LAPORAN PENDAHULUAN VERTIGO DI RUANG ASOKA RUMAH SAKIT PELAMONIA KESDAM VII MAKASSAR

Oleh Muhammad Suratin C121 09 618

CI Institusi

CI Ruangan

(«««««««««««««..)

(«««««««««««««.)

Profesi Keperawatan Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar 2011

Otitis media (Motion sickness). Migraine arteri basilaris. b) Lesi saraf vestibularis. terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh Vertigo mungkin bukan hanya terdiri dari satu gejala pusing saja. Labirinitis. serebelum atau lobus temporal. Etiologi Menurut (Burton. Neuroma akustik.com). melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari gejala somatik (nistagmus. unstable). yaitu pasien merasa bahwa ia sedang berputar dialam raya (vertigo subyektif) atau bahwa sekelilingnya berputar disekitar dirinya (vertigo objektif).Obat (misalnya quinine. Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar. 1990 : 170) yaitu : a) Lesi vestibular . Neuronitis vestibular c) Lesi batang otak. positional vertigo.BAB I KONSEP DASAR TEORI A. mual. Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya. Infark atau perdarahan pons Insufisiensi vertebro-basilar. Benign post-traumatic. Pengertian Vertigo adalah ilusi gerakan. Menière. otonomik (pucat. Fisiologik. Dari (http://www. peluh dingin. . Obat (misalnya streptomycin). salisilat). muntah) dan pusing. dapat disertai gejala lain. Sklerosi diseminata. B. Tumor.kalbefarma.

alergi. blok jantung. hipertensi kardiovaskular. lues. sindrom sinus karotis. . 2. anemia. e)Inti. perdarahan. hipoparatiroid. : Hipertensi kronis. d)Tumor. e)Migren. tumor. hidrops labirin (morbus Meniere ). trombosis arteria serebeli posterior inferior. serangan vaskular. f)Epilepsi. : infeksi. Kelainan psikiatrik: depresi. trauma. Penyakit SSP : a)Hipoksia Iskemia otak. Epilepsy lobus temporal Menurut(http://www. fobia. neurosa cemas. keadaan menstruasi-hamil-menopause. hipoglikemi. otitis media purulenta akuta. vertigo postural. 4. arterios-klerosis. sinkop. sindrom hiperventilasi.kalbefarma. rudapaksa dengan perdarahan. trauma. d)Nervus VIII.Siringobulbia. b)Infeksi : meningitis.com) 1. mabuk gerakan. c)Telinga bagian dalam: labirintitis akuta toksika. fibrilasi atrium paroksismal. Penyakit Sistem Vestibuler Perifer : a)Telinga bagian luar : serumen. Vestibularis: infeksi. abses. sklerosis multipleks. ensefalitis. tumor medula adrenal. hipotensi ortostatik. b)Telinga bagian tengah: retraksi membran timpani. stenosis dan insufisiensi aorta. 3. tumor. labirintitis. Kelainan endokrin: hipotiroid. otitis media dengan efusi. c)Trauma kepala/ labirin. trauma. benda asing. kolesteatoma.

III. atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. dan proprioseptik. Dalam kondisi fisiologis/normal. visual. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. Intoksikasi. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan. akan diproses lebih lanjut. susunan vestibuloretikularis. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler. respons penyesuaian otot . jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler. reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar. visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. Respons yang muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan.5. 6. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. C. Patofisiologi Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik. di samping itu. dan vestibulospinalis. yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik. Kelainan mata: kelainan proprioseptik. IV dan VI. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar.

hipoglikemi. .menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. Lues serebri. Labirin picu (trigger labyrinth). keluhannya konstan tanpa (Cermin Dunia Kedokteran No. unsteadiness. kelainan okuler. Klasifikasi Vertigo Berdasarkan gejala klinisnya. tetapi suatu ketika serangan tersebut dapat muncul lagi. b) Yang tanpa disertai keluhan telinga. meningitis Tb. sklerosis multipel. b) Tanpa keluhan telinga : Kontusio serebri. Migren ekuivalen. Vertigo pada anak (Vertigo de L'enfance). tumor fossa cranii posterior. vertigo dapat dibagi atas beberapa kelompok : 1. penderita sama sekali bebas keluhan. lesi labirin akibat bahan ototoksik. tumor serebelopontin. 144. pelagra. ensefalitis pontis. dibedakan menjadi: a) Yang disertai keluhan telinga : Otitis media kronika. berlangsung beberapa menit atau hari. Di antara serangan. Vertigo paroksismal Yaitu vertigo yang serangannya datang mendadak. Vertigo posisional paroksismal benigna. 2. c) Yang timbulnya dipengaruhi oleh perubahan posisi. termasuk di sini adalah : Vertigo posisional paroksismal laten. kelainan gigi/ odontogen. Vertigo jenis ini dibedakan menjadi : a) Yang disertai keluhan telinga. 2004: 47) serangan akut. siringobulbi. Vertigo kronis Yaitu vertigo yang menetap. sindrom pasca komosio. D. Sindrom Lermoyes. Epilepsi. termasuk di sini adalah : Serangan iskemi sepintas arteria vertebrobasilaris. labirintitis kronis. Sindrom Cogan. ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya. kemudian menghilang sempurna. Termasuk kelompok ini adalah : Morbus Meniere. Arakhnoiditis pontoserebelaris.

