Anda di halaman 1dari 24

c cc

cc


 

     c

   c      c!"

#$c%#ccc 

&'$cc c

(c#& $c%$cc

 &c$# )%c)c

%&*#$

+
,Ê %c-& &c

c,Ê c$c c#c)

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang


dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar
matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi
busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya
sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur,
sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.
Sekarang ini, banyak sekali produk olahan yang bahan utamanya berasal dari
buah-buahan. Sebagai contohnya adalah pembuatan jam dan jelly buah. Jam dan jelly
adalah produk olahan buah yang merupakan makanan semi padat, dimana dalam
pengolahannya diperlukan buah, air, gula dan bahan tambahan lain.
Jelly produk olahan buah yang merupakan makanan semi padat, dimana
dalam pengolahannya hanya filtrat/juice buah saja yang digunakan sedangkan
ampas/jaringan buah tidak digunakan.
Jeli adalah produk yang hampir sama dengan selai, bedanya jeli dibuat dari
campuran 45 bagian sari buah dan 55 bagian berat gula. Tiga bahan pokok pada
proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam, dan gula dengan perbandingan
tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai atau jeli buah yang baik harus
berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar- agar tetapi tidak terlalu keras, serta
mempunyai rasa buah asli. Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai atau jeli
adalah buah yang masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk.
Jam sedikit berbeda dengan jelly, karena dalam pembuatannya jaringan buah
disertakan. Jam sering kita kenal dengan sebutan selai, dan biasanya digunakan untuk
makanan pendamping roti. Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah
padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat
gulaÄ Dalam pembuatan jam dan jelly, unsur pektin sangat berperan penting. Pektin
banyak dijumpai pada buah-buahan, pektin ini berfungsi untuk membantu
terbentuknya gel atau jendalan. Selain pektin juga dapat ditambahkan Asam dalam
pembuatan jam dan jelly agar produk yang dihasilkan memiliki rasa keasam-asaman.

,Ê $&&c
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mempelajari dan mempraktekkan cara
pembuatan jam dan jelly
,Ê $c&c%&$c#c


Jam dan jelly adalah makanan setengah padat yang terbuat dari buah-buahan
dan gula dengan kandungan total padatan minimal 65 persen. Komposisi bahan
mentahnya ialah 45 bagian buah dan 55 bagian gula. Jam dibuat dari hancuran buah-
buahan sedangkan jelly dari sari buahnya. Syarat jam dan jelly yang baik ialah
transparan, mudah dioleskan dan mempunyai aroma dan rasa buah asli.
Pada prinsipnya hampir semua jenis buah-buahan dapat dibuat jam dan jelly,
terutama buah yang mengandung pektin. Pektin adalah senyawa polisakarida yang
berguna untuk membentuk gel dengan gula pada suasana asam. Buah-buahan yang
umum dibuat jam dan jelly antara lain nenas, jambu biji, pepaya, sirsak, apel,
strawberry dan lain-lain.
Untuk mendapatkan sumber pektin digunakan buah yang tua tetapi belum
masak, sedangkan untuk mendapatkan cita rasa (aroma dan rasa) buah dipakai buah
yang sudah masak. Karena dikehendaki dua-duanya (pektin dan cita rasa), maka
untuk membuat jam dan jelly yang baik digunakan campuran buah tua (tapi belum
masak) dan buah masak dengan perbandingan 1 : 1. yang perlu diperhatikan adalah
perbandingan campuran hancuran buah dan gula yaitu 45 : 55.
Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam,
dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai
atau jeli buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar-agar tetapi
tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.
Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai atau jeli adalah buah yang
masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk. Selai yang
diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga
pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang
masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih
banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit
buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.
Buah yang sering digunakan untuk pembuatan selai atau jeli antara lain :
anggur, apel, murbei, arbei, gowok, jambu biji, jeruk, pala, dan lain-lain. Sedangkan
kulit buah yang biasa digunakan untuk membuat selai atau jeli antara lain : kulit
durian, kulit nenas, kulit jeruk, dan lain-lain.

