Anda di halaman 1dari 18

Bab I

Pendahuluan

I. Latar Belakang

Suatu ketika walikota Padang memberi sambutan dalam sebuah


acara di fakultas kedokteran Unand. Dalam sambutan tersebut
beliau memberikan tantangan kepada mahasiswa kedokteran
untuk dapat ikut serta menyukseskan program pesantren
ramadhan yang beliau cetuskan. Sebagai jawaban dari tantangan
tersebut , departemen pengabdian masyarakat Badan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
mengadakan kegiatan Safari Ramadhan II.

Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk melatih mahasiswa


kedokteran Unand dalam berkomunikasi dan bermasyarakat,
karena diakui atau tidak diakui banyak pihak yang berpandangan
mahasiswa kedokteran kurang pandai bermasyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bukti pengabdian


mahasiswa kedokteran Unand kepada masyarakat terutama
generasi muda kota Padang. Diharapkan dengan kegiatan ini
santri-santri pesantren ramadhan menjadi generasi muda yang
jauh dari maksiat, sehat secara jasmani dan juga rohani.

II. Jenis/Bentuk kegiatan

Kegiatan yang kami angkatkan ini berupa penyuluhan/promosi


kesehatan kepada santri-santri pesantren Ramadhan yang terdiri
dari siswa-siswi tingkat SD, SLTP dan SLTA se-kota Padang.

Adapun materi penyuluhan yang akan kami berikan adalah:

1. Kebersihan diri dan lingkungan untuk siswa SD

2. Bahaya Merokok dan Narkoba untuk siswa SLTP

3. Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS untuk siswa SLTA.

III.Nama dan Tema Kegiatan

1
Safari Ramadhan II BEM KM Fakultas Kedokteran Universitas
Andalas, dengan tema: Bersama membentuk generasi yang sehat
rohani dan jasmani.

IV. Tujuan

a. Umum

• Mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi


• Menyukseskan kegiatan program Pesantren Ramadhan
pemerintahan kota Padang
• Mengisi bulan suci Ramadhan dengan mengadakan kegiatan
yang bermanfaat bagi generasi muda.
b. Khusus

• Melatih keterampilan mahasiswa kedokteran dalam


berkomunikasi dan bermasyarakat.
• Meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa kedokteran terhadap
kehidupan masyarakat terutama generasi muda kota Padang.
• Berbagi wawasan dengan generasi muda kota Padang tentang
kesehatan

V. Waktu dan tempat pelaksanaan

Acara Waktu Tempat


Technical Meeting 7 September 2009 Aula FK Unand
Peserta
Pembukaan 8 September 2009 Aula FK Unand
Penyuluhan ke 12 September 2009 200 Mesjid di kota
Mesjid Padang

VI. Peserta

Peserta Safari Ramadhan adalah mahasiswa Kedokteran


Universitas Andalas.

VII. Pelaksana

2
Panitia Safari Ramadhan yaitu departemen pengabdiaan
masyarakat BEM KM FK Unand.

Bab III
Materi Penyuluhan Kesehatan

Materi 1
Kebersihan diri dan lingkungan

Pencapaian materi :
Peserta pesantren ramadhan bisa memahami dan melakukan perilaku
hidup bersih dan sehat dalam keseharian, diantaranya :
1. Menjaga kebersihan badan
2. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
3. Menjaga kebersihan kuku dan tangan
4. Menjaga kebersihan lingkungan
5. Menjaga kebersihan makanan

Sasaran : Santri pesantren ramadhan dari siswa Sekolah Dasar

Kebersihan diri dan lingkungan

Menjaga kebersihan badan

Mandi 2 kali sehari


• Pakai sabun anti septik
• Gosok seluruh tubuh termasuk sela-sela tubuh seperti
selakangan, leher, daun telinga, ketiak dan sela-sela jari
tangan dan kaki.
• Mandi di kamar mandi, menggunakan air yang bersih
• Keringkan badan dengan handuk yang bersih
• Keramas satu kali 2 hari dengan sampo

Menjaga kebersihan gigi dan mulut

• menyikat gigi dengan pasta gigi pada pagi dan malam


hari dan sehabis makan.
• menjauhi camilan setelah menyikat gigi pada malam
hari
• mengurangi makanan manis dan lengket
• banyak mengkonsumsi buah dan sayur berwarna karena
dapat menyehatkan rongga mulut.
• membiasakan berkumur-kumur setelah makan sesuatu
• memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

3
• Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 2 sampai 3 bulan
pemakaian ketika bulu-bulu sikat gigi sudah mekar.
• Sikat gigi juga harus dijaga selalu kering agar tidak
berlumut dan berjamur.

