Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PROYEK AKHIR

RANCANG BANGUN DAN UJI UNJUK KERJA


POMPA GEAR PADA SUHU FLUIDA 70 0C
(Redesign and Perfomance Test for Gear Pump at 70 Degrees
Celcius of Fluids Temperature)

Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam


Menyelesaikan Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Disusun Oleh :

HARY KURNIANTO L0E 004 433

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2008
1
2
Rancang Bangun dan Uji Unjuk Kerja Pompa Gear pada Suhu Fluida 70 0C

Abstrak

Tujuan pelaksanaan tugas akhir ini adalah mengetahui karakteristik dan fenomena
proses transfer fluida serta mencari kondisi operasi yang optimum dari Gear Pump.
Bahan kerja adalah oli bekas dengan viskositas 77,905 cP dipanaskan hingga suhu 70 0C
menggunakan heater dan suhunya dijaga oleh thermostat. Setelah itu katup dijaga pada
bukaan (stroke) 90 derajat dan putaran pompa diatur menggunakan inverter pada
frekuensi 32 Hz dinaikkan hingga 50 Hz dengan selang 3 Hz. Variabel dalam percobaan
ini adalah frekuensi motor listrik (analog putaran pompa) dan bukaan katup. Putaran
(motor listrik dan pompa), debit (input dan output), tekanan ( input dan output), serta suhu
(input dan output) dianalisa tiap tiga menit. Hasil percobaan yang diperoleh adalah : 1)
Head sistem pompa tertinggi dicapai pada bukaan katup 45, frekuensi 50 Hz yaitu 21,83
m. 2) Efisiensi Volumetris cenderung tertinggi pada bukaan katup 90, frekuensi 32 Hz
sebesar 61,05 % sedang 3) Efisiensi Mekanis cenderung tertinggi pada bukaan katup 90,
frekuensi 50 Hz sebesar 32, 07 %. Semakin tinggi frekuensi maka putaran, debit dan
tekanan dalam berbagai bukaan katup semakin meningkat serta alirannya bersifat
laminar.
Kata kunci : Gear pump, frekuensi, stroke, head, efisiensi

Redesign and Perfomance Test for Gear Pump at 70 Degrees Celcius of Fluids
Temperature

Abstract
The purpose of this research is cognizant of characteristic, transfer of fluid, and
performance by operated Gear Pump. Material worked is ex lubricant which 77,905 cP
viscosity then heated from atmospheric to 70 0C by used heater and temperature of
lubricant is guarded on 70 0C by used thermostat. Valve are opened on 90 stroke and
frequency inverter operated on 32 Hz up to 50 Hz take a rest 3 Hz. Variable for this
research are frequency motor and stroke of valve. Circling (electric motor and
pump),capacity (input and output), pressure (input and output), temperature (input and
output) are analyzed every three minutes. The results for this research were: 1) Head
optimum of pump system was 21,83 m height at 45 stroked valve and 50 Hz frequency. 2)
Relative Volumetric Performance was taken a 61,05 % great at 90 stroked valve and 32 Hz
frequency. 3) Relative Mechanic Performance was taken a 32,07 % great at 90 stroked
valve and 50 Hz frequency. This research has been conclusion that circling, capacity, and
pressure of each valve stroked as greater as developing of frequency, and type of this flow
is laminar.
keywords: Gear pump, frequency, stroke, head, performance

3
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul
“RANCANG BANGUN DAN UJI UNJUK KERJA POMPA GEAR PADA SUHU
FLUIDA 70 0C” dengan baik. Penyusunan laporan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa
berfikir secara analisis, sintesis, dan sistemik sebagai bekal lulusan.sehingga merupakan
salah satu syarat kelulusan pada Program Studi Diploma III Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada :
1. Bapak Ir.Syech Qomar, selaku Ketua Program Diploma III Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro Semarang.
2. Bapak Ir.Sutomo,Msi selaku Ketua Program Studi Diploma III Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
3. Bapak Ir. Sandjojo Hadmodjo, MP selaku dosen wali.
4. Bapak Seno Darmanto, ST. MT , selaku dosen pembimbing tugas akhir.
5. Bapak Bambang Setyoko, ST selaku dosen pembimbing tugas akhir.
6. Tim dosen penguji Tugas Akhir.
7. Bapak dan Ibu dosen beserta staff Program Studi Diploma III Jurusan Teknik
Mesin Universitas Diponegoro Semarang.
8. Keluarga tercinta yang terus membantu dan memberi restu serta do’a selama ini.
9. Rekan-rekan angkatan 2004 Program Studi Diploma III Teknik Mesin Universitas
Diponegoro.
10. Semua pihak yang telah membantu selama pelaksanaan dan penyusunan laporan
tugas akhir ini.
Oleh karena keterbatasan penyusun, maka laporan tugas akhir ini banyak
kekurangannya, sehingga penyusun sangat berterima kasih apabila ada saran atau kritik
yang sifatnya membangun. Namun bagaimanapun penyusun berharap laporan ini
bermanfaat bagi semua fihak.
Semarang, Mei 2008

