Anda di halaman 1dari 21

II.4. PENGUKURAN TENAGA.

Oleh: Ir. A.A. Wanders.


Proyek NUFFIC THE/LHW-1 (IPB Bogor)

Sumber enersi yang digunakan dalam pertanian adalah:


1. Tenaga manusia
2. Tenaga ternak
3. Motor yang digerakkan oleh bensin, diesel dan listrik
4. Sumber enersi lain seperti angin dan matahari.
Tulisan ini khusus mengenai pengganaan atau pengeluaran enersi yang perlu
untuk melakukan kerja pertanian tertentu dalam waktu tertentu. Dengan kata lain
kita hanya membicarakan pengukuran tenaga.
Catatan:
Kerja adalah satuan gaya (Newton = N) dikalikan satuan jarak (m).
Tenaga adalah kemampuan melakukan kerja (N.m/detik).

1. TENAGA MANUSIA.
Di negara berkembang. sumber tenaga pertanian masih tenaga manusia dengan
tenaga fisik tertentu untuk melakukan kerja mekanis. Kebanyakan operasi pertanian
memerlukan tenaga manusia. Walaupun dengan menggunakan alat pembantu (ternak,
motor) tenaga manusia tetapi diperlukan.

1.1. PENGUKURAN PENGELUARAN TENAGA SELAMA BEKERJA.

Pengukuran konsumsi oksigen selama bekerja menunjukkan tingkat pengeluaran


enersi. Pada penelitian lapang biasanya digunakan “indirect calorimeter”:
- langkah pertama adalah mengukur udara bekas pernapasan dan mengambil sampel
untuk dianalisa. Alat yang praktis adalah Max Plank respirometer (dry gas meter).
- langkah kedua adalah analisa sampel (oxigen content). Untuk test lapangan,
portable analyser sudah cukup (para magnetic oxigen analyser).
- yang terakhir adalah perhitungan pengeluaran enersi dari udara pernapasan dan
oxygen content dengan rumus Weir:
o FO o
M = (1,05 5-,015 × 2 ) x V (kcal/menit)
100

dimana:
o
M = pengeluaran enersi dalam k.cal/menit
o
V = volume udara pernapasan dalam liter/menit
FO2 = oxygen content dari udara pernapasan (%)

Hasil pengukuran berbeda tergantung pada keadaan fisik pekerja, metode kerja,
alat yang digunakan dan sebagainya. Pengukuran ini harus dilakukan pada berbagai
pekerja, jika angka yang representatip diinginkan untuk suatu pekerjaan tertentu.

Contoh: (dari pekerjaan Dr. J.H. VAN LOON, LW).

a. Penebangan kayu di hutan

1
Enersi yang masuk per hari melalui makanan adalah 4500 kcal (18.8 MJ) per 24 jam.
Dari jumlah ini 50% digunakan untuk kerja, sisanya untuk santai dan tidur. Karena itu
kira-kira 4.6 kcal/menit (0.32 kW) tersedia selama 8 jam kerja sehari (total 2200 kcal
atau 9.4 MJ untuk 8 jam). Selama periode ini dilakultan pengukuran enersi sebagai
berikut: (Gambar 1).
- selama menjatuhkan pohon (2.7 jam) - 8.5 kcal/menit (0.60 kW);
- selama pekerjaan ringan (2.2 jam) - 3.5 kcal/menit (0.25 kW);
- selarna istirahat (3.1 jam) - 2.5 kcal/menit (0.18 kW).

Fig. 1. Total energy expenditure of a forest worker (4500 kcal 24 hours). (By Dr. van
Loon, LHW, Wageningen).

b. Pengolahan tanah dengan traktor 2 roda:


Pengeluaran enersi selama bekerja adalah sebagai beriltut:
● tanah sawah:
- meluku dengan traktor tangan* - 8.9 kcal/menit (0.62 kW);
- menggaru dengan traktor tangan* - 8.5 kcal/menit (0.60 kW);
- rotari tillage dengan power-tiller - 6.2 kcal/menit (0.43 kW);
● tanah kering:
- meluku dengan traktor tangan* - 9.0 kcal/menit (0.63 kW);
● tanah sawah:
- penyiapan tanah dengan cangkul dan sebagainya mengeluarkan 5 - 11 kcal/menit
(0.35-0.77 kW).
Keterangan: * tanpa kopling.

Gambar 2 dan 3: Pengeluaran enersi dan rata-rata heart rate selama bekerja dengan
traktor 2 roda (kecepatan traktor dapat ubah).

2
Fig. 2. Human energy expenditure in working with two-wheel tractors. (By Dr. van
Loon, LHW, Wageningen)

Fig. 3. Heart rate recordings during ploughing with a power-tiller in a sawah field.

