Anda di halaman 1dari 6

II..

RESEPTOR HORMON
Konsentasi hormon dalam cairan ekstrasel sangat rendah berkisar 10-15 –10-9. Sel target
harus membedakan antara berbagai hormon dengan konsentrasi yang kecil, juga antar
hormon dengan molekul lain.Derjad pembeda dilakukan oleh molekul pengenal yangterikat
pada sel target disebut Reseptor
→Reseptor Hormon: Molekul pengenal spesifik dari sel tempat hormon berikatan sebelum
memulai efek biologiknya
Umumnya pengikatan Hormon Reseptor ini bersifat reversibel dan nonkovalen
Reseptor hormon bisa terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun
intraselluler.
Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan
senyawa yang disebut sebagai second messenger (hormon sendiri dianggap sebagai first
messenger)
Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor spesifiknya pada sel-sel target,
maka peristiwa-peristiwa komunikasi intraseluler dimulai.Hal ini dapat melibatkan reaksi
modifikasi seperti fosforilasi dan dapat mempunyai pengaruh pada ekspresi gen dan kadar
ion. Peristiwa-peristiwa ini hanya memerlukan dilepaskannya zat-zat pengatur
II.1.Struktur Reseptor Hormon
Setiap reseptor hormon mempunyai sedikitnya dua daerah domain fungsional yaitu :
1. Domain pengenal akan mengikat hormon 2. Regio skunder menghasilkan (tranduksi)
signal yang merangkaikan pengaturan
beberapa fungsi intrasel
Reseptor hormon Steroid dan Thyroid membentuk suatu superfamili yang besar dari
faktor transkripsi. Disini termasuk juga reseptor untuk vitamin D dan Asam retinoid.
Reseptor untuk hormon Glukokortikoid mempunyai beberapa domain
fungsionalyaitu:
1. Regio pengikat hormon dalam bagian terminal karboksil
2. Regio pengikatan DNA yang berdekatan
3. Sedikitnya dua regio yang mengaktifkan transkripsi gen
4. Sedikitnya dua regio yang bertanggung jawab atas translokasi reseptor dari
sitoplasma ke nukleus
5. Regio yang mengikat protein renjatan panas tanpa adanya ligand

( Gambar 2)
©

Reseptor Insulin berupa heterotetramer (α2β2) terikat lewat ikatan disulfida yang
multipel :

- Subunit ekstramembran akan mengikat insulin

- Subunit perentang membran akan mentransduksi sinyal yang mungkin terjadi lewat
komponen tirosin kinase pada bagian sitoplasmik polipeptida ini

Reseptor IGF, EGF , LDL, umumnya serupa dengan dengan reseptor insulin
ini.Reseptor untuk ANF yang memiliki aktifitas guanilil siklase juga termasuk
dalam kelas ini.
©2004 Digitized by USU digital library 4
Reseptor hormon polipeptida yang mentransduksikan sinyal melalui pengubahan kecepatan
produksi cAMP ditandai dengan adanya tujuh buah domain yang merentangkan membran
plasma
Taabbeell 11..KKllaassiiffiikkaassii HHoorrmmoonn BBeerrddaassaarr LLookkaassii
RReesseeppttoorr HHoorrmmoonn
Golongan I Golongan II

Reseptor Intraseluler Membran plasma

Tipe Steroid,Yodotironin,Kalsitriol,Retinoid Polipeptida,Protein,Glikoprotein

Solubilitas Lipofilik/Hidrofobik Hidrofilik/Lipofobik

Protein Ada Tidak ada

pengangkut

Usia Panjang (Berjam-jam/berhari-hari) Pendek (menit)

paruh

Mediator Kompleks hormon Reseptor Second messenger berupa :

cAMP,cGMP,Ca2+,

Fosfotidilinosi-

tol, Lintasan Kinase

IV. Kelompok Hormon yang Berikatan dengan Reseptor Permukaan Sel


Kelompok hormon ini terdiri dari hormon-hormon yang bersifat larut dalam air dan
terikat pada membran plasma sel sasaran. Hormon-hormon ini akan berkomunikasi dengan
proses meabolisme intraselluler melalui senyawa yang disebut sebagai second
messenger.Konsep second messenger timbul dari pengamatan Earl Sutherland dan rekan-
rekan,bahwa Epineprin terikat pada membran plasma eritrosit burung merpati dan
meningkatkan cAMP.Diikuti oleh berbagai macam percobaan ditemukan bahwa cAMP
ternyata mengantarai efek metabolik banyak hormon.

