Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

Sistem Komunikasi Digital

BPSK

TRI HARYO PUTRA

2209106043

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2010
Merancang maping BPSK menggunakan MATLAB:

 Pemancar:

Pada pemancar ini menggunakan 50 data secara acak.

Berikut Data yang ditampilkan:

data =

Columns 1 through 16

1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1

Columns 17 through 32

1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1

Columns 33 through 48

1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0

Columns 49 through 50

1 0
List Program:

data=randint(1,50,[0 1],1);

b=(2*data)-1;

gt=ones(64,1);

s=gt*b

s=reshape(s,1,[]);

t=0:1/64:50-(1/64);

subplot(211),plot(t,s);

axis([0 50 -1.5 1.5]);

basis=sqrt(2)*cos(2*pi*t);

qpsk=s.*basis;

subplot(212),plot(t,qpsk);

Berikut Bentuk Sinyal yang dihasilkan:


 Penerima:

Pada penerima ini sinyal BPSK yang dihasilkan akan mendapatkan noise pada saat

pentransmisian.

List Program:

r=awgn(bpsk,1)

figure(2),plot(t,r);

title('Plot Sinyal BPSK+Noise AWGN');

xlabel('Waktu (detik)');

ylabel('Amplitudo');

Berikut Bentuk Sinyal yang dihasilkan:


Kemudian sinyal yang terkena noise tadi akan dikalikan dengan basis untuk mendapatkan

sinyal semula seperti yang dikirimkan oleh pemancar.

List Program:

y=r.*basis;

figure(3),plot(t,y);

title('Plot Sinyal Setelah dikalikan Basis');

xlabel('Waktu (detik)');

ylabel('Amplitudo');

Berikut Bentuk Sinyal yang dihasilkan:

Selanjutnya untuk memperoleh konstelasi BPSK menggunakan program berikut

List Program:

y=reshape(y,64,[]);

z=ones(1,64)*y/64;

figure(4),plot(zI,'o');
title('Plot Konstelasi BPSK');

xlabel('Waktu (detik)');

ylabel('Amplitudo');

bE=sign(z)

Berikut Bentuk Konstelasi yang dihasilkan:

Anda mungkin juga menyukai