Cara menyikat gigi yang benar

1. Letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi


2. Gerakan sikat dari arah gusi kebawah untuk gigi Rahang Atas
(seperti mencungkil)
3. Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah
4. Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta
permukaan dalam dan luar gigi dengan cara tersebut.
5. Sikat permukaan kunyah gigi dari arah belakang ke depan.

Menjaga kebersihan kuku dan tangan

1. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan


2. Mencuci tangan dengan sabun setelah memegang benda-benda
yang kemungkinan besar terkontaminasi kuman
3. Memotong kuku yang panjang (sekali seminggu)
4. Memberi antiseptik jika terjadi luka

Mencuci tangan yang baik dan sehat membutuhkan beberapa peralatan


sebagai berikut di bawah ini :
1. Sabun / antiseptik
2. Air bersih yang mengalir
3. Lap / tisu kering bersih

4
Proses, Langkah / Tahap Mencuci Tangan Dengan Sabun Antiseptik Yang
Baik :

Menjaga Kebersihan Makanan

• Jangan jajan sembarangan


• Makanlah makanan yang bergizi
• Cuci tangan sebelum makan
• Jangan sering memakan makanan ringan

Menjaga Kebersihan lingkungan

5
• Buanglah sampah pada tempatnya
• Buanglah kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air
• Biasakan bergotong royong untuk membersihkan pekarangan
sekitar rumah

Materi 2
Bahaya merokok dan narkoba

Pencapaian materi :
Peserta pesantren ramadhan dapat memahami dan mengerti tentang :
1. Kandungan zat pada rokok dan bahayanya bagi kesehatan
2. Penyakit yang disebabkan oleh rokok
3. Jenis Narkoba dan dampaknya bagi kesehatan
4. Dampak penyalahgunaan narkoba
5. Ciri-ciri pemakai narkoba

Sasaran : santri pesantren ramadhan dari siswa SLTP

Bahaya Merokok dan Narkoba

Rokok berasal dari daun tembakau yang dikeringkan dan dibentuk


atau hanya digulung dan dimasukkan kedalam pipa. Bila rokok dibakar
akan terjadi perubahan kimia.

Kandungan zat pada rokok dan bahaya pada kesehatan

Lebih dari 4000 bahan kimia yang telah diidentifikasi dalam asap rokok.
Banyak diantaranya beracun, beberapa bersifat radioaktif. Lebih dari 40
dapat menyebabkan kanker.

N Zat kimia Dampak bagi tubuh


o
1 Nikotin Menyebabkan kecanduan
Merusak jaringan otak
Menyebabkan darah lebih
mudah membeku
Mengeraskan dinding
arteri
2 Tar Membunuh sel dalam
saluran udara dan paru-
paru
Meningkatkan produksi
lendir didalam paru-paru
3 Karbon Mengikat hemoglobin
Monoksida sehingga darah
kekurangan oksigen yang
dapat menyebabkan
kematian
4 Bahan kimia Memicu pertumbuhan
penyebab kanker dalam tubuh
kanker

6
5 Bahan kimia Mengotori saluran udara
Pengganggu dan kantung udara dalam
(iritan) paru-paru
Menyebabkan batuk

Penyakit yang disebabkan oleh rokok

Gangguan
Organ
tubuh

Hidung yang
merupakan
indra
penciuman
menjadi kurang
peka. Hal ini
karena adanya
partikel-partikel
panas yang
terbawa oleh
asap rokok
menempel
pada rongga
hidung.

Mulut,
gigi,
dan
lidah

mengalami penurunan fungsi dan terjadi perubahan fisik, misalnya gigi


menjadi berwarna kuning dan bibir menjadi berwarna kehitaman.

