Anda di halaman 1dari 17

Pelumasan-Pendinginan – 1

PENDINGINAN DAN PELUMASAN

• Perubahan enersi kimia menjadi enersi gerak selalu


disertai kerugian berbentuk panas yang perlu
disalurkan keluar.
• Jumlah panas yang harus disalurkan bergantung pada
tipe motor (bensin, diesel). Kadang-kadang panas itu
masih dimanfaatkan.
100 %

Gas pembuang
24 – 36 %

Air pendingin
32 – 33 %
Pemancaran
Roda gila 24 – 32 % 7%
100 %
Ventilator Generator 10 %
Pemakaian komponen
Gigi persneling 6 %
pembantu + gesekan
Diferensial 4 %
24 %
Tahanan pada as 4 %
Tahanan putar 17 %
Tahanan kendaraan
Tahanan udara 42 %
59 %
Tanjakan dan persneling 17 %

• Di samping panas yang dibuang melalui gas buang,


masih ada pembuangan panas dengan perantaraan
medium pendingin (udara dan cairan).
• Pada motor-motor besar dan sangat besar senantiasa
digunakan pendinginan dengan air.
• Motor sangat kecil dengan pendinginan udara.
• Apabila dari motor kecil diharapkan prestasi yang
tinggi baru pendinginan air diterapkan.
Pelumasan-Pendinginan – 2

• Pada motor-motor traktor digunakan baik pendinginan


air maupun udara.

Pendinginan Air
• Pendinginan penguapan. Bentuk pendinginan yang
sangat sederhana ini untungnya bahwa suhu airnya
tidak pernah melebihi 100oC.

Pendinginan sirkulasi thermosiphon


• Terjadi akibat perbedaan berat jenis air yang lebih
panas terhadap yang lebih dingin. Juga disini
dibutuhkan saluran-saluran besar dan volume
bangunan yang besar.

Pendinginan sirkulasi pompa air


• Tidak berkeberatan karena besarnya saluran, tetapi
pada keadaan tertentu terjadi pendinginan yang
berlebihan karena sirkulasi yang dipaksakan.
• Meskipun diusahakan suhu ± 100 oC, tetapi dengan
pembebanan rendah atau suhu luar yang rendah terjadi
kemungkinan motor menjadi terlalu dingin dan
ditakutkan adanya korosi dingin.
• Dengan menutupi radiator sebagian keadaan itu bisa
diatasi pada kedua sistim tersebut. Cara itu akan
menjadi otomatis bila dipakaikan suatu termostat ke
dalam sistem itu.
Pelumasan-Pendinginan – 3

Pendinginan Pendinginan Termosophon


penguapan

Pendinginan Pompa air

Termostat dan
Termostat by pass

• Kecepatan air diperbolehkan pada suatu sistim yang


di samping termostat juga masih dilengkapi saluran by
pass. Jumlah airnya dapat lebih sedikit yang akan
menguntungkan volume bangunannya.

Sistem pendingin cairan bertekanan


• mengikuti kecenderungan ke arah suhu kerja yang

lebih tinggi dan untuk menghindari kerugian hilangnya


cairan maka diadakan suatu sistim yang tertutup
terhadap udara luar dengan menempatkan suatu klep
berpegas pada tutup radiator.
Pelumasan-Pendinginan – 4

• Tekanan lebih adalah ± 0,5 kg/cm2 pada suhu uap air ±


110 oC. Sangat berbahaya untuk membuka tiba-tiba
tutup radiator pada mesin yang masih panas.
• Dengan susunan tertutup itu maka pipa pelimpahan
diteruskan kesuatu penampung untuk menghindari
hilangnya cairan.
• Apabila ada bahaya pembekuan air pendingin pada
motor yang sedang tidak jalan seringkali ditambahkan
zat anti beku yang juga berisi zat anti karat. Di daerah
kutub seringkali dipakai cairan bukan air sebagai
cairan pendingin.

Radiator
• Suku cadang dalam pendingin air yang paling mahal

dan lemah adalah radiator.


• Susunannya terdiri dari pipa tembaga yang tipis yang
dibentuk menjadi saluran lamella (tebalnya 0,3 cm).
Radiator harus dipasang pada bagian yang bebas
getaran.

