Anda di halaman 1dari 21

Acara I

BIOLOGI BUNGA

I. INTISARI

Praktikum acara 1 berjudul Biologi Bunga dilaksanakan pada hari Selasa, 8


Maret 2011 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Praktikum ini bertujuan
agar praktikan mampu mengetahui struktur bunga, saat membuka dan menutupnya
bunga, waktu tepungsari dapat berfungsi atau viabel dan stigma siap menerima
tepungsari atau reseptif serta mempelajari tipe persilangan pada tanaman. Metode yang
digunakan pda praktikum ini yaitu metode pengamatan. Yaitu dengan cara mengamati
morfologi dari berbagai macam bunga yang digunakan sebagai preparat serta hasil dari
pengamatan tersebut dituangkan dalam bentuk diagram dan gambar serta keterangan
bagian-bagian bunga. Dalam praktikum ini digunakan bahan-bahan berupa bunga
jagung (Zea mays) jantan dan betina, bunga tomat (Solanum lycopersicum), bunga
kakao (Theobroma cacao), bunga padi (Oryza sativa), bunga cabai (Capsicum annum L.),
bunga pepaya (Carica papaya) jantan betina dan hemaprodit, bunga sepatu (Hibiscus
rosa-sinensis), bunga kacang panjang (Vigna sinensis), dan bunga kelapa (Cocos
nucifer). Hasil akhir dari percobaan ini, praktikan mampu mengidentifikasi dan
mendeskripsikan bunga serta mengetahui bagian-bagian bunga dan menarik
kesimpulan mengenai tipe penyerbukannya.

II. PENDAHULUAN

A. Tujuan
1. Mempelajari struktur bunga
2. Mempelajari saat membuka dan menutupnya bunga
3. Mempelajari waktu tepungsari dapat berfungsi (viabel) dan stigma siap
menerima tepungsari (reseptif)
4. Mempelajari tipe persilangan tanaman
B. Latar belakang
Praktikum ini perlu dilakukan karen erat kaitannya dengan pemuliaan
tanaman. Dalam pemuliaan tanaman diperlukan pengertian terhadap tipe bunga
dan penyerbukannya agar kita tidak salah dalam melakukan persilangan. Selain
itu kita harus mempelajari biologi bunga agar kita dapat melakukan rekayasa
genetika terhadap tanaman yang kita miliki sehingga hasil yang diperoleh
memuaskan.
Bunga dalam hal ini merupakan hal yang penting karena merupakan alat
perkembangbiakan tanaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa bunga merupakan bagian
terpenting dalam sistem repoduksi suatu tanaman. Meskipun tidak seluruh tanaman
berkembang biak menggunakan bunga. Selain itu tipe penyerbukan dan persilangan pada
tanaman dapat ditentukan dengan melihat struktur dan tipe bunga. Misalnya saja dengan
mengamati kedudukan putik dan benang sari serta waktu membuka bunga.
Dengan mempelajari biologi bunga kita dapat mengetahui kapan bunga membuka
dan menutup, sehingga kita mendapatkan saat yang tepat untuk melakukan penyerbukan
dengan memperhatikan kesiapan benang sari dan putik.