Dari contoh di atas pengeluaran tenaga berkisar 0.4 - 0.7 kW. Dengan
memperhitungkan waktu istirahat selama 8 jam kerja, maka kebutuhan tenaga kira-kira
0.32-0.35 kW, atau kira-kira setengah enersi yang dikeluarkan selama 24 jam.
Dalam literatur ditentukan bahwa batas kemampuan kira-kira 6 kcal/menit atau 0.42
kW selama bekerja. Pencatatan sekitar 6 - 10 kcal/menit menunjukkan bahwa menebang
pohon dan mentraktor benar-benar suatu pekerjaan berat.
Batas kemampuan 6 kcal/menit sama dengan enersi 0.42 kilowatt (kW). Oleh karena
sebagian besar enersi ini dirubah menjadi panas, hanya 10% – 15% saja yang dapat
digunakan untuk kerja yaitu 0.04 kW. Dalam literatur sering disebutkan tenaga manusia

3
sebesar 0.07 kW. Dari studi ini diketahui bahwa hal tersebut benar untuk periode yang
singkat.

Di bawah ini adalah tabel klasifikasi beban kerja secara kasar disebut skala
CHRISTENSEN: (umur antara 20 - 50 tahun).
Energy expenditure (kW) Heart rate (beats/min.)
Very light work less than 0. 17 less than 75
Light work 0.17-0.33 75-100
Moderately heavy work 0.33-0.55 100-125
Heavy work 0.55-0.67 125-150
Very heavy work 0.67-0.84 150-175
Extremely heavy work more than 0.84 more than 175

Tabel Konversi
Enersi Tenaga atau Pengeluaran Enersi
● Calori (cal) adl panas yang perlu ● Kalori per satuan waktu (cal/detik,
menaikkan temperatur 1 kg air, 1 oC cal/menit)
● 1 kcal = 1000 cal
● 1 BTU (Britis Thermal Unit) panas yang
dibutuhkan menaikkan temperatur 1
pound, 1 oF.
● 1 BTU = 0, 252 cal.
● Joule = Watt. detik. ● Watt (J/detik) adlh tenaga yang
● kWh (kilo watt jam) = 3,6 x 106 J = 3.6 dihasilkan oleh gaya: 1 Newton
MJ sejarak 1 m dalam 1 detik atau W
● 1 Joule = 0, 24 cal = N.m/dt.
● 1 kWh = ± 860 kcal ● 1 kilo watt (kW) = 860 kcal/ jam =
14,3 kcal/menit
● 1 kcal/menit = 0.07 kW.

1.2. PENCATATAN DAN ANALISA DENYUT JANTUNG DALAM STUDI LAPANG.


Khususnya untuk studi komparatif, cara ini penting untuk mengetahui ketegangan
fisik yang dialami seorang pekerja dalam pekerjaan tertentu. (Gambar 3). Pencatatan
denyut jantung dapat dilakukan dengan manual (arterial palpations) atau dengan metode
electro cardio graphic (memberikan curva denyut jantung atau jumlah denyut per
satuan waktu misaInya 7.5, 15, 30 atau 60 detik dengan digital counter).
Pengukuran harus diulangi terhadap beberapa pekerja.

Contoh: (dari pekerjaan Dr. J.H. VAN LOON LHW).


a. Penebangan Pohon.
Rata-rata heart rates (Jumlah denyut/menit)
selama kerja rata-rata termasuk istirahat
Gergaji tangan dan kampak 129 121
Hanya kampak 134 123
Gergaji dan kampak 144 135

b. Pengolahan tanah dengan traktor 2 roda.


Tempat Kegiatan denyut/menit
4
Tanah Sawah ♦ meluku dengan traktor* 162
♦ meluku dengan power tiller 135
♦ menggaru dengan traktor tangan* 147
♦ menggaru dengan power tiller 114
♦ mencangkul 128
Tanah Kering ♦ meluku dengan traktor tangan* 141
♦ meluku dengan power tiller 129
♦ mencangkul 113
* tanpa kopling.

1.3. PENGUKURAN KAPASITAS KERJA FISIK DAN KEADAAN FIS1K.


Untuk mengukur kapasitas kerja fisik, berbagai sepeda ergometers dapat digunakan.
Pengukuran dilakukan di Wageningen (LHW) selama periode 10 menit masing-masing 50,
100 dan 1,50 Watts. Dalam setiap tingkat, pencatatan "heart rate" dan pengukuran
pengeluaran enersi terus dilakukan. Dengan pengukuran ini kita mendapat kesan tentang
kapasitas kerja seseorang (baik waktu singkat dan cukup lama) dan besarnya kapasitas
kerja maksimum yang dapat diharapkan tanpa menimbulkan risiko terlalu letih. (Studi di
LHW misalnya menunjukkan bahwa dari pekerja-pekerja yang sudah tua, jangan
mengharapkan kerja lebih dari 180 watt untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Karena itu
dalam melakukan percobaan ini perlu bantuan dari seorang ahli kesehatan).

2. TERNAK TARIK.
Tenaga yang dapat diberikan oleh ternak sangat tergantung pada jenis, umur, berat
dan sebagainya. Studi umum tentang tenaga ternak menunjukkan bahwa untuk waktu
yang lama besarnya tenaga yang tersedia untuk kerja hanya 10% dari total enersi dalam
makanannya. Terlihat bahwa ternak hanya efisien jika makan cukup. Besar tenaga ini
dapat lebih besar dalam periode yang singkat, tapi ternak cepat lelah jika sering
mengeluarkan tenaga yang besar.
Catatan: Untuk manusia juga sekitar 10%, sedang untuk
motor bakar efisiensi sekitar 20 - 30%.

