P. 1
PERBEDAAN PRODUK AL IJARAH DENGAN LEASING

PERBEDAAN PRODUK AL IJARAH DENGAN LEASING

|Views: 861|Likes:
Dipublikasikan oleh Yuoky Surinda
Penjelasan Perbedaan Produk Perbankan Syariah Al Ijarah dengan Leasing
Penjelasan Perbedaan Produk Perbankan Syariah Al Ijarah dengan Leasing

More info:

Published by: Yuoky Surinda on May 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/19/2015

$0.99

USD

pdf

Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda, SH 24 April 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan sebagai suatu lembaga pembiayaan telah mengalami

keberhasilan dan kegagalan. Perbankan telah berperan sangat besar dalam pengembangan dan pertumbuhan masyarakat yang membutuhkan modal bagi; produksi berskala besar dan besarnya modal yang dilibatkan tidak mungkin dicapai tanpa bantuan Bank. Oleh karena tujuan utama Bank adalah memperoleh keuntungan, mereka selalu cenderung memperoleh keuntungan dengan bunga yang pasti dan dengan jangka yang pendek, tetapi memberikan hasil yang besar, tanpa memperdulikan kepentingan seseorang maupun kebutuhan orang – orang tertentu saja. Pendekatan yang tepat, untuk mengkaji perbankan modern terlepas dari baiknya suatu okum1dan menemukan jalan serta sarana yang bermanfaat tanpa adanya pungutan bunga. Sekarang masyarakat sudah tumbuh dengan perbankan Barat serta mempunyai keyakinan dan kepercayaan sepenuhnya akan kelangsungan kehebatan lembaga tersebut. Untuk membangkitkan kepercayaan masyarakat akan kredibilitas Bank Islam, yang mutlak dibutuhkan untuk mencapai keberhasilannya, setiap pemerintah 1okum1 Islam harus memberikan dukungan sepenuhnya.1 Apabila kita mempertanyakan tugas dan tujuan bank - bank Islam secara singkat dapat dijawab bahwa tugas dan tujuan pokok bank - bank Islam ini adalah memberikan alternatif Islami sebagai ganti dari hukum perbankan konvensional yang berdasarkan atas bunga rente. Ini bukan saja berarti bahwa tugas bank - bank Islam adalah semata-mata mencegah adanya interaksi rente. Akan tetapi, karena 1okum1 perbankan Islam adalah merupakan bagian dari 1okum1 ekonomi Islam, malah salah satu sarananya, maka untuk mengenal tugas bank-bank Islam ini perlu mengenal secara jelas dan konprehensif prinsip-prinsip ekonomi Islam. Ekonomi Islam, prinsip dasarnya terambil dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam Jilid 4, Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta, 1996, hlm 337&341-342.
Copyright Tugas Paper Magister FH - UII, Yogyakarta, all right reserved Page 1
1

Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda, SH 24 April 2011

Maka proses wujudnya bersifat dinamisme. Artinya, tidak memiliki hukum statis, memuat semua perincian hukumnya.2 Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem2perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan 2okum2 ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal2: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem2perbankan konvensional.3 Latar belakang didirikannya Bank Islam dilatar belakangi oleh keinginan umat Islam untuk mempunyai alternatif pilihan dalam mempergunakan jasa-jasa perbankan yang dirasakannya lebih sesuai.4 Dalam menjalankan kegiatan usahanya bank - bank Islam mengeluarkan produk - produk yang beraneka ragam. Itu semua didasarkan pada perjanjian dengan nasabahnya. Untuk itu, mengenai konsep perjanjian Islam ini memegang peran yang penting.5 Dasar utama pendirian Bank Islam di Indonesia adalah untuk berusaha sebisa mungkin untuk beroperasi sebagai sebuah bank perniagaan yang berlandaskan kepada hukum - hukum Islam, untuk memberikan kemudahankemudahan dan jasa - jasa bank kepada semua umat Islam dan rakyat di negeri ini, dengan mencapai keteguhan dan upaya untuk berkembang maju dari waktu ke waktu.6 Dasar2hukum bank syariah adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang
Mahmoud al-Anshari, Ismail Hasan, Samir Mutawalli, Perbankan Islam Sejarah, Prinsip & Operasional, Minaret, Jakarta, 1993, hlm 41. 3 http://xa.yimg.com/kq/groups/3902414/911599260/name/_2__Perbankan_syariah.doc diunduh tanggal 13 April 2011 4 Karnaen Perwataatmadja & Muhammad Syafi’i Antonio, Apa dan Bagaimana Bank Islam, Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta, 1992, hlm 1-6. 5 Abdul Ghofur Anshori, Pokok-pokok Hukum Perjanjian Islam di Indonesia, Citra Media, Yogyakarta, 2006, hlm 5-6. 6 Hamid Basyaib (Editor), Bank Tanpa Bunga, Mitra Gama Widya, Yogyakarta, 1993, hlm 1-30, dalam Muchammad Parmudi, Sejarah & Doktrin Bank Islam, Kutub, Yogyakarta, 2005, hlm 59-60.
Copyright Tugas Paper Magister FH - UII, Yogyakarta, all right reserved Page 2
2

