P. 1
_Materi ^ Laporan Pendahuluan Meningitis

_Materi ^ Laporan Pendahuluan Meningitis

|Views: 1,093|Likes:
Dipublikasikan oleh Resti_Agista_2012

More info:

Published by: Resti_Agista_2012 on May 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Keperawatan Anak

MENINGITIS
A. KONSEP DASAR PENYAKIT 1. DEFINISI o Meningitis merupakan infeksi dari selaput otak ( meningen ).Dalam keadaan normal sawar darah otak merupakan mekanisme proteksi yang efektif,tetapi jika invasi mikroorganisme luar sawar ini akan rusak. Daerah yang terlibat biasanya adalah piameter dan arachnoid meter yaitu bagian yang terdekat dengan jaringan otak. o Meningitis adalah inflamasi akut pada meningens. (Buku Saku Keperawatan Pediatri, Edisi 3). o Meningitis adalah peradangan pada selaput meningens, cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada system syaraf pusat. 2. a. pneumoniae, b. c. d. e. 3. a. ETIOLOGI Bakteri Nisseria : Haemophilus Influenza (tipe B), Streptococcus meningitis, β-hemolysis streptococcus,

Staphilococcus aureu, Eccericia coli. Faktor Predisposisi: Jenis kelamin, laki-laki lebih seriing Factor maternal: rupture membrane fetal, infeksi maternal Factor imunologi: defisiensi mekanisme imun, defisiensi Anak dengan kelainan system syaraf pusat, pembedahan atau MANIFESTASI KLINIK Neonatus dibandingkan dengan wanita. pada minggu terakhir masa kehamilan. immunoglobulin, anak yang mendapatkan obat-obatan imunosupresi. injury yang berhubungan dengan system persyarafan.

Meningitis

1

o kuduk. o positif. o c. Irritabilit Meningitis 2 . Bayi dan anak kecil Demam. o menonjol. Kaku Tanda kerning dan brudzinsky Pucat. o o s lemah. Malas Muntah.Keperawatan Anak o bawah normal. o o b. tan lingkar kepala. o nus. o o as. ubun menonjol. o o o Tonus Diare Reflek Menangi Fontanel Opistoto otot berkurang. Letargie. o kepala. o o o o as. Mudah Kejang. o o untuk makan. o o terstimulasi. Pucat. menghisap berkurang. Irritabilit Kurang Kejang. Muntah. makan dan minum. o o dan muntah. o o menangis. o suhu Suhu di tubuh Demam. Peningka Peningka tan tekanan intracranial. Sering UbunAnak-anak dan remaja Sakit Demam.

Kuman secara homogen masuk ke otak misalnya penyakit pneumonia dapat pula sebagai perluasan perkontinuitas pada peradangan organ atau jaringan di dekat selaput otak misalnya otitis media mastoiditis. o positif. Stupor. Adalah radang selaput otak yang menimbulkan eksudasi berupa pus. Streptococcus. Staphylococcus. Angka kejadian tertinggi pada usia 2 bulan sampai pada usia 2 tahun. 4. Konfusi. Syok. poliomeilitis Meningitis Virus. Kejang. o ia. dan Salmonella.Keperawatan Anak o a. Penyebab meningitis puruenta ini adalah jenis Pneumococcus. Influenza. Meningitis purulenta ini pada umumnya sebagai akibat dari komplikasi. H. a. o nus. Delirium Septicem kerning dan brudzinsky Opistoto KLASIFIKASI Meningitis Purulenta (Pingenik). E. b. Fotofobi Kaku Tanda o o o o o o . o kuduk. Terjadi akibat komplikasi penyebaran tuberkulosa primer biasanya dari paru. Meningococcus. Meningitis bukan karena terinfeksinya selaput otak langsung oleh penyebaran hematogen tetapi biasanya sekunder melalui pembentukan tuberkel pada permukaan otak. Disebabkan oleh sejumlah virus yang berbeda misalnya virus meningitis tuberkulosa. Coli. Peteki. sumsum tulang belakang atau vertebra yang kemudian pecah ke Meningitis 3 . dan sebagainya.