2.1. TENAGA TERNAK TARIK.


Tenaga yang dihasilkan oleh ternak tergantung pada besarnya rata-rata ternak tarik
yang dapat dipertahankan selama bekerja. Tenaga tarik sangat tergantung pada berat
badan: sepasang sapi menghasilkan 1/7 sampai 1/10 berat badan, tergantung keadaan
lapangan, adanya rintangan (akar-akar) dan sebagainya.

Beberapa hasil studi di Alfrika.


Studi ini menunjukkan bahwa ternak tidak mampu menghasilkan rata-rata 100 kg,
jika ada waktu-waktu ia harus mengeluarkan 150 - 200 kg gaya, bahkan tidak mampu
menghasilkan gaya 80 kg jika ada puncak beban sebesar 250-275 kg. Biasanya sepasang
sapi dengan berat 700 - 1000 kg dapat menghasilkan gaya 80 - 150 kg dengan kecepatan 2
- 3 km/jam. Berarti tenaga yang dihasilkan sekitar 0,5 - 1 kW dengan jam kerja efektif 3
- 5 jam per hari (Lihat Tabel berikut).

Meluku dengan berbagai pasang ternak dalam waktu yang lama per hari (Afrika).
Weight Power

5
Average
Maximum Working Number of
tract.
(kg) effort speed (kg.m/s) (kW) effective work-
effort
(kg) (km/h) ing hours/day
(kg)
657 90 170 2,2 54 0,55 5,5
800 80 215 2,0 44 0,45 4,0
650 80 150 2,5 56 0,57 4,7
790 100 175 2,5 72 0,74 4,2
1060 147 310 2,4 97 1,00 4,4
1110 150 360 2,9 120 1,25 3,4

2.2. KEBUTUHAN TENAGA.


Untuk menentukan tenaga tarik, berbagai type dynamometer dapat digunakan jika
alat ditarik dengan rantai dan membentuk sudut tarik (angle of pull). Draft atau daya
tarik adalah gaya tercatat di kali dengan konsinus sudut tarik:

Draft = Gaya tarik x cos (sudut tarik).


Untuk mengetahui tenaga yang dikeluarkan oleh ternak, perlu dicatat waktu dan
jarak.

Instrumen yang digunakan


a. Spring dynamometer. (Gambar 4).
Karena cepatnya variasi beban, ketelitian kurang baik. Dengan jarum penunjuk tenaga
tarik maksimum dapat diukur dalam suatu test.
b. Hydrolic dynamometer.
Dengan alat ini pembacaan tenaga tarik lebih mudah, karena goncangan (fluktuasi)
jarum penunjuk telah dihilangkan. Alat ini dapat diperlengkapi dengan alat pencatat
secara kontinu pada kertas.
c. Strain gauge dynamometer: Suatu per dengan menggunakan strain gauge dapat
mengukur tenaga tarik secara lebih teliti.

Gambar 4. Spring dynamometer

3. PERALATAN BERMOTOR.

Dalam bab ini dibahas motor bakar Internal sebagai sumber tenaga untuk
mesin-mesin pertanian. Juga dibicarakan uraian khusus tentang tenaga yang dihasilkan
motor dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin-mesin
pertanian.
6
3.1. URAIAN RINGKAS TENTANG MOTOR BAKAR INTERNAL.
▪ Semua bentuk enersi dapat saling merubah bentuk dan enersi dalam suatu sistem
tertutup dan terisolir adalah konstan.
▪ Benda gas dapat ditekan dan volumenya berbanding terbalik dengan tekanan asal
temperaturnya tidak berubah (Hukum Boyle).
▪ Perubahan temperatur suatu gas akan mengakibatkan berubahnya volume dan tekanan
(Hukum Charles).
▪ Terutama dalam motor diesel, kebenaran hukum ini jelas terlihat: (Gambar 5).

1. Intake stroke;
2. Compression stroke;
3. Powerstroke;
4. Exhauststroke;

Fig. 5. Principle of a 4-stroke diesel engine.


▪ Udara masuk dalam kamar pembakaran. Volume mengecil selama langkah tekanan,
memperbesar temperatur dan tekanan.
▪ Bahan bakar yang disemprotkan, akhirnya membakar udara yang bertemperatur tinggi
ini dan menghasilkan tenaga yang menekan piston pada langkah tenaga.
▪ Tekanan yang dihasilkan tergantung pada tingkat pembakaran dan jumlah panas yang
tertahan dalam gas tidak terbuang melalui dinding silinder atau exhaust system.
Dalam suatu motor, enersi yang ada sebagian dirubah menjadi kerja, tetapi
sebagian besar hilang dalam bentuk panas.

Efisiensi Thermal adalah perbandingan enersi untuk kerja yang dilakukan


(indicative work) dengan enersi yang tersedia dari basil pembakaran baban bakar.
Untuk motor bensin - 4 langkah, efisiensi sekitar 40% dan untuk diesel 50%. Diesel lebih
efisien karena Compression Ratio yang tinggi (18:1 dibanding dengan 8: 1). (Lihat juga
P-V diagram kerja + dan - ) (Gambar 6).

