Anda di halaman 1dari 29

.

r ....

, I

:;.

- :i

'j

• I .

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PERATUR..AN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 356/MENKES/PER/IV/2008

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

a. bahwa semakin meningkatnya aktifitas di bandara, pelabuhan dan lintas batas darat negara berkaitan dengan transmisi penyakit potensial wabah serta penyakit lainnya yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dipandang perlu menata kembali organisasi dan tata kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan yang ditetapkan dengan Peraturan Mente .. j Kesehatan;

Mengingat

1, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1 962 tentang Karantina Laut (Lembaran Negara Tahun 1962, Tambahan Lernbaran Negara Nomar 2373);

2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1962 tentang Karantina Udara (Lembaran Negara Tahun 1962, Tambahan Lembaran Negara Namar 2374);

3. Undang-Undang Namar 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun 1984 Namar 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3273);

4. Undang-Undang Nemer 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Namor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 108, Tambahan lembaran Neg~ra Nomor 4548);

6. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentanq Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomar 3848);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang PenangguJangan Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun 1991 Nomar 49, Tambahan lembaran Negara Nomor 3447);

'.

"

MENTERIKESEHATAH REPUBLIK INDONESIA

0, Peraturan Pemerintah Nemer 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nemer 127, Tambahan Lembaran Negara Nornor 4145):

9. Peraturan Pemerintah Nomer 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nemor 128, Tambahan Lembaran Negara Nemer 4146):

10. Peraturan Pemerintah Nemer 38 Tahun 2007 Lentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsl, dan Pernerintahan Daerah Kabupaten/Keta (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomer 82, Tambahan Lembaran Neqara Nemer 4737);

11. K -putusan M( .i , Pendayagunaan Aparatur Nc:gara f'J mer 62/Kel,/MenP.A.N/7/2003 tentang Pedoman Unit P 'aksana Tcknis di Lingkungan Departemen dan L nbaga Pern. -intab Nen Departemen;

12. f' -atu ran Mf' r1 teri Keseha tan Nomer

1 'S/Menkes/Per/XII12005 tentang Organisasi dan Tata I' ~ia Departemen Kr'sehatan, sebagaimana telah diutah (I)gan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 15/Menkes/Per/XlI ~007;

13. 1 -rnational Health F egulations (IHR) 2005:

Memperhatika n

Perseu.jcan Menteri Pendayaqunaan Aparatur Negara dengan surat Nomer B/835/M.PAN/3/2008 Tanggal 31 Maret 2008;

Menetapkan

MEMUTUSI<...AN:

PERATURAN MENl ERI KESEHATAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN.

BASI

KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN KLASIFIKASI

Pasal 1

(1) Kanter Kesehatan Pelabuhan yan~l selanjutnya disebut KKP adalah unit pelaksana teknis di lingkungan [) spartemen Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab ' .pada Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkur- .n.

(2) KKP dipirnpin oleh seerang Kep.

Pasal2

KKP mempunyai tuge.s melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyal-Jt, penyakit potensial wabah,surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur bioJegi, kimia dan pengamanan radlasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

2

..

'.

.---

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

Pasal3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, KI(P menyelenggarakan fur.gsi:

a. pelaksanaan kekarantinaan;

b. pelaksanaan pelayanan kesehatan;

c. pelaksanaan pengendalian risiko lingkungan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

d. pelaksanaan pengamatan penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali;

e. pelaksanaan pengamanan radiasi pengion dan non pengian, biologi, dan klrnia;

f. pelaksanaan sentra/simpul jejaring surveilans epidemialogi sesuai penyaKit yang berkaitan dengan !alu lintas nasional, regional, dan internasional.;

g. pelaksanaan, fasilitasi dan advokasi kesiapsiagaan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan bencana bidang kesehatan, serta kesehatan matra terrnasuk penyelenggaraan kesehatan haji dan perpindahan penduduk;

h. pelaksanaan, fasilitasi, dan advokasi kesehatan kerja di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

i. pelaksanaan pemberian sertifikat kesehatan obat, makanan, kosmetika dan alat kesehatan serta bahan adiktif (OMKABA) ekspor dan mengawasi persyaratan dokumen kesehatan OMKABA irnpor:

j. pelaksanaan pengawasan kesehatan alat angkut dan muatannya;

k. pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan llr.tas batas darat negara;

I. pelaksanaan jejaring informasi dan teknologi bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

m. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan bidang kesehatan di bandara, pelabuhan, dan lrntas batas darat negara;

n. pelaksanaan ksjlan kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan, dan surveilans kesehatan pelabuhan;

o. pelaksanaan pelatihan teknis bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

p. pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KKP.

Pasal4

(1) KKP dlklasifikas'kan ke dalarn 3 kelas, yaitu:

a. KKP Kelas I;

b. KKP Kelas II;

c. KKP Kelas Ill.

(2) Klasifikasi KKP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada beban kerja di ba ndara, pe.labuhan, dan lintas batas da rat nega ra.

3

'.

,.

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

BAB II SUSUNAN ORGANISASI

Bagian Kesatu

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I

Pasal5

KKP Kelas I terdiri dari:

a. Bagian Tata Usaha;

b. Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi;

c. Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan;

d. Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah;

e. Instalasi;

f. Wilayah Kerja;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal6

Struktur Organisasi KL(P Kelas I adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan ini.

Pasal?

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan program, pengelolaan informasi, evaluasi, pelaporan, urusan tata usaha, keuangan, penyelenggaraan pelatihan, kepegawaian, serta perlengkapan dan rumah tangga.

PasalS

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan program serta pelaporan;

b. pelaksanaan urusan keuangan;

C. pelaksanaan urusan kepegawaian;

d. pelaksanaan urusan umum;

e. koordinasi penyiapan pelatihan.

Pasal9

Bagian Tata Usaha terdiri dari:

a. Subbagian Proqrarn dan Laporan;

b. Subbagian Keuc:.ngan dan Umum.

4

!

r .. · .

/.

MENTERIKESEHATAN . I1EPUBUK INDONESIA

Pasal 10

(1) Subbagian Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program, evaluasi, laporan, serta informasi.

(2) Subbaqian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi, verifikasi, serta mobilisasi dana, tata usaha, kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga, serta penyiapan penyelenggaraan pelatihan.