Ventilator
• Aliran udara melalui radiator diatur atau didukung
oleh ventilator. Kini makin lama makin banyak
dipasangkan suatu kopeling pada tali kipas.
Penyambungan melalui kopeling ini hanya terjadi bila
suhu tertentu cairan sudah terlampaui.
Pelumasan-Pendinginan – 5

2. Pendingin udara
• Kelihatannya pendingin udara merupakan satu-satunya
pemecahan dalam persoalan pendingin air karena
adanya air dan radiator.
• Kebebasan pemasangan ventilator karenanya
berkurang. Satu-satunya kemungkinan hanya pada satu
sisi ventilator itu diarahkan pada silinder (pendinginan
tidak merata = dapat menyebabkan pelengkungan) dan
hanya pada motor kecil saja ventilator dipasangkan
pada roda gila.
• Suatu pendingin udara tanpa alat pengatur tak dapat
diterapkan secara umum.
• Kini makin banyak orang memasangkan ventilator

dengan pengatur termostat.


• Juga pendinginan minyak pelumas kini banyak
dipakai terutama pada motor-motor traktor.
Pendinginan inipun menimbulkan komplikasi yang
tidak kurang rumitnya dibanding dengan pendingin
radiator dengan saluran-salurannya.
• Keuntungan pendingin udara tadinya dianggap cepat
mencapai suatu sahu, ternyata sukar terlaksana setelah
didapati cara pengukuran suku yang lebih cermat. Dari
konstruksinya, suatu motor berpendingin udara lebih
sukar melindunginya terhadap kebisingan pembakaran
dan ventilator.

3. Pelumasan
Pelumasan-Pendinginan – 6

•Di samping tugas utama untuk mengurangi gesekan,


pelumas juga mendapat sederetan fungsi tambahan
misalnya: pengaliran panas dan pembawa keluar
kotoran- kotoran pada motor.
• Dapat kita bedakan antara pelumasan habis terpakai
dan pelumasan sirkulasi.
o
C
Pendinginan udara
Pendinginan air

Menit

Perbandingan waktu pemanasan

• Pada pelumasan habis terpakai, minyak pelumas


dicampur dengan bahan bakar dan dengan cara itu
maka bantalan dan dinding silinder yang bersentuhan
dengan bahan bakar akan turut terlumasi.
• Pada motor dua langkah dengan karter pembilas,
bantalan dan dinding silinder bersentuhan dengan
bahan bakar. Karenanya, pelumas jenis ini kebanyakan
terdapat pada motor dua langkah. Hasil pembakaran
akan selalu mengandung sisa pembakaran minyak
pelumas (polusi udara). Kerugiannya adalah bahwa
tidak dapat digunakan bantalan luncur, karena pelumas
yang begitu sedikit (misalnya: 1 : 16 a 1 : 20), padahal
untuk pelumasan bantalan jenis itu butuh pelumas yang
banyak untuk monimbulkan bidang tekan minyak
secara hidrodinamis.
Pelumasan-Pendinginan – 7

• Pada motor 2 langkah hanya digunakan bantalan


peluru atau bantalan rol jarum.
• Suatu motor 2 langkah Lanz mungkin menggunakan
bantalan luncur tetapi untuk keperluan itu digunakan
pelumasan sirkulasi yang terpisah.
• Pada motor 2 langkah pembersihan lubang
pengeluaran secara periodik termasuk kegiatan
pemeliharaan termasuk juga pipa buang dan peredam
suara.

• Pada pelumasan sirkulasi ada juga minyak yang


hilang. Maksimum hilangnya adalah 2% dari
pemakaian bahan bakar, melalui dinding silinder dan
saluran klep.
• Pada pelumasan sirkulasi minyak dipompa dari panci
oli (carter) ketempat-tempat yang membutuhkan
pelumasan seperti boring dalam blok atau poros
engkol.
• Minyak yang sudah terpakai mengalir melalui
saluran-saluran kecil kembali ke dalam carter.

Pompa minyak
• Sebuah pompa roda gigi atau sikat digerakan oleh

sumbu nok (pada motor bensin dengan rods gigi yang


sama dengan yang menggerakkan pembagi-pemutus
arus) atau langsung dari poros engkol.
• Pada bagian hisap dari pompa itu dilengkapi dengan
saringan kasa yang seringkali melalui suatu pelampung
selalu terhubungkan pada bagian atas (dekat
pemukaan) minyak agar tidak akan terhisap
kotoran-kotoran yang ada di bagian bawah minyak.
Pelumasan-Pendinginan – 8

ke tempat-tempat yang perlu pelumasan

kembali ke
saringan atau carter
dari pompa
Katup/pengatur tekanan

Katup pengatur tekanan


• Bebas dari ketergantungan pada kekentalan, tekanan
dalam sistem ini harus selalu konstan. Ini dapat terjadi
dengan katup yang memakai pegas beban dengan
lubang limpah.

