Anda di halaman 1dari 52

Roda Traktor - 1

GAYA PADA RODA DAN TIPE RODA

1. GAYA-GAYA RODA

1.1. Gaya-gaya yang memegang pada roda yang


menggelinding

• Pada roda yang


berguling, akibat
tekanan poros ada
gaya vertikal Qv
terhadap bantalan
berjari-jari Iv.
• Bobot roda,
termasuk pelek,
ban dll adalah Ev.
• Akibat gaya
horisontal Dv roda
didorong pada
bantalan.
• Komponen gaya vertikal Gv dari reaksi tanah juga
menekan suatu titik seperti halnya komponen gaya
horisontal Rv.
• Titik itu, berjarak fv dari garis vertikal yang melalui

sumbu poros.
• Gesekan bantalan µv Qv, menyebabkan (kalau
pengaruh Dv diabaikan) timbulnya momen yang
menentang, M = µv Qv Iv.
Disini µv adalah koefisien gesekan bantalan.
Roda Traktor - 2

• Dari keseimbangan momen (M = 0) diperoleh:


+ Rv rw - Gv fv - M = 0
fv lv
Rv = Gv + µv Qv .
rw rw
Disini rw adalah radius guling efektif dari roda.
lv fv
• Pengaruh rw µv Qv kecil terhadap rw Gv dan karenanya
ruas ini diabaikan, sehingga formula di atas dibaca
sebagai:
fv
Rv = Gv .
rw
• Oleh penyederhanaan ini kini garis kerja resultante
dari Rv dan Gv dapat ditarik melalui sumbu poros:
fv
= sin β.
rw
• Karena sudut β tak pernah lebih besar dari 15
o
dan
ban berubah bentuk maka tanpa mengurangi
ketelitian ia ditulis:
fv
= tg β.
rw
tg β disebut Pv yaitu koefisien tahanan gelinding
dan Rv tahanan gelinding.

1.2. Traktor berkeseimbangan dinamis


•Yang dimaksud dengan berkeseimbangan dinamis
adalah keseimbangan yang dicapai pada waktu
traktor bergerak lurus dengan kecepatan yang
beraturan.
•Meskipun ada pengertian dinamis, disini sementara
dilihat dari segi pengaruh gaya-gaya percepatan
Roda Traktor - 3

yang terjadi pada waktu membuat lintasan


lengkung dan/atau gaya-gaya percepatan yang
terjadi waktu mempercepat atau memperlambat
traktor.
•Sebuah traktor yang sedang bergerak akan
mengadakan gaya pada sekitarnya (alat-alat atau
tanah).
• Pada roda gila mesin tersedia momen (kopel),
dengan besar Mv. Momen ini umumnya diperbesar
agar dapat mempengaruhi poros belakang dimana
berlaku: Ma = i ηm Mv.
Ma = momen pada poros belakang, Nm.
i = perbandingan penerusan total antara roda
gila dan poros belakang. Ini dapat bernilai
400.
m = efisiensi pemindahan gaya. Seringkali ηm
dinyatakan sebagai konstanta misalnya 0,98
untuk pasangan roda gigi yang dilumas
ringan (termasuk bantalannya), 0,95-0,92
untuk pasangan roda gigi yang terendam
seluruh atau sebagian dalam minyak.
•Gaya yang diadakan oleh roda traktor terhadap
keliling horisontal adalah:
Ma
O' =
rwa
rwa = jari-jari efektif roda belakang.

• Gaya horisontal O' harus seimbang (ΣH = 0) dengan


semua gaya horisontal yang bekerja terhadap
traktor.
Roda Traktor - 4

Kesimpulan:
O' rwa 2π n
= Ne ηm
60
M a 2π n
= Ne ηm
60
Ma n
9,54
= Ne ηm Ne dalam kW
O' V 1000
rwa dalam m
= Ne ηm
3600 O dalam N
n dalam putatarn/menit
Ma dalam N.m.
V dalam km/jam

• Gaya O' yang bekerja dari keliling kedua roda


terhadap tanah sulit dipisahkan dari gejala yang
timbul dari tahanan guling.
Roda Traktor - 5

•Pandangan kesetimbangan kini diberikan pada


bekerjanya gaya-gaya yang berasal dari sekitamya
terhadap traktor.
•Disini O adalah reaksi horisontal tanah terhadap roda
belakang traktor. Tahanan gelinding roda belakang
Ra dalam gambar tidak dipisahkan. (O' - Ra = 0
menyangkut besarnya gaya).
•Pada gambar di atas, kasus yang umum berlaku
dihitung bermacam besaran dari kesetimbangan
gaya-gaya dan momen-momen.
• Nilai fv dan fa berasal dari fv = ρv rwv dan fa = ρa rwa

dimana ρv dan ρa adalah koefisien tahanan


gelinding roda muka dan belakang misalnya 0,18
dan 0,10. Dengan nilai-nilai terhitung Ga (ΣM = 0).
G ( C + f v ) + T.h. cos θ − T( a + d + f v ) sin θ
Ga =
a + f v − fa
dari ΣV = 0 maka
Gv = G - T. sinθ - Ga

• Apabila sudut θ = 0 (artinya gaya tarik horisontal,


maka persamaan disederhanakan menjadi:
G ( C + f v ) + T.h
Ga =
a + f v − fa dan Gv = G - Ga
• dari ΣV = 0 maka 0 = T cosθ + Gv ρv
• Untuk θ = 0 ini menjadi 0 = T + Rv.

• Apabila gaya 0 pada keliling roda = T cosθ + Rv,


dibagi oleh Ga (dyn) artinya
T. cos θ + R v
= µk
Ga
µk adalah koefisien gaya tarik.
Roda Traktor - 6

• Apabila T dibagi dengan bobot total traktor (Ini


selalu terjadi T pada anggapan bahwa θ = 0) maka
T
= Σ atau koefisien traktor.
G tot

• Untuk θ = 0 disebelah ini diperlihatkan grafik


ketergantungan T, Ga dan Gv tak pernah boleh
kurang dari 0,2 G (juga dapat disebut bahwa Gv
tak boleh kurang dari 160 a' 200 kg).
• Pada Gv < 0 maka traktor membalik kebelakang.

Cara anggapan yang sama digunakan untuk


memperlihatkan bahwa ada hubungan tak
terputuskan antara, basis roda traktor (a),
ketinggian kait tarik (h).
• Yang maksimum diperbolehkan, koefisien gaya tarik

(µk), tahanan gelinding (ρv) dan posisi titik berat.