7
Fig. 6. P-V Diagram of a diesel engine (4-stroke cycle), illustrating positive and negative
work done in a cylinder.

Tenaga yang dapat digunakan, tergantung juga pada efisiensi mekanis dari motor,
yaitu gesekan dan kehilangan tenaga pompa (piston rings, bearings, oil pump, kipas
pendingin, generator). Pada umumnya efisiensi mekanis kira-kira 70%.
Efisiensi keseluruhan (brake thermal efficiency) untuk motor bensin 4-langkah
menjadi 19 - 28%. Sedang untuk motor disel 4-langkah menjadi 30 - 35%.
Dari segi ini, motor bakar adalah pengubah enersi yang paling tidak efisien.

3.2. TENAGA TERSEDIA SUATU MOTOR: Pengukuran dan perhitungan tenaga motor di
dalam silinder.

3.2.1. INDICATIVE POWER (Pi)


Kemampuan tenaga kerja di dalam silinder. Ini adalah tenaga yang menekan
piston dan dihitung sebagai berikut:
▪ tekanan rata-rata dalam silinder selama power stroke (indicative pressure pi):
Untuk motor bensin 6,5 - 11,0 kg/cm2 atau (x 105 N/m2).
Untuk motor diesel 6,2 - 8,8 kg/cm2 atau (x 105 N/m2).
▪ Rata-rata tenaga yang diberikan pada piston adalah pi x luas permulaan piston: Gaya
(dlm N) = pi (dlm N/m2) x (π/4) D2 dimana D diameter piston dalam (m)
▪ mengalikan gaya ini dengan jarak langkah piston (s dalam meter) dan jumlah putaran
per detik (N) akan menghasilkan Indicative power (Pi) dalam N.m/s (Watt).
pi × π 4 D 2 × s × N × n
Pi = (N.m/s atau watt), (a)
2
dimana: n adalah jumlah silinder dan
angka 2 ditambahkan khusus untuk motor 4 langkah karena hanya satu
power stroke tiap dua putaran.
pi (tekanan rata-rata dalam silinder) dapat dihitung dari P-V Diagram
motor. Diagram ini hanya dapat ditentukan dalam laboratorium dengan
alat tertentu. (lihat Gambar).

3.2.2. TENAGA EFEKTIP DARI BRAKE Hp, (Pe).

8
Tenaga efektip (brake Power) adalah tenaga yang tersedia pada roda gila
(flywheel), dan dengan memperhatikan tenaga untuk mengatasi gesekan.
Pe = efisiensi mekanis x Pi (b)
Efisiensi ini sekitar 70%. Kehilangan tenaga (Pe - Pi) ini disebut friction Hp dari
motor dan dapat diukur dengan Electric Dynamometer yang menjalankan motor
tersebut.

3.2.3. EFISIENSI KONVERSI ENERSI DALAM MOTOR.


Efisiensi thermal 40 %, nilai energi bahan bakar 10000 kcal/kg, dan 1kWh = 860 kcal
Efisiensi keseluruhan (Brake thermal efficiency) adalah Brake Hp (efective power
Pe) yang dihasilkan motor dibagi dengan nilai panas bahan bakar, kedua-duanya
dikonversikan misalnya menjadi kcal sebagai berikut:
- misalkan sebuah motor menghasilkan 50 kW tenaga efektip (yang akan diukur dengan
dynamometer misalnya water-brake) selama satu jam.
50 kW = 43.000 kcal. (1 kWh = 860 kcal).
- misalkan motor ini membutuhkan solar 250 gram per kWh (yang akan diukur selama
test dengan dynamometer) atau selama 1 jam dengan 50 kWh membutuhkan 12,5 kg
solar.
nilai panas 1 kg solar = 10.000 kcal,
sehingga enersi 12,5 kg solar = 125.000 kcal.
Bagian tenaga pada roda gila sebesar 43.000 kcal, berarti hanya 34%.
Bahan bakar Berat bahan bakar/lt. Nilai panas per lt. atau kg
Bensin 725 gr/lt. 7.300 kcal/lt.
* 10.100 kcal/kg
Solar 800 gr/lt. 7.850 kcal/lt.
* 9.800 kcal/lt,

3.2.4. KOPPEL MOTOR.


Koppel (maksimum) suatu motor penting karena ini akan menentukan besarnya
tenaga tarik maksimum suatu mesin:
Pe
M (couple engine) =
2πn
Dimana: Pe = Brake Hp
n = jumlah putaran per detik.
M (couple engine) x (reduct' n gearbox) x (reduct' n to driven wheel)
Max Drawbar Pull =
Radius of the driven wheels.

3.3. PENGUKURAN P.T.O. Hp.


Cara yang berbeda tersedia untuk mengukur PTO-Hp, yang memberikan keterangan
praktis tentang tenaga yang secara efektip dapat diambil dari suatu motor. Mesin yang
digerakkan dapat digandengkan:
 langsung pada motor (misalnya pompa air).
 melalui PTO shaft traktor. Dalam hal ini 10 - 15% dari Brake Hp hilang karena gesekan
pada transmisi.