Tempat pelumasan

Tempat pelumasan

Aliran sebagian

Aliran penuh
Pelumasan-Pendinginan – 9

• Tekanan dalam sistim ada yang bernilai 1 sampai 4


kg/cm2. Pada motor bensin, arus pelimpahan masih
dihubungkan dengan saringan minyak pelumas.
(Partial Flow atau by-pass). Dengan demikian sebagian
dari minyak yang dipompa akan disaring. Pada motor
diesel, semua minyak yang dipompa dipaksa masuk
saringan (full flow).
• Saringan minyak pelumas kebanyakan tergolong sekali

pakai buang, terbuat dari bahan kertas yang


dilipat-lipat atau serat lainnya dan setelah waktu
tertentu (ada yang tahan 8000 jam) harus diganti baru.
• Saringan yang dapat dipakai ulang jarang sekali

terdapat. Pada golongan ini termasuk saringan cela


yang terdiri dari suatu paket terdiri dari keping-keping
tipis yang ditekankan satu terhadap lainnya. Juga
dimungkinkan pelat-pelat itu dibentuk sedemikian
sehingga satu sama lain terhubungkan oleh suatu
sumbu. Dengan memutar sumbu itu (menekan kopling
beberapa derajat) kotoran akan rontok ke bawah.
• Selain itu masih terdapat saringan sentrifugal yang
dipasang dimuka poros engkol dan terbuat seperti
keping sabuk yang menggerakkan generator dan atau
pompa air.
• Di samping dari poros engkol, ada juga yang
digerakkan oleh poros nok. Pada rotasi itu akan
menyebabkan minyak menyembur ke arah tangensial.
Saringan jenis ini mempunyai daya pembersih yang
baik tetapi ia minta waktu pembersiban yang lebih
besar dari pada saringan yang sekali pakai buang.
Pelumasan-Pendinginan – 10

• Pada beberapa tempat dalam motor masih terdapat


ruang-ruang kosong yang dapat digunakan sebagai
saringan sentrifugal (ruang kosong dalam pen engkol).
• Seringkali ditempatkan suatu maknit pada
tempat-tempat yang strategis dalam sirkuit (misalnya
di atas carter) untuk menangkap serbuk besi atau
hagian besi yang halus.
Tempat pelumsan
• Pada arah mernanjang dari motor ditempatkan suatu
serambi minyak yang langsung diumpan dari saringan.
• Saluran itu seringkali dibor seperti saluran yang
menuju ke bantalan-bantalan utama yang menuju
poros engkol. Bantalan-bantalan utama ini akan
mendapat minyak pelumas tetapi di samping itu juga
mengatur transpor minyak ke bantalan batang torak.
Pelumasan-Pendinginan – 11

• Pada kebanyakan motor dinding silinder dan pen


torak dilumasi oleh percikan minyak.
• Beberapa motor menggunakan torak yang dilubangi
untuk pengalir minyak.
• Di samping pen torak, maka alas juga terdinginkan

oleh percikan minyak tersebut.


• Poros nok dilumasi juga oleh percikan minyak atau
kalau ia terletak tinggi di atas motor pelumasan oleh
minyak yang kembali dari klep.
• Bantalan poros nok dilumasi melalui saluran-saluran

yang dibor dari serambi minyak.


• Pembawa roda gigi atau pembawa rantai dari poros

nok dan roda gigi lainnya yang berada di muka motor


juga dilumasi dari serambi minyak.
• Untuk mekanisme guling, minyak dialirkan juga dari

serambi minyak ke sumbu guling yang kosong.


Minyak yang terpercik dari mekanisme guling
melumasi; bagian atas setang penyudu, tangkai klep,
dan pembawa klep.
• Minyak yang mengalir balik dari mekanisme klep
melumasi bagian bawah setang penyudu, penyudu
(termasuk rol yang terdapat di dalamnya) dan poros
nok.
• Di luar sistim sirkulasi pelumasan masih terdapat

tempat-tempat pelumasan lain yaitu: bantalan


generator dan motor starter. Pelumasan dilakukan
dengan kan-oli atau sudah berbentuk bantalan yang
melumas sendiri. Bantalan pompa air.
• Kedua buah bantalan peluru tertutup dan terisi
gemuk pelumas. Penutupannya dilakukan oleh ring
karbon yang tidak dilumasi.
Pelumasan-Pendinginan – 12

• Pompa bahan bakar motor diesel. la mempunyai


carter oli tersendiri.
• Pembagi-pemutus arus. Poros pembagi-pemutus
arus dilumasi dengan kan-oli. Sisi dari nok pemutus
arus dibuat berminyak saja. Titik-titik putar dari
susunan setang untuk melayani motor dilumasi dengan
kan-oli.