Karena sifatnya yang berdasarkan syariah. Pokok-pokok dalam perjanjian Islam.produk bank konvensional. banyak dipakai oleh setiap orang yang menghendaki adanya transaksi yang bebas bunga. hlm 152. Bank dan Lembaga Keuangan Lain.7 Hubungan antara subyek hukum dalam Islam salah satunya tercipta melalui hubungan kontraktual. Jakarta. 2009. yakni adanya larangan memakai sistem bunga bank. yang dikategorikan sebagai riba. 2007. sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia”.8 B. Rumusan Masalah Berdasarkan dengan latar belakang masalah diatas. pada kesempatan ini. all right reserved Page 3 7 . dan bathil.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. yaitu dengan membuat suatu perjanjian atau akad. maka produk-produk bank syariah tidak sama dengan produk . Salemba Empat. 8 Abdul Ghofur Anshori. Gadjah Mada University Press. hlm 64 Copyright Tugas Paper Magister FH . gharar (ketidakpastian). larangan melakukan transaksi yang mengandung unsur maisyir (judi).UII. Yogyakarta. Edisi 2. Perbankan Syariah Di Indonesia. maka makalah ini membahas tentang: “Perbedaan Produk Al Ijarah dengan Leasing” BAB II Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso. sebagai upaya menghindari riba. SH 24 April 2011 Perbankan pasal 1 ayat 3 huruf menetapkan bahwa salah satu bentuk usaha bank adalah “menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah. Yogyakarta.

Kata bank bermakna suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara keuangan dua pihak. 2008. SH 24 April 2011 ISI I. Dalam operasionalnya. Hukum Perbankan Syariah.9 Menurut Karnen A Perwaaatmadja. yakni mengacu kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur’an dan hadist. spekulasi (maisyir). Jakarta.UII. yakni bank dengan tata cara dan operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam. Yogyakarta. bentuk-bentuk yang sudah ada sebelumnya tetapi tidak dilarang oleh Rasulullah atau bentuk-bentuk usaha baru sebagai hasil ijtihad para ulama atau cendikiawan Muslim yang tidak menyimpang dari ketentuan Al-Qur’an dan hadist.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. 9 Zainuddin Ali. hlm 1 Page 4 Copyright Tugas Paper Magister FH . bank Islam harus mengikuti atau berpedoman kepada praktikpraktik usaha yang dilakukan pada zaman Rasulullah. Salah satu unsur yang harus dijauhi dalam muamalah Islam adalah praktik-praktik yang mengandung unsur riba. Sinar Grafika. Bank syariah adalah lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara bagi pihak yang berkelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana untuk kegiatan usaha dan kegiatan lainnya sesuai dengan hukum Islam. Pengertian. Dasar Hukum dan Tujuan Berdirinya A. yaitu sistem perbankan dalam pelaksanaan operasional tidak menggunakan sistem bunga (riba). Pengertian Bank syariah terdiri atas dua kata yaitu bank dan syariah. Sedangakan Warkum Sumitro mengatakan bahwa bank Islam berarti bank yang tata cara operasinya didasarkan pada tata cara bermuamalah secara Islami. yaitu pihak yang berkelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. all right reserved . Kata syariah dalam versi bank syariah di Indonesia adalah aturan perjanjian berdasarkan yang dilakukan oleh pihak bank dan pihak lain penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha dan kegiatan lainnya sesuai dengan hukum Islam. bank syariah biasa disebut Islamic banking atau interest fee banking. Selain itu. Penggabungan kedua kata dimaksud. dan ketidakpastian atau ketidakjelasan (gharar). menjadi “bank syariah”.

com/2009/05/15/konsep-dasar-bank-syariah/ diunduh tanggal 13 April 2011 13 Karnaen Perwataatmadja dan Syafi’I Antonio. Renaisan. yaitu menggunakan sistem bagi hasil dan imbalan lainnya sesuai dengan syariah Islam. membedakan antara bank Islam dan bank yang beroperasi dengan prinsip syariah Islam13yaitu : 1.wordpress.Yogyakarta.hal 1 Copyright Tugas Paper Magister FH . Amin Azis juga berpendapat bahwa bank Islam adalah lembaga perbankan yang menggunakan sistem dan operasi berdasarkan syariah Islam.10 Di dalam UU RI NO. Bank yang tata cara beroperasinya mengacu kepada ketentuan-ketentuan Al Qur’an dan Hadits. Briefcase Book Edukasi Profesional Syariah Konsep dan Implementasi Bank Syariah.1997.12 Menurut Syafi’I Antonio dan Karnaen Perwataatmadja. Muhammad Firdaus.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. Apa dan Bagaimana Bank Islam. Sedangkan pada perbankan syariah tidak beroperasi dengan mengandalkan pada bunga. SH 24 April 2011 Senada dengan perngertian diatas. Jakarta. Memberikan jasa lainnya Dalam perbankan konvensional. mencakup kelembagaan. keuntungan diperoleh dari bunga serta biayabiaya administrasi dan jasa yang ditawarkan. Bank syariah sendiri adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariah Islam. Hal ini berarti.21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Bab 1 Pasal 1 12 http://muttaqinhasyim.11 Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi 3 kegiatan utama yaitu: 1. operasional bank syariah harus sesuai dengan tuntunan Al Qur’an maupun hadist.UII. 2005. Menghimpun dana 2. hlm 18-19 11 UU RI NO.PT Dana Bhakti Wakaf.21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Bab 1 Pasal 1 menjelaskan pengertian perbankan syariah adalah sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah. Yogyakarta. Muhammad Aziz Hakim. serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. kegiatan usaha. Sofyaniyah Ghufron. all right reserved Page 5 10 . Menyalurkan dana 3. Bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah 2. Mukhtar Alshodiq.