Penyusun

4
MOTTO
“ Janganlah merasa takut karena pertolongan Allah SWT sangatlah dekat”
“ Hidup hanya sekali dan harus berarti serta berguna bagi diri dan orang lain”
“ Ganbate Kudasai “
“ Sura Dira Jaya Diningrat Lebur Dening Pangestuti “
“ Struggle For Life “
“ Ingatlah lima perkara sebelum datang lima perkara “
“ Tidak ada ciptaan di dunia ini yang sia-sia, ketekunan adalah kekuatan anda “

PERSEMBAHAN
Laporan ini penulis persembahkan kepada :
1. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu menyayangi, memberikan
doa restu serta dukungannya selama ini.
2. Kakak dan adik yang selalu membantu dan memberikan
semangat selama ini.
3. Seluruh dan staff PSD III Teknik Mesin UNDIP Semarang yang
telah membantu dan memberikan pembelajaran.
4. Teman-teman sekelompok yang selalu semangat dan membantu
hingga terselesaikannya laporan tugas akhir ini.
5. Teman-teman angkatan 2004 PSD III Teknik Mesin UNDIP
semarang “tidak senasib tapi seperjuangan”. “Solidarity
forever”.
6. Seluruh penghuni kos “Wisma Condet” (bapak dan ibu kos,
Wahyu, Wawan, Agung, Dion, Danang, serta Budi) yang telah
membantu dan menemani selama ini.
7. Dik Shinta yang memberikan warna baru dalam kehidupan ini.
8. Wawan yang telah membatu selama ini, hingga laporan ini
selesai. “Thank’s a lot” atas pinjaman alatnya.

5
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Halaman Pengesahan ...................................................................................................
Abstrak ........................................................................................................................
Kata Pengantar..............................................................................................................
Motto Dan Persembahan .............................................................................................
Daftar Isi ......................................................................................................................
Daftar Gambar ..............................................................................................................
Daftar Tabel.................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ........................................................................................
1.2. Perumusan Masalah.................................................................................
1.3. Tujuan......................................................................................................
1.4. Metedologi Penyusunan Laparan ............................................................
1.5. Sistematika Penyusunan Laporan............................................................
BAB II DASAR TEORI
2.1. Pompa......................................................................................................
2.1.1. Definisi Pompa ..............................................................................
2.1.2. Klasifikasi Pompa .........................................................................
2.1.3. Jenis-jenis Pompa Rotary ..............................................................
2.1.4. Karakteristik Pompa Rotary ..........................................................
2.1.4.1. Head Sistem Pompa ..........................................................
2.1.4.2. Debit Pompa .....................................................................
2.1.4.3. Perbedaan Tekanan Pompa...............................................
2.1.4.4. Daya Pompa......................................................................
2.1.4.5. Efisiensi Pompa ................................................................
2.1.4.6. Kurva Perfomance ............................................................
2.1.5. Fenomena Yang Terjadi Didalam Pompa .....................................
2.1.5.1. Kavitasi .............................................................................
2.1.5.2. Surjing (Surging) .............................................................

6
BAB III PERANCANGAN ALAT UJI GEAR PUMP
3.1. Tujuan Dan Sasaran Alat Uji Laboratorium............................................
3.2. Diagram Pipa Dan Instrumen ..................................................................
3.3. Bagian-Bagian Utama Alat Uji ...............................................................
3.4. Alat Ukur Yang Dipakai..........................................................................
BAB IV METEDOLOGI PERCOBAAN
4.1. Pengujian Alat .........................................................................................
4.2. Spesifikasi Pompa ...................................................................................
4.3. Diagram Pipa Dan Instrumen ..................................................................
4.4. Variabel Yang Diamati............................................................................
4.5. Pengambilan Data....................................................................................
4.5.1. Persiapan .......................................................................................
4.5.2. Pengambilan Data Awal................................................................
4.5.3. Pengambilan Data .........................................................................
4.6. Format Tabel Hasil Percobaan ................................................................
BAB V ANALISA UNJUK KERJA GEAR PUMP
BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan............................................................................................................
6.2. Saran ......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................
LAMPIRAN .................................................................................................................