Cairan serebrospinal memperlihatkan lebih sedikit sel dan ditemukan pula jumlah klorida yang sangat rendah. d. bakteri gram-positif (Streptococcus. 6. influenza) atau virus (virus coksakie. Penyakit ini mengenai anak – anak dari semua umur tetapi lebih sering diantara umur 1 dan 5 tahun. H. kadang dapat juga terjadi perkontinuitatum dari mastoiditis atau spandilitis. virus ECHO).Keperawatan Anak rongga arachnoid. menurun sedikit (bacterial). natrium : meningkat dengan sekresi ADH. Glukosa serum : meningkat. stafilococcus. Kultur urine : untuk menetapkan organisme penyebab. : (bacterial). 4) Identifikasi organisme penyebab: Meningococcus. kalium serum (K+) turun. Kultur nasofaring : untuk menetapkan organisme Asam laktat : meningkat PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pungsi lumbal dan kultur CSS dengan hasil sebagai berikut: Jumlah leukosit (CBC) Kadar glukosa Protein : tinggi : meningkat. c. a. 5) (bacterial). penyebab. normal (virus). Meningitis 4 . 6) b. serum (Na+) naik. 1) 2) 3) meningkat (virus). 5. e. pneumococcus. f. Obat anti inflamasi : meningkat jika anak dehidrasi. Elektrolit serum Osmolaritas urine PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan secara medis yang dapat dilakukan pada pasien dengan meningitis adalah sebagai berikut: a. Kultur darah : untuk menetapkan prganisme penyebab.

6/mg/kg/dosis kemudian klien dilanjutkan dengan. 1) Diazepam IV : 0. umur < 2 bulan: Sefalosporin generasi ke 3 ampisilina 150 – 200 mg (400 Koloramfenikol 50 mg/kg/24 jam IV 4 Meningitis bacterial. Pengobatan Simtomatik 2 kali sehari maksimal 500 gr selama 1 ½ tahun. 3) • • b. 3) Turunkan panas : • • c. 3 kali sehari. 1 kali sehari selama 1 tahun. 2) Fenitoin 5 mg/kg/24 jam.5 mg/kg/dosis. Sefalosforin generasi ke 3. 4 – 6 kali sehari. 1) 2) antara 30 – 50%.Keperawatan Anak 1) • • • 2) • • • kali sehari. Streptomisin sulfat 20 – 40 mg/kg/24 Meningitis bacterial. umur > 2 bulan: Ampisilina 150-200 mg (400 mg)/kg/24 jam IV 4-6 kali sehari. jam sampai 1 minggu. atau rectal 0. Pengobatan suportif Cairan intravena. Rifamfisin 10 – 15 mg/kg/ 24 jam oral. Kompres air PAM atau es. Zat asam. gr)/kg/24 jam IV. 1 – 2 kali sehari. selama 3 bulan. usahakan agar konsitrasi O2 berkisar Meningitis 5 .2 – 0. Meningitis Tuberkulosa: Isoniazid 10 – 20 mg/kg/24 jam oral.4 – 0. Antipiretika : parasetamol atau salisilat 10 mg/kg/dosis.

Pada inkontinensia urine lakukan katerisasi. 1) 2) 3) 4) 5) 7. antibiotika. posisi penderita sesering mungkin. Beri makanan melalui sonda. Pemantauan ketat. Pada inkontinensia alvi lakukan lavement. Bila penderita tidak sadar lama. Efek Tekanan darah Respirasi Nadi Produksi air kemih Faal hemostasis untuk mengetahui secara dini adanya DC.Keperawatan Anak Sedangkan penatalaksaan secara ilmu keperawatan yang dapat dilakukan pada pasien meningitis adalah sebagai berikut: a. prosedur Meningitis 6 . Hisap lender Kosongkan lambung untuk menghindari muntah dan aspirasi. peradangan akan menyebabkan peningkatan cairan PATOFIFIOLOGI serebrospinal yang dapat menyebabkan obstruksi dan selanjutnya terjadi hidrosefalus dan peningkatan tekanan intracranial. Pada waktu kejang 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) Longgarkan pakaian. Cegah dekubitus dan pnemunia ortostatik dengan merubah Cegah kekeringan kornea dengan boor water atau saleb b. Efek patologi dari peradangan tersebut adalah hiperemi pada meningens. bila perlu dibuka. c. Hindarkan penderita dari rodapaksa (misalnya jatuh). edema dan eksudasi yang kesemuanya itu menyebabkan peningkatan tekanan intracranial. Masuknya organisme tersebut dapat melalui trauma penetrasi. d. Organisme masuk melalui sel darah merah pada blood brain barier.