Bunga Kepentingan pribadi Keuntungan Bank komersial Orientasi Bentuk usaha Evaluasi nasabah Hubungan nasabah Suber likuiditas jangka pendek Pinjaman yang diberikan Prinsip usaha Kepastian pengembalian pokok dan bunga Terbatas debitur-kreditur Pasar uang. jual beli. bank universal. dan ketidakpastian atau ketidakjelasan (gharar) dapat kita lihat perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional pada tabel di bawah ini: Parameter Landasan hukum Return Hubungan dengan nasabah Fungsi dan kegiatan Bank Prinsip dasar operasi Prioritas pelayanan Bank Syariah UU Perbankan dan Landasan Syariah Bagi hasil. bank pembangunan. sosial. bank sentral Komersial dan nonkomersial. atau multi purpose Lebih hati-hati karena partisipasi dalam risiko Erat sebagai mitra usaha Terbatas Komersial dan nonkomersial. investor. keuntungan Bank komersial. Yogyakarta. jasa keuangan Anti riba dan anti maysir 1. Uang sebagai alat tukar dan bukan komoditi 3. Investorinvestor. Tidakbebas nilai (prinsip syariah Islam) 2. manager investasi. Bebas nilai (prinsip materialis) 2. Bagi hasil. bank syariah juga dalam pelaksanaan operasionalnya tidak menggunakan sistem bunga (riba). SH 24 April 2011 Jadi antara bank syariah dengan bank konvensional terdapat beberapa perbedaan yang mendasar selain beroperasi dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah Islam yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadist. berorentasi Bank Konvensional UU Perbankan Bunga. all right reserved .Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. komisi/fee Kemitraan. komisi/fee Debitur-kreditur Intermediasi. margin pendapatan sewa. jasa keuangan Tidak anti riba dan maysir 1. investorpengusaha Intermediasi. Page 6 Copyright Tugas Paper Magister FH .UII. sewa Kepentingan publik Tujuan social-ekonomi Islam. spekulasi (maisyir). Uang sebagai komoditi 3.

Halal Bankable. dunia dan akhirat. Halal atau haram Sumber: Veitzal Rifai Dari tabel diatas terdapat perbedaan mendasar antara bank konvensional dan bank syariah: Pertama. Badan Arbitrase Syariah Nasional 1. SH 24 April 2011 Pengelolaan dana Lembaga penyelesaian sengketa Risiko Investasi laba dan nirlaba Pasiva ke Aktiva Pengadilan. Eksistensi Dewan Syariah di dalm struktur organisasi bank syariah adalah wajib. karena akad yang dilakukan berdasarkan hukum atau syari’at Islam. Yogyakarta. arbitrase Monitoring pembiayaan/Kredit Struktur Organisasi Pengawas Criteria pembiayaan berorientasi laba Aktiva ke Pasiva Pengadilan. Tidak mungkin terjadi langsung dengan bank negative spread 2.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. Dihadapi bersama 1. namun unsur yang membedakannya adalah bahwa bank syariah harus memilki Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi operasional dan produk-produk bank agar sesuai dengan ketentuanketentuan syari’ah Islam. bank syariah dapat memiliki struktur yang sama dengan bank konvensional. Akad yang praktikkan dalam bank syariah memiliki konsekwensi duniawi dan ukhrawi. dari sisi struktur organisasi. Copyright Tugas Paper Magister FH .UII. Risiko bank tidak antara bank dan nasabah terkait langsung dengan prinsip keadilan dengan debitur. Dewan Syariah Nasional Bankable. maka bank syariah dapat merujuk kepada Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI) yang penyelesaiannya dilakukan berdasarkan hukum Islam. dari segi akad dan aspek legalitas. risiko dan kejujuran debitur tidak terkait 2. Jika terjadi perselisihan antara nasabah dan bank. Kemungkinan terjadi negative spread Memungkinkan bank ikut Terbatas pada dalam manajemen nasabah administrasi Dewan komisaris. seperti Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) atau Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) harus mempunyai Dewan Pengawas Syariah. all right reserved Page 7 . Kedua. bahkan bagi setiap bank yang berskala kecil sekalipun. Dewan Dewan komisaris Pengawas Syariah.

Yogyakarta. Prinsip syari’ah merupakan aturan dasar atau pokok yang berdasarkan hukum Islam. berkaitan dengan lingkungan kerja dan budaya perusahaan perbankan (Corporate culture). SH 24 April 2011 Ketiga. Karena itulah. UU tersebut hanya menyebutkan: “menyediakan pembiayaan bagi Copyright Tugas Paper Magister FH . amanah (dapat dipercaya). 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. keterbukaan) harus melandasi setiap tindakan para pelaku perbankan syariah. tetapi juga sebagai institusi yang ikut bertanggung jawab menjaga moral dan akhlak masyarakat. dalam operasional perbankan syariah pada prinsipnya dapat melakukan kegiatan usaha sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk dan ketentuan syari’ah. Dasar Hukum Pemerintah terhadap legalitas perbankan syari’ah muncul jauh setelah bergulirnya wacana bank syari’ah di luar negeri. Dalam hal etika. haruslah bisnis dan usaha yang diperkenankan atau dihalalkan oleh syari’at Islam. Selain itu. perbankan syariah adalah perbankan yang beroperasi atas dasar prinsip-prinsip syari’ah. Eksistensi Bank Syari’ah secara hukum positif dimungkinkan pertama kali melalui Pasal 6 huruf m Undangundang No.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. Dengan demikian. secara langsung atau tidak langsung perbankan Islam tidaklah semata-mata merupakan institusi ekonomi. all right reserved Page 8 . berkenaan dengan bisnis dan usaha yang dibiayai. Prinsip ini menjadi landasan dan acuan dalam mengatur hubungan antara perbankan dan pihak-pihak lain serta di dalam usaha menghimpun dan menyalurkan dana dan aktivitas perbankan syariah lainnya. sifat shiddiq (jujur). peraturan perundang-undangan yang berlaku serta persetujuan Bank Indonesia dan Dewan Syariah Nasional. Kehalalan bisnis dan usaha merupakan syarat mutlak agar suatu bidang usaha itu halal untuk dibiayai oleh perbankan syariah.UII. B. Keempat. professional) dan tabligh (komunikatif. ramah. Dalam hal reward and punishment yang berlaku dalam perbankan syariah dipraktikkan dengan prinsip berkeadilan dan sesuai dengan syari’ah. Pasal 6 huruf m beserta penjelasannya tidak mempergunakan sama sekali istilah Bank Islam atau Bank Syariah. fathanah (cerdas.