Tabel Konversi.
▪ Unit tenaga yang sekarang dianjurkan adalah kilo Watt (kW).

9
1 kW = tenaga yang dihasilkan gaya 1000 Newton bergerak 1 m/detik (N. m /s).
▪ Unit Horsepower mempunyai arti yang berbeda:
a. Eropa, Affica dan Asia:
1 Hp = gaya 75 kg pada kecepatan 1 m/detik = 75 kg.m/s.
1 Hp = 0.736 kW, atau 1 kW = 1,36 Hp.
b. U.S.A. dan United Kingdom.
1 Hp = gaya 550 lb pada kecepatan 1 ft/min. = 550 lb ft/min.
1 Hp = 75,9 kg m/s (75,9 x g) kg m/s atau
1 kW = 1,34 Hp.
Karena itu ada faktor konversi sebesar 1.014 diantara dua nilai tersebut.
- Klasifikasi DIN-Hp (Standard Jerman Barat), SAE-Hp (Society of Automotive
Engineers-USA), dan OECD-Hp (Eropah), digunakan oleh berbagai Testing Center
berbagai negara dengan prosedur testing yang sedikit berbeda (misalnya ada
bagian-bagian mesin yang dilepas)
Biasanya 1 DIN-Hp sama dengan 1,10 – 1,15 SAE-Hp. Karena SAE, mendasarkan
testingnya pada motor terlepas. Karena itu dalam praktek 1 SAE-Hp hanya = 0,660
kW.
3.3.1. ALAT PENGUKUR PTO Hp.
Dibedakan dua jenis dynamometer. Brake (torsion) dynamometer dan Absorption
(transmission) dynamometer.
a. Absorption dynamometer, mengukur besarnya tenaga, sementara itu merubahnya ke
enersi bentuk lain biasanya panas.

Fig. 7a. Prom Brake.

1. Prony Brake (lihat Gambar 7a, b), adalah bentuk yang paling sederhana, dimana roda
gila atau pulley direm dengan ajustable brake band. Rem ini menahan pulley agar
tidak berputar lebih jauh, oleh suatu tangan yang dihubungkan dengan alat pengukur
gaya (Gaya F dalam Newton). Dengan radius tangan torsi (R dalam m) dan jumlah
putaran per menit (N), rumus tenaga menjadi:
F x N x 2π R M x N x 2π
PTO - Hp = =
60 60
Dimana: M = torsi (F x R)
Biasanya tangan torsi R, sedemikian rupa, sehingga konstanta 2πR/60
menjadi baik untuk digunakan.

10
Fig. 7b. Prony brake with 2-wheel tractor.

2. Hydraulic Dynamometer: (Gambar 8) juga bekerja dengan prinsip merubah kerja


menjadi panas. Media kerja biasanya air (Water Brake) yang ada dalam suatu ruang
tertutup, dan karena gesekan, temperaturnya naik. Bagian luar berputar pada as
dihubungkan dengan tangan torsi. Rumus tenaga, sama dengan point 1, hanya
ketelitiannya lebih baik.

Fig. 8. Hydraulic dynamonleter - Waterbrake.

3. Air brake, bekerja dengan prinsip sama dengan point 2, tenaga dialihkan ke udara oleh
kipas, dan tergantung pada besarnya kipas dan jarak kipas dari as. Alat ini harus
dikalibrasi dan ketelitiannya kurang sekali.

b. Transmission Dynamorneter Cradled engine:


Sebuah motor bakar atau motor listrik ditempelkan pada suatu kreta dengan rangka
yang ditunjang oleh bearing. Dengan torque arm dan scale, reaksi torque output
terhadap mesin yang diputar, diukur. Tenaga dihitung dari torsi dan rpm output shaft.

c. Electric current dvnamometer.


Menggunakan generator listrik, dan tenaga ditentukan dengan mengukur output dari
generator. Dalam hal ini perlu diketahui efisiensi generator.
Power output Volt x Ampere
Electric power input measured = efficiency
=
efficiency
(W)

d. Torsion dymamometer.

11
Torque meter strain gauge type. Strain gauge elektris tersedia dalam berbagai
bentuk untuk mengukur torsi PTO. Alat ini disambungkan pada PTO traktor. As lain dari
mesin yang ditest dihubungkan dengan ujung lain dari alat. Semua torsi disalurkan ke
alat, dan suatu alat pengukur digunakan untuk mengukur torsi.

3.3.2. MENGUKUR PERFORMANCE MOTOR TRAKTOR.


Gambar 9 memberikan contoh hasil test suatu motor traktor.
a. Tenaga maksimum:
Menaikkan beban dynamometer sampai batas kecepatan mesin yang ditetapkan
pabrik, akan memberikan tenaga maksimum yang dapat diperoleh.
b. Kurva torsi:
Kurva torsi yang dikehendaki adalah menarik maksimum jauh disebelah kiri (pada
kecepatan rendah). Ini menunjukkan kemampuan untuk menarik. Perubahan torsi akan
merubah kecepatan motor.

