Anda di halaman 1dari 48

BUKU PANDUAN KULIAH

ANALISA STRUKTUR 3
Oleh : Ir. Djoko Susilo Adhy, MT

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG

1
ANALISA STRUKTUR 3

Adalah Ilmu yang merupakan bagian daripada Ilmu MEKANIKA REKAYASA /

MEKANIKA TEKNIK KONSTRUKSI STATIS TAK TENTU

Yang dinamakan Konstruksi Statis Tak Tentu adalah suatu Konstruksi yang

dalam penyelesaiannya tidak dapat dihitung atau diselesaikan dengan

menggunakan rumus STATIKA :

∑V=0

∑H=0

∑M=0

Akan tetapi memerlukan Rumus – rumus / Persamaan – persamaan tambahan.

Dengan demikian Suatu konstruksi yang bisa dilaksanakan dengan Rumus

Statika tersebut diatas dinamakan Konstruksi Statis Tertentu.

CONTOH Konstruksi Statis Tertentu :

P
RAH

A B

RAV RBV

Pada konstruksi seperti tsb diatas terdapat 3 ( tiga ) buah reaksi yang harus

dicari yaitu : RAV, RAH dan RBV

2
Maka dengan Rumus Statika sebanyak 3 ( tiga ) buah seperti tersebut diatas

akan dapat dicari / dihitung penyelesaiannya yaitu :

∑ M ( Momen ) = 0 RAV dapat dihitung

∑ H ( Gaya horizontal ) = 0 RAH dapat dihitung dan

∑ V ( Gaya vertical ) = 0 RBV dapat dihitung

Pada suatu Konstruksi statis Tak Tentu penyeleseaiannya memerlukan

persamaan tambahan diantaranya adalah :

* PERSAMAAN PERUBAHAN BENTUK ( PERSAMAAN

SUDUT BELAHAN )

Persamaan tersebut adalah Dalil 3 ( tiga ) MOMEN CLAPEYRON.

A. METHODE CLAPEYRON
A.1. BATANG DATAR

αΑ αΒ

Jika suatu batang datar dengan perletakan SENDI – ROL diberikan

muatan diatasnya, maka akibat beban tersebut batang akan melengkung

kebawah sehingga pada sendi A akan membuat sudut sebesar αA

sedangkan pada rol B akan membentuk sudut sebesar αB terhadap garis

horizontal.

αΑ dan αΒ disebut SUDUT BELAHAN

3
JIKA PADA SUATU KONSTRUKSI STATIS TERTENTU DIBERI
MUATAN DIATASNYA, MAKA PADA DUKUNGAN - DUKUNGAN
NYA AKAN TIMBUL SUDUT BELAHAN.

a. MUATAN TITIK

αΑ αΒ

a b

½ P.b.L

1/3 L
P.a.b/L P.b

½ P.b.b

1/3 b

Suatu batang datar mempunyai kekakuan EI

E = Modulus Elastisitas

I = Momen Inersia

4
Besarnya sudut belahan :

SB
αΑ = ------------------
EIL

SB = Statis Momen bidang M terhadap dukungan B

= ½ P.b.L.1/3 L - ½ P.b.b. 1/3 b

= 1/6 P.b ( L2 – b2 )

SB P.b ( L2 – b2 )
αΑ = ---------------- = -----------------------
EIL 6EIL

SA P.a ( L2 – a2 )
αΒ = ---------------- = -----------------------
EIL 6EIL

Muatan beberapa titik :

∑ P.b ( L2 – b2 )
αΑ = ----------------------------
6EIL

∑ P.a ( L2 – a2 )
αΒ = -----------------------------
6EIL

5
b. MUATAN TERBAGI RATA

Α Β
EI

a2 b1

a1 b2

b2
q
αΑ = ½ L2. x2 – ¼ x4
6ΕΙL
b1

a2
q
αΒ = ½ L2. x2 – ¼ x4
6ΕΙL
a1

Apabila suatu batang SENDI – ROL dengan kekakuan ( EI ) dimuati

beban Terbagi Rata ( q ) penuh maka :

qL
αΑ = αΒ =
24 EI

Jika suatu konstruksi Statis Tak Tentu yang mempunyai banyak

dukungan diberikan Muatan diatasnya maka sudut belahan yang terjadi

6
karena adanya muatan tersebut akan ditiadakan oleh Momen – momen

yang timbul pada dukungan yang bersangkutan sehingga batang –

batang akan kembali ke kedudukan semula ( menjadi datar kembali ).