T = µ k Ga − R v
ρ
Rv = ρv Gv dianggap a = 0,6
µk = 0,7 untuk jalan pasir yang keras
ρv = 0,05
Roda Traktor - 7

• Kalau Gv = 0,2 G (batas bahaya) maka Ga = 0,8 G


ΣM = 0
diberikan: T . h - G (a-c) + Gv . a = 0
(µk 0,8 G - 0,2 ρv G) h - G (a-c) + 0,2 G . a = 0.
( a − 0,6 a ) − 0,2 a 0,2 a
h= = = 0,365 a
0,7 .0,8 − 0,2 .0,05 0,55

pada: a = 1500 mm. h = 530 mm.

• Dengan menempatkan pemberat dimuka traktor,


keseimbangan dapat dipengaruhi sehingga letak
kait tarik yang lebih tinggi masih bisa diterima dari
segi keamanan.
•Disini dipandang bahwa masih dibolehkan beban
dinamis yang lebih tinggi untuk ban-ban dan pelek.
• Selipnya roda pada saat nilai µk terlampaui
dipandang sebagai "katup pengaman". Usaha pada
traktor untuk menghindari selipnya roda,
menimbulkan keadaan yang membahayakan
(berbalik kebelakang).

1.3. Pengruh persneling (pelambat)


• Apabila suatu kendaraan dipercepat/atau
diperlambat, untuk keperluan itu diperlukan
sejumlah enersi yang besar (akan dibebaskan
Roda Traktor - 8

sejumlah enersi misalnya: yang harus di


musnahkan dalam rem) yaitu E = ½ m V2 + ½ J W2.
Disini m adalah massa kendaraan, J adalah momen
kelambanan (momen of inertia) dari bagian yang
berputar, V kecepatan kendaraan dan W kecepatan
sudut bagian yang berputar.
•Untuk gerak lurus perhitungannya menjadi Lebih
sederhana.
•Untuk rotasi perlu diperhitungkan keadaan massa
yang berputar pada banyak tempat dari traktor
dimana mereka sering mempunyai kecepatan sudut
yang berbeda.
•Apabila terjadi pula, pembebanan berbentuk
sentakan maka perlu pula diperhitungkan
kemungkinan terjadinya getaran sendiri (lihat
getaran torsi pada mesin-mesin).
• Pada saat membuat lintasan lengkung (misal
membuat tikungan) maka akan ada, pengaruh
mV 2
gaya-gaya centripetal sebesar C =
r
.
•Demikian pula akan terjadi kombinasi percepatan
akibat mengerem ditikungan.

2. BAN ANGIN
2.1. Konstruksi
•Sebuah ban angin terbuat dari beberapa lapis
material benang (karkas) yang disatukan dan
ditutup oleh karet yang telah dipulkanisir.
Roda Traktor - 9

•Serat yang dipakai adalah katun (sudah kuno), serat


rayon, nylon, kawat baja dan serat polyester.
• Pada ban diagonal (yang konvensional) arah serat

membuat sudut ± 45o dengan kawat tumit (hiel)


yang terbuat dari baja.
•Pada sabuk serat-serat diarahkan radial (ban radial).
• Pada paten ban Michelin - X yang asli, ban radial

dilindungi oleh sabuk (cincin anyaman) kawat baja.


•Sabuk ini oleh simpal-simpul yang mengarah radial
terhubungkan pada kawat-kawat tumit.
•Baja inilah yang menghantarkan panas dengan baik.
•Bahan-bahan lainnya kurang baik mengalirkan panas
tetapi mempunyai sifat merendam suara.
•Setelah patent-Michelin
berlalu
material-material untuk
membangun karkas
dipakai untuk mebuat
ban radial.
Roda Traktor - 10

•Untuk penerapan pada mobil dan truk ban sabuk


yang relatif kaku memberikan tahanan gelinding
yang lebih kecil dibanding dengan ban diagonal.
•Juga ban ini lebih baik menapaknya pada punggung
jalan karena mempunyai sisi yang lebih luwes.
•Bidang sentuh yang lebih luas juga menguntungkan
penerapannya di bidang pertanian.
• Kerugiannya hanya bahwa sisinya peka terhadap

penetrasi. (Untuk pembentukan karkas dimasa


mendatang maka telah disebut-sebut campuran dari
kedua jenis konstruksi dasar misainya: semi radial,
dengan sudut serat ± 75o dan ban radial diagonal
dengan sudat serat 20o.

Jumlah lapisan benang


•Jumlah lapisan benang menentukan ketegangan
untuk suatu tujuan penggunaan. Makin sedikit
lapisannya makin sedikit panas yang timbul.
•Untuk ban-ban pertanian terdapat 2, 4, 6 hingga 8
lapis benang. Yang dituju adalah kekuatan yang
sesuai dengan ban-ban yang berlapis benang katun
tersebut di atas.
•Apabila digunakan material yang lebih kuat dimana
digunakan lapisan yang lebih sedikit jumlahnya
maka sering diberi istilah ply rating.
• Karet yang digunakan berasal dari jenis yang
berbeda-beda kerasnya.
Roda Traktor - 11

•Lapisan benang dipulkanisir dengan karet yang


luwes.
•Untuk sisi dan bidang telapak dipakai karet yang
lebih keras.
• Ban dalam terbuat dari karet yang sangat lemas

(padat). Jenis karet yang sama digunakan untuk


ban tanpa ban dalam bagian dalam telapak agar
tidak bocor. Hal itu dicapai dengan mencampurkan
karet alam dengan karet sintetis (karet Buna) dalam
perbandingan tertentu. Juga terpengaruh proses
vulkanisirnya (± 140oC setelah diberi ± 2%
belerang dan 4% jelaga maksimum sebagai bahan
pengisi).
•Karet sintetis lebih tahan terhadap keausan dari pada
karet alam dan pula lebih tahan terhadap minyak.
• Apabila butadien dengan bantuan natrium diikatkan

pada styreen maka itu disebut karet dingin (karena


dibuat pada – 10oC.