Dari reaksi peradangan muncullah eksudasi dan perkembangan infeksi pada ventrikel. dan herpes zoster. Terjadi vasodilatasi yang cepat dari pembuluh darah dan jaringan otak dapat menjadi infark. trauma Pintu masuk kuman (Pneumococcus. E. mump. Penumpukan pada CSF akan bertambah dan mengganggu aliran CSF di sekitar otak dan medulla spinalis. edema dan skar jaringan sekeliling vantrikel menyebabkan obstruksi pada CSF dan menimbulkan hidrosefalus. limfosit. sinusitis Luka Terbuka. oedema otak. inonosit. herpes simplek.Keperawatan Anak pembedahan/pecahnya abses serebral atau kelainan syaraf pusat. Meningitis bakteri: netrofil. Othortea / rhinorthea akibat fraktur dasar tengkorak dapat menimbulkan meningitis.vasidilator Vaskuler darah Meningitis 7 . Staphylococcus. Meningococcus. dimana terjadi hubungan antara CSF dan dunia luar. CSF dan ventrikel. POHON MASALAH Pneumonia. Streptococcus. 8. otitis media. dan yang lainnya merupakan sel respon radang. Eksudat terdiri dari bakteri fibrin dan lekosit yang dibentuk di ruang sub arachnoid. Coli. Masuknya organism eke susunan syaraf pusat melalui ruang sub aracnoid. Salmonella) Melalui aliran darah ke selaput meningen Menjadi patogen dalam cairan serebrospinal & parenkim otak inflamasi peradangan Hiperemi. Meningitis virus sebagai akibat dari penyakit virus seperti meales. Pembentukan eksudat pada umumnya tidak terjadi dan tidak ada mikroosganisme pada kultur CSF. influenzae.

kernig. sakit kepala. Esufi subdural.Keperawatan Anak Meningitis purulenta. herpes labialis Gejala TIK meningkat : muntah. b. timbul gejala Nutrisi dan Cairan/elektrolit kurang Gejala rangsangan meningeal : kaku kuduk. d. Retardasi mental. nyeri kepala. serebral a/paresis. UUB tegang dan menonjol Perfusi jaringan serebral Perubahan tingkat kesadaran Pengetahuan kurang Resti infeksi Depresi SSP pengatur pernafasan Gangguan nyaman nyeri Cemas Tidak efektif jalan nafas 9. PENGKAJIAN Riwayat Penyakit B. penurunan kesadaran.anoreksi. kejang. a. Hidrosephalus Buta dan tuli. Cheyene stokes. KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat diakibatkan dari pengobatan yang tidak adekuat pada penyakit meningitis adalah sebagai berikut: a. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN Meningitis 8 . mudah terangsang. regiditis. c. brudzinski I&II(+) leher. 1. ptechiae. morning cry. punggung sakit Gejala infeksi akut (meningococcus) : lesu. e. parestesi. Cacat neurologist berupa paralysis.

nadi menurun dan tekanan nadi berat ( berhubungan dengan peningkatan TIK dan pengaruh pada pusat vasomotor). b. sakit kepala. kelumpuhan.Keperawatan Anak Proses persalinan atau selama dalam kandungan masa lalu. kesulitan menelan ( pada periode akut ). seperti endokarditis. fotophobia. anemia. tumor . demam. imunosupresi. b) Sirkulasi 1) Gejala : Adanya riwayat kardiopatologi. a) Data dasar pemeriksaan pasien: Aktivitas / Istirahat 1) Gejala : Perasaan tak enak atau malaise. kondisi kehidupan yang ramai. 2) Tanda : Ataksia. • c) d) Takikardi. disritmia ( pada fase akut). beberapa penyakit jantung kongenital ( abses otak) 2) Tanda : • Tekanan darah meningkat. seperti disritmia sinus (pada meningitis) Eliminasi Makanan/ Cairan 1) Gejala : Kehilangan nafsu makan. gerakan involunter. Meningitis 9 . trauma kepala. racun / obat. muntah . Tanda : Adanya inkontinensia ( retensi ). diplopia. ketidakcocokan dengan perubahan kebiasaan. lumbal pungsi. keterbatasan yang ditimbulkan oleh kondisinya. masalah berjalan. splencetomi. infeksi telinga. sinusitis. mual. mastoiditis. sakit punggung. kelemahan secara umum. penyakit kronik. keterbatasan dalam rentang gerak dan hipotonia.