Letak putaran momen – momen yang timbul akan membelakangi

dukungan yang bersangkutan dan arahnya adalah sedemikian rupa

sehingga sudut belahan yang terjadi karena muatan dapat ditiadakan,

dengan kata lain Putaran momen mempunyai tugas mengembalikan

keadaan batang yang telah melengkung menjadi kepada keadaan

sebelum dimuati ( MENJADI DATAR KEMBALI )

c. KONSTRUKSI DENGAN BANYAK DUKUNGAN

P1 q P2
Μ1 Μ2 Μ3

Α Β C D

a1 a2 b1 b2 b3 c1 c2

L1 L2 L3

= Keadaan batang datar setelah


melengkung karena mendapat
muatan

Μ1 , Μ2 dan Μ3 bertugas mengembalikan kedudukan batang yang

telah melengkung menjadi keadaan seperti semula ( datar kembali )

P1 q P2
Μ1 Μ2 Μ3

7
Α Β C
D
a1 a2 b1 b2 b3 c1 c2

L1 L2 L3

αΑ αΒ 1 αΒ 2 α C1 α C2 αD

βΑ βΒ1 βΒ2 β C1 β C2 βD

- - -
+ + +

Jika αΑ , αΒ 1, αΒ 2, α C1 dan α C2 adalah sudut belahan yang terjadi


karena adanya muatan, sedangkan βΑ, βΒ1, βΒ2, βC1 dan βC2

adalah sudut belahan yang terjadi karena Momen yang bersangkutan

( Momen Primer dan Momen Induksi ) sebagai reaksi dari sudut

belahan karena muatan, maka harus dipenuhi oleh persamaan :

AKSI = REAKSI
αΑ = βΑ

αΒ 1 + αΒ 2 = βΒ1 + βΒ2
αC 1 + αC 2 = βC 1 + βC 2

Sudut belahan karena Momen :

αΑ = Sudut belahan di titik A akibat :

- Momen Primer ( Momen batang AB )

8
- Momen Induksi ( Momen limpahan dari M2 )

Μ1.L1 Μ2.L1
βΑ= +
3ΕΙ1 6ΕΙ1
 Μ1.L1 Μ2.L 2  Μ 1.L1 Μ3.L 2 
βΒ1 + βΒ2 =  + 3ΕΙ2  +  6Ε + 6ΕΙ2 
 3ΕΙ1   Ι1 

Μ3.L 2 Μ3.L3  Μ2.L 2


βC1 + βC 2 =  + 3ΕΙ3 +
 3ΕΙ2  6ΕΙ2

Dengan ketiga persamaan diatas dapat dicari Μ1 , Μ2 dan Μ3

karena dari 3 persamaan akan dapat dihitung 3 bilangan yang tidak

diketahui.

Penjelasan :
 Dalam konstruksi Statis tak Tentu setiap setiap dukungan ( ROL )

yang terletak dibagian dalam dari 2 ( dua ) dukungan yang terluar

berfungsi sebagai Jepitan.

 Rol B dan C diatas berfungsi sebagai Jepitan oleh karenanya di

titik b dan C terjadi Momen – momen, sedangkan 2 ( dua )

dukungan yang terletak paling luar dari konstruksi Statis Tak

Tentu fungsinya tetap yaitu titik A tetap berfungsi sebagai

JEPITAN dan titik D tetap berfungsi sebagai ROL

 Sudut belahan di B yang terjadi karena adanya muatan akan

dikembalikan / ditahan oleh Momen – momen Μ1 , Μ2 dan Μ3

yang timbul karena kekuatan batang itu.

 Jika pada suatu Konstruksi Statis Tak Tentu yang mempunyai

banyak dukungan maka sudut belahan yang terjadi pada hitungan

9
ke n yang terjadi karena adanya muatan akan dikembalikan /

ditahan oleh 3 ( tiga ) buah momen yang masing – masing bekerja

pada dukungan ke ( n-1 ), dukungan ke n itu sendiri dan pada

dukungan ke ( n+1 )

 Karena menyebutkan setiap sudut belahan yang terjadsi akan

ditahan / dikembalikan oleh 3 ( tiga ) buah Momen maka dalil ini

dinamai :
DALIL 3 ( TIGA ) MOMEN CLAPEYRON

Urutan Penyelesaian Soal Clapeyron :

1. Tentukan arah putaran momen pada dukungan / jepit yang ada

dimana dianggap letak putaran momen itu harus membelakangi

dukungan / jepitnya, sedang arahnya harus sedemikian sehingga

dapat meniadakan sudut belahan / melengkungnya batang karena

adanya muatan

2. Dari arah putaran momen harus dipenuhi hokum statika ∑ Μ = 0

pada setiap titik buhul

3. Dibuat persamaan belahan, dimana sudut belahan yang disebabkan

adanya muatan harus ditiadakan oleh sudut belahan karena momen (

Momen primer dan Momen Induksi )

4. Digambar bidang Μ yang merupakan Superposisi dari :

• Bidang Μ jika muatan yang ada dianggap terletak diatas

batang Sendi – Rol biasa ( Statis Tertentu )

• Bidang Μ dimana besarnya pada tiap titik buhul didapat

dari persamaan sudut belahan yang telah dihitung, sedang

tandanya berlawanan dengan tanda hasil perhitungan Cara

Clapeyron

10
Penggambaran bidang Momennya

Merupakan superposisi dari :