2.2. Cara pemberian ukuran ban


•Umumnya ukuran diameter pelek tempat ban itu
akan dipasangkan dan lebarnya, dalam inci.
•Dahulu penampang ban praktis berbentuk silinder
dan jari-jari tanpa beban dapat dihitung secara
teliti. Misalnya 11 – 28.
•Diameter luar tanpa beban adalah 28 + 2 x 11 = 50 “
atau 50 x 25,4 = 1270 mm. Menurut tabel ban
diameter luar tanpa beban adalah 1265 ± 10 mm.
Roda Traktor - 12

•Pada ban-ban yang modern, lebarnya lebih besar


(low section) dari pada tingginya dan harus dilihat
dari tebal untuk mendapatkan diameter tanpa
beban.
•Pada ban-ban low section, lengan pengungkit
dimana gaya kelilingnya lebih kecil terhadap pelek
sehingga kemungkinan terjadinya 1ipatan sisi yang
ditakuti juga diperkecil.
•Ban yang tadinya diberi tanda 11 – 28 kini diubah
menjadi 12.4 – 28.
•Pada ukuran-ukuran ban kecil sering tertulis
misalnya: 6.00-16; kadang-kadang titiknya
dihilangkan menjadi 600-16; dalam tabel ban-ban
Perancis ia tercantum sebagai 155x400.
•Di Jerman berlaku ban-ban berukuran DIN 7801
hingga 7814. Pada pemberian ukuran masih
ditambahkan AS (Acker Schepper) sehingga
menjadi ukuran 11-28 AS.
•Di Amerika Serikat
pemberian ukuran untuk
gaya dilakukan oleh Tire &
Rim Association Standards,
1ihat SAE Handbook.

Ukuran pelek
• Ukuran pelek dapat dicari dalam D.I.N. 7822, 7823,
7827, 7828 dan dalam publikasi-publikasi Tire &
Roda Traktor - 13

Rim Association. Ukuran b untuk pelek lebih kecil


1" dari lebar ban B pada ban-ban belakang dan
peleknya.
•Jadi 11-28 dipasangkan pada pelek 10-28 (cara tulis
menurut D.I.N. w10x28). Dengan munculnya
baru-baru ini "extra wide base rims" dipergunakan
pelek yang lebarnya 11” untuk dapat dipasangi ban
low section 12.4-28. Diameter luar tanpa beban
adalah 1256 min.
•Sebuah ban akan meneruskan gaya pada pelek bila
mengalami gesekan pada bidang sentuh.

•Pada ban bertekanan udara rendah terdapat bahaya


peluncuran. Untuk menghindari hal itu permukaan
ban sebelah dalam dan peleknya dibuat berusuk
(pada pembebanan berat malah dilengkapi dengan
kelem dan sekrup titik).
Ukuran Roda
Roda Traktor - 14

•Ini dapat dicari dalam D.I.N. 9641, dimana juga


dijumpai ulir sekrup penguat roda; M 18xl.5 atau
M 22xl.5.

2.3. Beban pada ban yang diperbolehkan


•Nilai beban yang diberitahukan pabrik adalah
nilai-nilai statis.
• Beban dinamis yang lebih tinggi akibat gaya tarik

telah diperhitungkan dan dinyatakan sebagai


kecepatan lari yang maksimum. Hal itu
menyangkut jumlah pembengkokan yang
diperbolehkan terhadap karkas (yang membatasi
rongga ban) tertentu.
•Makin sedikit lapisan benangnya, makin sedikit
terjadinya panas. Sebuah ban yang lebar lebih peka
terhadap pembengkokan.
•Sebagai ukuran dapatlah dipakai volume udara
dalam ban.
•Dari grafik di bawah terlihat kepekaan ban-ban lebar
dari rendahnya nilai beban liter yang
diperbolehkan.
Roda Traktor - 15

•Dalam batas-batas tertentu beban dari ban


bergantung pada tekanan udaranya. Misalnya untuk
ban pertanian berlaku bahwa pengurangan tekanan
udara 0,5 kg/cm2 (thd minimum yg diperbolehkan)
berarti pengurangan beban roda dengan 12% (thd
maksimum yg diperbolehkan).
•Penambahan atau pengurangan tekanan udara pada
beban roda tertentu menghasilkan umur ban yang
sangat berkurang.
Roda Traktor - 16

•Hubungan antara umur


(jangka pakai) dengan
pembebanan dari ban
secara lengkap dapat
dilihat dari grafik.

2.4. Gaya sisi yang dapat diserap oleh roda jalan


• Apabila bidang roda sedang jalan membuat sudut β
dengan arah gerakan kendaraan maka akan ada
gaya (gaya jejak) yang timbul searah dengan garis
sumbu dari poros. Dasar ini yang dimanfaatkan
dalam mengemudikan kendaraan.
Roda Traktor - 17

• Gaya jejak bergantung pada beban roda dan sudut β.


Pembesaran sudut akan menghasilkan suatu gaya
jejak yang semakin besar pula. Apabila melebihi
nilai maksimum maka pembesaran sudut β tidak
mempunyai arti lagi karena gaya jejak akan
menurun.

•Telah umum diketahui bahwa pada ban radial,


kenaikan gaya jejak oleh pembesaran sudut β lebih
cepat terjadinya daripada suatu ban diagonal, juga
maksimal yang dapat dicapai lebih tinggi nilainya.
•Salah satu keuntungannya adalah mudahnya
dikemudi pada kendaraan yang berjalan cepat.
Kurang menarik adalah kecenderungan menurun
dari kurva tidak terlihat jelas (sipengemudi tidak
menerima informasi tentang misalnya suara berisik
dari ban, atau peluncuran kesisi seperti pada ban
diagonal).
Roda Traktor - 18

2.5. Tekanan ban


•Sebelumnya telah dibahas hubungan antara beban
roda yang diperkenankan dengan tekanan dalam
ban (tekanan ban, pi dalam N/cm2). pi minimum
yang diperkenankan ditentukan dari kemungkinan
meluncurnya ban terhadap pelek (sobeknya pentil
dari ban dalam).
•Tekanan ban maksimum untuk suatu beban roda
ditentukan secara kompromis antara umur ban dan
ketahanan benturan. Tetapi hal itu sangat
bergantung pada penyerap perubahan bentuk
dengan elastisitasnya ataukah landasannya sendiri
berubah bentuk secara elastis.
•Pada keadaan terakhir ini, tekanan ban dapat rendah
sekali. Pada tanah-tanah pertanian mestinya
tekanan ban lebih rendah bila dibandingkan
pemakaian dijalan biasa.

• Untuk ban belakang traktor sering digunakan


tekanan sebesar 8-15 N/cm2 sedangkan ban roda
depan antara 8-25 N/cm2. Apabila tekanan ban
lebih tinggi daripada yang dibolehkan maksimal
Roda Traktor - 19

maka ketahanan benturan akan berkurang. Hal itu


disebabkan karena lapisan kanvas yang sudah
cukup tinggi bebannya ditambah lagi oleh tekanan.