7
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pompa viskositas tinggi digunakan untuk memindahkan cairan yang
memiliki kekentalan (viskositas) yang tinggi dari tempat satu ke tempat yang lain.
Ada berbagai macam jenis pompa untuk viskositas tinggi. Salah satu jenis pompa
untuk viskositas tinggi adalah gear pump, yang biasa digunakan untuk memompa
cairan yang berviskositas tinggi misalnya oli yang mempunyai kekentalan SAE 20w-
50.
Gear pump merupakan jenis pompa rotary. Jenis pompa ini dalam
aplikasinya dapat digunakan sebagai pengendali laju alir volume cairan dengan
viskositas yang bervariasi, aplikasi proses metering, memompa aliran yang
bertekanan rendah, pompa ganda (mixing dan blending), hidrolik, bahan bakar dan
pemberian minyak pelumas.
Jenis pompa yang digunakan adalah gear pump dengan tipe roda gigi luar
(eksternal gear pump). Kelebihan dari Gear pump ini tidak memerlukan head yang
tinggi jika dibanding dengan pompa sentrifugal, putarannya tinggi, arah
pemompaanya bisa dibalik, dapat memompa cairan yang mengandung uap dan gas,
pada waktu pengoperasiannya tidak bising, tidak ada beban bearing yang bergantung
diatas dan merupakan jenis pompa rotary yang paling sederhana sehingga
menghemat tempat dan ringan.
Namun, gear pump mempunyai beberapa kelemahan, seperti: fluida yang
digunakan tidak diijinkan mengandung benda padat atau mempunyai viskositas yang
sangat tinggi, cairanya harus relatif bersih, pompa tidak dapat dioperasikan dengan
saluran tertutup karena akan mengakibatkan kerusakan, clearance antara bagian-
bagian yang berputar harus sekecil-kecilnya dan cairan yang mengandung uap atau
gas akan mengakibatkan korosi
Percobaan di laboratorium dilaksanakan untuk mengetahui performance
pompa itu sendiri. Seperti daya input, effisiensi pompa, daya output, kapasitas,
tekanan dan head, serta pengaruh suhu pada aliran fluidanya. Oleh sebab itu tujuan
dalam percobaan nantinya adalah untuk menghitung dan mengetahui faktor-faktor
karakteristik tersebut. Hal ini, berguna untuk mengetahui kemampuan maksimal dan

8
minimal dari pompa itu sendiri yang dipergunakan sewaktu pemakaian pompa
tersebut. Selain itu juga untuk mengetahui banyaknya daya yang dibutuhkan.

1.2. Perumusan Masalah


Agar bisa mendapatkan performance pompa tersebut, diperlukan beberapa
hal, antara lain :
1. Alat ukur
Alat ukur yang diperlukan antara lain: manometer (vacuum gauge dan pressure
gaug), flow meter, inverter, thermometer, heater, thermostat dan tachometer.
2. Instaslasi pompa
Instalasi pompa dengan kapasitas pompa sekitar 5,5 gpm, putaran motor listrik
1330 rpm serta tekanan 0,2 – 0,4 Mpa.
3. Fluida yang digunakan adalah oli bekas dengan tingkat kekentalan sekitar
16,619cp–77,905cp. Fluida yang digunakansuhu 700C.

1.3. Tujuan
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan Tugas akhir ini adalah:
Rancang bangun dan rekayasa alat uji untuk mengetahui karakteristik pompa gear
pump terhadap perubahan yang menghasilkan data-data dari Debit (Q), Tekanan (P),
Putaran (n), suhu (0C) dan dapat menghitung head, daya yang dibutuhkan pompa,
serta efisiensi pompa sehingga lebih lanjut karakteristik gear pump dianalisa dengan
menentukan:
¾ Hubungan antara frekuensi dengan putaran pompa
¾ Hubungan antara frekuensi dengan debit pompa
¾ Hubungan antara frekuensi dengan tekanan pompa
¾ Hubungan antara frekuensi dengan head sistem pompa
¾ Hubungan antara frekuensi dengan efisiensi pompa

1.4. Metedologi Penyusunan Laporan


Pada tugas akhir ini metode penyusunan laporan yang digunakan adalah
sebagai berikut :
1. Studi Kepustakaan
Diperlukan guna mendapatkan acuan-acuan sebagai dasar teori dalam penyusunan
laporan Tugas Akhir.