C. Landasan teori
Perkembangbiakan dalam tanaman dibagi menjadi menjadi dua yaitu
vegetatif dan generatif. Perkembang biakan generatif dalam tanaman dicirikan
dengan adanya proses pembuahan yang kemudian membentuk zigot. Zigot
tersebut yang berkebang menjadi embrio yang terdapat dalam biji. Proses
pembentukan biji tersebut berada dalam organ tanaman yang dinamakan bunga
(Tjitrosomo, 1983)
Pengetahuan biologi bunga perlu dipelajari dalam pemuliaan tanaman, karena di
dalam seleksi kombinasi kita dapat melakukan persilangan-persilangan. Agar pekerjaan
persilangan efektif diperlukan informasi yang lengkap tentang perilaku kehidupan bunga
yang diperlakukan. Kita perlu mengetahui bagaimana cara-cara dan kapan suatu tanaman
berbunga. Susunan bunga atau struktur bunga wajib dimengerti dengan baik agar di dalam
melakukan persilangan-persilangan tidak melakukan kekeliruan karena pengertian bagian-
bagian bunga seperti putik, benang sari belum diketahui dengan jelas. Bunga adalah
sebagian dari batang atau dahan tumbuhan yang daun-daunnya telah berubah dan sifatnya
sesuai dengan keperluannya (Widodo, 1984).
Bunga memiliki struktur dan morfologi tertentu. Tiap individu bunga muncul pada
ujung tangkai khusus yang disebut pedicel. Ujung dimana bunga tersebut menempel
biasanya lebih sempit, bagian ini disebut receptakel. Organ pertama yang menjadi dasar
pada bunga adala sepal. Sepala secara bersama-sama membentuk kaliks. Sepala yang
banyak disebut korola. Sepala dan korola bersama-sama membentuk bunga. Diatas sepala
terdapat petala yang bentuknya ramping. Terdapat pemanjangan tangkai filamen yang
berakhir pada anteridium yang membesar dan berisi serbuk sari. Pistil berlokasi di bagian
tengah bunga. Bentuknya seperti botol minuman anggur, dengan dasarnya berupa ovarium,
dihubungkan dengan tangkai putik keujungnya yang disebut stigma. Stigma menerima
pollen, bentuk stigma lunak, bercabang dan berbulu (Wilson and Loomis, 1966).
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh
dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.
Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis
diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan
ketersediaan. (Anonim, 2011)
Keempat jenis organ tumbuhan yang terdiri atas sepal, petal, stamen, dan karpel,
bunga yang memilik keempat bagian ini merupakan bunga yang sempurna. Tidak semua
bunga sempurna, ada yang memiliki sepal, stamen, dan pistil, akan tetapi tidak memiliki
petal. Ada juga yang memiliki stamen dan pistil akan tetapi tidak memiliki sepal dan petal.
Semua bunga yang tidak memiliki satu atau lebih dari empat jenis organ tumbuhan disebut
tidak sempurna (Fuller and Tippo, 1963).

III. METODOLOGI

Praktikum acara 1 “Biologi Bunga” dilaksanakan di Laboratorium


Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas
Gadjah Mada. Praktikum dilaksanakan pada Selasa, 8 Maret 2011.
Bahan-bahan yang digunakan merupakan 9 jenis bunga, yaitu bunga
jagung (Zea mays) jantan dan betina, bunga tomat (Solanum lycopersicum),
bunga kakao (Theobroma cacao), bunga padi (Oryza sativa), bunga cabai
(Capsicum annum L.), bunga pepaya (Carica papaya) jantan, betina, dan
hermaprodit, bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga kacang panjang
(Vigna sinensis), dan bunga kelapa (Cocos nucifera). Sedangkan alat-alat
yang digunakan yaitu pensil, kertas gambar, dan kaca pembesar.
Dalam praktikum ini digunakan metode pengamatan, praktikan
melakukan pengamatan terhadap 13 macam bunga, bunga yang berukuran
kecil dan sulit untuk diamati, digunakan alat bantu berupa kaca pembesar.
Hasil pengamatan dituangkan dalam bentuk gambar dan diagram bagian-
bagian bunga. Ada beberapa bunga yang dikoyak untuk melihat lebih detail
isi dari bunga tersebut.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. HASIL
1. Bunga Jagung

a. Jantan
Keterangan :
1. Malai
2. Spikelet
3. Pedicelle
4. Sesille
5. Palea
6. Lemma
7. Benang sari

b. Betina
Keterangan :
1. Lemma bunga fertil
2. Palea bunga fertil
3. Tangkai putik
4. Bakal buah
5. Lemma bunga steril
6. Palea bunga steril
7. Glumae atas
8. Glumae bawah
Rumus dan Diagram Bunga :

Klasifikasi
Kindom : Plantae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea Mays

Deskripsi :
Bunga jantan letaknya terminalis, sekam kelopak (glumma) terdiri dari 2 sepala
berlepasan. Corolla nya terdiri atas dua lingkaran yang terdiri dari 3 dan 2 petala
berlekatan. Andresiumnya terdiri dari 3 stamen berlepasan. Bunga jantan yang masak
berwarna kemerahan. Satu malainya menghasilkan sekitar 2-5 juta pollen. Pollen dapat
bertahan hingga satu hari. Pada poros dan cabang-cabang malai bunga jantan terdapat
pasangan-pasangan spikelet. Tiap pasang spikelet terdiri dari sesille (bertangkai pendek)
dan pediselle (bertangkai panjang). Sesille dan pedicelle terdiri dari 2 bunga. Masing-
masing bunga mempunyai palea dan lemma, dua lodicula dan 3 buah benang sari
(Tjitrosoepomo, 1988).
2. Bunga Tomat
Keterangan :
1. Tangkai sari
2. Kepala sari
3. Mahkota bunga
4. Kelopak
5. Bakal buah
6. Tangkai benang sari
7. Kepala putik
Rumus dan diagram bunga

Klasifikasi
Kerajaan: Plantae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : S. Lycopersicum

