P. 1
MR Edisi 237

MR Edisi 237

|Views: 602|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on May 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2012

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977 08787 66 999 09

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 3
Kabupaten Singkep Harga Mati

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 9
PTN Tidak Boleh Tolak Mahasiswa Miskin

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 237 Tahun XI, 10 - 17 Mei 2011

Bangsa

Hal. 10
Tak Pnya IMB Bangunan Ditolak Warga

Harga Rp. 4.000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Kotbah Tak Cukup Cegah Radikalisme
Langkah mencegah radikalisme tidak hanya cukup dengan kotbah, sebab para pelaku radikalisme memiliki pola pikir yang (Hal 2)

Pemerintah Gamang Terapkan Pembatasan BBM
Pemerintah gamang untuk menerapkan subsidi BBM yang tepat sasaran. Kebijakan tersebut harus menerapkan (Hal 5)

Pemerintah Akan Naikkan NJOPTKP-PBB 100 Persen
Arifinto

Jakarta,(MR) Pemerintah menaikkan nilai jual objek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 100 persen yang akan mulai berlaku 1 Januari 2012. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu(4/5), menyebutkan, pemerintah menetapkan penyesuaian NJOPTKP-PBB melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.03/2011 tanggal 4 April 2011. baca hal 23

Pemerintah segera Cairkan Dana Pengganti “Puso”
Pemilukada Ulang Tebo Telan Dana 3,6 Milyar
Muara Tebo,(MR) Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan KPUD Tebo melakukan pemungutan suara ulang pemilihan Bupati dan wakil Bupati Tebo akhirnya ditetapkan oleh KPUD Tebo pada Pleno Kamis (28/04) lalu. Hal ini dikatakan oleh Ketua KPUD Tebo melalui Devisi Kampanye pemungutan dan penghitungan suara KPUD Tebo Subirman usai pleno tersebut. Ia mengatakan, dari hasil Pleno KPUD Tebo memutuskan pelaksanaan pemungutan suara ulang ditetapkan pada tanggal 5 Juni, kendati sebelumnya pernah direncanakan akan dilaksanakan 12 Juni. baca hal 23 Jakarta,(MR) Menteri Pertanian Suswono mengatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan dana sebesar Rp388 miliar sebagai pengganti kepada petani karena mengalami puso (gagal panen). Jumlah total lahan pertanian yang mengalami puso mencapai 1000 hektare. "Sekitar 1000 hektare seluruh Indonesia, sudah masuk datanya (ke Kementan)," ujar Suswono ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu. Suswono mengatakan bahwa lahan produksi padi yang masuk kategori puso yakni dengan tingkat kegagalan panen mencapai 75%. Ia memaparkan, setiap petani yang gagal panen akan mendapatkan bantuan pengolahan lahan sebesar Rp2,6 juta per baca hal 23

Todung Mulya Lubis :

Pemerintah Kurang Bernyali Hadapi NII
Jakarta,(MR) Pakar hukum Todung Mulya Lubis menilai keberanian pemerintah kurang di dalam menghadapi kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang mengganggu kedaulatan NKRI. Ketiadaan pasal subTodung Mulya Lubis versif tidak boleh menghambat ketegasan pemerintah di dalam memberantas NII di Indonesia. "Itu artinya Pemerintah kurang imajinasi dan kurang keberanian," tutur Todung di sela-sela diskusi Transparency International Indonesia (TII) di Jakarta, Kamis (5/5). Todung mengatakan keberadaan NII seperti di Banten dan Jawa Tengah yang diakui pemerintahan setempat hingga masuk ke jajaran pegawai negeri sipil baca hal 23

Pedagang Eceran Jual Bensin Depan SPBU
Sarolangun,(MR) Bebarapa bulan belakangan ini, telah tercipta suatu pemandangan indah di SPBU yang ada di kabupaten Sarolangaun. Keindahan itu tercipta karena adanya penjual BBM eceran di depan SPBU dan antrian panjang kendaraan mobil dan motor, terutama kendaraan bermotor roda dua untuk mengisi bahan bakar, keindahan itu menjadi lengkap sudah dengan hadirnya para konsumen yang membeli BBM dengan menggunakan gerigen dan dengan menggunakan motor yang tengki tempat bahan bakar yang sudah dimodipikasi sedemikian rupa baca hal 15
Lapak bensin eceran yang berada di depan SPBU di Sarolangun

Jalan di Prabumulih Diibaratkan Kubangan Babi
"Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Pemerintah Angkat Tangan"
Prabumulih,(MR) Pemerintahan kota prabumulih juga mengaku kesal dengan parahnya kerusakan jalan milik Negara yang berada di kota Prabumulih yang kondisinya semakin memperihatinkan, disampaikanWakil Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya, MM. Beberapa hari yang lalu, Ridho menyampaikan akan kelemahan pemerintahan kota Prabumulih dalam baca hal 23

Menkumham:

UU Tipikor Terlalu "Keras"
Jakarta,(MR) Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Patrialis Akbar, mengatakan, Undang-Undang (UU) tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ada dianggap terlalu "keras" dan belum mengakomodasi seluruh pemangku kepentingan Patrialis Akbar sehingga perlu direvisi. "UU Tipikor itu terlalu keras, di samping itu ada juga yang (kepentinganya, red.) belum terakomodir (sehingga direvisi, red.)," katanya di Jakarta, Selasa. Patrialis yang berasal dari Partai Amanat Nasional itu mengemukakan, UU Tipikor sebelumnya membuat pejabat negara khawatir dipidanakan baik karena sebelum maupun baca hal 23 setelah mengambil suatu kebijakan.

Baru Punya Handphone
Ucup dan Acep baru punya handphone. Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?" Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..." Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih." Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue." Ucup : "Gue lebih parah coy." Asep : "Emang elu kenape?" Ucup : "Gue malah disuruh tekan bintang."

I nvestigasi

Salah satu Jalan di Prabumulih

Jangan Mimpi Kalbar, Natuna Mau Bergabung
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Statemen Mendagri, Resahkan Masyarakat Natuna
Natuna,(MR) Akibat statemen Mendagri, di salah satu media Nasional, tentang Kabupaten Natuna mau bergabung dengan Kalbar, membuat resah sejumlah masyarakat. Statemen ini, dinilai mengada-ngada. Jika benar Mendagri menyatakan hal demikian, kita minta Mendagri segera meralat ucapannya. Demikian dikatakan Ketua Perpat Natuna (Persatuan Pemuda Tempatan) Edy Darmawan di sela-sela kesibukannya. Kemudian, Ia mengatakan, Sebelumnya, Kalbar sudah ngotot tentang pengelolaan Blok D Alfa Natuna, di beberapa media cetak. Akibat statemen itu, terjadi gejolak di Natuna tentang penolakan pengelolaan Blok D alfa. Setelah kabar itu lenyap, kini muncul statemen Mendagri, dianggap meresahkan Rakyat Natuna. Ini tidak bisa dibiarkan, Kita tidak ingin diperalat. Kabupaten Natuna, tetap milik baca hal 23

Mari Kita Berantas Korupsi
Pengaduan Masyarakat
Telp. (021) - 25578389 Fax. (021) - 52892454 Humas KPK : (021) - 25578439 PO.BOX : 575 Jakarta 10120 email : pengaduan@kpk.go.id Candra, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia

Blok D Alpa Natuna

2
Wewenang Penangkapan Intelijen Dinilai Akan Rusak Sistem Hukum
Jakarta,(MR) Intelijen harus mendudukkan jelas mengenai batas-batas yuridis dalam menjalankan tugas. Pemberian wewenang intelijen untuk menangkap dalam undang-undang dinilai akan merusak mekanisme criminal justice system. Hal ini diungkapkan Direktur Program Imparsial saat ditemui di gedung LBH Jakarta, Senin (2/5). "Kami menilai sikap pemerintah yang tetap bersikukuh memberikan kewenangan pemeriksaan intensif alias penangkapan di dalam undang-undang intelijen kepada lembaga intelijen bukan hanya akan merusak mekanisme criminal justice system, melainkan juga akan membajak sistem penegakan hukum itu sendiri," ujar Al Araf. Ia juga mengingatkan jika intelijen sebagai institusi negara merupakan institusi yang seharusnya mengedepankan kepentingan negara dibandingkan kepentingan penguasa. "Intelijen harus tetap pada relnya sebagai institusi yang memberikan peringatan dini (early warning) dari ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara, selain itu intelijen juga harus bisa memberikan analisis-analisis dan atau penilaian intelijen (intelligence asssesment) yang akurat terhadap berbagai isu strategis," imbuhnya. Berkaca dari rezim orde baru, lanjutnya, atas nama mengantisipasi ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara, intelijen bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan hak asasi manusia serta lebih mencerminkan kepentingan penguasa dibandingkan kepentingan bangsa dan negara. Oleh karenanya, menurut Al Araf, pemberian kewenangan menangkap kepada lembaga intelijen adalah langkah mundur dalam proses reformasi sektor keamanan. "Pemberian kewenangan penangkapan kepada lembaga intelijen akan menimbulkan tumpang-tindih kerja antar-aktor keamanan khususnya antara lembaga intelijen non-judicial dengan institusi kepolisian," imbuhnya. >>Eka Lesmana

Berita Utama
Biasanya gerakan radikal ini dalam kotbahnya menanamkan kebencian dan permusuhan kepada negara dan agama lain. Jadi ini tidak bisa dengan khotbah, harus ada tindakan fisik yang paling netral adalah hukum," mereka anggap lagi karena panutannya adalah Osama," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Ansyaad Mbay dalam diskusi publik Indonesiana tentang mengupas radikalisme disekitar kita di Jakarta, Rabu(4/5). Ansyaad Mbay mengatakan pelaku tindakan radikalisme itu sulit dikalahkan karena mereka punya akses internasional, memiliki pembiayaan, sistematis dan terorganisasi. "Biasanya gerakan radikal ini dalam kotbahnya menanamkan kebencian dan permusuhan kepada negara dan agama lain. Jadi ini tidak bisa dengan khotbah, harus ada tindakan fisik yang paling netral adalah hukum," katanya. Ansyaad mengatakan, tidak ada faktor tunggal yang menjadi akar masalah radikalisme sebab yang terjadi adalah korelasi dari semua faktor seperti kemiskinan dan ketidakadilan yang sudah mengkristal. Gerakan radikalisme di Indonesia menurut Ansyaad Mbay bukan barang impor tapi ada sejak lama atau "home ground" yaitu NII. Lebih lanjut dia mengatakan, ada dua bentuk radikalisme di Indonesia yaitu radikalisme teroris dan radikalisme nonteroris yang motifnya sama yaitu

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Kotbah Tak Cukup Cegah Radikalisme

Jakarta,(MR) Langkah mencegah radikalisme tidak hanya cukup dengan kotbah, sebab para pelaku radikalisme memiliki pola pikir yang berbeda. "Mengatasi radikalisme tidak cukup hanya ulama yang berkotbah, ulamaulama moderat sudah tidak

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai

Priyo Tuding Menkeu Halangi RUU BPJS
Jakarta,(MR) Pemerintah berjanji akan menyerahkan DIM (Daftar Investarisasi Masalah) ke DPR terkait RUU BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Rencananya, pemerintah akan memberikan DIM tersebut pada 9 Mei, dan bila tidak mencapai kesepakatan, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso siap pasang badan. "Pemerintah janji 9 Mei maksimal serahkan DIM ke pansus. Kalau berujung pada deadlock artinya tidak jadi, maka kebangetan banget pemerintah. Dan saya akan pasang badan kalau deadlock. DPR akan gunakan hak untuk ingatkan pemerintah," tegas Priyo di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa. Bila dalam waktu seminggu dari 9 Mei pemerintah tidak memberi niatan baiknya untuk mewujudkan BPJS, maka Priyo siap melaporkan menteri-menteri yang dinilai kurang mendu-

jihad untuk membentuk negara Islam dan memformalkan syariat Islam sebagai hukum formal. Menurut dia, saat ini radikal yang teroris dan nonteroris sudah bersatu, karena mereka mengangkat isu lokal sebagai jihad. Ansyaad juga menanggapi

positif jika ada pendekatan politik penting dilakukan dimana dari kelompok radikal masuk dalam partai politik. "Saya kira banyak partai politik yang platformnya sama dengan mereka, kenapa tidak direkrut saja sebagai anggota partai," kata Ansyaad. >> Eka Lesmana

Anggota DPR Tak Ubahnya Produk Outsourcing
Jakarta,(MR) Sebanyak 60 persen wakil rakyat yang ada di DPR dinilai tidak pantas menduduki jabatan tersebut. Bahkan, anggota DPR dianggap tidak ubahnya produk outsourcing. "Sebagian besar anggota DPR tidak paham konstitusi, mereka di-outsourcing oleh partai," ujar pengamat politik dari universitas Indonesia, Rocky Gerung, saat ditemui di gedung PP Muhamadiyah, Jakarta Pusat, Senin (2/5). Menurutnya, partai politik yang ada saat ini tidak punya kurikulum pendidikan kewarganegaraan. "Partai lebih banyak menyuruh anggota dewan sebagai debt collector daripada edukator publik," ujarnya. Ia juga yakin jika saat ini banyak orang yang merasa jijik ke gedung DPR. "Mestinya orang itu datang ke DPR ibarat tamasya ke taman bunga. Tapi orang merasa jijik ke sana, sebab sudah berubah dari taman bunga ke peternakan ular," imbuhnya. Partai sendiri, menurut Rocky, tidak dikendalikan ketua dan kongres, tapi oleh oligarki. "Jadi, misalnya,dua partai berselisih di pusat, di daerah mereka bersekutu. Bisa samasama tukar tambah. Sebenarnya, desain partai kita memburuk. Sementara, proses pendidikan politik tidak berjalan, karena dikejar-kejar debt collector buat pemilihan pemilu kada," kata Rocky.>> Mohammad

Romahurmuziy:

DPR Sepakat Naikkan BBM Subsidi
Jakarta,(MR) Anggota Komisi VII Romahurmuziy menyampaikan beberapa fraksi DPR sepakat untuk menaikkan harga BBM subsidi atau premium. Menurutnya, kebijakan menaikkan harga premium sudah rasional mengingat harga minyak dunia yang melambung tinggi. "Sebenarnya DPR sudah Romahurmuziy sepakat untuk dinaikkan premiumnya. Dari yang saya lihat begitu, fraksi lain juga sudah setuju,” kata Romahurmuziy, Rabu (4/5). Dalam kajiannya, penaikan harga premium bisa sekitar Rp 500 per liter. Romahurmuziy melanjutkan, jika pemerintah ingin menaikkan harga premium, waktu yang tepat adalah April atau Mei karena dua bulan tersebut akan terjadi deflasi. Kalaupun ada, inflasi yang terjadi tidak terlalu tinggi. "Kalau sudah melangkah Juni-Juli akan sulit karena itu bulan inflasi. Orang-orang bayar sekolah, setelah itu sudah bulan inflasi lagi," jelasnya. Lebih lanjut, Romahurmuziy melihat penaikan premium sudah layak dari sisi ekonomi, politik, dan sosial. Sebagai perbandingan, negara China yang sosialis saja sudah menaikkan harga BBM sebanyak 9%-16%. Selain itu, Indonesia Crude-Oil Price (ICP) sudah di atas asumsi sejak November tahun lalu. Penaikan harga premium sangat wajar dilakukan. Romahurmuziy juga mendesak presiden menaikkan harga premium. Beberapa golongan masyarakat mungkin tidak mau menerima kenaikan premium. Namun, hal tersebut dianggap bisa dikompensasi dengan insentif lain. "SBY kan sudah tidak boleh nyalonin lagi tahun depan dan dulu SBY juga pernah menaikkan harga premium. Masa sekarang nggak mau?" cetusnya. Jika pemerintah diam saja terhadap penaikan harga BBM, kuota BBM subsidi harus dinaikkan. Romahurmuziy memperkirakan kuota BBM subsidi akan naik menjadi 40,5 juta kiloliter. "Dengan asumsi kuartal 1 sudah naik 3%, jadi keseluruhan tahun bisa dibilang kuota bisa sampai 40,5 juta kiloliter," katanya. Memang pemerintah masih punya cara mengatasi pembengkakan subsidi BBM karena penaikan harga minyak. Romahurmuziy sendiri menyebutkan masih ada 4 cara pemerintah untuk mengatasi pembengkakan subsidi BBM. “ Defisit kita kan boleh melebar asal tidak melebihi 3%. Kedua, itu bisa dikompensasi melalui penghematan K/L (kementerian dan lembaga) di kuartal 4 nanti. Ketiga, dari selisih kurs saja kita bisa dapat untung. Keempat, kita punya cadangan risiko fiskal sebesar Rp4 triliun,” sebutnya. >> Mohammad

kung kesuksesan BPJS. Dan kabarnya, Menkeu Agus Martowardjojo yang dinilai menghalangi RUU BPJS tersebut. "Dan menteri yang dianggap paling menghalangi, bocorannya, Kementerian Keuangan yang agak bandel," tandasnya. RUU yang juga dituntut oleh kaum buruh untuk segera disahkan tersebut, memang sangat penting bagi rakyat Indonesia, di mana di dalamnya terdapat ketentuan yang mengatur tentang jaminan keseha-

tan, kematian, kecelakaan kerja, pensiun, dan hari tua. Memang RUU BPJS membutuhkan banyak biaya untuk merealisasikannya, dan menurut Priyo, pemerintah masih dalam tahap mengumpulkan dana. "Pemerintah memang sepertinya masih menghela nafas atau kalau enggak cukup dana kita cari bersama. Kan ada dana APBN Rp1.300 triliun ya kita cuilkan sedikit kan enggak masalah," ujarnya. >> Mohammad

Komisi VIII DPR Tidak Semua Fasih Berbahasa Asing
Jakarta,(MR) Kepergian Komisi VIII DPR RI ke Australia dalam rangka kunjungan kerja penanganan fakir miskin tidak hanya dinilai sia-sia, tapi juga ada masalah komunikasi yaitu bahasa Inggris. Menurut Ketua Umum PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia) Subhan Zein, delegasi Komisi VIII menghabiskan banyak waktu saat berkomunikasi dengan pihak Australia. "Hasil pengamatan kami dalam pertemuan Komisi VIII dengan Mr Stephen Kelly, Manager for Aged Care and International Programs, Department of Health and Services, dan Mr Peter Van Vliet, Assistant Secretary for Multicultural Affairs, Department of Immigration and Citizenship, menunjukkan proses penerjemahan yang dilakukan secara dua arah, dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dari pihak penyaji, dan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dari pihak Komisi VIII DPR RI menyebabkan banyaknya waktu yang terbuang sia-sia. Dalam catatan kami, sebuah kalimat pendek atau frase panjang yang disampaikan penyaji rata-rata memakan waktu 7 detik," ujarnya dalam siaran pers yang dimuat dalam website resmi PPIA, Selasa (3/5). Pada sesi tanya jawab, Subhan mengatakan terjadi berulang kali kesalahpahaman antara penanya dengan panja fakir miskin Komisi VIII. PPI Australia memberikan rekomendasi atas kendala bahasa yang terjadi saat kunker 26 April hingga 2 Mei 2011, yaitu diperlukannya kecakapan berbahasa asing bagi yang akan diberangkatkan kunker ke luar negeri. Tak tanggung-tanggung, PPIA meminta adanya ijazah pendidikan tinggi di negara yang berbahasa sama dengan negara yang dituju dan lulus sertifikasi kecakapan berbahasa. Bila anggota DPR tidak fasih berbahasa asing, sekiranya kunker ke luar negeri ditunda. "Pembatasan izin kunjungan kerja anggota DPR bagi mereka yang tidak memiliki kecakapan berbahasa asing yang mencukupi untuk menerima dan

PPIA:

menyampaikan informasi secara dua arah dengan baik," katanya. "Anggota DPR yang akan melakukan kunjungan negara tidak menunjukkan kecakapan berbahasa sebagaimana tersebut di atas, maka kunjungan tersebut hendaknya ditunda hingga mereka mendapatkan

pelatihan bahasa asing seperti bahasa Inggris," katanya. Sementara itu, pimpinan rombongan Abdul Kadir Karding yang juga Ketua Komisi VIII DPR enggan berkomentar dan memberi keterangan terkait kunjungan dan evaluasi PPI Australia. >> Tedy Sutisna

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Kab. Bekasi : S. Wahyudi, Suparman, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Biro Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Biro Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Ludy Herdiansyah, Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Biro Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Biro Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi (Kepala), Biro Oku Selatan : Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Biro Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Perwakilan Jambi : Leman Burhan, (Kepala), Hendar, Muara Bungo : Suyono, Kab. Tebo : Heri Zaldi, Musirawas/ Lubuk Linggau : Iman Koesnadi, Agus Salim, Biro Sarolangon : Leni Hartati, Biro Bangko : Zainal Arifin, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Amdiman, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Biro Kab. Anambas : S. Edwar. S (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Perwakilan Jawa Timur : Deasy Epita A (Kepala), Mojokerto : Moh. Lutfi, Biro Lamongan : Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno, Biro Banyuwangi : M. Arif Afadi, Biro Jombang : Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik, Deli Serdang : Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi, Biro Samosir : Pardingotan Sitanggang, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha. Makassar : Darwis

Redaksi : Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri) Blok B No. 7 Kec. Pondok Gede Kel. Jatiwaringin Bekasi 17411 Telp. (021) 8461157 Contact Person : 0812 9936 977, 0878 66 999 09 E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Website : WWW.mediarakyatonline.com Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala

Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Berita Utama
Surabaya,(MR) Beberapa daerah di Jawa Timur diduga telah menjadi sarang penyebaran paham Negara Islam Indonesia (NII), terutama kampus-kampus. Namun, beberapa pihak termasuk polisi dinilai enggan atau malah takut mengungkap kasus tersebut. Beberapa pihak mensinyalir daerah kampus menjadi target utamanya. Di Jatim titik-titik yang rawan terhadap aksi cuci otak ini selain Malang yaitu Surabaya, Jember, Kediri dan Mojokerto. Bahkan, kini beredar kabar di Malang tak hanya mahasiswa saja yang mengalami cuci otak NII tapi juga Pegawai Negeri Sipil-nya (PNS). Menurut isu yang beredar ada salah satu Staf Pemkab Malang yang diculik kelompok NII. “Sebenarnya Jatim memiliki banyak pondok pesantren yang bisa meminimalisir masuknya NII. Tapi terbukti, kampuskampus kecolongan karena mungkin banyak generasi mudanya yang mudah terpengaruh akibat kurangnya informasi terkait Islam secara benar,” ujar Guru besar kebudayaan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Abdul A’la. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Saifullah Yusuf membenarkan ada sarang NII di Jatim. Namun masyarakat tak perlu khawatir karena beberapa daerah tersebut kini telah ‘dikotakkan’ oleh polisi. “Setidak-tidaknya ada beberapa tempat (di Jatim) yang perlu dijaga bersama (dari faham NII),” ujarnya saat acara silaturahim dan istiqasah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (25/4) petang. Ia hanya menyatakan, saat ini aparat telah melakukan tindakan yang konkret untuk mengeliminasi penyebaran ideologi tersebut. “Saya tidak bisa menyebutkannya di sini, tapi Pak Kapolda sudah bertindak konkret. Makanya masyarakat perlu mendukungnya,” pungkas Saefullah. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Efendi membenarkan bila masuknya NII ke kampuskampus tak hanya di UMM saja. “Korban cuci otak ini tidak hanya di UMM, tapi juga di perguruan tinggi lainnya di Malang. Bisa jadi, pihak kampus lain itu tidak mengetahui kalau ada mahasiswanya yang sudah jadi korban. Bisa juga pihak kampus lainnya enggan mengungkap kasus ini,” urainya. Sementara itu, Inspektur Jenderal Untung S Rajab ketika dikonfirmasi terkait kasus cuci otak berkedok pendirian NII mengatakan, pihaknya masih memeriksa kasus itu. “Masih dilakukan pemeriksaan di Polda,” ujarnya. Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Rahmat Mulyana mengakui Polda Jatim mengabil alih kasus pencucian otak yang diduga dilakukan NII di Malang. Menurut penelusuran Polda Jatim, Jogjakarta menjadi jujukan jaringan NII membai’at para korbannya. Diketahui, korban cuci otak yang melibatkan 11 korban mahasiswa Malang sengaja dibawa ke Jogjakarta. Bukan hanya itu, Polda Jatim juga mensinyalir, sindikasi cuci otak berkedok NII tersebut merupakan jaringan antarwilayah yang terbangun dari jaringan lokal. Sayangnya, Polda Jatim masih merahasiakan titik sentral pembai’atan korban cuci otak di wilayah kota gudeg tersebut. Alasannya, Polda Jatim tidak ingin koordinasi yang dilakukan dengan Polda Jogjakarta sia-sia. Yang pasti ada. Tapi, kami masih mengonfrontir keterangan pelaku dengan korban melalui koordinasi dengan Polda Jogjakarta,” kata Rahmat. Polda Jatim telah menurunkan 2 tim sekaligus untuk membackup penelusuran kasus yang telah meracuni otak mahasiswa dengan ideologi NII tersebut. “Kami sudah turunkan tim untuk melacak hingga Jogjakarta,” paparnya. Ia menyatakan, tim khusus yang melakukan pelacakan jaringan NII hingga ke Jogjakarta tersebut adalah 2 anggota Direskrimsus Polda Jatim diikuti 2 anggota dari Polresta Malang. Timsus ini telah berada di Jogjakarta bersama seorang rekrutmen NII berinisial MZ. “MZ ini adalah mahasiswi UMM (Universitas Muhammadiyah Malang, red) yang sudah tertangkap. Kami ingin mengonfrontir dengan tersangka yang telah ditangkap Polda Istimewa Jogjakarta,” tukasnya. Ia menambahkan, pengambilalihan proses penyelidikan dari Polresta Malang ke Polda Jatim ini untuk mempermudah pengembangan kasusnya. Dikatakan, selain Polda Istimewa Jogjakarta, Polda Jatim akan memperluas koordinasi dengan Polda lainnya di Indionesia. “Karena, tidak menutup kemungkinan jaringan ini (cuci otak, red) sudah meluas tidak hanya di Jawa saja,” tegasnya. Korban Pulang. Setelah lama menghilang, Mahatir Rizki (19), mahasiswa UMM yang diduga menjadi korban pencucian otak kelompok NII akhirnya pulang ke tempat tinggalnya di Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (26/4) pagi.Kepulangan Rizki melengkapi dua mahasiswa UMM yang sebelumnya tak diketahui keberadaannya. Sebelumnya Agung Arief Perdana Putra (18), mahasiswa satu jurusan dengan Rizki asal Perum Patria Blok BF09, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik juga sudah pulang dan berkumpul dengan

3
keluarga pada Sabtu (23/4). “Mahatir sudah pulang, subuh tadi,” ungkap paman Mahatir, Ismed Jayadi. Ismed mengaku, kepulangan mahasiswa semester dua jurusan Teknik Informatika itu diketahuinya, setelah keluarga di Bima menghubungi dirinya. “Ibunya yang telepon tadi pagi ke saya,” katanya.Sedikit Ismed mengungkapkan, Rizki pulang dengan menumpang bus. “Katanya, dia mau istrirahat dulu. Lelah setelah perjalanan jauh,” ujarnya. Menurutnya, kepulangan Rizki sudah dikabarkan kepada rektorat serta aparat kepolisian. Ismep pun setelah lebih sepekan di Malang memutuskan untuk pulang ke Bima karena Rizki sudah berkumpul dengan keluarga. Sementara, kejiwaan dan mental korban pencucian otak, Agung Arief Perdana Putra belum stabil. Bahkan dia berencana berhenti dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).Agung yang tercatat semester dua Fakultas Teknik Informatika itu mengaku masih trauma dengan kejadian yang dialami. “Yang pasti saya tidak mau kembali kuliah di sana lagi (UMM),” katanya. >> ADI

Desa Prima dan Pemberdayaan Perempuan

Waspada, Ada Sarang NII di Jatim

Kekompakan Jangan Terpecah Karena Pemilihan Ketua RT/RW
Prabumulih,(MR) Wali kota parabumulih Drs.Racman Djalili MM mengajak kepada warga masyarakat untuk samasama menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban serta mengaktifkan pos-pos jaga malam sehingga memberikan kesan dan suasana kondusif, disampaikan walikota pada kesempatan penyerahan dana pasilitas oprasional RT/RW dalam Kota Prabumulih beberapa Drs. Racman Djalili MM waktu yang lalu. Dalam hal itu Racman juga mengimbau akan pentingnya kekompakan warga yang di galang oleh mulai dari ketua RT/ RW dari masing-masing warga, jangan karena pemilihan ketua RT misalnya dilakukan secara voting dalam suatu RT lalu warga menjadi terpecah belah sehingga kekompakan dan kebersamaan menjadi bubar. Selain dari pada itu Wali kota juga menjelaskan tentang tugas dan peranan bagi seorang RT/RW yakni sebagai sarana komunikasi, informasi, sosialisasi kebijakan pemerintahan kota prabumulih, menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, menggerakan swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat diwilayahnya serta memelihara keamanan dan ketertiban kerukunan hidup antar warga dan membantu pemerintah kelurahan dalam pelaksanaan urusan pemerintahan, pembangunan, social kemasyarakatan serta pemberdayaan masyarakat. >> Alex Effendi