9
2. Metode Observasi/Pengamatan
Digunakan untuk memperoleh kondisi/perubahan fluida dari hasil percobaan dan
dibandingkan dengan kondisi secara teori.
3. Metode Konsultasi
Digunakan untuk mendapatkan bimbingan, petunjuk serta pengarahan dari dosen
pembimbing dalam penyusunan laporan Tugas Akhir.
4. Metode Percobaan
Digunakan untuk memperoleh data-data percobaan pada Alat Uji gear pump
sebagai pembahasan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir.

1.5. Sistematika Penyusunan Laporan


Bab I Pendahuluan
Pada bab ini berisi tentang latar belakang pemilihan judul tugas akhir dan
permasalahannya, tujuan penelitian, metodologi, dan sistematika penulisan laporan.
Bab II Dasar Teori
Dalam bab ini diuraikan tentang pengertian-pengertian dasar tentang pompa rotary,
jenis-jenis pompa rotari; karakteristik pompa; Head; Debit pompa; kapasitas pompa;
dan putaran pompa, tekanan pompa, daya pompa yang dibutuhkan, efisiensi pompa
dengan rumus-rumus yang dipergunakan , kurva perfomance serta fenomena yang
terjadi didalam pompa.
Bab III Perancangan Alat Uji Gear Pump
Bab ini berisi mengenai tahap-tahap pembuatan alat uji dan sasaran alat uji gear
pump, diagram pipa dan instrumen, struktur alat uji gear pump, bagian-bagian
Instalasi alat uji gear pump beserta fungsinya masing-masing.
Bab IV Pengujian Alat
Dalam bab ini berisi tentang langkah-langkah pengujian, persiapan-persiapan yang
dilakukan sebelum pengujian yang meliputi persiapan alat dan media, pengambilan
data percobaan pengaruh perubahan putaran pompa terhadap perfomance pompa dan
pengaruh perubahan suhu terhadap perfomance pompa, pengolahan data hasil
percobaan dan pembahasannya. Hasil dari percobaan nantinya akan di bentuk grafik
kerja pompa.
Bab V Penutup
Dalam bab penutup terdiri dari kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan berisi
tentang hasil dari pembuatan alat uji coba gear pump dan hal-hal yang dibutuhkan

10
agar alat uji coba sentrifugal dapat bekerja dengan baik. Sedangkan bagian saran
berisi tentang saran penulis laporan agar alat uji gear pump dapat dipergunakan
sesuai dengan tujuan pembuatan alat ini yaitu untuk mengetahui kinerja gear pump.
Daftar pustaka
Lampiran

11
BAB II
DASAR TEORI

2.1. POMPA
2.1.1. Definisi Pompa
Pompa adalah jenis mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan fluida
melalui pipa dari suatu tempat ke tempat lain. Spesifikasi pompa dinyatakan dengan
jumlah fluida yang dapat dialirkan per satuan waktu dan tinggi energi angkat. Dalam
menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk
menggerakkan sudu-sudu menjadi energi gerak dan tekanan pada fluida.

2.1.2. Klasifikasi Pompa


Berdasarkan kelasnya, pompa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu[5]:
1. Pompa sentrifugal
Pompa sentrifugal pada dasarnya terdiri dari satu impeller atau lebih
yang dilengkapi dengan sudu-sudu pada poros yang dipasangkan pada poros
yang berputar dan diselubungi dengan casing berbentuk volut.
2. Pompa rotary
Pompa rotary adalah unit perpindahan positif yang mana,
pemompaannya yang utama disebabkan oleh pergerakan yang relatif diantara
gerakan memutar dan tetap dari komponen pompa. Biasanya terdiri dari rumah
pompa yang diam yang mempunyai roda gigi, baling-baling, piston, cam,
segmen, sekrup dan lain-lain, yang berpoerasi dalam ruang bebas yang sempit.
3. Pompa reciprocating
Pompa reciprocating adalah unit perpindahan positif yang mana
mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas pada pergerakan piston atau
plunyer sepanjang langkahnya.

12
POMPA

Sentrifugal Rotary Reciprocating

9 Ikat 9 Baling-baling 9 Piston rotary


9 Diffuser 9 Kumparan blok 9 Tenaga
9 Aliran campur 9 Roda gigi 9 Diafragma
9 Aliran aksial 9 Skrup 9 Aksi langsung
9 Turbin vertical 9 Kuping
9 Turbin 9 Cam dan piston
regenerative

Gambar 2.1. Klasifikasi pompa berdasarkan kelasnya.