c,Ê ./
Jelly dibuat melalui proses pemasakan buah dengan atau tanpa penambahan
air, penyaringan juice, penambahan gula dan pemekatannya, sehingga diperoleh
konsistensi gel yang tepat pada waktu dingin. Kualitas jelly sangat ditentukan oleh
mutu gula, kadar pektin, asam, dan cara pemekatannya dengan ditambahkan
konjakku.
Jeli adalah produk yang 5ectin sama dengan selai, bedanya jeli dibuat dari
campuran 45 bagian sari buah dan 55 bagian berat gula. Tiga bahan pokok pada
proses pembuatan jeli adalah 5ectin, asam, dan gula dengan perbandingan tertentu
untuk menghasilkan produk yang baik. Jeli buah yang baik harus berwarna cerah,
jernih, kenyal seperti agar- agar tetapi tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah
asli. Buah yang dapat digunakan untuk membuat jeli adalah buah yang masak tetapi
tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk. Selai yang diperoleh dari buah
hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga pengolahan jeli lebih
banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang masih muda tidak dapat
digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih banyak mengandung zat pati
(karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah.
Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam,
dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai
atau jeli buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar-agar tetapi
tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.
Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai atau jeli adalah buah yang
masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk. Selai yang
diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga
pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang
masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih
banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit
buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.

,Ê  01 /$.1.%.1 ./


.1   
Jambu biji (°   linn) berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini
dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Umumnya ditanam di
pekarangan dan di ladang-ladang. Pohon jambu biji merupakan tanaman perdu yang
bercabang banyak, tingginya dapat mencapai 12 m. Besarnya buah bervariasi dari
yang yang berdiameter 2,5 cm sampai dengan lebih dari 10 cm.
Jambu biji secara taksonomi tergolong ke dalam famili Myrtaceae, genus
Psidium, spesies guajava. Karena itu, dalam bahasa Latin disebut °   .
Dalam bahasa Inggris jambu biji dikenal sebagai guava, sedangkan di Indonesia
disebut juga jambu batu, jambu klutuk, atau jambu siki.
Jambu biji merupakan buah yang sangat kaya vitamin C dan beberapa jenis
mineral yang mampu menangkal berbagai jenis penyakit degeneratif, serta menjaga
kebugaran tubuh. Daun dan kulit batangnya mengandung zat antibakteri, yang dapat
menyembuhkan beberapa jenis penyakit.
Daun jambu kaya akan senyawa flavonoid, khususnya quercetin. Senyawa
inilah yang memiliki aktivitas antibakteri dan yang berkontribusi terhadap efek
antidiare. Polifenol yang ditemukan pada daun diketahui memiliki aktivitas sebagai
antioksidan. Walter (1991) menyebutkan bahwa kadar pektin jambu biji 0,99 % w/w.
Seperti halnya daun jambu, kulit batang tanaman ini juga memiliki aktivitas
antibakteri. Ekstrak dari kedua bagian tanaman ini secara in vitro bersifat toksik
terhadap beberapa bakteri penyebab diare, seperti
  


          dan °   Bagian
terpenting dari tanaman jambu biji adalah buahnya. Buah jambu dapat dikonsumsi
dalam bentuk segarnya atau diolah menjadi berbagai macam produk seperti selai, jeli,
pasta, dodol, dan jus.
 