Wakil Bupati Wancana Desa Prima

Lingga,(MR) Ahmad Saini dari Provinsi Kepulau Riau beberapa hari yang lalu didampingi Bapak Wakil Bupati Lingga Drs.Abu Hasim beserta Ketua Anggota DPR Lingga, Bertempat di Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat mengadakan langsung Pelatihan GSI dan Posyandu yang mana Pada Kegiatan tersebut untuk Pengembangan dan Pembinaan Desa PRIMA yang ada di Desa Sungai Buluh. Acara yang bertemakan Biro Pemberdayaan Perempuan kepri Kabupaten Lingga tahun 2011 ini, sangat disambut baik para masyarakat setempat terutama kepada ibuk-ibuk, banyak hal yang tidak diketahui dan bisa dipelajari setelah menyaksikan cara dan saran yang baik dari bimbingan Ahmad Sani dan Robongan dari Provinsi Kepri. Maya seorang ibu rumah tangga, “Dengan adanya acara ini saya yang dulunya sangat kebingungan untuk memahami apa yang baik untuk balita saya, kini alhamdulillah dengan mengikuti acara ini saya mendapat pelajaran dan bimbingan yang baik untuk balita saya, muda-mudahan acara tersebut saya sekarang bisa mengerti cara merawat balita dengan baik dan benar, harapan saya muda-mudahan acara tersebut bisa juga dilakukan setiap tahunnya, di masing-masing Desa Kecil yang kita ketahui untuk merawat Balita Kita sangatlah membutuhkan cara yang tepat, bagi kami masyarakat pesisir yang jauh dari lingkungan perkotaan bimbingan tersebut sangat diperlukan untuk menjadikan harapan masa denpan kami menjadi anak yang pintar dan berguna bagi Nusa dan Bangsa nantinya, saya atas nama ibuk-ibuk yang menghadiri acara ini sekali lagi mengucapkan terimakasih baik itu kepada rombongan dari Provinsi maupun Pemerintahan Kabupaten Lingga yang telah mengadakan acara ini. Himbau Maya Kepada Media. >> HR

4
Dua Gadis Asal Bogor Diduga Dipaksa Jadi PSK
DURI, (MR) Malang nian nasib MP (15) dan LS (18). Selama sekitar tiga pekan, dua gadis belia asal Desa Terikolot Kota Bogor ini diduga dipaksa menjadi pekerja seks di sebuah kafe esekesek milik N (47) di Jalan Balak Desa Sebangar Kecamatan Mandau. Dihantar seorang warga, keduanya membuat laporan ke Polsek Mandau Selasa (3/5). Petangnya, tersangka pelaku N langsung diringkus polisi. Kapolsek Mandau Kompol Hariwiyawan Harun SIK melalui Kasi Humas Aiptu Joko Utomo, Rabu (4/5) membenarkan adanya pengaduan tentang kasus trafficking ini. ‘’Tersangkanya sudah ditangkap. Yakni pemilik kafe di Jalan Balak Desa Sebangar berinisial N. Dia tak membantah telah mempekerjakan kedua korban sebagai pelayan seks di kafenya,’’ ujar Joko. Ditambahkannya, pihak penyidik Polsek Mandau kini terus mendalami kasus tersebut secara intensif. Bisa jadi saja ada unsur keterlibatan Z dan L yang disebut korban LS sebagai ayah dan ibunya. Masalahnya, korban MP dan LS dihantar langsung ke kafe milik N oleh Z dan L. Mereka bertolak dari Bogor pada Jumat (8/4) lalu. Dua hari kemudian, tepatnya Ahad (10/4), mereka pun sampai di kafe N. ‘’Berdasarkan keterangan korban, Z dan L menjanjikan ada pekerjaan sebagai kasir warung di Merak atau Jakarta. Tak tahunya mereka dihantar ke kafe N di Jalan Balak Desa Sebangar. Setelah ‘menitip’ kedua gadis belia itu, Z dan L pun balik ke Bogor. Untuk menyelidiki indikasi keterlibatan keduanya, pihak penyidik Polsek Mandau akan berkoordinasi dengan Polsek di daerah asal korban,’’ kata Joko lagi. Korban MP dan LS mengaku terus terang bahwa mereka telah dipaksa bekerja sebagai pramuria oleh tersangka N di kafenya. Tiap malam, MP dan LS mengaku diharuskan melayani tamu.>> Nurdin

Berita Utama
Kabupaten harus diteruskan. Anggota DPRD Lingga Komisi I dan masih menjabat sebagai ketua DPC disalah satu partai Politik Jimmi.At.SE “Sebagai Anggoa DPRD yang dipilih rakyat saya siap saja menampung segala aspirasi dari masyarakat untuk Pembentukan Kabupaten Singkep, namun tentunya hal tersebut tidalah semudah kita membalikan telapak tangan perlu masih perlu adanya pembahasan lagi dan disesuaikan dengan daerah tersebut (yang akan menjadi Kabupaten ), seperti yang kita ketahui untuk menjadi sebuah Kabupaten Yang Maju. Daerah tersebut harus memiliki APBD (anggaran pendapatan daerah) yang baik. Namun sekali lagi saya tegaskan apapun kemauan masyarakat sebagai Ang-gota DPRD yang dipilih Rakyat, saya siap untuk memperjuangkannya, apa lagi kalau memang itu yang terbaik untuk masyarakat kita. Himbau Jimmi kepada Media. Ditempat berbeda, Herry chandra salah seorang pemuda yang juga pernah bersatu menyuarakan aspirasi dalam pembentukan Provinsi Kepulauan Riau dan Juga kabupaten Lingga mengatakan bahwa, “ Saat ini aspirasi pembentukan kabupaten lingga belum bisa teralisasi sepenuhnya, karena berbagai aspek, “Bohong”, kalau itu (Pembentukan Kabupaten Singkep-Red) mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, coba berkaca di sekeliling kita dengan pembentukan kabupaten Lingga apa sudah ada dan terjadi yang nama nya kesejahteraan, seperti jalan ditempat,” jelasnya. Menurut Chandra, kabupaten singkep boleh saja di impikan, tapi apa ada kesiapan SDM dan SDA kita, SDM kita mungkin punya banyak yang bisa dimanfaatkan tapi SDA kita dari apa" ungkap.Chandra juga mengatakan, Apakah mesti bantuan dari Pemerintah Pusat dan provinsi terus?, yang akan mengakibatkan pemborosan biaya negara,sergahnya. Ditempat terpisah tokoh Pemuda SingkepMardian menyebutkan secara Infrastruktur Singkep memang pantas dan layak untuk menjadi Kabupaten sendiri, tinggal kerja keras dari para Koordinator untuk mendesak ke pemerintah agar keinginan ini dapat segera direalisasikan, apalagi beberapa waktu lalu telah ada sinyal dari Pemerintah Provinsi tentang pembentukan Kabupaten yang baru, salah satu nya adalah Kabupaten Singkep,” ujarnya. Semantara anggota DPRD Lingga Rudi Purwonugroho juga sangat mendukung aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam spanduk tersebut yang berbunyi “Biar mati berdiri dari pade hidup berlutut, kabupaten singkep harga mati,” tulisan spanduk. Dengan adanya spanduk tersebut pendidikan demokrasi sudah berjalan di Kabupaten Lingga ini dan dengan aspirasi tersebut hendaknya Pemerintah Kabupaten Lingga juga ikut mendukung, ia berpendapat terbentuknya Kabupaten Singkep tak akan membawa kerugian untuk Pemkab Lingga “Justru akan membawa dampak perbaikan ekonomi bagi Masyarakat,” ungkap nya. Ia menjelaskan “Dengan terbentuknya Kabupaten Singkep yang terpisah dari Kabupaten Lingga berarti dana dari pemerintah pusat dan Provinsi juga tentunya akan bertambah, sedangkan dari segi politis tentunya jumlah anggota Dewan Kabupaten Lingga juga

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Kabupaten Singkep Harga Mati
bertambah dengan terbentuknya Kabupaten baru, sesuai dengan tujuannya yaitu pembentukan Kabupaten bukan untuk memecah belah, tetapi untuk memajukan kesejahteraan Masyarakat, karena kita sama menyadari bahwa Kabupaten Lingga sekarang yang terdiri dari pulau-pulau yang rentang kendalinya sangat jauh sekali jadi kalau terbentuknya Kabupaten Singkep kinerja pemerintah dapat lebih akurat dan terkontrol dengan baik” kata Rudi. >>HR

Jimmi.At.SE

Jalan Lintas Rimbo Bujang Nyaris Putus

Lingga,(MR) Berbagai cara yang ditempuh untuk menjadikan Dabo Singkaep sebagai kabupaten, seperti mengadakan rapat akbar dan banyaknya sepanduk yang menghiasi Kota Dabo Singkep dengan bertuliskan “Kapan Lagi Singkep Jadi Kabupaten” serta bermacam tulisan lainnya. Dukunganpun mengalir, masyarakat Singkep menyambut baik, terbukti dengan adanya pemasangan spanduk tersebut ditambah lagi dengan adanya Rapat Akbar Masyarakat Dabo beberapa Waktu lalu men-jadi semangat baru, bagi masyarakat dan pemuda Singkep yang sedang berjuang di Provinsi untuk menjadikan Dabo singkep Menjadi Kabupaten Sendiri dengan harapan yang tinggi dan terkabul. Pembahasan untuk pembentukan Kabupaten Singkep pernah dibahas, namun wacana itu mulai menghilang, dengan adanya pemasangan spanduk inilah masyarakat Dabo meminta agar perjuangan untuk menjadi

Wakil Bupati Karawang Raih Rekor MURI

Jalan Lintas Rimbo Bujang terancam putus akibat Ambrolnya Box Culvert

Muara Tebo,(MP) Selain tidak berparit lagi akibat adanya pelebaran jalan, kini Jalan Lintas Rimbo Bujang kondisinya makin memperihatinkan. Pasalnya, disamping rusak parah, jalan lintas Rimbo Bujang yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, nyaris terputus. Menyusul, jebolnya Box Culvert yang berada di Jalan Pahlawan kelurahan Wirotho Agung yang berbatasan dengan Desa Rimbo Mulyo atau lebih tepatnya setelah SMPN 30 dari arah Pasar Sarinah menuju ke Simpang Sawmel. Keadaan Box Culvert tersebut, amblas ke bawah dan pada bagian tengahnya terdapat lubang selebar hampir satu meter. Jika kita lihat dari atas, maka aliran air yang berada di bawahnya akan terlihat. “Jalan Rimbo Bujang Ambrol, kalau dibiarkan terus seperti itu akan mengancam nyawa orang,” ujar Donal warga Rimbo Bujang. Kalau tidak salah sebut Donal lagi, ambrolnya Lintas Rimbo Bujang yang dibawahnya Box Culvert itu sudah dua hari ini, katanya. Padahal, Box Culvert tersebut pada tahun 2010 lalu pernah diperbaiki. Namun, yang diperbaiki hanya separuhnya saja. Sehingga, Box Culvert separuhnya lagi yang tidak diganti menjadi Ambrol, cetusnya lagi. >> HER

Jatim Lakukan Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air
Surabaya,(MR) Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas (TKPSDA WS) pada tanggal 5-6 April 2011 melaksanakan sidang yang pertamakali di hotel Cendana Surabaya yang dipimpin oleh Ir.Supaad, MSi Kepala Dinas PU Pengairan Provinsi Jatim selaku ketua harian TKPSDA WS Jatim dan Ketua Jaenal Abidin MM kepala BAPEDA Provinsi Jatim yang beranggotakan wakil dari pihak yang terkait, baik dari unsur pemerintah maupun nonpemerintah. Menurut Sekretaris TKPSDA WS Rudy Hartanto mengatakan, “ Pembentukan ini berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 04/PRT/ M/2008, tentang Pedoman Pembentukan Wadah Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air pada tingkat provinsi yang bertujuan untuk mengkoordinasi berbagai kepentingan instansi, lembaga, masyarakat, dan para pemilik kepentingan (stakeholders) sumber daya air lainnya dalam pengelolaan sumber daya air, terutama merumuskan kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air, serta mendorong peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dengan mengupayakan secara proporsional dan seimbang antara pengembangan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya air, baik dilihat dari aspek teknis maupun dari aspek legal untuk memenuhi kebutuhan air yang semakin meningkat. Hal iniperlukan suatu rencana pengelolaan terpadu yang berbasis wilayah sungai, guna menentukan langkah dan tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu dengan mengoptimalkan potensi pengembangan Sumber daya air, melindungi, melestarikan dan meningkatkan nilai Sumber daya air dan lahan. Mengingat pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan hidup merupakan masalah yang kompleks dan melibatkan semua pihak, baik sebagai pengguna, pemanfaat maupun pengelola, maka tidak dapat dihindari perlunya upaya bersama untuk mulai mempergunakan pendekatan one river basin, one plan and one integrated management. Apapun hasilnya dari rapat pleno ini akan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum, imbuh Rudy Hartanto. >> HS

Karawang,(MR) Wakil Bupati Karawang, dr.Cellica Nurrachadiana raih rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Wakil Bupati Perempuan Termuda. Penyerahan rekor tersebut diserahkan langsung oleh Manager MURI, J. Ngadri kepada Wakil Bupati yang juga disaksikan secara langsung oleh Bupati Ade Swara dan unsur Muspida Kab. Karawang serta sejumlah Anggota DPRD di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Tanjung Mekar, Karawang, Selasa (26/4). Manager MURI, J. Ngadri saat memberikan piagam rekor tersebut menjelaskan bahwa dalam catatan MURI terdapat berbagai kiprah perempuan yang berhasil mendapatkan rekor dunia dari MURI. Hal ini tidak lepas dari peran RA. Kartini yang telah menorehkan sesuatu yang luar biasa dan hasilnya bisa dirasakan hingga saat ini. “Termasuk ibu Cellica Nurrachadiana yang berhasil mendapatkan rekor dunia sebagai Wakil Bupati Perempuan Termuda,” tuturnya. J. Ngadri melanjutkan, MURI didirikan sebagai organisasi nirlaba sehingga tidak memiliki orientasi bisnis. Pada awal berdirinya, MURI mencari orang-orang berprestasi yang memiliki rekor dunia. “MURI didirikan guna memberikan penghargaan terhadap prestasi orang Indonesia, sehingga dapat memberi motivasi masyarakat lain untuk bekerja lebih baik dari pemegang rekor yang ada,” ujarnya. Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut juga turut menyampaikan selamat dan apresiasi yang tinggi terhadap prestasi yang telah diraih oleh dr.Cellica Nurrachadiana sebagai Wakil Bupati Termuda. “Semoga penghargaan tersebut dapat semakin memberikan manfaat bagi dirinya sekaligus masyarakat Kab. Karawang,” harapnya. Di sisi lain, Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana sendiri menilai bahwa keberadaan rekor yang disematkan kepada dirinya dalam suasana peringatan Hari Kartini merupakan suatu bukti bahwa saat ini tidak ada perbedaan antara kaum perempuan dan laki-laki. “Ini tentunya merupakan kebanggaan bagi saya, sekaligus merupakan sarana untuk memotivasi saya untuk berbuat yang lebih baik lagi bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Karawang,” ujarnya. Dr. Cellica Nurrachadiana yang lahir pada tanggal 18 Juli 1980 dinobatkan sebagai Wakil Bupati Perempuan Termuda melalui Piagam Penghargaan MURI Nomor: 4854/R.MURI/ IV/2011 dengan usia 30 tahun 5 bulan 10 hari. Piagam Penghargaan tersebut ditandatangani pada tanggal 26 April 2011 secara langsung oleh Direktur MURI, Jaya Suprana. >> Komarudin

Tolak Kebun Sawit, Perangkat Desa Dipecat
Pontianak,(MR) Dua perangkat Desa Gurung Sengiang, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dipecat akibat menolak pembangunan perkebunan kelapa sawit. "Saya dianggap menentang program pembangunan dari pemerintah," kata Kepala Dusun Sungai garung L Edar, saat konferensi pers di Kantor Lembaga Bela Banua Talino (LBBT), di Pontianak, Rabu (4/5). Edar dipecat kepala desa setempat, Yohanes Niko, yang mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit di wilayah mereka. Pemecatan secara sepihak dengan alasan serupa juga dilakukan terhadap Sekretaris Badan Perwakilan Desa (BPD) Gurung Sengiang M Ujek. Ujek mengungkapkan pemecatan tersebut mengakibatkan aktivitas pemerintahan di desa mereka lumpuh dan menimbulkan konflik di masyarakat. Pasalnya, tindakan kepala desa itu menyalahi prosedur dan tanpa melalui persetujuan warga. "Kami sudah mengadukan masalah ini ke kecamatan. Menurut camat, kepala desa tidak berwenang memecat anggota BPD dan kepala dusun," ungkap Ujek. Sengketa antarperangkat desa ini merupakan buntut dari konflik rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit oleh PT SSA dan PT SHP. Ujek dan Edar beserta perangkat adat dan didukung sebagian besar warga menolak rencana tersebut. Penolakan itu antara lain dilakukan warga melalui pernyataan tertulis dan disertai pembubuhan cap jempol. Warga

keberatan jika tanah ulayat yang selama ini ditanami dan dicadangkan untuk lahan karet itu dijadikan hamparan perkebunan kelapa sawit. "da sekitar 500 hektare (ha) lahan milik 20 keluarga yang terkena rencana pembebasan, dan itu semuanya masih ber-konflik," jelas Ujek. Warga mengultimatum pihak perusahaan agar segera

menghentikan ekspansi perkebunan kelapa sawit tersebut. Sebab, aktivitas itu dikhawatirkan memicu konflik sosial yang lebih luas. "Jika tidak, jangan salahkan kami bila masyarakat melakukan tindakan yang merugikan perusahaan," tegas Ketua Adat Dayak Desa Gurung Sengiang. >> Gatner Eka Tarung

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Sos-Ek-Bis
Jakarta,(MR) Pembelian saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh Pemerintah Pusat berpotensi melanggar prinsip pengelolaan anggaran dan keuangan negara sehingga menimbulkan dampak kerugian yang besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Demikian, antara lain isi Nota Protes Advokat dan Penasihat Hukum yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Kesejahteraan Rakyat NTB kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang kopinya diterima pers di Jakarta, Selasa (3/5). Salah satu advokat Koalisi tersebut Ulung Purnama mengatakan, Menkeu tidak pernah menyatakan secara jelas manfaat kepemilikan saham itu bagi peningkatan kesejahteraan rakyat NTB, terutama di lokasi penambangan. "Penggunaan dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) juga merupakan pengeluaran negara yang keluar dari kas negara, dikarenakan PIP adalah instansi pemerintah yang salah satu pendanaannya bersumber dari APBN. Oleh karena itu penggunaannya harus didasarkan pada prinsip pengelolaan APBN," katanya. Ulung menegaskan, patut diduga, rencana Pemerintah Pusat menguasai tujuh persen saham divestasi Newmont, berorientasi kepentingan pihak tertentu. "Dugaan ini dapat dilihat dari tidak adanya transparansi dan akuntabilitas kepada publik mulai dari proses awal hingga keluarnya rencana untuk pembelian tujuh persen saham divestasi PT NNT," katanya. Lebih lanjut Ulung menyatakan, langkah Pemerintah Pusat menguasai saham Newmont akan memicu instabilitas keamanan nasional dan disintegrasi kehidupan berbangsa dan bernegara. "Dapat menimbulkan konflik vertikal dan horizontal yang telah ada di masyarakat Nusa Tenggara Barat sehingga akan menimbulkan benih disintegrasi atas kedaulatan Negara Kesatuan RI dan mengganggu jalannya roda pemerintahan pusat maupun daerah," katanya. Sebelumnya, Komisaris PT NNT Kurtubi menilai, Pemerin-

5

Pemerintah Gamang Terapkan Pembatasan BBM

Pemerintah Pusat Berpotensi Langgar Keuangan Negara
tah pusat sudah seyogyanya menyerahkan sisa saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) kepada pemerintah daerah (pemda) di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjamin penegakan azas keadilan. "Yang terjadi sangat ironis yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seolah bersikap `buang badan' dengan mengalihkan tanggung jawab itu kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu)," katanya. Bahkan, anggota Komisi VII DPR RI Dito Ganinduto sebelumnya juga menegaskan, pemerintah pusat mesti mematuhi usulan dewan agar sisa saham divestasi PT NNT diserahkan ke pemda. Menurut Dito, pemerintah pusat pun berpotensi melanggar Undang-Undang (UU) No 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Ganinduto menjelaskan, dalam pasal 1 butir 3 UU 33/2004 disebutkan, perimbangan keuangan antara pemerintah dan pemda adalah suatu sistem pembagian keuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, dan efisien dalam rangka pendanaan penyelenggaraan desentralisasi, dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, dan kebutuhan daerah, serta besaran pendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. "Karena itu, tidak ada jaminan kepastian bila pemerintah pusat mengambil alih saham divestasi PT NNT bisa memenuhi tuntutan kesejahteraan terhadap rakyat NTB," katanya. >> Sahrial Nova

Jakarta,(MR) Pemerintah gamang untuk menerapkan subsidi BBM yang tepat sasaran. Kebijakan tersebut harus menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak mengerak inflasi di tingkat masyarakat. "Tidak gampang karena ada orang mengatakan, ya sudah naikkan saja harganya yang rakyat miskin diberikan subsidi langsung, sepertinya gampang tapi akan terjadi gejolak pada inflasi," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kantornya, Selasa (3/5). Hatta mengatakan, saat ini perlu ada perubahan kebijakan dalam pemberian subsidi BBM. Sebab selain harus memperhatikan unsur kehati-hatian, pemerintah juga berprinsip memberikan subsidi tepat sasaran. Hatta mengakui, saat ini pemerintah sedang memikirkan mekanisme pemberian subsidi yang tepat. Subsidi langsung sulit karena masyarakat itu banyak yang tinggal berpindahpindah. "Harga inflasi akan terdongkrak dan masyarakat yang move (berpindah) tinggi itu belum tentu dapat subsidi langsung karena berbagai macam kendala," katanya. Menurut Hatta, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah punya roadmap dalam empat tahun menuju subsidi tepat sasaran. Ditanya apa target pemerintah untuk 2011, Hatta mengatakan, "Ya kita tunggu dulu." Pemerintah tidak mau ada migrasi yang berlebihan dari Pertamax ke Premium. Hal itu bisa memicu peningkatan permintaan Premium, padahal kuotanya terbatas. Kuota Premium 38,6 juta kilo liter, subsidinya Rp98,2 triliun. Hingga Maret 2011 rata-rata produksi minyak hanya 906 ribu barel per hari, padahal targetnya 970 ribu barel per hari. >>Ediamo

Kemenhut Izinkan Pembukaan Lahan Murbei 3 Ribu Hektare
Jakarta,(MR) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berupaya meningkatkan pengembangan sutera alam dengan memfasilitasi pembukaan areal tanaman murbei seluas 3.000 hektare dan budidaya kokon (kepompong) ulat sutera di Indonesia. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (3/5) mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah China untuk menanamkan investasi di sektor kehutanan sebesar US$20 juta, termasuk untuk pembangunan Hutan Tanaman Industri. Pembukaan lahan murbei ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Chongqing Wintus Enterprises Group, dan PT Global ABC. Menteri saat membuka seminar Pengembangan Industri Persuteraan Alam Nasional mengatakan, kerja sama ini terjalin karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif seperti intensitas sinar matahari dan ketersediaan lahan, sedangkan China menguasai teknologi dalam pengembangan kokon dan ulat sutera. "Jadi mereka akan menanamkan investasi di sektor hulu (on farm) dengan membawa bibit ulat sutera untuk dikembangkan di Indonesia serta membudidayakan tanaman murbei," kata Zulkifli. Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan, Harry Santoso, menyatakan untuk tahap awal kerjasama akan disiapkan 100 hektare dari 3.000 hektare untuk lahan tanaman murbei, yang mulai ditanam pada Juni-Juli mendatang. Meski demikian, Harry enggan membeberkan berapa nilai investasi untuk kegiatan sektor hulu tersebut. "Setelah lahan siap barulah akan dibangun pabrik untuk mengolah kokon tersebut.