Pasal11

Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kekarantinaan, surveilans epidemiologi penyakit dan penyakit potensial wabah serta penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, pengawasan alat angkut dan rnuatannya, lalu Hntas OMKABA, jejaring kerja, kemitraan, kajian, serta pengembangan teknologi, pendidikan dan pelatihan bidang kekarantinaan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal12

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud calam Pasal 11, Bidang Pengendalian Karanlina dan Surveilans Epidemiologi menyelenggarakan fungsi:

a. kekarantinaan surveilans epidemiologi penyakit dan penyakit potensial .. ,abah serta penyakit baru dan penyakit yang muncul kernbali:

b. kesiapsiagaan, pengkajian, serta advokasi penanggulangan KLB dan bencana/pasca bencana bidang kesehatan;

c. pengawasan lalu lirtas OMKABA ekspor dan impor serta alat angkut, termasuk muatannya;

d. kajian dan diseminasi informasi kekarantinaan di wilayah kerja bandara,

pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

e. pendidikan dar. pelatihan bidang kekarantinaan;

f. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan bidang kekarantinaan;

g .. pelaksanaan pengembangan teknologi bidang kekarantinaan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

h. penyusunan laporan bidang pengendalian karantina dan surveilans epidem iologi.

Pasal13

Bidang PengendaJiclO Karantina dan Survellans Epidemiologi terdiri dari: (1) Seksi Pengendalian Karantina;

(2) Seksi Surveilans E.pidemiolog1.

5

f~ I. '.

"

MENTERI KESEHATAN REPUBUK INDONESIA

Pasal14

(1) Seksi Pengendalian Karantina mempunyai. tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan Japaran, dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan sertifikasi OMKABA ekspor dan imp or, pengembangan, pengawasan dan tindakan kekarantinaan terhadap kapal, pesawat udara, dan alat transportasi lainnya, penerbitan dokumen kesehatan kapal laut, pesawat udara, dan alat transportasi lalnnya, pengangkutan orang sakiVjenazah, kajian, pengembangan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan di bidang kekarantinaan.

(2) Seksi Surveilans Epidemiologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan surveilans epidemialogi penyakit, penyakit potenslal wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali, jejaring kerja surveHans spidemiologi nasional/interna::.iona I, serta kesiapsiagaan, pengkajian, advokasi, dan penanggulangan KLB, bencana/pasca bencana bidang kesehatan;

Pasal15

Bidang PengendaJian Risiko lingkungan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor dan binatang penular penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, jejaring kerja, kemitraan, kajian dan pengembangan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian risiko lingkungan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal16

Dalam rnelaksanakan tug as sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan menyelenggarakan fungsi:

a. pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan

minuman;

b. hygiene dan sanitasi lingkungan gedung/bangunan;

c. pengawasan pencemaran udara, air dan tanah;

d. pemeriksaan dan pengawasan higiene dan sanitasi kapal/pesawaUalat transportasi lainnya di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

e. pemberantasan serangga penular penyakit, tikus dan pinjal di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

f. kajian dan pengembangan teknologi di bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, peJabuhan, dan lin'as batas darat negara;

g. pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian risiko Iingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

h. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan Hntas batas darat negara;

i. penyusunan laporan di bidang pengendalian risiko lingkungan.

6

,.

, I

'.

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

Pasal17

Bidang Penqendalian Risiko Ungkungan terdiri dari:

a. Seksi Pengendalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit;

b. Seksi Sanitasi dan Dampak Risika Lingkungan.

Pasal 18

(1) Seksi Pengendalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit mempunyai tug as melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pemberantasan serangga penular penyakit, tikus, dan pinjal, pengamanan pestisida, kajian dan diseminasi infarmasi, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknol6gi serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian vektor dan binatang penular penyakit di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

(2) Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, perencanaan, pemantuan, evaluasi, penyusunan laparan, dan koordinasi pelaksanaan pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan minuman, hygiene dan sanitasi kapal laut dan pesawat, hygiene dan sanitasi gedung/bangunan. pengawasan pencemaran udara, air. tanah, kajian dan diseminasi informasi, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang sanitasi lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal19

Bidang UpayaKesehatan dan Lintas Wilayah mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan haji, kesehatan kerja, kesehatan matra, vaksinasi internasional, pengembangan jejaring kerja, kemitraan, kajian dan teknologi, serta pendldikan dan pelatihan bidang upaya kesehatan pelabuhan di witayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal20

Dalarn melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bidang Upaya Kesehatan daJl Lintas Wilayah menyelenggarakan fungsi:

a. pelayanan kesehatan terbatas, rujukan dan gawat darurat medik di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

b. pemeriksaan kesehatan haji, kesehatan kerja, kesehatan matra di witayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

c. pengujian kesehatan nahkoda/pilot dan anak buah kapal/pesawat udara serta penjamah makanan;

d. vaksinasl dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasloaat;

e. pelaksanaan jejar;ng kerja dan kemitraan di wilayah kerja bandara pelabuhan

dan lintas batas darat negara; . , ,

7

I,

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Pasal 17

o

Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan terdiri dari:

a. Seksi Pengendalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit;

b. Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan.

Pasal 18

(1) Seksi Penger.dalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pemberantasan serangga penular penyakit, tikus, dan pinjal, pengamanan pestisida, kajian dan diseminasi informasi, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendc::lian vektor dan binatang penular penyakit di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

(2) Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, perencanaan, pemantuan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan minuman, hygienB dan sanitasi kapal laut dan pesawat, hygiene dan sanitasi gedung/bangunl3.n, pengawasan pencemaran udara, air, tanah, kajian dan diseminasi informasi, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang sanltasi lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batan darat negara.