Deskripsi
Bunga tomat berwarna kuning dan berukuran kecil. Diameternya kuran lebih 2 cm
dan warna kuningnya cerah. Bunga tomat memiliki 5 buah kelopak yang berwarna hijau
dan berada pada bagian pangkal bunga. Di atas kelopak, terdapat mahkota buga yang
berfungsi untuk menarik perhatian serangga dan sebagai tempat mendarat serangga.
Mahkota ini berjumlah 6 dan berukuran kurang lebih 1 cm. Bunga tomat memiliki 6
benang sari dan 1 putik dengan warna yang sama dengan mahkota bunganya (Cahyono,
1998).
3. Bunga Kakao
Keterangan :
1. Callyx
2. Corolla
3. Putik
4. Stamen fertil
5. Stamen steril

Rumus dan diagram bunga

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Theobroma
Spesies : T. Cacao

Deskripsi
Bunga tunggal (uniflora)satu bunga satu tangkai sangat kecil, diameter mahkota
1-1,5 cm, terdiri dari dua kelompok yang merupakan satu kesatuan morfologi. Karangan
bunga mempunyai dua poros utama dengan 1 atau 2poros samping orde kedua.
Terbentulah karangan bunga payung. Bunga memiliki 5 daun kelopak yang berwarna putih
kekuningan agak bernada merah jambu dan 5 buah daun mahkota. Kelima benang sari
berhadapan dengan 5 buah stemenodia seolah-olah membentuk karangan. Stamenodia
berwarna merah darah tua dan meruncing, menonjol keluar dari daun-daun bunga sebagai
5 buah lidah runcing. Benang sari berwarna keputihan, 5 buah ruang sari. Tangkai sari
melengkung yang berbentuk cekungan, memiliki 5 buah kepala putik memanjang yang
beberapa di antaranya sering bersatu (Semangun dan Lahiya, 1986).

4. Bunga Padi

keterangan :
1. Palea
2. Lemma
3. Kepala sari (stigma)
4. Kepala putik (stigma)
5. Tangkai sari (filamen)
6. Tangkai putik (stylus)
7. Lodiculae
8. Bakal buah (ovary)

Rumus dan diagram bunga

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Oryza
Spesies : O. Sativa
Deskripsi
Spikelet padi memiliki dua lodicula dasar stamen dan pada sisi lemma. Lodicula
membengkak tepat sebelum anthesis. Hasilnya lemma terdesak dan tekanan ini
menyebabkan lemma terlepas. Pada saat yang bersamaan dengan anthesis,filament dan
stigma bersama-sama kelauar dari spikelet dan mengalami polinasi yang merupakan tujuan
anthesis. (Matsuo Hoshikawa, 1993).

5. Bunga Cabai
Keterangan :
1. Calyx
2. Corolla
3. Anthera
4. Filament
5. Stigma
6. Stylus
7. ovarium

Rumus dan diagram bunga


Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Genus: Capsicum
Spesies: Capsicum annum L.

Deskripsi
Bunga cabai merupakan bunga yang lengkap, dengan kelopak berjumlah 5,
benang sarinya ada 6, mula-mula berwarna ungu lalu berubah hijau perunggu, melingkar
satu lingkaran, tangkai sari (filamentum) berwarna putih dan putik (pistilum) hanya satu,
terletak di tengah-tengah benang sari dan lebihpanjang, kepala sari (anthera) berwarna
kebiru-biruan. Dengan daun mahkota berwarna putih berbentuk roda (Steenis, 1981).

6. Bunga Pepaya
a. Jantan
keterangan :
1. Calyx
2. Corolla
3. Benang sari
4. Tabung korok
b. Betina

keterangan :
1. Calyx
2. Corolla
3. Bakal buah
4. Putik
5.

c. Hermaphrodit

keterangan :
1. Calyx
2. Corolla
3. Putik
4. Benang sari
5. Bakal buah

Rumus dan diagram bunga


Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Ordo : Brassicales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : C. Papaya

Deskripsi
Bunga jantan berbentuk tabung ramping dengan panjang kira-kira 2,5cm. Corolla
terdiri dari 5 helai dan berukuran kecil-kecil. Stamen berjumlah 10, yang tersusun menjadi
2 lapis dan melekat pada leher tabung tipis sebelah dalam terdiri dari 5 benang sari yang
melekat antara daun mahkota. Ovarium mengalami rudimenter sehingga tidak akan
menghasilkan buah. Sedangkan bunga betina berukuran agak besar dan memiliki bakal
buah yang berbentuk bulat sehingga akan menghasilkan buah yang berbentuk bulat pula.
Jenis bunga ini mempunyai 5 buah pistillum (putik). Adanya putik ini membentuk alur atau
garis pada buah. Meskipun buah berbentuk bulat, alur atau garis putik ini tampak memberi
bekas pula. Mahkota bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota yang melekat di bagian dasar
bunga (Kalie, 1996).

