Anda di halaman 1dari 6

DEGRADASI POLIMER DAN PENENTUAN IKATAN

KEPALA –KEPALA POLIVINIL ALKOHOL

M.Wahyu Hidayat
G44080047

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2001
PENDAHULUAN
Polivinil alkohol diperoleh dari
hidrolisis polimer vinil ester dengan
menggunakan material awal berupa polivinil Gambar 2 Reaksi pemutusan ikatan kepala-
asetat. Hidrolisis terjadi pada suasana asam kepala polivinil alkohol (Chanda 2006).
dan menghasilkan alkohol. Reaksi dapat
digambarkan sebagai berikut Proses pemutusan ikatan kepala-
kepala akan membentuk dua molekul sehingga
berat molekul rata – rata nya akan berkurang.
Percobaan ini dilakukan bertujuan menentukan
Gambar 1 Reaksi pembentukan polivinil
komposisi ikatan kepala – kepala pada
Alkohol
polivinil alkohol dengan membandingkan
masa molekul rata – rata polimer sebelum
Katalis basa pada proses pembentukan alkohol
bereaksi dengan asam periodat dan setelah
dari polivinil asetat mempercepat sehingga
bereaksi dengan asam periodat. Berat molekul
bisa dikatakan merupakan suatu aoutokatalis
ditentukan dengan menentukan laju alirnya
(Sandler 1998).
menggunaka viskometer.
Degradasi merupakan suatu reaksi
Masa molar molekul rata – rata dihitung
perubahan kimia atau peruraian suatu senyawa
mengunakan persamaan Mark- Houwink :
atau molekul menjadi senyawa atau molekul
yang lebih sederhana secara bertahap.
[η]=K Mv a dan Mv =K Mn
¿
Misalnya, pengurangan panjang polimer
makromolekul atau perubahan gula menjadi
glukosa dan akhirnya membentuk alkohol. [η] = viskositas intrinsik
Degradasi polimer dasarnya berkaitan dengan K = koefisien viskositas (0.02)
terjadinya perubahan sifat karena ikatan rantai M = bobot molekul viskositas
utama makromolekul. Pada polimer linear a = 0.76 pada suhu 25˚C
seperti polivinil alkohol (PVA) reaksi tersebut k*= 1.75
mengurangi massa molekul atau panjang
rantainya. Sesuai dengan penyebabnya,
kerusakan atau degradasi polimer ada BAHAN DAN METODE
beberapa macam. kerusakan termal (panas),
fotodegradasi (cahaya), radiasi (energi tinggi), Alat dan Bahan
kimia, biologi (biodegradasi) dan mekanis.
Dalam artian peningkatan berat ukuran Alat yang dipakai pada praktikum ini
molekul ikat silang dapat dianggap kebalikan yaitu neraca analitik , labu ukur 25 ml, gelas
dari degradasi (Stevens 2007). kimia, labu ukur 50 ml , viskometer,
Oksidasi polimer terhadap molekul penghitung waktu (stop watch), gelas kimia 50
oksigen ataupun oksidasi lain bisa disebabkan ml, hot plate,gelas ukur.
karena degradasi polimer. Ikatan kepala –
Bahan yang digunakan digunakan
kepala pada polivinil alkohol bisa ditentukan
yaitu polimer polivinil asetat, asam periodat
dari oksidasi 1,2- gugus diol menggunakan
( HIO4.2H2O), dan air destilasi (akuades).
asam periodat.Tiap –tiap posisi rantai karbon
rusak akibat proses oksidasi sehingga Prosedur Percobaan
degradasi bisa terjadi diikuti dengan
perhitungan menggunakan viskometer (Braun Polimer yang akan ditentukan
2005). Reaksi pemutusan ikatan kepala – komposisi ikatan kepala – kepala yaitu
kepala yang terjadi pada polivinil alkohol polivinil alkohol. Ditimbang polivinil alcohol
dapat dilihat pada gambar dibawah : sebanyak 0.7 gram kemudian dimasukkan ke
dalam gelas piala dan dilarutkan menggunakan
akuades. Larutan diaduk sambil dipanaskan di alir dan nilai Mn yang di dapat dapat dilihat
atas hot plate sampai polimer larut. Setelah pada Tabel 1 di bawah.
larut polimer dimasukkan ke dalam labu takar
50 ml dan ditera menggunakan akuades. Tabel 1 Penentuan bobot molekul rata-rata dan
menentukan Mn larutan polimer
Larutan asam periodat dibuat dengan
melarutkan asam periodat sebanyak 0.5 gram Larutan Waktu Alir Mn
menggunakan akuades dan ditera pada labu 1 2 3
takar 25 ml. Setelah itu di siapkan tiga buah 0 9.62 9.62 9.60 -
gelas piala dan diberi label 0,1, dan 2. Gelas
1 11.70 11.71 11.72 7893.9711
piala 0 berisi 10 ml asam periodat dan 10 ml