Nanas, nenas, atau ananas (c    (L.) Merr.) adalah sejenis
tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini
termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili ). Perawakan (habitus)
tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang,
berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya
dalam bahasa Inggris disebut sebagai   karena bentuknya yang seperti pohon
pinus.
Kandungan kimiawi dalam buah nanas secara umum yaitu : zat tepung dan
beberapa jenis gula yang mudah larut dalam air, zat protein, dan asam amino, zat
lemak dan asam lemaknya, enzim esensial dan non esensial, beberapa jenis vitamin,
zat mineral makro dan mikro, esense yang mudah menguap maupun yang stabil.
(Rismunandar, 1983  Dwirinda, 2003).
Buah nanas memiliki kandungan enzim Bromelinne yang dapat menguraikan
protein menjadi asam amino sehingga mudah diserap oleh tubuh. Walter (1991)
menyebutkan bahwa kandungan pektin pada buah nanas sebesar 0,13 % w/w. Buah
nanas banyak mengandung karbohidrat yang terdiri atas beberapa jenis gula, misalnya
glukosa 1-3,2%, fruktosa 0,6-2,3%, dan sukrosa 5,9-1,2%. (Rismunandar, 1983
Dwirinda, 2003).
° 
Buah pepaya matang sangat unggul dalam hal betakaroten (276
mikrogram/100 g), betacryptoxanthin (761 mikrogram/100 g), serta lutein dan
zeaxanthin (75 mikrogram/100 g). Betakaroten merupakan provitamin A sekaligus
antioksidan yang sangat ampuh untuk menangkal serangan radikal bebas.
Vitamin A yang diperoleh dari 100 g buah pepaya matang berkisar antara 1.094-
18.250 SI, tergantung dari varietasnya. Sementara betacryptoxanthin, lutein, dan
zeaxanthin lebih banyak berperan sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya
kanker dan berbagai penyakit degeneratif.
Sumbangan vitamin yang sangat menonjol adalah vitamin C (62-78 mg/100 g)
dan folat (38 mikrogram/100 g). Kadar serat per 100 gram buah masak 1,8 gram.
Serat pepaya sangat dikenal manfaatnya dalam memperlancar proses buang air besar
(BAB) dan mencegah sembelit. Satu potong pepaya berukuran 140 gram mampu
memberikan sumbangan vitamin C sebanyak 150 persen dari angka kecukupan gizi
yang dianjurkan per hari (AKG), serta sumbangan serat sebanyak 10 persen dari
AKG.
Komposisi mineral pada buah pepaya matang sangat bagus, yaitu dominan
potasium (257 mg/100 g) dan sangat sedikit sodium (3 mg/100 g). Rasio potasium
terhadap sodium yang tinggi sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya
hipertensi. Mineral lain yang terkandung dalam jumlah lumayan adalah kalsium, besi,
magnesium, fosfor, zinc, dan selenium. Keunggulan lain dari buah pepaya adalah
rendah lemak, tanpa kolesterol, rendah sodium.
¢ 
Untuk industri-industri makanan biasanya digunakan sukrosa dalam bentuk
kristal halus atau kasar dan dalam jumlah yang banyak dipergunakan dalam bentuk
cairan sukrosa (sirup). Pada pembuatan sirup gula pasir (sukrosa) dilarutkan dalam air
dan dipanaskan, sebagian sukrosa akan terurai menjadi glukosa dan sukrosa disebut
gula invert (Winarno, 1995).
Apabila gula ditambahkan ke dalam bahan makanan dalam konsentrasi yang
tinggi (paling sedikit 40 %) padatan terlarut sebagian dari air yang ada menjadi tidak
tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air (Aw) dari bahan
pangan berkurang sedangkan pada konsentrasi mencapai 65 % gula akan
menyebabkan sel-sel mikroorganisme yang terdapat dalam bahan pangan akan
mengalami dehidrasi atau plasmolisis.
Mekanisme gula sebagai bahan pengawet yaitu menghasilkan tekanan
osmosis yang tinggi sehingga cairan sel mikroorganisme terserap keluar, akibatnya
menghambat sitoplasma menurun sehingga terjadi plasmolisis yang menyebabkan
kematian sel (Winarno, 1984).

c  
Asam sitrat adalah asam hidroksi trikarboksilat (C6H8O7), yang diperoleh dari
ekstraksi buah-buahan, terutama jeruk. Asam sitrat biasanya ditambahkan pada sirup
minuman, jam dan  untuk menembah cita rasa dan sebagai bahan pengawet
(Frazeir Westhoff, 1979).
Asam sitrat digunakan sebagai bahan pemberi derajat keasaman cukup baik
karena kelarutannya dalam air tinggi. Asam sitrat dapat digunakan sebagai
³  c ´, menurunkan pH dan sebagai ³   c ´. Pada proses
pengalengan dapat menggunakan asam sitrat untuk menurunkan pH sampai 4, atau
lebih rendah (Furia, 1972).
Asam sitrat bersifat ³   c ´ yaitu dapat mengikat atau
mencengkram logam-logam bivalen seperti Mn, Mg dan Fe yang sangat dibutuhkan
sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologis, karena itu reaksi-reaksi biologis
dapat dihambat dengan penambahan asam sitrat (Winarno dan Laksmi, 1974).
III.Ê BAHAN DAN ALAT

,Ê 
a.Ê Buah matang optimal (jambu biji merah, nanas, pepaya+nanas)
b.Ê Asam sitrat
c.Ê Gula pasir
d.Ê Air

+,Ê c
a.Ê Pisau
b.Ê Baskom
c.Ê Panci
d.Ê Kain saring
e.Ê Blender
f.Ê Dandang
g.Ê Timbangan
h.Ê Pengaduk
i.Ê Kompor
j.Ê Botol beserta tutupnya (gelas jar)
',Ê %&#c

A.Ê Jelly
2 

 

     







      

  
    
  

     

  

  
  
    !"#

       


  
 
  


  
 
B.Ê Jam
!!  $"!!

%& !!
' 
 (!)!