7. Bunga Sepatu

keterangan :
1. Corolla
2. Filament
3. Anthers
4. Stigma
5. Styllus
6. Androginofor
7. Calyx
8. Epicalyx
9. Ovarium
Rumus dan diagram bunga

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : H. rosa-sinensis

Deskripsi
Bunga banci muncul di ketiak daun, sedikit menggantung. Tangkai bunga beruas.
Daun kelopak bunga tambahan ada 6-9, bentuk lanset garis, lebih pendek daripada kelopak
bunga. Terdiri dari 5 sepala, mahkota bunga berbentuk bulat telur terbalik, warna merah
darah, kuning atau jingga dengan noda tua pada pangkalnya. Mempunyai benang sari
dalam jumlah banyak yang panjangnya sama dengan panjang mahkota bunga, tangkai
benang sari bersatu membentuk tabung menyelubungi tangkai putik, bakal buah beruang 5
(Suryowinoto, 1997).

8. Bunga Kacang Panjang

keterangan :
1. Calyx
2. Corolla
3. Bakal buah
4. Putik
5.
Rumus dan diagram bunga

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : H. rosa-sinensis

Deskripsi
Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak, menjalar, semusim dengan
tinggi kurang lebih 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau
dengan permukaan licin. Daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-
4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris,
panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau. Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak
daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-
putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai,
panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna
kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Buah tanaman ini berbentuk
polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat
muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda (Hutapea et al., 1994).
9. Bunga Kelapa

Jantan

betina

Rumus dan diagram bunga


Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Genus: Cocos
Spesies: Cocos nucifera L.

Deskripsi
Bunga betina berukuran lebih besar kurang lebih 3cm. Kelopak bunga tebal dan
lebar, membungkus hampir seluruh bagian-bagian lainnya. pada bagian ujung masih
nampak keluar sedikit bagian ujung dari daun mahkota bunga. Putik tidak bertangkai,
tetapi sisa-sisa dari benang sari (rudimenter) masih tampak dan tersusun seperti
gelembung-gelembung, banyaknya enak buah. Dasar buah terdiri atas tiga ruangan dan
pada tiap ruangan terdapat satu bakal biji (Setyamidjaja, 1982).

B. PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan, praktikan mampu memahami tujuan pembelajaran
biologi bunga yakni mengetahui struktur bunga, mengetahui saat membuka dan
menutupnya bunga, mengetahui waktu tepung sari dapat berfungsi (viabel) dan
stigma siap menerima tepung sari (reseptif) serta mengetahui tipe persilangan
tanaman budidaya.
Masing-masing bunga memiliki bermacam-macam bagian antara lain calix
atau mahkota yang memiliki fungsi pada bunga yang berwarna cantik untuk
menarik perhatian serangga dan membantu dalam penyerbukan, sedangkan pada
tanaman lain ada yang berfungsi untuk melindungi tepungsari dari angin agar tidak
terbawa.
Pembahasan mengenai morfologi bunga akan di bahas per point

1. Bunga Jagung
Bunga jagung memiliki alat reproduksi yang tidak pada satu tempat. Pola
penyerbukan jagung bisa menyerbuk sendiri, maupun menyerbuk silang.
Penyerbukan pada jagung dibantu oleh serangga terbang dan angin.
Penyerbukan optimal pada pagi hari antara pukul 09.00-11.00, stigma reseptif
ketika sudah keluar rambut pada tongkol.

2. Bunga tomat
Bunga tomat memiliki tipe penyerbukan sendiri karena putik dan
benangsari berada pada satu tempat. Penyerbukan optimal pada pagi hari dengan
udara yang dingin. Bunga akan menutup pada siang hari dengan kondisi cerah dan
suhu yang tinggi.

3. Bunga kakao
Bunga kakao memiliki tipe penyerbukan menyilang, penyerbukan ini dapat
dibantu oleh manusia maupun hewan terbang. Bunga kakao reseptif pada sore hari
sekitar pukul 16.00, dengan udara yang lembab dan dingin. Namun ada beberapa
kakao yang melakukan penyerbukan sendiri, ketika putik dan benangsari siap
hampir bersamaan.