Fig. 9. Performance curves of a tractor engine.

c. Kebutuban bahan bakar:


Biasanya satuan yang digunakan adalah gram per kWh. Efisiensi dari konversi
bahan bakar menjadi kerja adalah paling tinggi pada titik torsi maksimum. (Untuk diesel
misalnya sekitar 250 gr/kWh. Suatu motor yang menghasilkan tenaga 50 kWh selama 1
jam akan membutuhkan kira-kira 0,250 x 50 = 12,5 kg solar/jam, jika beban penuh).
Karena traktor biasanya bekerja pada 40% tenaga maksimum, kebutuhan bahan bakar

12
adalah 5 kg/jam. Untuk perkiraan: Kebutuhan bahan bakar untuk 40% dari tenaga
maksimum (rated Brake Hp) adalah 1 lt per jam per 10 rated brake Hp. Dalam hal ini
(50 kW = 50 x 1.36 = 67.5 Hp) konsumsi 6.75 liter/jam atau 5 kg/jam.

3.4. PENGUKURAN DRAWBAR HORSEPOWER:

Berbagai drawbar dynamometer tersedia untuk mengukur drawbar pull suatu


traktor (spring, hydrolic dan strain gauge dynamometer, (lihat bab II). Dalam semua
pengukuran tersebut, rumus berikut dapat digunakan:
Drawbar hp (kW) = besarnya gaya (N) x Kecepatan (m/s) X 1000.

3.4.1. EFISIENSI TENAGA TARIK.

Ini adalah perbandingan drawbar horespower dengan input hp pada gear box atau
final drive dari roda. Efisiensi ini menyangkut konversi enersi dan tergantung pada
rolling resistance dan slip roda dengan gesekan dan defleksi alat tarik. Kebutuhan tenaga
suatu mesin terdiri dari kebutuhan fungsinya (drawbar power) dan tenaga untuk
mengatasi rolling resistance dan kehilangan tenaga karena slip.

Drawbar Hp = (Brake Hp – Hp gear box - Hp rolling res) x (100 - %s).

dimana:
Brake Hp = tenaga yang dihasilkan enjin, yang tersedia pada roda gila;
Hp gear box = kehilangan tenaga pada gear box dan final drive dari traktor;
Hp rolling res = tenaga yang hilang karena rolling resistance roda;
%s = % slip dari roda penarik.

Drawbar Hp
Efisiensi Tenaga Tarik = x 100%.
Brake Hp

Efisiensi Tenaga mekanisasi pada permukaan berbatu, tanah keras dan tanah
olahan adalah masing-masing 85% -75% dan 45% (lihat gbr. 10). Keadaan ini adalah
pada penggunaan 2/3 drawbar pull maksimum. Untuk penggunaan drawbar pull yang
lebih besar, efisiensi akan berkurang karena terjadi slip. (gbr. 11).

Tractive Efficiency

Fig. 10. Effect of surface condition on tractive efficiency for a tractor of a


certain weight. 13
Fig. 11. Tractive power efficiency of a tractor (with energy balance) and % slip
3.4.2. TRAKTOR DAN COEFFICIENT OF TRACTION:
in relation to drawbar pull.
Biasanya dalam pengukuran ini unit tenaga diganti dengan unit gaya tarik yang
diukur (gaya yang ditimbulkan roda dan sebagainya). Reaksi tanah terhadap roda,
memungkinkan roda mampu menghasilkan tenaga tarik, dan tergantung pada ketahanan
tanah terhadap shearing (keretakan), karena itu tergantung pada kohesi tanah (penting
untuk tanah liat sewaktu basah) dan internal friction tanah (penting untuk tanah pasir).

3.4.2.1. MEKANIKA TANAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN TRACTION


(M.G. BEKKER: Off the road locomotion).
Jumlah Fmax = A(C + Pa x ρ) = A x C + W x ρ.
dimana,
Jumlah Fmax = tenaga maksimum yang dikerahkan roda pada tanah (N).
A = contac area antara tanah dan ban (m2)
C = kohesi tanah (N/m2)
Pa = tekanan ban (N/m2), sama dengan beban dinamis (W dalam Newton) dibagi
contac area A atau (A x Pa = W).

14
ρ = koefisien gesekan antara ban dan tanah.

Drawbar pull implemen = Jumlah F max – F rolling resistance


Tenaga drawbar untuk menarik implemen:
Tenaga drawbar Nm/dt = (Jumlah Fmax - Frol.res.) x kecepatan (m/dt) .

Faktor-faktor yang mempengaruhi Fmax adalah:


1. Tanah: Struktur dan kelembaban.
a. Misalnya tanah berpasir, dengan kohesi kecil (C); kemampuan traction dapat
ditingkatkan dengan menambah beban dinamis pada roda (W).
Tenaga Traction menjadi W x ρ, jika kohesi sangat kecil.
b. Untuk tanah-tanah yang tidak mempunyai interal friction (tanah liat basah),
menambah beban pada roda tidak akan menaikkan kemampuan traction. Dalam hal
ini, kemampuan traction dapat ditingkatkan dengan memperbesar contact area
antara ban dan tanah, (A): roda berdiameter besar, ban radial dan rantai.
Tenaga Traction menjadi A x C, ρ jika sangat kecil.