Pasal19

Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah rnernpunyai tugas melaksanakan perencanaan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan hajj, kesehatan kerjcL kesehatan matra, vaksinasi internasional, pe.ngembangan jejaring kerja, kernitrastn, kajian dan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan bidang upaya kesehatan pelabuhan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal20

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wi_layah menyelenggarukan fungsi:

a. pelayanan kesehatan terbatas, rujukan dan gawat darurat medik di wilayah kerja bandara, pelabuhan. dan lintas batas darat Ilegara.

b. pemeriksaan kesehatan haji, kesehatan kerja, kesehatan matra di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negam.

c. pengujian kesehatan nahkoda/pilot dan anak bunh kapal/pesawat udara serta penjamah makanan;

d. vakslnasl dan penerbltan sertifikat vaksinasi internasional;

e. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

7

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

f. pengawasan pengangkutan orang sakit dan jenazah di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara. serta ketersediaan obatobatan/peralatan P3K di kapal/pesawat udara/alat transportasi lainnya;

g. kajian dan pengembangan teknologi serta palatihan teknis bidang upaya kesehatan dar, llntas wilavah:

h. penyusunanlaporan dl bidang upaya kesehatan dan lintas wilayah.

Pasal21

Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah terdiri darl:

a. Seksi Pencegahan dan Pelayanan Kesehatan;

b. Seksi Kesehatan Matra dan Lintas Wilayah.

Pasal22

(1) Seksi Pencegahan dan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelayanan pengujian kesehatan nahkoda, anak buah kapal dan penJamah makanan, pengawasan persediaan obatlP3K di kapal/pesawat udara/alat transportasi lainnya, kajian ergonotnik, advokasi dan sosialisasi kesehatan kerja, pengembangan jejaring kerja, kernitraan dan teknolcql, serta pelatihan tek-i's bidang kesehatan kerja di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

(2) Seksi Kes€lhatan Matra dan Llntas Wilayah mernpunyal tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan vaksinasi dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasional (ICV), pengawasan penqanqkutun orang sa kit dan jenazah, kesehatan rnatra, kesehatan haji, perpindahau penduduk, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan terbatas, rJluk2'n gawat darurat rnedik, penqernbanqan jejaring kerja, kemitraan, dan teknoloqi, serta pelatihan teknis bidang kesehatan matra di wilayah kerja bahdara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Bagian Kedua

Kantor Kesehatan Pelabuhan I<elas II

Pasal23

KKP Kelas II terdlri dari:

a. Subbagian Tata Usaha;

b. Seksl Pengend::.lian Karantina dan Surveilans Epldemiologi;

c. Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan;

d. Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah;

e. Instalasi;

f. Wilayah Kerja:

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

8

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

Pasal24

Struktur Organisasi KKP Kelas II sebagaimana tercanturn dalam Larnpiran II Peraturan ini.

Pasal25

Subbaqian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi dan penyusunan program, pengelolaan informasi, evaluasi, laporan, urusan tata usaha, keuangan, penyelenqqaraan pelatihan, kepegawaian, serta perlnnqkapan dan rumah tangga.

Pasal26

Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Eplderniologi mempunyai tugas melakukan penylapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan kekarantlnaan, surveilans epidemiologi penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru. dan penyakit yang muncul kembali, pengawasan alat angkut dan muatannya, lalu lintas OMKABA, jejaring kerja, kemitraan, kajian, serta pengembangan teknoloqi, pelatihan teknis bidang kekarantinaan dan surveilans epidemiologi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal27

Seksi Pengendallan Risiko Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pengendalian vektor dan binatang penular penyakit, pembinaan sanitasi lingkungall, jejaring kerja, kemitraan, kajian dan pengembangan tekno'opi serta pelatihan teknis bidanp pengendalian risiko lingkungan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan !intas batas darat negara.

Pasal28

Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan kerja, kesehatan matra, kesehatan haji, perpindahan penduduk, penanqqulanqan bencana, vaksinasi internasional, pengembangan jejaring kerja, kemitraan, kajian dan teknologi, serta pelatihan teknis bida,lg upaya kesehatan di wilayah kerja bandara, pelat.uhan, dan lintas batas darat r,egara.

9

MENTERI Kc;SEHATAN REPUBUK INDONESIA

Bagian Ketiga

Kantor Kesehatan Pelabuhan I<elas III

Pasal29

KKPKelas III terdiri dart

a. Subbagian Tata Usaha;

b. Seksi Pengenaalian Karantina dan Surveilans Eplderniolopi;

c. Seksi Pengendalian Risiko Ungkungan dan Kesehatan Lintas WHayah;

d. lnstalasi:

e. Wilayah Kerja;

f. Kelompok Jabatan FungsionaL

Pasal30

Struktur Organlsasi KKP Kelas III sebagaimana lercantum dalam Larnpiran III Peraturan ini.

Pasal 31

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas rnelakukan koordinasi dan per.yusunan program, pengeiolaan informasi, evaluasi, laporan, urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian, penyelenggaraan pelatihan, serta perlengkapan dan rumah tangga.

Pasal32

Seksi Penqendahan Karantina dan Surveilans Epidemiologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasl, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan kekarantinaan don surveilans epidemlOlogi penyakit, penyakit potensia! wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali, pengawasan alat angkut dan muatannya. lalu lintas OMKABA,. jejaring keria, kemitraan. kajian, serta pengembangan telmologi, dan pelatihan teknis bidang kekarantinaa.n dan surveilans epidemiolonl di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Pasal33

Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan dan Kesehalan Lintas Wilayah mempunyai tugas metakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan kcordinasl pengendaliari vektor dan binatang penular penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, kesehatnn terbatas, kesehatan kerja, kesehatan matra, kesehatan haji, perpindahan penduduk, penanggulangan bencana, vakslnasi internasional, jejaring kejla, kemitraan, kajian dan pengembangan teknoloq: serta pelatihan teknis bidang pengendaHan risiko lingkungan dan upaya kesehatan di wilayah .kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negaia.

10

· .

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

BAS III INSTALASI

Pasal34

(1) Instalasi me.upakan fasilitas penunjang penyelenqqaraan cperasional KKP dan penunjang administrasi.

(2) Instalasi dipimpin oleh seorang Kepala dalam jabatan nonstruktural.

(3) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Instalasi dibantu oleh Kelompok Jabatan FI mgsional dan beberapa pel1anggung jawab ruangan dalam jabatan nonstrukturnl yang ditunjuk oleh Kepala Instalasi terkait.

(4) Jenis instalasl disesuaikan dengan kebutuhan dan pengembangan pelayanan.

(5) Perubahan jumlah dan jenis instalasi ditetapkan oleh Kepala KKP setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direktur JenderaJ Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Ungkungan.

BABIV WILAYAH KERJA

Pasal35

(1) Wilayah Kerjrl KKP merupakan unit kerja funqsional di lingkungan bandara, pelabuhan, dan Hntas batas darat negara, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala KKP.