Sementara itu. Begitu pula dalam Pasal 6 ayat (2) PP No. tidak diperkenankan melakukan kegiatan usaha yang tidak berdasarkan prinsip bagi hasil. Bank Umum atau Bank Perkreditan Rakyat yang kegiatan usahanya tidak berdasarkan prinsip bagi hasil tidak diperkenankan melakukan kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip bagi hasil. 71 Tahun 1992 tentang Bank Perkreditan Rakyat hanya menyebutkan frasa “Bank Perkreditan Rakyat yang akan melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip bagi hasil” yang dalam penjelasannya disebut “Bank Perkreditan Rakyat yang berdasarkan bagi hasil”.UII. Melihat ketentuan-ketentuan yang ada dalam PP No. Bank Umum atau bank Perkreditan Rakyat yang kegiatan usahanya semata-mata berdasarkan prinsip bagi hasil. all right reserved Page 9 . keleluasaan untuk mempraktekkan gagasan perbankan berdasarkan syariat Islam terbuka luas. 72 Tahun 1992. 2.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda." Di dalam Pasal 5 ayat (3) PP No. cukup disadari oleh banyak kalangan bahwa. dalam UU tersebut masih ada ketidak leluasaan bagi bank konvensional yang ingin membuka cabang syari’ah. Namun demikian. terutama berkenaan dengan jenis transaksi yang dapat dilakukan. Dalam penjelasan ayat tersebut ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan prinsip bagi hasil adalah prinsip muamalat berdasarkan Syari’at dalam melakukan kegiatan usaha bank. Pasal 6 PP No 72/1992 menyebutkan: 1. SH 24 April 2011 nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah. Kesimpulan bahwa “bank berdasarkan prinsip bagi hasil” merupakan istilah bagi Bank Islam atau Bank Syariah baru dapat ditarik dari Penjelasan Pasal 1 ayat (1) PP No. Pasal ini menegaskan bahwa bank yang sudah terlanjur berpraktek secara konvensional tidak diberi peluang untuk membuka cabang syari’ah. 72 Tahun 1992 tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil. keberadaan bank syari’ah cukup mendominasi dari aspek infra strukturnya. 70 Tahun 1992 tentang Bank Umum pun hanya disebutkan frasa kemudian ditegaskan lagi dalam penjelasanya “Bank berdasarkan prinsip bagi hasil”. Yogyakarta. Copyright Tugas Paper Magister FH .

14 Di dalam Al Qu’ran dapat kita lihat dalam surat: 1. Orang yang kembali (mengambil riba). Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya. maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). SH 24 April 2011 Market share sudah banyak dikuasi oleh perbankan jenis ini. maka menurut UU tidak bisa membuka cabang syari’ah. Maka. UU tersebut masih mengandung kelemahan. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). Al-baqarah ayat 275 “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila Keadaan mereka yang demikian itu.multiply.UII. dan urusannya (terserah) kepada Allah.” 14 http://kaffahrevolt.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. mereka kekal di dalamnya. dari aspek kebutuhan infra struktur. Jika perbankan konvensional menginginkan untuk berpraktek secara syar’i. all right reserved .com/journal/item/19 diunduh pada tanggal 13 April 2011 Page 10 Copyright Tugas Paper Magister FH . maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Baru melalui perubahan dengan UU 10/1998 secara terang-terangan dinyatakan bahwa dua sistem perbankan di Indonesia ini adalah: Konvensional dan Syariah. Yogyakarta. sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). dan harus mendirikan lembaga baru.

http://xa.. Jakarta. hlm 33-34 17 Syafii Antonio. Hal inilah yang membedakan dengan bank konvensional yang tujuan utamanya adalah pencapaian keuntungan setinggi-tingginya (profit maximization)... maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). Sehingga yang terjadi adalah bank syariah tidak berdiri sendiri secara mandiri yang membuat operasionalisasinya masih menginduk kepada bank konvensional. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Gema Insani.. komersial dan investasi sesuai dengan kaidah syariah..18 Ada 5 (lima) tujuan didirikannya bank syariah adalah: 1. Tujuan Berdiri Tujuan utama dari pendirian lembaga keuangan berlandaskan syariah ini adalah sebagai upaya kaum muslimin untuk mendasari segenap aspek kehidupan ekonominya berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah. Gadjah Mada University Press.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda.cit. Perbankan Syariah Di Indonesia.com/kq/groups/3902414/466683724/name/Perbankan+Syariah.16 C. Menyediakan lembaga keuangan perbankan sebagai sarana meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat banyak. Dual banking System maksudnya adalah terselenggaranya dua sistem perbankan (knovensional dan syariah secara berdampingan) yang pelaksanaannya diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ar-Rum ayat 39 yang artinya: “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia.UII.. all right reserved Page 11 16 15 . Yogyakarta.op.doc diunduh tanggal 11 April 2011 Abdul Ghofur Anshori.yimg. 2007. SH 24 April 2011 2. Yogyakarta. maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. 2001 18 Abdul Ghofur Anshori. finansial.”15 Oleh karena di Indonesia sistem perbankan syariah masih terdengar asing bagi masyarakat maka di Indonesia khusunya mengenai perbankan menganut dual banking system.hlm 34 Copyright Tugas Paper Magister FH .17 Tujuan bank syariah secara umum adalah mendorong dan mempercepat kemajuan ekonomi suatu masyarakat dengan melakukan kegiatan perbankan.

Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain : Muhammad Firdaus. 3. berperilaku bisnis dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. hlm 27 Copyright Tugas Paper Magister FH . 2005. Menyediakan perbankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Islam.19 Prinsip Perbankan Syariah Islam telah menjelaskan prinsip-prinsip dasar pekonomiannya. bahkan banyak sekali istilah-istilah bisnis yang dipakai dalam bahasa Quran dan Hadits seperti kredit (alqard). all right reserved Page 12 19 .Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. Dengan begitu sistem ekonomi Islam akan senantiasa valid dan cocok untuk setiap perubahan waktu dan perbedaan tempat dan mampu memerankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini. 4. Adapun prinsip-prinsip dasar ekonomi Syariat yang selama ini kita kenal melalui Bank Syariah adalah nilai-nilai etika dan norma ekonomi yang universal dan komprehensif. jual beli (albae). Untuk mendidik masyarakat agar berpikir secara ekonomis. yang pada gilirannya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. Yogyakarta. Karena mereka menganggap bahwa bank konvensional adalah bank yang berdasarkan bunga dan itu sama dengan riba yang dilarang. yang pada awalnya enggan behubungan dengan bank. sehingga menggalakkan usaha-usaha ekonomi masyarakat.UII. Berkembang lembaga dan sistem perbankan yang sehat berdasarkan efisiensi dan keadilan. Meningkatkan partisipasi masyarakat luas dalam proses pembangunan. gadai (arrahn) dan lainnya. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. Briefcase Book Edukasi Profesional Syariah Konsep dan Implementasi Bank Syariah. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Sofyaniyah Ghufron. Keuniversalan itu sengaja diberikan pada umat untuk memberikan kesempatan padanya agar berinovasi (ijtihad) dan berkreasi (jihad) dalam mengatur sistem ekonominya dengan syarat tidak keluar dari kerangka umumnya. 5. Jakarta. terutama dalam bidang ekonomi. SH 24 April 2011 2. Muhammad Aziz Hakim. Mukhtar Alshodiq. Renaisan.

2000. diakses 12 Desember 2009. UII Press. Yogyakarta.20 A. Muhammad.21 Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (Ownership) atas barang itu sendiri. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. mobil dan sebagainya. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. baik manfaat atas barang maupun manfaat atas tenaga kerja. Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syariah.net/pdf/01-Ijarah. bank syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah lainnya dapat melayani nasabah yang membutuhkan jasa.pa-tanahgrogot.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. II. SH 24 April 2011 • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. sedangkan dalam pembiayan ijarah. sehingga dengan skim ijarah. • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. spekulasi) tidak diperkenankan. seperti tanah. objek transaksinya adalah jasa.UII. all right reserved Page 13 . Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. hlm 34. Yogyakarta. Dalam perkembangannya kontrak Al-Ijarah dapat pula http://www. Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Perbedaan antara ijarah dan murabahah terletak pada objek transaksi yang diperjual belikan yaitu dalam pembiayaan murabahah yang menjadi objek transaksi adalah barang. Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". • • • Unsur Gharar (ketidakpastian. 21 20 Copyright Tugas Paper Magister FH . Pengertian Al-Ijarah Undang-undang Sipil Islam kerajaan Jordan dan Uni Emirat Arab (UAE) mendefenisikan Ijarah sebagai berikut: “Ijarah atau sewa yaitu memberi penyewa kesempatan untuk mengambil pemanfaatan dari barang sewaan untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan yang besarnya telah disepakati bersama”. rumah.pdf.