Infeksi saluran pernafasan terjadi sebagai akibat dari asap yang dihisap
dan membawa partikel-partikel kecil yang menempel pada dinding saluran
pernafasan yang menyebabkan infeksi (radang tenggorokan)

7
Kanker paru-paru menjadi ancaman terhebat bagi para perokok. Lendir
yang berlebihan akibat reaksi tubuh terhadap adanya zat asing (tar) masuk
pada paru-paru, menyebabkan batuk-batuk dan saluran bronkia meradang
yang disebut bronchitis. Bronkia adalah cabang pada paru-paru. Di samping
itu, penyakit emphysema, juga mengancam jiwa perokok. Penyakit
emphysema adalah penyakit yang ditandai dengan rusaknya paru-paru, yakni
meningkatnya frekuensi nafas dan rasa nyeri luar biasa.

Pengaruh nikotin dan karbon monoksida (CO), menyebabkan darah


cepat membeku, sehingga aliran darah dari dan ke jantung terhambat.
Keadaan ini menyebabkan jantung koroner, yang pada akhirnya dapat
menyebabkan pecahnya pembuluh darah (menyebabkan stroke)
Gangguan lambung dan rahim, juga menjadi ancaman bagi perokok. Bayi
yang terlahir dari seorang ibu perokok, mempunyai kesehatan yang kurang
baik dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang bukan perokok.
Narkoba, jenis dan dampaknya

Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan berbahaya

Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman
baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa
nyeri, dan dapat menimbulkan kecanduan

Narkoba dikelompokkan menjadi 3 bagian:

(1) NARKOTIKA
Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan.

1) Penggolongan Narkotika
Narkotika secara umum digolongkan menjadi opioda, ganja dan kokain.

a.Opioida
Opioida adalah nama golongan zat yang memiliki khasiat mirip
morfin. Dalam bidang kedokteran, zat ini dimanfaatkan terutama sebagai
analgesik (penghilang rasa nyeri). Opioida digolongkan menjadi tiga
golongan, yaitu :
• Opioida alami, misalnya opium, morfin, kodein dan tebain.
• Opioida semi sintetis, yaitu opioda yang diperoleh dari bahan
alami dengan sedikit perubahan kimia, misalnya heroin dan
hidromorfon.
• Opioida sintetis, misalnya meperidin, methadon, propoksefan
dan levorfanol.
Opioida berkhasiat menekan pernapasan, analgesik (menghilangkan
rasa nyeri), hipnotik (menidurkan), dan euforik (menimbulkan rasa
gembira berlebih). Pemakaian opioda yang berulangkali menyebabkan
ketergantungan. Opioda alami berasal dari getah yang keluar dari kotak

8
biji tanaman papaver somniferum yang belum masak. Getah ini disebut
opium. Didalam opium terkandung morfin, kodein dan terbain.

Gambar 4. Tanaman Opium

Gambar 5. Heroin

Gambar 6. Morfin

Gambar 7. Kodein
b.Ganja
Ganja atau Mariyuana diperoleh dari tanaman Canabis sativa atau
Canabis indica. Tanaman itu termasuk sejenis perdu yang tingginya dapat
mencapai 4 meter. Ganja mengandung zat psikoaktif (zat yang dapat
mempengaruhi mental, emosi dan tingkah laku orang yang memakainya)
yang disebabkan oleh zat kimia yang dikandungnya yaitu THC (Delta 9
tetrahydrocannibinol). Kadar zat psikoaktif tertinggi terdapat pada pucuk
tanaman yang sedang berbunga. Kadar tertinggi bisa mencapai 5%. Dari
ganja diperoleh hashih, yaitu getah tanaman ganja yang dikeringkan dan
dibentuk berupa lermpengan. Kadar zat psikoaktif dalam hashih dapat
mencapai 15-30%. Efek rasa dari penggunaan ganja adalah cenderung
sangat santai, rasa gembira berlebih, sering berfantasi, selera makan
tinggi dan sensitif.