akuades, gelas piala 1 berisi 10 ml larutan 2 10.44 10.40 10.41 948.8610
polimer dan 10 ml akuades, gelas piala 2 berisi
10 ml larutan polimer dan 10 ml larutan asam
periodat. Gelas piala 2 di diamkan selama 15 Larutan 0 tidak memiliki nilai Mn
menit. Kemudian dari setiap larutan yang baru karena larutan 0 merupakan larutan blangko
dibuat ditentukan laju alirnya menggunakan yang hanya berisi asam periodat dan akuades.
viscometer sebanyak tiga kali ulangan dan Sebelum dilakukan penghitungan laju alir pada
setiap pengukuran laju alir larutan yang larutan 2 yang berisi polimer dan asam
digunakan sebanyak 10 ml. Setelah itu periodat dilakukan ingkubasi selama 15 menit
dihitung nilai viskositas intrinsiknya. agar asam periodat mengoksidasi polimernya
dapat sempurna sehingga polimer terdegradasi
HASIL DAN PEMBAHASAN dan akan putus pada ikatan kepala-kepalanya.
Pemanasan pada larutan 1 yaitu larutan yang
Penentuan komposisi ikatan kepala- berisi polivinil alkohol berfungsi agar polimer
kepala dalam suatu polimer polivinil alkohol cepat larut, karena faktor lain yang membantu
dilakukan dengan cara mendegradasi pendegradasian PVA yaitu air panas karena
polimernya menggunakan asam periodat polimerisasi PVA merupakan polimerisasi
(HIO4). Asam periodat akan mengoksidasi yang kebanyakan struktur rantainya berbentuk
ikatan karbon – karbon akan menghasilkan ataktik, yaitu rantai yang memiliki cabang
pemutusan ikatan kepala – kepala polimer dan yang tidak teratur dan bersifat acak
membentuk dua molekul yang menyebabkan (Pielichowski 2005).
berat molekul rata –ratanya menurun.
Komposisi ikatan kepala – kepalanya di hitung Nilai Mn ( Masa molar rata-rata
dari perbandingan polimer sebelum dan jumlah ) larutan1 dilihat dari tabel didapat
setelah bereaksi dengan HIO4. sebesar 7893.9711 , dan pada larutan 2 sebesar
948.8610. Ikatan kepala – kepala diperoleh
Larutan blangko dibuat pada dari perbandingan nilai Mn larutan 1 dan 2,
percobaan ini yaitu sebagai larutan 0 yang yang merupakan perbandingan larutan polimer
hanya berisi asam periodat dan akuades yang belum bereaksi dengan asam periodat
sedangkan larutan 1 berisi polimer polivinil dan larutan polimer yang telah bereaksi
alkohol dengan pengenceran akuades memiliki dengan asam periodat yaitu Mn 1 / Mn 2
konsentrasi 7.05 × 10 -3 g/ml dalam satuan didapat sebesar 8.3194 . Angka tersebut
bobot/ volume. Sedangkan pada larutan 2 menunjukan polivinil alkohol yang digunakan
merupakan gabungan dari polimer dan asam percobaan ini memiliki ikatan kepala – kepala
periodat dan bukan merupakan suatu kurang lebih 8 ikatan. Semakin banyak ikatan
pengenceran sehingga konsentrasinya sama kepala- kepala pada suatu polimer akan
dengan konsentrasi polimer sebelum dilakukan semakin rendah berat molekul rata –ratanya
pengenceran yaitu 0.0141 g/ml b/v. Kemudian karena pada saat terdegradasi ikatan kepala –
diukur masing – masing laju alirnya secara kepala akan membentuk menjadi 2 molekul.
triplo dan ditentukan viskositas intrinsik dan
masa molar rata –ratanya sehingga diperoleh SIMPULAN
nilai Mn larutan 1 dan 2. Nilai pengukuran laju
Penentuan komposisi ikatan kepala -
kepala dalam suatu polimer polivinil alkohol
dilakukan dengan cara mendegradasi
polimernya menggunakan asam periodat
(HIO4) yang akan mengoksidasi ikatan karbon
– karbon akan menghasilkan pemutusan ikatan
kepala – kepala polimer dan membentuk dua
molekul yang menyebabkan berat molekul rata
–ratanya menurun. Semakin banyak ikatan
kepala – kepala yang dimilikinya maka berat
molekul rata –ratanya menurun. Ikatan kepala
– kepala diperoleh dari perbandingan nilai Mn
larutan 1 dan 2, yang merupakan perbandingan
larutan polimer yang belum bereaksi dengan
asam periodat dan larutan polimer yang telah
bereaksi dengan asam periodat didapat sebesar
8.3194 . Dengan demikina polivinil alkohol
pada percobaan ini kurang lebih memiliki 8
ikatan kepala – kepala.