Ventilasi Carter
• Adanya uap air dan hasil minyak pelumas yang
teroksidasi lama kelamaan dapat membentuk
pelumpuran secara katalitik. Lumpur kotoran-oli akan
mengendap sebagai bubur berlemak pada motor.
Dengan ventilasi, uap air dan produk yang lama
kelamaan akan memberi gangguan, dapat dihilangkan.
• Dianggap bahwa dengan masuknya oksigen tidak
terjadi hal-hal yang mengganggu. Lubang ventilasi
carter dapat dibuat berbagai macam misalnya di atas
katup klep dipasangkan sebuah penutup berisi kasa
saring yang bekerja sama dengan pipa miring yang
keluar dari ruang poros engkol. Juga dimungkinkan
pemanfaatan hisapan dalam saringan udara atau dari
pipa hisap motor.
• Untuk mengontrol kerjanya sistim sirkulasi minyak
dapat dipakai pembacaan manometer. Pengecekan
jumlahnya minyak pelumas dilakukan dengan tongkat
ukur.

Minyak Pelumas
• Seperti halnya besi dipadu dengan logam lain untuk
mendapatkan sifat-sifat konstruksi yang lebih baik,
Pelumasan-Pendinginan – 13

demikian pula halnya minyak mineral yang dicampuri


bahan kimia lainnya agar sifat pelumasnya bertambah
baik.
• Bergantung pada tugas utamanya (mengurangi
gesekan, membuang panas, mengangkut
kotoran-kotoran) dan juga tugas sampingan jenis zat
kimianyapun berbeda-beda.

• Untuk pemilihan minyak pelumas masih diperlukan


pewarnaan kuat atau lemah. Kemudian perlu dilihat
pula kekentalan dan perubahan jalannya kekentalan
(indeks kekentalan V.I.) agar cocok dengan bidang
pemakaiannya.
• Pemberian nama pasaran kurang memberikan
informasi tentang hal ini. Penambaban nama seperti
Regular, Premium, Heavy Duty dan Etreme Pressure
masih dipakai meskipun tidak dapat dijadikan
pegangan.
• Pemberian nama baru oleh A.P.I. (American
Petroleum Institute) dan ASTM (American Society of
Testing Materials) terhadap pembagian jenis minyak
diarahkan pemakaian motor-motor:
◦ M.L. Motor Light; dapat diartikan sehagai
pembebanan secara kontinyu.
◦ M.M. Motor Moderate.
◦ M.S. Motor Severe; dapat diartikan menstart
pada cuaca dingin secara berulang-ulang.
◦ D.L. Diesel Light: dapat diartikan pembebanan
kontinyu. D.M. Diesel Mederate.
Pelumasan-Pendinginan – 14

◦ D.S. Diesel Severe: dapat diartikan menstart


pada cuaca dingin secara berulang-ulang.

Aditf minyak pelumas mesin yang umum dipakai


Tipe senyawa
Alasan Kemungkinan
Tipe aditif yang umum
pemakaian mekanisme
dipakai
Dispersant Alkyl polyamides, Merawat Terutama pada
produk alkyl P2S3 kebersihan mesin suatu proses fisik.
polymer dengan Dispersant tertarik
rnethacrylat yang mengsuspensi pada partikel
mengandung material- material kotoran oleh gaya
nitrogen, sulfonate yang tidak larut polar. Daya larut
logam, senyawa- minyak. minyak dalam
senyawa organik dispersant membuat
boron. kotoran tetap
sebagai suspensi.
Detergen lstilahnya sering
tertukar dengan
dispersant.
Detergen
mempunyai daya
pembersih dan
daya dispersi.
Pembaik Polimer Untuk Pembaik indeks
indeks methacrylat, merendahkan kekentalan kurang
kekentalan polimer butylen, kecepatan dipengaruhi suhu.
olefin atau perubahan Ia menaikkan
isoolefin yang kekentalan kekentalan pada
dipolemerisasikan. terhadap suhu. 210 oF lebih,
Polimerstyrene dibandingkan pada
yang dialkylkan 100oF, karena
dan perubahan daya
macam-macam larutnya.
copolimer yang
terpilih.
Pencegahan Dithiofosfat dari Mencegah Memecah
Oksidasi seng, phenol yang penguraian peroksida,
dirubah, amin oksidatip minyak mengurangi
aromatik. yang bisa pembentukan
mengarah pada radikal bebas dan
mengental, membuat pemukaan
Pelumasan-Pendinginan – 15