2. Traktor: berat, penyebaran berat, besar roda, type profil dan keadaannya tekanan
ban, extensi roda dan sebagainya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi parameter
W dan A.
catatan: Tenaga yang tersedia pada enjin biasanya kurang penting dalam soal traction,
karena tenaga tersebut tidak membatasi drawbar pull.

3.4.2.2. TRACTION COEFFICIENT:


Ini adalah perbandingan drawbar pull dengan beban dinamis pada roda.
Efisiensi adalah perbandingan dua gaya dan tergantung pada semua faktor-faktor di
atas.

misalnya:
Tractor on concrete road (5% slip) ------- 0,66 traction coefficient
on gravel road (5% slip) ------- 0,36 ,,
Tractor on dry clay soil (16% slip) ------ 0,55 ,,
on sandy loam soil (16% slip) ------ 0,50 ,,
on dry fine sand (16% slip) ------ 0,36 ,,
misalnya:
size of wheel 8 – 32 traction coefficient of 0,53 (28% slip);
9 – 36 ,, 0,58 ,,
15 – 30 ,, 0.64 ,,

3.4.2.3. ROLLING RESISTANCE:

Drawbar pull efektif dipengaruhi oleh rolling resistance (tarikan yang dibutuhkan
untuk menagerakkan traktor di atas suatu permukaan):
▪▪ ban karet mempunyai rolling resistance yang lebih kecil dari ban besi
- ban ber diameter besar mempunyai rolling resistance yang lebih kecil dibanding
dengan ban kecil

15
- rolling resistance meningkat, jika ban semakin terbenam
- rolling resistance pada permukaan keras (tidak terbenam); hanya tergantung pada
internal friction dari roda dan ini akan berkurang jika tekanan ban bertambah. (gbr.
12).
Koefisien rolling resistance didefinisikan sebagai rolling resistance dibagi dengan
beban dinamis pada roda.
Nilai kasar dari koefisien rolling resistance adalah:
0,3 to 0,4 for wet and heavy. clay soils (sinkage)
0,2 to 0,3 for plowed sandy loam field
0, 1 to 0,3 for loose sand (depending on tire profile and lug design)
0,05 - 0,1 for firm and dry stubble fiel
0,01 - 0,04 for concrete.

Fig. 12. Coefficient of rolling resistance in relation to type of soil and


wheel diameter. (Same weight, inflation and width).

4.3.2.4. SLIP.
Walaupun traktor tanpa beban, slip juga terjadi pada roda. Slip bertambah dengan
meningkatkan drawbar pull. (gbr. 13).
n1 - n 2 d -d
Slip (%) = = 1 2 × 100%
n1 d1

dimana
n1 = jumlah putaran roda pada jarak tertentu dalarn keadaan menarik.
d1 = jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu dalam keadaan menarik.
n2 = jumlah putaran roda pada jarak tertentu jika traktor tanpa beban.
d2 = jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu jika tidak menarik.
Drawbar pull masih dapat ditambah dengan jalan menambah slip sampai 30%
maksimum. Dalam literatur % slip optimum adalah 16%, berarti dengan slip 16% efisiensi
traction mencapai maksimum (efisiensi konversi enersi). (lihat gbr. 13).

a. Tire inflation 0,8 kg/cm2. b. Tire inflation 1,6 kg/cm2


16
Fig. 13. Drawbar pull and % slip, influenced by the tire inflation on
hard road and loose soil surfaces.
3.4.3. CARA-CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN TRACTION.
a. Prosedur standard:
≈ mempengaruhi contact area (A) : Pemilihan ban (misalnya ban besar untuk sawah):
desain bunga ban, tinggi gandengan (tarikan) dan pengurangan
tekanan ban.
≈ mempengaruhi beban (W) : Air dalam ban dan tambalan berat pada pelak.
b. Penambah traction:
≈ ektensi roda (fixed atau retractable wheel stroks, cage wheels, step wheels dan
dual tires).
≈ penutup roda (half tracts, tire chains).
c. Full Tracks (traktor rantai) (lihat gbr. 14).

Fig. 14. Contact area between traction device and the soil surface.
Track layers enabling higher drawbar pull, especially on soft, loose
soils;dengan
- Dibanding however increased
traktor roda,rolling
bekerjaresistance as compared
paling efektif to wheels.
pada drawbar pull maksimum
pada tanah lembek dan remah.
- Rolling resistance lebih besar karena internal resistance yang lebih tinggi.

d. Weight Transfer (dari gandengan drawbar ke three-point hitch).


1. Gandengan Drawbar mengurangi reaksi tanah pada roda depan dan menambah
reaksi tanah pada roda belakang, dan terus bertambah sampai drawbar pull max.
(lihat trailer gbr. 15).
2. Three-point hitch system: Pengalihan berat dimungkinkan, jika sistem hidrolik
menimbulkan tekanan tertentu dalam silinder hydrolic, mencoba mengangkat
implemen (misalnya plow) (gbr. 16).

