P. 1
kas kecil 7

kas kecil 7

|Views: 89|Likes:
Dipublikasikan oleh anon_606496713

More info:

Published by: anon_606496713 on May 08, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

PEMBARUAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (PPKD)
FINANCIAL MANAGEMENT REFORM
Oleh : Drs. Darmanto, SE. MP.
(UIDP Individual Consultant)

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Otonomi Latar Belakang Daerah telah menjadi salah satu kebijakan

pemerintah yang memiliki pengaruh strategis dari segi tatanan politik, hukum, dan ekonomi. Paradigma / pandangan masyarakat pada umumnya akan membentuk suatu pengertian tertentu didalam dinamika perkembangan kehidupan masyarakat, bahkan dapat mengembangkan prinsip atau pengertian tertentu menjadi lebih luas dan terperinci. Paradigma baru didalam perkembangan masyarakat modern, antara lain adalah : • • • • Keterbukaan (transparency) Peningkatan efisiensi (efficiency) Tanggungjawab yang lebih jelas (responsibility) Kewajaran (fairness). (ekonomi,

Proses reformasi dan krisis multidimensional

moneter, hukum, politik) di Indonesia mendorong berkembangnya paradigma tersebut dan sering disebut sebagai good governnance. Paradigma tersebut diantaranya juga mendorong adanya reformasi manajemen keuangan daerah. Sebagaimana tertuang di dalam Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Undang-undang No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, bahwa pencanangan kebijakan untuk memperbesar dan memperkuat otonomi daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada prinsipnya merupakan hasil dari bekerjanya dua kekuatan. Pertama, kekuatan internal dalam negeri
Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -1-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

berupa gerakan reformasi yang dilakukan oleh segenap masyarakat di tanah air dengan tuntutannya demokratisasi di segala bidang kehidupan. Kedua, kekuatan supra nasional berupa globalisasi dengan berbagai konsekuensi dan implikasinya yang memerlukan respon dalam negeri melalui proses penyesuaian terhadap struktur dan mekanisme kepemerintahan demokratik di tingkat lokal. Salah satu hal yang menonjol di bidang keuangan publik sebelum sebelum diberlakukannya kedua Undang-undang tersebut adalah terjadinya hubungan yang sangat kepada asimetris Pemerintah antara Pusat. Pemerintah Pusat dan Daerah, yang ditandai dengan sangat tergantungnya menggali dan Pemerintah Daerah Meskipun Pemerintah Daerah sebenarnya diperkenankan untuk mengembangkan sumber-sumber penerimaan, namun Pemerintah Daerah tidak mampu mengembangkannya karena selain secara administrasi relatif sulit, sumber penrimaan utama telah dimonopoli oleh Pemerintah Pusat. Menurut Undang-undang tersebut, kewenangan daerah menjadi sangat luas. Kewenangan daerah mencakup kewenangan seluruh bidang pemerintahan kecuali bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta bidang lain yang strategis. Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi : pekerjaan modal, umum, lingkungan kesehatan, hidup, pendidikan pertanahan, dan kebudayaan, dan pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman koperasi, ketenagakerjaan. Disamping kewenangan sektoral, daerah juga mempunyai wewenang dalam mengelola suber daya nasional yang tersedian di

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -2-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

wilayahnya

dan

bertanggungjawab

menjaga

/

memelihara

kelestarian lingkungan. Selanjutnya daerah yang memiliki laut juga memiliki kewenangan dalam eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut. Namun demikian, untuk menyelenggarakan otonomi secara luas khususnya dalam menjalankan tugas-tugas yang menjadi kewenangan dan kemampuan keuangan daerah, selanjutnya dalam otonomi daerah bahwa penyelenggaraan tugas Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat dan Daerah (DPRD) dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Adapun

penerimaan daerah yang dimaksud terdiri dari 4 (empat) komponen utama yaitu : (1) Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Pinjaman Daerah, dan Pendapatan Lain-lain yang syah. Dana perimbangan terdiri dari tiga komponen utama yaitu : (a) bagian daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA), (b) Dana Alokasi Umum, dan (c) Dana Alokasi Khusus. Bagi daerah, dana perimbangan ini sangat tergantung dari kemampuan pemerintah pusat untuk menggali berbagai sumber daerah. Oleh karena itu, dalam otonomi daerah dana perimbangan ini sedapat mungkin tidak menjadi sumber terpenting bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apabila hal ini terjadi maka keuangan daerah akan tergantung dari keuangan pusat, dan ini tidak sesuai dengan semangat otonomi. Sedangkan sumber dari pinjaman daerah untuk beberapa tahun mendatang, dengan berbagai kendala dalam infrastruktur keuangan yang relatif belum berkembang, nampaknya masih sulit untuk bisa diandalkan (Halim & Nasir, 2006). Pada akhirnya dapat

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -3-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

diambil suatu simpulan bahwa dalam otonomi daerah, sumber keuangan asli daerah harus menjadi andalan utama bagi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 1.2. USDRP kemandirian pendekatan Tujuan dan Sasaran dirancang daerah partisipatif sebagai dalam program untuk mewujudkan pembangunan untuk penyelenggaraan yang

kawasan perkotaan melalui pelaksanaan agenda reformasi dan masyarakat, ditujukan meningkatkan kapasitas daerah dan mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang baik (good governance). Secara umum, Program USDRP ini memiliki tujuan yang mulia bagi pembangunan daerah yaitu (1) Mewujudkan kemandirian daerah dalam pembangunan infrastruktur perkotaan sesuai kebutuhan masyarakat (demand); (2) Menyediakan pelayanan publik dan pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang berkelanjutan; dan (3) Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pengurangan tingkat kemiskinan (sebagai multiplier effect) melalui peningkatan pelayanan prasarana dan sarana perkotaan. Adapun secara lebih terperinci tujuan yang ingin dicapai dari program ini adalah sebagai berikut : 1) pengambilan Memperbaiki manajamen pemerintahan daerah keputusan dan monitoring, (ii) pemakaian melalui : (i) peningkatan partisipasi masyarakat dalam kebijakan pengungkapan informasi publik yang lebih luas, dan (iii) reformasi dalam upaya memperoleh dan mengelola keuangan daerah.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -4-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