penjahit.net/index. namun pada umumnya Lembaga Keuangan biasanya menggunakan Al Ijarah dalam bentuk sewa-beli karena lebih sederhana dari sisi pembukuan. Karena jenis barang-barang ini tidak dapat dimanfaatkan kecuali dengan menggunakan barang itu sendiri. dan Lembaga Keuangan tidak direpotkan untuk pemeliharaan asset. SH 24 April 2011 dipadukan dengan kontrak jual-beli yang dikenal dengan istilah “sewa-beli” yang artinya akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang oleh si penyewa pada akhir periode penyewaan. Akad sewa yang terjadi antara lembaga keuangan (pemilik barang) dengan nasabah (penyewa) dengan cicilan sewa yang sudah termasuk cicilan pokok harga barang sehingga pada akhir masa perjanjian penyewa dapat membeli barang tersebut dengan sisa harga yang kecil atau diberikan saja oleh bank. Begitu juga dengan menyewakan dua jenis mata uang (emas dan perak). Manfaat. Karena itu. http://www. all right reserved Page 14 23 22 .22 Akad sewa menyewa barang antara kedua belah pihak. http://www. Copyright Tugas Paper Magister FH . menyewakan pohon untuk dimanfaatkan buahnya. tidaklah sah.pdf. Akad ijarah menghendaki manfaat bukan barangnya itu sendiri. terkadang berbentuk manfaat barang seperti rumah untuk ditempati. Yogyakarta.UII. tukang pewarna.php?page=Rubrik:ViewDetailPageDetail&id=1. baik saat leasing ataupun sesudahnya. mobil untuk dikendarai atau terkadang dalam bentuk karya seperti karya seorang insinyur pekerja bangunan.23 Al ijarah berasal dari kata al-ajru yang berarti al 'iwadhu (ganti). Menurut pengertian syara'.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. diakses 12 Desember 2009. untuk memperoleh manfaat atas barang yang disewa. Karena itu biasanya Ijarah ini dinamai dengan “al Ijarah waliqtina” atau “al Ijarah alMuntahia Bittamliik”. al ijarah ialah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian. tukang tenun.go.bi. diakses 12 Desember 2009. makanan untuk dimakan. Al Ijarah dapat dioperasikan dalam bentuk operating lease maupun financial lease. barang yang dapat ditakar dan ditimbang.id/NR/rdonlyres/16564550-3006-45B7-AB3599C006334BF5/1488/IstilahPopulerPerbankanSyariah. karena pohon bukan sebagai manfaat. Oleh karena itu. al-tsawab (pahala) dinamai al ajru (upah). Dalam aplikasi.ekonomisyariah.

Yogyakarta. B. Akad Al-Ijarah Akad ialah ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank yakni pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan kabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan.'' Hikmah disyariatkannya al ijarah karena manusia membutuhkannya. all right reserved .co. diakses 12 Desember 2009.24 C.'' Sedang hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berbunyi: ''Berikanlah olehmu upah orang sewaan sebelum keringatnya kering. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. misalnya akad pembukaan rekening simpanan atau akad pembiayaan. Jika salah seorang yang berakad itu dalam kondisi gila atau anak kecil yang belum dapat membedakan. Landasan Hukum Al-Ijarah Landasan hukum dari al ijarah adalah firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 233: ''Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. Begitu juga mereka butuh binatang yang bisa dijadikan alat kendaraan dan angkutan. Pemilik yang menyewakan manfaat disebut mu'ajjir sedang orang yang menyewa yang mengambil manfaat disebut musta'jir. SH 24 April 2011 dan tukang binatu. Page 15 Copyright Tugas Paper Magister FH .UII. Al ijarah menjadi sah dengan adanya ijab kabul lafal sewa atau kuli dan yang berhubungan dengannya serta lafal (ungkapan) apa saja yang dapat menunjukkan hal tersebut.id/berita/8245/Al_Ijarah.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. Mazhab Imam Syafi'i dan Hambali menambahkan satu syarat lagi yakni baligh. Mereka membutuhkan berbagai alat berat yang dapat digunakan untuk bercocok tanam. Untuk kedua belah pihak yang melakukan akad disyaratkan berkemampuan yakni keduanya harus berakal dan dapat membedakan. Terkadang manfaat itu berbentuk sebagai kerja pribadi seseorang yang mencurahkan tenaga seperti khadam (pembantu). maka tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. mereka butuh kendaraan mobil sebagai alat transportasi.republika. Mereka butuh rumah sebagai sarana tempat tinggal. maka akad menjadi tidak sah. Menurut 24 http://www.

adalah pihak pemilik yang b. diakses 12 Desember 2009. PT. Ijarah bentuk pertama banyak diterapkan dalam pelayanan jasa perbankan syari’ah. Pelaku akad. E. akad anak kecil sekalipun sudah dapat membedakan.25 D. Yogyakarta. hal. Pihak yang mempekerjakan disebut mustajir. Objek akad. 2007.Raja Grafindo Persada. yaitu mempekerjakan jasa seseorang dengan upah sebagai imbalan jasa yang disewa. pihak yang menyewakan (lessor) disebut mu’jir/muajir dan biaya sewa disebut ujrah. Ijarah yang berhubungan dengan sewa aset atau properti. all right reserved . Sighat yaitu ijab dan qabul. Bentuk ijarah ini mirip dengan leasing (sewa) pada bisnis konvensional. pihak pekerja disebut ajir dan upah yang dibayarkan disebut ujrah.UII. yaitu memindahkan hak untuk memakai dari aset atau properti tertentu kepada orang lain dengan imbalan biaya sewa.99. Pihak yang menyewa (lessee) disebut mustajir. Ijarah yang berhubungan dengan sewa jasa. adalah pihak yang menyewa aset dan mu’jir/muajir (pemilik) menyewakan aset. b.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda.id/berita/8245/Al_Ijarah. Syarat ijarah yang harus ada agar terpenuhi ketentuan-ketentuan hukum Islam. yaitu ma’jur (aset yang disewakan) dan ujrah (harga sewa). 2. SH 24 April 2011 mereka. Jenis-jenis Al-Ijarah Dalam Hukum Islam ada dua jenis ijarah. Rukun dari akad ijarah yang harus dipenuhi dalam transaksi adalah : a. sebagai berikut : 25 26 http://www. sementara ijarah bentuk kedua biasa dipakai sebagai bentuk investasi atau pembiayaan di perbankan syari’ah. Rukun dan Syarat Al-Ijarah 1. c. disarikan dari buku fikih sunnah karya sayyid sabiq/dam. dinyatakan tidak sah.co. Akad dan Produk Syari’ah. Ascarya. Page 16 Copyright Tugas Paper Magister FH . yaitu mustajir (penyewa).republika. yaitu:26 a. Jakarta .