Menteri Negera Koperasi dan UKM Resmikan HPKP di Kota Tasikmalaya
Kota Tasik,(MR) Menteri Negara Koperasi dan UKM DR.Syarief Hasan, MM. MBA meresmikan Pasar Tradisional HPKP Kota Tasikmalaya didampingi Anggota DPR-RI Ingrit Syarif Hasan dan H.Nurul Imam Mustofa, MA, Sabtu (30/04). Hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat,M.Si, Ketua DPRD Kota Banjar, Muspida Kota Tasikmalaya, Para Pimpinan BUMN, BUMD, Perusahaan swasta serta pengurus Koperasi dan Tokoh masyarakat. Pasar yang terletak di jalan situ gede ini merupakan contoh pembangunan pasar tradisional secara swadaya oleh koperasi, melalui program kredit usaha

Namun belum diketahui berapa kapasitasnya," katanya. Presiden Direktur PT Global ABC Vince Gowan mengatakan investasi bibit ulat sutera mencapai 1 dolar per bibit. Namun dia belum mau memerinci total pendanaannya. Saat ini, potensi produksi ulat sutera nasional hanya 10 ton per tahun dari semestinya yang dapat dihasilkan hingga 80 ton per tahun. Pada 2010, Sulawesi Selatan menjadi produsen kokon terbesar di Indonesia dengan total produksi 116.317 kilogram dan luas tanaman murbei hingga 2.524 hektare. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang menargetkan daerahnya dapat menjadi sentra pengembangan sutera Indonesia dengan target produksi 600 ton per tahun, serta luas lahan hingga 10.000 hektare. Berdasarkan data rencana pengembangan persuteraan

alam nasional 2006-20100, produksi benang sutera sebanyak 81,2 ton dan akan meningkat menjadi 625 ton pada 2010. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan target tersebut tidak tercapai karena produksinya hanya mencapai 36,85 ton akibat telur sutera domestik terserang penyakit pebrine. "Padahal kebutuhan benang sutera nasional sebesar 900 ton. Karena itu dilakukan impor benang sutera," kata Euis. Untuk pembangunan pabrik pemintalan benang sutera dengan kapasitas produksi 500 kilogram per jam, menurut dia, dibutuhkan dana sebesar Rp3 miliar-Rp4 miliar. "Namun tingginya investasi ini mengakibatkan ketiadaan pabrik benang sutera. Tinggal, pemintal tradisional saja yang bertahan," papar dia. >> Ediatmo

Jatim Tambah Cadangan Gabah

rakyat (KUR) dari Bank Tabungan Negara. Syarief Hasan mengungkapkan bahwa dengan penataan yang konsisten PKL bukan lagi bagian dari masalah (Part of problem) tetapi berubah menjadi (Part of solution) sehingga PKL layak dijadikan sebagai mitra pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran dan sekaligus mitra dalam penataan kota. “Saya Menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya atas upaya penataan dan relokasi PKL melalui pembangunan Pasar HPKP yang menampung 893 PKL, sehingga PKL mendapatkan

kepastian tempat bahkan hak milik,” katanya. Pasar HPKP ini menampung 893 PKL yang selama ini berjualan informal di badan jalan sekitar pasar induk Kota Tasikmalaya, PKL yang selama ini dipandang sebagai Part of Porblem sebuah Kota, telah ditata melalui HPKP sehingga mampu menjadi eskalator dalam proses pembangunan Kota Tasikmalaya. Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan kredit usaha bagi para pengusaha kecil dan menengah di Kota Tasikmalaya serta pelepasan ekspor produk unggulan Kota Tasikmalaya ke negara Jerman. >> Iin Kartiwan

Surabaya,(MR) Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana menambah cadangan gabah sekitar 2,5 juta ton pada tahun 2011. Langkah ini untuk menghadang masuknya beras impor, terutama untuk kebutuhan masyarakat miskin. Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Ekoputro di Surabaya, Jatim, Senin (25/4) mengatakan, hingga April Bulog Divre Jatim telah membeli sebanyak 160.000 ton gabah kering giling (GKG). Padahal hingga akhir Maret baru berhasil menyerap 38.000 ton atau sekitar 3,54 persen dari tagert 2011 sebanyak 1,6 juta ton GKG, sedangkan tahun 2010 sebesar 1,2 juta ton. Dengan hasil panen sesuai harapan, meski kondisi cuaca tidak menentu kata Wibowo, Pemprov Jatim telah mengajukan permintaan kepada Dirjen Tanaman pangan di Kementerian Pertanian menyangkut penambahan cadangan sebesar 2,5 juta ton. “ Selama ini memang sudah ada stok yang pengadaan dilakukan oleh Lembaga pembelian Gabah Badan Ketahanan pangan sebanyak 2,5 juta ton setiap tahun. Pemprov berencana melakukan pengadaan sendiri sebanyak 2,5 juta ton, sehingga stok pangan di Jatim benar-benar aman,” katanya. Wibowo juga mengatakan, hingga saat ini surat permohonan dari Gubernur Jatim menyangkut kenaikan harga gabah yang dikirim kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 Maret 2011 belum ditanggapi. Harga pembelian gabah di pasaran umumnya melampaui harga pokok pembelian (HPP) sesuai intruksi presiden atau Inpres Nomor 7 Tahun 2009.HPP gabah kering panen (GKG) saat ini Rp 2.640 per kilogram agar dinaikkan menjadi Rp 2.950, sedangkan gabah kering panen (GKP) Rp 3.300 per kilogram diusulkan Rp 3.700 per kilogram. Beras Rp 5.60 per kilogram menjadi Rp 5.700 per kilogram.Tanpa ada kenaikan HPP petani sulit untuk mendapatkan keuntungan atas jerih payah mereka selama musim tanam. Jika hanya mengandalkan HPP, petani hanya bisa menutup biaya produksi petani dalam kondisi normal. >> Dea

SURAT KABAR UMUM

Advertorial

Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

6

Galery Photo

Anambas
Gubernur Kepri Buka STQ IV Tingkat Propinsi di Anambas

Foto bersama Gubernur Kepri beserta dan Walikota serta Bupati se-propinsi Kepri di lapangan Sulaiman Abdullah Terempa

Foto bersama Gubernur beserta Bupati dan Walikota se-propinsi Kepri saat pembukaan STQ IV

Foto bersama Gubernur Kepri beserta istri,Bupati KKA beserta istri dan pemain orkes Kompang saat pembukaan STQ IV tingkat Propinsi

Foto bersama Gubernur Kepri beserta istri,Bupati KKA beserta istri dan penari kolosal putri saat pembukaan STQ IV tingkat Propinsi

Foto bersama Gubernur Kepri beserta istri,Bupati Anambas beserta istri dan penari persembahan saat pembukaan STQ IV tingkat Provinsi

Foto bersama Gubernur Kepri beserta istri,Bupati KKA beserta istri dan penari kolosal putra saat pembukaan STQ IV tingkat Propinsi

Pemukulan Beduk oleh Gubernur beserta Bupati dan Walikota se-propinsi Kepri tanda dibukanya STQ IV tingkat propinsi Kepri

Sambutan Gubernur Kepri, H.M Sani saat pembukaan STQ IV tingkat propinsi Kepri

Laporan ketua umum STQ IV tingkat Propinsi Kepri, Drs.Tengku Mukhtaruddin

Laporan ketua LPTQ propinsi Kepri, H.M Soryo saat pembukaan STQ IV tingkat propinsi Kepri

Pembacaan Doa

Penyerahan Piala STQ oleh Gubernur, Wakil Gubernur kepada ketua umum STQ IV propinsi Kepri,Drs.T.Mukhtaruddin

Penyerahan Dana Proyek 2010 oleh Gubernur Kepri, H.M Sani kepada Bupati Anambas,Drs.Tengku Mukhtaruddin

Sambutan Gubernur Kepri saat Memberikan bantuan kepemerintahan Desa dan Kelurahan

Sekapur Sirih dari penari persembahan

Penandatanganan proyek 2010 di KKA, oleh Gubernur Kepri pemahaman terhadap Al Qur’an dan mencari qori dan qoriah yang nantinya akan mewakili Propinsi Kepri untuk tampil dalam MTQ,” katanya. Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas dalam laporannya menjelaskan, tujuan yang ingin dicapai dari penyelenggaraan kegiatan STQ ini, yaitu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu meningkatkan dan mendorong semangat generasi muda dalam memahami, menghayati dan mengamalkan isi Al Qur’an. Disamping itu juga untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah dan meningkatkan prestasi Kepri dalam bidang pengembangan tilawatil qur’an. “Untuk jumlah peserta dalam kegiatan STQ ini diikuti sebanyak 7 kabupaten/kota se-propinsi Kepri yang terdiri dari : 350 orang kafilah dari Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang 200 orang kafilah, Kabupaten Lingga 180 orang kafilah, Kabupaten Karimun 100 orang kafilah, Kota Batam 75 orang Kafilah serta Kabupaten Natuna 70 orang kafilah serta Kafilah Kabupaten Kepulauan Anambas tentunya seluruh masyarakat kepulauan Anambas mulai dari tanggal 30 April hingga 05 Mei 2011,” terangnya. Pada malam pembukaan itu, selain Gubernur Kepri HM Sani juga hadir Wakil Gubernur Kepri HM Saoerya Respationo yang juga Ketua Lembaga

Penerimaan Proyek SMAN-2 Siantan oleh Asisten II,Andi Agriel Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kepri, Ketua DPRD Kepri HM Nur Syafriadi, Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan. Berikutnya juga hadir Bupati Bintan Ansar Ahmad, Bupati Anambas (Ketua Umum Panitia STQ IV Kepri) Tengku Mukhtaruddin, Wakil Bupati Anambas Abdul Haris dan Ketua DPRD Anambas Amat Yani. Muspida tingkat Provinsi Kepri, tingkat kota dan kabupaten serta sejumlah tamu undangan juga hadir. Piala bergilir juara umum yang diperebutkan kafilah 7 kabupaten/kota pada STQ IV Kepri ini adalah piala baru. Pasalnya piala lama telah menjadi milik Kota Batam, karena telah menyabet tiga kali berturut-turut menjadi juara umum STQ Tingkat Provinsi Kepri. Lebih jauh Sani menjelaskan dari awal permulaan Provinsi Kepri ikut ambil bagian dalam STQ dan MTQ Tingkat Nasional terlihat grafik yang terus meningkatkan. Pada MTQ XXI Tahun 2006, Provinsi Kepri urutan 8, MTQ XXII tahun 2008 Kepri nomor 7 dan pada MTQ XXIII, Provinsi Kepri urutan 4 dari 33 provinsi di Indonesia. “Diharapkan pada MTQ XXIV nanti prestasi Kepri dapat lebih baik lagi,” ujarnya. Sani berpesan agar makna kegiatan STQ dapat diimpelementasikan di kehidupan sehari-hari. Pada STQ yang dicari bukan semata-mata juara, namun

Foto istri Gubernur Kepri,Nyonya Aisyah Sani dan istri Bupati Anambas,Nyonya Yenni Patra Mukhtaruddin untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Alquran. Pada kesempatan terpisah, Ketua LPTQ Kepri yang juga Wakil Gubernur HM Soerya Respationo mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan pembinaan terhadap lembaga-lembaga pendidikan Alquran, dengan membuat program dan kerangka agar masyarakat memahami isi kandungan Alquran. LPTQ Kepri juga akan terus meningkatkan prestasi provinsi ini di ajang nasional. Sebelumnya, Sabtu pagi (30/4) Gubernur Kepri HM Sani melepas pawai takruf STQ IV yang diikuti oleh seluruh kafilah yang ada di propinsi Kepri,yakni ; Kafilah kota Tanjungpinang, kota Batam, Kabupaten Bintan, kafilah Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Natuna serta Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai Tuan rumah STQ IV tingkat propinsi Kepri. takruf itu. Gubernur Kepri H.M Sani mendarat di Anambas sejak Jumat (29/04),dan langsung melaksanakan rangkaian kegiatan,diantaranya melepas penyu di Pantai Padang Melang, Temu wicara dengan petani serta panen padi di desa Bukit Padi, mengunjungi Pulau Bawah, meresmikan Bank Riau Kepri, memberikan bantuan kepada pemerintahan desa. >>Edward

Anambas,(MR) Terempa ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas ditunjuk sebagai Tuan Rumah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-IV tingkat Propinsi Kepri tahun 2011. Dipastikan semua kabupaten mengikuti seleksi ini dan akan dilanjutkan ke tingkat nasional, karena STQ merupakan ajang dakwah sekaligus mengukur proses pembinaan dan pendidikan alquran di masyarakat. Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) IV tingkat Propinsi Kepri tahun 2011, Sabtu malam (30/04) secara resmi dibuka Gubernur Kepulauan Riau,H.M Sani. Acara pembukaan yang dipusatkan dilapangan sepak bola Sulaiman Abdullah kota Terempa berlangsung cukup meriah dengan disajikannya sebuah tarian kolosal dari sanggar seni siantan yang diiringi dengan musik kompang yang ditandai dangan pemukulan Beduk. Gubernur Kepri, H.M Sani dalam sambutannya memberikan apresiasinya kepada penyelenggaraan kegiatan dan para peserta yang semuanya itu bisa diandalkan dalam mengikuti acara tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam ini selain untuk mengukur penguasaan generasi muda terhadap pemahaman nilai-nilai ajaran agama Islam juga dapat mendorong peningkatan kualitas moral masyarakat. “Tidak hanya itu STQ ini juga sebagai ajang dan menjadikannya sebagai wahana untuk membuktikan

SURAT KABAR UMUM

Advertorial

Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

7

Galery Photo

Anambas

STQ IV Tingkat Propinsi Kepri di Anambas Ditutup Kabupaten Karimun Juara Umum
Anambas, (MR) Gema Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional ke IV tingkat Provinsi Kepri Tahun 2011 di Kabupaten Kepulauan Anambas yang berlangsung selama kurang lebih sepekan akhirnya mencapai akhir. Hal ini ditandai dengan penutupan yang berlangsung Kamis (05/05), yang dihadiri oleh Kakanwil Kementrian Agama Propinsi Kepri,asisten II,Bupati Kepulauan Anambas beserta wakil, Sekda KKA,wakil Ketua DPRD KKA,kepala SKPD KKA beserta istri,tokoh agama dan tokoh masyarakat serta kafillah dari kabupaten/kota se-propinsi Kepri. Penutupan yang berlangsung di lapangan Sepakbola Sulaiman Abdullah berlangsung hikmat, karena merupakan moment yang ditunggu dengan agenda pengumuman pemenang dari ketua,Drs.H.Marwin Jamal,sekretaris,H.Mahadi Rahman,SQ,Dewan Hakim STQ IV tingkat propinsi Kepri. Kabupaten Karimun keluar sebagai juara umum di Peringkat Kejuaraan Daerah. Menyusul kemudian diperingkat kedua Kota Batam. Diperingkat ketiga Kota Tanjungpinang dan menyusul tuan rumah Kabupaten Kepulauan Anambas,menyusul Kabupaten Lingga,Kabupaten Bintan serta Kabupaten Natuna. Bupati Kepulauan Anambas,Drs.Tengku Mukhtaruddin dalam sambutannya mengatakan terima kasihnya atas dukungan semua fihak yang turut menyukseskan event tersebut. Mulai dari pihak Provinsi sampai daerah, atas dukungan dana dan tenaga. Bupati juga mengucapkan selamat kepada para kafilah yang terpilih menjadi juara, dan berjuang untuk mewakili propinsi Kepri nantinya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf, jika selama berlangungnya seleksi terdapat hal - hal yang kurang berkenan. Wakil Gubernur Kepri dalam sambutannya mengucapkan selamat atas kemenangan para kafilah dan yang akan mewakili propinsi Kepri di tingkat Nasional. Gubernur berpesan agar kafilah dibina untuk persiapan STQ tingkat Nasional yang akan di gelar pada Juni mendatang. Antusiasme masyarakat Anambas untuk memeriahkan STQ kali ini telah terlihat dari sebelum dimulai gemanya. Terbukti dengan tidak sepinya tempat berlangsungnya perlombaan yang terbagi di Tiga tempat dari penonton selama seleksi berlangsung dan kondusifnya keamanan. Hasil Rakerda Dewan Hakim STQ IV tingkat propinsi Kepri,Kota Tanjungpinang menjadi tuan rumah di STQ V tingkat propinsi Kepri. >>Edward

Penyerahan piala STQ kepada juara umum STQ IV tingkat Propinsi Kepri yang dilaksanakan di Anambas

Foto bersama Wagub Kepri, Bupati dan wabup KKA serta paskibra dan pelatih saat penutupan STQ IV tingkat propinsi Kepri

Foto bersama wakil Gubernur Kepri, Bupati dan wakil Bupati KKA, Kakanwil kementrian agama,Asisten II,kafillah KKA mendapat Juara

Foto bersama wakil Gubernur Kepri, Bupati dan wakil Bupati KKA, Kakanwil kementrian agama, Sekda, asisten, waket DPRD KKA, dan Paskibra

Foto bersama Wakil Gubernur Kepri, Bupati serta istri dan wakil Bupati KKA, Kakanwil kementrian agama, asisten II, dan pejabat KKA

Foto bersama Wagub Keprii, Bupati dan wabup KKA beserta istri, Kakanwil kementrian agama dan juara umum STQ IV tingkat Propinsi Kepri

Sambutan wakil gubernur Kepri, H.M Soeryo saat penutupan STQ IV tingkat Propinsi Kepri

Star energy, Yusuf memberikan hadiah Umroh kepada juara I Hifzil Quran 30 juz putra saat penutupan STQ IV tingkat Propinsi Kepri

Conoco Phillips memberikan hadiah umroh kepada juara I Tilawah dewasa putra saat penutupan STQ IV tingkat propinsi Kepri

permier oil,Marwan Wongso memberikan Hadiah Umroh kepada juara I Tilawah dewasa putri STQ IV tingkat Propinsi Kepri di Anambas

BANK cabang Terempa memberikan bantuan hadiah 5 juta kepada juara I STQ IV tingkat Propinsi Kepri

PT.PAN memberikan hadiah Umroh juara I dewasa putri 30 juz saat penutupan STQ IV tingkat Propinsi Kepri

Foto bersama para juara STQ IV tingkat propinsi Kepri di lapangan sepakbola Sulaiaman Abdullah saat penutupan STQ IV tingkat Provinsi Kepri

8
UN Jangan Diperseram

Pendidikan
Jakarta,(MR) Pemerintah akan menerapkan pendidikan karakter pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi mulai tahun ajaran baru 2011/2012. Pendidikan karakter tersebut diwujudkan mulai dari kurikulum sampai dengan membangun kultur budaya di sekolah. ''Pendidikan karakter ini adalah sesuatu yang mendesak untuk dilakukan saat ini. Targetnya semua sekolah nantinya harus menggunakan,'' ungkap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh di sela peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Selasa (2/5). Penyataan itu, jelas Nuh, sesuai dengan tema Hardiknas tahun ini yakni, Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa. Konsepnya, tambah Nuh, telah disiapkan sejak tahun lalu. ''Ada tiga kelompok pendidikan karakter yaitu tumbuhnya kesadaran bagi peserta didik sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang maha Kuasa, tumbuhnya kepenasaran intelektual untuk membangun keilmuan, serta tumbuhnya rasa bangga dengan cara berprestasi. Dari kegemaran berprestasi itu nantinya akan muncul kebanggaan we are the Indonesian,'' kata Nuh. Selain itu, ujar Nuh, pendidikan karakter yang dibentuk pun bukan hanya diajarkan melalui papan tulis tetapi juga melalui pembudayaan. ''Jangan sampai terjebak hanya pada ranah kognitif, tetapi harus diterjemahkan dalam ranah perilaku,'' katanya. Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa Ki Darmaningtyas melihat pendidikan karakter memang penting diwujudkan agar masyarakat Indonesia bisa menjadi bangsa yang jujur dan bangsa yang berdaya saing. ''Tapi, jangan lupa juga, pendidikan itu bukan sekedar karakter semata, tapi juga pendidikan untuk semua, baik dari sisi sarana dan prasarana, maupun dari sisi kualitas guru,'' kata Darmaningtyas. Ia melihat saat ini, hal itu belum terealisasi di Indonesia, karena misalnya, masih ada saja calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, tidak bisa masuk ke perguruan tinggi dengan biaya yang terjangkau. ''Inilah yang sebenarnya harus ditekankan oleh pemerintah, bukan hanya melulu wacana pendidikan karakter,'' kata Darmaningtyas. Pengamat kebijakan publik yang juga Chairman The Centre for Indonesian Development Review (CIDEV) Muhammad Rifai Darus sependapat pula dengan Ki Darmaningtyas. Menurut Rifai, UU Sistem Pendidikan Nasional yang ada saat ini sekedar wacana semata, tetapi realisasi sesungguhnya di lapangan masih banyak yang berantakan. Rifai mencontohkan, di salah satu kabupaten di Papua, ada sekolah yang hanya memiliki seorang guru saja. Padahal, muridnya berjumlah puluhan

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Membuat Rendah Mental Siswa
“Kalau UN di Seram-Seram, ini jelas akan mempengaruhi beban dan mental anak, saya mendukung dengan adanya Do’a bersama untuk menghadapi UN ini, tetapi yang perlu kita ketahui, disini Guru-guru yang mendapatkan Sertifikasi harus betul-betul melaksanakan Kegiatan Proses Belajar dan Mengajar dengan baik.”

Pendidikan Karakter Diterapkan Tahun Depan

Mendiknas M. Nuh saat memberikan keterangan pers disela-sela acara Hardiknas tahun 2011

siswa. Ini menunjukkan hardiknas tahun ini belum mampu menyamaratakan akses pendidikan semua rakyat Indonesia. ''Karena itu, solusi yang terbaik adalah bagi pemerintah pusat adalah segera membentuk

pusat-pusat pendidikan di kabupaten/kotamadya, agar akses pendidikan terutama dari sisi administrasi serta anggaran tidak habis oleh mata rantai birokrasi,'' kata Rifai.>> Sahrial Nova

Karawang,(MR) Ketika UN di perseram, akan mempengaruhi mentalitas anak, untuk menghadapi UN ini, menurut Kepala UPTD Pendidikan Karawang Barat dan UPTD Pendidikan Rawamerta Drs. H. J. Sudarja Munjizen, M.Pd mengatakan di ruang kerjanya saat di konfirmasi MR pekan lalu, “ Kalau UN di Seram-Seram, ini jelas akan mempengaruhi beban dan mental anak, saya mendukung dengan adanya Do’a bersama untuk menghadapi UN ini, tetapi yang perlu kita ketahui, disini Guru-guru yang mendapatkan Sertifikasi harus betul-betul melaksanakan Kegiatan Proses Belajar dan Mengajar dengan baik.,” jelasnya. Sudarja mengatakan, Buat apa ada Sertifikasi kalau tidak bisa meningkatkan kualitas Pendidikan, begitu juga guru BK dan BP harus berperan aktif terhadap siswa-siswi, jangan hanya patokan terhadap siswa-siswi yang bermasalah, seharusnya seluruh siswa-siswi harus ada pembinaan, ungkapnya. Hal yang sama dikatakan Kepsek Nagasari XII, Sumarni, S.Pd didampingi Nining Ratnaningsih S.Pd, sangat-sagat mendukung dengan adanya pelaksanaan UN ini sebagai tolak ukur Keberhasilan di sekolah, Namun untuk di SD-SD sendiri sistim Pengawasan jangan dilakukan secara silang, walau bagaimanapun dengan pengawasan silang akan mempengaruhi kejiwaan anak karena mendapatkan suasana yang baru, lebih baik untuk pengawasan di kembalikan kepada sekolah masing-masing, adapun pengawasan di sekolah, guru-guru yang ditunjuk sebagai pengawasan harus jujur sesuai dengan prosedur, sesuai dengan pelaksanaan UN karena Siswa-Siswi sekolah dasar “ harus lulus” semua sesuai dengan Program Wajar Diknas 9 Tahun. >> Komarudin

SMP Pemda Anjatan Sukseskan UN 2011

Genggam Dunia Dengan Membaca
Kota Tasik,(MR) Drs.H.Syarif Hidayat,M.Si menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat untuk bahu membahu memajukan pendidikan khususnya upaya pengembangan minat baca masyarakat Kota Tasikmalaya yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Tasikmalaya dan dengan membaca kita dapat menggenggam dunia dan mencapai surga, demikian ungkap Drs. Syarif Hidayat, M.Si saat membuka acara Lomba Minat Baca Tahun 2011 dan Pencanangan Gerakan Membaca Tingkat Kota Tasikmalaya di Halaman Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya di Kompleks Perkantoran Kota Tasikmalaya, Selasa lalu. Hal ini diungkapkan Syarif Hidayat mengingat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa, hal ini merujuk pada laporan United Nations Development Programme (UNDP) dalam “Humas Development Report 2010” bahwa indeks pembangunan manusia Indonesia menunjukkan angka 0,600 dan menempati urutan yang ke 108 dari 194 negara di dunia. Lanjut Syarif, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia berada pada urutan ke 6 dari 9 negara yaitu :1) Singapura di urutan 27, 2) Brunei Darussalam di urutan 37, 3) Malaysia di urutan 57, 4) Thailand di urutan 92, 5) Filipina di urutan 97, 6) Indonesia di urutan 108, 7) Vietnam di urutan 113, 8) Kamboja di urutan 124 dan, 9) Myanmar di urutan 132. Sedangkan berdasarkan BPS Tahun 2006, membaca bagi masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber untuk mendapatkan informasi, masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%) dan mendengarkan radio (40,3%) dalam mendapatkan informasi dibandingkan dengan membaca (23,5%). >> H.ADE DIMYATI

Walikota Tasikmalaya :

Wartawan MR Mukromin, ketika berbincang-bincang dengan Kepala SMP Pemda Anjatan, Khaerudin, S.Pd.I. dan Pemantau UN dari Polsek Anjatan, Aiptu Gatot Kuncoro. (Doc Foto : Abdullah)

Bupati Karawang Resmikan RKB Sekolah Bantuan Pertamina
Karawang,(MR) Perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Karawang kembali menunjukkan kepedulian dan peran sertanya dalam proses pembangunan daerah. Kali ini, PT. Pertamina EP Region Jawa turut membangun ruang kelas baru (RKB) di dua sekolah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Peresmian kedua gedung sekolah tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara. Dua sekolah yang mendapatkan ruang kelas baru tersebut adalah SDN Cilamaya Wetan VII, di Kecamatan Cilamaya Wetan, dan SDN Karangligar II di Kecamatan Telukjambe Barat. Kedua kecamatan tersebut memang merupakan salah satu basis produksi andalan PT.Pertamina EP di Kabupaten Karawang. Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Karawang mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT.Pertamina EP Region Jabar maupun perusahaan lain yang juga telah melakukan hal serupa terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Karawang. “Mudah-mudahan hal ini bisa terus diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Karawang,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, pemerintah daerah selama ini telah berupaya meningkatkan pemerataan kesempatan belajar bagi masyarakat di semua jenjang, jalur dan jenis pendidikan, Hal ini sesuai dengan amanat UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang : Sistim Pendidikan Nasional. “Khususnya pada pasal 10 yang menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan,” jelasnya. Bupati melanjutkan bahwa hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembangunan mutu pendidikan dan membangun manusia yang berkualitas, cerdas, terampil, berbudaya dan berakhlak mulia. “Sekaligus mengaktualisasikan potensi manusianya secara utuh dan optimal, sehingga mampu menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan global yang sangat kompetitif,” imbuhnya. Pjs.General Manager PT.

Indramayu,(MR) Sebanyak 48 murid kelas 9 SMP Pemda Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, melaksanakan dengan sukses Ujian Nasional (UN) 2011, sesuai dengan jadual seperti sekolah lain di Daerah Indramayu, yang berlangsung selama 4 hari (25-28/4) silam. Hal tersebut mengemuka dalam perbincangan antara Kepala SMP Pemda Anjatan, Khaerudin, S.Pd. I. dengan Pemantau UN dari Polsek Anjatan, AIPTU. Gatot Kuncoro dan Wartawan MR Jakarta, Mukromin, diteras sekolah tersebut. “ 49 peserta UN dari SMP Pemda Anjatan itu, menempati 3 unit ruang kelas dengan 6 orang petugas pengawas, berjalan sesuai peraturan, “ kata Khaerudin, S.Pd. I. Diloksi terpisah, Warto, S.Pd. I. Kepala MTs Al-Hidayah Patrol Lor Kecamatan Patrol, juga mengutarakan hal serupa yakni sekolah yang dipimpinnya melaksanakan UN sesuai dengan ketentuan. “Sebanyak 167 murid mengikuti UN pada tahun pelajaran 2010/2011, menempati 9 unit ruang kelas dengan 18 petugas pengawas, terselenggara dengan baik lancar dan sukses,” ujarnya. Makhrudin, Kepala MTs Al-Hijrah Bongas, melalui ponsel, mengabarkan bahwa, 32 murid Madrasah tersebut sudah mengikuti UN 2011 sesuai dengan standar operasional, Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksana (Juklak) dari Dinas yang berwenang didaerah setempat. >> Mukromin

Pertamina EP Region Jawa, Wresniwiro menambahkan, pembangunan dibidang pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan juga merupakan tanggung jawab pihak swasta dan masyarakat, termasuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Bantuan dari Pertamina ini merupakan yang kesekian kalinya bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja Pertamina,” ujarnya. Selain di bidang pendidi-

kan, lanjut Wresniwiro, Pertamina juga telah memberikan bantuan lain diantaranya perkerasan jalan dan pembangunan sarana olahraga di Desa Mekarmaya, serta pembangunan pagar kantor desa dan perkerasan jalan di Desa Muktijaya dan Sukamulya. “Kami juga turut serta dalam membina perekonomian masyarakat kecil, dan ke depan kami akan terus melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah kerja kami,” imbuhnya. >> Komarudin

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Pendidikan
Jakarta,(MR) Menteri Pendidikan Nasional M Nuh menegaskan, perguruan tinggi negeri tidak boleh menolak calon mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah atau miskin. "Istilah orang miskin tidak bisa kuliah sudah kita kubur dalamdalam. Sekarang orang miskin bisa kuliah, apalagi sekarang pemerintah telah menyediakan beasiswa bidik misi bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin," kata Mendiknas pada dialog dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi dari Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Sabtu. Ia mengatakan, perguruan tinggi harus lebih ramah secara sosial kepada masyarakat miskin. Artinya masyarakat miskin yang ingin kuliah harus mendapat perhatian khusus dari perguruan tinggi. Dengan kata lain, perguruan tinggi tidak boleh tertutup bagi calon mahasiswa miskin. Selain itu perguruan tinggi juga harus rajin turun ke pelosok mencari masyarakat miskin untuk mengajaknya kuliah. Menurut Menteri, sebenarnya banyak masyarakat miskin yang ingin kuliah, namun karena sadar dengan kemampuan ekonominya, keinginan itu mereka kubur jauh-jauh hari. "Di sinilah peran perguruan tinggi untuk mencari mereka hingga ke pelosok dan mengajak mereka untuk kuliah. Ini harus dilakukan USU dan Unimed kalau ingin mulia di mata masyarakat," katanya. Menurut dia, kemuliaan perguruan tinggi bukan saja ditentukan oleh prestasi yang pernah diraih namun juga oleh berapa banyak mereka menerima mahasiswa miskin. "Saya berani taruhan, USU dan Unimed akan lebih maju lagi kalau mereka lebih banyak menerima mahasiswa miskin. Mahasiswa yang berasal dari

9
keluarga miskin saya minta jangan malu jadi orang miskin. Tetaplah semangat hingga kelak dapat berguna bagi orang lain," katanya. Dalam kesempatan itu, Menteri juga menyempatkan memberikan tips agar sukses kepada mahasiswa yakni menyisihkan pendapatan sebesar 2,5 persen untuk membantu orang lain dan tetap berbakti kepada kedua orang tua. "Suatu saat ajak orang tua masingmasing untuk melihat suasana kampus. Restu Allah ada pada restu orang tua,"katanya. Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Syahril Pasaribu mengatakan, pada tahun akademik 2010/2011, pihaknya mendapat alokasi dan sudah menyalurkan Beasiswa Bidik Misi kepada 500 mahasiswa yang terdiri atas 216 orang laki-laki dan 284 perempuan. Mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi ini tersebar pada 13 fakultas di lingkungan USU. "Meskipun besaran nilai bantuan yang diberikan ini relatif berbeda. Namun patut diapresiasi bahwa bantuan pendidikan yang diberikan ini merupakan wujud dari kepedulian pemerintah dalam memberikan dukungan biaya pendidikan. >> Ediatmo

UPTD Pendidikan Haurgeulis Gelar Sosialisasi UN 2011

PTN Tidak Boleh Tolak Mahasiswa Miskin

Para peserta sosialisasi UN 2011 (Foto : Abdullah)

