Anda di halaman 1dari 17

Transmisi Traktot - 1

TRANMISI TRAKTOR

1. Penerusan daya dari mesin ke roda belakang


• Berikut ini akan diuraikan kopeling, bak pelambat
(bak persneling), diferensial, reduksi akhir dan
poros cabang.

Penerusan roda gila (fly wheel) ke roda belakang

• Pada traktor roda dijumpai kopling kering tunggal


untuk meneruskan hubungan mesin dengan bak
persneling.
• Tipe kopeling yang sama juga dipakai untuk
memisahkan dari poros cabang untuk waktu
singkat.
• Dalam hal ini terdapat dua buah pelat (keping)
kering pada traktor yang seringkali berbentuk satu
unit.
Transmisi Traktot - 2

• Untuk pemisahan yang lama dari pto dari


pemblokiran diferensial sering dimanfaatkan
kopeling cengkeram.
• Kopeling plat berganda (biasanya basah) dipakai
pada kopeling mesin dan kemudi dari traktor
berban ulat.

2. Kopeling
• Pada kebanyakan pelat kopeling kering tunggal,
pelat tekan ditekan pada roda gila melalui
pegas-pegas.
• Antara pelat tekan roda gila, pelat kopeling itu
dikelem (akibat tekanan pegas).
• Untuk melepaskan hubungan dipakai suatu batang
ungkit yang menekan ring tekan (berbentuk
kollager atau cicin arang) ke arah roda gila pada
mana pelat tekan digerakkan terhadap pegas tekan
sehingga pelat kopeling dapat bebas bergerak.
• Gaya yang arahnya sepanjang poros engkol hanya
boleh sebentar saja diadakan karena bantalan aksial
yang kurang cukup kuat dan kemungkinan
pembebanan yang rendah saja pada ujung batang
ungkit (lidah).
• Material gesekan pada pelat kopeling disebut
Ferodo, terdiri dari campuran serat asbes dan kawat
tembaga merah yang diikat oleh bahan pengikat.
Transmisi Traktot - 3

• Pelat Ferodo yang terhadap baja mempunyai


koefitien gesekan ∼ 0, 3 dilekatkan memakai paku
keling aluminium.
• Kopeling traktor diperhitungkan pada (1,75 – 2,00)
x momen putar mesin. Persamaan yang dipakai:
Mk = 2/3 (R3 – r3) p µ (n + 1) kg.cm
dimana Mk = momen kopeling dalam kg.cm
:
R = φ luar dalam cm
r = φ dalam cm. r = 0,65 R
µ = koefisien gesekan (∼ 0,3)
p = takanan bidang dalam kg/cm2 1 a 2 kg/cm2
N = jumlah keping kopeling (2 bidang gesekan,
jadi n + 1).
Kopeling ganda
• Cara pemakaian peralatan yang digandengkan pada
traktor pertanian mengharuskan pertama-tama
peralatannya yang bergerak dulu baru mulai
kendaraannya.
• Sebaliknya, pemberhentian dulu baru peralatannya
dihentikan.
• Penyelesaiannya adalah penggunaan kopeling
ganda yang dikendalikan oleh pedal kaki.
• Kopeling yang dalam waktu lama tetap harus
terpisah perlu dilengkapi dengan alat "overcenter".
Transmisi Traktot - 4

• Dengan demikian dapat dihindari tekanan oleh


gaya aksial secara terus menerus pada poros engkol
dan cincin tekan.
• Kopeling yang sering dipergunakan atau dalam
jangka lama dalam keadaan tersambung sebagian
(selip) 1ebih baik mempergunakan kopeling
berpelat ganda atau bila terendam minyak sebagai
pelat kopeling basah berpelat ganda.
• Permukaan yang luas, gesekan yang kurang dan
penadinginan oleh minyak menghindarkan
terbakarnya kopeling pada keadaan pemakaian
yang ekstrim. Jenis kopeling ini digunakan dalam
kopeling kemudi dan traktor roda ulat.
• Kopeling cairan, menggunakan penambahan
putaran mesin untuk menggabungkan mesin
dengan roda. Pada putaran mesin stasioner (idle),
poros yang menuju ke bak persneling tidak
bergerak. Permulaan kopeling (penggandengan)
berjalan tanpa sentakan dan karenanya penterapan
pada traktor-traktor besar menarik.
• Masih selalu timbul kerugian kecil (2 a 3%). Juga
putaran poros pembawa selalu lebih tinggi dari
pada poros yang dibawa.
Transmisi Traktot - 5