Tipe senyawa
Alasan Kemungkinan
Tipe aditif yang umum
pemakaian mekanisme
dipakai
mengendap dan logam pasip,
korosip. terhadap oksidasi.
Pencegahan Dithiofosfat dari Mencegah Menetralkan
korosi seng, fenolat serangan korosip material yang
logam basik dari pengotor masam dan
fenolat logam. terhadap loger membentuk ikatan
dan bagian mesin kimia berbentuk
lainnya. selaput pada
permukaan logam.
Deakfivator Dithiofosfat dari Mempasipkan Membenruk selaput
logam seng, subfida secara kitalitik pelindung yang
organik beberapa permukaan logam tidak aktif.
ikatan organik untuk mencegah Membentuk
nitrogen oksidasi. kornpleks tidak
aktif secara katalitik
pada pemukaan
logam.
Anti aus, Dithiotosfat dari Mengurangi Pembentukan
tekanan seng, fosfat gesekan. selaput pada muka
ekstrim dan organik dan fosfat pencegahan pe- 1ogam secara reaksi
zat penguat masam. belerang ngelupasan dan kimia yang mempu-
selaput organik dan ikatan mengurangi nyai kekuatan
minyak. khlor. senyawa keausan. regang lebih rendah
nitrogen boron. dari logam dasar
karenanya
mengurangi
gesekan dan
mencegah
pengelasan dari
bidang kontak bila
selaputnya rusak.
Pencegahan Sulfonat logam, Mencegah karat Mecegah
karat asam-asarn lemak pada bagian penyerapan
dan amine. mesin yang dari material yang aktif
besi selama (tipe polar) pada
penyimpanan dan muka logam.
terhadap Selaput ini menolak
kelembaban yang serangan air. Mene-
masam yang tralkan air
biasa terkumpul asam-asam yang
selama korosip.
Pelumasan-Pendinginan – 16

Tipe senyawa
Alasan Kemungkinan
Tipe aditif yang umum
pemakaian mekanisme
dipakai
pengoperasian
mesin dimusim
dingin.
Penekan titik Polimer Memperendah Melapisi
tuang (Pour methacrylat, titik tuang kristal-kristal lilin
point) naphtalen atau Pelumas. dalam minyak
phenol yang untuk mencegah
dialkylkan. tumbuhnya dan
absorpsi minyak
pada suhu rendah
Pencegah busa Polimer silikon. Mencegah Mengurangi
pembentukan tegangan
busa yang stabil permukaan yang
memberi
kesempatan
gelembung udara
memisahkan diri
dari minyak.

• Pemberitahuan itu kini makin banyak dipakai.


Meskipun demikian masih dirasakan perlunya
pengisian (Test ulang (seguence test) 1, 2, 3, 4, dan 5).
Lebih lengkap tes yang diberikan seperti dalam “US
Ordenance Specification 2 -104 B”. Karena makin
tinggi kadar belerang dalam minyak (sampai 1%)
rnaka ditambahkan informasi 2 104 B supplemental
List 1. MIL - 0 - 2104 dan MIL - 1 - 2104 A.
• Apabila minyak pelumas ini diperjual belikan maka
pada tempatnya perlu dicantumkan sandi tersebut.
• Untuk kekentalan, untuk minyak pelumas motor
telah dikenal klasifikasi SAE (Society ot Automotive
Engineers). SAE 5 W, 10 W, 20 W, 20, 30, 40 dan 50
dan untuk minyak cardan: SAE 75, 80, 90, 140 dan
250. Pembagian SAE ini untuk motor dan Cardan
Pelumasan-Pendinginan – 17

tidak merupakan urutannya. Motor oli SAE 20


kekentalannya senilai oli cardan SAE 80.
• Pengklasifikasikan minyak pelumas mengikuti
kekentalan pada suhu tertentu (99 oC, 210 oF) dalam
batas-batas yang secara arbitrer ditentukan. Tentang
jalannya kekentalan ia tidak menjelaskan apa-apa.
• Yang dicari adalah minyak-minyak pelumas yang tidak
menjadi encer pada kenaikan sultu.
• Satu diantaranya dinyatakan dalam indeks
kekentalan W.D. Bilangan itu bergantung pada
minyak-minyak yang sudah terkenal, waktu
mendefinisikan V.I. Adalah mungkin bahwa kini
terdapat minyak pelumas yang jatuh diluar skala
(artinya V.I. > 100).