Jika aset tersebut rusak dalam periode kontrak. all right reserved Page 17 . 2. Akad ijarah dihentikan pada saat aset yang bersangkutan berhenti memberikan manfaat kepada penyewa. nasabah). sehingga aset tersebut harus dapat memberi manfaat kepada penyewa. SH 24 April 2011 a. Lembaga Keuangan Syariah) dan penyewa (Lessee. d.UII. b. Yogyakarta. Objek kontrak: pembayaran (sewa) dan manfaat dari penggunaan aset. akad ijarah masih tetap berlaku. pemilik aset. karena ia rukun yang harus dipenuhi sebagai ganti dari sewa dan bukan aset itu sendiri. Aset tidak boleh dijual kepada penyewa dengan harga yang ditetapkan sebelumnya pada saat kontrak berakhir. c. Pernyataan ijab dan qabul. Copyright Tugas Paper Magister FH . e. Rukun dan Syarat Ijarah a. Manfaat dari penggunaan aset dalam ijarah adalah objek kontrak yang harus dijamin. Pihak-pihak yang berakad (berkontrak): terdiri atas pemberi sewa (lessor. dengan cara penawaran dari pemilik aset (lembaga keuangan syariah) dan penerimaan yang dinyatakan oleh penyewa (nasabah). d. Ketentuan Objek Ijarah: a. pihak yang mengambil manfaat dari penggunaan aset. Objek ijarah adalah manfaat dari penggunaan barang dan atau jasa. b.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. baik secara verbal atau dalam bentuk lain yang equivalent. Kepemilikan aset tetap pada yang menyewakan yang bertanggung jawab pemeliharaannya. Sighat ijarah adalah berupa pernyataan dari kedua belah pihak yang berkontrak. Jasa atau manfaat yang akan diberikan oleh aset yang disewakan tersebut harus tertentu dan diketahui dengan jelas oleh kedua belah pihak. Dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 09/DSNMUI/IV2000 tanggal 13 April 2000 Tentang Pembiayan Ijarah ditetapkan: 1. Apabila asset akan dijual harganya akan ditentukan pada saat kontrak berakhir. c.

Manfaat harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan jahalah (ketidak tahuan) yang akan mengakibatkan sengketa. Manfaat barang harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak. Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli dapat pula dijadikan sewa dalam ijarah. Pemenuhan manfaat harus yang bersifat dibolehkan. Menanggung biaya pemeliharaan aset. SH 24 April 2011 b.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. tempat dan jarak. Membayar sewa dan bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan aset yang disewa serta menggunakannya sesuai dengan kontrak. Pembayaran sewa boleh berbentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang sama dengan obyek kontrak. 3. f. g.UII. • Kewajiban nasabah sebagai penyewa: a. d. Spesifikasi manfaat harus dinyatakan dengan jelas. h. Penjamin bila terdapat cacat pada aset yang disewakan. Kesanggupan memenuhi manfaat harus nyata dan sesuai dengan syariah. Menyediakan aset yang disewakan. Copyright Tugas Paper Magister FH . Sewa adalah sesuatu yang dijanjikan dan dibayar nasabah kepada lembaga keuangan syariah sebagai pembayaran manfaat. e. all right reserved Page 18 . Bisa juga dikenali dengan spesifikasi atau identifikasi fisik. termasuk jangka waktunya. b. i. c. b. c. Kewajiban Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan Nasabah dalam Pembiayaan Ijarah: • Kewajiban Lembaga Keuangan Syariah sebagai pemberi sewa: a. Menanggung biaya pemeliharaan aset yang sifatnya ringan (materiil). Kelenturan (flexibility) dalam menentukan sewa dapat diwujudkan dalam ukuran waktu. Yogyakarta.

net/pdf/01-Ijarah. 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Febuari 1974. Perbedaan Ijarah dengan Leasing Ijarah adalah akad yang mengatur pemanfaatan hak guna tanpa terjadi pemindahan kepemilikan. ia tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Yogyakarta. Sedangkan objek yang disewakan dalam ijarah bisa berupa barang dan jasa/tenaga kerja. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Subagyo.”28 Sehingga banyak yang menyamakan ijarah dengan leasing. bukan karena pelanggaran dan penggunaan yang dibolehkan.pa-tanahgrogot. Edisi Ke 2. terbatas pada manfaat barang saja. antara lain: a. 28 27 Copyright Tugas Paper Magister FH . Objek yang disewakan dalam ijarah adalah manfaat barang dan manfaat tenaga http://www. Kep-122/MK/IV/2/1974. 2002. Objek Objek yang disewakan dalam leasing hanya berlaku untuk sewa menyewa barang saja. Ijarah bila diterapkan untuk mendapatkan manfaat barang disebut sewa menyewa dan untuk mendapatkan manfaat tenaga kerja/jasa disebut upah mengupah. Sri Fatmawati. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan. hlm 223. berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama. Hal ini terjadi karena kedua istilah itu sama-sama mengacu hal ihwal sewa menyewa. STIE YKPN. Yogyakarta. juga bukan karena kelalaian pihak penyewa dalam menjaganya. terdapat beberapa karakteristik yang membedakannya. dkk.UII. Akan tetapi walaupun ada persamaan antara ijarah dengan leasing. 32/M/SK/2/1974. diakses 12 Desember 2009. pengertian leasing di Indonesia didefinisikan sebagai berikut: ”Leasing ialah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu.27 Sedangkan Leasing adalah suatu kegiatan pembiayaan kepada perusahaan (badan hukum) atau perorangan dalam bentuk pembiayaan barang modal.pdf. Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan RI No. F. all right reserved Page 19 . SH 24 April 2011 Jika aset yang disewa rusak.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. tidak berlaku untuk manfaat tenaga kerja.