2)

Meningkatkan untuk

/

memperkuat

kapasitas dan

kelembagaan

memformulasi

rencana-rencana

strategi-strategi pengembangan derah dalam jangka panjang, baik ekonomi lokal maupun strategi pengentasan kemiskinan. 3) daerah. 4) pendapatan. 5) Meningkatkan investasi / pembiayaan daerah yang mendukung layanan, mempromosikan pembangunan ekonomi lokal dan mempercepat pengentasan kemiskinan. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka sasaran dari program ini adalah sebagai berikut : 1) Lembaga-lembaga terutama keuangan langsung. 2) Lembaga-lembaga swasta yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah dalam bentuk pajak, retribusi, maupun lainnya. 3) Masyarakat umum atau publik, yang merupakan sasaran utama yang akan berpartisipasi dan memperoleh layanan terbaik (optimal) dari pemerintah. 1.3. Lingkup Pekerjaan yang daerah, pemerintahan dengan secara baik daerah kabupaten, pengelolaan tidak relevan persoalan langsung Meningkatkan kapasitas fiskal dan dengan cara merasionalisasikan pengeluaran meningkatkan Mengembangkan kapasitas kelembagaan daerah dan meningkatkan profesionalisme para pemimpin

maupun

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -5-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Sebagaimana dikemukakan pada TOR (term of reference), bahwa ruang lingkup dari pekerjaan ini adalah tidak hanya terbatas pada hal-hal sebagai berikut : A. Mengkoordinasikan peserta USDRP dan dalam membantu melakukan pemda/pemkot review dan

pemutakhiran rencana tindak reformasi pengelolaan keuangan daerah. Agenda reformasi finansial yang telah ada dikembangkan selama persiapan proyek dari tahun 2004/2005. Sejak itu, ULG telah mengimplementasikan beberapa dari aktivitas yang digariskan atau ditentukan dalam agenda reformasi. Peraturan baru yang berkaitan dengan perlu manajemen meninjau finansial daerah untuk sudah dikeluarkan dan secara terus-menerus oleh pemerintah pusat. Maka dari itu kemajuan memperbaharui mengidentifikasi hambatan-hambatan dan strategi untuk lebih mempercepat penerapan agenda reformasi finansial menurut peraturan terbaru. Konsultan akan memastikan bahwa pemerintah daerah akan menghasilkan : a. Laporan (IPR) perkembangan dalam implementasi manajemen setengah finansial, tahunan reformasi

termasuk rekomendasi untuk mengatasi hambatan dan untuk mempercepat implementasi agenda reformasi (FM), demikian b. juga dalam mengidentifikasi kebutuhan finansial pembangunan kapasitas. Rencana tindakan reformasi manajemen yang terus diperbaharui sebagai bagian dari agenda reformasi yang sudah ada dari pemerintah daerah (surat

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -6-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

keputusan bupati/walikota mengenai agenda reformasi dalam 3 bidang), dan ini harus dilakukan setiap tahun. B. Mengkoordinasikan peserta USDRP dan kelembagaan Manajemen melibatkan dan dalam hukum pada membantu pemda/pemkot kerangka pengelolaan daerah yang

membangun reformasi level

keuangan daerah. finansial pemerintah badan-badan/unit-unit/SKPD

bertanggungjawab atas pendapatan, menajemen finansial, dan aset, administrasi finansial/anggaran, dan pengendalian finansial dan anggaran. B.1. Konsultan akan memastikan bahwa output berikut akan diselesaikan oleh masing-masing ULG : a. Memastikan bahwa SEKDA penerapan akan memimpin dan mengkoordinasikan keseluruhan agenda

reformasi finansial. Sebuah S.K. Bupati/ Walikota untuk menunjuk komite reformasi manajemen finansial yang akan bertanggung jawab untuk melaksanakan penerapan reformasi manajemen finansial mungkin harus dikeluarkan untuk memastikan bahwa akan ada koordinasi dan sinergi dalam penerapan agenda reformasi FM. b. Sebuah PERDA tentang prinsip manajemen finansial daerah sesuai dengan PP No 58/2005, Permendagri 13/2006, dan Permendagri 59/2007; c. S.K. Bupati/Walikota tentang sistem dan prosedur persiapan dan pelaksanaa APBD termasuk syaratsyaratnya.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -7-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

d. Alokasi anggaran tahunan yang cukup dalam APBD untuk mendukung finansial. B.2. Konsultan akan harus meninjau 3 poin pertama di atas (B1.a, B1.b, dan b1.c) dan menyediakan rekomendasi untuk mengisi kesenjangan antara apa yang dipersyaratkan oleh peraturan GOI dengan peraturan daerah. Ini juga termasuk mengidentifikasi kebutuhan peraturan pembangunan kapasitas pemerintah daerah untuk memperbaiki peraturan daerah. C. Realisasi dan Komprehensivitas Anggaran. Konsultan akan membantu BPKD atau SKPD yang relevan untuk mencapai: a. semua b. Pemantauan yang lebih kuat dan tanggung jawab atas dana publik yang dihasilkan atau diterima oleh kabupaten/kota. Prosedur yang lebih kuat dalam pemberian surat kuasa untuk pengeluaran anggaran. Konsultan akan secara terus-menerus memantau dan secara teratur menyiapkan laporan mengenai tercapainya output di atas, menurut rencana yang sudah disetujui sebelumnya dan indikator intermediet pencapaian dengan pemerintah daerah. Konsultan juga akan membantu pemerintah daerah untuk mencapai output tersebut. D. Pengawasan dan Pelaksanaan Anggaran. Konsultan akan membantu BPKD atau SKPD yang relevan untuk mencapai : aktifitas reformasi manajemen

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -8-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

a. b.