(2) Wilayah Kerj a KKP sebagaimana d imaksud pada ayat (1), d ipimpin . oleh seorang Koordinator yang ditetapkan oleh Kepala KKP.

(3) Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator dlbantu oleh Kelompok Jabatan Fungsional dalam jabatan nonstruktural.

(4) Perubahan wilayah kerja diajukan oleh Kepala KKP dan diusulkan oleh Direktur Jenc:eral Penqendanan Penyakit dan Per"lYehatan Lingkungan serta ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

BASV

KELOMPOK JABATAN FUNOSIONAL

Pasal 36

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundangundangan yang herlaku.

11

, ..

MENTERIKESEHATAH REPUBLIK INDONESIA

Pasal37

(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdlrl darisejurnlah Tenaga Fungsional yang terbagi atas berbagai -kelornpok [abatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga funqsional senior yang ditunjuk oleh KKP.

(3) Jumlah tenaga fungsional sehagaimana dirnaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundanq-undanqan yang berlaku.

BABVI TATA KERJA

Pasal 38

Dalam melaksanakan tugas Kepala KKP I Kepala B!agian, Kepala Bidang, Kepala Sub bag ian, dan Kepala Seksi wajib menerapkan pr nsip koordinasi, inteyrasl dan sinkronisasi, balk dalam lingkungan masing-masing maupun dertqan instansi lain di luar KKP sesuai dengan tugas masing-masing.

Pasal39

Setiap pimpinan satuan organisasi di Ilngkungan Kf,P wajib mengawasi bawahan masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil lanqkab-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundanq-undanqan yang berlaku.

Pasal40

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan KKP bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan rnaslnq-rnastno dan memberikan bimbingan serta petunjuk pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal41

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikut! dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing seria menyampalkan laporan berkala tepat pada waktunya.

Pasal~2

Setlap laporan ya:1g d!terlma oleh plmplnan satuan orpantsas: darl bawahan wajib dianalisis dan dlpergunakan sebagai bahan penyusunan evaluasi, laporan, serta penyiapan bahan kebijakan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

12

" .

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Pasal43

Para Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Subb.lgian, dan Kepala Seksi wajib menyampaikan laporan berkala kepada atasan masuiq-rnaslnq.

Pasal44

Dalam menyarnpaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Pasal45

Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan orqanisasi dibar:tu oleh Kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

Pasal46

KKP melakukan hubungan koordinasi dengan lnstans] terkait bidang kesehatan maupun lintas sektor lainnya di wilayahnya sesual dehgan tugas dan fL.:ngsinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAS VII LOKASI

Pasal47

(1) Sejak berlakunya Peraturan ini, maka di lingkungan Departemen Keseh.atan terdapat 7 (tujuh) KKP Kelas 1,21 (dua puluh satu) KKP Kelas II, dan 20 (dua puluh) KKP Kelas III.

(2) Daftar KKP di lingkungan Departemen Kesehatan yang mencakup Nama, Kelas, Tempat Kedudukan, KKP Induk, dan Wllayan Kerja KKP scbagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lamplran IV Peraturan inL

SABVIII ESELON

Pasal48

Eselon KKP Kelas I terdiri dari:

a. Kepala KKP adalah Jabatan struktural eselan 11 b,

b. Kepala 8agian dan Kepala Bidang adalah jabatah struktural eselan lll.b:

c. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi adalah [abatan struktural eselan IV.a.

13

I ••

"

. 'E,;;~

MENTERJ KESEHATAN REPUBUK INDQMI!:SLA

Pasal49

Eselen KKP Kalas II terdiri dari:

a. Kepala KKP adalah jabatan struktural eselon liLa;

b. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.a .

. Pasal50

Eselen KKP Kelas III terdiri dari:

a. Kepala KKP adalah jabatan struktural eselen IIl.b;

b. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.b.

BAB IX KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal51

(1) Wilayah Kerja yang menjadi wewenang KKP adalah sesuai dengan lingkungan ker,ia bandara, pelabuhan, dan Hntas batas darat negara menurut peraturan perundanq-undanqan yang berlaku.

(2) Wilayah Kerja KKP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang berada di daratan untuk pengendalian vektor dan binatang penular penyakit diperluas sampai 2 (dua) kilometer sekelilingnya.

BABX KETENTUAN PENUTUP

Pasal52

Semua ketentuan pelaksanaan dari Keputusan Menferi Kesehatan Nemer 265/Menkes/SKJIII/2004 tentang Organisasi dan Tata Karja Kanter Kesehatan Pelabuhan [o. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 167/Menkes/Per1l1/200: tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kesehatan Nemer 265/Menkes/SKJIII,'2004 tentang Organisasi can Tata Kerja Kanter Kesehatan Pelabuhan masih tetap berlaku paling lambat 6 (enam) bulan sepanjang belum diganti atau ditetapkan berdasarkan Peraturan ini.

Pasal53

Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah terlebih dahulu mendepat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanQgung jawab di bidang Pendayagunaan Aparatur Negara.

14

l. .

"

" .

'~::r.: ,:t:,,t-

' .

. ..... _,.;'

MENTER! KESEHATAN REPUBUK INDONESIA

Pasal54

Oengan berlakunya Pmaturan ini :

1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 265/Menkes/S Kill 112004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan;

2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 167/MenkesJPerlll/2007 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 265JMenkes/SKJIII/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan;

dinyatakan tidak berlaku.