3. Bak persneling
Persamaan daya berbunyi:
Transmisi Traktot - 6

Pe . π .D 2 .S.n.Z
Ne = 4
60 .75 .( 2)
pk apabila Pe diperlakuan sebagai

konstanta
60.75.(2).Ne
Pe =
π .D 2 .S.n.Z
4
• Untuk mesin tertentu berlaku Pe = C Nen dimana C
adalah konstanta.
• Kopel mesin ini adalah hasil kali gaya K pada
lengan L (kopel = L x K kg.m). Kopel ini pada n
putaran/menit menghasilkan daya Ne.
2.π.K.L.n
Ne =
60 .75

60 .75 Ne Ne
K.L = K.L = 716 ,2
2 n n

Ne
Kopel = C'
n (disini konstanta C' = 716,2)

• Pada anggapan yang disederhanakan, Ne harusnya


garis lurus yang melalui titik awal (N = 0 dan n =
0). Tetapi kenyataanya terjadi penyimpangan.
• Dengan memperhitungkan tidak liniernya
hubungan antara N dengan n dapat dikatakan
bahwa bentuk lengkung kopel adalah sama.
• Untuk mesin traktor agak menarik bahwa dalam
batas-batas daya yang tersedia, setiap kecepatan
dapat digunakan selama selip roda (maksimum P)
dan kecepatan maks. Yang diperkenankan dijalan
(maksimum V) masih membolehkan.
P.V
Ne =
270
Transmisi Traktot - 7

kalau Ne daya dalam p.k.,


P gaya dalam kg,
V kecepatan dalam
kg/jam

• Dilihat dari segi efisiensi, P1, P2, dan K adalah


besaran-besaran yang bernilai-sama.
• Pengganti garis lurus harusnya Pe atau lengkung
kopel digambarkan dalam skala.
• Selisih antara P1dan P2 perlu dijembatani dengan

pemakaian roda gigi.


• Makin banyak adanya kombinasi roda gigi makin
besar daerah permukaan antara hyperbola dan
silang poros yang dapat dicapai.
• Batas-batasnya ditentukan berdasarkan pemikiran
praktis (segi keuangan).
Transmisi Traktot - 8

• Ada traktor-traktor yang dibangun dengan 18


kombinasi penerusan roda gigi maju (3 kombinasi
mundur).
• Roda gigi atau cengkeram digeser oleh garpu yang
terletak mencengkeram alur roda gigi. "Garpu'
sendiri meluncur melalui apa yang disebut poros
alur-peluncur (sliding sleeve).
• Apabila dibelakang bak ini ditempatkan bak kedua
dengan 2 kemungkinan kombinasi roda gigi
(dengan 3 kemungkinan kombinasi roda gigi) maka
berganda (lipat tiga) jumlah kemungkinannya.
• Penghematan waktu yang besar diperoleh dengan
jalan pemakaian lambang dalam menggambarkan
dan menjelaskan.
Transmisi Traktot - 9

Pemindahan gigi dengan beban


• Bak-bak persaeling yang sampai kini dibahas hanya
mungkin dipindahkan gigignya dalam keadaan
diam (dengan menggunakan kopling hidraulik
dapat dipindahkan gigi meskipun terbatas).
• Karenanya diperlukan perbandingan penerusan
gaya yang sekali telah dipilih, apabila traktor itu
bergerak dengan kecepatan awal karena bebannya
akan nyata berkurang atau bertambah.
• Dengan mengganti satu atau lebih kombinasi roda
gigi dengan satuan planeter dapat direalisasi
penyelesaian yang sangat bermanfaat.
• Suatu satuan planeter mempunyai tiga
kemungkinan perbandingan penerusan (satu
diantaranya mundur).
• Yang menarik adalah bahwa pemilihan
perbandingan penerusan dengan menghentikan
tromol rem (ban rem) atau melepaskannya.
• Dengan demikian dimungkinkan memindah gigi
tanpa menimbulkan sentakan yang berarti.
Transmisi Traktot - 10
Transmisi Traktot - 11