2 

%& 
 
 

2 

%&  



 
    

         %

2       


  !*     

    +, 




    
 

, 
 
   
!"!#

- 

   

  
 


    

    
)

   

 
 
',Ê c$c%)cc$c

c,Ê - 2 .  3 32 4



˜Ê Jambu biji
Panelis
Parameter
I II III IV V VI
Transluensi 1 1 1 1 2 2
Konsintensi 3 2 2 2 2 3
Warna 2 4 3 2 1 2
Rasa 3 3 4 3 3 3
Aroma 4 4 4 3 3 3
0 +5 +56 +56 5! 5! +5

˜Ê Pepaya + Nanas
Panelis
Parameter
I II III IV V VI
Transluensi 1 1 1 2 2 1
Konsintensi 4 3 4 4 3 3
Warna 3 4 3 3 3 3
Rasa 2 1 2 1 2 2
Aroma 2 2 1 2 2 1
0 + 5! 5! + + 57
˜Ê Nanas
Panelis
Parameter
I II III IV V VI
Transluensi 3 1 2 1 2 3
Konsintensi 3 2 3 3 3 4
Warna 3 3 3 2 2 2
Rasa 1 1 2 2 1 2
Aroma 2 1 2 2 1 1
0 + 56 + 57 58 +

Keterangan parameter :

˜Ê Transluensi ˜Ê Rasa Buah


1.Ê Tidak Transluen 1.Ê Tidak Kuat
2.Ê Agak Transluen 2.Ê Agak Kuat
3.Ê Transluen 3.Ê Kuat ˜Ê Warna
4.Ê Sangat Transluen 4.Ê Sangat kuat 1.Ê Merah muda /
Kuning muda
˜Ê Konsistensi ˜Ê Aroma buah 2.Ê Merah pucat /
1.Ê Tidak Tegar 1.Ê Tidak Kuat Kuning pucat
2.Ê Agak Tegar 2.Ê Agak Kuat 3.Ê Merah / Kuning
3.Ê Tegar 3.Ê Kuat 4.Ê Merah tua / Kuning
4.Ê Sangat Tegar 4.Ê Sangat Kuat tua
,Ê - 2 .  3 32 4.
1.Ê Hasil pengamatan Jam sebelum penyimpanan

 %.
 $       #3 9  *   c3.
 1 2 3 3 3 4
 1 2 4 3 4 4
 1 1 4 3 3 3
  1 1 4 3 4 2
1 2 3 3 4 3
2 2 3 3 4 2
0 5+ 57 658 6 656 658

 2 1 3 3 3 3
 1 1 3 3 3 2
%2: 1 1 3 3 3 3
  1 1 4 3 4 4
1 1 3 3 3 3
1 1 3 3 3 2
0 5+  65 6 65 +5

 1 1 4 3 2 4
 1 2 2 4 3 4
 1 2 3 4 4 4
.1  1 1 4 4 4 3
1 2 3 4 4 4
1 1 4 4 4 3
0  58 656 65! 658 657

2.Ê Hasil Pengamatan jam setelah penyimpanan

šÊ % .2- 40


 % 1 / 
  Jam sedikit berair
%2:  Jam tetap
.1  Jam tetap


šÊ % .2- 40+


 % 1 / 
  Jam berair
%2:  Jam tetap
.1  Jam sedikit berair


šÊ % .2- 406


 % 1 / 
  Jam berair dan terdapat sedikit benang putih
%2:  Jam berair
.1  Jam sedikit berair dan sedikit terdapat benang
putih

# 

šÊ $   
1.Ê Tidak Translusensi
2.Ê Agak Translusensi
3.Ê Translusensi
4.Ê Sangat Translusensi
šÊ   
1.Ê Tidak Sineresis
2.Ê Agak sineresis
3.Ê Sineresis
4.Ê Sangat sineresis
šÊ #3 9 
1.Ê Tidak Kohesiviness
2.Ê Agak Kohesiviness
3.Ê Kohesiviness
4.Ê Sangat Kohesiviness
šÊ *
1.Ê Tidak Merah/Kuning
2.Ê Agak Merah/Kuning
3.Ê Merah/Kuning
4.Ê Sangat Merah/Kuning
šÊ  
1.Ê Tidak Kuat
2.Ê Agak Kuat
3.Ê Kuat
4.Ê Sangat Kuat
šÊ c3.
1.Ê Tidak Kuat
2.Ê Agak Kuat
3.Ê Kuat
4.Ê Sangat Kuat
',Ê %c-cc