Gambar 8. Canabis sativa

9
Gambar 9. Ganja Kering
c.Kokain
Kokain berasal dari tanaman koka (Erythroxylum coca) yang
tumbuh di Bolivia dan Peru. Dalam bidang kedokteran, dulu kokain
digunakan sebagai anestesi (bius) lokal, tetapi sekarang tidak digunakan
lagi. Kokain diisolasi dari daun koka, berupa kristal berwarna putih. Kokain
yang sering disalahgunakan biasanya dicampuri zat lain seperti gula.
Penyalahgunaan dapat melalui berbagai cara, seperti ditelan, disedot
melalui hidung, disuntik atau dirokok. Kokain tergolong dalam stimulan.
Pada dosis rendah kemampuan fisik meningkat tetapi pada dosis tinggi
dapat menimbulkan kejang. Efek rasa dari pemakaian kokain ini membuat
pemakai merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah rasa
percaya diri, juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah

Gambar 10. Kokain

(2)PSIKOTROPIKA
Zat psikotropika adalah zat atau obat yang bukan narkotika yang
bersifat psikoaktif (memacu), melalui pengaruh yang selektif pada
susunan syaraf pusat, yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku.

Penggolongan Psikotropika
Jenis psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin
(ekstasi dan shabu), sedatif-hipnotik, inhalansia maupun zat pelarut
(solven).

a. Amfetamin
Amfetamin adalah stimulan susunan syaraf pusat seperi kokain,
kafein dan nikotin. Amfetamin disintesis pertama kali pada tahun 1887,
tetapi baru dipasarkan sebagai obat pada tahun 1932. Amfetamin dikenal
juga dengan nama speed, uppers, whiz, atau sulfat. Amfetamin sering
digunakan untuk mengurangi berat badan karena dapat menghilangkan
rasa lapar. Amfetamin dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1.MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi,


inex
2.Metamfetamin, dikenal dengan nama shabu (metamfetamin bekerja
lebih lama dibanding MDMA dan efek halusinasinya cukup kuat).

10
Gambar 11. Ekstasi

Gambar 12. Shabu


Amfetamin juga dikenal dengan nama speed, uppers, whiz atau sulfat.
Dalam ekstasi mengandung amfetamin sedangkan sabu-sabu
mengandung metil amfetamin. Bila dipakai secara terus-menerus,
amfetamin dapat menimbulkan ketergantungan fisik dengan gejala putus
obat berupa rasa lelah, apatis (sikap tidak peduli), depresi, rasa nyeri
pada seluruh badan.

b.Sedatif dan hipnotik

1) Asam Barbiturat
Asam barbiturat disintesis pertama kali oleh Adolf von Bayer. Asam
barbiturat merupakan asam urat. Barbiturat tergolong depresan sususan
syaraf pusat. Dalam dosis kecil memberi efek menenangkan sedangkan
dalam dosis besar dapat menginduksi tidur. Pada dosis tinggi selain
memberi efek sedasi (menenangkan), barbiturat dapat menghambat
pernapasan, menimbulkan komplikasi jantung, tidur, koma dan kematian.
Barbiturat banyak disalahgunakn dengan nama pil koplo.

2) Benzodiazepin
Benzodiazepin digunakan dalam bidang kedokteran untuk
mengatasi ansietas (rasa cemas), ketegangan, anti kejang atau untuk
menimbulkan efek sedasi. Dosis mematikannya tinggi, sehingga relatif
lebih aman daripada sedatif-hipnotik yang lain. Benzodiazepin yang sering
disalahgunakan antara lain nitrazapam (dumolid, mogadon), diazepam
(valium dan pil KB), bromazepam dan flunitrazepam.

c.Inhalansia dan Solven


Zat yang digolongkan dalam inhalansia dan solven meliputi
berbagai senyawa organik yang berupa gas atau pelarut yang mudah
menguap. Inhalansia dan solven terdapat pada berbagai barang
keperluan rumah tangga dan kantor. Contohnya yaitu perekat/lem, tinner,
kloroform, freon, aseton dan bensin. Pemakaian yang berlebihan dapat
merusak berbagai organ tubuh, misalnya otak, ginjal, paru, jantung dan
sumsum tulang.