hiperalgesia • • • • • (meningitis). • Kehilangan memori. Meningitis 10 . diri ( pada periode akut). e) Tanda f) Hygiene : Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan Neurosensori 1) Gejala : • • Sakit kepala ( mungkin merupakan gejala pertama dan Parestesia . 2) Tanda : kebingungan yang berat hingga koma. delusi dan halusinasi / psikosis organik (enchepalitis). letargi sampai awal dari beberapa infeksi). Status mental / tingkat kesadaran.timbul kejang (meningitis bakteri atau abses otak) Gangguan dalam penglihatan.Keperawatan Anak 2) Tanda : Anoreksia. muntah. sulit dalam mengambil keputusan (dapat merupakan gajala awal berkambangnya hidrosefalus. yang mengikuti meningitis bakterial). hipersensitif terhadap kebisingan. turgor kulit jelek. terkena. • Afasia / kesulitan dalam berkomunikasi. seperti diplopia ( fase Fotopobia ( pada meningitis ). kehilangan sensasi ( kerusakan pada syaraf kranial) . terasa kaku pada semua persyarafan yang / meningkatnya sensitifitas pada nyeri biasanya berat ). Ketulian ( pada meningitis / encepalitis ) atau mungkin Adanya halusinasi penciuman atau sentuhan. membran mukosa kering.

/gelisah. • Ptosis (kelopak mata atas jatuh). kemastetik hilang pada laki-laki. Nyeri / Kenyamanan. Reflek abdominal menurun atau tidak ada. perubahan pada fungsi motorik dan sensorik (saraf kranial ke V dan ke VII terkena). dan gelisah. 2) Tanda : Peningkatan kerja pernafasan (episode awal). 1) Gejala : Sakit kepala (berdenyut dengan hebat. refleks merupakan indikasi adanya iritasi meningeal (fase akut). otot mengalami hipotonia/ flaksis paralisis (pada fase akut meningitis). Tanda Brundzinski positif dan atau tanda kernig positif Rigiditas nukal (iritasi meningieal). perilaku distraksi. perubahan mental (letargi sampai koma). sakit. h) Pernapasan 1) Gejala : Adanya riwayat infeksi sinus atau paru (abses otak). 2) Tanda : Tampak terus terjaga. kejang lobus temporal. tenggorokan nyeri. menangis. spastik (enchepalitis).Keperawatan Anak • Mata (ukuran/ reaksi pupil) : anisokor atau tidak berespon terhadap cahaya (peningkatan TIK). frontal) mungkin akan diperburuk oleh ketegangan. babinski positif. • • • • • g) Hemiparese atau hemiplegia (meningitis atau enchepalitis). histagmus (bola mata bergerak terus menerus). Karakteristik fasial (wajah). leher/punggung kaku. fotosensitifitas. Meningitis 11 . Reflek tendon terganggu. nyeri pada gerakan okuler. • Kejang umum atau lokal (pada abses otak). mengaduh/mengeluh.

2) Tanda : • • • • Suhu meningkat. herpes simpleks. abdomrn atau kulit : fungsi lumbal. infeksi pelvis. mononukleosis. kepercayaan agama. sinus. takikardia. pembedahan : fraktur pada tengkorak / cedera kepala. telinga tengah. tekanan darah meningkat. DIAGNOSA KEPERAWATAN Meningitis 12 . sesak. meliputi : mastoiditis. benda asing yang terbawa. kebiasaan (sebagai contoh : apa kesenagan anak. 2. terpajan oleh campak. menggigil. kebiasaan waktu tidur). disritmia. tingkat perkembangan. pendengaran berkurang. asal usul. Faktor perkembangan psikososial Umur. terpajan pada meningitis. pola hidup. Adanya ras. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dipengaruhi oleh umur anak. perdarahan subkutan. ptosis. lemah pusing. muntah dan diare. iritasi. d. • Imunisasi yang baru saja berlangsung. interraksi keluarga.Keperawatan Anak i) Keamanan 1) Gejala : • Adanya riwayat infeksi saluran nafas atas / infeksi lain. spastik. c. paralisis atau paresis. gigitan binatang. diaforesis. abses gigi. chicken pox. ataksia. Kelemahan secara umum : tonus otot flaksit atau Gangguan sensasi. anemia sel sabit. pengalaman sebelumnya dan opname (masuk rumah sakit). purpura menyeluruh. bredzinsky positif dan tanda-tanda kernig positif.