DAFTAR PUSTAKA
Braun D, Cherdron H, Rehahn M, Ritter H,
Voit B.2005. Polymer
Synthesis:Theory and
PracticeFundamentals, Methods,
Experiments 4thEd. New York:
Springer.

Chanda M.2006. Introduction to Polymer


Science and Chemistry : A Problem
Solving Approach.USA : CRC Press,
Taylor and Francis Group.

Standler SR, Karo W, Bonesteel J, Pearce EM.


1998. Polymer Synthesis and
Charactherization a Laboratory
Manual. USA : Academic Press.

Stevens , Malcolm P. 2007. Kimia Polimer.


Jakarta : PT Pradnya Paramita

Pielichowsky K & Njuguna J.2005. Thermal


Degradation of Polymeric Materials.
Shawbury : Rapra Technology Limited.
LAMPIRAN
Bobot asam periodat yang ditimbang = 0.5000 g

Bobot polimer ( polivinil alkohol ) yang di timbang 0.7017 g

0.7017 g
Konsentrasi polimer ( Cp) = = 0.0141 g/ml b/v
50 ml
Konsentrasi larutan 1 = C1.V1= Cp.Vp

C1. 20 ml = 0.0141 g/ml . 10 ml

C1 = 7.05 × 10 -3 g/ml b/v

0.7017 g
Konsentrasi larutan 2 = bukan pengenceran = = 0.0141 g/ml b/v
50 ml

Tabel 2 Penentuan bobot molekul rata-rata dan menentukan Mn larutan polimer

Larutan Waktu Alir t (rata-rata) [η] Mv Mn


1 2 3
0 9.62 9.62 9.60 9.61 - - -
1 11.70 11.71 11.72 11.71 28.0339 13814.4495 7893.9711
2 10.44 10.40 10.41 10.40 5.6029 1660.5067 948.8610

Contoh Perhitungan:
Pengukuran waktu alir larutan 1 :
t 1+t 2+t 3 9.62 s +9.62 s +9.60 s
Rerata Toluena = = =9.61 s
3 3

t1 11.71
ln( ) ln( )
 [ η ]1= t0 9.61
= =28.0339
C1 7.05 ×10−3
 [ η] = k Mva
[η] 28.0339
Mva = = = 1401.695
k 0.02
Mv = 0.76√ 1401.695 = 13814.4495
 Mv = K*. Mn
13814.4495 = 1.75 . Mn
Mn = 7893.9711
Mn1 7893.9711
Jumlah ikatan kepala – kepala = = = 8.3194
Mn2 948.8610

Anda mungkin juga menyukai