Indramayu,(MR) Jajaran UPTD Pendidikan Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dalam beberapa hari ini pro aktif mengadakan sosialisasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011, disejumlah lokasi / Gugus dalam wilayah kerja Kantor UPTD Pendidikan tersebut. Diantaranya, Panitia UN 2011 Kantor UPTD Pendidikan Haurgeulis, menyelenggarakan sosialisasi UN kepada 44 calon pengawas ruangan, 9 orang Kepala Sekoah dan 9 orang guru kelas 6 SD di Gugus Cut Nyadin SD Negeri Sukahati Desa Sukajati, Rabu siang. Wawan Setiawan, S.Pd. MM. selaku anggota Panitia UN Kantor UPTD Pendidikan Haurgeulis, dalam pengarahannya kepada para peserta sosialisasi mengatakan, pelaksanaan UN bagi murid SD itu berlangsung dari tanggal 10, 11 dan 12 Mei 2011. “Kami menghimbau kepada para Petugas Pengawas Ruangan, Kepala Sekolah, supaya dalam pelaksanaan UN sesuai dengan standar operasional,” tukasnya. Kepala SD Negeri Sukahati, Yoyo Taryono, S.Pd. MM. Seusai mengikuti acara sosialisasi UN tersebut kepada MR menyatakan siap mensukseskan UN disekolahnya. “ Para murid kelas 6 dan Dewan Guru di Lembaga Pendidikan ini, sudah berupaya sebaik-baiknya dalam mengikuti UN 2011,” terangnya. >> Mukromin

Bekas Kantor Pemkab Mura Jadi Kampus Unmura
Musi Rawas,(MR) Sekitar 80 % dari jumlah eks perkantoran Pemerintah kabupaten Musi Rawas yang terletak di kota Lubuklinggau digunakan oleh pihak Universitas Musi Rawas (Unmura) sebagai kampus dan perkantoran. Menurut Wakil Rektor II Unmura Bidang Administrasi dan Umum H.Syamsul Anwar. Saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya melalui Yayasan Bumi Silampari selaku pengelola Unmura sudah mendapatkan izin pinjam pakai beberapa kantor eks perkantoran Pemkab Mura terutama yang terletak di kelurahan Air Kuti sebagai kampus Unmura. “Sekitar 70-80 persenlah yang sudah kita manfaatkan statusnya pinjam pakai,” katanya. Namun dirinya menekankan, status penggunaan eks kantor tersebut adalah pinjam pakai, bukan pengalihan aset. Masa waktu pinjam pakai tersebut selama dua tahun. Setelah masa waktu tersebut habis, pihaknya akan kembali mengajukan permohonan pinjam pakai kembali. Dia menambahkan, karena sifatnya pinjam pakai, pihaknya hanya mengajukan permohonan kepada bupati Musi Rawas, tanpa harus berkoordinasi dengan pihak DPRD Musi Rawas. Alasannya, karena aset tersebut masih tetap milik Pemkab Musi Rawas. Selain eks perkantoran yang terletak di kelurahan Air Kuti, Lubuklinggau Timur, pihaknya juga menggunakan eks Balai Latihan Kerja (BLK) Pemkab Mura yang terletak di Kelurahan Watervang, Lubuklinggau Timur. Eks kantor BLK, digunakan untuk aktifitas perkuliahan Fakultas Pertanian. “Untuk biaya operasional seperti biaya listrik, PDAM, serta perawatan ringan menjadi kewajiban kita sepakai pihak peminjam,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Mura Gotri Suyanto mengaku belum mengetahui jika pihak Unmura sudah memasang papan nama dibeberapa kantor yang baru saja dipindahkan ke Muara Beliti. Sepert eks kantor Dinas Kehutanan yang saat ini masih digunakan oleh pihak Dinas Kesehatan Mura untuk dijadikan ruang kerja beberapa kabid di instansi tersebut sudah dipasang papan plang Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Unmura. Selain itu eks kantor DPPKAD dijadikan sebagai sekretariat Yayasan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Bumi Silampari (YPP TBS). “Kalau itu saya belum tahu, namun kalau mereka mengajukan permohonan ke Bupati memang ada,” ungkapnya. Menurutnya, persetujuan izin pinjam pakai eks kantor Pemkab Mura tersebut hanya boleh dikeluarkan oleh bupati Mura. Sehingga proses pengajuan pinjam pakai tersebut langsung di ajukan oleh pihak Yayasan Bumi Silampari ke Bupati Mura. “Berarti sudah ada persetujuan dari Bupati, kalau mereka sudah memasang plang nama,” tuturnya. >> Saliem/Imam

PAUD Insan Luhur Selewengkan Dana Rintisan
Sarolangun,(MR) Paud (pendidikan usia dini) Insan Luhur Lapang Panjang Kabupaten Sarolangun di duga telah menyalahgunakan dana rintisan yang di kucurkan oleh pemerintah provinsi Jambi sebesar 24 juta rupiah. Dana yang mestinya di gunakan untuk kesejahteraan dan sarana Paud sampai saat ini belum jelas entah kemana perginya dana tersebut. Ketika MR menemui pengelola Puad Siti AIsyah A.Ma mengatakan kalau dana tersebut telah dibelikan peralatan Paud dan kesejahteraan guru. Di antaranya Rp.5 juta untuk beli permainan ( 1unit ayunan, 1unit putaran,1 unit terowonga), di perkirakan Rp.1 juta untuk renofasi paund dan bayar pekerja, 1 jt untk kesejahteraan guru dan beli lemari, asesioris,meja di perkirakan 1 jt rupiah.Total dana yang di keluarkan baru berkisar 8 jtan,waktu di tanya MR Siti Aisyah mengatakan kl dana rintisan itu sudah habis. Selasa (3 /5/ 2011) MR kembali berkunjung ke Paud tersebut untuk meminta kejelasan lebih lanjut dari Siti Aisyah mengenai untuk apa saja dana pemerintah itu di gunakan tapi dengan sedikit kecewa MR tidak bertemu. Dari salah seorang tenaga pengajar di sana mengatakan kalau untuk beli sarana permainan itu cuma RP. 3,5juta rupiah. Siti Aisyah sebagai pengelola PAUD Insan Luhur Lapang Panjang Kabupaten Sarolangun, Mestinya benar-benar harus menyalurkan dana tersebut sebagai mana mestinya, karena dana itu di salurkan untuk mensejahterakan pendidikan bukan untuk mensejahterakan pribadi. Dan Siti Aisyah juga harus transparan sama pengajar biar tidak adanya saling kecurigaan serta dugaan yang tidak-tidak. Untuk kemana dan untuk apa saja dana tersebut cuma Siti Aisyah lah yang tau. Sementara ini dugaan mengenai dana tersebut telah di selewengkan atau di salahgunakan. >>Leni H

SMK Taruna Bangsa Gelar Sendratasik 2

Menuju Adiwiyata, 9 Mapel Berwawasan Lingkungan
Lamongan,(MR) Tahun lalu SMAN 1 Lamongan sukses menjadi Sekolah Calon Adiwiyata. Di tahun kedua keikutsertaan sekolah di jalan veteran tersebut, sejumlah perubahan besar dilakukan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Diantaranya dengan menambah mata pelajaran (mapel) yang terintegrasi dengan kurikulum berwawasan lingkungan menjadi sembilan mapel. “Tahun lalu baru ada empat mata pelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum berwawasan lingkungan. Untuk menunjukkan komitmen SMAN 1 Lamongan pada kepedulian lingkungan, tahun ini sudah ada sembilan mata pelajaran di sekolah kami yang diintegrasikan dengan kurikulum berwawasan lingkungan,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 1 Lamongan Wantono Gono Putro saat menerima Ketua Tim Penilai Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Suwita, Kamis, di ruang pertemuan sekolah tersebut. Juga hadir di saat itu Kepala Dinas Pendidikan Mustofa Nur. Dikatakan olehnya, sejumlah kekurangan di tahun lalu juga sudah diperbaiki. Seperti lingkungan kantin sekolah yang kini telah memenuhi aturan kesehatan. “Tahun ini kami juga sudah membangun instalasi pengolahan limbah (IPAL) yang berasal dari kantin dan WC siswa. Tentu masih ada kekurangan teknis di IPAL kami, namun ini adalah peningkatan di banding tahun lalu. Demikian pula kini sudah ada sumur resapan yang sebelumnya hanya berupa lubang resapan Biopori, “ ujarnya menjelaskan. Terkait Misi sekolah, terutama untuk kelestarian lingkungan, Wantono mengatakan saat ini juga sudah ada upaya budi daya burung parkit. Lokasi sarang burung ini berdampingan dengan laboratorium bi0logi yang berisi berbagai jenis biota dan IPAL. Sebelumnya, tim penilai nasional yang juga terdiri dari staf Kementerian Pendidikan itu diterima Asisten Ekonomi Pembangunan Djoko Purwanto di ruang kerjanya. Selain SMAN 1 Lamongan, tim yang sama juga akan melakukan penilaian pada SDN Made 3. Sekolah Adiwiyata ini sendiri bagai Adipura antar sekolah. Jika sukses menjadi Sekolah Adiwiyata, pemenangnya akan menerima penghargaan di Istana Negara dari Presiden RI bersamaan dengan penerimaan Adipura. Penilaian menuju sekolah Adiwiyata sangat ketat. Terutama akan sangat selektif untuk kegiatan non fisik. Di Jatim, saat ini baru ada empat sekolah yang berpredikat Adiwiyata Mandiri. Yakni SDN Kampung Dalem/ Tulungagung, SMPN 1 Kedamaian/ Gresik, SMPN 4 Gresik/ Gresik dan SMA 1 Gondang/ Kabupaten Mojokerto. >> ADI
Salah satu peserta tari sedang memperagakan seni tari

Ciamis,(MR) SMK Taruna Bangsa Ciamis secara umum bertujuan menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi (basic knowledge of sience and technology) yang dilandasi keimanan dan ketakwaan yang kuat, sehingga memasuki dunia industri dan perdagangan, berwirausaha dan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi dilandasi dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk memasuki lingkungan sosial yang beragam budaya dan alam sekitar dengan perilaku ahlakul karimah. Terkait dengan pagelaran parade band yang belum lama ini digelar tingkat SMP/MTS/SLA se-kabupaten Ciamis bertempat di kampus SMK Taruna bangsa berlangsung meriah, Drs.Agus Gustanto selaku kepala sekolah kepada wartawan MR mengatakan, Konsendratasik2, apreasi seni kreatifitas, dan inovasi daripada siswa yang didalamnya berisi tentang seni (sentratasik 2 seni drama tari dan musik) yang diikuti oleh 20 group karena keterbatasan waktu, kerjasama bareng Indosat IM3 kemudian didalamnya mendatangkan artis dari ibukota selain itu juga kita mengakomodir kreatifitas dan inovasi siswa dari tiga jurusan kompetensi keahlian otomotif, computer, dan keperawatan kemudahan untuk PKN otomotif menampilkan bahan bakar bluegas sepeda motor di modifikasi dengan bahan bakar tersebut kemudian kita memodifikasi CPU agar lebih elegan, sehingga anak akan lebih dekat dengan computer, disamping hal-hal yang tadi kita juga peduli lingkungan kerjasama dengan koperasi pengembangan bina usahanya lewat pertanian hijau lingkungan sehingga dalam acara tersebut juga di pamerkan macam-macam tanaman, di akhir kata Agus Gustanto menambahkan harapannya siswa-siswi mau menunjukan jatidirinya menyikapi smk bisa tidak hanya dalam keahliannya saja tapi mereka bisa untuk peduli lingkungan peduli sesama paparnya. >>H.R

10
Trotoar Jalan Kewadanaan Kota Banjar Retak dan Amblas

Investigasi
Tak Punya IMB
“Saya sendiri sebagai warga setempat yang kebetulan rumah saya dikawasan tembokrejo asri merasa tergugah dan kasian terhadap warga lainnya, karena orang tersebut ( Jong Adi) telah melakukan tindakan semena-mena. Sudah bangunanya tidak ber IMB, saluran air pun juga dipersempit bahkan ada pondasi seorang warga malah ditompangi pondasinya mereka. Jadi kita ini kan manusia, jangan seenak perutnya sendiri pikirkan warga kanankiri jangan mentang-mentang dia orang kaya, karena menurut sepengetahuan kami masih banyak bangunan lainnya yang tidak ber IMB” Jadi harapan warga tegas Haris Nusantara, agar pihak Pemerintah tindak tegas terhadap pemilik bangunan itu karena sudah melanggar beberapa aturan. Sementara Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto yang ditemui mediarakyat, bahwa pihak kami sudah menindak lanjuti adanya surat dari warga dan sudah dipertemukan di Balai Desa perkara hasilnya warga tetap pada pendiriannya, dan kami telah melaporkan pada Banyuwangi,(MR) Bangunan megah milik Jong Adi seorang pengusaha di Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi di tolak warga. Betapa tidak, bangunan “ Tiga Jaya “ yang dibangun pengusah itu tanpa IMB (izin mendirikan Bangunan) dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bahkan saat mendirikan bangunan tanpa ada kordinasi dengan warga sejauh ini, masyarakat Desa Tembokrejo tidak mengetahui dengan jelas peruntukannya. Keterangan yang diperoleh MR, bangunan milik Jong Adi tanpa IMB yang terletak di RT 01 RW 13 di Dusun Kraja Desa Tembokrejo ditolak masyarakat dengan melayangkan surat kepada Kepala Desa Tembokrejo pada 4 Juni 2010 lalu, dan ditanda tangani sebanyak 25 orang warga. Isinya antara lain, bahkan pembangunan yang terletak diwilayah di RT 01 RW 13 di Dusun Krajan Desa Tembokrejo milik Jong Adi tersebut belum mendapatkan persetujuan warga tentang Izin mendirikan Bangunan (IMB) sebab berdasarkan Perda nomor 3 tahun 2002 tentang bangunan harus mengajukan IMB, dan juga belum jelasnya kegunaan bangunan tersebut cuma melihat bentuk bangunan yang ada sepertinya untuk gudang penyimpanan dan penampungan bahan bangunan, dan sesuai dengan Perda No. 6 Tahun 2009 yang harus mengajukan izin gangguan(HO) sekaligus mendapatkan persetujuan dari warga setempat. Terlebih lagi bangunan tersebut pondasinya sampai masuk pada saluran air sekitar 80 cm sehingga pada saat musim hujan air gampang penuh sehingga membanjiri rumah warga karena semakin sempit. Dan hal tersebut membuat warga bergejolak apalagi dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) yang berbunyi “ Bumi dan air yang terkandung didalamnya sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah dan dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga bangunan milik Jong Adi setelah melanggar UUD 1945 dan Perda. Seperti yang dituturkan juru bicara warga Haris Nusantara pada saat pertemuan di Balai Desa Tembokrejo menyatakan yang terkait di Kabupaten. Ketika ditemui Jong Adi ditempat usahanya Toko “ Tiga Jaya “ kepada team mediarakyat menyatakan bahwa pihaknya saat ini sudah melaporkan ke pihak Desa untuk kepengurusan izin tersebut. Jika sekarang sedang dalam proses pihak perizinan, kalau tidak percaya silahkan crosh ceck pada pihakpihak terkait, dan pembangunan tersebut untuk sementara saya hentikan. Demi kekondusifan warga yang lagi bergejolak. Kalau mengenai peruntukan bangunan tersebut itu akan saya buat rumah dan Garasi “ papar Jong Adi dan sang istri yang mendampinginya saat diwawancarai media. Langsung menimbrung “ begini mas semua ini kan sudah kami jelaskan bahwa sudah dalam kepengurusan atau kalau tidak percaya biar saya telphon Pak Suyitno bagian perizinan biar menjelaskan pada mas ini” namun setelah mau di telphon oleh Jong Adi malah tidak diperbolehkan. Sementara itu, Sujiati selaku pelaksana tugas (PLT) Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabu-

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Bangunan Milik Pengusaha Ditolak Warga
paten Banyuwangi menjelaskan hal perizinan mendirikan Bangunan “ Proses pengurusan izin untuk tidak serta merta, kita harus melihat sertifikat tanah tersebut, apakah tanah itu peruntukannya? Jadi kalau dari lahan pertanian mau dijadikan bangunan untuk Industri itu harus jelas-jelas ada pengalihan fungsi baru diurus izin mendirikan Bangunan (IMB) namun kepengurusanya sebelum bangunan tersebut didirikan kalau permasalahan sudah seperti itu yang jelas sudah ada pelanggaran UUD dan Perda maka pihak Desa harus bertindak melaporkan pada Bupati agar Bupati sendiri memerintahkan pihak Satpol PP untuk penegakan pelanggaran Perda. Dan mengenai bangunan itu kalau sampai melampui saluran air sehingga menyempit itu adalah kewenangan kepala Bidang pengairan” jelasnya. Mendengar penjelasan Sujiati team media langsung meluncur ke kantor Bidang Pengairan tapi sayang Kepala Kantor pengairan tidak ada ditempat. Hanya ada tetapnya yang jelas tidak berani memberikan penjelasan.>>Arif

Banjar,(MR) Saat ini, kurang lebih satu meter trotoar jalan Kewadanaan Kota Banjar dan jalan aspal mengalami retak-retak kurang lebih sekitar 6 meter, menurut salah satu warga yang tak mau tuliskan namanya mengatakan, “ Yang mengakibatkan terjadinya jalan tersebut amblas dan retak-retak diduga seringnya di pakai parkir oleh kendaraan yang di pakai bongkar muat material sirtu oleh salah satu proyek Citanduy” katanya. Diapun menambahkan dari awal terjadi amblasnya trotoar dan jalan retak-retak sampai pada saat ini kurang lebih sepekan pihak yang terkait belum juga memperbaikinya jelas dia. Dinas pekerjaan umum dan energy, PU Tamben Kota Banjar melalui kabib Bina Marga. H.Pepen BE.S.Sos Msi. mengatakan diruang kerjanya Senin (3/5) pihaknya atas terjadi amblas trotoar Jalan Kewadanaan Kota Banjar dan mengalami retak-retak kami akan segera menyurvai ketempat jalan itu. Akan tetapi setelah selesai penyiurvaian kami akan segera melaksanakan pengerjaan dan pembenahan jalan tersebut. Pelaksanaannya dengan melalui sistem pemeliharaan rutin. Sebab kamilah yang bertanggung jawab baik rusak kecil ataupun rusak berat yang ada dilingkungan Kota Banjar maka kamilah yang bertanggungjawab pungkasnya. >> AS

Tiga Staf BKD Tebo dan Camat Muara Tabir Diperiksa Polisi
Muara Tebo,(MR) Kasus kelulusan Wahyu Eka Putri (WEP) CPNS tahun 2008 tanpa syarat masih terus didalami penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Tebo. Selasa (26/04) kemarin Camat Muara Tabir, Hazairi serta tiga staf BKD Tebo dimintai keterangan oleh penyidik. Camat Muara Tabir ikut diperiksa karena pada tahun 2008 itu, Hazairi masih menjabat sebagai Staf di BKD. Kemudian tiga staf BKD yang dimintai keterangan kemarin yakni, Donit, Purnomo dan Warto. Mereka dimintai keterangan oleh penyidik untuk mengungkap kasus dugaan penyimpangan penerimaan CPNS tahun 2008. Informasi yang berhasil dihimpun Media Rakyat, pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan. Sebelumnya penyidik juga telah meminta keterangan dari kepala BKD Tebo H. Izhar dan sejulah staf BKD. Kapolres Tebo AKBP M. Arifin SIK melalui kasat Reskrim Polres Tebo AKP Ernis Sitinjak ketika dikonfirmasi membenarkan tentang pemeriksaan tersebut. Ia mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut terkait kelulusan WEP yang lulus pada formasi guru tanpa akta IV tahun 2008 lalu. Dikatakannya, proses penyidikan tersebut sebelumnya juga telah memanggil kepala BKD Tebo H.Izhar dan sejumlah pihak lainnya, ini dilakukan agar kasus tersebut dapat terungkap dan dapat ditentukan siapa yang akan ditetapkan menjadi tersangka nantinya. “Proses penyidikan terus dilakukan, terkait siapa yang akan menjadi tersangka kita lihat saja nanti,” pungkasnya. Perlu diketahui bahwa kasus WEP ini telah berjalan cukup lama, dan banyak pihak menyesalkan dan mempertanyakan kelulusan WEP menjadi CPNS pada penerimaan PNS tahun 2008 lalu, sebab, yang bersangkutan tidak memiliki Akta IV sebagai syarat untuk menjadi CPNS Guru. Akan tetapi anehnya dia bisa diterima dan Sk-nya sudah keluar dan sebelum dipindahkan ke Dinas Pendidikan dirinya mengajar di SMAN 11 Tebo. >>ALD

LSM TOPPAN Ragukan Kinerja Kejati Jambi dan Kejari Tebo
Muara Tebo,(MR) LSM TOPPAN RI Tebo Melalui Direktur Executive-nya M.Harahap kembali mempertanyakan kinerja Aparat Kejati Jambi dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Tebo Propinsi Jambi. Kendati kasuskasus yang mereka laporkan akhir-akhir ini tidak ada yang diselesaikan secara tuntas oleh pihak Kejati Jambi, namun pihak TOPPAN akan tetap melanjutkan kasus tersebut ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagaimana diungkapkan M.Harahap kepada wartawan, “Kami sudah mulai tidak percaya dengan aparat Kejaksaan Tinggi jambi, terkait kasuskasus yang kami laporkan akhirakhir ini, satupun tidak ada yang diselesaikan sesuai dengan harapan, sebagai contoh kasus Penyertaan Modal PT.TMA senilai 3,2 Milyar pada tahun 2002, pihak kejati Jambi menghentikan penyidikan dan menutup kasus tersebut dengan alasan tidak ada kerugian Negara yang ditimbulkan, sementara hasil Audit BPKP menyatakan ada temuan dalam kasus penyertaan modal tersebut, jadi, mana yang benar,” Ungkap Harahap. Kemudian, lanjut Harahap, pada kasus dugaan pengadaan pakan ikan fiktif juga demikian, dalam hal ini Kejari Muara Tebo, mengapa Ir.Eka Wijaya selaku tersangka yang sudah ditetapkan dan diperintahkan untuk ditahan, akan tetapi sampai detik ini masih bebas, bahkan saat ini sedang melaksanakan umroh bersama beberapa orang Kepala SKPD Kabupaten Tebo. ungkapnya. Dikatakannya, “Kami menyesalkan ketidaktegasan aparat Kejaksaan baik di lingkungan Kejati Jambi maupun Kejari Muara Tebo, mengapa ada saja alasan sehingga tersangka Ir.Eka Wijaya tidak juga ditahan, sementara yang lainnya sudah lebih dulu meringkuk di tahanan, seperti Kepala Dinas Ir.Erwan Nefi dan juga satu orang staf lainnya, padahal Eka Wijaya itu adalah PPTK kegiatan tersebut dan seharusnya dialah yang merupakan tersangka utama, karena PPTK merupakan Penanggung jawab pelaksanaan kegiatan itu,” jelasnya Selain itu, alasan yang diutarakan oleh pihak kejari juga seakan-akan dibuat-buat untuk membodohi kita selaku masyarakat Kabupaten Tebo, pasca turunnya perintah penahanan Ir.Eka Wijaya, pertama pihak Kejari beralasan bahwa penahanan Eka Wijaya akan dilaksanakan setelah Kajari Tebo Rahman Dwi Putra pulang dari menunaikan ibadah haji tahun lalu, kemudian dia (Eka Wijayared) belum mendapatkan pengacara, kemudian sehubungan dengan Pilkada Tebo baru-baru ini maka menu-rut pihak Kejari Tebo akan membuat suhu kian memanas karena dikhawatirkan akan berhubungan dengan politik, kemudian setelah Pilkada digelar alasannya lagi bahwa yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah umrah, dan nanti setelah umrah apalagi kira-kira alasannya,” Ungkap Harahap penuh Tanya. Sementara itu, Konfirmasi wartawan dengan Kasie Pidsus Kejari Muara Tebo Romy Arzyanto, SH. baru-baru ini menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap mengusut kasus ini dan dalam waktu dekat Ir.Eka Wijaya akan di periksa. >>HER

M.Harahap

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Investigasi
Banyuwangi,(MR) Tindakan yang tidak terpuji dilakukan para Debt Collector leasing Adira Banyuwangi yang kejadian rabu (23/4) sekitar jam 16 WIB. Para oknum Debt Collector leasing Adira Banyuwangi ini telah melakukan perampasan terhadap satu unit sepeda motor milih Nur Ahmad, bermerek Mega Pro Super tahun 2011, motor tersebut telah menjadi sasaran para Debt Collector yang melakukan swiping kendaraan leasing Adira. Kejadian tersebut bertempat di desa Pancursari desa Benucluk Cluring di rumah Roni dan para pelaku yang berlagak preman menyita sepeda motor bukan milik leasing Adira ternyata membuahkan proses hukum di polsek Cluring kabupaten Banyuwangi. Para Debt Collector yang berlagak preman yang dipimpin oleh Joyo Gendut warga genteng dan Budi Trianto satu rombongan berjumlah 4 orang. Para depcolektor ini selalu mencari kesalahan terhadap nasabah yang ikut leasing adira bila mana ada keterlambatan dalam pembayaran dikantor adira tersebut langsung para Debt Collector yang garang-garang itu menyerupai warga ambon jayapura yang sangat menakutkan para konsumen saat ada pembayaran yang telat minim 2 bulan bahkan sebulan dia tidak basa basi langsung mengadakan gerakan main sita di jalan maupun di rumah para nasabah adira banyuwangi. Tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan seharusnya pihak Penegak hukum harus lebih cerdas dan tanggap dengan keberadaan Debt Collector yang dapat dianggap gejala meresahkan, kalau dibiarkan para Debt Collector akan makin membabi buta arah tidak jelas dan membuat resah warga msayarakat. Karena Debt Collector tersebut bukan karyawan adira tetapi petugas eksternal Adira yang sifatnya setiap mendapatkan satu sepeda motor maka akan diberi imbalan sebesar Rp.750 ribu hingga Rp.1 juta. Dan hadiah dari adira tersbut makin memikat para Debt Collector untuk melancarkan aksinya demi prestasi yang diraih untuk mendapatkan finansial yang digunakan untuk mencukupi keluarganya. Para Debt Collector tersebut sudah melampaui batas kewajaran karena setiap hari di perempatan pedesaan maupun perkotaan dari segala lini penjuru semua telah ditongkrongi para Debt Collector dengan membawa daftar sepeda motor yang terlambat yang lebih ngetren bis dibilang buku pancasona yang bisa mendatangkan rezeki bagi para Debt Collector yang melakukan gerakan yang meresahkan warga. Dengan keprihatinan para warga masyarakat yang dirugikan akhirnya kemarin sore berbagai media telah menggeruduk rumah Roni yang ditempati para Debt Collector untuk ngendon diwilayah desa benculuk. Maka tak segansegan kejadian ini oleh Nur ahmad dilaporkan ke polsek cluring untuk penyidikan penyidikan lebih lanjut tentang sepeda motor mega pro tersebut yang ternyata salah sita yang dilakukan Debt Collector. Tetapi dari kasus ini sebenarnya para Debt Collector kelompok Joyo cs, memang sengaja membuat jatuh mental kepada Nur Ahmad agar memberikan jaminan sepeda motor alias agar bisa sebagai jaminan ditangan Joyo dan teman temannya. Dan hal ini Nur Ahmad untuk segera mencari

Kepala Kanwil BPN Jatim Alergi Wartawan

11 Debt Collector Adira Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
uang yang jumlahnya Rp.5 juta untuk menebus sepeda motor di tangan Joyo yang berada di rumah Roni Pancorsari benculuk. Karena Nur Ahmad merasa keberatan akhirnya mengadu dan memberi informasi ke pihak LSM dan wartawan dan saat itu pula para wartawan dan LSm telah menghubungi polsek Cluring untuk sidak ke lapangan. Ternyata selang beberapa menit satuan reskrim cluring yang dipimpin langsung Bribka Prapto telah mendatangi TKP di rumah Roni dan semua saksisaksi telah digiring ke polsek Cluring yang kebetulan datang di polsek cluring ternyata Kapolsek Cluring AKP Agung masih berada diruangannya dan menyaksikan kejadian ini dianggap sangat keterlaluan. Bripka Prapto melanjutkan penyidikan pada pelapor yang bernama Ahmad menceritakan kejadian yang sebenarnya. Dan proses kasus ini seterusnya menjadi pihak kepolisan polsek Cluring. Belajar dari kasus ini pengamatan masyarakat telah menunjuk dan memprediksi bahwa pekerjaan Debt Collector selama ini banyak yang berbuat diluar koridor kepantasan yang ditentukan oleh leasing atau berusahaan yang bergerak dibidang pengadaan finansial. Untuk itulah sudah menjadi siratan dan catatan bagi publik dan pihak terkait birokrasi pemerintah serta jajaran hukum sekaligus demi penegakan hukum hal ini harunya menjadi atensi utama untuk segera ditindak lanjuti lebih jauh agar masyarakat luas kabupaten Banyuwangi tidak terciderai asas keadilan yang ditunggu-tunggu selama ini. Wartawan koran Media Rakyat konfirmasi ke Kapolsek Cluring AKP Agung di kantonya, menjelaskan yang