2.6. Bidang sentuh


•Apabila tekanan pada bidang sentuh (pm dalam
N/cm2) hendak diinginkan merata, maka berlaku
G = F x pm. dimana G adalah beban roda dalam kg
dan F adalah bidang sentuh dalam cm2. Karena
adanya rusuk-rusuk dan lapisan benang pada karkas
maka pembagian tekanan menjadi tidak merata:
Σ Pd = F x Pm - (max dapat bernilai 4 a 5 x pm)
•Hubungan antara beban roda dan luasnya bidang
sentuh dapat dilihat dalam grafik sebelah.
Lengkungan yang tajam pada tekanan ban yang
rendah akibat dari pelipatan lapisan benang pada
karkas.
Roda Traktor - 20

3. Medan tekanan antara roda dan alas


• Pada bidang sentuh antara roda dan alasnya terjadi
suatu medan tekan. Disini akan dijelaskan secara
terbatas medan tekanan antara roda yang bergerak
dan alas yang secara elastis-plastis berubah bentuk,
terutama mengenai medan tekan dalam ruang yang
dilihat dari salah satu sisi. Resultan tekanan
dinyatakan dengan R1 dan R2.
• Tekanan-tekanan yang terlukis dalam gambar
merupakan gabungan dari tekanan-tekanan yang
berasal bidang yang ⊥ terhadap bidang gambar
(dalam istilah "gabungan" ini dimaksudkan selisih
tekanan ⊥ terhadap bidang gambar dan
pelengkungan ban ⊥ pada bidang gambar).
• Untuk gambar roda sebelah kiri berlaku: Dv - Rv =

nol. Ini berarti rodanya ditarik.


• Sebelah kanan tergambar roda yang terdorong dan

berlaku O' - RA - T = nol. Dalam hal terakhir garis


kerja resultante QA dengan T dan (R2) dari O
dengan GA sejajar satu sama lain. Oleh karenanya
terjadi momen tarikan yang seimbang dengan
momen dorongan M.
Roda Traktor - 21

• Pada roda yang ditarik tidak diperhitungkan gesekan


sadap. Bila ini diperhitungkan maka garis kerja
dari resultan (R1) dari Gv dan Rv tidak melalui
sumbu roda. Dalam hal itu terjadi suatu kopel yang
mempunyai efek mengerem. (Tandanya berlawan-
an dengan kopel pada roda terdorong).
• Untuk roda yang direm situasinya sama dengan hal

di atas, bedanya hanya efek pengeremannya lebih


besar dan tentunya kopel yang terjadi pun lebih
besar. Mengenai penguraian tekanan dapat
dijelaskan bahwa gaya-gaya horisontal dibawakan
sebagai ΣTs.

• Jelas bahwa gaya horisontal maksimal bergantung


pada τs maksimal yang dapat dihasilkan oleh
Roda Traktor - 22

alasannya. Untuk beberapa macam, tanah dikenal


kurva-kurva. Juga dikenal ketergantungan τs
terhadap δn (komponen normal dari tekanan).
τs = C + δn tg θ
C dlm hal ini adalah konstanta yg
mengumpamakan kohesi dan tg θ adalah tangen
sudut gesek dari gesekan dalam dimana selanjutnya
sering disederhanakan sebagai koefisien gesekan µ
atau
τs = C + δn µ
• Peninggian nilai δn dimanfaatkan untuk memberi
bentuk roda. Antara punggung-punggung yang
diletakan disekeliling roda nilai δn menjadi lebih
tinggi. Apabila bidang sentuhnya sangat keras
(beton, aspal) maka gaya tarik horisontal yang
maksimal dapat dipindahkan ditentukan dari
koefisien gesekan dari material yang saling
bersentuhan. (W = f N dimana W adalah gaya
horisontal max; N gaya normal dan f koefisien
gesekan kering, yang pada baja/beton bernilai 0,3
dan karet/beton 0,9).
• Untuk dasar keras yang masih plastis berlaku gaya

gesekan W = AF + N tgδ dimana A = koefisien


adhesi dalam N/cm2, dan tgδ tangen sudut gesekan
yang dapat dipersamakan dengan f. Pembagian
tekanan dalam ruang sulit dinyatakan dalam
gambar.
• Untuk roda diam ukuran dan perhitungannya masih

dimungkinkan. Di bawah ini adalah hasil


Roda Traktor - 23

perhitungan pembagian tekanan pada bidang sentuh


dari beberapa macam ban diam.

3.1. Hubungan tekanan udara dalam ban hingga


tekanan pada bidang sentuh.

•Untuk lapisan benang pada karkas dapat kita lihat


persamaan
pm = pi + α
• Nilai α dapat dicari dalam literatur. Beberapa
penulis memperhitungkan koefisien ini, juga
pengaruh perubahan bentuk dan juga akibat
punggung-punggung dalam ban.
pi = 8 N/cm2 α = 0,5 - 0,9
pi = 20 N/cm2 α = 0,2 - 0,3
• Untuk suatu profil tertutup:

pi = 8 - 20 N/cm2 α= 1,0 - 1,2


•Dibandingkan dengan angka-angka yang didapat
terdahulu maka nilai ini menunjukkan pendekatan
yang terbatas.
• Pada nilai pm rendah (10 N/cm ) beterapa jenis
2

tanah yang kurang mampu menahan beban kurang


mengalami pergeseran. Untuk jenis tanah yang
lebih mampu dan keadaan yang sesuai nilai pm
seharusnya 25 N /cm2.