(3) ZAT ADIKTIF LAIN dan BAHAN BERBAHAYA

11
Zat adiktif lain adalah zat-zat yang bukan termasuk dalam narkotika
maupun psikotropika tetapi memiliki efek adiksi (kecanduan). Zat-zat
yang digolongkan kedalam zat adiktif lain yaitu :

1. Minuman Keras (Alkohol)


Minuman keras meliputi seluruh jenis minuman yang mengandung
alkohol (nama kimianya etanol). Menurut catatan arkeologi, minuman
beralkohol sudah dikenal manusia sejak kurang lebih 5000 tahun yang
lalu. Di Indonesia, dikenal beberapa minuman lokal yang beralkohol,
misalnya brem, tuak, dan ciu. Alkohol dapat dibuat melalui fermentasi
(peragian) berbagai jenis bahan yang mengandung gula, misalnya buah-
buahan (seperti anggur dan apel), biji-bijian (beras dan gandum), umbi-
umbian (seperti singkong) dan madu.

Gambar 18. Macam-macam Minuman Keras

a.Penggolongan alkohol
Menurut peraturan Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan
Departemen Kesehatan, minuman keras dibagi kedalam tiga golongan
berdasarkan kadar alkohol didalamnya:

a) Golongan A : Kadar alkohol 1-5%, misalnya bir.


b) Golongan B : Kadar alkohol 5-20%, misalnya anggur.
c) Golongan C : Kadar alkohol 20-45%, misalnya wiskey dan vodka

b. Zat Kimia yang Terkandung Dalam Minuman Keras


Minuman keras yang biasanya diminum para “pemabuk”
didalamnya terdapat suatu zat yang berbahaya bagi tubuh, yaitu alkohol.
Sebenarnya alkohol banyak memiliki manfaat bagi manusia, misalnya:
sebagai desinfektan dan pelarut pada produk kosmetik. Alkohol pada
minuman keras diperoleh dari hasil peragian (fermentasi) pada bahan
makanan yang mempunyai kadar gula tinggi, misalnya anggur, gandum,
jagung, tebu dan ketan hitam. Untuk melihat kadar alkohol dalam darah
dan pengaruhnya dapat dilihat dalam tabel 2.

Tabel 2. Kadar Alkohol dalam Darah dan Pengaruhnya

Kadar Alkohol Tingkat/Katego Pengaruh


dalam Darah ri
(%)
Kurang dari Aman Rileks dan banyak bicara
0,05 Beresiko Mempengaruhi koordinasi sistem gerak
0,05-0,08 Berbahaya dan pengambilan keputusan
0,08-0,15 Mabuk Berbicara lambat, mengantuk, berjalan
0,2-0,4 Mematikan sempoyongan, muntah-muntah
0,45-0,6 Hilang rasa malu, nafas tersengal-

12
sengal, koma
Shock, mati

c. Penyakit yang Disebabkan oleh Minuman Keras (alkohol)

Alkohol merupakan salah satu zat adiktif yang dapat mengakibatkan


efek ketagihan atau ketergantungan. Alkohol yang terkandung dalam
minuman keras dapat berbahaya bagi tubuh dan menimbulkan berbagai
macam penyakit. Diantaranya adalah kecanduan, kerusakan pada
jaringan otak, gangguan perut dan pencernaan, serta mempengaruhi
fungsi kerja hati.

Organ yang dapat mengalami gangguan akibat penggunaan minuman


keras antara lain:
a) Fungsi otak terganggu yang menyebabkan kehilangan sistem
koordinasi tubuh, gangguan penglihatan, dan susah bicara. Jika
penggunaan dicampur dengan obat lain, dapat menyebabkan
pingsan dan kejang-kejang.
b) Fungsi kerja jantung tidak stabil dan denyut jantung berdegup keras.
c) Produksi asam lambung meningkat dan menyebabkan terjadinya
penyakit maag kronis atau peradangan lambung (gastritis)
d) Merusak organ hati yang berakibat pada mengerasnya hati karena
tidak berfungsi dengan baik, yang pada akhirnya dapat
menyebabkan hepatitis (cirrhosis)

2) Volatile solvent / inhalensia : zat adiktif yang pada umumnya


berbentuk cairan yang mudah menguap diudara terbuka. Uapnya ini
yang membahayakan. Seperti : lem uhu, acetone,aica aibon, castol
dan dan premix.

3) Zat desainer : obat ramuan jalanan yang dapat menimbulkan


kecanduan.
Misalnya : speed ball, peace pills, crystal, angle dust, rocketfuel dll.