Senyawa second messenger yang diaktivasi oleh pengikatan antara hormon dengan
reseptor spesifiknya di membran plasma didata dalam tabel di bawah ini

22..CCoonnttoohh--ccoonnttoohh sseeccoonndd mmeesssseennggeerr


uunnttuukk bbeerrbbaaggaaii hhoorrmmo
tteemcAMP PPeerraannggssaannggaann:: aaddrreenneerrggiikk ,, GGRRHH,,
PPrroossttaaggllaannddiinn((EE,,DDddaann II)),,GGlluukkaaggoonn,,
VVaassoopprreessiinn,, LLHH,,FFSSHH,, TTSSHH,, CCGG,, AACCTTHH,, PPTTHH β
Penghambatan: adrenergik α2, Opiod, Somatostatin,

Asetilkolin(muskarinik),Dopamin

Fosfotidilinositol, adrenergic α1,GnRH, TRH, Dopamin,


PGF2α, TXA2, Endoperokside,

Ca2+ Leukotrien, Vasopresin, Bradikinin, Asetilkolin,Endotelin,

PTH

Tirosin Kinase Insulin, Makrofage-coloni stimulating faktor(M-


CSF), platelet derived

growth faktor(PDGF)

cGMP Endothelium-derived releasing factor (EDRF),ANF, Asetilkolin

IIVV..11.. ccAAMMPP SSEEBBAAGGAAII SSEECCOONNDD MMEESSSSEENNGGEERR


cAMP merupakan second messenger yang dibentuk dari senyawa ATP oleh kerja
enzim Adenilat Siklase dengan adanya Mg2+ yang membentuk suatu kompleks dengan ATP
untuk bertindak sebagai substrat untuk reaksi.
Mg2+
ATP cAMP + PPi + H+
Adenilat siklase
cAMP mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses kerja sejumlah
hormon.Epineprin meningkatkan kadar cAMP yang tinggi di dalam sel-sel otot dan
perubahan yang relatif kecil dalam sel-sel hati
©

MEKANISME KERJA HORMON

1. Reseptor Intrasel (didalam sel)


Bagi hormon steroid, maka akan sangat mudah melewati membran sel karena larut
lemak. Sehingga reseptornya terdapat dalam sitoplasma ataupun nukleus.
Komplek Hormon Reseptor akan berikatan dengan DNA melalui Hormone Response
Element. Sehingga menimbulkan sintesis protein dan efek fisiologis.

2. Reseptor Membran Sel


Hormon yang larut air (peptida), reseptornya terdapat di membran sel dan biasanya
menggunakan second messenger.
- Reseptor Hormon Terkait-Kanal Ion. Jika hormon melekat pada reseptornya dapat
membuka kanal ion sel. misalnya asetilkolin
- Reseptor menggunakan second messenger. Second messenger dapat berupa cAMP,
cGMP (mekanismenya sama dengan cAMP), Fosfatidilinositol dengan kalsium-
kalmodulin, rangkaian protein kinase atau lintasan fosfat. Baiklah akan kita bahas satu
persatu..!

cAMP-adenilil siklase

cAMP (AMP siklus) berasal dari ATP lewat kerja enzim adenilil siklase. Aktivasi adenilil siklase
diperantarai protein G-bergantung GTP : alpha, beta, gamma (gimana sih buat simbol ini klo
pake HTML).
Ketika hormon terikat pada reseptor, akan terjadi
perubahan konfrontasi reseptor sehingga mengaktifkan protein G untuk melekat pada adenilil
siklase melaui energi GTP (lihat gambar). Akibatnya terbentuk cAMP dan mengaktifkan protein
kinase. Protein Kinase ini akan mengkatalis reaksi Protein + ATP yang menyebabkan efek
fisiologi.

Kalsium, Fosfatidilinositol

Disini protein G mengaktifkan Fosfolipase C


sehingga mengubah PIP2 (Fosfatidilinisitol bifosfat) menjadi IP3 (inositol trifosfat) dan DAG
(diasilgliserol).
IP3 memobilisasi Ca2+ dari Retikulum Sarkoplasma dan kemudian memiliki efek second
messengernya sendiri untuk kontraksi otot polos atau membantu mengaktifkan protein kinase.

DAG berfungsi untuk mengaktifkan protein kinase sehingga menimbulkan respon sel seperti
pada cAMP-adenilil siklase.

Rangkaian Protein Kinase atau Lintasan Fosfat

Mekanisme kali ini merupakan gabungan Reseptor


Intrasel dengan Fosfatidilinositol. Reseptor akan membuat fosforilasi JAK2 (tirosin kinase dari
famili janus kinase). Kemudian JAK2 teraktivasi dan menyebabkan aktifasi enzim dan
menginduksi STAT(signal transducer and activator of transcription).

Aktifasi enzim terutama protein kinase dan fosfatidilinositol 3-kinase yang menyebabkan efek
fisiologis.

STAT menyebabkan sintesis protein.

REFERENSI
1. Guyton, C. Arthur. 2008. Fisiologi Kedokteran Ed. 11. Jakarta:EGC
2. Murray, Robert K. 2003. Biokimia Harper Ed. 25.Jakarta: EGC
Posted by Sugartomat at 3:05 PM
Labels: Artikel Kedokteran
http://sugartomat.blogspot.com/2009/02/endokrin-secara-umum.html