3.2. Jari-jari efektif


Roda Traktor - 24

•Sebelumnya telah disebut-sebut diameter ban tanpa


beban (malahan sudah dihitung untuk tipe ban
tertentu).
• Dengan pembebanan maka ban itu mengeper ke

dalam. Oleh karenanya terjadi perbedaan antara


penekanan ke dalam statis (atau pengeperan ke
dalam) dan penekanan ke dalam dinamis. Akibat
gaya-gaya sentrifugal dan karena pembengkokan
(wulst) dari bidang pijak, tepat sebelum titik sentuh
dengan tanah maka jari-jari dinamis efektif lebih
besar dari pada jari-jari efektif statis. Apabila
informasi dari tabel ban belum diperoleh secara
global dapat dihitung dari pengeperan ke dalam
statis di bawah ini:
ban kendaraan penumpang (diag.) 4,5-7%
ban pasir dan tanah mudah bergerak 4-6%
ban kendaraan penumpang (radial) 5-10%
ban belakang traktor 7-10%
ban truk dan bus 4-6%
ban depan traktor 5-8%
ban-ban industri 8-10%
ban kendaraan pertanian 8-9%
•Dengan rotasi (penukaran) roda maka penekanan ke
dalam dikurangi sampai kira-kira ¾ dari nilai-nilai
di atas.
Roda Traktor - 25

PM 14 33 7,5 16 6,5 13,5


Pmax 14 33 11,3 24 13 27
Roda Traktor - 26

F 536 227 1000 469 1155 556


Pi 8,4 30 8,4 30 8,4 30

3.3. Profil ban


• Dengan membuat profil pada ban-ban bus, truk dan
kendaraan penumpang maka adanya air antara
bidang sentuh jalan yang keras dapat dihilangkan.
Pada ban belakang traktor kegunaan punggung
pada keliling luar ban adalah meninggikan tekanan
normal (ζn) pada tanah-tanah yang kurang mampu
terbebani. Dengan peninggian ζn juga nilai τs yang
maksimal diperbolehkan akan naik dan dapatlah
gaya tarik yang berasal dari roda dibebankan pada
tanah.
• Pada pemberian bentuk punggung dan letak
punggung diusahakan agar ban itu membersihkan
sendiri. Sebuah roda yang pada tanah basah
"berjalan penuh" akibat tanah yang melekat tidak
dapat mempertinggi daya kerja terhadap tekanan
normal ζn.
Roda Traktor - 27

• Pertimbangan lain pada bentuk punggung adalah


untuk menghindari bentuk keausan yang berombak
pada pemakaian yang sering untuk transportasi di
jalan, hal mana menyebabkan dikonstruksikan lebih
banyak karet yang mengumpul pada ujung
punggung yang menuju tengah (lihat gambar).
• Punggung-punggung yang tersambung satu sama
lain (profil tertutup), memberikan bidang jalan
yang kaku. Oleh karenanya timbul keausan yang
berlebihan. Profil terbuka (open center) dalam hal
ini kurang peka. Ban-ban yang penempatan
punggungnya agak jauh satu sama lain dalam
lingkar luar yang luwes ("labour" profile), dapat
memperbaiki gaya tarik pada tanah-tanah licin.
Pada umumnya punggung itu membuat sudut ± 45o
satu terhadap lainnya.
• Pada perkembangan penempatan punggung yang
lebih jarang sering pula sudut itu menjadi 23o.
Dalam penampang lintang punggung itu
memperlihatkan bentuk trapezium. Dengan
pemilihan karet yang cukup luwes maka
sebenarnya punggung itu mengurut tanah dan
bukannya mengaduk Lihat sketsa sikloida yang
diperpendek). Oleh karenanya terhindar
pelampauan nilai τ maksimal yang diizinkan.
Roda Traktor - 28

•Pada pasir lepas ban demikian dipasangkan terbalik.


Agar ban muka yang dikemudikan (tidak didorong
mesin) memberikan efek mengarah, ban jenis ini
dilengkapi dengan punggung konsentris yang tidak
putus-putus.

3.4. Slip
•Apabila roda meneruskan gaya pada permukaan alas
maka terjadi slip. Akibat pengecilan jari-jari ban
efektif statis maupun dinamis maka pengukurannya
menjadi agak rumit.
• Pada umumnya dipakai suatu metoda dimana jumlah

putaran roda belakang na sepanjang suatu. lintasan


garak yang ditempuh sa dibagi waktu yang
digunakan) dari suatu traktor yang dibebani
diperbandingkan terhadap jumlah putaran roda
belakang tanpa beban no sepanjang lintasan yang
sama (jarak yang ditempuh so dibagi dengan waktu
yang sama dengan di atas).
na − no sa − so
• Persentase slip menjadi: na
× 100% atau sa
× 100%

• Pengukuran no dan ns adalah penyederhanaan yang

umum dipakai. Lebih benar tetapi memakan waktu


lebih banyak adalah menjalankan traktor tanpa
beban dan kemudian sambil menyeret beban bentuk
kemudian mendapat nilai no dan so yang
dirata-ratakan.

3.5. Tahanan gelinding


Roda Traktor - 29

•Sebuah roda yang bergerak (ada atau tiadanya gaya


tarik atau gaya rem) akan mengalami slip dan juga
tahanan gelinding (karena roda itu menggelinding).
Yang mempengaruhinya adalah kekerasan alasnya
dan kekerasan roda.
•Sebuah roda keras pada alas yang keras dan rata
mengalami tahanan gelinding yang rendah. Sebuah
roda lunak pada alas keras dan rata akan jelas
mempunyai tahanan gelinding yang lebih tinggi.
•Dalam praktek di tanah-tanah pertanian dimana
alasnya tidak rata, lagi pula masih plastis maupun
elastis akan memberikan gambaran yang berbeda
karena suatu ban yang elastis berkemampuan
menerima ketidak rataan tanah.
Roda Traktor - 30

• Dalam memperbandingkan roda baja dengan ban


karet ternyata bahwa pengaruh kecepatan melebihi
keadaan proportional. Diameter roda harus besar
untuk nilai tahanan gelinding yang rendah.
Roda Traktor - 31

•Selama percobaan-percobaan di atas tidak


disangsikan lagi bahwa terjadi slip. Untuk
persentase slip yang besar kisarannya dalam
literatur terdapat grafik-grafik yang
menghubungkan tahanan gelinding terhadap
koefisien gaya tarik. Untuk kesederhanaan
seringkali digunakan koefisien tahanan gelinding
yang konstan.

Nilai-nilai tahanan gelinding yang didapat dari


pengalaman
Traktor roda empat:
 Tanah berat yang lunak dan basah 0,30-0,40
 Tanah berpasir yang dibajak 0,20-0,30
 Tanah keras untuk kentang 0,10-0,15
 Pasir lepas (bergantung pada profil ban)
0,10-0,30
 Pasir moor (sangat bergantung pada profil ban)
0,13-0,18
 Tanah keras berisi pangkal-pangkal batang ≈ 0,15
 Tanah kering berisi pangkal-pangkal batang
0,05-0,10
 Padang rumput keras 0,05
 Tanah jalan yang keras 0,05
 Jalan aspal beton 0,015
Roda Traktor - 32

 Pada perlindungan terhadap luncur ban pada rantai


penggerak nilainya 5 sampai 15% lebih besar.