Pasal55

Tatalaksana dari Pe:aturan ini akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Pasal56

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 14 April 2008

NTERI KESEHATAN,

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, SpJP(K)

y

15

'~~',~~%

.~ ..... ":'

MENTERI KESEHATAN REPUBUK INDONESIA

LAMPIRAf\J I

PERATURAN MENTER 1 KCSEHn,TA!,1

NOMOR : 356/Menkes/Per/lV/2008

T ANGGAL : 14 April 200~

STRUKTUR ORGANISASI

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I

KEPA~ J

.1 ----
I---. '1
I BAGIAN
TATA USAHA
I
r-. I r-- I
SUBBAGIAN SU8BAGI
PROGRAM DAN KEUANG
LAPORAN DAN UM

I 1 I
SIOANG SIOANG ElI.QANI3
PENGENDALIAN KARANTINA PENGENOALIAN UPA'(A KE'5f':HATAN
DAN SURVEILANS RISIKO LlNGKUNGAN DAN LlNTAS WILAYAH
EPIOEMIOLOGI
J I I
I I I
SEKSI I SEKSI I
SEKSI PENGENOALIAN VEKTOR PENCEGAHAN DAN
PENG,ENOALIAN KARANTINA DAN BINATANG PENULAR PELAYANAN KESEHATAN
I ,. PENYAKIT
I I '--- I
I· I .1
SEKSI I SEKSI 5SEKSI
SURVEILANS SANITASI DAN OAMPAK ATAN MATRA DAN
EPIDEMIOLOGI RISIKO UNGKUNGAN TASWILAYAH

... r .... T-'-'--. - -r -,.. - f' -r- .... 1,. -,- -,' -r- -r- -..- -. - - r: -,..- r: -r" -,- -v- 1.- -r- -r- -r- ... - -. AN AN UM

~ _::- _:- _1 __ 1 __ 1 __ 1 __ ' __ 1_ J __ : __ : _ ~

~ -:~ -: KELOMPOK ~ - ~ -:

L_ .. _, JABATAN ~- .. -,

• I r I I I

~. - r>, FUNGSIONAL r - r -,

~_ ~_:_ ~L_ -_r_ ~~ .. ~:-_ ""J: ~ .. _ .. ;: ~:;~ !~~ ~

NTERI KESEHATAN,

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K)

16

: ~ \

. 'IM!, ..... , ..

~ '~_ "r ~ •..

.. ~" ... '~ '. '.:;~ :

~ ¢.~ .. '~'

.. ~- ..

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN II

PERATURAN MF.:NTERI KESEHP.TA~~

NOMOR : 356/Menkes/Per/lV/2008

TANGGAL : 14 April 2008

STRUKTUR ORGANISASI

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I;

KEPALA

I

I

r---_l---..

SUSSAGIAN TATAUSAHA

I I !
SEKSI SEKS
PENGENDALIAN SEKSI UPAYA KES
KARANTINA DAN PENGENDALIAN DAN LIN
SURVEILANS RISIKO LlNGKUNGAN WI LAY
EPIOEMrOLOGI

-T-'-'-- --r <r: -r -r-. .~ _,,'" .... , .. -,_.., ........... iii --r-.--r-..--,--J ~~~TJAN.

TAS

AH

.. ~-_-r_~~_~~~,_ ~~ _L.!. ~ l_.~

1 1 ~ 1 •

,- 1 1 • I '1

'I-~ -, INSTALASI .-,

I_I 1 • I .1

: ;1 ~ ,-II'" »r- - r- - r- - ,. - T _ " _ "'!I'l,. ..,.j

: ~ I .. J _ .1' •• '1 I_ .. L .. L 1. .. 1,r ~

, ,,- .......... - - - - - .. - , .... '

, • •• ~-- I

, , 'II. _~ _~ _1 __ L __ 1 __ '; .,'; ~I'~ .,.1.., ~~~ .... ~

~ - ~ - :KELOMPOK ~ - ~ - ,

~-:--: JABATAN ~-:--:

~-~~~ FUNGSIONAL L~"'_:

1 - I I I

t: - L ... L .,. r- "r -r- _I'" _1_ -1- ., - -~- ..J ......

~.~_~_' __ I_J_~_~_2~J_J.~_~

I i I I I l ,"'~:-·:"'i"i-·~'--' ~~~~~~~--~~~-------I-'-~

~"f"l r-~·~

~_', __ ', WILAYAH ~_l_,

KERJA ",

~_~_: L. _L_I

, , I I ,

r + -I~ -~~;- ~:~ -,~ ~: .• -:-'~- '~- ~- ~

__ L_I ., ~ •• ~~.

Or. dr. SiU FadiJah Supari, Sp .. /P (K)

Y .

17

.'

""'~'28

, .. ' .0"

~""'-'"

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

LAMPI RAN 111

PERATUR/,N MENTF.:RI KESEHA"rAN

NOMOR : 356/Menkes/Per/lV/2008

T ANGGAL : 14 April 2008

STRUKTUR ORGANISASI

KANTOR K'ESEHATAN PELABUHAN KELAS II!

I

'I

KEPALA

5U88AGIf.,'~ TATA USAHA

'----------~

SEKSI PENGENDALIAN KARANTINA DAN SURIJEILANS EPIOEMIOLOGI

18

....---

SEKSI

P ENG!EN:JAUAN RISIKO lINGKUNGA'" DAN KESEHATAN LlNTAS WILAYAH

TERI KESEHATAN,

Or. dr. Siti Fadilah Supan, Sp.JP (K)

,

: -

I.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI KESEHATAN

NOMOR : 356/Menkes/Per/lV/2008

TANGGAL : 14 April 2008

..

DAFTAR KANTOR KESEHATAN PELABUHAN 01 LlNGKUNGAN OEPARTEMEN KESEHATAN

KANTOR TEMPAT I
NO. KESEHATAN KELAS KEDUOUKAN KKP INDUK WILAYAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
--
1 Tanjung Priok I OKI Jakarta Tanjung Priok 1. Pelabuhan Laut Sunda Kelapa
(Pelabuhan dan Pantai Marina Ancol
Laut Tanjung 2. Petabuhan Samudra Muara
Priok) Baru
3. Pelabuhan Laut Marunda
4. Pelabuhan Laut Kali Baru
5. Pelabuhan Laut Muara Angke
dan Pantai Mutiara
--

2 Denpasar I Bali Denpasar 1. Pelabuhan Laut Celukan
(Sandara Bawang
Ngurah Rai) 2. Pelabuhan Laut Padang Bai
3. Pelabuhan Laut Gilimanuk
4. Pelabuhan Laut Benoa
-
3 Surabaya I Jawa Timur Surabaya 1. Bandara ,Juanda
(Pelabuhan 2. Pelabuhan t.aut Gresik
Laut Tanjung 3. Pelabuhan Laut Kalianget
Perak) 4, Pelabuhan Laut Tuban
5. Pelabuhan Laut Bawean
4 Jakarta I Banten Cengkareng 1. Bandara Halim Perdana
(Bandara Kusuma
Soekarno
Hatta)
5 Medan I Sumatera Medan 1. Bandara Polonia
Utara (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Pantai Cermin
Laut Belawan) 3. Pelabuhan t.aut Pangkalan
Susu
4. Pelabuhan Laut Sibolga
5 Pelabuhan Laut Kuala Tanjung
6. Pelabuhan Lau! Tanjung Balai
Asahan 19