Surabaya,(MR) Mendapat informasi, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur melantik 42 Kepala Kantor untuk daerah-daerah baik itu mutasi maupun pengangkatan jabatan, beberapa wartawan datang untuk meliput moment ini, namun sangat disayangkan pihak dari kantor BPN ini tidak kooperatif dan melarang para wartawan untuk masuk. “Nggak boleh masuk mas..! kata hury, Satpam kantor itu pada para wartawan dengan alasan “Saya dapat perintah dari atasan, kalau wartawan dilarang masuk, tunggu nanti kalau sudah selesai...!, sampean-sampean enak..., kalau sudah selesai langsung pulang, sedang saya dimarahi oleh atasan..!! imbuh Hury dengan ketus. “Lho kalau sudah selesai khan percuma, kita meliput toh nggak bisa memotret,” jawab salah satu wartawan. Hingga acara itu selesai para wartawan memasuki gedung untuk bertemu Kepala Kanwil BPN Jatim, Bambang Tri Suryo Bimantoro, namun lagi-lagi Bambang tidak mau di temui maupun diwawancarai terkait dengan acara pelantikan tersebut. Penulis menanyakan pada salah satu rekan wartawan yang biasa meliput di Kanwil BPN ini, mengatakan, “Percuma kita meliput disini dan kita tulis yang baik-baik disini, saya banyak menemukan kecurangan-kecurangan mereka, terutama masalah gratifikasi dari para pengurus tanah maupun dari PPAT/notaris,” jawabnya. >> HS

Mega Pro tahun 2011 yang dirampas Debt Collector

jelas permasalahan ini harus diusut tuntas, karena kejadian ini ada korban yang melapor merasa risih dengan adanya tindakan Debt Collector joyo cs yang sering meresahkan. Karena sepeda motor yang dirampas tersebut bukan sepeda leasing adira. Tetapi dengan adanya tindak kekerasan perampasan tersebut akhirnya pihak kami melakukan oleh TKP

dan penyidikan lebih lanjut guna untuk mencari kebenaran dan batas-batas yang harus dilakukan oleh Debt Collector terhadap nasabah leasing adira. Kalau memang ada temuan yang sifatnya melakukan tindak kekerasan perampasan yang jelas itu dikategorikan yang harus diproses sesuai hukum yang berjalan. Tutur Kapolsek dengan jelasnya. >> M. ARIF

Desa Lubuk Pauh Terisolir
Musi Rawas,(MR) Ironis, diusia yang ke 68 tahun dan terus dikunjungi pejabat Negara sekelas Menteri karena pesatnya pembangunan kabupaten Musi Rawas. Disisi lain sekitar seribu warga penduduk desa Lubuk Pauh Kecamatan BTS Ulu masih hidup di desa yang nyaris terisolir. Keterisoliran Desa Lubuk Pauh ini, dikarenakan jalan menuju ke desa ini rusak parah. Lebih dari 5 km jalan sangat sulit dilalui, khususnya dari jalan simpang PT Medeo menuju desa Lubuk Pauh. “Panjang jalan dari Kelurahan SP 9 Mangun Jaya-Desa Lubuk Pauh, 25 km. Sekitar 5 km sangat sulit dilewati, bahkan kendaraan sekelas doble gardan pun, sulit untuk menembusnya,” kata Muktaridi (30) tokoh pemuda setempat. Ditambahkannya, sebelum jalan ini rusak, dari Desa Lubuk Pauh ke SP 9 Mangun Jaya hanya ditempuh 45 menit, namun saat ini paling cepat ditempuh dengan waktu 10 jam bahkan lebih. Kondsi jalan desa kerusakannya sudah sangat parah karena ada lobang yang dijalan kedalamannya mencapai satu meter. ”Jika ingin keluar desa, masyarakat lebih memilih jalur sungai dengan menggunakan motor ketek yang mengarah ke desa Binjai dan Pelawe, namun mereka tidak bisa membawa kendaraan roda dua,” jelasnya. Kondisi jalan rusak seperti ini sudah sangat meresahkan warga, selain sulit menjual hasil bumi seperti karet, harga sembako pun ikut melambung tinggi dan hal ini ikut memperparah perekonomian masyarakat desa itu. “Harga karet di SP 9 per kilogramnya Rp.17 ribu, sedangkan di desa Lubuk Pauh hanya dihargai Rp.11ribu, bahkan ada lebih rendah dari harga itu, sementara harga kebutuhan pokok selangit,” paparnya. Untuk itu, dirinya mewakili seluruh masyarakat Lubuk Pauh, mengharapkan pemerintah kabupaten Musi Rawas, dapat melihat secara langsung dan ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat selama ini. “Mungkin Pejabat Musi Rawas belum percaya atau tidak percaya sama sekali dengan kondisi kehidupan masyarakat Lubuk Pauh, maka saya undang untuk melihat langsung kondisi jalan dan masyarakat desa ini,” tegasnya. Sementara Dibanyak kesempatan Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti mengungkapkan bahwa salah satu fokus pembangunan daerah ini adalah menyediakan infrastruktur dasar bagi masyarakat. “Salah satu fokus pembangunan Musi Rawas adalah menyediakan infrastrktur dasar seperti jalan dan jembatan, hal ini untuk membuka aksesibilitas bagi daerah terpencil,” tandas. >> Saliem/Imam

SD Lubuk Pauh Terlantar
Musi Rawas,(MR) Sekitar 120 siswa Sekolah Dasar (SD) Lubuk Pauh kecamatan BTS Ulu membutuhkan perhatain terkait dengan status tenaga pendidik. Hal ini disebabkan setiap harinya hanya satu atau dua orang guru yang meyambangi para siswanya. Menurut tokoh Pemuda Desa Lubuk Pauh, Muktar (30) mengatakan Jumlah seluruh guru 8 orang yang terdiri 2 orang berstatus PNS dan 6 honorer. Namun setiap harinya hanya satu atau dua orang guru saja yang ngantor, itupun sering terlambat. “Jika tetap seperti ini maka kehidupan generasi muda di desa ini patut dipertanyakan,” katanya. Melihat realitas ini, maka tidak terlalu berlebihan jika kami warga Lubuk Pauh mengharapkan Bupati Musi Rawas dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) untuk meyikapi dan mencari solusi dari persoalan ini, karena meyangkut kehidupan generasi yang akan datang sehingga dapat bersaing dengan siswa lainnya, khususnya di wilayah perkotaan. “Jika tetap seperti ini, maka siswa di Lubuk Pauh ini tidak akan dapat bersaing dengan siswa di luar desa apalagi siswa di kota,” pungkasnya. Menurut analisanya pangkal persoalan yang terjadi didesanya dikarenakan masalah aksesibilitas yang sangat sulit bagi masyarakat. Persoalan inilah yang harus bisa diselesaikan oleh pemerintah kabupaten Musi Rawas. Sebelumnya Kadiknas Musi Rawas Edi Iswanto mengatakan bahwa masalah pemerataan tenaga pendidik ini menjadi perhatian serius pihaknya. Hanya saja persoalan yang mendasar adalah kerena memang jumlah tenaga pendidiknya yang memang kurang sehingga butuh waktu untuk menjawab persoalan pemerataan tenaga guru khususnya di pedesaan. “Kita sangat memperhatikan masalah ini tapi butuh waktu untuk menyelesaikan persoalan ini karena jumlah guru yang ada di daerah ini masih sangat kurang,” katanya. Selain persoalan pendidikan, kondisi jalan ke Desa ini juga ikut memperparah keadaan desa ini. Setidaknya dari 25 km jalan dari simpang Kelurahan SP 9 Mangun Jaya ke Desa Lubuk Pauh ini, 5 km diantaranya rusak parah dan sangat sulit dilewati. Jika selama ini untuk ke SP 9 hanya membutuhkan waktu 45 menit, namun kini setidaknya membutuhkan waktu 10-24 jam, bahkan lebih. Hal ini dikarenakan ada 9 titik jalan yang kerusakannya sangat parah dengan kedalaman lobang jalan hingga 1 meter lebih dan sulit dilewati oleh kendaraan jenis doble gardan. Akibatnya, perekonomian masyarakat daerah itu menjadi terpuruk. Selain harga sembako menjadi tinggi, harga komoditi karet pun menjadi rendah. Perbandingan harga karet jika di jual ke SP 9 Rp 17ribu, di Desa Lubuk Pauh hanya dihargai Rp 11 ribu.>> Salim/Imam

Kokom Ditemukan Terkubur Selama 2 Jam
Garut,(MR) Penebangan hutan tak terkendali serta kesadaran masyarakat yang kurang memahami pentingnya lingkungan selalu terjaga, agar bencana longsor, banjir yang selalu menimpa masyarakat kita selama ini, diduga akibat kelalaian masyarakat kita yang tak peduli terhadap lingkungan itu sendiri. Kokom komariah (28) warga kampung Cipeuteuy Rt.05 Rw.05 Kelurahan Margawati Kecamatan Garut kota, meninggal dunia terbawa arus longsor Blok Copong cigulawing, ketika sedang menyabit rumput guna memberi makan ternak dombanya, kejadian terjadi sekitar pukul 11.30, sabtu (30/4) siang. Menurut keterangan Kundang (45) kaka ipar korban yang sedang bersama-sama menyabit rumput tapi berbeda lokasi, sesaat sebelum kejadiaan, korban telah selesai menyabit rumput dan turun ke bawah untuk pulang, tapi kemudian kembali lagi ke lokasi ke jadian karena tertinggal kerudungnya, pada saat tersebut longsor menimpanya. Kokom merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara anak Ikin (70), meninggalkan dua orang anak bernama Wandi (10) dan Sendi (1,5) buah perkawinan deungan suaminya Hendi (35). Korban di ketemukan 2 jam kemudiaan setelah warga masyarakat bersama unsur muspika kecamatan Garut Kota dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara bersama-sama melakukan penggalian. Dalam melakukan penggalian, turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Garut Drs.Jat Jat Munajat, M.Si bersama Camat Garut Kota Drs.Nurdiyana. Dalam keadaan sakit, ketika ditemui di rumah duka, ayah korban Ikin mengatakan walau merasa terpukul atas kejadian tersebut dia bersama keluarga, merelakan atas musibah yang menimpa anaknya. >>Undang/ Ali

SURAT KABAR UMUM

Advertorial
“Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”
Anambas,(MR) Hari Pendidikan Nasional diperingati Pemkab Anambas dengan upacara dihalaman SMPN-2 Siantan. Upacara langsung dipimpin Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin. Upacara diikuti oleh siswa- siswi sekolah se kota Terempa, para kepala SKPD, Muspida dan kwarcab Pramuka, Senin (02/05). Upacara Hardiknas tahun ini mengambil tema “Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa” dan sub tema “ Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”. Mendiknas dalam sambutan yang dibacakan Bupati Kepulauan Anambas mengatakan bahwa tema tersebut mengingatkan kembali tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantoro. Bupati menambahkan, pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik. “Dengan tema tersebut, mulai tahun ajaran 2011/2012, pendidikan karakter dijadikan sebagai gerakan nasional, mulai dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi, termasuk didalamnya pendidikan non formal dan informal,” kata Milton, seperti yang dikatakan Mendiknas dalam sambutannya. Bersamaan dengan pendidikan berbasis karakter, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia 2045 yaitu pada saat menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka. “Dan itu harus dimulai dengan memberikan perhatian khusus pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Merekalah nantinya yang akan melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia,” lanjutnya. Ditambahkan Bupati, menyikapi perkembangan actual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalisme, maka pendidikan memiliki peranan dan tanggung jawab yang besar. “Karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak kepada para pemangku kepentingan pendidikan, terutama kepala sekolah, guruguru, harus memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir serta perilaku yang berbasis kasih sayang,” ungkapnya. Upacara Hardiknas yang berlangsung di halaman SPMN-2 Siantan berlangsung hikmat, meskipun diwarnai dengan cuaca mendung. >>Edward

Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

12

Peringatan Hardiknas di KKA Berjalan Lancar

Foto bersama Bupati dan wakil serta ketua DPRD dan Wakil, Muspida KKA,Kadisdik KKA serta pensiunan guru saat Hardiknas

Bupati KKA memberikan Ucapan selamat kepada pensiunan guru saat Hardiknas

Foto bersama Wakil Bupati KKA, Kakancabjari Terempa serta siswa-siswi yang mendapat prestasi saat memperingati Hardiknas 2011

Siswa-siswi sedang mendengar sambutan Bupati KKA, Drs.Tengku Mukhtaruddin saat upacara Hardiknas

Wakil Bupati KKA,Abdul Haris,SH memberikan piala kepada siswa SMP,SD yang juara

Ketua DPRD KKA,Amat Yani,SE memberikan Piala penghargaan kepada siswa-siswi SMA yang juara

Asisten II Setda KKA, Andi memberikan piala kepada siswa SPM yang juara

Galery Photo

Anambas Launching Media Center Kabupaten Anambas
Anambas,(MR) Sebagai implementasi Keterbukaan Informasi Publik, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memandang perlu adanya pusat pelayanan informasi bagi media dan masyarakat sehingga akan memudahkan siapa saja yang ingin mendapatkan informasi. Untuk itu, Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin, Kamis (28/04) meresmikan Media Center sebagai pusat pelayanan informasi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Media Center ini terletak di lantai dasar Wisma Terempa Beach Kabupaten Kepulauan Anambas. Acara launching Media Center ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris,SH., Plt Sekretaris Daerah, Radja Tjelak Nur Djalal, Ketua DPRD KKA, Amat Yani,SE. Danlanal Terempa, Asisten II Setda KKA, Kabag Humas&Protokol, Ody Karyadi, Kadis Kominfo dan Ketua MUI KKA serta sejumlah wartawan Anambas, baik media cetak maupun elektronik. Acara ini dilaksanakan sehari sebelum Pembukaan STQ IV tingkat Propinsi Kepri. Orientasi pembentukan media center ini yaitu kepelayanan bukan lagi produk, desentralisasi bukan lagi sentralisasi, organisasi tim bukan lagi hirarkis, dan penerapan pemerintah secara elektronik atau yang sering disebut e-government dengan memanfaatkan telematika dalam pengelolaan pemerintahan dan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat, sudah menjadi suatu kebutuhan, ujar Tengku dalam sambutannya membuka peresmian Media Center Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Dikatakan, dengan perubahan paradigma tersebut, administrasi pemerintahan akan bisa bekerja lebih baik, efektif dan efisien dengan biaya yang lebih rendah atau dicirikan dengan smaller, faster, better and cheaper government. Media Center di instansi pemerintah secara umum dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan dan hasilhasilnya, juga memberi informasi secara teratur tentang sosialisasi program kerja dan peraturan-peraturan, mengcounter berita-berita yang negatif, juga memonitor hasil kerja institusi pemerintah baik di pusat maupun di daerah, serta memberi pengertian kepada masyarakat tentang peraturan dan perundang-undangan yang berpengaruh kepada masyarakat. Media Center ini diharapkan berfungsi bukan hanya untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas saja akan tetapi untuk kebutuhan informasi masyarakat luas, seperti pihak swasta yang ingin berinvestasi atau menanamkan modalnya, terangnya. Kabag Humas Protokol, Ody Karyadi mengatakan, Media Center memiliki tugas pelayanan publik dibidang informasi pemerintahan relatif cukup berat, dikarenakan di era informasi teknologi dan globalisasi saat ini dibutuhkan kecepatan informasi yang akurat dan profesional. Untuk itu kedepan saya mengharapkan Media Center Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai pusat informasi yang berfungsi sebagai fasilitator dan mediator dengan seluruh stakeholder, penyaringan, dokumentasi dan penerbitan serta perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi atau masyarakat dan perumusan kebijakan fasilitasi penerangan masyarakat agar lebih baik, harapnya. Media Center Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas pada saat ini untuk pelaksanaan operasionalnya berada di bawah Sekretariat Kabupaten Kepulauan Anambas c.q. Humas Protokol Pemkab Anambas berdasarkan PP No. 41/2007 tentang Struktur Organisasi Perangkat Daerah, keberadaan Media Center ini akan berada di bawah Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya di Bagian Humas dan Protokol. >>Edward

Bupati KKA memberikan Sambutan saat Peresmian Media Center KKA di Wisma Terempa Beach

Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin didampingi ketua DPRD KKA,Amat Yani,SE menggunting Pita saat Peresmian Media Center

Bupati dan ketua DPRD KKA menarik tirai Plang Media Center disaksikan wakil Bupati,Danlanal,Asisten Setda KKA, Kabag Humas Protokol

Penendatanganan Tanda Diresmikannya Media Center oleh Bupati KKA

Foto bersama Bupati, wakil Bupati, Asisten II Setda KKA, ketua DPRD KKA,Danlanal Terempa,Kabag Humas Protokol, dan Kadis Kominfo

Konfrensi PERS Bupati KKA,Drs.Tengku Mikhtaruddin dengan sejumlah Wartawan Media Cetak maupun Elektronik saat Peresmian Media Center

SURAT KABAR UMUM

Advertorial
PIMPINAN DAN SELURUH STAF
SURAT KABAR UMUM

Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

13

Okiana Fungki
Imalko, S.Sos.

Pembawa Suara Pembangunan

Bangsa

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Semoga menjadi pemimpin yang dapat membangun Natuna yang sejahtera, maju, berkeadilan serta dapat memajukan sektor-sektor perekonomian masyarakat demi terciptanya pemerataan dan berkesinambungan

HISAR MT. SAGALA Pemimpin Redaksi

ROY SIANIPAR Ka. Biro Natuna

Siap Go Public di Dunia Tarik Suara
FUNGKI artis centil yang lagi ngetren serta serba bisa dan lincah di dunia Entertainment tarik suara dengan olah vokalnya yang cukup mantap di dunia Blantika Group Music Dangdut maupun etnis lagulagu kendang kempul Banyuwangi ini, rupanya dirinya telah mampu mensejajarkan di posisi yang mapan dikalangan penyanyi-penyanyi elit lainya. Artis centil yang punya nama asli Okiana Fungki yang lahir 14 April 1995 asli Banyuwangi dan berzodiak Aries ini merupakan anak tunggal dari pasutri (suami-istri) dari Marsodik dan Maesaroh yang berdomisili di Dusun Gumukrejo Rt 04 Rw 01 Desa Sidorejo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Fungki kini yang statusnya masih tercatat sebagai siswi yang masih duduk dibangku sekolah kelas 1 SMK Cluring Banyuwangi. Yang membuat dirinya merasa bangga Bahwa anggota keluarganya sangat mendukung sekali dan memberi support untuk kesuksesan dalam berkarir di dunia tarik suara dengan cita-citanya untuk menjadi seorang penyanyi. Yang saat ini memang karirnya sedang melonjak bersinar cerah di media cetak maupun dunia maya, semua itu cukup terbukti dari sekian banyaknya job-job yang mengundang dirinya untuk manggung dari berbagai daerah luar kabupaten lainya dan khususnya di wilayah Banyuwangi. Pekan lalu media sempat berkunjung ke rumahnya yang ditemui langsung keluarganya dan Okiana pun menyambut dengan ramah tamah dan penuh persahabatan meskipun dirinya tergolong penyanyi yang ternama, tapi dia masih tetep selalu menghormati sesamanya. Menurut penyanyi yang cukup berbakat dan imut-imut itu, menuturkan walaupun dirinya masih sekolah dan super sibuk, profesi sebagai penyanyi tidak bisa ditinggalkan bahkan akan digeluti sampai akhir usia nanti. Apalagi setiap pagi fungki selalu aktif dalam aktivitas menimba ilmu pendidikan di SMK Cluring bahkan sedikitpun sekolahnya itu tidak merasa terganggu.”profesi menyanyi tidak bisa aku tinggalkan mas…karena yang saya geluti sejak kecil bahkan menyanyi itu sudah menjadi separuh nafasku” tutur fungki dengan mantap. Ketika wartawan menyentil mengenai teman akrab yang dispecialkan dan kapan akan mengakhiri masa lajangnya? dia mengatakan “

Pimpinan dan Karyawan

PT. DUTA GRAHA INDAH, Tbk.
Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Imalko, S.Sos.

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

ttd Pimpinan

Kalau temen akrab sih banyak mas! Tapi yang sepecial itu rahasia donk” “Dan kalau untuk mengakhiri masa lajang itu sih aku belum kepikiran. jelasnya aku harus sukses bercita-cita untuk membahagiakan orang tua dulu”. Saat disinggung bagaimana tentang sekarang ini dengan banyak munculnya penyanyi penyanyi baru? Fungki menjawab dirinya tidak merasa terganggu yang pasti malah tambah senang karena setiap penyanyi itu memiliki ke khasan suara masing-masing, dengan semakin banyaknya penyanyi yang muncul di Blantika planet music justru semakin ada persaingan yang ketat dan nantinya akan bisa melahirkan penyanyi yang handal dan berkualitas. ungkapnya. Dan sebelum wartawan berpamitan undur diri fungki sempat berpesan kepada seluruh penggemar/fans nya music dangdut maupun kendang kempulan juga khalayak luas ataupun umum jika ingin mengundang saya untuk menyanyi dan berkenalan agar tidak sungkan-sungkan silahkan menghubungi lewat ponsel pribadi saya ke nomor Hp 087 857 343 585 pasti saya tanggapin dan saya respon dengan senang hati, dan tak lupa saya mengucapkan terima kasih untuk semua pembaca dimanapun berada salam kenal dan kompak selalu.trims. >>Andi

Galery Photo

Anambas

Panen Padi Bersama Gubernur Kepri di Anambas

Gubernur Kepri,ketua DPRD Kepri, Sekdaprov Kepri serta Bupati KKA ikut panen padi di desa Bukit Padi di kecamatan Jemaja KKA

Foto bersama Gubernur Kepri beserta istri, Bupati KKA beserta istri, Danlatamal IV TPI beserta istri dan seluruh petani di desa Bukit Padi

Istri Gubernur Kepri, istri ketua DPRD Kepri, istri Danlantamal IV TPI serta istri Bupati KKA ikut panen padi di desa Bukit Padi

Bupati KKA,Drs.Tengku Muktaruddin memberikan salam kepada Gubernur Kepri,H.M Sani saat tiba di bandara Matakbase

Wakil Bupati KKA, Abdul Haris memberikan salam kepada Gubernur Kepri saat tiba dibandara Matakbase

Ketua DPRD KKA,Amat Yani, SE memberikan salam kepada Gubernur Kepri saat tiba dibandara Matakbase

Kacabjari Terempa memberikan salam kepada Gubernur Kepri saat tiba dibandara Matakbase

Istri Bupati KKA, Yenni Patra memberikan salam kepada Gubernur Kepri,H.M Sani saat tiba dibandara Matakbase

Gubernur Kepri,H.M Sani memberikan bantuan kepada petani di desa Bukit Padi kacamatan Jemaja

Danlatamal IV TPI,beserta sejumlah pejabat Kepri ikut memanen padi di desa Bukit Padi kecamatan Jemaja

Salah satu petani memberikan komentar dihadapan Gubernur Kepri beserta rombongan temu wicara di desa Bukit Padi kecamatan Jemaja

14
Bupati Bintan Kunker ke Kecamatan Tambelan
Bintan,(MR) Rombongan Bupati Bintan disambut sangat meriah oleh masyarakat Tambelan pada kunjungan kerja di kecamatan yang terpencil dikabupaten Bintan Propinsi Kepri yang kaya akan Hasil Laut dan Berbatas langsung dengan kabupaten Singkawang propinsi Kalimantan Barat yang penduduknya mayoritas sebagai Nelayan. Pada kunjungan tersebut, rombongan Bupati Bintan Ansar Ahmad didampingi ketua DPRD Bintan, kepala SKPD, Satpol PP dan tokoh masyarakat Bintan menggunakan kapal navigasi. Kepada Media Rakyat, Bupati Bintan mengatakan kunker ini sering dilakukannya Bertujuan untuk memper-erat Tali Silahturahmi antara Pemda dan masyarakat agar terjalin Hubungan yang lebih Harmonis dan Pemda lebih perhatikan apa-apa yang diharapkan masyarakat Tambelan ini ujarnya. Camat Tambelan H.Nirwan saat di konfirmasi media ini melalui Hp nya sangat berterima kasih atas kunker Bupati di Tambelan semoga daerah kami dapat Tambahan pembangunan fisik maupun nonfisik harapnya. Pada kesempatan itu juga Bupati beserta ketua DPRD Bintan dapat mengunjungi pabrik Es yang dibangun oleh Pemda Bintan yang mana jarang tersebut sangat dibutuhkan Nelayan disini agar hasil tangkap para nelayan disini lebih meningkat dan mutu ikannya bagus apabila Es cukup ungkap Tokoh masyarakat Tambelan Ibu Zainab kepada media ini dirumahnya. Dia berharap Pemda membantu Alat Tangkap untuk nelayan dan Bibit Ikan Krapu Hidup karena disini sangat cocok dikembangkan budi daya tersebut demi meningkat kesejahteraan masyarakat kami disini harapnya. >> Defran / Edi Ishak

Nusantara
Pemilukada Tebo :

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Ridham-Eko Minta KPUD Provinsi Ambil Alih Pemilukada Ulang
Penyelenggara Pemilukada dinilai Tidak Independen, belum steril, dan masih muka-muka lama, baik itu di KPU, maupun penyelenggara lainnya yaitu Panwas, PPK hingga KPPS. Muara Tebo,(MR) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tebo nomor urut 2 Ridham Priskap-Eko Putra mendesak agar pelaksanaan Pemungutan suara ulang Pemilukada Tebo diambil alih oleh KPUD Propinsi Jambi, permintaan ini berdasarkan hasil keputusan bersama tim dan korcam Ridham-Eko. Dengan tegas, Cawabup Eko Putra menyatakan bahwa dengan telah diputuskannya Pemilukada Ulang oleh MK, membuktikan bahwa penyelenggara Pemilukada Tebo mulai dari KPU, PPK hingga Panwas tidak berlaku independen, Eko mendesak agar Pemungutan suara ulang Pemilukada Tebo diambil alih oleh KPU Provinsi Jambi. “ Kita minta agar KPU Provinsi jambi agar mengambil alih proses pelaksanaan Pemilukada Tebo ini, mulai dari menentukan tahapan-tahapan hingga menentukan tanggal pelaksanaannya”. Tegas Eko. Dia juga menyatakan bahwa Ridham-Eko menolak jadwal pemilukada ulang yang ditentukan oleh KPU Tebo, karena dinilai belum steril, dan masih muka-muka lama, baik itu di KPU, maupun penyelenggara lainnya yaitu Panwas, PPK hingga KPPS. Kemudian, Ridham-Eko dengan tegas menyatakan bahwa pasangan nomor urut 2 ini tetap akan maju pada Pemilukada ulang. >> JOE

Akan Ada Caretaker Bupati Tebo
Masa Jabatan MM-Suka Habis 12 Juni

Bupati Tebo Tanggapi Laporan Tim Suka-Hamdi ke Polda
Muara Tebo,(MR) Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan pemilukada Tebo yang digelar pada 10 maret lalu penuh dengan pelanggaran telah menyeret beberapa pejabat di pemkab Tebo ke Polda Jambi Pada Senin (18/04) lalu, sepuluh orang tim sukses pasangan Sukandar-Hamdi melaporkan keterlibatan Bupati Tebo Madjid Mu’az serta sejumlah Kepala dinas dan Camat ke Polda Jambi. Lalu bagaimana Bupati Tebo Madjid Muaz menanggapi laporan yang didasarkan pada putusan MK itu? Dikonfirmasi Senin (25/04) Madjid mengatakan apa yang dilaporkan oleh tim Suka-Hamdi tentang barang-bukti keterlibatan dirinya juga tidak benar. “Apa yang mereka tuduhkan tentang keterlibatan saya itu tidak benar, bahkan soal adanya rekaman suara saya pada pertemuan dengan kandidat itu tidak terbukti, dan hanya dibuat-buat,” katanya. Katanya, rekaman suara yang dilaporkan oleh tim SukaHamdi tersebut bukanlah suaranya dan rekaman tersebut hanya dibuat-buat untuk mengkait-kaitkan dirinya dengan salah satu kandidat. Karena, kata Madjid, dirinya tidak hadir pada pertemuan di Rumah Makan Sederhana Muara Bungo dan pertemuan di rumah Yopi di kota Jambi. “Saya tidak pernah hadir dalam pertemuan di Bungo dan Jambi bagaimana mereka bisa menyangka kalau saya hadir, saya saja tidak ikut pada pertemuan didua tempat itu,” sebutnya. Dilanjutkannya, sebagai bukti bahwa tuduhan yang mereka laporkan tersebut tidak benar, yakni tidak adanya penggelembungan suara yang terjadi selama proses Pilkada lalu seperti apa yang diputuskan MK dan rekapan C1 yang