b/d cairan b/d penurunan intake cairan. Rubah posisi klien setiap 2 jam. rontgen dada untuk infiltrasi. nausea dan vomiting. Observasi kulit. irama dan kualitas pernafasan. krakels. f. b. Tujuan : Anak akan memperoleh oksigen yang adekuat. misalnya : wheezing. kehilangan cairan abnormal. e. prognosis. tambahan. membran mukosa apakah cianosis atau tidak. kaji adanya suara Monitor frekuensi. g. hospitalisasi dan perawatan. 3. d. INTERVENSI KEPERAWATAN Tidak efektifnya jalan nafas b/d Kerusakan perfusi jaringan depresi pada SSP yang mengatur pusat nafas. Monitor gas darah arteri untuk mengetahui adanya hipoksia. Kriteria Evaluasi : Meningitis 13 . a. Observasi peningkatan iritasi dan kekacauan. Gangguan keseimbangan volume Gangguan nutrisi kurang dari Gangguan rasa nyaman (nyeri) Cemas Defisit b/d hospitalisasi. serebral b/d proses peradangan. Intervensi : a) b) c) d) e) f) g) Auskultasi suara nafas setiap 4 jam.Keperawatan Anak a. Monitor adanya penurunan refleks menelan. peningkatan TIK. kebutuhan tubuh b/d anoreksia. pengetahuan Tidak efektifnya jalan nafas b/d depresi pada SSP yang mengatur pusat nafas. aktual/potensial terhadap perubahan fungsi tubuh. c. b/d iritasi selaput otak.

Kriteria evaluasi : Meningitis 14 . situasi. Monitor adanya tanda / gejala syok septik. iritabilitas. nadi menurun. Orientasikan secara verbal terhadap orang / tempat / waktu / efektifitasnya. respon verbal. nafas irreguler. TV. peningkatan TIK. kemampuan motorik.Keperawatan Anak • • • • baik. kekacauan. perubahan pupil). gambar binatang. Ciptakan suasana lingkungan yang tenang. TTV dalam batas normal. fokus mata. h) i) • Latihan ROM aktif dan pasif. respon pupil. Arteri gas darah dalam batas normal Tidak ada suara nafas tambahan Tanda dan orientasi sesuai usia anak Masalah pernafasan tidak terjadi dengan pertukaran udara yang Kerusakan perfusi jaringan serebral b/d proses peradangan. misalnya dengan mainan. obyek yang disukai. reflek tendon. Kolaborasi dalm pemberian antibiotik. b. Intervensi : a) Observasi status neurologis setiap 1 sampai 2 jam dan yang penting sampai stabil misalnya :gerakan yang simetris. Tujuan : Perfusi jaringan serebral semakin adekuat. reflek menelan. radio. peningkatan tekanan darah. c) d) e) f) g) Kolaborasi dalam pemberian obat anti kejang dan monitor Posisi tidur 30 °. b) Monitor tanda-tanda peningkatan TIK (misalnya : peningkatan nyeri dada. penonjolan ubun-ubun.

Observasi adanya tanda-tanda dehidrasi ( misalnya : membran mukosa kering. nadi meningkat. d) e) f) g) Catat intake dan output cairan setiap saat. Monitor hasil laboratorium. Nilai cairan dan elektrolit dalam batas normal. Klien terbebas dari kejang. kehilangan cairan abnormal. Tujuan : Anak akan memperoleh cairan adekuat dan elektrolit seimbang.Keperawatan Anak • • c. Klien dapat beristirahat dengan tenang. Intervensi : a) b) c) Monitor TTV sedikitnya setiap 4 jam. nausea). TTV dalam batas normal. anoreksia. berat badan menurun. Gangguan keseimbangan volume cairan b/d penurunan intake cairan. penurunan konsentrasi serum sodium. Beri cairan yang sering tapi dalam jumlah kecil untuk Kolaborasi dalam pemberian cairan per parenteral dan Monitor adanya tanda-tanda retensi cairan (misalnya : meminimalkan distensi lambung. Meningitis 15 . antibiotik. Kriteria Evaluasi : • • d. khususnya elektrolit dan urine. nausea dan vomiting berkurang. Tujuan : Nutrisi anak terpenuhi secara adekuat. Intervensi : a) Tanyakan pada anak atau orang tua tentang makanan kesukaan. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia. cairan yang keluar lebih banyak dari pada cairan yang masuk). penurunan output urine. nausea dan vomiting.