2.1.3. Jenis-jenis Pompa Rotary


Jenis pompa rotary terdiri dari beberapa bagian, yaitu: Rumah pompa yang
diam mempunyai roda gigi, Baling-baling, Piston, Kam (cam), Segmen, sekrup dan
lain sebagainya yang beroperasi dalam ruang bebas (clearance) yang sempit.
Jenis-jenis pompa rotary sebagai berikut ini [4] :
1. Pompa Kam dan Piston
Pompa ini disebut juga dengan pompa plunyer rotary. Pompa jenis ini
terdiri dari lengan eksentrik dan lengan bercelah pada bagian atasnya. Perputaran
poros menyebabkan eksentrik menjebak cairan di dalam pompa. Apabila putaran
berlanjut, maka cairan akan keluar dari rumah pompa melalui lubang luar pompa
(output).

13
Gambar 2.2. Pompa kam dan piston

2. Pompa Roda Gigi Luar (External Gear Pump)

Gambar 2.3. Pompa roda gigi luar (External Gear Pump) [6]

Profil gigi pada umumnya adalah tipe involute karena mudah


pembuatannya dan mengkoreksinya untuk menghindarkan interferensi pada
kedua roda gigi. Jumlah gigi yang lebih sedikit akan mengurangi kompresi
cairan yang terdapat celah-celah yang berhubungan. Cara kerja pompa roda gigi
luar berdasarkan pemindahan cairan berada di antara celah-celah gigi dan casing
dari sisi isap menuju ke sisi tekan ketika roda gigi berputar. Apabila gerigi roda
gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada diantara
gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan berputar dan ditekan keluar apabila
geriginya bersatu lagi. Roda gigi dapat berupa gigi heliks tunggal, heliks ganda
atau gigi lurus. Beberapa desain mempunyai lubang fluida yang radial pada roda
gigi bebas dari bagian atas dan akar gerigi sampai ke lubang dalam roda gigi.

14
Ini akan memungkinkan cairan melakukan jalan pintas dari satu gigi ke
gigi lainnya, yaitu menghindarkan tekanan yang berlebihan yang akan
membebani bantalan secara berlebihan dan menimbulkan kebisingan.

Gambar 2.4. Cara kerja Pompa roda gigi luar (External Gear Pump)[7]

Keuntungan pemakaian roda gigi [3]:


a) Self priming (menghisap sendiri)
b) Kapasitas konstan pada putaran tertentu
c) Aliran hampir kontinyu
d) Arah pemompaannya dapat dibalik
e) Ringan, menghemat tempat
f) Dapat memompa cairan yang mengandung uap dan gas

Kelemahan pemakaian pompa roda gigi :


a) Cairan harus reklatif bersih
b) Pompa tidak dapat diopersikan dengan saluran tekan tertutup
mengakibatkan kerusakan.
c) Clearance antara bagian-bagian yang berputar harus sekecil-kecilnya.
d) Poros harus diberi seal.
e) Cairan yang mengandung uap atau gas dapat mengakibatkan erosi
permukaaan
f) Karena cairan yang dipompa berfungsi juga sebagai pelumasan, maka
pompa tidapat dioperasikan dalam keadaan kosong.
g) Tidak diijikan fluidanya benda padat.

15
3. Pompa Roda Gigi Dalam (Internal gear pump)
Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang
berpasangan dengan roda gigi luar yang bebas. Sebuah sekat yang berbentuk
bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap
pompa.

Gambar 2.5. Pompa roda gigi dalam (Internal gear pump)

4. Pompa Cuping
Pompa jenis ini mirip dengan pompa jenis gerigi dan dalam aksinya
mempunyai rotor dua atau lebih pada masing-masing rotornya. Putaran rotor
tadi, diserempakkan oleh roda gigi luarnya.

Gambar 2.6. Pompa cuping

5. Pompa Sekrup
Pompa ini mempunyai satu atau lebih rotor yang berputar di dalam
rumah pompa. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di
dalam sebuah stator atau lapisan heliks dalam. Rotor terbuat dari logam dan
heliks terbuat dari karet keras, tergantung pada cairan yang dipompakan. Pompa
dua sekrup atau tiga sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup
bebas.