Traktor rantai:
 Alas berpasir 0,10-0,15
 Alas basah berlumas 0,10
 Alas kering dan keras 0,06-0,10
•Pengaruh tekanan ban terhadap tahanan gelinding
pada jalan yang lunak maupun keras dapat dilihat
pada gambar-gambar bawah dimana dapat dibaca
penambahan tahanan gelinding (dan pengurangan)
sebagai pengurangan gaya tarik (dan penambahan).
•Kesimpulannya harus berbunyi bahwa pengemudi
traktor harus menyesuaikan tekanan ban terhadap
tanah pertanian atau jalan.

3.6. Lengkung gaya tarik - slip


Roda Traktor - 33

• Sebelumnya telah dibahas secara terpisah beberapa


gejala yang timbul pada roda yang menggelinding
(dibedakan dari berputar yang hanya digunakan
apabila porosnya tidak berpindah tempat).
Pandangan yang lebih luas dapat diperoleh dengan
menggunakan lengkung gaya tarik - slip pada
traktor-traktor yang bergerak. Kurva-kurva itu
menunjukkan kecenderungan naik curam apabila
tanah bertambah keras. Ia dapat diberikan dalam:
A gaya tarik terhadap slip atau sebagai
B koefisien gaya tarik ( ηk,X) - lengkung slip atau
C efisfensi traktor (Σ) - lengkung slip.
• A dan C mudah disetel dan berbentuk serupa karena

untuk C gaya tarik dibagi oleh bobot traktor total.


Untuk B, gaya tarik dibagi dengan beban roda yang
sebenarnya. Cara pengkajian ini sering memberikan
hasil-hasil yang berguna untuk keperluan
perbandingan.
Roda Traktor - 34

Persamaan-persamaan untuk ban


•Dari bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa untuk
meneruskan gaya tarik ban terhadap alas, harus
memenuhi beberapa syarat.
1. tekanan ban harus rendah (≤τs maks)
2. bidang kontak harus luas
3. karkas harus luwes
4. punggungnya harus tinggi (mempertinggi ςn)
5. untuk kestabilan lebar pelek harus besar.
• Apabila ban dengan diameter besar diperbandingkan

dengan ban lebar yang mempunyai bidang sentuh


yang sama luas maka berlaku sebagai berikut:
Perbandingan riil hanya mungkin bila beban
liternya juga sama. Karena diameternya besar, lebih
Roda Traktor - 35

banyak punggung yang mencekam pada waktu


yang bersamaan. Tetapi ban-ban kecil lebih mudah
membersihkannya. Oleh karenanya, pada ban-ban
kecil ditempatkan lebih banyak punggung/satuan
panjang lingkar dan dengan demikian dapat
diperoleh gaya tarik yang lebih besar.
• Sebagai ringkasan: lebih diutamakan adalah ban-ban

kecil dengan diameter besar (karena lebih mudah


lewat diantara tanaman). Apabila diinginkan beban
roda yang lebih besar tanpa melampaui batas yang
tidak diperbolehkan maka ban yang lebih lebar
akan mempertinggi produk dengan cepat menumt:
volume x beban liter.

3.7. Neraca enersi


• Neraca enersi adalah suatu usaha untuk
menunjukkan secara visuil proses yang sedang
berlangsung secara bersamaan. Sehubungan ini
diambil pandangan tentang roda.
• "Neraca enersi" untuk suatu traktor dapat dilihat

disebelah. Yang menonjol terlihat adalah efisiensi


traktor maksimal tidak berimpit dengan keadaan
dimana traktor itu memberikan gaya tarik
maksimal. Kerugian dalam penerusan gaya disini
demi kesederhanaan dianggap naik berbanding
lurus dengan gaya tarik.
•Gambar bawah menunjukkan kenaikan beban di atas
10% dari Ne masih diperbolehkan.
Roda Traktor - 36
Roda Traktor - 37

4. Perlengkapan roda
• Untuk jenis tanah yang tahan beban, peninggian ςn

secara menyolok memperbesar nilai τs. Makin


elastis dan plastis suatu macam tanah, makin
sedikit sifat itu dapat dimanfaatkan. Dicari suatu
usaha untuk memperbesar δn dengan memperbesar
beban roda, dimana tanah sebenarnya dikurung
dalam "kotak-kotak". Makin besar elastis dan
plastis sifat tanah, makin besar kotak-kotak itu
seharusnya.
Roda Traktor - 38

Peninggian beban roda diperoleh dengan:


1. Penggantungan pemberat-pemberat roda
2. Pengisian ban
3. Pemanfaatan pemberat-pemberat dan gaya pada
alat-alat tarik yang digantungkan pada susunan
tiga titik gandeng.
4. Penempatan gaya letak batang penarik pada
gerobak-tarik 2 roda pada kait penarik.

4.1. Pemberat roda


•Pemberat roda yang terbuat dari besi tuang
diutamakan berbobot 200 - 250 N dan dapat
dikerjakan oleh satu orang. Pemberat itu dapat
ditaruh dalam atau di luar roda (turut berputar, pada
selongsong poros di atas atau dibawahnya atau
dimuka roda).
•Meskipun pemberat roda banyak digunakan tetapi
termasuk suatu keberatan karena mempertinggi
momen kelembanannya sehingga mengurangi
secara jelas daya rem pada waktu mengerem.

4.2. Pengisian air


• Air di dalam ban merupakan cara murah tetapi juga
intensif kerja untuk meninggikan beban roda
terutama pada roda-roda besar. Ban-ban itu diisi
hingga 75 - 80% untuk dapat memungkinkan
elastisitasnya. Contoh: Untuk ban ukuran 11 - 28
diisi 125 1 air (≅ 1250 N).
Roda Traktor - 39

• Apabila sebagai obat anti beku dicampur dalam air


dalam bentuk chlorkalium (Ca C12 6 H2O) atau
chlormagnesium (Mg Cl, 6 H2O) maka untuk
pengisian 75 - 80% diperhitungkan 1100 N air +
400 N antibeku atau kenaikan beban roda 1500 N.