lokasi. Anjurkan anak untuk makan sedikit tapi sering. durasi. Intervensi : a) b) c) d) Kaji tingkat nyeri klien. Berat badan dalam batas normal. Kolaborasi dalam pemberian analgesik. menyisikan ingus. Anjurkan anak untuk makan lebih pelan. Kriteria Evaluasi : b/d iritasi selaput otak. Partisipasi dalam menyeleksi makanan.Keperawatan Anak b) c) d) e) f) g) h) • • • e. Gangguan rasa nyaman (nyeri) makan untuk meminimalkan distensi. Evaluasi indikasi nyeri. Kriteria Evaluasi : Meningitis 16 . 75 % makanan / diet dikonsumsi anak. Anak mengungkapkan nyerinya berkurang. Anjurkan pada anak yang lebih besar untuk mencegah pergerakan yang dapat meningkatkan TIK (misalnya : batuk. Monitor berat badan. 1 jam sebelum dan sesudah Lakukan oral hygiene yang baik. e) • • • Batasi pengunjung. Batasi intake cairan selama makan. Anak beristirahat dengan tenang. bersin). Partisipasi dalam toleransi aktivitas. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Tujuan : Anak dapat beradaptasi dengan nyeri. Menjaga konsumsi nutrisi secara adekuat.

Memberikan kesempatan pada orang tua untuk mengungkapkan perasaannya. Intervensi : a) b) c) d) e) f) a) Orientasikan klien / keluarga terhadap unit dan kegiatan RS. Observasi mekanisme koping anak/orang tua. Terangkan tentang semua prosedur perawatan dan rasionalnya. Partisipasi anak atau orang tua dalam perawatan dan Anak atau keluarga dapat berinteraksi lebih dekat dengan Defisit pengetahuan b/d pengambilan keputusan. Meningitis 17 . Cemas b/d hospitalisasi. Intervensi : a) b) c) d) Kaji pengetahuan keluarga tentang penyakit. penyakit.Keperawatan Anak f. Deskripsikan tentang sakit dan hubungannya dengan gejala Jawab pertanyaan dengan jujur dan komplit. hospitalisasi dan perawatan. Tujuan : Anak / keluarga dapat mendemonstrasikan adaptasi yang positif terhadap sakit dan hospitalisasi. Terangkan semua prosedur dan rasionalnya. membuat keputusan. perawat atau dokter. prognosis. Libatkan anak atau orang tua dalam perawatan dan dalam Beri dukungan anak atau keluarga dalam proses adaptasi. Kriteria Evaluasi: • • g. Ciptakan hubungan saling percaya. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan orang tua. aktual/potensial terhadap perubahan fungsi tubuh.

Cindy Smith. Jacobson. Askep Pada Pasien Dengan Meningitis. Jakarta: EGC. Kriteria Evaluasi : Greenberg. 2002. 1997. Jakarta: PT Fajar Interpratama. Graw. Marlene. Mengerti tentang sakit dan perawatannya. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak /keluarga. USA : Mc. Review kembali tentang perawatan. Malang. L. Nursing Care Planning Guides For Children. 2002. dkk. Askep Pada Anak. Buku Saku Keperawatan Pediatric. Meningitis 18 . Kepanjen: Akper Kab. 1995. LITERATUR Diskusikan tentang tanda dan gejala komplikasi. Pediatric Nursing. Kp. Suriadi. Perawatan Anak Sakit. A. Tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Mayers. 1988. Jakarta : EGC.Keperawatan Anak e) f) g) • • C. Sowden. Edisi 1. 2001. Kelmpok Kerja. Betz. S. Cecily. Linda A. USA : California State University. Hill. Ngastiyah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->