16
Gambar 2.7. Pompa sekrup

6. Pompa Baling
Pompa baling terdapat beberapa macam, antara lain:
a) Pompa baling berayun
Pompa baling berayun ini akan keluar bila rotor berputar, menjebak
cairan dan memaksanya ke luar pipa buang pompa.

Gambar 2.8. Pompa baling berayun

b) Pompa Baling Bergeser


Pompa baling bergeser menggunakan baling-baling yang
dipertahankan untuk tetap menekan lubang rumah pompa oleh gaya
sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak di antara dua baling
dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.

Gambar 2.9. Pompa baling geser

7. Pompa Blok Kumparan


Pompa blok kumparan mempunyai rotor bulat yang digerakkan dalam
rumah pompa konsentrik. Didalam rotor tadi, balok kumparan dan piston saling

17
berputar eksentrik yang ditempatkan oleh pena bebas yang menghasilkan isapan
dari sisi buang.

Gambar 2.10. Pompa blok kumparan

2.1.4. Karakteristik Pompa Rotary


Dalam perencanaan instalasi pompa, kita harus mengetahui karakteristik
dari pompa itu sendiri agar didapatkan kemampuan yang optimum. Karakteristik
pompa rotary dapat dicari dengan menghitung head sistem pompa, debit pompa,
perbedaan tekanan pompa, daya pompa dan efisiensi pompa.

2.1.4.1. Head Sistem Pompa

Gambar 2.11. Head sistem pompa

Dari gambar diatas kita dapat menentukan head total pompa dari
persamaan dibawah ini [5]:
2
vd
H = ha + Δhp + h1 +
2g

18
Dimana:
H : Head total pompa (m)
ha : Head statis total (m)
Δhp : Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan cairan

(m), Δhp = hp2 - hp1

h1 : Berbagai kerugian head di pipa, katup,belokan, sambungan, dll (m),


h1 = hld + hls
v2/2g : Head kecepatan keluar (m)
g : Percepatan gravitasi (9,8 m/s2)

2.1.4.2. Debit Pompa


Debit Pompa pompa adalah Banyaknya jumlah cairan yang dialirkan
oleh pompa per satuan waktu melalui penampungan saluran keluar dimana
kondisi operasi ini yang dinyatakan dalam rumus berikut ini [2]:
Q = k.D.N – S
Q = Qd - S
Dimana:
Q = Debit pompa (m3/menit)
k = 0,03471
S = Slip, Jumlah cairan yang bocor dari OTO volume ke OTI (m3/menit)
D = displacement (m3)
N = putaran pompa (rpm)
Qd = displacement debit (m3/menit).

Displacement pompa adalah jumlah keseluruhan fluida dari volume OTI


ke OTO selama 1 putaran roda gigi penggerak.

19
R1

Inlet OTI OTO Outlet

R2

Gambar 2.12. Dimensi displacement external gear pump

D = 2πkZ ( )
Dimana, D = Displacement (ft3/revolution)
K =1
Z = Lebar roda gigi (ft)
R1 = Jarak minimal Roda gigi Penggerak (ft)
R2 = jarak maksimal Roda Gigi yang digerakkan (ft)

Atau dalam buku referensi lainnya , untuk menghitung debit


menggunakan rumus sebagai berikut [3]:
Q = 60 ηv Vg n

ηv =
Dimana,
Q = Kapasitas Pompa (m3/jam)
ηv = Efisiensi volumetris
Vg = Volume dari celah roda gigi (m3)
n = Putaran pompa (rpm)

20
Vg = π. dd (da - db) .b
Dimana,
Vg = Volume dari celah roda gigi (m3)
dd = Diameter Lingkar kaki (m)
da = Diameter Lingkar Kepala (m)
b = lebar gigi (m)

Dd

Da

Gambar 2.13. Penampang roda gigi

2.1.4.3. Perbedaan Tekanan Pompa


Perbedaan tekanan pompa merupakan, perbedaan antara tekanan
masuk/suction (Ps) dengan tekanan keluar/discharge (Pd). Hal ini dapat
dinyatakan dalam rumus seperti berikut ini [2]:
Ptd = Ps – Pd
Dimana:
Ptd = Perbedaan tekanan pompa (Kg/cm2)
Pd = Tekanan keluar pompa/discharge (Kg/cm2)
Ps = Tekanan masuk pompa/suction (Kg/cm2)