Jeli adalah produk yang hampir sama dengan selai, bedanya jeli dibuat dari
campuran 45 bagian sari buah dan 55 bagian berat gula. Tiga bahan pokok pada
proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam, dan gula dengan perbandingan
tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai atau jeli buah yang baik harus
berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar- agar tetapi tidak terlalu keras, serta
mempunyai rasa buah asli. Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai atau jeli
adalah buah yang masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk.
Selai yang diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli,
sehingga pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya.
Buah yang masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena
masih banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah.
Kulit buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.
Jam sedikit berbeda dengan jelly, karena dalam pembuatannya jaringan buah
disertakan. Jam sering kita kenal dengan sebutan selai, dan biasanya digunakan untuk
makanan pendamping roti. Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah
padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat
gulaÄ Dalam pembuatan jam dan jelly, unsur pektin sangat berperan penting. Pektin
banyak dijumpai pada buah-buahan, pektin ini berfungsi untuk membantu
terbentuknya gel atau jendalan. Selain pektin juga dapat ditambahkan Asam dalam
pembuatan jam dan jelly agar produk yang dihasilkan memiliki rasa keasam-asaman.
Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam,
dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai
atau jeli buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar-agar tetapi
tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.
Dari hasil pengamatan setelah melakukan praktikum diperoleh, transluensi
paling baik terdapat pada jelly dengan bahan buah nanas. Konsistensi paling baik
terdapat pada jelly dengan bahan papaya+nanas dengan perbandingan 80:20. Warna
yang paling baik yaitu warna merah tua/kuning tua didapatkan pada jelly dengan
bahan papaya+nanas. Rasa yang paling kuat terdapat pada jelly dengan bahan jambu
biji, sedangkan aroma paling kuat terdapat pada jelly dengan bahan jambu biji.
Sedangkan dari hasil pengamatan pembuatan jam atau selai, dapat ditarik
kesimpulan bahwa transluensi terbesar ada pada selai nanas dan selai papaya+nanas,
untuk sineresis terbesar dikandung pada selai nanas, untuk kohesiveness terbesar
dikandung pada selai nanas, sedangkan untuk warna terpekat didapat pada selai
jambu biji, untuk rasa terkuat didapat dari selai jambu biji, dan terakhir untuk aroma
terkuat didapat pada aroma selai jambu biji.
Dari hasil pengamatan jam atau selai setelah penyimpanan yaitu pengamatan
untuk jam setelah penyimpanan selama 1 hari didapati dalam jam nanas terdapat
sedikit air, jam pepaya dan jam jambu masih tetap dengan kondisi semula.
Dilanjutkan dengan pengamatan hari ke-2 penyimpanan, didapati jam nanas berair;
jam pepaya masih tetap dengan kondisi semula dan jam jambu terdapat sedikit air.
Dan di Hari ke-3 pengamatan, didapati jam nanas berair dan terdapat sedikit benang-
benang putih seperti jamur; jam pepaya berair dab jam jambu terdapat sedikit berair
dan sedikit terdapat benang-benang putih.
',Ê %&$&%

A.Ê KESIMPULAN
1.Ê Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam,
dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik.
2.Ê Selai atau jeli buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti
agar- agar tetapi tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.

B.Ê SARAN
1.Ê Penambahan gula tidak boleh terlalu banyak atau sedikit karena bias merubah
kekentalan selai atau kekenyalan jeli.
2.Ê Pemanasan harus diperhatikan, jangan sampai terlalu kental atau kurang
kental. Terlalu kental mengakibatkan sari buah banyak yang menguap
sedangkan kurang kental mengakibatkan pembentukan selai atau jeli kurang
sempurna.
c($c%&c$c#c

Dwirinda, Irma. 2003. Proses Pengalengan Buah Nanas Dc    Di Great
Giant Pineapple Company Lampung.    ° . Fakultas
Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. (tidak
dipublikasikan).

Frazier and Westhoff, 1979.   °  !" Technischen
Universitas Munchen, Canada.

Furia, 1972. The   #  °  Academic Press, London.

Walter, R.H. 1991. =   = $#° . Academic Press, Inc.
New York.

Winarno dan Laksmi, 1974. ° =°. Gramedia, Jakarta.

Winarno, 1984. °%!. PT. Gramedia. Jakarta.

Winarno, 1995. =%!° . Gramedia, Jakarta.


Lampiran

Jam dan Jelly

Jam Nanas Jam pepaya + nanas Jam Jambu

Jelly Nanas Jelly pepaya + nanas Jelly Jambu


c%c%c#$#&

$# )%) c-c%c)c

 

     c

   c      c!"

)/c     c!+

 ..    c!8+

 c ;< 3c,  c!8=

c % /    c!8

$ c>    c!76

#$c%#ccc 

&'$cc c

(c#& $c%$cc

 &c$# )%c)c

%&*#$

+