' ..... _ .... ,

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KANTOR TEMPAT l
NO. KESEHATAN KELAS KEDUDUKAN KKPINDUK WIUWAH KERJA
PELASUHAN (PROVINSI)
7. Pelabuhan Laut Teluk Nlbung I
8. Pelabuhan Laut GL nung Sitoli
6 Makassar I Sulawesi Makassar 1. Bandara Hasanudin
Selatan (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Pare-Pare
Laut Makassar) 3. Pelabuhan Laut MaIili
4. Pelabuhan Laut Siringkasi
5. Pelabuhan Laut Awerange I
6. Pelabuhan Laut Palopo I
7. Pelabuhan La ut Bela 19-Be!ang
Mamuju I
8. Pelabuhan Laut Sajoe Sone
,
g, Bandara Tampa Padang _j
7 Satam I Kepulauan Satam 1. Bandara lnternasronal Hang I
Riau (Pelabuhan Nadlrn
Laut Batu 2. Pelabuhan t.aut internasional
Ampar) Sekupang
3 . Pelabuhan Laut Domestik
..
Sekupang
4. Pelabuhan Laut Pulau Sambu
5. Pelabuhan Laut Nongsa
6, Pelabuhan Laut Kabil
7. PeJabul1an Laut Telaga
Punggur
8. Pelabuhan l.aut F. Satam
Center
9. Pelabuhan Laut Tanjung
Unjang Sagulung
10. Pelabuhan Laut Teluk
Senimba
11. PeJabuhan Laut Semblog
12. Pelabuhan Laut F, Harbour -i
Bay
8 Tanjung Pinang II Kepulauan Tanjung Pinang 1. Bandara Kijang
Riau (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Tanjung
Laut Tanjung Uban
Pinang) 3. Palabuhan Laut Samudera
Kijang
4. Pelabuhan Laut Tarempa
5. Pelabuhan Laut Lagoi
6. Pelabuhan Laut l.obam
7. Pelabuhan Laut Tambelan
8. PeJabuhan Laut Dabo
SiQ9kee 20

r

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KANTOR TEMPAT
NO. KESEHATAN KELAS KEDUDUKAN KKPINDUK WILAYAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
9. Pelabuhan Laut Ranai,
Natuna
10. Bandara Matak
9 Banjarmasin II Kalimantan Banjarmasin 1. Bandara Syamsudin Noor
Selatan (Peiabuhan 2. Pelabuhan Laut Kotabaru
Laut 3. Pelabuhan Laut Batulicin
Banjarmasin) 4. Pe!abuhan Laut Satui
5. Pelabuhan Tanipah
10 Kendari II Sulawesi Kendari 1. Bandara Wolter Monginsidi
Tenggara (Pelabuhan 2. PeJabuhan Laut Pomalaa
Laut Kendari) 3. Pelabuhan Laut Eau-Bau
4. Pelabuhan Laut Kolaka
5 Pelabuhan Laut Wane I
11 Tarakan II Kalimantan Tarakan 1. Bandara Tarakan ,
Timur (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Bunyu
t.aut Tarakan) 3. Pelabuhan Laut Bambangan
4. Pelabuhan Lintas Balas
Nunukan
12 Mataram II Nusa Mataram 1. Pelabuhan Laut Lernbar
Tenggara (Bandara 2. Pelabuhan Laut Pemenang &
Sarat Selaparang) Ampenan
3. Pelabuhan Laut Kayangan
4. Pelabuhan l.aut Poto Tana
5. Pelabuhan Laut 8ima
6. Pelabuhan Lau! Sape I
7. Pelabuhan t.aut Sacas
8. Pelabuhan l.aut Khusus
Senete
13 Padang II Sumatera Padang 1 . Bandara Minangkabau
Bara! (Pelabuhan 2. PeJabuhan Laut Muara
Padang
Laut Teluk 3. Pelabuhan Laut Sikakap
Bayur) 4. Pelabuhan l.aut Bungus
14 Semarang II Jawa Tengah Semarang 1. Bandara Achmad Yani
(Pelabuhan 2. Bandara Adi Sucipto
Laut Tanjung 3. Bandara Adi Sumarmo
Mas) 4. Pelabuhan Laut Pekalongan 2J

I

.... _ ..

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KANTOR TEMPAT
NO. KESEHATAN KELAS KEDUDUKAN KKP INDUK WILAYAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
~
5. Pelabuhan Laut Tegal
6. Pelabuhan Laut Jepara
7. Pelabuhan Laut Juwana
8. Pelabuhan Laut Rembang
9. Pelabuhan Laut Satang
10. Pelabuhan Laut Karimunjawa
15 Palembang IJ Sumatera Palemhang 1. Bandara Sultan Mahmud
Selatan (Pelabuhan Badaruddin I
Laut 2. Pelabuhan Penyeberangan
Palembang) 35 Ilir
16 Probolinggo II Jawa Timur Probolinggo 1. Pelabuhan Laut Panarukan
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Tanjun~
Laut Wangi
Probolinggo) 3. Pelabuhan Laut Pasuruan
4. Pelabuhan Laut Pailon
5. Bandara Abd Rachman Saleh
Maiang
. -
17 Ambon II Maluku Ambon 1. Bandara Pattimura
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Tual
Laut Ambon) 3. Pelabuhan L.aut Dobo
4. Pelabuhan Laut Saumlaki
5. Pelabuhan Laut Banda Neira
6. Pelabuhan Laut Namlea
I 7. Pelabuhan Laut Piru
8. Pelabuhan Laut Tulehu
9. Pelabuhan Laut Wonreli
18 Pekanbaru II RiaL' Pekanbaru 1. PeJabuhan Lalit Pakanbaru
(Bandara 2. Pelabuhan Laut S~~lat
Sultan Syarif Panjang
. kasim II) 3. Pelabuhan Lalit Buatan
4. Pelabuhan Laut Siak Sn
lndrapura I
5. Pelabuhan Laul Tanjung
Buton
6. Pelabuhan Sunga'l Duku
Pekanbaru
19 Balikpapan II Kalimantan Balikpapan 1. Bandara Sepinggan
Timur (Pelabuhan 2. Pelabuhan Lalit Kampung
Laut Baru
Balikpapan) 3. Pelabuhan Laul Tanah
qrogot I 22