KPU Tebo Bantah Tidak Sukses Laksanakan Pemilukada
Muara Tebo,(MR) Komisi Pemilihan Umum Tebo membantah tudingan berbagai pihak yang mengatakan bahwa KPU telah gagal dalam melaksanakan tugas menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) bupati dan wakil bupati Tebo periode 2011-2016. Hal ini ditegaskan oleh Ketua KPU Tebo Syahlan Arpan, kepada koran ini. “Terbukti di Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa kita telah melaksanakan semua tahapan Pemilukada sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukas Syahlan, via telponnya. Syahlan menyebutkan, pendapat seseorang soal kerja KPU dianggap gagal, sah-sah saja. “Itu hak orang yang mengatakan demikian, kita tidak mau menanggapinya. Sebab, kasus ini sudah sampai di MK dan terbukti kita tidak melakukan pelanggaran,” tegasnya lagi. Syahlan, juga menyebutkan, sekarang ini, dirinya bersama semua anggota KPU sedang berada di Jambi untuk berkoordinasi dengan KPU Provinsi Jambi dalam melaksanakan keputusan MK yang memerintahkan KPU Tebo untuk melaksanakan pemungutan suara ulang. “ Sekarang ini kami (anggota KPU Tebo-red), sedang berada di Jambi mengkonsultasikan dengan KPU provinsi agar putusan MK tersebut segera dapat dilaksanakan,” ujarnya. Hanya saja, KPU Tebo belum menetapkan tanggal pasti pemilihan suara ulang yang diperintahkan MK untuk Pemilukada Tebo digelar. “ Tanggal 12 Juni, itu baru rencana. Kepada KPU Provinsi juga kita konsultasikan, soalnya kita harus menghitung tahapan pertahapan, mulai dari proses tender surat suara hingga kepada pendistribusian logistik surat suara ke KPPS Semuanya harus diperhitungkan dengan tepat waktunya,” terangnya lagi. Ditanyakan soal indikasi penolakan dari dua pasang kandidat Cabup dan Cawabup Tebo jika pemungutan suara ulang digelar pada tanggal 12 Juni. Perlu diketahui bahwa Cawabup pasangan nomor urut 2 Eko Putra dengan tegas menolak pemilihan ulang, jika yang melaksanakannya masih KPU Tebo dengan tudingan penyelenggara Pemilukada di Tebo tidak independen dan sesuai keputusan MK terjadi keberpihakan terhadap salah satu kandidat. Namun, Pihak KPU Tebo nampaknya tetap akan melaksanakan Pemilukada ulang, seperti ditegaskan oleh Sahlan, “Sesuai dengan perintah MK, kita tetap akan menggelar pemungutan suara ulang, mengenai kapan waktu pelaksanaannya sedang kita konsultasikan dengan KPU Provinsi Jambi sekarang ini,” pungkas Syahlan. >> HER

Bupati H.A.Madjid Mu’az dan Wakilnya H.Sukandar (MM-Suka)

Muara Tebo,(MR) Keluarnya Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan dilaksanakannya Pemilkada Ulang berdampak pada kemungkinan kosongnya Jabatan Bupati Tebo, sebab, Bupati H.A.Madjid Mu’az dan Wakilnya H.Sukandar (MM-Suka) akan habis masa jabatannya pada tanggal 12 Juni 2011 mendatang. Semula, setelah dilaksanakannya pemilukada Tebo pada 10 Maret lalu dan berhasil dimenangkan oleh Pasangan Yopi-Sapto, maka pihak KPUD Tebo telah menjadwalkan acara pelantikan Bupati Baru bertepatan dengan habisnya masa jabatan Bupati Madjid Mu’az yaitu tanggal 12 Juni, akan tetapi pasca keluar keputusan MK maka semua jadwal tersebut batal dan direncanakan oleh KPUD Tebo tanggal 12 Juni itu sebagai hari pelaksanaan Pemilukada Ulang. Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa supaya jangan terjadi kekosongan pimpinan (Kepala Daerah) maka akan nada Caretaker Bupati Tebo menjelang dilantiknya Bupati yang baru. Sebagaimana diungkapkan oleh Syahlan Arpan, selaku Ketua KPUD Tebo. “ Jadwal pelantikan Bupati Baru yaitu pada tanggal 12 Juni 2011 menjadi batal karena akan digelar Pemilukada ulang, dan dikarenakan masa jabatan Bupati lama habis pada tanggal itu, maka kemungkinan ada caretaker Bupati Tebo menjelang pelantikan Bupati terpilih pasca pemilukada ulang nantinya”. Ungkap Sahlan. Sumber lain menyebutkan bahwa, kemungkinan besar caretaker Bupati Tebo akan ditentukan oleh Pemprov, atau lebih sederhananya Bupati Tebo akan dijabat sementara oleh orang kepercayaan dari Gubernur Jambi, sebab, ada rentang waktu yang cukup lama antara tanggal 12 Juni atau habisnya masa jabatan H.A. Madjid Mu’az hingga dilantiknya Bupati baru pasca Pemilukada ulang nanti. Ditanya mengenai jadwal Pemilukada Ulang, Sahlan menyebutkan memang ada rencana dijadwalkan pada tanggal 12 Juni, akan tetapi itu belum final, karena pihaknya akan konsultasi dulu ke KPU Provinsi Jambi. >>HER

A.Madjid Mu’az

ditetapkan oleh KPU sesuai dengan apa yang ada hingga Proses Pleno. “Semuanya saya serahkan kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti laporan tersebut, soal siapa yang benar dan yang salah itu akan terbukti nantinya berdasarkan hasil penyelidikan pihak terkait, yang jelas tuduhan tersebut tidak benar,” pungkasnya. >>ALD

Terkait Pemberitaan “Guru SD Ngaku Wartawan”,

Management Koran Bikara Angkat Bicara
Indramayu,(MR) Management Koran Bikara, menanggapi pemberitaan SKU Media Rakyat Jakarta, Edisi 234 Tahun XI 13-20 April 2011. Disana disebutkan, seorang guru SDN Kertanegara V Kecamatan Haurgeulis, pihaknya mengaku sebagai anggota wartawan Koran Bikara itu tidak benar, katanya. “Seorang guru SDN Kertanegara V Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, itu hanya sebatas mitra kerja saja, “Tandas pihak Management Koran Bikara di Kantor Redaksinya di Jln.Jenderal Sudirman No.29 Sumbermulya Haurgeulis Indramayu, Rabu siang (27/4) silam. Management Koran Bikara Mengharapkan, adanya kebersamaan rekan-rekan pers baik dari media cetak maupun elektronik dalam menyikapi suatu masalah, sehingga bisa menghasilkan informasi yang akurat dan berimbang sesuai kebutuhan publik, apakah dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. >> Mukromin

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Nusantara
Banjar,(MR) Dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan sistem Prestasi Kerja dan sistem Karier di lingkungan Pemerintah Kota Banjar dipandang perlu untuk dilaksanakan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktur Esselon II,III, dan IV. Senin (02/05)bertempat di Aula Setda Kota Banjar di laksanakan pengambilan sumpah jabatan struktural Esselon II,III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Banjar. Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Walikota Banjar, Kejari dan Ketua DPRD Kota Banjar. Rotasi jabatan struktural Esselon II Sebanyak 9 orang, esselon III sebanyak 11 orang dan eselon IV sebanyak 30 orang jumlah keseluruhan adalah 50 orang pejabat. Yang berbeda kegiatan ini adanya pejabat baru di lingkungan Kota Banjar diantaranya Drs.Yuyung Mulyana Sungkawa, MM sebelumnya menjabat Kepala Sekretariat Badab Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Propinsi Kalimantan Tengah Jabatan baru Kepala Dinas pedapatan pengelolaan keuangan asset daerah, Drs, Soeparno jabatan lama kepala sekretariat badan pemeriksaan keuangan RI perwakilan Bangka belitung jabatan baru kepala dinas badan penanaman modal pelayanan dan perizinan terpadu Kota Banjar. Sedangkan pejabat Esselon II lainnya mengalami rotasi dan menduduki jabatan baru yang berlaku mulai tanggal (02 Mei 2011). Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM. dalam sambutannya mengatakan bahwa esselon II siapa saja yang

15

Eksistensi Bahana di Ciamis
Ciamis,(MR) B a h a n a Ciamis (Jl. Sudirman 210 Ciamis), merupakan salah satu dealer resmi jenis-jenis kendaraan Sepeda Motor merek Yamaha, yang selalu mengutamakan kualitas semua produk asli jepang (tidak ada AKP Asep S. & Nunung S.N builtup). Disamping dalam pemasa-ran produk, Bahana Ciamis juga selalu eksis secara rutin mengadakan temu dan jumpa dengan pelanggan maupun masyarakat (setiap Sabtu) dengan mengadakan acara bakti sosial, lomba mewarnai anak-anak TK dan lainnya, sedangkan acara hari Minggu dengan tema “Kampung Yamaha” berupa perlombaan kebersihan antar RW di setiap Kecamatan (bergilir) di wilayah Ciamis. Momen penting pada Bahana Ciamis bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Organda dan Polres Ciamis, mengadakan acara Temu Pelanggan dalam Sosialisasi Aturan Berlalulintas kepada semua awak perwakilan trayek jasa angkutan se-Kabupaten Ciamis. Nunung Suarna Nugraha Kepala Cabang Bahana Ciamis mewakili Nana Rian (Kepala Priangan Timur) mengatakan, semoga dengan adanya temu pelanggan dari para perwakilan jasa angkutan, agar dapat lebih jauh lagi memahami dan mematuhi aturan berlalu lintas serta dapat disampaikan lagi ke rekan-rekan lainnya. Dalam hal penjualan produk sekarang ini sedang mengalami kelesuan, tetapi kami optimis akan secepatnya mengatasi dengan aktifitas market, apalagi dibantu dengan anak dealer/cabang di Rajadesa Ciamis dan Sukaraja Tasikmalaya (wilayah Priangan Timur). Kepada para jasa angkutan (ojeg), kami telah mempersiapkan kendaraan yang lebih irit bahan bakar (1 liter untuk 75 km) serta untuk mengejar setoran yaitu dengan jenis sepeda motor/Bebek Vega, serta untuk pembelian sepeda motor-matic Mio periode bulan sekarang bisa menjadi milyader dengan memenangkan undiannya dan pengguna di Ciamis jangan terlalu resah karena untuk harga jual bekas Yamaha masih melambung tinggi. Ditempat yang sama, AKP Asep Sukarna (Kasatlantas Ciamis) mengatakan, terima kasih sekali kepada Bahana Ciamis sebagai fasilitator sosialisasi aturan berlalu lintas kepada para perwakilan awak pengemudi jasa angkutan umum ( + 100 orang) se-Kabupaten Ciamis, sehingga kepada mereka dapat lebih tertanam pemahaman kedisiplinan arti berlalu lintas. Saat ini hasil dari pantauan bahwa tidak ada kendala dari para awak angkutan umum di Ciamis, karena kategorinya masih bisa dibilang kecil/sedikit, jauh berbeda dengan kotakota besar sehingga masih dapat dikendalikan, tetapi di Ciamis jenis-jenis pelanggaran justru banyak dilakukan oleh para pengendara sepeda motor. Kami menghimbau/untuk disampaikan kepada keluarga yang mempunyai dan menggunakan kendaraan sepeda motor agar diberikan pengarahan untuk berdisiplin serta mematuhi aturan berlalu lintas, agar tertib lancar dan selamat. >> MR Ciamis

Walikota Banjar Lantik Pejabat Struktural Eselon II, III, dan IV
mengalami rotasi ini buka berdasaran like dislike namun berdasarkan kepentingan organisasi. Kota Banjar telah berhasil mencapai prestasi yang cukup membanggakan dan tantangan kedepan lebih berat maka di perlukan perubahan pejabat sesuai dengan kompetensi untuk lebih meningkatkan prestasi. Dengan perubahan jabatan struktural Esselon II, III dan IV ini di harapkan mampu mengkatkan kinerja dan perencanaan pembangunan yang lebih baik lagi. Sumpah jabatan yang di pandu oleh walikota Banjar dan pembacaan serta penandatanganan pakta integritas dengan secarasimbolis oleh H.Oman Rokhman, S.Sos, M.Kes. mengakhiri kegiatan tersebut dilakukan ramah tamah dan ucapan selamat dari walikota Banjar kepada pejabat yang dilantik. >>AS

Sebuah Sistem Harus Terbuka Serta Memiliki Alat Evaluasi
Garut,(MR) Melihat kondisi dan situasi yang ada di lingkungan internal maupun eksternal pemerintah Kabupaten Garut saat ini, dituntut segera melaksanakan percepatan untuk melakukan perubahan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, terlebih agar akuntabilitas kinerja dan berbagai fungsi pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dapat berjalan dengan optimal. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut H.Iman Ali Rahman, SH,M.Si pada acara pembukaan evaluasi implementasi “Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah,” Kabupaten Garut Tahun 2010, senin (2/5) di Aula Resort Sabda Alam Cipanas. Turut hadir Kepala Bidang Akuntabilitas Pemda Kantor Perwakilan BPKP Prop.Jabar Drs.Wawan Saeful Anwar beserta Tim, Inspektur Inspektorat Kabupaten Garut H.Hengki Hermawan,S.Sos, M.Si serta para Kepala SOPD Pemerintah Kabupaten Garut. Menyikapi tuntutan masyarakat yang mempertanyakan komitmen Pemerintahan dalam melakukuan reformasi birokrasi, sesuai dengan kewenangan tentunya kewajiban kita untuk berusaha keras melaksanakan tugas dan amanah yang kami emban secara bertahap. Menyikapi situasi tersebut sangat penting bagi kami Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, untuk menempatkan penyempurnaan tata kelola dalam agenda utama reformasi Pemerintah Daerah, karena Implementasi dari sistem manajemen Pemerintah Daerah harus memiliki fokus pada peningkatan akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil, sehingga perlahan tapi pasti, dapat terbangun sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada seluruh satuan kerja. Lanjut Sekda, sebuah sistem harus terbuka agar dapat menyesuaikan dengan faktor lingkungan yang berkembang, serta memiliki alat evaluasi diri bagi setiap kemajuan atau kekurangan dan kelemahan yang dimiliki, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan dengan tepat. Fungsi evaluasi menjadi sangat penting karena dapat mengidentifikasi masalah, serta menyusun kerangka kebijakan dan langkah strategis dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerja secara berkelanjutan. Menurut Drs.Wawan Saeful Anwar, dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa setiap pemerintah daerah di haruskan membuat perangkat yang membidangi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), sebab SPIP sangat penting untuk meningkatkan kinerja Pemerintahan. Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sesuai PP 60 Tahun 2008 adalah suatu keharusan guna terwujudnya pengendalian intern yang baik di lingkungan instansi pemerintah. Dengan pengendalian intern yang baik, setiap kegiatan pemerintahan akan berjalan dengan benar dan terhindar dari penyimpangan. Untuk Implementasi SPIP, dukungan dari seluruh unsur pemerintahan baik dari level Pimpinan sampai level bawah sangat diperlukan. “Saya harapkan seluruh jajaran SPOD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut dapat ambil peran dalam implementasinya,” hal lainnya, yang tak kalah perlu di cermati adalah perlunya pemahaman “Manajemen reskid,” artinya “di perlukan pengetahuan untuk mengelola suatu permasalahan yang terjadi, kita kelola persoalan tersebut, jangansampai suatu permasalahan timbul dan menjadi wacana di kalangan luar pemerintahan, sebelum persoalan itu selesai di pecahkan,” kata Wawan. Dalam laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan sekretaris inspektorat, Drs.Andi Bahtiar,M.Si menjelaskan maksud dilaksanakannya kegiatan ini ialah untuk meningkatkan mutu penerapan manajemen berbaris kinerja (sistem AKIP) dan meningkatkan kinerja instansi Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan instansi pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government). Pelaksanaannya selama satu minggu, serta bertujuan untuk memperoleh informasi tentang inplementasi sistem akip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut; menilai akuntabilitas kinerja instansi dan memberikan saran perbaikan untuk meningkatkan kinerjanya.>> Undang/ Ali

Sekda Garut:

Kapolres Bintan Resmi Diganti
Bintan,(MR) AKBP Dwi Yulistiono resmi memegang komando Polres Bintan. Ia dilantik Kapolda Kepri Brigjen Pol Raden Budi Winarso, menggantikan AKBP Yohanes S Widodo yang diplot jadi Wakapolresta Barelang di Mapolres Bintan. Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan, mutasi dan sertijab ditubuh Polri adalah wajar sebagai kebijakan pimpinan untuk melakukan pembinaan personel. Selain itu, sertijab juga merupakan referensi kembali terhadap individu maupun organisasi agar ke depan Polri lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menambahkan, polisi harus meningkatkan produktivitas kerja untuk memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Disebutkan Kapolda, dalam menjalankan tugasnya, Polri sekarang ini memasuki rencana strategis yang kedua yang berlangsung 2010-2014, yakni mengedepankan patnership building dengan menjalani hubungan dengan berbagai kalangan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan. Dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas pengabdian AKBP Yohanes S Widodo, yang telah tiga tahun memimpin Polres Bintan. Sementara itu, AKBP Yohanes S Widodo, dalam waktu dekat akan segera menempati jabatan Wakapolres Barelang menggantikan kombes Widodo yang kini menjabat sebagai Direktur Reskrim Polda Kepri. Yohanes digantikan AKBP Dwi Yulistiono, “ Sertijab di Polres Bintan sudah dilakukan, otomatis selanjutnya Yohanes akan menempati jabatan terbarunya menjadi Waka Polresta Barelang,” ungkap Kabag Sumda Polres Bintan, kompol Handoko yang dihubungi via selulernya, ju’mat pekan lalu. Kompol Handoko menyebutkan, Yohanes Sismardi Widodo merupakan sosok pimpinan yang dekat dengan anggotanya. Selama kepemimpinannya banyak sekali perubahan yang terjadi, baik untuk internal Polres Bintan maupun eksternal Polres Bintan. “ Kami berharap agar di tempat yang baru, Bapak Yohanes bisa semakin baik lagi karirnya sesuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkan beliau,” ungkap Handoko. Selain AKBP Yohanes Sismardi Widodo, mutasi ini juga diikuti sedikitnya 250 perwira pertama (Pama) dan perwira (Pama). >> Defran/Amdiman

Jajaran KUA Patrol Tempati Gedung Baru
Indramayu,(MR) Jajaran Karyawan, Staf dan Kepala KUA Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, sejak April lalu sudah menempati gedung kantor baru, yang berlokasi dikomplek perkantoran Camat Patrol itu, terlihat megah dan mentereng bila dibandingkan dengan bangunan lain disekitarnya. M.Hasuni, S.Ag. Kepala KUA Patrol diruang tamu kepada MR menjelaskan, lokasi kantor baru ini cukup strategis mudah dijangkau warga dari semua jurusan, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan kendaraan umum. Pasalnya, Kantor Balai Nikah ini terletak diruas Jalan Raya Pantura Patrol, katanya. Kami berharap kantor baru KUA ini bisa menunjang semangat kerja para karyawan, staf dan lebe dalam melayani keperluan warga dibidang pernikahan. Sebab, Kantor KUA Patrol ini dilengkapi segala pasilitas perkantoran dengan 4 unit ruang kerja, 1 ruang TU, 1 ruang Kepala, 1 ruang aula pertemuan dan 1 ruang Mushola, ujarnya. Komposisi personalia KUA Patrol adalah Kepala : M. Hasuni, S. Ag. Ahmad Kholil : Penamas, Hariri : Pengawas, Nanang Sahroni : Pengadminitrasian, M.Hasuni, S.Ag.: Penghulu Nanang Sahroni : Zawa Ibsos, Sedang desa yang berada diwilayah kerja KUA Patrol : Arjasari, Patrol, Limpas, Bugel, Sukahaji, Patrol Lor, Patrol Baru dan Mekarsari. >> Maskin

16
Samsat Lamongan Optimalkan Pelayanan
Lamongan,(MR) Kabupaten lamongan yang luasnya kurang lebih 1.812.8 km 2 , untuk menuju ke kota dari pelosok desa membutuhkan puluhan kilometer untuk mengurus perpanjangan pajak kendaraan, baik untuk melakukan pengeH.Ishartoyo S, SE sahan STNK, pembayaran PKB dan SWDKLLJ sehingga menyebabkan keterlambatan pembayaran maupun tidak melakukan perpanjangan. Menyikapi hal ini Samsat lamongan dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak kendaraan dengan program unggulan seperti : Pelayanan Drive true yang melayani pengesahan STNK, pembayaran PKB dan SWDKLLJ di luar gedung samsat dan wajib pajak tidak perlu turun dari kendaraanya untuk melakukan transaksi; Pelayanan samsat keliling, yang saat ini memiliki 2 unit mobil samsat keliling untuk memberitahukan para wajib pajak agar mengurus pajak kendaraanya tepat waktu. Menurut Kepala Administrasi Pelayanan (Adpel) H.Ishartoyo S, SE, “kami akan melaunching samsat Payment Point di dua tempat yaitu di kecamatan babat dan Kecamatan Brondong pelayanan ini untuk melayani para wajib pajak dalam melakukan pengesahan STNK, pembayaran PKB dan SWDKLLJ ditempat yang strategis atau tempat-tempat keramaian dan juga Samsat Corner di Plasa Lamongan karena ditempat ini adalah pusat perbelanjaan, insyah Allah kami launching bertepatan dengan pembukaan Taman Lalu Lintas Polres Lamongan”. “Kami berharap agar program unggulan ini dapat mengoptimalkan pelayanan kami kepada para wajib pajak kendaraan sehingga para wajib pajak dapat mengurus pajak kendaraannya tepat waktu, mudah dan efektif, supaya para wajib pajak kendaraan ini tidak lagi mengeluarkan biaya ekstra yang dikarenakan jauhnya lokasi dari kediaman para wajib pajak ke kantor Samsat,” imbuh Ishartoyo. >>HS

Nusantara
Gresik,(MR) Beberapa hari yang lalu, bahan baku air minum warga dari saluran PDAM di wilayah Gresik banyak yang kondisinya keruh. Dari hasil pemantauan Tim Patroli Air Terpadu Kali Surabaya, diketahui kekeruhan itu terjadi karena sedimentasi air Kali Surabaya dari sisi hulu akibat hujan yang turun beberapa hari terakhir. Koordinator Lapangan Tim Patroli Air Terpadu Kali Surabaya, Imam Rochani saat dikonfirmasi, Selasa (3/5) mengatakan, jika ada laporan warga air PDAM keruh, prinsipnya ada dua penyebab. Pertama, jika terjadi di hampir seluruh wilayah Gresik, maka itu disebabkan faktor sedimentasi sungai. Kedua, jika hanya terjadi di sebagian wilayah saja, maka bisa disebabkan karena saluran pipa yang kotor. “Dengan melihat kondisi yang ada, rata-rata kekeruhan itu memang disebabkan karena faktor sedimentasi sungai,” ujarnya. Namun, dengan bahan baku yang sama, air dari PDAM Surabaya yang posisinya lebih ke hilir Kali Surabaya pun masih bisa bersih. Ini artinya proses penjernihan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Gresik tidak bekerja secara maksimal. Menurut Imam, jika persoalan kekeruhan air ini karena belum maksimalnya IPA PDAM, bisa jadi peralatan milik PDAM Gresik itu usianya sudah cukup tua dan tak berfungsi maksimal. Sehingga, ia berharap perbaikan IPA juga menjadi prioritas PDAM untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga. Direktur Utama PDAM Kabupaten Gresik, Muhammad mengakui kalau suplai air pelanggan kondisinya keruh. Ini disebabkan IPA milik PDAM tidak mampu mengolahnya menjadi jernih. Sementara air baku dari Kali Surabaya sendiri tingkat kekeruhannya melebihi ambang batas. “Pengolahan (IPA) kami hanya mampu menyuling 600 NTU (kekeruhan). Sedangkan kekeruhan air Kali Surabaya mencapai 2.000 NTU,” jelas Muhammad. Saat ini, tambah dia, pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada pelanggan PDAM. Di antaranya dengan bakal dilakukannya perbaikan pada instalasi penyulingan air yang terletak di Desa Legundi Kecamatan Driyorejo. Sehubungan dengan proses perbaikan itu, akan terjadi penurunan kapasitas produksi dari 550 liter per detik menjadi 450 liter per detik. “Kami berharap setelah dilakukan perbaikan di instalasi penyulingan, ada peningkatan kapasitas produksi menjadi 590 liter perdetik,” tandasnya. Saat ini PDAM Kabupaten Gresik hanya mampu memenuhi kebutuhan air bersih 30 persen dari 56 ribu pelanggannya di seluruh kota Giri ini. Sebab PDAM hanya mengandalkan Kali Surabaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggannya. Jadi jumlah pasokan dengan kebutuhan tidak seimbang. PDAM sekarang memang memiliki 60 pompa, tapi semuanya sudah uzur sehingga tidak bisa bekerja secara optimal. Karena itu, kata Muhammad, pihaknya berencana PDAM membenahi jaringan distribusi air dan menambah pompa air untuk titik layanan pelanggan, terutama ke wilayah kota yang memang sangat sulit mendapatkan air bersih. Jumlah pasokan air dengan kebutuhan tidak seimbang. Kebutuhan air bersih mencapai 1.200 liter per detik bahkan lebih, sedangkan produksinya maksimal 550 liter per detik. >> Juntak

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Sedimentasi Sungai Penyebab Air PDAM Keruh
Direut PDAM Gresik Muhammad : PDAM wilayah Gresik sekarang memang memiliki 60 pompa, tapi semuanya sudah uzur sehingga tidak bisa bekerja secara optimal.