Tanggung jawab yang lebih baik dari kepala SKPD untuk mematuhi peraturan. Kontrol finansial yang lebih baik atas manajemen dana masyarakat. Konsultan akan secara terus-menerus memantau dan secara teratur menyiapkan laporan mengenai tercapainya output di atas menurut rencana yang sudah disetujui sebelumnya dan indikator intermediet pencapaian dengan pemerintah daerah. Konsultan juga akan harus membantu pemerintah daerah untuk mencapai output tesebut. E. Pengelolaan Pendapatan. Konsultan akan membantu BPKD atau SKPD yang relevan untuk memperkuat prosedur dan sistem pengumpulan pendapatan. Konsultan akan secara terus menerus memantau dan secara teratur menyiapkan laporan mengenai tercapainya output di atas menurut rencana yang sudah disetujui sebelumnya dan indikator intermediet pencapaian dengan pemerintah daerah konsultan akan juga membantu pemerintah daerah untuk mencapai output di atas. F. Sistem Akuntansi Pelaporan. Konsultan akan membantu SKPD yang relevan untuk menerapkan transparansi yang lebih besar dalam manajemen finansial daerah. Konsultan akan secara terus menerus memantau dan secara teratur menyiapkan laporan mengenai tercapainya output di atas, menurut rencana yang sudah disetujui sebelumnya dan indikator intermediet pencapaian dengan pemerintah daerah konsultan akan juga membantu
Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 -9-

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

pemerintah daerah untuk mencapai output tersebut sebagian dinyatakan dalam peraturan daerah. G. Audit Internal dan Eksternal. Konsultan secara sudah akan membantu SKPD yang dan relevan secara untuk teratur memperkuat efektivitas fungsi audit internal. Konsultan akan terus-menerus disetujui memantau dan mengenai tercapainya output di atas menurut rencana yang sebelumnya indikator intermediet output pencapaian dengan pemerintah daerah, konsultan akan juga membantu tersebut. 1.4. pekerjaan akan Stakeholder Yang Dilibatkan Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa ruang lingkup konsultan meliputi rangka koordinasi hingga memperkuat dan efektivitas fungsi audit internal. Oleh karena itu stakeholder yang dilibatkan dalam terlaksananya pekerjaan tercapainya tujuan program reformasi pengelolaan keuangan pemerintah daerah untuk mencapai

daerah, antara lain adalah tidak terbatas pada : SEKDA, BAPPEDA, DISPENDA hingga BPKD atau SKPD-SKPD yang relevan dengan program ini. 1.5. yang harus Struktur Laporan Laporan Dua Mingguan merupakan salah satu jenis laporan disusun oleh Konsultan Individual didalam melaksanakan tugasnya. Laporan Dua Mingguan ini terdiri dari 4 (empat) bab ditambah lampiran-lampiran yang diperlukan, dengan perincian sebagai berikut :

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 10 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan dan Sasaran 1.3. Lingkup Pekerjaan 1.4. Stakeholder Yang Dilibatkan 1.5. Struktur Laporan BAB II. PROFIL DAERAH 2.1. Profil Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang 2.2. Profil dan Status Sub Proyek 2.3. Baseline Agenda Reformasi (Status September 2008) BAB III. AKTIVITAS DAN KOORDINASI 3.1. Aktivitas/Koordinasi Yang Dilakukan 3.2. Hasil/Kesepakatan Koordinasi BAB IV. PERMASALAHAN, TINDAK LANJUT DAN REKOMENDASI 5.1. Permasalahan 5.2. Tindak Lanjut LAMPIRAN • • • Lembar Waktu (Time Sheet) Notulensi Daftar Hadir.

BAB II PROFIL DAERAH

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 11 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

2.1. Profil Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang 2.1.1. Visi dan Misi Kabupaten Sidenreng Rappang mempunyai Visi : Mewujudkan Sidenreng : • Optimalisasi pemanfaatan sumber daya pembangunan prinsip ekonomi kerakyatan melalui usaha berdasarkan • • Rappang sebagai pusat pengembangan agribisnis, mandiri, berbudaya, dan religius. Adapun misi yang diemban adalah

diversifikasi, intensifikasi, dan rehabilitasi. Mengembangkan Membangun sumber-sumber pertumbuhan melalui agribisnis yang berwawasan lingkungan. kemandirian masyarakat pendekatan kelembagaan dengan mengembangkan kemitraan usaha. • Mewujudkan aparatur daerah yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan dan pengelolaan administrasi daerah yang baik dan bersih. • Mewujudkan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis kreatif dan budaya tahan terhadap pengaruh globalisasi. • Mewujudkan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan sebagai pedoman dan sumber kearifan guna meningkatkan kualitas bernegara. 2.1.2. Letak Geografis

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 12 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Kabupaten Ibukota Provinsi

Sidenreng Sulawesi

Rappang Selatan,

atau

Sidrap luas

dengan

ibukotanya Pangkajene berjarak + 183 km dari Kota Makassar, dengan wilayahnya mencapai 1.883,25 km2, yang secara administrative terbagi dalam 11 kecamatan, 38 kelurahan, dan 65 desa. Secara geografis, Kabupaten ini terletak di sebelah Utara Kota Makassar, tepatnya diantara titik koordinat : 3043 – 4009 Lintang Selatan, dan 119041 – 120010 Bujur Timur. Posisi Wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang berbatasan dengan : Sebelah Utara Sebelah Timur Sebalah Barat : Kabupaten Pinrang : Kabupaten Luwu dan Wajo : Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare.