dibedakan menjadi : a) Disertai keluhan telinga : Trauma labirin. lidah merah dengan selaput tipis. rasa kepala berat. kelainan kardiovaskuler. Vertigo Non Vestibuler: akibat kelainan sistem somatosensorik dan visual. 2) Pemeriksaan khusus : ENG. perdarahan labirin. c) Vertigo yang dipengaruhi posisi : Hipotensi ortostatik. muntah. kelainan endokrin. Psikiatrik . 3. nyeri kepala. Pemeriksaan Penunjang 1) Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan mata. hematobulbi. mata merah. nadi lemah. kelainan psikis. Vertigo servikalis. penglihatan kabur. sklerosis multipleks. sumbatan arteria serebeli inferior posterior. ensefalitis vestibularis. b) Tanpa keluhan telinga : Neuronitis vestibularis. lidah pucat dengan selaput putih lengket. puyeng (dizziness). Manifestasi Klinik Perasaan berputar yang kadang-kadang disertai gejala sehubungan dengan reak dan lembab yaitu mual. Vertigo Vestibuler: akibat kelainan sistem vestibuler. mudah tersinggung. F.intoksikasi obat. neuritis n. kemudian berangsur-angsur mengurang. tinitus. gelisah. Pemeriksaan alat keseimbangan tubuh Pemeriksaan neurologic. lelah. Vertigo yang serangannya mendadak/akut. labirintitis akuta. herpes zoster otikus. Audiometri dan BAEP. Ada pula yang membagi vertigo menjadi : 1. 2. E. nafsu makan turun. Pemeriksaan fisik umum. cedera pada auditiva interna/arteria vestibulokoklearis.VIII. mulut pahit. Pemeriksaan otologik. vertigo epidemika. sindrom arteria vestibularis anterior.

EMG. Penatalaksanaan 1. Terapi simtomatik 3. Terapi rehabilitatif . EEG.3) Pemeriksaan tambahan : Laboratorium. Radiologik dan Imaging. dan EKG. Terapi kausal 2. G.

Sirkulasi ‡ Riwayat hypertensi ‡ Denyutan vaskuler. ketidakberdayaan depresi ‡ Kekhawatiran. misal daerah temporal ‡ Pucat. Makanan dan cairan ‡ Makanan yang tinggi vasorektiknya misalnya kafein. kesulitan membaca ‡ Insomnia. lemah. bawang. saus. . malaise ‡ Keterbatasan gerak ‡ Ketegangan mata. MSG (pada migrain). coklat. ansietas. keputusasaan. peka rangsangan selama sakit kepala ‡ Mekanisme refresif/dekensif (sakit kepala kronik)4. .BAB II ASUHAN KEPERAWATAN A. makan berlemak. daging. wajah tampak kemerahan. 4. jeruk. Integritas Ego ‡ Faktor-faktor stress emosional/lingkungan tertentu ‡ Perubahan ketidakmampuan. tomat. anggur. bangun pada pagi hari dengan disertai nyeri kepala ‡ Sakit kepala yang hebat saat perubahan postur tubuh. hotdog. aktivitas (kerja) atau karena perubahan cuaca. Pengkajian 1.3. 3. alkohol. Aktivitas / Istirahat ‡ Letih. keju.2 2.

‡ Mual/muntah. fasialis. tumor otak. ‡ Aura . Keamanan ‡ Riwayat alergi atau reaksi alergi ‡ Demam (sakit kepala) . gelisah. 7. sensitif terhadap cahaya/suara yang keras. ‡ Otot-otot daerah leher juga menegang. ‡ Nyeri. pucat pada daerah wajah ‡ Fokus menyempit ‡ Fokus pada diri sndiri ‡ Respon emosional / perilaku tak terarah seperti menangis. stroke. misal migrain.7. frigiditas vokal. cedera kepala yang baru terjadi. disorientasi (selama sakit kepala) ‡ Riwayat kejang. epitaksis. sinusitis. pascatrauma. ketegangan otot. cluster. Neurosensoris ‡ Pening. ‡ Perubahan visual. kemerahan. ‡ Parastesia. tinitus. peka terhadap stimulus. olfaktorius. 5. 6. kelemahan progresif/paralysis satu sisi tempore ‡ Perubahan pada pola bicara/pola pikir ‡ Mudah terangsang.6. ‡ Penurunan refleks tendon dalam ‡ Papiledema. anoreksia (selama nyeri) ‡ Penurunan berat badan5. Nyeri/ kenyamanan ‡ Karakteristik nyeri tergantung pada jenis sakit kepala. trauma.

Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan stress dan ketegangan. menopause. B. 3. Diagnosa Keperawatan1. ketidak-adekuatannya mengikuti instruksi. gelisah. iritasi/ tekanan syaraf. Kontrasepsi oral/hormone. Koping individual tak efektif berhubungan dengan ketidak-adekuatan relaksasi. peningkatan intrakranial ditandai dengan menyatakan nyeri yang dipengaruhi oleh faktor misal. tidak mengenal informasi dan kurang mengingat ditandai oleh memintanya informasi. Interaksi sosial ‡ Perubahan dalam tanggung jawab/peran interaksi sosial yang berhubungan dengan penyakit. metode koping tidak adekuat. parastesia.‡ Gangguan cara berjalan. vasospressor. penyakit pada keluarga ‡ Penggunaan alcohol/obat lain termasuk kafein. perubahan posisi. 2. migrain.3. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif. Penyuluhan / pembelajaran ‡ Riwayat hypertensi.9. 9. 1. perubahan pola tidur. 8. . stroke. paralisis ‡ Drainase nasal purulent (sakit kepala pada gangguan sinus)8. kelebihan beban kerja.2.

Atur posisi pasien senyaman mungkin Rasional : posisi yang tepat mengurangi penekanan dan mencegah ketegangan otot serta mengurangi nyeri. Koping individual tak efektif berhubungan dengan ketidak-adekuatan relaksasi.tanda-tanda vital normal . iritasi/ tekanan syaraf. . Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang Kriteria hasil : .pasien tampak tenang dan rileks Intervensi/Implementasi š Pantau tanda-tanda vital. Intervensi Keperawatan 1. vasospasme. intensitas/skala nyeri Rasional : Mengenal dan memudahkan dalam melakukan tindakan keperawatan. kelebihan beban kerja. 2. gelisah.Kolaborasi untuk pemberian analgetik. perubahan posisi.Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam Rasional : relaksasi mengurangi ketegangan dan membuat perasaan lebih nyaman . .2.klien mengungkapkan rasa nyeri berkurang .Anjurkan klien istirahat ditempat tidur Rasional : istirahat untuk mengurangi intesitas nyeri . Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan stress dan ketegangan. metode koping tidak adekuat. Rasional : analgetik berguna untuk mengurangi nyeri sehingga pasien menjadi lebih nyaman. peningkatan intrakranial ditandai dengan menyatakan nyeri yang dipengaruhi oleh faktor misal. perubahan pola tidur.C. .

Sarankan klien untuk mengekspresikan perasaannya.mengungkapkan kesadaran tentang kemampuan koping yang di miliki . . ambil keuntungan dari kegiatan yang dapat diajarkan. Rasional : klien akan merasakan kelegaan setelah mengungkapkan segala perasaannya dan menjadi lebih tenang . dan memberikan klien harapan dan semangat untuk pulih. Rasional : membuat klien merasa lebih berarti dan dihargai. ketidak-adekuatannya mengikuti . penenangan dan hasil yang diharapkan. 3.menunjukkan perubahan gaya hidup yang diperlukan atau situasi yang tepat.3.Berikan informasi mengenai penyebab sakit kepala.Dekati pasien dengan ramah dan penuh perhatian. Rasional : agar klien mengetahui kondisi dan pengobatan yang diterimanya. Rasional : Mengenal sejauh dan mengidentifikasi penyimpangan fungsi fisiologis tubuh dan memudahkan dalam melakukan tindakan keperawatan . Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif.mengidentifikasi prilaku yang tidak efektif . tidak mengenal informasi dan kurang mengingat ditandai oleh memintanya informasi. Intervensi/Implementasi š Kaji kapasitas fisiologis yang bersifat umum.Tujuan : koping individu menjadi lebih adekuat Kriteria Hasil : .megkaji situasi saat ini yang akurat .

. Rasional : mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari tindakan yang dilakukan. efek prosedur dan proses pengobatan. Rasional : dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang.Diskusikan mengenai pentingnya posisi atau letak tubuh yang normal Rasional : agar klien mampu melakukan dan merubah posisi/letak tubuh yang kurang baik. Tujuan : pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi. Kriteria Hasil : .memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan. klien dan keluarganya akan merasa tenang dan mengurangi rasa cemas.instruksi. . Intervensi / Implementasi : . Rasional : untuk mengurangi kecemasan klien serta menambah pengetahuan klien tetang penyakitnya.melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan. š Diskusikan penyebab individual dari sakit kepala bila diketahui. . Rasional : megetahui seberapa jauh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya.Minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan.Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya.Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang. . .

beristirahat pada saat serangan. seperti berbaring. .Anjurkan pasien untuk selalu memperhatikan sakit kepala yang dialaminya dan faktor-faktor yang berhubungan. Rasional : dengan memperhatikan faktor yang berhubungan klien dapat mengurangi sakit kepala sendiri dengan tindakan sederhana..

William & Wilkins. ed. EGC. Rencana Asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan. Jakarta.com/Tanggal 6 April 2011 Kang L S. Nursing: Menafsirkan tanda-tanda dan gejala penyakit. Jakarta. indeks permata puri media. Jakarta . Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien. Jakarta Doenges M.J. 2008. EGC. Pengobatan Vertigo dengan Akupunktur. 2. 2004. 2006. Cermin Dunia Kedokteran . ed. Diagnosis Keperawatan dan Masalah Kolaboratif. E 1999.kalbefarma.Daftar Pustaka Carpernito L. http://www.3.