm 208,016 = 208 + 5048 α
Lt = Lo + 0,016 0,016 = 5048 α
= 208 + 0,016 α = 32 × 10-7 mm
= 208,016 mm = 32 × 10-10 m
2. KUNINGAN
* Lt = Lo × (1 + α Δt)
 Saat T2 (0C) = 40oC = 208,010 mm
Ulangan 1 :
Δt =40o- 29o = 11o 208,010 = 208 ( 1 + 11α)
Lo = 20,8 cm = 208 mm 208,010 = 208 × 2288 α
Lt = Lo + 0,010 0,010 = 2288α
= 208 + 0,010 α = 44× 10-7 mm
= 44 ×10-10 m

Ulangan 2 :
Δt =40o- 29o = 11o 208,011 = 208 ( 1 + 11α)
Lo = 20,8 cm = 208 mm 208,011 = 208 × 2288 α
Lt = Lo + 0,011 0,011 = 2288α
= 208 + 0,011 α = 48× 10-7 mm
= 208,011 mm = 48 ×10-10 m

 Saat T2 (0C) = 55oC


Ulangan 1:
Δt =55o- 29o = 26o 208,014 = 208 ( 1 + 26α)
Lo = 20,8 cm = 208 mm 208,014 = 208 × 5048 α
Lt = Lo + 0,014 0,014 = 5048 α
= 208 + 0,014 α = 28× 10-7 mm
= 208,014 mm = 28 ×10-10 m

Ulangan 2 :
Δt =55o- 29o = 26o 208,016 = 208 ( 1 + 26α)
Lo = 20,8 cm = 208 mm 208,016 = 208 × 5048 α
Lt = Lo + 0,016 0,016 = 5048 α
= 208 + 0,016 α = 32× 10-7 mm
= 208,016 mm = 32 ×10-10 m
Perbandingan :
Pemuaian yang terjadi pada zat padat dapat berupa muai panjang, muai luas, atau
muai volume.Pemuaian juga bergantung dari jenis bahannya (zat). Hasil akhir
koefisien muai panjang aluminium dan kuningan dari percobaan kelompok 1 berbeda
dengan ketetapan koefisien muai panjang yang berdasarkan literatur.

Kesimpulan :

• Pertambahan panjang suatu zat secara fisis akan berbanding lurus dengan
panjang mula-mula.
• Pertambahan panjang suatu zat secara fisis akan berbanding lurus dengan
perubahan suhu dan Bergantung dari jenis zat.
• Koefisien muai panjang setiap ulangan berbeda-beda.

DAFTAR PUSTAKA
• Nasri, MZ. 2011. Penunutn Praktikum Fisika Dasar. Fakultas Pertanian
Universitas Jambi. Jambi.

• http://alljabbar.wordpress.com/2008/03/30/pemuaian/

• http://ketutalitfisika.blogspot.com/2009/11/laporan-laboratorium-
fisika-desain-alat.html

• http://fredi-36-a1.blogspot.com/2009/11/ayunan-percepatan-
gravitasi.html