Sebelah Selatan: Kabupaten Barru dan Soppeng

2.1.3. Topografi Wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang terletak pada ketinggian antara 10 m – 1500 m dari permukaan laut. Keadaan Topografi wilayah di daerah ini sangat bervariasi berupa wilayah datar seluas 879,85 km2 (46,72%), berbukit seluas 290,17 km2 (15,43) dan bergunung seluas 712,81 km2 (37,85%). Jumlah penduduk sampai dengan tahun 2006 adalah 246.879 jiwa yang terdiri dari 122.492 jiwa laki-laki dan 130.387 jiwa perempuan. Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki dua jenis musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan April-September dan musim kemarau terjadi pada bulan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 13 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Oktober-Maret. Suhu Udara mencapai 250 – 270 C, dan Altitude mencapai 100 – 150 m dpl. 2.1.4. Sosial Budaya Pendidikan Dari tahun ke tahun partisipasi seluruh masyarakat dalam dunia pendidikan semakin meningkat, hal ini berkaitan dengan berbagai program pendidikan yang dicangkan pemerintah untuk lebih meningkatkan kesempatan masyarakat dalam mengenyam bangku pendidikan. Peningkatan partisipasi pendidikan untuk memperoleh kesempatan dalam bidang pendidikan tentunya harus diikuti dengan berbagai peningkatan sarana fisik pendidikan dan tenaga pendidik yang memadai. Fasilitas pendidikan di Kabupaten Sidenreng Rappang cukup memadai, dimana sarana yang ada mulai dari tingkat Sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, dan Sekolah Menengah Tingkat Atas. Kesehatan Ketersediaan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Balai Pengobatan dan BKIA / Rumah Bersalin selama Tahun 2006 jumlahnya relative tidak mengalami perubahan. Disamping penyediaan sarana kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka usaha penyediaan tenaga kesehatan juga diharapkan dapat ditingkatkan. Tercatat ada sebanyak 2 (dua) buah Rumah Sakit, 13 Puskesmas, 37 Pustu, 2 (dua) Balai Pengobatan, 2 (dua) BKIA / Rumah Bersalin dan 1 (satu) Klinik. Adapun tenaga medis yang

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 14 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

tersedia terdiri dari 18 orang dokter umum, 10 orang dokter gigi, 97 orang perawat, 84 orang bidan praktek, dan 82 tenaga kesehatan lainnya. Agama Tempat peribadatan umat Islam yang berupa masjid / langgar, dan musholla masing-masing berjumlah 313 dan 2 buah. 2.1.5. Potensi Daerah Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Keadaan alam yang potensial didukung oleh masyarakat yang sebagian besar merupakan petani memungkinkan dapat dikembangkan berbagai jenis tanaman, baik untuk skala kecil maupun besar. Pengembangan sektor Pertanian tanaman pangan dan hortikultura ini memberikan suatu keuntungan bagi Kabupaten Sidenreng Rappang, yang perekonomiannya berbasis pada sector pertanian, dengan luas, potensi serta letak geografis yang mendukung bagi pengembangan sektor ini. Dalam pengembangan sektor ini pemerintah mendukung sepenuhnya dengan programprogram yang ditujukan untuk membantu petani serta peningkatan taraf hidupnya. Komoditi-komoditi Unggulan Kabupaten Sidenreng Rappang Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura antara lain : Tanaman Padi Tanaman Jagung Tanaman Ubi Kayu Tanaman Ubi Jalar

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 15 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

-

Tanaman Kacang Tanah Tanaman Kacang Kedelai Tanaman Kacang Hijau Tanaman Ketimun Tanaman Terung Tanaman Cabe Besar Tanaman Cabe Rawit Tanaman Tomat Tanaman Kacang Panjang Tanaman Kangkung Tanaman Bayam Tanaman Pisang Tanaman Jambu Biji Tanaman Mangga Tanaman Jeruk Siam Tanaman Pepaya Tanaman Salak Tanaman Nangka Tanaman Sukun.