4. Bunga padi
Bunga padi memiliki tipe penyerbukan sendiri. Stigma padi reseptif optimal
pada pukul 10.00-14.00. setelah itu meskipun reseptif namun hanya sedikit bunga
yang mekar pada jam setelah pukul 14.00

5. Bunga cabai
Bunga cabai memiliki tipe penyerbukan sendiri, bunga cabai akan membuka
pada pagi hari, dan stigma akan reseptif saat membuka hingga menutup kembali
bunganya.
6. Bunga pepaya
Bunga pepaya memiliki 2 tipe penyerbukan yakni silang pada satu tanaman,
dan penyerbukan pada satu bunga. Hal ini disebabkan bunga pepaya memiliki 3
macam bunga yakni jantan, betina, dan hemaprodit. Bunga pepaya membuka dan
reseptif pada pukul 07.00—09.00.

7. Bunga sepatu
Bunga sepatu memiliki tipe penyerbukan sendiri, penyerbukan dibantu oleh
serangga. Bunga sepatu memiliki warna cerah yang menarik serangga untuk
hinggap. Bunga sepatu membuka pada pagi hari dengan kondisi segar dan basah,
bunga reseptif pada pukul 06.00-09.00.

8. Bunga kacang
Bunga kacang membuka pada pagi hingga siang hari. Penyerbukan bunga
kacang adalah penyerbukan sendiri. Stigma reseptif ketika bunga kacang
mengeluarkan lendir.

9. Bunga kelapa
Bunga kelapa memiliki tipe penyerbukan menyilang. Bunga jantan pada
kelapa akan mengalami modifikasi. Bunga kelapa membuka pagi hari, penyerbukan
terjadi pada pukul 11.00-01.00, dan bunga akan meutup pada sore hari.

Dari pembahasan dapat dilihat bahwa masing-masing tanaman memiliki


waktu membuka dan menutup serta saat penyerbukan. Beberapa tanaman memiliki
bunga lengkap yakni tersusun atas sepal, petal, stamen, dan karpel, sedangkan bunga
yang tidak memiliki salajh satu saja dari empat bagian tersebut disebut bunga tak lengkap.
Sedangkan bunga sempurna yakni bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina
V. KESIMPULAN

1. Bunga pada umumnya memiliki corolla, calix, putik, dan benangsari. Bunga yang
memiliki keempat bagian ini disebut bunga lengkap. Bunga yang kehilangan atau
tidak memiliki salah satunya saja disebut bunga tak lengkap. Bunga sempurna
yakni bunga yang memiliki 2 organ reproduksi yakni putik dan benangsari pada
satu tanaman. Sedangkan bunga yang memiliki salah satunya saja disebut bunga
tak sempurna

2. Pada umumnya bunga membuka pada pagi hari hingga siang hari dan menutup
pada sore dan malam hari.

3. Tepungsari reseptif ketika bunga siap dibuahi yakni dengan ciri-ciri tersendiri pada
masing-masing tanaman.

4. Berdasarkan proses persilangannya dibagi menjadi 2 yakni self polinated atau


penyerbukan sendiri dan cross polinated atau penyerbukan silang. Hal ini dapat
diketahui dari morfologi bunga.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. Morfologi bunga. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga, diakses pada 12 Maret 2011

Cahyono, B. 1998. Tomat Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisisus, Yogyakarta
Fuller, H. J., and Tippo, O. 1963. College Botany. Holt, Rinehart and Winston. New York.

Hutapea, J.R., 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (III). Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan, Jakarta
Kalie, M. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB, Bandung
Matsuo, T. And K. Hoshikawa. 1993. Science of Rice Plant Volume I Morphology. Nosan Gyuson
Bunka Kyokai, Tokyo
Semangun, H. dan A. Lahiya. 1986. Kakao. Lembaga Pendidikan Perkebunan, Yogyakarta
Setyamidjaja, D. 1982. Kelapa Hibrida Budidaya dan Pengolahan. Kanisius, Yogyakarta
Steenis. 1981. Flora. Gramedia, Jakarta
Tjiterosoepomo, G. 1988. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Tjitrosomo, Siti Sutarmi dkk. 1999. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
Widodo, 1984. Pemuliaan Tanaman Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta
Wilson, C.L and W.E. Loomis. 1966. Botany. Holt, Rinehart and Winston, Inc., New York
LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR-DASAR PEMULIAAN TANAMAN
ACARA I
BIOLOGI BUNGA

Disusun Oleh:
Nama : Tatag Agung S.W
NIM : 09/283388/PN/11658
Hari,tanggal : Selasa, 8 Maret 2011
Golongan : A2
Asisten : 1. Sayid
2. Citra
3. Isna

LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN


JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2011