21
2.1.4.4. Daya Pompa
Total daya input adalah daya total yang diperlukan oleh penggerak
pompa atau penggerak primer pompa selama kondisi beroperasi.
Daya input adalah tenaga yang dialirkan ke poros penggerak oleh
penggerak pompa yang diberikan selama kondisi operasi.
Daya output adalah tenaga yang diperlukan untuk cairan yang digerakan
oleh pompa yang diberikan pada saat kondisi berlangsung.
Dimana, hal tersebut mempunyai hubungan yang dinyatakan sebagai berikut [2]:
Ehp = driver and transmisision power loss + Php
Php = pump power loss + Php

Dimana,
Ehp = total daya input (Kw)
Php = daya input (Kw)
Whp = daya output (Kw)
Q = kapasitas (m3/s)
Ptd = perbedaan tekanan (bar)

Atau dalam referensi buku lain adalah unutuk menghitung daya pompa
adalah sebagai berikut ini [5] :

Pm =
Dimana, Pm = Daya motor lisrik (Kw)
P = Daya pompa (Kw)
α = Faktor cadangan, diambil dari tabel 2.28 perbandingan
cabangan[5].
ηt = Efisiensi transmisi, diambil dari tabel 2.29 efisiensi transmisi [5].

2.1.4.5. Efisiensi Pompa


¾ Efisiensi total adalah persentase dari daya input total dengan efisiensi output
total [1] :

22
Dimana,
E0 = efisiensi total
Whp = daya output (kw)
Ehp = daya input total (kw)
¾ Efisiensi mekanik dalah perbandingan daya output pompa dengan daya input
pompa [1] :

Dimana,
Ep = efisiensi mekanik
Whp = daya output (kw)
Php = daya input (kw)
Atau dalam referensi buku lain adalah untuk menghitung efisiensi mekanis
pompa adalah sebagai berikut ini [4] :

ηp =
Dimana,
Pw = daya cairan (Kw)
P = daya pompa (Kw)

Untuk daya cairan, menggunakan rumus sebagai berikut ini[3]:


Vg = ω. r

ε =

P =
Dimana,
ηm = efisiensi mekanis (%)
P = daya pompa (Kw)
Q = debit output (m3/jam)
Pd = tekanan output absolute (kg/cm2)
ε = factor cadangan daya

23
0
E = viskositas cairan yang dipompa dalam derajat Engler
Vg = kecepatan keliling roda gigi (m/s)
r = jari-jari lingkaran kepala (m)
¾ Efisiensi volumetrik adalah persentase dari kapasitas [2] :

Dimana,
Ev = efisiensi Volumetrik
D =displacement (m3)
Q = kapasitas (m3/s)
N = putaran pompa (rpm)
Atau dalam referensi buku lain adalah untuk menghitung efisiensi volumetris
pompa adalah sebagai berikut ini [3] :

ηv =
Dimana,
Q = Kapasitas Pompa (m3/jam)
ηv = Efisiensi volumetris
Vg = Volume dari celah roda gigi (m3)
n = Putaran pompa (rpm)

2.1.4.6. Kurva Performance

Gambar 2.14. Kurva Qd, Q dan S dengan Ptd, N dan v konstan (2)

24
Gambar 2.15. Kurva dari Qd, Q dan S dengan N, Ptd dan v konstan

Gambar 2.16. Kurva Qd, Q dan S dengan N dan Ptd

25
2.1.5. Fenomena Yang Terjadi Didalam Pompa
2.1.5.1. Kavitasi
Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang mengalir, karena
tekanannya berkurang sampai dibawah tekanan uap jenuhnya. Apabila zat cair
mendidih, maka akan timbul gelemnung-gelembung uap zat cair. Hali ini dapat
pada zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa maupun di dalam pipa.
Tempat-tempat yang bertekanan rendah dan/atau yang berkecepatan tinggi di
dalam aliran, sangat rawan terhadap terjadinya kavitasi. Pada pompa misalnya,
bagian yang mudah mengalami kavitasi adalah sisi isapnya. Kavitasi akan timbul
bila tekanannya rendah. Jika pompa mengalami kavitasi maka akan timbul suara
berisik dan getaran. Selain itu perfomansi pompa akan menurun secara tiba-tiba,
sehingga pompa tidak dapat berjalan dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam
keadaan kavitasi terus-menerus maka permukaan dinding saluran disekitar
kavitasi akan mengalami kerusakan. Permukaan dinding bisa berlubang-lubang
akibat dari gelembung-gelembung uap pecah pada dinding secara terus menerus.
Peristiwa ini disebut erosi kavitasi . Karena kavitasi sangat merugikan maka akan
menyebakan turunnya perfomansi, timbulnya suara dan getaran, serta rusaknya
pompa[5].
Cara mencegah kavitasi:
a) Ketinggian letak pompa terhadap permukaan zat cair cair harus dibuat
serendah mungkin.
b) Pipa isap dibuat sependek mungkin.
c) Tidak dibenarkan untuk memperkecil aliran dengan menghambat aliran di
sisi isap.
d) Pompa tidak dibuat head terlalu berlebihan.