Potensi Perkebunan Pengembangan sektor perkebunan diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, perbaikan mutu hasil dan pengembangan agribisnis komoditi perkebunan. Pengembangan sector perkebunan memberikan suatu keuntungan bagi Kabupaten Sidenreng Rappang karena letak geografis yang mendukung sepenuhnya dengan program-program yang ditujukan untuk membantu petani serta peningkatan taraf hidupnya.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 16 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Adapun jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan di Kabupaten Sidenreng Rappang antara lain adalah : Kehutanan Sektor kehutanan yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang yaitu : Hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan lahan kritis, dan hutan suaka alam. Lebih jelasnya gambaran kehutanan Kabupaten Sindereng Rappang dapat dilihat pada table berikut ; 1. Hutan Produksi Terbatas 2. Hutan Lindung 3. Hutan Suaka Alam. Peternakan Sektor Peternakan merupakan sektor unggulan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya peternakan, baik ternak besar maupun ternak kecil. Pola peternakan selama ini hanya mengandalkan lahan padang rumput yang ada di Kabypaten Sidenreng Rappang dengan luas 19.154 Ha, yang tersebar di 9 (sembilan) kecamatan. Kelapa Coklat / Kakao Jambu Mete Lada Kopi Kemiri Cengkeh.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 17 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Khususnya ternak kecil (unggas), sektor ini sangat potensial untuk dikembangkan dilihat dari berbagai aspek, seperti aspek lahan, kelayakan sosial ekonomi, infrastruktur,dll. Populasi ternak ayam Ras dan Bukan Ras (Buras) merupakan populasi terbesar. Untuk jenis ayam Ras Petelur, pada tahun 2005 berjumlah 2.360.142 ekor, mengalami peningkatan sebesar 2.503.721 ekor pada tahun 2006. Sedangkan untuk ayam Buras, juga mengalami peningkatan dengan jumlah 1.661.669 ekor pada tahun 2005, dan pada tahun 2006 sebesar 1.761.401 ekor. Perikanan & Kelautan Masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang memanfaatkan sumber daya alam dalam hal ini Danau Sidenreng Rappang untuk melakukan usaha perikanan air tawar dengan jenis ikan antara lain : Ikan Mas, Mujahir, Tawes, dan Ikan Nila yang diproduksi sendiri oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidenreng Rappang. Untuk meningkatkan produksi perikanan dilakukan budidaya ikan dalam area penanaman padi, kolam, dan perairan arus deras, serta dikelola secara optimal. Pariwisata Secara geografis Kabupaten Sidenreng Rappang terletak dijalur lintasan tujuan daerah wisata yang utama di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Tanah Toraja (Tator), sehingga Kabupaten ini sangat besar peluang untuk menarik tamu mancanegara untuk singgah sejenak atau bahkan bermalam sambil menikmati tradisi khas masyarakat setempat.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 18 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Dengan demikian, untuk kedepannya, Kabupaten Sidenreng Rappang disamping sebagai jalur lintas wisata juga sebagai jalur tujuan ke tempat-tempat wisata yang telah ada sekarang walaupun keberadaanya belum terlalu dikenal. Daerah tujuan wisata di Kabupaten Sidenreng Rappang yang dapat dijadikan tempat tujuan utama antara lain adalah : Taman Wisata DataE, Sanggar Seni Nene’ Mallomo, Danau Sidenreng, Pemandian Air Panas, Taman Wisata Alam, Air Terjun, Pacuan Kuda, Wisata Agro Toda Bojo, dll. Tranportasi & Telekomunikasi Usaha pembangunan yang semakin meningkat menuntut adanya transportasi yang baik guna menunjang mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi barang dari suatu daerah ke daerah yang lain. Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian di suatu daerah. Panjang jalan di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2006 adalah 1.103,86 km. Dilihat dari status kewenangannya, 70,40 km jalan di daerah ini di bawah wewenang Negara, 40,35 km di bawah wewenang Provinsi, dan 1.165,122 km yang menjadi wewenang Daerah. Pada umumnya sarana dan prasarana jalan di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam kondisi baik dan mulus, dimana jalan negara dan jalan kabupaten telah menggunakan aspal hotmix, namun di beberapa desa terpencil dan desa dekat bukit masih menggunakan transportasi dengan hewan sebagai kendaraan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 19 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

angkutan dan jenis permukaan jalan masih berupa pengerasan tanah. Untuk menunjang dan memperlancar arus lalu lintas darat di daerah ini terdapat satu unit terminal induk yang berada di daerah Lawawoi, dan Empat unit terminal pembantu yang masing-masing berada di Kecamatan MaritengngaE, Panca Rijang, Dua PituE, dan Tellu LimpoE. Adapun jumlah kendaraan bermotor di daerah ini pada tahun 2006 sebanyak 26.827 unit. Jika dibandingkan dengan keadaan pada tahun 2005, maka kendaraan bermotor pada Tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 11,90%. Komunikasi Pembangunan daerah lainnya, sarana Telekomunikasi mampu diarahkan memacu untuk meningkatkan kelancaran arus informasi suatu daerah dengan yang diharapkan kegiatan perekonomian antar daerah. Salah satu sarana telekomunikasi yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang adalah Pelayanan Pos. Jumlah fasilitas pelayanan Pos yang ada sebanyak 4 (empat) buah yakni Kantor Pos Pangkajene, Kantor Pos Rappang, Kantor Pos Amparita, dan Kantor Pos Tanru Tedong. Selain Kantor Pos, sarana telekomunikasi lainnya yang ada di Kabupaten komunikasi Sidenreng antar Rappang adalah Telepon. jasa Pelayanan kabel, komunikasi ini dilaksanakan oleh PT Telkom guna memperlancar masyarakat pengguna telepon disamping itu untuk pengguna jasa telepon seluler atau handphone, dengan adanya pemasangan Antena (BTS) dari PT Telkomsel dan PT Satelindo untuk daerah tertentu dan sekitarnya seperti Kecamatan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 20 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

MaritangngaE, Kecamatan Panca Rijang, Kecamatan Panca Lautang, dan Kecamatan Dua PituE, maka kebutuhan akan telekomunikasi khususnya telepon seluler dapat terlayani di Kabupaten Sidenreng Rappang, walaupun untuk sementara waktu masih terbatas adanya. Perdagangan Pembangunan dibidang perdagangan mempunyai maksud dalam upaya peningkatan produksi dan kualitas untuk pokok meningkatkan daya saing produk yang banyak beredar di dalam masyarakat masyarakat. Dengan menyebabkan peningkatan ini semakin volume juga berkembangnya perdagangan disebabkan oleh kesempatan meningkat, adanya berusaha dimana serta menstabilkan harga kebutuhan

pembangunan

infrastruktur yang dibangun oleh Pemda Kabupaten Sidenreng Rappang yang telah sampai pada pelosok-pelosok pedesaan, sehingga arus komoditas dan jasa dari sentra-sentra produksi ke sentra-sentra pemasaran sangat lancar. Selain itu, Pemda Kabupaten Sidenreng Rappang menciptakan iklim usaha yang semakin baik melalui peningkatan dan pembangunan fasilitas tempat usaha termasuk sarana dan prasarana perekonomian seperti pasar dan terminal. Jasa dan Industri Pengembangan sektor industri diarahkan untuk peningkatan mutu dan design produk yang bertujuan meningkatkan daya saing, sehingga kompetitif dalam meraih peluang pasar, baik local, antar daerah, antar pulau maupun ekspor.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 21 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Jenis industri yang berkembang di Kabupaten Sidenreng Rappang adalah industri : makanan, minuman, industri kecil, pakaian jadi, industri perabot rumah tangga, industri logam, dan lain-lain. Pengembangan industri masih berkonsentrasi pada industri yang berskala kecil, menengah, dan industri kerajinan (home industry), dengan sasaran utama yang masih terbatas pada pangsa pasaar antar daerah atau antar pulau. Pengembangan sektor industri ditingkatkan pemberdayaannya melalui penyuluhan, pelatihan tenaga kerja, dan menciptakan iklim berusaha yang kondusif untuk dapat merangsang investor mendukung sektor industri, baik dalam bidang pemasaran maupun permodalan. Sektor industri sebagai salah satu sektor usaha ekonomi yang masih potensial untuk dikembangkan, dimana sektor ini berpengaruh terhadap ekonomi serta dapat menggerakkan sektor pembangunan lainnya. Perkembangan sektor industrisebagai sektor usaha menyerap tenaga kerja yang cukup banyak terutama Usaha Industri Kecil (UKM) yang dapat memberikan dampak terhadap proses pembangunan wilayah, dimana sektor industri unggulan akan lebih cepat berkembang. 2.2. Profil dan Status Sub Proyek Dalam agenda reformasi Pengelolaan Keuangan Daerah secara garis besar terdapat 8 (delapan) langkah dalam pelaksanaannya yaitu : 1. Daerah. Persiapan Perumusan dan Pelaksanaan Rencana Tindak Dalam Pembaharuan Pengelolaan Keuangan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 22 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