•Dengan alat pengisi khusus dimungkinkan selama


pengisian air, udara dapat dikeluarkan (1ihat posisi
pada gambar). Atau setelah roda diputar 180o, air
dapat ditekan keluar dengan memasukkan udara
pada pipa yang seharusnya dilalui air.
•Dengan pengisian air maka kemungkinan
"mengurut secara luwes" dari ban dan
punggung-punggungnya menjadi berkurang. (ad. 3
dan 4; lihat pada susunan pengangkat).
Roda Traktor - 40

4.3. Perlengkapan lain-lain

•Keadaan tanah yang sering dijumpai adalah suatu


tanah yang tahan beban dan dilapisi pelumas.
Cakupan, gigi-gigi, pen-pen, rantal dan lain-lain
dapat melalui lapisan pelumas ini dan mencekam
pada tanah tahan tekan ini.
• Bentuk pembuatannya terkenal dan masih dipakai.

Sejak dahulu dikenal roda baja yang dilengkapi


dengan gigi tiga. Roda-roda itu telah dipakai
sebelum roda berisi angin untuk pertanian ada di
pasaran.
• Bentuk nok segitiga memberikan kerja penggalian

yang minimal. Karangan gigi dibuat bergeser satu


sama lain agar sentakan ditahan serendah mungkin.

Roda tangga dengan penggaruk.


•Roda jenis ini dapat dipasangkan sebagai penambah
atau pengganti roda belakang traktor. Dengan
bentuk penggaruk yang miring dapat dihindarkan
efek gali. Transpor dijalan dimungkinkan dengan
penempatan simpai (koop).
• Penggaruk yang "dapat dilipat". Bentuk ini sering

dipakai pada pertanaman padi.


• Penggaruk yang "dapat disodorkan".
Roda Traktor - 41

Rantai
•Karena seringkali terdapat bagian-bagian rantai pada
sisi-sisi ban, kegunaan sisi ini juga untuk
meneruskan gaya-gaya. Dibandingkan dengan ban
licin, rantai dapat menambah 20% dari gaya tarik
semula.
• Pada bentuk rantai yang khusus, penggaruk-
penggaruk ini berengsel pada keliling roda. Oleh
karenanya sisi penggaruk itu dapat tegak masuk
(kerja gali minimal). Oleh hal-hal tersebut di atas
akan sedikit mungkin terjadi penggalian tanah.
•Demikian pula tahanan gelinding besar dan makin
besar bila jumlah penggaruk sedikit.

• Cara-cara untuk mengurangi pm


(atau memperluas bidang
sentuh F).

Roda sangkar
Roda Traktor - 42

•Ini dibuat dari pipa atau profil sudut.


Batang-batangnya dapat sejajar dengan atau
membuat sudut (bentuk sekrup) dengan garis
sumbu dari poros roda. Bentuk terakhir lebih tidak
memberikan sentakan karena lebih banyak batang
lintang yang mencengkeram pada suatu waktu.
•Dalam kegiatan permulaan musim semi tanah
dikerjakan dengan nilai pi yang rendah. Untuk
transpor dijalan pi dipertinggi, sehingga, diameter
ban menjadi agak besar dan roda sangkar tidak
bersentuhan dengan jalan. Roda sangkar dapat
dipakai penghilang jejak bila dipakai kedua
kalinya.

Ulat salju
•Ban ulat, terdiri dari dua kanvas sejajar yang
diperkuat dengan karet yang dihubungkan oleh
strip-strip baja yang melengkung. Ia dapat dipasang
sebagai roda penyangga.
•Bentuk rantai seperti terlihat pada gambar tidak
cocok untuk gaya tarik (7) yang besar. Sangat
Roda Traktor - 43

terkenal adalah yang dipakai pada polder dan


daerah berawa yaitu BM Bamse, yang
dikembangkan untuk bekerja di atas salju dan
dilengkapi dengan ban ulat.

Ban-ban belakang yang dipasang rangkap


•Disini lebih banyak kemungkinannya dari
contoh-contoh terdahulu. Karena dicari cara
penurunan pm maka dengan konstruksi itu bidang
sentuh bertambah luas secara menyolok. Lagi pula
keempat roda itu berkemampuan meninggikan gaya
tarik. Gaya pikul ban-ban dengan pemasangan
dobel hampir tidak pernah dimanfaatkan.

4.4. Penggerak 4-roda (4-wheel drive; All Rad Antrieb)


• Untuk mencari cara agar traktor dapat melakukan
gaya tarik besar pada tanah-tanah yang tidak tahan
Roda Traktor - 44

beban maka orang memakai penggerak empat roda.


Dengan demikian traktor 4-WD menembus pasaran
yang sebenarnya hanya diperuntukkan traktor roda
ulat.
•Usaha pertama untuk mengintroduksikan traktor
4-WD dalam bidang pertanian adalah terutama
membuat poros muka yang tergandeng mesin yang
dalam keadaan normal poros roda muka itu bebas
jalannya. Meskipun roda mukanya berban ulat
juga, tetapi diameternya tetap sama, juga pembagi
beban poros tidak menyimpang dari semula.
• Selama melakukan gaya tarik pada tanah tahan
beban, pembagian beban poros dinamis dapat
sedemikian hingga praktis bobot total traktor
ditumpu oleh poros roda belakang. Dalam hal itu
disangsikan apakah tidak lebih baik seperti pada
traktor tanpa penggerak empat roda dengan
menempatkan pemberat-pemberat yang murah pada
bagian depan. Penggunaan poros muka yang
tergandeng sangat baik bila keadaan tanah tidak
menguntungkan. Juga dianjurkan dengan
pemakaian kait tarik yang rendah posisinya.
•Penggandengan poros roda muka dapat dibebaskan.
Hal ini perlu, tidak hanya apabila keadaan tanah
baik hingga pemakaian 4-WD tidak dibutuhkan,
tetapi juga untuk menghindari gejala-gejala
sampingan yang bisa, menggangu.
•Meskipun telah diusahakan agar kecepatan keliling
dari roda belakang dan muka tidak banyak berbeda,
Roda Traktor - 45

namun masih selalu terdapat perbedaan itu dalam


batas-batas yang dapat diterima. Pada jalan yang
keras dikhawatirkan timbulnya gejala "axle wind
up" bila dipasang pada 4-WD.
•Tegangan yang terjadi pada poros antara dan roda
gigi makin besar sampai rodanya mulai slip
(terjadinya keausan ban) atau akibat tegangan itu
suku cadang akan patah.
•Untuk menghindari hal yang terakhir dipasangkan
suatu kopeling moment maksimal. Dalam beberapa
hal dengan sengaja dipilih perbedaan kecepatan
lingkar antara roda muka dan belakang. Roda muka
yang tergandeng mendapatkan jejak muka sebesar
4 - 5 %. Dengan demikian pengemudian traktor
akan dipermudah dan roda muka akan slip lebih
dulu untuk kemudian baru 100% gaya tarik
diteruskan ke roda belakang (mengemudi dengan
rem-rem roda).
•Dalam hal dimana terdapat jejak muka, kadang--
kadang juga dipakai apa yang disebut overrun
clutch . (Pada gandengan yang digerakkan lewat
pto, poros gandengan agar slip lebih dahulu. Poros
ini mendapat jejak muka sampai 12 %).
•Sebagai kerugian dari poros penggandeng adalah
kurangnya kebebasan kolong di bawah differensial.
Dengan pengadaan reduksi kecepatan pada roda
maka momenmomen pada poros dan roda gigi bisa
sangat dikurangi sehingga ukurannya bisa kecil.
Roda Traktor - 46