17
Fig. 15. Weight transfert to rear wheels of a tractor because of drawbar pulling
a trailer.
Weight of trailer: 3000 kg:
- 3/4 x 3000 = 2250 kg on trailer-wheels (Wt);
- 1/4 x 3000 = 750 kg on tractor hook (Wh).

Static load on tractor-wheels:


- Rear wheels: 3000 x 1,5/2,5 = 1800 kg being part of tractor-weight:
+ 750 x 3/2,5 = 900 kg being weight of trailer;
Total: 2700 kg (Wr static load)

- Front wheels: 3000 x 1/2,5 = 1200 kg as part of tractor-weight;


750 x 0,5/2,5 = 150 kg lift because of trailer-weight.
Total: 1050 kg (Wf static load).

Dynamic load on tractor wheels: pulling the trailer (Pull 500 kg):

- Extra weight-transfert to rear wheels: 500 x 0,5/2,5 = 100 kg.


Therefore total of 2800 kg (Wr dynamic load);
- Lift at front wheels: 500 x 0,5/2,5 = 100 kg.
Therefore total of 950 kg (Wf dynamic load).

Fig. 16. Weight transfert in plowing: increased traction through increased


dynamic load on rear wheels.
18
3.5. TENAGA HYDROLIK TRAKTOR.

Pompa hydrolik traktor dapat merubah tenaga mekanis dari enjin menjadi tenaga
hydrolik dalam bentuk sirkulasi oli dengan tekanan dan kecepatan aliran tertentu.

Tekanan × kecepatan aliran


Tenaga hydrolik = , kW
10

dimana: - tekanan fluida dalam kg/cm2


- kecepatan aliran dalam liter/detik.

Tenaga hydrolik
Kebutuhan Hp = dalam kW.
efisiensi pompa dsb

Efisiensi pompa traktor biasanya sekitar 85%. Tekanan oli dalam sistem hydrolik
traktor biasanya berkisar antara 70 -180 kg/cm2 (bar) atau (x 105 N/m2) dan kecepatan
aliran antara 0,15 - 0,5 liter/dt. Aliran tersebut dengan tekanan tertentu, mampu
mengangkat implemen (plow) atau trailer. (gbr. 17).

With pressure of 50 kg/cm2 and an oil flow rate


of 30 l/min., the hydraulic power is:
With a pump efficiency of 85%, the power
delivered by tractor engine is 3 kW
The force that is developed at the first cylinder
(∅ 160 mm) is: 50 x π/4 x 162 = ± 10 ton;
At the second cylinder (∅ 120 mm) this force is:
50 x π/4 x 122 = ± 5,6 ton;
At the third cylinder (∅ 80 mm) this force is: 50
x π/4 x 82 = ± 2,5 ton.

19

Fig. 17. The use of the hydraulic pump of a tractor for tipping a trailer.
3.6. TENAGA HYDROLIK POMPA AIR YANG DIGERAKKAN OLEH ENJIN:

Tenaga hydrolik yang dihasilkan olch sebuah pompa air:


Manometric height (m water colum)
= Flow rote (m3 /ha) x , in kW.
372

Total manometric height termasuk:


- perbedaan tinggi permukaan air sebelum dan sesudah dipompa,
- ditambah friction losses pada discharge level.

Catatan: 10 m Water colum = 0,981 bar (kg/cm2), atau


1 bar = 10,3 Water colum.

Tenaga yang dibutuhkan dalam proses ini tergantung pada efisiensi pompa misal:
70%. Pada gambar 18 dan 19 disajikan characterics performance curves dari sebuah
pompa centrifugal, (three stages high pressure pump).

Fig. 18. Characteristic performance curves of a centrifugal pump (3 stage).

20
Fig. 19. Influence of the speed of the pump and the output of the pump, and
efficiency curves. (n = normal speed of the pump).
CONVERSION UNITS.

One acre = 43.560 sq ft. = 4840 sq yds = 4046.86 sq mt = 0.4047 ha


One are = 100 sq mt = 119.6 sq yd = 1076.387 sq ft
One hectare (ha) = 100 are = 10,000 sq unit = 11959.85 sq yd

One cantalweight (cwt) = 100 Ibs


One pikul = 133 1/3 lbs
One catty = 1 1/3 lb
Orie cavan = 44 Ibs
One kilogram (kg) = 2.2046 Ibs
One quintal = 100 kilograms = 220.451bs
One metric ton (MT) = 1000 kilogram = 0.9842 long ton = 1.1023 short ton
One kg/Ha = 0.89 lb per acre
One lb/acre = 1.121 Kg/Ha
One barrel (rice) U.S.A.= 162 lb paddy
One cu ft = 0.0283 m3
One bushel (U.S. or Imp.) = 8 gal (U.S. or Imp.)
One barrel (oil) = 42 U.S. gal = 306 Ibs
One U.S. gallon = 3.785 liter
One atmosphere (atni) = 14.7 psi (Eng.)
One metric atmosphere = 1 kg per sq. cm
One kg per sq cm = 14.2234 lb per sq. in.
One lb per sq. in. = 0.07031 kg per sq. cm

21