2. 3. Daerah. 4. 5. 6. Keuangan Daerah. 7. Keuangan Daerah. 8. Daerah.

Pengembangan Kelembagaan dan Landasan Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Pemantauan Pelaksanaan Anggaran Daerah. Pengelolaan Pendapatan. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Kapasitas Pengelolaan

Hukum Pengelolaan Keuangan Daerah.

Pengembangan

Pengembangan Sistem Informasi Keuangan

Adapun profil dan status dari masing-masing tahapan tersebut secara lebih terperinci dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 23 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Tabel 1 : Profil dan Status Tata Pemerintahan Dasar Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang KEGIATAN PEMBAHARUAN
I. Persiapan Perumusan dan Pelaksanaan Rencana Tindak dalam Pembaharuan Pengelolaan Keuangan Daerah (RT-PPKD) 1.1 Penerbitan SK Walikota/Bupati tentang Panitia PPKD 1.2 Penerbitan SK Walikota/Bupati tentang RT-PPKD II. Pengembangan Kelembagaan dan Landasan Hukum Pengelolaan Keuangan Daerah 2.1 Penerbitan Perda tentang Dasar Keuangan Daerah 2.2 Penerbitan SK Walikota/Bupati tentang kebijakan, sistem dan prosedur penyiapan dan pelaksanaan APBD. 2.3 Penerbitan SK Walikota/Bupati tentang penggunaan standar akuntansi dan sistem dan prosedur akuntansi double entry (bila telah memungkinkan) III. Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Daerah

KONDISI SAAT INI

Sudah diterbitkan SK Bupati No. 241 Tahun 2007. Sudah diterbitkan SK Bupati No. 241 Tahun 2007.

Sudah diterbitkan Perda No.11 Tahun 2007 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Sudah diterbitkan Peraturan Bupati No.54 Tahun 2008 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah. Sudah diterbitkan Peraturan Bupati No.54 Tahun 2008 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008

- 24 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

3.1 Perencanaan dan penganggaran– alokasi minimal 10% dari total anggaran untuk mendukung program pembangunan yang diidentifikasi melalui perencanaan partisipatif 3.2 Kelengkapan anggaran – memasukkan seluruh pendapatan publik ke dalam anggaran 3.3 Pelaksanaan Perda Pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah IV. Pemantauan Pelaksanaan Anggaran Daerah 4.1 Promosi pembaharuan pengelolaan pembelanjaan 4.2 Promosi pembaharuan pengelolaan kas V.Pengelolaan Pendapatan 5.1 Efisiensi sistem pengumpulan pendapatan 5.2 Menyempurnakan sistem pengendalian keuangan 5.3 Menghentikan praktik kas Daerah seperti fungsi Bank 5.4 Melaksanakan prosedur dan ketentuan pengelolaan pendapatan Publik ke dalam anggaran VI. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah 6.1 Sosialisasi, pelatihan dan uji coba pelaksanaan standar akuntansi pemerintah 6.2 Pelaksanaan sistem akuntansi

Sudah ada per kecamatan (SK Bupati No. 241 Tahun 2007).

Sudah ada (Perda No.27 Tahun 2007). Sudah ada (Perda No.27 Tahun 2007).

Sudah ada (SK Bupati No.850 Tahun 2007) Sudah ada (SK Bupati No.850 Tahun 2007) Sudah dilakukan (Perda No.11 Tahun 2007) Sudah dilakukan (SK Bupati No.350 Tahun 2007) Sudah dilakukan Sudah dilakukan

Sudah pernah Sudah dilakukan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008

- 25 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

pemerintah double entry 6.3 Pelaksanaan transparansi bidang keuangan daerah VII. Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah 7.1 Perumusan program pelatihan 7.2 Pelaksaan program pelatihan pengelolaan keuangan VIII. Pengembangan Sistem Informasi Keuangan Daerah Yang Perumusan Program Pelatihan 8.1. APBD dan laporan realisasinya 8.2. Nerasa Arus Kas 8.3. Laporan Arus Kas 8.4. Catatan Atas Laporan Keuangan Daerah 8.5. Dana Dekonsentrasi & tugas pembantuan umum 8.6. Laporan Keuangan Perusahaan Daerah 8.7. Data lain yang berkaitan kebutuhan fiskal dan kapasitas fiskal daerah

Sudah pernah dilakukan

Sudah dilakukan Sudah dilakukan

Sudah ada Sudah ada Sudah ada Sudah ada Belum dilakukan Sudah dilakukan Sudah lengkap