27/DSNMUI/III/2002 tentang Al-Ijarah Al-Mutahiyah bi Al-Tamlik.id/p3/regulasi_p3/peraturan_p3/Kegiatan%20PP%20Syariah. Ijarah yang pembayarannya tergantung pada kinerja objek yang disewa disebut ijarah. diakses 27 Januari 2010.go. http://www. gaji. Fatwa DSN-MUI. Yogyakarta. b. Dengan demikian. sewa. Pemindahan Kepemilikan (Transfer of Title) Dari aspek perpindahan kepemilikan dalam leassing dikenal dua jenis yaitu operating lease dimana tidak terjadi pemindahan kepemilikan baik di awal maupun di akhir periode sewa dan financial lease.09/DSNMUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah.pdf. Ijarah sama seperti operating lease yakni tidak ada transfer of title baik di awal maupun di akhir periode.net/pdf/01-Ijarah. dan Peraturan Bank Indonesia). Sedangkan ijarah yang pembayarannya tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa disebut jualah atau success fee. Fatwa DSN-MUI No. yaitu ijarah yang pembayarannya tergantung pada kinerja objek yang disewa (contingent to formance) dan ijarah yang pembayarannya tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa (not contingent to formance). Pembayaran ijarah dapat dibedakan menjadi dua.bapepam. UII Press. hlm 100-103.pa-tanahgrogot.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. all right reserved Page 20 . Dasar Hukum Al-Ijarah dan Leasing Al-Ijarah diatur dalam Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: PER-03/BL/2007 tentang Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah30.pdf. 29 G. SH 24 April 2011 kerja. 30 29 Copyright Tugas Paper Magister FH . Metode Pembayaran Dari segi metode pembayaran. dan Fatwa DSN-MUI No. Payung Hukum Perbankan Syariah (UU Di Bidang Perbankan. bila dilihat dari segi objeknya. 2007.UII. leasing hanya memiliki satu metode pembayaran yaitu yang bersifat not contingent to formance artinya pembayaran tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa. c. 31 Abdul Ghofur Anshori. Yogyakarta. diakses 12 Desember 2009. namun pada akhir sewa dapat dijual barang yang disewakan kepada nasabah yang dalam perbankan syariah dikenal dengan ijarah muntahia bi al-tamlik. Harga sewa dan harga jual disepakati pada awal perjanjian. ijarah mempunyai cakupan yang lebih luas dari pada leasing.31 http://www.

tetapi Al-Ijarah harus berdasarkan prinsip syariah dan ada akad. Yogyakarta. diakses 27 Januari 2010. Pasal 1 ayat (9).UII. maka terdapat perbedaan antara Al-Ijarah dan Leasing. Pasal 8 ayat (1). Meski keduanya merupakan kegiatan pembiayaan yang pembayarannya dilakukan secara angsuran. Page 21 Copyright Tugas Paper Magister FH .or.ifsa. BAB III PENUTUP 32 http://www.32 Berdasarkan dasar hukum atau peraturan yang mengatur tentang Al-Ijarah dan Leasing.pdf.01/1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha (Leasing). SH 24 April 2011 Sedangkan Leasing diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK. all right reserved .id/files/regulation/1169.Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda.

Inilah yang menjadi perbedaan yang mendasar dari kedua produk ini walaupun kedua produk ini sama-sama menawarkan kegiatan pembiayaan yang pembayarannya dilakukan secara angsuran.UII. Yogyakarta. SH 24 April 2011 Kesimpulan Produk Al Ijarah dengan Leasing bukanlah suatu produk yang sama walaupun keduanya sama-sama mangacu dalam hal sewa menyewa. all right reserved Page 22 .Perbedaan Produk Al Ijarah Dengan Leasing Yuoky Surinda. tetapi Al-Ijarah harus berdasarkan prinsip syariah dan ada akad. Kedua produk ini sama-sama menawarkan jasanya dalam bidang pembiayaan keuangan yang namun terdapat perbedaan yang sangat mendasar dari kedua produk ini. Perbedaan ini dapat kita dari beberapa sisi selain objek yang menjadi sewa menyewa ini cara serta metode pembayaran yang dilakukan keduanya juga berbeda leasing hanya memiliki satu metode pembayaran yaitu yang bersifat not contingent to formance artinya pembayaran tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa sedangkan dalam Ijarah dibedakan menjadi 2 metode pembayaran yaitu ijarah yang pembayarannya tergantung pada kinerja objek yang disewa (contingent to formance) dan ijarah yang pembayarannya tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa (not contingent to formance) selain itu pula perbedaan yang lain dalam pemindahan kepemilikan leassing dikenal dua jenis yaitu operating lease dimana tidak terjadi pemindahan kepemilikan baik di awal maupun di akhir periode sewa dan financial lease sedangkan dalam Ijarah sama dengan operating lease namun pada akhir sewa dapat dijual barang yang disewakan kepada nasabah yang dalam perbankan syariah dikenal dengan ijarah muntahia bi al-tamlik. Harga sewa dan harga jual disepakati pada awal perjanjian. Copyright Tugas Paper Magister FH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->