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

I NO. _ ... -
KANTOR TEMPAT
KESEHATAN KELAS KEDUDUKAN KKP :~DUK WILAYAH KERJA
~ PELABUHAN (PROVINSI)
r Pelabuhan Laut Senipah
I 4.
5. Pelabuhan Laut Tanjung
I Santan
I
r
I 20 Manada II Sulawesi Manado 1. Pelabuhan Laut Manado
I Utara (Bandara Sam 2. Pelabuhan Laut Tahuma
I Ratulangi) 3. Pelabuhan Marore
I 4. Pelabuhan Laut Miangas
I
5. Pelabuhan Laut Siau
I 6. Pelabuhan Laut likupang
I 7. Pelabuhan laut Lirung
I 8. Pelabuhan Laut Petta
t 9. Pelabuhan Laut Melanguane
!
r I
21 Cirebon I II Jawa Sarat Cirebon 1. Bandara Husein
. (Pelabuhan Sastranegaro
I
I I Laut Cirebon) 2. Pelabuhan Laut Balongan
! 3. Pelabuhan Laut Indramayu
4. Pelabuhan Laut Pamanukan
5. Pelabuhan Perikanan
I Nusantara Kejawanan
I 6. Pelabuhan Ratu Sukabumi
22 Santen 11 Santen Santen 1. Pelabuhan Laut Anyer
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Bojonegara
Laut Merak) 3. Pelabuhan Laut Labuan
-
23 Pontianak II Kalimantan Pantianak 1. Bandara Supadio
I Sarat (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Sintete
Laut Pantianak) 3. Pelabuhan Laut Ketapang
4. Pelabuhan Laut
• Kandawangan
5. Pas Llntas Satas Entikong
I 6. Pas l.lntas Batas Sadau
, 7. Pas Untas Batas Jagoi
Babang
8. Pas Lintas Balas Aruk
9. Pelabuhan Laut Telok Air
--
24 Samarinda II Kalimantan Samarinda 1. Pelabuhan Tanjung Laut
Timur (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Sangatta
L Laut 3. Pelabuhan Lhok Tuan
I Samarinda) 4 Pelabuhan Laut Sangkullrang
I I 5. Pelabuhan Udara Temindung 23

..

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Go KANTOR TEMPAT
KESEHATAN KELAS KEDUDUKAN KKPINDUK WILA YAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
I
.- -
I
f 25 Cilacap II Jawa Tengah Cilacap 1. Pclabuhan Laut Tanjung Intan
I (Pelabuhan 2. Bandara Tunggul Wulung 'v
I Laut Cilacap) 3. Pelabuhan Laut Pemalang --
: 4. Pelabuhan Laut Pangandaran
i
! 26 Panjang 11 Bandar Panjang 1. Bandara Radin Intan ll
I
Lampung (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Bakauheni
,
, Laut Panjang) 3. Pelabuhan Laut Teluk
l Semangka
4. Pelabuhan Laut Rawajitu
-
I 27 Jayapura 1/ Papua Jayapura 1. Bandara Sentani
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Sarmi
I Laut Jayapura) 3. Pelabuhan Laut Hamadi
I 4. Pos Lintas Batas Skouw
I 5. Bandara Wamena
.~

I 28 Tanjung Balai II Kepulauan Tanjung Balai 1. Pelabuhan Laut P'Jsir
I Karimun Riau Karimun Panjang
I (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Tanjung Batu
Laut Tanjung 3. Pelabuhan Laut Mora
I Balai Karimun) 4. Pelabuhan Laut Meral
I -- I---
I
I
I 29 Pangl<al Pinang It I Kepulauan Pangkal Pinang 1. Pelabuhan Laut Tanjung
I Bangka (Pelabuhan Pandan
Belitung Laut Pangkal 2. Pelabuhan Laut Manggar
Balam) 3. Pe!abuhan Laut Muntok
I 4. Pelabuhan Lau! Belinyu
5. Bandara Depati Amir
I 6. Pelabuhan Sungai Selan
I
i .
I 30 Bitun!; III Sulawesi Bitung 1. Pelabuhan Labuan UKI
I Utara (Pelabuhan 2. Pelabuhan Amurang
, Laut Bitung) 3. Pelabuhan Laut Kotabunan
I 4. Pelabuhan Kema
I 5. Pelabuhan laut Belang
i 6. Pelabuhan Laut Molibagu
7 Pelabuhan Laut Bintauna
I !--.
I 31 Tembilahan III Riau Tembilahan 1. Pelabuhan Laut Kuala Enok
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Pulau Kijang
I Laut 3. Pelabuhan Laut Rengat
I Tembilahan) 4. Pelabuhan Laut Kuala Gaunq 24

,

ii,' '.'

.

,

-_-

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KANTOR TEMPAT
NO. KES.EHATAN KELAS KEDUDUKAN KKP INDUK WILAYAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
1 5. Pelabuhan Laut Sungai
Guntung
I
32 Jambi III Jambi Jambi 1. Bandara Sultan Thaha
I (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Muara Sabak
I Laut Jambi) 3. Pelabuhan Laut Kuala
Tungkal
I 4. Pelabuhan Laut Talang Duku
I 5. Pelabuhan Laut Nipah
Panjang
33 Dumai III Riau Dumai 1. Pelabuhan Laut Bengkalis
1 (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Bagan
I Laut Dumai) siapiapi
3. Pelabuhan Laut Sungai
Pakning
I
I 4. Pelabuhan Laut Penipahan
5. Pelabuhan Laut Senebui
I 6. Pelabuhan Laut Tanjung
I
Medang
I 7. Kawasan Industri Pelintung
8. Bandara Pinang Kampai
I 34 Palu III Sulawesi Palu 1. Bandara Mutiara
I Tengah (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Donggala
I Lau! Pantolaan) 3. Pelabuhan Laut Tali-Tali
4. Pelabuhan Laut Buol
5. Pelabuhan Laut Mautang
6. Pelabuhan Laut Palele
7. Pelabuhan Laut Wani
I 8. Pelabuhan Laut Luwuk
35 Kupang III Nusa Kupang 1. Bandara El Tari
Tenggara (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Kalabahi
I Timur Laut Tenau) 3. Pelabuhan Laut Atapupu
J 4. Pelabuhan Laut Labuan 8ajo
5. Pelabuhan Laut Maumare
6. Pelabuhan Laut Waingapu
7. Pelabuhan Laut Ende
8 Pelabuhan Laut Reo
g, Pelabuhan Laut Bolak
10. Pas Lintas Batas Mataain
11. Pas Lintas Batas Metamauk
I 12. Pas Lintas Batas Napan
.- ._ 25