Walikota Banjar :

Pemuda Harus Manfaatkan Peluang
Banjar,(MR) Para pemuda sekarang harus bisa memanfaatkan peluang, inovatif dan kretif kalau tidak akan tinggal, hal ini dikatakan Walikota Banjar DR. Dr Herman Sutrisno MM. dihadapan Karang Taruna se-Kecamatan Langensari pada acara Riung mungpulung Karang Taruna, Minggu (1/5) di lapangan Desa Waringinsari. Kedatangan Walikota Banjar dalam acara ruing mungpulung Karang Taruna seLangensari ini disambut oleh rombongan sepeda ontel Langensari. Karang taruna merupakan wadah para Pemuda utuk meningkatkan minat, bakat, kreatif, dan inovatif sehingga para pemuda terhindar dari penyakit masyarakat ujar walikota dalam pidatonya. Selain itu walikota Banjar juga menyambut baik diadakanya acara riung mungpulung karang taruna tersebut “ Ada hal yang positif dengan diadakan kegiatan ini kita akan bertemu muka dengan karangtaruna dari desa yang lain sehingga akan terjadi saling tukar pikiran, informasi yang lebih jauh diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja,” tambah walikota. Lebih lanjut Walikota mengatakan tugas pemerintah adalah melindungi generasi muda dengan berbagai kegiatan yang positif mulai dari tingkat RT. RW sampai dengan kota, pemuda harus bisa membaca peluang yang ada sehingga akan tercipta lapangan kerja yang baru. Dalam riung karang taruna se-Kecamatan Langensari ini diisi dengan kegiatan perlombaan olahraga dan kegiatan soial, yaitu memberikan infak untuk Mesjid Nurul Huda Langensari , memberikan santunan kepada 10 anak yatim pitu. Walikota banjar juga berharap agar para pemuda di wilayah Kota Banjar bersatu agar para penyusup seperti NII, Terorisme tidak bisa dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. >> AS

ADD Turun Drastis, Renovasi Kantor Kuwu Jalan Terus
Indramayu,(MR) Meskipun Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran (TA) 2011 turun drastis berkisar 50 persen dari tahun lalu, tetapi Kantor Kuwu Desa Bugis Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, direnovasi baik bagian dalam maupun bagian luar gedung, sehingga terlihat megah, indah dan nyaman. Kuwu Bugis, Ato Sunarto, diruang kerjanya menjelaskan, renovasi gedung Pemerintah Desa ini dananya bersumber dari Internal Kuwu. “Coba mas lihat ruang kerja para Kaur, Aula dan halaman depan semuanya terlihat rapih, selain baru direnovasi meja kerja dan kursi nya juga baru,” katanya. Dilokasi terpisah, tokoh masyarakat Kecamatan Anjatan, Samsuri, menginformasikan bahwa, Desa Bugis hendak diikut sertakan dalam lomba desa tingkat Kabupaten tahun 2011. “Mudah-mudahan saja Desa Bugis bisa meraih prestasi yang kita inginkan. Pasalnya, Kuwu, Para Pamong Desa dan masyarakatnya, sudah berusaha membangun Sarana dan Prasarana Umum didesanya,” tuturnya. >> Mukromin

Warga Tegaldlimo Bangun Jembatan Tanpa Ijin
Banyuwangi,(MR) Dua jembatan berkonstruksi beton permanen yang dibuat dan dimiliki oleh Kusnan dusun Sumberluhur desa Tegaldlimo kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi dengan hanya ijin lewat lisan kepada juru pengairan wilayah UPTD Bangorejo yaitu Tukiman pengakuan sumber Kusnan kepada koran ini. Jembatan ini saya bangun agar hasil bumi saya dari persawahan bisa dibawa pulang ke rumah halaman dengan memakai kendaraan roda empat. Padahal wilyah irigasi UPTD Bangorejo yang memiliki denah grafik sampai ke hilir wilayah desa Tegaldlimo ini merupakan sungai aliran pembuangan air ketika debit air besar atau tinggi hal ini disebut apur. Kepala UPTD Irigasi Bangorejo Agus, sekecil apapun yang ada di wilayah otoritas irigasi pengairan kami yang juga aset pengairan diwilayah kami harus kita ketahui papar Agus kepada media ini. Tetapi saya juga heran kenapa personal juru air saya ada pembangunan jembatan beton premanen ini tidak diberitahukan kepada UPTD wilayah kerja saya. Padahal ini merupakan sesuatu hal yang bisa disebut kecolongan atau mungkin ini keteledoran para personal kami. Wilayah kerja irigasi yang ada sampai merambah di hilir kecamatan Tegaldlimo ini tugas juru pengairan Sunardi yang dulunya adalah juru pengairan di jabat oleh Tukiman. Memang harta kekayaan atau boleh disebut aset pengairan yang juga aset negara disini adalah kekayaan daerah kabupaten Banyuwangi dari sektor dan bidang keirigasian banyak yang terabaikan bahkan juga hilang atau diserobot oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. DPU / Dinas Pengairan atau bidang pengairan pada instansi pemda Banyuwangi ini seharunya tidak sembrono dalam menjaga dan mengelola kekayaan negara yang ada di kabupaten banyuwangi. Serta merta para oknum sering mensiasati bahkan menjual aset negara ini dengan berbagai dalih kecanggihannya, dan lagi tidak malumalu bahwa hal seperti ini dianggap biasa. Contoh bahwa tanah aset yang berupa RD (Rumah Dinas Pengairan) juga menjadi korban penjualan oknum pensiunan pegawai pengairan. Ratusan aset irigasi kabupaten Banyuwangi yang sudah disulap menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik) atas nama perorangan alias masyarakat yang tidak memiliki keterkaitan dengan dinas pengairan Banyuwangi tetapi bisa harus dengan leluasanya memiliki tanah dan berikut legalitas SHMnya. Boleh dibilang para oknum birokrasi pemerintahan Banyuwangi terutama dari sektor irigasi pengairan banyak menyisa-

Pembangunan 2 jembatan liar yang ada dalam kuasa irigasi pengairan

Gedung KUA Haurgeulis Tampil Beda
Indramayu,(MR) Gedung KUA Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dibawah kepemimpinan Dulkapi, S. Ag. Terlihat tampil beda. Gedung Balai Nikah itu baru saja direnovasi bagian depannya dengan kombinasi beberapa warna cat, sehingga terasa nyaman, sejuk, bersih dan indah. Dulkapi, S. Ag. Kepala KUA Haurgeulis, diruang kerjanya baru-baru ini menjelaskan, kegiatan renovasi gedung Balai Nikah tersebut dananya bersumber dari urunan para Lebe dan Rumah Tangga Kantor (RTK). “ Semoga saja keadaan kantor yang serba baik rapih baik didalam maupun diluar gedung, semangat kerja para karyawan bertambah berkualitas,” tegasnya. Adapun Job Description KUA Haurgeulis adalah Kepala : Dulkapi, S. Ag. Kepenghuluan : Ali Aleh Alimi, S. Pd. I. dan M. Kosim, S. Ag. Kemitraan : Dulkapi, S. Ag. Dan Afni Bakri, Produk Pakan Halal : Dulkapi, S. Ag. Dan M. Kosim, S. Ag. Ibadah Sosial : Ali Aleh Alimi, S. Pd. I. dan Dulkapi, S. Ag. Keluarga Sakinah : M. Kosim, S. Ag. Dan Afni Bakri. >> Maskin

Beberapa wartawan media cetak Banyuwangi yang akan konfirmasi jembatan liar

kan penderitaan dan rasa tidak keadilan kepada masyarakat Banyuwangi itu sendiri. Perihal yang nampak jelas juga, Kusnan seorang pensiunan Jogotirto (Sub blog) pada seorang juru pembagian air diareal sawahnya diwilayah dusun Sumberluhur, kini berani membangun 2 buah jembatan beton permanen yang notabenenya adalah juga aset pengairan. Jelas pembangunan jembatan ini akan mengganggu derasnya debit air untuk kearah pembuangan paling hilir. Ada apa dengan UPTD pengairan Bangorejo atas pembangunan 2 jembatan permanen milik Kusnan yang tidak mendapat minimal pemberitahuan atas pembuatannya dan maksi-

mal rekomendasi dari bidang irigasi kabupaten banywuangi untuk dimohonkan kepada Bupati banyuwangi agar mendapatkan legalitas ijin atas segala pembangunan yang berada di kanan, kiri, atau diatas keberadaan otoritas wewenang pemerintahan Banyuwangi. Dan ini ada terkesan adanya pembiaran atau mungkin ada dugaan konspirasi yang diamdiam atas pembangunan jembatan Kusnan yang ilegal sekali tetapi tetap diteruskan keberadaanya. Hanya isapan jempol yang selama ini disampaikan oleh Kabid Pengairan dan Irigasi kabupaten Banyuwangi untuk menindak tegas oknum-oknum di instansinya yang berkeliaran. >> M.ARIF

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Satpol PP Indramayu Sita 43 Derigen Tuak
Indramayu,(MR) Seolah tidak mau kalah dengan aparat kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu Selasa siang (26/4) melakukan operasi terhadap peredaran minuman keras yang ada di Kabupaten Indramayu. Kali ini wilayah kota menjadi target operasinya terutama disekitar wilayah Kelurahan Lemahmekar dan sekitarnya. Sejak pagi hari, puluhan anggota Satpol PP Indramayu telah melakukan pengintaian terhadap peredaran minuman keras di wilayah Blok Ceblok Kelurahan Lemahmekar. Didaerah itu ditengarai sering menjadi peredaran minuman yang menyesatkan itu. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu Dedi Suhendi, S.Sos melalui Kasie PK PPNS Yayat Supriatna mengatakan, dari hasil operasi ini pihaknya berhasil mengamankan barang bukti seperti tuak sebanyak 43 dirigen dengan isi sebanyak 30 liter/dirigen. Tuak ini belum sempat didistribusikan dan masih disimpan dalam suatu warung. Barang bukti berupa tuak tersebut berhasil di sita dari sebuah warung milik Ajisman (40) warga setempat. Satpol PP bertekad untuk meminimalisir peredaran minuman beralkohol yang beredar di Kabupaten Indramayu. Hal ini tentu saja sebagai wujud untuk menciptakan visi Indramayu Remaja. Selain itu, bersama dengan kepolisian pihaknya siap bekerjasama dalam membasmi peredarannya. >> Abdullah

17 Perhutani Jatim Akan Rehabilitasi 60 Ribu Hektar Hutan
Pacitan,(MR) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, tahun ini merencanakan akan merehabilitasi hutan seluas 60 ribu hektar. Sedangkan untuk mencegah kerusakan lahan akibat longsor di lahan Perhutani akan diperbanyak tanaman dengan perakaran dalam. Terlebih akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi. “ Khusus Jawa Timur tahun 2011 rencana tanaman kita kurang lebih 60 ribu hektar. Sehingga tahun ini pula lahan kosong tidak ada lagi,” ujar Kepala Perum Perhutani II, Ellan Barlian saat berkunjung ke Kabupaten Pacitan, Selasa (1/3/). Diakui Ellan, di wilayah hutan milik Perhutani ada beberapa bagian yang dilanda longsor, tetapi ia tidak menyebut jumlah secara spesifik. Menurutnya longsor terjadi bukan karena faktor vegetatif semata, tetapi juga karena curah hujan yang tinggi. Sehingga, meski hutan subur namun karena debit air hujan melebihi daya tampung, dapat memicu longsor. Selain itu, tata ruang di sekitar hutan juga harus dibenahi. Misalnya pemukiman dan pembangunan jalan harus memperhatikan tata ruang di sekitarnya. Hal senada juga diungkapkan Administratur Perum Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya (DS), Taufik Setiadi, longsor yang terjadi juga karena struktur tanah labil dan berlereng curam. Karena itu pihaknya setiap minggu melakukan penanaman di hutan, utamanya tanaman berakar dalam dan bersifat konservasi, misalnya kluwek dan kemiri. Wilayah KPH Lawu DS meliputi enam kabupaten, yakni Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan. “ Kalau tanaman sifatnya dari kultur jaringan atau vegetatif nggak begitu kuat,” ungkapnya. Taufik menjelaskan, secara umum kondisi tanah di wilayahnya yang meliputi bagus. Karena itu rencananya ke depan pihaknya akan memperkaya tanaman hutan lindung dengan tanaman produktif, seperti cengkeh dan lain sebagainya. Tujuannya untuk memberikan nilai produktif bagi masya-

Nusantara

Perhutani Apresiasi Kerja Laskar Hijau
Lumajang,(MR) Kegiatan sosial aktivis lingkungan hidup “Laskar Hijau” yang melakukan penghijauan dan konservasi di kaki Gunung Lemongan mendapat perhatian dan apresiasi dari Perhutani. Laskar Hijau gencar melakukan penanaman pada hutan lindung gundul dan gersang usai terjadi Illegal Logging. “Perhutani datang ke kami, mengaku kagum dengan gerakan aktivis Laskar Hijau yang mendapat dukung masyarakat di Kaki Gunung Lemongan,” Kata Ketua Laskar Hijau, A’ak Abdullag Al-Kudus pada Kamis (28/04). Dia menambahkan, dengan apresiasi dari Perhutani, pihaknya ingin tetap mengembalikan Hutan dikaki Gunung Lemongan sebagai Hutan Lindung bukan Hutan Produksi. Sehingga Gunung Lemongan menjadi sumber utama mata air, ranu, cekungan dan kubangan yang bisa dijadikan penampung air. “Selama Gunung Lemongan difungsikan sebagai Pilar Ekosistem untuk kelestarian Ranu-Ranu disekitarnya, kami mau bekerjasama dengan siapapun,” tegasnya. Dalam pertemuan Aktivis Laksah Hijau dengan pihak perhutani dlakukan di Posko gerakan konservasi, dengan dihadiri Mardjojono dari Perhutani Unit II Jawa Timur Zeni Zainal Muis selaku ADM Perhutani KPH Probolinggo, Hadi Santoso selaku Ajun Perhutani Lumajang dan Rifa’i selaku Asper Perhutani BKPH Klakah. Pertemuan dengan santai mengenai mengembalikan fungsi hutan, perhutani sangat kagum dengan langkah Laskar Hijau. “Kami akan membangun kerjasama dengan laskar hijau untuk program penghijauan di kaki Gunung Lemongan,” ungkap Mardojono. Dalam setiap konservasi kaki Gunung Lemongan milik Perhutani, Laskar Hijau akan dilibatkan dalam setiap perencanaan yang berhubungan dengan hutan Lindung. >> Prayit

Ellan Barlian

Ajang Prestasi Futsal “BUPATI Cup “

rakat sekitar, terlebih di Perum Perhutani sendiri ada program Kemitraan dan Bina Lingkungan.”Meliputi bantuan pinjaman lunak dan juga pengembangan tanaman pangan di kawasan hutan,” jelas dia. Disinggung mengenai lahan Perhutani yang dilewati proyek Jalan Lintas Selatan (JLS), baik Ellan maupun Taufik mengatakan sudah selesai. Termasuk di Pacitan seluas 17,3 hektar, dan itu sudah diberikan ganti rugi. Beberapa kawasan hutan negara yang terkena proyek diantaranya wilayah kawasan Teleng, Kelurahan Sidoharjo dan Kecamatan Kota Pacitan. >> Prayit

Sejumlah Bidan Akan Mundur Dari Kerjasama
Surabaya,(MR) Meski sudah diberlakukan sejak 1 April lalu, pelaksanaan jaminan persalinan (Jampersal) di Kota Surabaya melalui dokter praktik persalinan swasta dan bidan belum terrealisasi. Masalahnya hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menjalin kerja sama dengan dengan dokter praktik persalinan swasta maupun bidan. Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Dinkes Kota Surabaya Mari Sulis menjelaskan, sebenarnya selain di Puskesmas dan rumah sakit (RS) tipe C, ibu hamil dan melahirkan yang ingin mengikuti program Jampersal bisa ditangani dokter dan bidan yang praktik swasta, rumah/klinik bersalin yang bersedia bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.” Tapi pemkot belum berani merilis sejumlah dokker dan bidan yang praktik persalinan untuk diajak kerjasama. Jadi ini kendalanya,” kata Mari Sulis, Senin Menurut dia, pemkot telah menyatakan kesiapannya bekerjasama dengan harapan agar pelaksanaan persalinan gratis bisa terwujud. Namun kenyataannya ada bidan semula diajak kerja sama akan mengundurkan diri. “Ada 11 yang sudah daftar dan siap kerja sama, tapi infonya ada yang mau mundur sehingga kami belum bisa mengumumkannya ke masyarakat tentang bidan mana saja yang bisa melayani pelayanan kesehatan ibu hamil secara gratis,” jelasnya. Dengan demikian pelayanan jampersal ini untuk sementara hanya bisa dilayani di Puskesmas, termasuk Puskesmas pembantu dan Puskesmas keliling. Puskesmas-puskesmas ini seluruhnya bisa kontrol (periksa) kehamilan sebelum melahirkan. Khusus persalinan ini lanjutnya, hanya 12 Puskesmas saja yang bisa melayaninya yang disebut dengan puskesmas perawatan. Untuk menuju puskesmas perawatan, pasien akan mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas tempat pasien menjalani pemeriksaaan kandungan. Sebanyak 12 Puskesmas itu adalah Puskesmas Tanjungsari, Manukan Kulon, Sememi, Balongsari, Banyu Urip, Tanah Kali Kedinding, Simomulyo, Medokan Ayu, Pakis, Jagir, Dupak dan Kedurus. Sedangkan bagi pasien (ibu hamil) yang kehamilannya berisiko tinggi, akan dilayani di delapan Puskesmas, yakni di Puskesmas Jagir, Sememi, Banyu Urip, Medokan Ayu, Simomulyo, Balongsari, Tanjungsari dan Tanah Kali Kedinding. Sedangkan bila persalinan itu dalam keadaan emergency pasien bisa langsung menuju RS tipe C yang bekerja sama dengan pemkot dan tidak datang ke RS dr Soetomo dan RS Haji. Sedangkan RS tipe C itu, RS Jiwa Menur, Karang Tembok, BKMM, Al Irsyad, Darus Syifa, RSI Jl Ahmad Yani, RSI Jemursari, Brawijaya, dan RS Bhayangkara. Selain itu di RS Bhakti Rahayu, RSAL, dr M Soewandhie, Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RA Mata Undaan. Mari Sulis menambahkan, pasien yang dirawat di RS akan ditempatkan di kelas III. Bagi yang tidak bersedia, maka akan dianggap sebagai pasien umum. Selain itu, juga tidak diperbolehkan ada sharing anggaran. Misalnya, pasien persalinan ngotot minta di kelas II, sementara kekurangan biaya yang ditanggung jampersal akan ditambah sendiri oleh si pasien. “yang seperti ini tidak boleh,” jelasnya. Mari Sulis kembali menandaskan seluruh biaya dengan jampersal adalah gratis, termasuk bila pasien diindikasi tim Puskesmas harus melakukan persalinan caesar. Hanya saja, tanggungan jampersal ini tidak termasuk peralatan yang dibutuhkan pasien dan bayi. Misalnya, jarik, pembalut atau popok. “Jampersal hanya menanggung kebutuhan perawatan, di antaranya sewa ruangan, obat-obatan, biaya dokter dan makan pasien,” ungkapnya. >> Dea

Persalinan Gratis Terkendala

H. Roni dan Juara Pertama

Ciamis,(MR) Dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kabupaten Ciamis Ke 369, Ciung Wanara ProductiOn (Cw-prod.), Belum Lama Ini Mengadakan Turnamen Terbuka Futsal “ Bupati Cup I “ di Gapuraning Rahayu Futsal Stadium Ciamis. Turnamen tersebut diikuti 46 tim peserta diantaranya 34 dari Ciamis (11 dari Instansi), Tasikmalaya (9), Banjar (2) dan Jakarta (1), Ani Idol, Sekretaris CW Production mengatakan, pengemar serta peserta olahraga futsal sangat antusias berpartisipasi mengikuti turnamen ini, bahkan peserta dari Jakarta baru datang subuh dan paginya langsung bertanding. Diselenggarakannya turnamen ini disamping sebagai agenda tahunan juga ajang silaturahmi dari para peserta untuk menggairahkan olahraga futsal dan mencari bibit-bibit pemain futsal potensial untuk dikemudian hari terutama pemain dibawah usia 23 tahun, serta turut membantu/ mendukung misi dari KONI. Haji Roni, pemilik Gapuraning Rahayu Futsal Stadium dan Otobis Gapuraning Rahayu mengatakan, momen seperti ini baik sekali untuk membangkitkan, menaikkan, menggairahkan dan meningkatkan prestasi olah raga futsal menuju ajang prestasi serta untuk kesinambungan olah raga futsal khususnya di Ciamis, diharapkan pada pemerintah untuk lebih berperan memberikan support kepada penyelenggara serta para pemain maupun sponsornya. Hadiah serta Penghargaan berasal dari Pemda Kab.Ciamis, Jarum, CW Production dan Beti, diberikan kepada Juara I. Gapuraning Rahayu (Ciamis), Juara II. Cobra (Jakarta) dan Juara III. Jasa Kartini (Tasikmalaya), sedangkan Panji pemain dari Cobra menjadi Pemain Terbaik sekaligus Pencetak Gol terbanyak dengan 21 gol. >> MR Ciamis

SURAT KABAR UMUM

Advertorial
DINAS PENDIDIKAN Kota Tasikmalaya

Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

18

Selamat Hari Pendidikan Nasional
(02 Mei 2011)
Mari kita tingkatkan mutu dan pelayanan Pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas

Kepala Dinas dan Staf DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Drs. H. Endang Suherman, M.Pd. Kepala Dinas

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

INKINDO JABAR
IKATAN NASIONAL KONSULTAN INDONESIA JAWA BARAT

Mengucapkan

Selamat Hari Pendidikan Nasional
(02 Mei 2011)
Mari kita tingkatkan mutu dan pelayanan Pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku Semoga dapat membangun kabupaten natuna, sejahtera, merata dan berkesinambungan, sesuai visi dan misinya

Imalko, S.Sos.

Ir. H. Yeye Nitasusiano
Koordinator Daerah VIII Perwakilan Kota/Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kota Banjar

Drs. FIRDAUS Kepala Dinas

Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Tasikmalaya
Mengucapkan

KABAG PEMBANGUNAN PEMKAB NATUNA Beserta Staf
Mengucapkan

Selamat Hari Pendidikan Nasional
(02 Mei 2011)
Dengan Semangat HARDIKNAS mari kita tingkatkan kualitas Penddikan yang cerdas dan bertaqwa

H. ISRODIN Sekretaris

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016
Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

PT KARSA ABDI HUSADA TASIKMALAYA
Mengucapkan

Selamat Hari Pendidikan Nasional
(02 Mei 2011)
Mari kita dukung Program Sekolah Gratis demi terwujudnya pemerataan pendidikan untuk semua golongan

Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Imalko, S.Sos.

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten Natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

H. Sachmin Direktur

ILHAM KAULI Kepala

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi. dan Imalko, S.Sos.
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016
Oleh Gubernur Kepri, Drs. HM Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

Imalko, S.Sos.

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten Natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

HADI CANDRA, S.Sos Ketua

DAENG AMHAR, SE.MM Wakil Ketua

Drs. MAKMUR Sekwan

SURAT KABAR UMUM

Advertorial
KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA

Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

19

KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

KONI

Pimpinan dan Staf BPKD KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Imalko, S.Sos. Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Imalko, S.Sos.

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H. M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku
Semoga dapat membangun kabupaten Natuna, sejahtera, merata dan berkesinambungan, sesuai visi dan misinya

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

HADI CANDRA, S.Sos Ketua KONI Terpilih H. DARMANSYAH, SH.MH Bendahara

DEFRI EDASA Ketua KONI Demisioner SOFIAN Sekretaris

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten Natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

H. WAHYU NUGROHO Kepala

Kepala Dinas dan Staf DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Pimpinan dan Staf BAPPEDA KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Imalko, S.Sos.

Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Imalko, S.Sos.

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H. M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

Semoga menjadi pemimpin yang dapat membangun Natuna yang sejahtera, maju, berkeadilan serta dapat memajukan sektor-sektor perekonomian masyarakat demi terciptanya pemerataan dan berkesinambungan

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten Natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

MOKHTARRUDIN, SH, Msi Kepala Dinas

Drs H. ABDULLAH, Msi Kepala

DPC PARTAI DEMOKRAT KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

DPC PARTAI PDK KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016

Imalko, S.Sos.

Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Imalko, S.Sos.

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku
Semoga dapat membangun kabupaten Natuna, sejahtera, merata dan berkesinambungan, sesuai visi dan misinya

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten Natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

Ir. DWITRA GUNAWAN Sekretaris

ROBET Ketua

ASPANDI Anggota DPRD Natuna

20
Galery Photo Muara Tebo

Advertorial

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

Peringatan BBGRM, HKG PKK-39 dan Hari Kartini di Tebo Sukses Digelar
Bupati Bantu Tukang Ojek, Tukang Gerobak, Buruh dan Panti Jompo
Muara Tebo,(MR) Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo beserta jajaran Pemkab Tebo memperingati Hari Puncak BBGRM dan HKG PKK-39, Hari Kartini dan Hari Air Sedunia.Acara dibuka langsung oleh Bupati Tebo Drs. H. A.Madjid Mu’az, MM didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tebo Ibu Hj.Umi Kalsum Madjid Mu’az dan dihadiri oleh unsur Muspida, SKPD serta jajaran Pemkab Tebo. Pada Kesempatan tersebut Bupati Tebo mengucapkan terima kasih kepada seluruh TP-PKK Kabupaten Tebo yang telah pro aktif dalam menunjang Pembangunan Kabupaten Tebo. Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Tebo Ibu Hj.Umi Kalsum Madjid Mu’az dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah mendukung terlaksananya acara Puncak BBGRM, HKG, Hari Kartini serta Hari Air Sedunia. Pada Acara tersebut Bupati Tebo juga menyerahkan sebanyak 50 paket bantuan kepada tukang ojek, panti jompo, buruh bangunan serta tukang gerobak. Bantuan yang diserahkan Bupati Tebo itu berupa sembako, cangkul, skop serta alat-alat lainnya. Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon pelindung di sekitar komplek perkantoran Seentak Galah Serengkuh Dayung Kabupaten Tebo. >> HER/Adv

Bupati Tebo dan Ketua TP PKK Kabupaten Tebo menyiram pohon yang baru ditanam

Bupati Tebo memberikan Sambutan pada acara BBGRM

Bupati Tebo Madjid Mu'az serahkan bantuan alat-alat kerja

Ketua TP PKK Tebo Ibu Hj. Umi Kalsum menyiram pohon

Ketua TP PKK Tebo Ibu Hj. Umi Kalsum menyerahkan bantuan sembako untuk orang jompo

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Advertorial

21

22
Absensi Elektronik Pengaruhi Penerimaan Tunjangan penghasilan Pegawai
Garut,(MR) Setda Kabupaten Garut mengujicobakan finger print (absen sistem elektronik), mulai Senin (18/04), sebagian pegawai sudah mulai didata dan sidik jarinya. Alat ini dapat merekam jejak pegawai hampir 700 orang. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H.Iman Alirahman,SH.,M.Si. berharap dengan mulai berlakunya absensi sistem elektronik ini tingkat disiplin pegawai dapat meningkat. Selain itu, dengan sistem ini akan terlihat jejak rekam kehadiran pegawai, sehingga akan mempengaruhi pada besar kecilnya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). “TPP yang di terima pegawai tidak lepas dari beban kerja dan prestasi kerja,” kata Iman di hadapan para pegawai Setda dalam apel pagi, Selasa pekan lalu, di halaman Setda Kabupaten Garut. Setda Iman menyerukan kepada seluruh pegawai untuk senantiasa menunjukan dedikasi dan kinerjanya, karena akan mempengaruhi terhadap prestasi kerja dalam rangka menghasilkan pelayanan prima kepada masyarakat. >> Ali

Ragam
Garut,(MR) H.Babay Tamimi berhasil mengungguli tiga kadidat lain di perhelatan Musda IV Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Garut, dari 473 hak pilih, ia meraih suara sebanyak 289 suara. Tiga kandidat, H.Yayat memperoleh 89 suara, Asep Komarudin ada 53 suara, dan H.Ganiyasa memperoleh 40 suara, sedangkan yang abstein 8 suara. Sementara itu H.Maman Sukirman terpilih sebagai ketua Majelis Penasehat Partai Daerah (MPPD) PAN Kabupaten Garut. Musda IV PAN, sebelumnya dibuka resmi ketua DPW PAN Jabar, Irjen Pol (Purn) Edi Darnadi, di Bale Paminton Garut, Sabtu (30/4), dihadiri Bupati Garut H. Aceng HM. Fikri,S.Ag, Ketua DPD PAN Kabupaten Garut, dan para pengurus parpol, serta Mustafa Fatah anggota KPUD Garut. Musada kali ini terhitung paling banyak dibandingkan dengan musada-musada yang di selenggarakan di wilayah DPD PAN di Jawa Barat, tercatat tidak kurang dari 500 an yang hadir memeriahkan musda. Mereka adalah para pengurus cabang dan ranting. Menurut ketua DPW PAN Jabar, Irjen Pol (purn) Edi Darnadi, yang juga mantan Kapolda Jawa Barat, secara kualitas perkembangan partainya khususnya di kabupaten Garut meningkat, meski tidak terlalu signifikasi. Terbukti, hasil pemilu 2009, kursi PAN di DPRD Garut ini sebanyak 5 kursi, sedangkan pada hasil pemilu 2004 hanya 4 kursi. Dirinya yakin, pemilu yang akan datang, sesuai dengan amanat partai pencapayan dua digit akan tercapai. “Artinya kursi PAN di DPRD Garut minimal 7 kursi maksimal 10 kursi Insya Allah akan tercapai,” tegasnya. Meski demikian dirinya mewanti-wanti agar musda ini bisa di jadikan dapurnya PAN meramu menu demi kemenangan PAN di masa mendatang. Karena, menurutnya, dari dapur musda ini semestinya menu yang di sajikan nantinya dapat di nikmati masarakat. “Saya berpesan agar para peserta musyawarah tidak memperbesar perbedaan, namun di musda dapat di pecahkan masalah bagi kepentingan masyarakat,” katanya. Sementara itu Bupati Garut, H.Aceng HM. Fikri, S.Ag, selaku Pembina di Kabupaten Garut, menyampaikan terimakasih kepada kader PAN yang telah mendarmabaktikan bagi pembangunan daerahnya, baik secara institusional partai maupun personal. Menurutnya, sudah saatnya politik hari ini memiliki personal touch bila ingin mendapatkan dukungan masyarakat,karena opini parpol di masyarakat kini sedang mengalami distrust, sehingga diperlukan personal touch, pendekatan intensitif kepada masyarakat.Aceng mengginginkan agar kader partai PAN senantiasa agar kader partai PAN senantiasa berupaya menanam kepercayaan kepada masyarakat, sehingga hasilnya dapat diraih, karena tidak sedikit yang hanya ingin menuai namun tidak mau menanam. Partai PAN, sebut bupati, hendaknya belajar dari kasus lain, bagaimana sebuah partai begitu besar akhirnya menjadi partai kecil, karena hanya tidak

Tahun Edisi 237 Tahun XI 10 - 17 Mei 2011

H. Babay Raih Suara Terbanyak Musda IV PAN
menghormati dinamika perbedaan pendapat, ia pun berharap melalui musda ini dapat dihasilkan sebuah keputusan strategis demi pembangunan Kab. Garut. Ketua DPD PAN Garut, Enjang Tedi, menyebutkan, di banding dengan daerah lain di Jawa Barat, DPD pan Garut telah melaksanakan musda yang ke empat kalinya, sementara daerah lain baru tiga kali. “Artinya ketika partai ini berdiri, tradisi musyawarah di PAN Garut sudah jauh-jauh telah di mulai, sementara di daerah lain bahkan harus dengan mufakat”. Katanya. Meski diakuinya dinamika yang ada sejak kepengurusan pertama (Sofie Irfan), kedua (H. Ganiyasa) dan ketiga (Alm. H.B. Gaos Syamdani) pernah terjadi dua kali musda,namun PAN Garut telah melaluinya dengan jalur musyawarah. >> ALI