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008

- 26 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

2.3. Baseline Agenda Reformasi (Status September 2008) Paradigma baru masyarakat modern mendorong reformasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Salah satu wujud reformasi tersebut diantaranya ádalah penerapan anggaran berbasis kinerja. Proses penyusunan dan sasaran yang ingin dicapai dari sistem anggaran berbasis kinerja menggambarkan adanya peluang bagi daerah untuk mengembangkan visi dan misi serta mewujudkan keinginan dan harapan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah yang bersangkutan. Sebagaimana disebutkan diatas bahwa program ini telah berjalan dalam beberapa waktu (sekitar 2 tahun), dan agenda pembaruan dalam pengelolaan keuangan daerah pada umumnya telah dapat berjalan, walaupun belum semua optimal didalam pelaksanaannya. Oleh karena itu langkah-langkah yang harus dilakukan ádalah mendorong semua SKPD yang relevan supaya langkah-langkah reformasi dapat berjalan lebih optimal di masamasa yang akan datang. Namun demikian setidaknya terdapat 3 (tiga) hal penting yang perlu segera ditindaklanjuti oleh konsultan guna mengoptimalkan pelaksanaan agenda reformasi pengelolaan keuangan daerah, antara lain ádalah : 1. Berkenaan dengan dana-dana yang berasal dari luar daerah (seperti misalnya Loan dsb), masih diperlukan aturan-aturan yang lebih detail sehingga pencatatan keuangan dapat dilakukan dengan benar. 2. Berkenaan dengan Dana Dekonsentrasi, masih diperlukan data-data yang berasal dari Pemerintah Pusat untuk optimalisasi pemanfaatan dana tersebut.

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 27 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

3. Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKA) dapat difungsikan sebagai unit akuntansi di tingkat Daerah.

BAB III AKTIVITAS DAN KOORDINASI 3.1. Aktivitas / Koordinasi Yang Dilakukan Untuk dapat merealisasikan kegiatan-kegiatan tersebut, maka koordinasi dengan SKPD terkait merupakan hal yang mutlak dilakukan, agar supaya konsultan mempunyai informasi yang proporsional, sehingga dapat melakukan analisis secara mendalam dan menyusun langkah-langkah strategis guna mengoptimalkan setiap kegiatan. Pada Dua Minggu Kedua Bulan Oktober 2008, Konsultan melakukan koordinasi dengan BPKD (antara lain terdiri dari : Kepala BPKD, Sekretaris, Kabid Perbendaharaan, Kabid Anggaran, Kabid Pelaporan dan Akuntansi, Kabid Pengelolaan Asset), BAPPEDA, serta BAWASDA. Maksud dari koordinasi ini adalah dalam rangka melakukan review substansi terhadap (1) Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang No.11 Tahun 2007 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan (2) Peraturan Bupati Sidenreng Rappang No.54 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 28 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. 3.2. Realisasi Kegiatan/Koordinasi Seperti halnya pada Dua Minggu–I, bahwa pada mingguminggu bulan September/Oktober 2008, Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang masih melakukan persiapan Pilkada, oleh karena itu tidak semua SKPD yang semula direncanakan bisa hadir. Adapun yang dapat menghadiri review bersama hanya dari BPKD. Realisasi kegiatan selama Bulan September/Oktober 2008 adalah sebagai berikut :

3.2.1. Hasil Review substansi atas Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang No.11 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan keuangan daerah, dipandang perlu untuk memberikan pedoman dasar tata kelola keuangan daerah yang taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, ekonomis, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab serta memenuhi kaidah-kaidah pengelolaan keuangan daerah yang betereima umum. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) UndangUndang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun dalam 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa melaksanakan

kebijakan pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan kaidah

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 29 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

pengelolaan

keuangan daerah, maka dipandang perlu untuk

menetapkan pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang No.11 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, terdiri dari 18 Bab dan 106 Pasal, ditetapkan pada Tanggal 16 Maret 2007. Adapun isi (substansi) secara ringkas dari Perda tersebut adalah sebagai berikut : Bab I Ketentuan Umum Bab II Asas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah Bab III Kekuasaan Atas Pengelolaan Keuangan Daerah Bab IV Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Bab V Penyusunan dan Penetapan APBD Bab VI Perubahan APBD Bab VII Bab VIII Kedudukan Keuangan Bupati dan Wakil Bupati Kadudukan Keuangan DPRD

Bab IX Pelaksanaan APBD Bab X Penatausahaan Keuangan Daerah Bab XI Pertanggungjawaban Kaungan Daerah Bab XII Hubungan Keuangan Pemda dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Dan Pemerintah Kabupaten Bab XIII Hubungan Keuangan Pemda dengan Unit-unit Usaha, BUMN, Perusahaan Swasta dan Organisasi Masyarakat Bab XIV Bab XV Hubungan Keuangan Pemda dengan Pemerintah Pengawasan dan Pemeriksaan Keuangan Daerah dan Lembaga Luar Negeri

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 30 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Bab XVI Rugi Bab XVII Bab XVIII

Ketentuan Pidana, Sanksi Administratif dan Ganti Ketentuan Peralihan Ketentuan Penutup.

Hasil review substansi atas Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang No.11 Tahun 2007 oleh Konsultan bersamasama dengan Tim dari BPKD dan instansi terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, tidak ditemukan adanya isi dari peraturan ini yang bertentangan atau melanggar dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi diantaranya adalah Undang-Undang No.17 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005, Permendagri No.13 Tahun 2006, Permendagri No.59 Tahun 2007, maupun Surat Edaran dari Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah No. : SE.900/316/BAKD tanggal 5 April 2007. 3.2.2. Hasil Review substansi atas Peraturan Bupati Sidenreng Rappang No.54 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang. Penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan keterbandingan laporan keuangan terhadap anggaran dan antar periode dalam penyajian Laporan Keuangan, dipandang perlu untuk diatur dalam suatu kebijakan akuntansi Pemerintah Daerah. Adapun isi (substansi) dari Peraturan Bupati Sidenreng Rappang sebagai Daerah No.54 Tahun 2007 tentang Umum Kebijakan Pengelolaan Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah adalah bahwa : Bupati Sidenreng Rappang Pemegang mempunyai Kekuasaan kewenangan untuk menyelenggarakan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 31 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

keseluruhan

pengelolaan laporan

keuangan keterangan

daerah

dan

berkewajiban atas

menyampaikan

pertanggungjawaban

pelaksanaan kewenangan pengelolaan keuangan tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang. Penyusunan Sidenreng Laporan Keuangan Daerah di Kabupaten Akuntansi Rappang berpedoman pada Kebijakan

Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang. Hal-hal yang diatur didalam Kebijakan Akuntansi tersebut antara adalah sebagai berikut : A. B. C. D. E. F. G. H. I. dan Andal J. K. L. M. N. Sebagaimana Definisi Unsur Laporan Keuangan Pengakuan Unsur Laporan Keuangan Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Pengungkapan Laporan Keuangan Rancangan Pilihan Kebijakan Akuntansi. dikemukakan diatas bahwa maksud dari Pendahuluan Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan Daftar Istilah Akuntansi Jenis Laporan Keuangan Entitas Pelaporan Asumsi Dasar Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kendala Informasi Akuntansi Yang Relevan

dikeluarkannya Peraturan Bupati Sidenreng Rappang No.54 Tahun 2007 adalah sebagai salah satu pedoman pokok bagi Bupati

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 32 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Sidenreng

Rappang

sebagai

Pemegang

Kekuasaan

Umum

Pengelolaan Keuangan Daerah yang mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah dan berkewajiban menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kewenangan pengelolaan keuangan tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Hasil review atas Peraturan Bupati Sidenreng Rappang No.54 Tahun 2007 tersebut oleh Konsultan bersama-sama dengan Tim dari BPKD dan instansi terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, sejauh ini tidak ditemukan isi / substansi dari peraturan ini yang bertentangan atau tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi diantaranya adalah Undang-Undang No.17 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005, Permendagri No.13 Tahun 2006, Permendagri No.59 Tahun 2007, maupun Surat Edaran dari Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah No. : SE.900/316/BAKD tanggal 5 April 2007. 4.3. Hasil/Kesepakatan Koordinasi Hasil review atau diskusi oleh Konsultan Kabupaten Sidenreng Rappang atas bersama-sama tersebut dengan Tim dari BPKD dan instansi terkait Pemerintah Daerah materi-materi dituangkan secara tertulis sehingga dapat dilakukan pengawasan mengenai rencana langkah-langkah dengan realisasi kegiatan yang dilakukan. Melalui kesepakatan tertulis ini, stakeholders dan konsultan dapat saling memberikan peringatan manakala terjadi ketidaksesuaian antara kesepakatan dengan realisasi pelaksanaan

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 33 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

kegiatan. Hal ini semua dapat terlaksana, dengan koordinasi yang baik antar pihak-pihak yang terkait. Meskipun demikian tidak berarti kajian atas peraturanperaturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang ini dianggap selesai, namun tetap akan dilakukan evaluasi atas pelaksanaan atau implementasi dari peraturan-peraturan tersebut. Mengingat perubahan atas banyak hal dapat terjadi dan dalam berbagai aspek yang berdampak pada kesesuaian peraturan dengan kondisi lapangan.

BAB IV PERMASALAHAN DAN TINDAK LANJUT

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 34 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

4.1. Permasalahan Secara prinsipiil, hinggá akhir Minggu Kedua bulan ke-dua ini konsultan tidak menemukan permasalahan yang cukup berarti, kecuali beberapa hal sebagai berikut : (1) Remunerasi dan biaya operasional belum diterima oleh Konsultan, yang mana hal ini mempunyai dampak yang kurang baik, karena sangat mengganggu konsentrasi bagi para Konsultan didalam melaksanakan pekerjaannya. Yang lebih jelas lagi, dengan adanya dana operasional yang tidak kunjung diterima ini, Konsultan tidak dapat melakukan pekerjaan secara optimal. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, dikhawatirkan dapat menurunkan motivasi serta kinerja dari para Konsultan. (2) Terdapat persoalan teknis berkaitan dengan kelembagaan proyek di tingkat daerah. Secara kongkrit dapat dijelaskan sebagai berikut : Sesuai dengan Keputusan Bupati Sidenreng Rappang Tim Nomor Project : 232 Tahun 2006 tentang dan Pembentukan Management Unit (PMU)

Pembangunan Project Management Manual (PMM) Sebagai Acuan Untuk Pelaksanaan Urban Sector Development Reform Project (USDRP) di Kabupaten Sidenreng Rappang tertanggal 15 Mei 2006, bahwa Ketua PMU menunjuk Staf Bappeda Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai Ketua Pelaksana Harian, namun yang staf bersangkutan beberapa waktu yang lalu dimutasi ke Bagian Pendidikan. Sehingga posisi Ketua Pelaksana Harian PMU secara de facto tidak ada. Kepala Bappeda sendiri pada bulanbulan ini sedang mengikuti persiapan untuk maju di Pilkada

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 35 -

Financial Management Reform - USDRP Kab. Sidenreng Rappang

Kabupaten Sidenreng Rappang, karena beliau merupakan salah satu kandidat Calon Bupati. 4.2. Tindak Lanjut Hal-hal yang berkaitan dengan remunerasi dan operasional bagi Konsultan, kiranya CPMU-USDRP dapat mengambil langkahlangkah yang lebih cepat dan tepat sehingga semua pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hal-hal yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah, Konsultan bersama-sama dengan beberapa staf Bappeda dan Staf Sekda melakukan diskusi, dan memperoleh kesepakatan, untuk sementara waktu yang berwenang memberikan rekomendasi atas pelaksanaan pekerjaan UIDP adalah Pejabat Sekretaris Daerah yakni Bapak Drs. H. Hasanuddin Syafiuddin, MSi. =o0o=

Laporan DUA MINGGU – Kedua - Oktober 2008 - 36 -

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->