•Dengan demikian dimungkinkan konstruksi portal


(Fiat). Bila reduksi ini dilaksanakan sebagal set
roda gigi planeter, maka ketinggian letak garis
sumbu poros sama dengan poros roda. Karena
differensialnya kecil maka masih dimungkinkan
kebebasan kolong (Same).
•Belarus MT3 mengkonstruksi poros muka
tergandeng yang manis tapi mungkin mahal
mengikuti model portal dimana roda-rodanya
mengeper secara bebas satu sama lain. Kebebasan
kolong sangat besar.

•Apabila dikehendaki suatu pembagian beban poros


dinamis sebesar.50/50 untuk penerapan besar roda
belakang dan muka yang sama, harus dibuat
pembagian beban poros statis sedemikian hingga
lebih dari separuh bobot traktor menekan poros
muka. Pembagian yang dapat dianjurkan adalah:
60% poros muka, 40% poros belakang (Muir Hill,
12 pk, 68,5% poros muka, 31,5% poros belakang,
43800 N).
Roda Traktor - 47

• Penawaran Ford-Country didasarkan pada


pemakaian komponen-komponen Ford. Untuk
menjamin kebebasan kolong maka roda muka
secara terpisah digerakkan melalui poros yang
melalui mesin jalannya. Tetapi simpangan roda
kemudi menjadi tidak sebesar dari apa yang
diharapkan.

•Pemutaran dengan diameter kecil harus dilaksanakan


dengan perantaraan rem kemudi. Dipasaran banyak
ditawarkan jenis-jenis yang bertitik berat rendah
dan dikombinasi dengan kebebasan kolong yang
baik. Pada yang mempunyai daya besar, komponen
pabrik yang dapat digunakan agak kurang tersedia.
Disini menyusul perkembangan traktor pertanian,
yang berasal dari mesin pemindah tanah yaitu
mesin dengan pengemudian engsel (suatu
kecenderungan yang juga terlihat pada
perkembangan traktor tandem).
•Pada pengemudian engsel dimungkinkan
penempatan pengemudi pada tempat yang lebih
tepat secara teori. Ada suatu titik mengapa suatu
Roda Traktor - 48

traktor berputar (lihat bab pengemudian).


Pembagian momen pada poros muka dan belakang
dalam hubungan ketergan tungannya pada gaya
tarik total dapat dilihat pada gambar tersebut.

• PM Pemblokiran differensial dapat digunakan


sebagai pasangan roda dengan membuat slip yang
berbeda antara tekanan roda.

4.5. Rantai ulat


Rantai ulat yang ditambahkan (tipe Roadless)
• Rantai ulat ini baik konstruksi maupun kekuatannya

menyamai traktor ulat. Kemungkinan


pengengselannya dibatasi oleh suatu penghubung.
Karenanya bentuk rantai yang tegang merupakan
bagian dari lingkaran (ø= 6 m). Nilai pm = 2 - 3
Roda Traktor - 49

N/cm2. Konstruksi ini cocok untuk gaya-gaya tarik


yang besar.

Kendaraan berantai ulat


• Sebuah kendaraan dapat mempunyai pm sangat
rendah dan gaya tarik sangat tinggi hanya kalau
memakai rantai ulat yang mahal pemeliharaannya.
Akibat bidang sentuh yang besar maka T = F x s
sangat besar. Dari sketsa ternyata timbul suatu
teori mengenai penyobekan bagian tanah yang
terkurung dalam bentuk kotak.
• Konsekwensi dari penalaran teori ini menjurus
kepada konstruksi ulat yang lebih tinggi (sirip)
setiap 3 a 5 ulat (sisir) lain. Dalam hal ini bidang
sobekan selalu lebih besar dari pada konstruksi
yang tergambar. Bekerja dengan sisir yang tidak
sama tinggi menimbulkan hal yang kurang enak
pada tanah-tanah yang keras.
Roda Traktor - 50

4.6. Penyetelan lebar jejak


•Apabila poros dilengkapi dengan spi dan napnya
dengan jalur spi, dapat dipilih setiap nilai antara
minimum dan maksimum. Penyetelan dapat lebih
disederhanakan apabila poros masih dilengkapi
dengan penonjolan dan dalam nap terdapat sebuah
roda pinion. Juga masih dapat disetel pada setiap
ukuran (dalam batas-batas tertentu) suatu
konstruksi dimana dibagian dalam dari pelek
diadakan 4 lekukan berbentuk spiral. Setelah
mur-mur kelem dilepas, roda dapat disetel dengan
memasukkan pada suatu persnelling.
•Lebih sederhana dan murah bila penyetelan secara
bertahap dilakukan dengan memutar keping roda
atau kemungkinan lain dengan menempatkan
beberapa nok pada bagian dalam dari pelek.
Nok-nok ini dapat asimetris penempatannya
terhadap garis sumbu yang melalui tengah-tengah
pelek. Kemungkinan penyetelan ini diterapkan
dimana lebar jejak dapat disesuaikan dengan jarak
tanam (dinormalisir) yang berbentuk baris.
Roda Traktor - 51

•Apabila e = 57,5 mm maka dengan pemutaran roda


akan menyebabkan penyetelan sebesar 10 + 2 x
57,5 = 125 mm (dua roda diputar menjadi 250
mm). Penyetelan roda muka terjadi secara umum
dengan pemanjangan/pemendekan as pikul, yang
secara engsel terikat pada bagian depan frame (atau
mesin). Dengan bentuk pipa maka setiap jarak yang
diinginkan dapat dicapai. Apabila as pikul dikelem
tersusun pada balok maka penyetelan dilakukan
bertahap. Yang diterapkan adalah geometri kemudi
lihat pada pengemudian).
Roda Traktor - 52