Dampak penyalahgunaan Narkoba

Dampak Fisik
• Gangguan pada sistem saraf: kejang-kejang, halusinasi, ganguan
kesadaran
• Gangguan pada jantung dan pembuluh darah: infeksi akut otot
jantung dan gangguan peredaran darah
• Gangguan pada kulit: pernanahan, bekas suntikan, alergi
• Gangguan pada paru: penekanan fungsi pernafasan, kesukaran
bernafas, pengerasan jaringan paru.

Dampak Psikis
• Macam gangguan kejiwaan seperti psikotik (gangguan jiwa berat),
depresi, tindak kekerasan dan percobaan bunuh diri.

13
Ciri Pemakai Narkoba

• Perubahan fisik
-kesehatan fisik menurun
-badan kurus lemah, malas dan nafsu makan tidak ada.
-suhu badan tidak beraturan
-warna muka membiru
• Perubahan Psikologis :
-Malas belajar, mudah tersinggung dan sulit berkonsentrasi.
-Secara periodic hilang keinginan untuk sekolah, kuliah, kerja,
melaksanakan hobinya, berteman dan lain-lain.

• Perubahan perilaku Sosial :


-Menghindari kontak mata langsung, melamun / linglung
-Melakukan tindakan agresif yang tidak biasanya.
-Sikap tertutup, berbohong atau manipulasi keadaan
-kurang disiplin dan suka membolos
-Mengabaikan kegiatan ibadah
-Menarik diri dari aktifitas keluarga dan sering mengurung diri di
kamar/tempat-tempat tertutup.
Materi 3
Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV / AIDS

Pencapaian materi :
Peserta pesantren ramadhan dapat memahami dan mengerti tentang :
1. Pengertian dan jenis infeksi menular seksual (IMS)
2. Penyebab, gejala dan akibat IMS
3. Faktor yang mempengaruhi meningkatnya jumlah penderita IMS
4. Pengertian HIV / AIDS
5. Penularan HIV
6. Perjalanan penyakit HIV / AIDS
7. Gejala dan tanda penderita HIV / AIDS
8. Pencegahan HIV / AIDS

Sasaran : santri pesantren ramadhan dari siswa SLTA

Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV / AIDS

Apa itu IMS ?

Infeksi menular seksual adalah infeksi atau penyakit yang penularannya


terutama melalui hubungan hubungan seksual.

Jenis IMS yang sering terjadi di masyarakat

1. Sifilis
2. Gonore
3. Herpes genitalis

14
4. Trikomoniasis
5. Kandidiasis vagina

Penyebab IMS

Penyebab IMS dapat dilihat dari organismenya yaitu :


• Bakteri (kuman); misalnya gonore, sifilis.
• Virus; misalnya herpes genitalis, HIV / AIDS
• Jamur; misalnya kandidiasis

Gejala orang yang terkena IMS

Gejala orang yang terkena IMS seringkali tidak tampak, terutama pada
wanita, dan berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun secara umum
dapat disebutkan sebagai berikut :
• Keluarnya cairan dari alat kelamin yang dapat berupa cairan, darah
atau nanah
• Terdapat luka pada alat kelamin
• Terdapat tumor, kutil, benjolan seperti jengger ayam atau bunga kol
pada alat kelamin
• Terdapat benjolan pada lipat paha
• Pembengkakan buah zakar pada laki-laki
• Rasa nyeri pada perut bagian bawah pada wanita.

Akibat IMS

Bila tidak diobati sampai tuntas, maka dapat mengakibatkan:


• Penyakit menjadi kronis dan menahun
• Kemandulan
• Kanker alat reproduksi
• Sering keguguran
• Menularkan penyakitnya pada janin yang dikandung
• Gangguan pada kehamilan, misalnya bayi lahir cacat
• Terkena infeksi HIV
• kematian

Faktor yang mempengaruhi meningkatnya jumlah penderita IMS

• Perilaku seks bebas


• Kurang diberikannya pendidikan tentang masalah seksual
• Fasilitas kesehatan yang kurang memadai
• Banyak yang tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menulari orang
lain
• Penderita terlambat berobat
• Faktor umur dan jenis kelamin: remaja wanita lebih rentan terhadap
penularan karena selaput lendir liang kemaluan masih tipis, laki-laki
yang dikhitan mempunyai resiko yang lebih kecil.