2.1.5.2. Surjing (surging)


Surjing adalah perubahan laju aliran terus-menerus secara periodik dan
penunjukan manometer pressure gauge serta vacuum gauge disisi isap pompa
memperlihatkan adanya fluktuasi tekananan dalam keadaan tertentu gejalanya
seperi orang bernafas. Terjadinya surjing dipengaruhi oleh bentuk kurva H-Q dari
sistem pipa. Dalam gambar 2.18 memperlihatkan kurva sistem A dan B. kurva
sistem A memotong B. kurva A memotong kurva di KA dengan sudut θA yang
besar. Hal ini menandakan pompa bekerja dengan stabil. kurva B memotong

26
kurva di KB dengan sudut θB yang kecil. Hal ini mengakibatkan pompa tidak
B

stabil. Laju aliran akan berfluktuasi di sekitar titik kerja ini yang berarti
mengalami surjing[5].

Gambar 2.17. Kurva Head sistem dan Kurva Head-Kapasitas

Surjing akan terjadi pada kondisi dan situasi berikut :


a) Pompa mempunyai H-Q naik sampai suatu puncak dan jika aliran diperbesar
terus maka kurva H-Q akan turun kembali
b) Pada jalur pipa ada tangki zat cair atau fasa gas di dalam aliran.

27
BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan
Rancang bangun dan uji unjuk kerja instalasi gear pump diharapkan
dapat memberikan karakteristik gear pump. Dan berdasarkan pengolahan data dapat
ditarik beberapa hal berhubungan dengan gear pump sebagai berikut:
1. Frekuensi (analogi putaran pompa) mempengaruhi debit pompa, tekanan pompa,
head sistem pompa dan efisiensi pompa. Kenaikan frekuensi (analogi putaran
pompa) cenderung meningkatkan debit aliran pompa, tekanan pompa, head sistem
pompa, dan efisiensi mekanis pompa. Selanjutnya Kenaikan frekuensi (analogi
putaran pompa) cenderung menurunkan efisiensi volumetris pompa.

2. Bukaan katup mempengaruhi debit pompa, tekanan pompa, head sistem pompa dan
efisiensi pompa. Berkurangnya bukaan katup cenderung menurunkan debit aliran
pompa, efisiensi pompa. Selanjutnya Berkurangnya bukaan katup cenderung
menaikkan tekanan pompa dan head sistem pompa.

6.2. Saran
1. Apabila menggunakan putaran maksimal sebaiknya jangan melebihi putaran
sesuai spesifikasi yang tertera pada pompa gear.

2. Dalam melakukan variasi bukaan katup sebaiknya jangan terlalu banyak


menutup bukaan katup.

3. Setiap sambungan diusahakan tidak terjadi kebocoran.

4. Dalam pemilihan pompa rotary diusahakan fluida yang digunakan mempunyai


viskositas tinggi (tergantung spesifikasi pompa) supaya tidak overload motor
penggerak.

28
DAFTAR PUSTAKA

1. A.L.Wartawan, “Pengetahuan dasar & Cara Penggunaan Minyak Pelumas”,


PT. Gramedia, Jakarta, 1983.
2. I.J. Karassick, W.C. Krutzsh, W. H. Fraser, “Pump Handbook”, McGraw Hill
Book Company, USA, 1986.
3. Prajito, Ir,MT, “Handout Pompa Putar”, Jurusan Teknik Mesin Fakultas
Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 2002.
4. Purwanto, Dr.,dkk, “Petunjuk praktikum laboratorium teknik kimia 1”, Jurusan
Teknik Kimia Fakultas Teknik Diponegoro, Semarang, 2007.
5. Sularso,Ir,MSME, HaruoTakahara, Prof,DR, ”Pompa & Kompressor”,
PT.Prada, Jakarta,1983
6. T.G. Hicks, P.E, T.W. Edwards, P.E, ”Teknologi Pemakaian Pompa, PT.
Erlangga, Jakarta, 1996
7. Viking Pump, Inc., “External Gear Pumps”, 1998.

29