Edisi 237 Tahun XI Tahun 10 - 17 Mei 2011

Ragam
Surabaya,(MR) Sikap RSU dr Soetomo yang menyangkal adanya pengeroyokan dan pemukulan terhadap Taufik ‘Monyong’ yang berdasarkan hasil visum RS Bhayangkara disesalkan. “RSU dr Soetomo sangat tidak etis mengumumkan hasil visum yang bukan domainnya. Hasil visum itu domain penyidik (polisi) dan akan dibuka di pengadilan,” kata M Sholeh, kuasa hukum Taufik ‘Monyong’ kepada wartawan, Kamis lalu. Kekecewaan Sholeh menanggapi sikap Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo, dr Urip Moertedjo yang mengungkap hasil visum bahwa tidak terdapat luka pada Taufik. Sebaliknya disebutkan korban luka dialami oleh petugas Satpol PP yang berusaha melerai saat Taufik marah. “Mereka telah melecehkan kepolisian dan pengadilan. Ini sangat tidak dipantas dan bagaimana dengan kode etik kedokteran,” kata Sholeh. Ia mempertanyakan sikap dr Urip yang berani menyampaikan hasil visum yang dilakukan di RS Bhayangkara itu. “Apa motifnya dan kok beraninya,” kata Sholeh. Namun Sholeh tak menampik adanya korban luka di pihak rumah sakit seperti yang disampaikan dr Urip. “ Tapi itu kan akibat dari adanya pengeroyokan. Taufik dan kawannya jelas melawan,” kilah Sholeh. Sangkalan RSU dr Soetomo tersebut menurut Sholeh

23
menunjukan bahwa rumah sakit yang dibiayai uang rakyat tersebut tidak mau berbenah ketika mendapat kritikan. Taufik yang mantan aktivis dan sekarang menjadi seniman itu memang kesal dengan pelayanan yang dialami saat mengadvokasi pasien asal Madura bernama Tari yang terlantar 20 hari. Jadi kata Sholeh, sudah sewajarnya jika Taufik melontarkan kritikan pedas karena rasa gregetan dia melihat kenyataan tersebut. “Itu menunjukan adanya itikad untuk tidak mau intropeksi terhadap masalah yang terjadi. Ya kalau tidak mau dikritik ya jangan kerja di rumah sakit. Pasien kan butuh pelayanan optimal agar cepat sembuh,” terang mantan Ketua PRD Jatim ini. Sementara Taufik ‘Monyong’ saat dihubungi cukup terkejut mendengar tudingan tersebut. Ia pun menduga ada rekayasa pada kasus yang dialaminya. >>DEA

Aladdin Futsal Stadium Terus Berimprovisasi Dengan Masyarakat

RSU dr Soetomo Dinilai Lecehkan Penegak Hukum

NJOPTKP-PBB ................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
H. Tedy bersama Kiky putranya Menurut Yudi, kenaikan NJOPTKP-PBB itu dalam rangka penyesuaian terhadap perkembangan, ekonomi, moneter, dan harga umum objek pajak. NJOPTKP untuk setiap wajib pajak berdasarkan PMK itu ditetapkan paling tinggi sebesar Rp24 juta. NJOPTKP adalah batas nilai jual objek pajak yang tidak kena pajak. Nilai tersebut naik 100 persen jika dibandingkan dengan NJOPTKP sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 201/KMK.04/2000 tentang Penyesuaian Besarnya NJOPTKP sebagai Dasar Penghitungan PBB, yang sebelumnya ditetapkan setinggitingginya Rp12 juta untuk setiap wajib pajak. Penetapan PMK itu dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 3 ayat (4) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang PBB sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994. "Dengan berlakunya PMK Nomor 67/PMK.03/2011 ini, penetapan besarnya PBB terutang untuk Tahun Pajak 2011 dan untuk tahun sebelumnya, tetap menggunakan NJOPTKP sebagaimana diatur dalam KMK Nomor 201/KMK.04/2000 tentang Penyesuaian Besarnya NJOPTKP sebagai Dasar Penghitungan PBB," sebut Yudi Pramadi. >>Eka Lesmana

Pengganti “Puso”........ (Sambungan dari Hal 1)
hektare, ditambah bantuan pupuk, di mana total bantuan bagi petani yang mengalami puso mencapai Rp3,5 juta per hektare. "Totalnya mencapai Rp388 miliar," ujar Suswono. Suswono mengatakan, dalam APBN dana tersebut akan diambilkan dari pos anggaran dana kontijensi pangan yang mencapai Rp 2 triliun. Suswono mengakui, sudah lama menyampaikan ke menteri keuangan, tapi yang jelas dari menteri keuangan, DIPA sampai sekarang belum turun. "Tapi saya sudah bisa menyampaikan kembali bisa ada penggantian, karena saat ini masih memungkinkan masyarakat ataupun petani bisa menanam kembali. Ini yang sekarang lagi diproses, karena kami sebetulnya tinggal menunggu DIPA dari kementrian keuangan. Dari sisi kesiapan di kementerian pertanian, aturannya sudah sangat baik, tinggal begitu DIPA turun dari keuangan itu langsung yang 1000 hektare bisa diberikan," jelasnya. Terkait dengan sisi produksi saat ini dibandingkan 2010, ujar Suswono, jauh lebih baik dan harga relatif stabil. Memang harga pasar di atas HPP, tetapi sebetulnya Bulog tidak ada alasan tidak bisa menyerap karena sudah diberikan fleksibilitas Bulog untuk bisa menyerap produksi dalam negeri. "Jadi saya harapkan bulog memang sebaiknya mengoptimalkan beras yang mash ada. Insya Allah Juni ini masih bisa panen, cuma karena memang tidak serentak sehngga memang tidak menjadikan harga itu langsung jatuh, relatif stabil. Dan dari sisi petani tentu saja sangat menguntungkan, arena harga tidak terjadi fluktuasi seperti tahun lalu," ungkapnya. >> Sahrial Nova

Ciamis,(MR) Berawal hobby olah raga sepakbola dengan melihat di kota-kota besar, ter-inspirasilah H.Tedi A.Hendar dengan Booming nya olah raga Futsal di Indonesia, untuk berimprovisasi membangun futsal pertama di Ciamis awal Januari 2010, dengan satu tempat futsal dan bulan berikutnya menjadi dua tempat dalam satu lokasi. Setelah diresmikan Maret 2010, karena penggemarnya kian bertambah maka kini menjadi 3 tempat futsal yang khusus dibangun dan digunakan untuk para peserta yang akan mengadakan kejuaraan Futsal. Aladdin Futsal Stadium selalu sibuk dan tak pernah sepi dari jam.7 pagi sampai jam.10 malam, apalagi malam minggu sampai jam 12, sudah dikenal seluruh lapisan masyarakat juga para artis-artis ibukota yang mengunjungi Ciamis. Maret yang lalu Aladdin Futsal Stadium yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman Ciamis genap berusia setahun. H.Tedi sebelumnya pengusaha Otobis Aladdin yang tersohor di Indonesia (Th.‘80an), beralih ke futsal tanpa mengesampingkan 3 SPBUnya (1 di Ciamis dan 2 di Singaparna), adalah putra bungsu dari 6 bersaudara (Hj.Tati, H.Tatang, Hj.Ai, H.Uung, H.Yaya) dari pasangan H.Aceng Hendar dan Ibu Hj.Imoh (keduanya alm) asli Buniseuri Kabupaten Ciamis. Tahun 2004 berhenti mengelola bis yang diteruskan oleh H.Tatang dan H.Uung, tetapi semangat pantang menyerah yang merupakan symbol dan semboyan dari keluarga besarnya yang patut dicontoh. Keluaga besarnya dikenal sebagai pengusaha diberbagai bidang, terus berimprovisasi memajukan Ciamis bahkan sampai se-Indonesia, khususnya kepada masyarakat setempat bahwa nama Aladdin tak akan redup. H.Tedy juga merasakan getir kehidupan dengan keprihatinan tetapi selalu bersemangat berpanutan dari kedua orangtuanya dulu, yang memulai hidup berjualan minyak kelapa di pasar Buniseuri juga pernah sebagai supir oplet sehingga sampai menjadi pengusaha, menjadikan contoh pada keluarga besarnya. Buah putri pertamanya Silvy kini bekerja diperminyakan Inggris di Jakarta dan putri keduanya Citra berada di Bandung. Kini bersama Hj.Ida (istri) dan Kiky putra bungsunya bahumembahu mengelola Futsal, SPBU dan Rumah Makannya. Diharapkan dengan banyaknya tempat futsal di Ciamis ini, dapat menjadikan atlit olah raga sepakbola (futsal) Ciamis dapat berkiprah prestasi di ajang Nasional bahkan sampai Internasional, karena saat ini bahwa futsal yang sedang booming sangat digemari disetiap lapisan masyarakat karena dapat bermain kapan saja, dengan lapang tidak terlalu besar juga nyaman dengan ada naungan diatapnya, tutur H.Tedy bersemangat. >> TimMR Ciamis

Pemilukada Tebo .............................................................. (Sambungan dari Hal 1)
“Tanggal 5 Juni sudah final, dan sudah diplenokan” ujar Subirman. Terkait tahapan yang akan dilaksanakan, ia mengatakan, untuk tahapan pemungutan suara ulang ini pihak KPUD Tebo mulai melakukan tahapan sejak ditetapkannya tanggal pemungutan suara ulang tersebut. Bahkan untuk persiapan logistik pihak KPU juga sudah mempersiapkannya. “Logistik sudah kita persiapkan, dipastikan untuk surat suara pada tanggal 25 Mei sudah sampai di KPUD Tebo,” sebutnya. Dijelaskannya, proses pendistribusian logistik dan surat suara ke kecamatan diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai tanggal 4 Juni. Dan tentunya setelah diterimanya surat suara tersebut di KPU, maka akan dilakukan pensortiran dan pelipatan kertas suara. Ketika ditanya apakah nantinya tahapan menjelang pelaksanaan hari pemungutan suara, kandidat akan melakukan kampanye. Ia mengatakan, kandidat tidak lagi melakukan kampanye. Hanya saja setiap kandidat diperbolehkan melakukan sosialisasi ke masyarakat berkaitan tentang hari pelaksanaan pemungutan suara ulang. “Kampanye ditiadakan, karena ini hanya pemungutan suara ulang, hanya sosialisasi hari pelaksanaan yang akan dilakukan oleh setiap kandidat,” jelasnya. Terkait soal anggaran yang sebelumnnya ditetapkan senilai Rp 3,2 Milliar, Subirman mengatakan, anggaran tersebut juga ditambah, dan ditetapkan sebesar Rp. 3,6 Milyar. Sementara itu, Para Kandidat Cabup-Cawabup Tebo yang berjumlah 3 pasang yaitu Pasangan Sukandar-Hamdi No urut 1, Ridham-Eko No Urut 2 dan Yopi-Sapto No urut 3, ketiga pasangan tersebut mengaku siap untuk mengikuti pemilihan ulang. Dikatakan pasangan no urut 1 Sukandar-Hamdi melalui M. Chudory selaku Media Center Suka-Hamdi, bahwa pihaknya sudah siap untuk mengikuti pemilihan putaran kedua. “Bagi kami tidak ada masalah mengenai kapan dilaksanakan pemilihan ulang, insya Allah SukaHamdi sudah siap untuk mengikutinya”. Ujar Chudori. Sementara, Pasangan Ridham Eko pun menyatakan kesiapannya untuk mengikuti pemilu ulang, dikatakan Eko Putra selaku Cawabup, Pasangan Ridham - Eko semakin mantap untuk mengikuti pemilu ulang, bahkan seluruh tim sudah kembali di aktifkan, dan tim RidhamEko tetap solid. Pasangan dengan nomor urut terakhir (no urut 3) Yopi-Sapto melalui Tim Koalisinya Syamsu Rizal, SE menyebutkan bahwa Tim YS saat ini semakin kompak dan menyatu, bahkan lebih dari saat-saat sebelum pemilihan yang lalu. “Tim kita semakin solid dan terus bergerak, wajar ini kami lakukan karena kami ingin mempertahankan kemenangan yang sudah kami peroleh pada pemilihan lalu. Jika Allah menghendaki, maka meskipun diulang berkali-kali namun akan tetap menang, saat ini kita fokus untuk mencari selisih suara yang lebih besar dari kemaren (3.700-an-red)”. Ungkap Ketua Partai Demokrat Kabupaten Tebo ini tegas. Sementara itu, Yopi Muthalib menyebut bahwa pertarungan jilid II ini adalah pertarungan harga diri, dia tidak akan tanggung-tanggung dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan kemenangan yang tertunda.>> ALD

Hadapi NII ............................ (Sambungan dari Hal 1)
(PNS) dan anggota militer menimbulkan persoalan konstitusional. Bagaimanapun, sumpah pegawai negeri termasuk Sapta Marga menjamin kesetiaan mereka terhadap Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Kalau sudah diketahui, mereka mesti ditindak. Filter Pemerintah tidak jalan, kenapa anggota NII begitu banyak sampai ribuan jumlahnya di PNS?" ujar Todung. Pertanyaannya sekarang, apa yang akan dilakukan Pemerintah terhadap anggota NII tersebut. Todung menilai menjadi anggota NII telah melanggar sumpahnya. Kebebasan berserikat dan berkumpul yang dijamin UUD 1945 tidak termasuk menjadi anggota NII. >> Ediatmo

UU Tipikor ............................ (Sambungan dari Hal 1)
Kondisi tersebut, katanya, justru membuat para pejabat negara mulai di tingkat pusat hingga daerah tidak mau bekerja secara optimal. "Kita khawatirkan ini akan berdampak berat karena mereka ini tidak mau kerja semua, mulai dari gubernur, wali kota, kementerian-kementerian tidak mau menjalankan kebijakan yang akhirnya membuat pembangunan tersendat," katanya. Beberapa contoh yang ia jabarkan terkait dampak UU Tipikor yang sebelum direvisi antara lain soal seorang pejabat negara yang salah membuat laporan kekayaan yang dimilikinya sehingga terkena hukuman berat yang seharusnya tidap perlu ditindak pidana. Ia mengatakan, seorang pejabat negara yang mengambil kebijakan dalam rangka tugas negara dan benar-benar tidak merugikan negara seharusnya tidak dihukum. Jika ternyata ada kerugian, katanya, hukumannya seharusnya hanya bersifat administratif. Contoh lain yang ia sebutkan yakni terkait kebijakan pembelian kebutuhan untuk menolong korban bencana alam dimana pada akhirnya sering dipermasalahkan karena proyek dilakukan tidak melalui lelang. Padahal, katanya, dalam keadaan bencana dibutuhkan kebijakan yang serba cepat. Ia menyayangkan banyaknya lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang langsung bersikap menyerang terkait revisi UU Tipikor itu. "Dia (LSM, red.) belum baca substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) Tipikor tersebut. Jadi dia tidak tahu dalamnya, padahal yang ngomong-ngomong itu juga banyak terima uang dari luar negeri. Kalau kita mau, bisa mereka masuk korupsi karena dapat uang dari mana," katanya, Ia mengatakan, berbagai kasus semacam itu juga akan masuk dalam Rancangan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan Negara. "(RUU tersebut, red.) hampir final, supaya kebijakan terlindungi," katanya. >> Ediatmo

Cobra Ciamis Simpatik Nan Menawan

Depan SPBU .............................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
agar bisa mengisi lebih kurang 35 liter atau sama dengan satu gerigen. Kenapa ini di bilang indah...??? Karena pemerintah kabupaten Sarolangun dan aparat kepolisian menikmati pemandangan ini, tidak bertindak apapun itu yang terjadi di SPBU. lucunya lagi di SPBU stok BBM terutama bensin habis, tapi para pedagang eceran yang ada di depan SPBU mempunyai stok cukup. BBM bensin di SPBU sarolangun selalu habis kalau menjelang siang, bahkan ada yang baru berapa jam dibuka sudah habis, dan akan datang beberapa jam, bahkan ada yang menjelang sore. Karena habisnya BBM (bensin) di SPBU mau tidak mau para pengguna kendaraan bermotor harus membeli kepada pedagang eceran yang ada dilokasi SPBU, dengan harga jauh lebih tinggi di atas harga resmi yang di patok pemerintah. Seperti yang diungkapkan salah seorang pemilik kendaraan bermotor pada koran ini “ Sebenarnya saya enggan untuk beli bensin eceran, dan belum tentu murni dan tidak sesui dengan liternya, tapi karena di SPBU tidak ada terpaksa saya beli di eceran padahal harganya sangat jauh di atas harga SPBU, kalau di SPBUsatu liternya cuma Rp.4.500 rupiah, sedangkan di pedagang eceran Rp. 6.000 rupiah per liter, tapi mau di bilang apa, orang saya butuh,” keluhnya. Kenapa program pemerintah mengadakan subsidi untuk membantu rakyat malah jadi memberatkan rakyat. Kalau penjualan BBM eceran itu berada jauh dari SPBU (di daerah pedalaman) mungkin bisa di terima dengan akal sehat, tapi kalau pedagang eceran itu berada di depan SPBU dengan akal apa untuk bisa menerimanya. Kalau hal ini tidak di tindak lanjuti oleh pemda Sarolangun mungkin saja kedepanya SPBU SPBU di kabupaten sarolangun ini tidak lagi menyalurkan barang yang bersubsidi ini kepada masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor tapi kepada para pedagang eceran. Apakah ini yang di namakan program pemerintah membantu masyarakat dengan menyediakan BBM yang bersubsidi ??. >> Leni H/Zainal A

Maman SH beserta pemain Cobra

Ciamis,(MR) Masyarakat yang memadati Gapuraning Rahayu Futsal Stadium terpesona dan kagum oleh suguhan simpatik nan menawan para pemain Cobra dengan permainan olah raga futsalnya. Cobra (Communitas Barudak Rancah) berdiri tahun 2008, merupakan sekumpulan/komunitas Asli Masyarakat Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, yang merantau ke Jakarta untuk beraktifitas, bekerja maupun kuliah. Cobra telah berpartisipasi melanglangbuana di berbagai kota dengan mengikuti 25 kejuaraan Olah Raga Futsal, dimana dari 15 kejuaraan menyandang sebagai Juara Pertama dan sisanya sebagai Runner Up, serta 3 pemain Cobra sudah direkrut Pekanbaru (2) dan Sriwijaya (1) untuk diikutkan ke Liga Pro Futsal Indonesia. Maman SH (President Cobra) dari Desa Situ Mandala Kecamatan Rancah mengatakan, kami sangat bangga turut berperan dalam mengikuti Turnamen Terbuka Futsal “ Bupati Cup “ 30 April dan 1 Mei 2011 di Gapuraning Rahayu Futsal Stadium Ciamis, dimana sebagian dari Kami (Cobra) mungkin tidak dapat mengikuti tepatnya Hari Jadi Kabupaten Ciamis Ke 369, karena tidak dapat meninggalkan aktifitas keseharian di Jakarta. Kami siap dipanggil untuk membela Ciamis diberbagai kejuaran Futsal di Indonesia, mudah-mudahan dengan banyaknya kejuaraan yang diadakan di Ciamis, bisa mendapatkan pemain-pemain potensial untuk berkiprah di berbagai kejuaraan Nasional sehingga Ciamis semakin dikenal, ujar Muhammad Jaelani (Manager Cobra) beserta tim asuhannya Cobra menyabet predikat Juara Kedua serta Panji sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. >> TimMR Ciamis

Kubangan Babi ............. (Sambungan dari Hal 1)
menindak lanjuti tuntutan dari masyarakat yang menginginkan perbaikan jalan yang rusak parah terutama yang berada dalam kawasan wilayah kota prabumulih yang dianggap disebabkan oleh banyaknya mobil angkutan berat milik Perusahaan penambang batu bara yang berada di Desa Gunung Raja Perbatasan wilayah Prabumulih dan Muara Enim, kelemahan tersebut tak lain hanyalah karena jalan tersebut adalah jalan milik Negara, tak hanya itu Ridho juga menyampaikan bukan hanya prabumulih yang mengesalkan hal tersebut namun juga Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Ilir, namun dalam hal ini kita tidak bisa berbuat apa-apa bahkan kita sudah menimbun dengan mengajak berbagai kalangan sementara dari pemerintahan Provinsi saja belum ambil tindakan dalam hal ini kata Ridho. Sementara dari kalangan masyarakat sangat mengharapkan akan segeranya pembenahan jalan tersebut terutama masyarakat yang berada disekitar lokasi jalan rusak karena selain dari polusi udara yang disebab karena asap kendaraan yang sering macet juga banyaknya debu yang di khawatirkan akan mewabahkan penyakit bagi masyarakat, telah berbagai cara digunakan masyarakat untuk menggedor pemerintah untuk segera mengambil tindakan atau membangun jalan namun hasilnya masih nihil, dan Perusahaan penambang batu bara yang dituding sebagai vocal dari hancurnya jalan tersebut belum menunjukan tindakan sosialisasinya, lalu kemana masyarakat menuntut jika pemerintah sendiri angkat tangan dalam hal ini ?. >> Alex Effendi

Statemen Mendagri

........................................................ (Sambungan dari Hal 1)

Kepri dan tidak bisa diganggu gugat, tegasnya. Jika Mendagri tetap ngotot dengan Statemenya. Jangan salahkan masyarakat jika secara terang-terangan melakukan penolakan, dengan cara unjukrasa besar-besaran hingga ke Pusat. Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Natuna Dwitra Gunawan, mengatakan, Kalbar jangan bermimpi Kabupaten Natuna mau bergabung kepadanya. Ini merupakan harga mati tidak ada yang bisa merubahnya. Dengan adanya statemen Mendagri, rakyat Natuna merasa diresahkan. Menurut pandangannya, stateman Mendagri itu, tujuannya untuk mengingatkan Pemimpin Natuna kedepan agar lebih giat lagi bekerja. Karena Kabupaten natuna sudah termasuk kartu merah dalam status Kabupaten. Ini tidak ada unsure politik. Kendati demikian, bagi masyarakat Natuna, pernyataan Mendagri itu, dinilai “konyol”, karena dianggap meresahkan. Lanjut Dwitra, Disisi lain, ada hikmah dari peryataan ini, Dengan demikian, maka kita berharap pemimpin Natuna kedepan, mampu memperbaiki system pemerintahan yang bersih sehingga tercapai keinginan masyarakat dalam pengembangan pembangunan, perekonomian, kesehatan, pendidikan iman dan taqwa, sesuai dengan cita-cita kita bersama, kata Politisi Muda itu. Jika Natuna dikaitkan dengan Kalbar, itu merupakan hayalan belaka. Secara historis, Wilayah Natuna lebih dekat dengan Kepri. Kendati demikian, jika mendagri masih gotot dengan statemenya, jangan salahkan jika masyarakat Natuna akan melakukan aksi besarbesaran, turun ke jalan Hardik Sekretaris Partai Demokrat itu. Dari pada gabung dengan kalbar, lebih baik Kabupaten Natuna gabung dengan Brunai. Paparnya. >> Roy

24

Edisi 237 Tahun XI, 10 - 17 Mei 2011

Galery Photo

Natuna

Ilyas-Imalko Resmi Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Natuna
Natuna,(MR) Perjalanan panjang menuju orang no satu di Kabupaten Natuna, kini sudah terwujud. Meski melelahkan, cita-cita Ilyas Imalko untuk memajukan Kabupaten Natuna lebih baik lagi kini terlaksana. Gubernur Provinsi Kepri M.Sani, Rabu (4/5) melantik Ilyas Sabli dan Imalko sebagai Bupati dan Wakil Bupati Natuna periode 2011-2016, sekaligus pelaksanaan serah terima jabatan dari Bupati lama Raja Amirullah, kepada Ilyas Sabli sebagai Bupati Natuna baru. Rapat paripurna pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Natuna oleh Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra, berlangsung dengan lancar, aman dan tertib. Tidak hanya itu, agar selama proses pelantikan berjalan dengan aman, pihak kepolisian disiagakan di pintu masuk menggunakan alat detektor kepada seluruh tamu undangan yang akan masuk keruang rapat. Gubernur Kepri M.Sani mengatakan, setelah dilantiknya Ilyas Sabli dan Imalko sebagai Bupati Natuna periode 2011-2016, diharapkan dapat bekerja lebih baik lagi dari yang sekarang. Kendati demikian, bukan berarti pembangunan sebelumnya tidak bagus, karena masih banyak program pembangunan harus dilaksanakan. Tentu, untuk realisasinya tidak terlepas dari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja dilantikpapar H.M Sani. Yang penting, pemerintah daerah Kabupaten Natuna dan segenap jajaran aparatur pemerintahan, dapat selalu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat, taat terhadap segala peraturan dan perundangan Negara Republik Indonesia. “ Kita dari pemerintah Provinsi sangat berharap kerja keras Bupati Natuna, untuk, memberantas angka kemiskinan. Agar sesuai harapan Presiden RI bahwa angka kemiskinan harus bisa dikurangi hingga 10 persen dari jumlah yang ada,” katanya. Sebagai daerah perbatasan, pemerintah daerah harus mampu memberikan kontibusi, terbaik kepada masyarakatnya, mulai dari upaya peningkatan SDM, peningkatan ekonomi serta peningakatan ketakwaan terhadap Tuhan yang maha esa. Dengan berbagai program. Selanjutnya, daerah Kabupaten Natuna merupakan wilayah yang terdiri dari berbagai daerah kepulauan, dimana letaknya yang berada diperbatasan antara negara-negara luar. Maka perlu adanya kerjasama dari seluruh pihak untuk tetap menyamakan visi dan misi, agar Natuna tetap berada dalam satuan NKRI. Hal Senada dikatakan Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra, Ilyas Sabli dan Imalko akan menjabat sebagai Bupati dan wakil Bupati Natuna selama 5 tahun mendatang. Keduanya menggantikan kepemimpinan Bupati lama Raja Amirullah. Diharapkan dengan kepemimpinan Ilyas-Imalko, masa depan Kabupaten Natuna semakin baik dari yang sekarang. Namun selain itu pemerintah daerah beserta masyarakat Kabupaten Natuna juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bupati lama Raja Amirullah yang sudah mendedikasikan dirinya untuk berjuang dan membangun daerah. “ Kami atas nama masyarakat Kabupaten Natuna memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pak Raja Amirullah yang sudah ikut berjuang untuk membangun daerah Natuna menjadi lebih baik lagi,” Ujarnya. Chandra juga berharap kepada Ilyas-Imalko, supaya kedepan, dalam mengimplementasikan pembangunan kiranya dapat selalu berkoordinasi dan bekerjasama yang baik dalam merumuskan sebuah rencana pembangunan yang akan dilaksanakan. Hal ini demi terciptanya kerjasama yang baik terhadap pembangunan yang merata. “Kita ucapkan selamat kepada Ilyas Sabli dan Imalko yang kini resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Natuna terpilih,”. Sementara itu kapolres Natuna AKBP Pebrianto saat dikompirmasi usai pelantikan Bupati, Ia mengatakan, Sudah kewajiban aparat penegak hukum menjaga keamanan dan ketertiban daerah NKRI. Apalagi saat ini adalah pelantikan Bupati Natuna. Kita tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu Polres Natuna sejak kemarin telah siaga penuh dan mensetrilkan lokasi pelantikan. Alhamdulillah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Natuna Aman dan tentram. Mengenai jumlah personil yang diturunkan, jumlahnya lebih dari cukup. >> Roy

Foto bersama Bupati dan wakil bupati Natuna didampingi istri usai pelantikan di aula serbaguna Gerbang Utaraku

Foto bersama Bupati dan wakil bupati natuna bersama gubernur Kepri H.M. Sani dan istri, Raja Amirullah dan istri, dan ketua DPRD Natuna Hadi Chandra.

Pengambilan Sumpah Jabatan oleh Gubernur Kepri

Penandatanganan SK Bupati

Peluk hangat Bupati Terpilih dengan Mantan Bupati Natuna

Ilyas Sabli dan Imalko Resmi Jadi Bupati Natuna usai dilantik oleh Gubernur Kepri

Anggota DPRD Natuna Asfandi dan Nuzur ST saat menghadiri acara pelantikan

Raja Amirullah Turut Hadir dalam Sidang Paripurna

Bupati Anambas Beserta Istri Hadir Dalam Pelantikan

Anggota Musida Kabupaten Natuna Turut menghadiri Acara pelantikan

Jajaran SKPD Pemkab Natuna saat menghadiri acara pelantikan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->