15
Apa itu HIV dan AIDS ?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang
menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Virus ini menyerang sel limfosit T sehingga jumlahnya berkurang. Hal ini
menyebabkan kekebalan tubuh menjadi berkurang sehingga rentan
terhadap berbagai penyakit.
Sel limfosit T adalah salah satu jenis sel darah putih yang mempunyai
peran penting dalam sistem pertahanan tubuh terhadap kuman penyakit.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiensy Syndrome, yaitu


sindroma atau sekumpulan gejala pennyakit yang muncul akibat
hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang oleh virus
yang disebut HIV.

Penularan HIV

• Bersenggama dengan orang yang terinfeksi HIV (seks bebas)


• Memakai jarum suntik terinfeksi dan dipakai bergantian
(pemakai narkoba suntik)
• Ditularkan dari ibu ke anak
• Melalui transfusi darah
• Memakai jarum suntik, tindik, jarum tato yang sudah terinfeksi
dengan HIV

Orang yang beresiko terkena HIV / AIDS

• Pelaku seks bebas (gonta ganti pasangan seks)


• PSK dan pelanggannya
• Pelaku hubungan seks yang tidak wajar, seperti anal seks
(hubungan seks melalui dubur) dan oral seks (hubungan seks
melalui mulut). Biasanya pada homoseksual dan biseksual.
• Penyalahguna Narkotika yang memakai jarum suntik

Hal-hal yang tidak menularkan HIV

• Bersentuhan dengan ODHA


• ODHA bersin dan batuk di dpan kita
• Sama –sama berenang di kolam renang
• Menggunakan toilet yang sama dengan ODHA
• Tinggal serumah dengan ODHA
• Menggunakan pring makan bersama ODHA
• Gigitan nyamuk atau serangga lainnya

Bagaimana perjalanan HIV / AIDS dan gejalanya ?

16
• Stadium pertama : infeksi akut HIV, yaitu masuknya HIV ke dalam
tubuh dan menimbulkan gejala yang sama dengan infeksi virus
influensa seperti demam, sakit kepala, nyeri otot. Bila virus sudah
meningkat dalam darah dapat menularkan pada orang lain.

• Stadium kedua : asimptomatik (tanpa gejala). Artinya di dalam


tubuh penderita terdapat HIV tetapi tidak menunjukkan gejala
apapun. Stadium ini bisa berlangsung 5-10 tahun. Pada stadium ini
penderita tampak sehat tapi dapat menularkan HIV pada orang lain.

• Stadium ketiga : ARC (AIDS Related Complex), dimana penderita


mulai menunjukkan gejala seperti : demam berkepanjangan,
penurunan berat badan (lebih dari 10% dlam waktu 3 bulan),
kelemahan tubuh yang mengganggu aktivitas sehari-hari,
pembengkakkan kelenjar getah bening di leher, ketiak dan lipat
paha, diare atau mencret terus menerus tanpa sebab yang jelas,
batuk dan sesak nafas terus menerus, kulit gatal dan muncul bercak
merah kebiruan di kulit.

• Stadium keempat: AIDS, ditandai dengan munculnya bermacam-


macam penyakit seperti radang paru, penyakit syaraf, kanker kulit,
TBC, radang saluran pencernaan, radang karena jamur di mulut dan
kerongkongan.

Dapatkah HIV disembuhkan?

Pada dasarnya penyakit HIV / AIDS tidak dapat disembuhkan sampai


penderitanya meninggal dunia. Namun ada obat yang dapat mengurangi
perkembangan HIV dalam tubuh dan melawan infeksi sampingan yang
muncul akibat HIV.

Bagaiaman mencegah HIV / AIDS ?

Mencegah HIV / AIDS adalah dengan mencegah penularannya.


• Pencegahan penularannya melalui hubungan seksual
o Jangan melakukan hubungan seksual sebelum menikah
o Setia pada pasangan bila telah menikah
o Jangan melakukan oral seks maupun anal seks
• Pencegahan penularan melalui darah
o Pastikan transfusi darah bebas dari HIV / AIDS
o Sterilisasi alat suntik, alat cukur, alat tusuk atau tindik
o Jangan menggunakan narkoba suntik
• Berperilaku bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Berperilakulah sesuai dengan tuntunan agama, adat istiadat dan
budaya kita.

17
18