• Apabila dipakai lebih banyak satuan planeter, maka


dapat disambungkan beberapa (mungkin semua)
perlambatan dengan pembebanan.
• Bak perlambat (persneling) yang hingga kini
dibahas dapat dengan pemindahan gigi secara
bertahap.
• Sesuatu yang ideal adalah apabila dapat terjadi

tanpa tahapan. Cara perlambatan ini berbentuk


suatu pengenaan setiap titik antara hyperbola
dengan poros dari silang poros.
• Perkembangan pemindahan secara hidraulis
dibedakan antara hydrokinetis dan hydrostatis.
• Untuk jenis persneling hydrokinetis seringkali
dinamakan torque converter.
Transmisi Traktot - 12

Torque Converter
• Praktis seperti pada pembatasan atas suatu cairan
dimungkinkan pelaksanaan perbandingan
persneling dengan perantaraan alran minyak secara
Transmisi Traktot - 13

otomatis. Kopelnya dapat diperbesar kira-kira 4,5


kali.
• Pada Torque Converter dimungkinkan kerjanya

sebagai kopling cairan.


• Keberatan-keberatan yang dapat terjadi juga sama
seperti pada kopling cairan. N.I berendemen buruk
di luar daerah kerja dan selip.
• Cara penerusan (persneling) ini banyak dipakai
pada mesin-mesin pemindah tanah.
• Kerjanya yang tanpa sentakan dan penyesuaian
otomatis pada keadaan pekerjaan sekitarnya
menyebabkan efisiensi yang burukpun masih bisa
diterima dalam bidang penerapan ini.

• Penerusan gaya secara hydrostatis makin banyak


digunakan pada traktor-traktor pertanian yang
besar-besar.
• Meskipun efisiensi persneling bada seluruh bidang
beban tidak begiti menguntungkan dibanding
persneling roda gigi tetapi lebih baik dari
penerusan gaya hidrokinetis.
Transmisi Traktot - 14

• Diharapkan efisiensi akan makin tinggi mengingat


penggunaan secara hidrostatis makin meluas.
• Usaha terkenal di masa lalu adalah realisai
persneling hidrostatis oleh N.I.A.E. Disini
digunakan pompa plunger ganda aksial yang dapat
membengkok dan padanya ditempatkan motor
minyak berbentuk bintang yang kemudian
menggerakan roda.
• Bak roda gigi disini sudah tidak diperlukan
demikian pula bak diferensial.
• Meskipun berdasarkan pertimbangan hidraulik-
minyak mungkin penterapannya lebih didahulukan,
tetapi telah jelas sekarang bahwa perkembangan
sekarang tertuju kepada penerusan gaya melalui
pompa dan motor yang mengambil alih pekerjaan
bak persneling (Diferensial masih tetap
diperlukan).
• Perkembangan ini terutama ditunjang oleh
pertimbangan tekis produksi. Pabrik-pabrik traktor
dalam hal ini harus bekerja sama dengan pabrik
penerusan gaya hidraulis, misalnya IHC dengan
Sundstrand; Eicher dengan Dowty ("Taurodyne");
Guldner, Lucas.
• Dalam pemberian bentuk masih diinginkan adanya
sebuah bak persneling (biasanya berbandingan 2
gigi).
Transmisi Traktot - 15
Transmisi Traktot - 16

• Pada waktu membuat tikungan, jari-jari guling dari


roda dalam akan lebih kecil daripada roda luar.
Transmisi Traktot - 17

Oleh karenanya putaran roda dalamnyapun akan


lebih sedikit dari pada roda luar.
• Diferensial memungkinkan untuk meneruskan

gayapada kedua roda tanpa pelepasan dan pula


secara otomatis mengatur selisih kecepatan
antara roda luar dan dalam.
• Gaya keliling yang diteruskan sama dengan dua
kali gaya keliling roda yang berpijak paling kecil.
• Apabila salah satu roda selip maka gaya keliling

total 2 x 0 = 0. Untuk dalam situasi yang sulit ini


masih dapat berjalan terus maka pada traktor
disediakan pemblokiran diferensial.

4. Rem
• Dalam sistem pengereman terdapat jenis tromol
rem dengan segmen dalam yang memuai dan jenis
rem keping.
• Traktor yang setelah melalui diferensial masih
mempunyai perlambatan (reduksi) maka rem harus
berada pada poros yang berputar cepat. Ini akan
membuat bentuknya tak terlalu besar dan terhindar
dari kotoran.