Anda di halaman 1dari 2

AGROINDUSTRI PEDESAAN & PEREKONOMIAN RAKYAT

y Kebijakan awalnya mengabaikan pertanian, baru th 70-an di perhatikan dan th


80-an agroindustri mjd fokus
y Tapi lebih pada aspek pertumbuhan dibanding pemerataan dan kemandirian
(ciri khas ekonomi neoliberal)

AGROINDUSTRI PEDESAAN
y Berorientasi di pedesaan, berbasis pertanian rakyat (ex pengolahan palawija,
hortikultura, perikanan, dll)
y Bernilai strategis dan bertujuan : (a) meningkatkan nilai tambah, (b)
meningkatkan mutu dan harga, (c) diversifikasi utk mengatasi kelebihan
produksi, (d) pengenalan/pemanfaatan teknologi menuju budaya industri

AGROINDUSTRI PEDESAAN
y Berorientasi di pedesaan, berbasis pertanian rakyat (ex pengolahan palawija,
hortikultura, perikanan, dll)
y Bernilai strategis dan bertujuan : (a) meningkatkan nilai tambah, (b)
meningkatkan mutu dan harga, (c) diversifikasi utk mengatasi kelebihan
produksi, (d) pengenalan/pemanfaatan teknologi menuju budaya industri

Masalah ekonomi kerakyatan


y UUD pasal 33 (pembangunan hrs bertumpu pd sumberdaya yg dikuasai
rakyat & dinikmati rakyat banyak)
y Yang terjadi : pembangunan menggunakan lebih banyak sumberdaya impor
dan dilaksanakan oleh PMA, otomatis sebagian besar hasil akan jatuh ke
negara lain
y Pertumbuhan bisa tinggi, tapi siapa yang menikmati?

Strategi berbasis agrobisnis


y 75 % total tenaga kerja dan 90% UKM ada di sektor agribisnis termasuk
agroindustri
y Mencakup ; pengusaha saprodi, petani, nelayan ,peternak, usaha kecil
pengolah hasil tani, pedagang hasil tani, angkutan, dll
y Pembangunan yang memprioritaskan agribisnis akan langsung dinikmati
rakyat
Pengembangan agroindustri pedesaan
y Selain kendala2 agroind pedesaan diatas, sifatnya tradisional, skala rumah
tangga & tersebar dalam unit2 kecil
y Masalah teknologi : benarkah teknologi maju skala besar & padat modal
kurang berperan dlm agroind pedesaan? (atau masalahnya kapitalisasi
ekonomi?)
y Model2 yang ideal ex kemitraan BUMN/swasta dengan usaha rakyat / swasta/
Universitas dg usaha rakyat mjd terkendala