-::',

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KANTOR TEMPAT
. NO, KESEHATAN KELAS KEDUDUKAN KKP INDUK WILAYAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
I
I 13. Pelabuhan Laul Lembala
I 14. Pelabuhan Laut Ba'a
I 15. Bandara Tambulaka
r -
36 Biak Ilf Papua Biak 1. Pelabuhan Laut Biak
I (Kola Biak) 2. Bandara Frans Kaisepo
I 3. Bandara Moses Kilangin
4. Pelabuhan Laul Amamapare
I 5. Pelabuhan Laut Serui
6. Pelabuhan Lau! Samabusa
7. Pelabuhan Laut Pam aka
I 8. Pelabuhan Laut Waren
~

37 Sarong III Papua Barat Sarong 1. Bandara Sarang
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Fak-Fak
I Laut Sarong) 3. Pelabuhan Laut Kaimana
4. Pelabuhan Laut Khusus Sale
I 5. Pelabuhan Laut Khusus Arar
I I 6. Pelabuhan Lau! Raja Ampat
7. Pelabuhan laut Teminabuan
i
j 38 Manokwari III Papua Barat Manokwari 1. Pelabuhan Laut Wandama
I (Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Bintuni
I Laut 3. Pelabuhan Laut Baba
Manokwari) 4. Bandara Rendani
39 Sampit III Kalimantan Sampit 1. Pelabuhan Laut Kuala
Tengah (Pelabuhan Pembuang
Laut Sampit) 2. Pelabuhan Laut Samuda
3. Bandara Pangkalan Bun
4. Pelabuhan Laut Kumai
, 5. Pelabuhan laut Sukamara
I 6. Bandara H. Hasan
I 7. Pelabuhan Laut Pangkalan
I Bun
I .
I
40 Banda Aceh III Nangroe Banda Aceh 1. Bandara Sultan Iskandar
I Aceh (Kota Banda Muda
I Darussalam Aceh) 2. Pelabuhan Laut Malahayati
I 3. Pelabuhan Laut Ulee lheu
I 4. Pelabuhan lhok Nga
5. Pelabuhan Laut Meulabah
6. Pelabuhan Laut Singkil 26

. ..

MENTERI KESEHAT .... N REPUBLIK INDONESIA

-
KANTOR TEMPAT
NO. ,~ESEHATAN KELAS KEDUOUKAN KKP INOLIK WILAYAH KERJA
PELABUHAN (PROVINSI)
..
7. Pelabuhan Laut Labuhan Haji
• 8 . Pelabuhan Laut Tapak Tuan
9. Pelabuhan Laut Sinabang
41 Merauke III Papua Merauke 1. Pelabuhan Laut Agats
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Bade
Laut Merauke) 3. Pelabuhan Laut Wanam
4. -Pos Lintas Batas Sota
5. Pos Lintas Batas Mindip
Tanah
42 Lhokseumawe III Nangroe Lhokseum~we 1. Pelabuhan Laut Kuala Langsa
Aceh (Pelabuhs h 2. Pelabuhan Laut Sigli
Darussalam Laut 3. Bandara Rembele
Lhokseurrawe) 4. Pelabuhan Laut Kuala
5. Bandara Malikussaleh
43 Bengkulu til Bengkulu Bengkulq 1. Bandara Fatmawati Soekarno
(Pelabuh~111 2. peliUhan Lau! Muko·Muko
Laut BaiJ 3. Pel buhan Laut Bfnluhan
I 4. Pel bl 'han Laut Malakoni
Eng ana
- ._
44 Paso III Sulawesi Poso 1. pe!~Uhan Laut Arnpana
Tengah (Pelabuhan 2. Pel buhan Laul Kolone:da!e
Laut Poso) 3. Pel buhan Laut Banggai
Kep lauan
'" 4. Pelabunan Laut Bungku
45 Pulang Pisau III Kalimantan Pulang Pisau 1. Pelabuhan Laut Panqantan
Tengah (Pelabuhap 2. pelfuhon Laut Sebangau
Laut Pulanq 3. Pel buhan Laut Kuala
Pisau) Kap. as
4. Pelabuhan Khusus Klanis
S. Ba1;ara Cilik Riwut
Pal ngkaraya
6. Pel buhan Laut Bahawur
-
46 Gorontalo III Gorontalo Gorontaln 1. Pelabuhan Laul Anggrek
(Pelabuhan 2. Pelabuhan Laut Paguat
Laut Gorontalo) 3. Pelabuhan Laut Kwandang
I 4. Bandara Ojalaluddin
5. Pelabuhan Laut Tilamula 27

MENTERIKESEHATAH REPUBUK INDONESIA

--
KANTOR TEMPAT
NO. KESEHATAN I(ELAS KEDUDUKAN KKP iNDl
PE!...P.3UHAN (PROVINSI)
,~
47 Termte III Maluku Utara Ternate
(Pelabuhs
Laut Terna
48 SabanJ III Nangroe. Sa bang
Aceh (Kota Sabst
Darussalam
~ K W1LAYAH KERJA
1. Pelabuhan Laut Mangale
h 2. Pelabuhan Laut Jailala
e) 3. Pelabuhan Laut Buli
4. Pelabuhan Laut Bacan
5. Pelabuhan Laut Tabela
6. Bandara Sultan Baabullah
7. Pelabuhan Laut Morotai
1. Pelabuhan Laut Teluk
19) Sabang
2. Bandara Maimun Saleh
3. Pelabuhan Laut Balohan 28