1. Bidang Momen ( Μ ) jika muatan yang ada dianggap terletak diatas

batang datar dengan perletakan Sendi – Rol biasa

2. Bidang Momen ( Μ )dimana Μ1 , Μ2 dan Μ3 didapatkan dari

persamaan dengan 3 ( tiga ) bilangan yang tidak diketahui

sedangkan penggambarannya mempunyai tanda yang berlawanan

dengan tanda Μ1 , Μ2 dan Μ3 dari hasil persamaan tersebut

8/3/’11

A.2. PEMAKAIAN DALIL 3 ( TIGA ) MOMEN CLAPEYRON

a. Pada Konstruksi batang datar ( 3 perletakan )

Prinsip : Sudut belahan yang terjadi karena adanya muatan = sudut

belahan yang terjadi karena Momen Reaksi


q1 = 2 t/m
q2 = 1 t/m

Α ΕΙ Β ΕΙ C

L1 = 6 m ½ L2 ½ L2
L1 L2 = 5 m

Hitung dan lukis bidang Μ dan D dengan cara Clapeyron

Jawab :

• Sudut belahan karena muatan :


q1 7 q2 20 ,28
αΒ 1 + αΒ 2 = L1 3 + L2 3 =
24 EI 384 EI ΕΙ

• Sudut belahan karena Momen :

11
ΜΒ ΜΒ 3,67 ΜΒ
βΒ1 + βΒ2 = L1 + L2 =
3ΕΙ 3ΕΙ ΕΙ

Sudut belahan karena Muatan = Sudut belahan karena Momen


20 ,28 3,67 ΜΒ
= Μ Β = + 5,52 tm
ΕΙ ΕΙ

( dalam gambar - )
q1 = 2 t/m
q2 = 1 t/m

Α ΕΙ Β ΕΙ C

ΜΒ

RA
RB2
RC
RB1

PEMBUATAN GAMBAR BIDANG D :

Besarnya Reaksi suatu dukungan = besarnya reaksi jika muatannya

dianggap terletak diatas batang Sendi – rol biasa ( Statis tertentu )

ditambah besarnya reaksi karena pengaruh momen ( = Μ /L )

Jika momen Μ pada dukungan itu sendiri maka pengaruh momen Μ

/L bertanda positip ( + ) sedangkan jika momen Μ pada dukungan

didepannya maka Μ /L bertanda negatip ( - )

RA = ½ q1 L1 – MB/L1 = 6 – 5,52/6 = 5,08 ton ( batang AB )

12
RB1 = ½ q1 L1 + MB/L1 = 6 + 5,52/6 = 6,92 ton ( batang BA )

RB2 = q2 ½ L2 . ¼ L2/L2 + MB/L2 = 3,125 + 5,52/6 = 1,545 ton ( batang BC

RC = q2 ½ L2. ¾ L2/L2 – MB/L2 = 0,955 ton ( batang CB )

b. Pada Konstruksi batang datar ( 4 perletakan )

1 t/m 1 t/m 3T 3T

Α Β C D
4m 4m 10 m 2m 3m 2m

L1 = 8 m L2 = 10 m L3 = 7 m

MC

MA MB

RA RB2 RC2

RB1 RC1 RD

Diketahui : Konstruksi seperti tergambar

Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara Clapeyron

Jawab :

- Sudut belahan karena muatan :

Titik A :

13
9 1.8.8.8 12
αΑ = =
384 Ε Ι ΕΙ

Titik B :
7 1.8.8.8 1.10 .10 .10 51
αΒ1 + αΒ2 = + =
384 Ε Ι 24 ΕΙ ΕΙ

Titik C :
1.10 .10 .10 3.5(7.7 −5.5) 3.2(7.7 −2.2) 49 ,2
αC1 + αC 2 = + + =
24 ΕΙ 6( 2 EI )7 6( 2 EI )7 ΕΙ

- Sudut belahan karena Momen

Titik A :
ΜΑ L1 Μ
Β L1 2,7ΜΑ 1,33 ΜΒ
βΑ = + = +
3ΕΙ 6ΕΙ ΕΙ ΕΙ

Titik B :
ΜΑ .L1 ΜΒ .L1 Μ Β .L 2 ΜC.L 2 1,3ΜΑ 4,3ΜΒ
βΒ1 + βΒ2 = + + 3(2ΕΙ) + 6(2ΕΙ) = + +
6ΕΙ 3ΕΙ ΕΙ ΕΙ

0,58 ΜC
ΕΙ

Titik C :
ΜΒ L2 ΜCL 2 Μ CL 3 0,83 ΜΒ 2,8ΜC
βC1 + βC 2 = + + = +
6( 2ΕΙ) 3( 2ΕΙ) 3(3ΕΙ) ΕΙ ΕΙ

Persamaan sudut belahan :


12 2,7ΜΑ 1,33 ΜΒ
αΑ = βΑ ---------------------- = +
ΕΙ ΕΙ ΕΙ
ΜΑ + 0,49 ΜΒ − 4,44 = 0 ------------------

(1)

51 1,3ΜΑ 4,3ΜΒ 0,58 ΜC


αΒ1 + αΒ2 = βΒ1 + βΒ2 -------- = + +
ΕΙ ΕΙ ΕΙ ΕΙ
ΜΑ + 3,3ΜΒ + 0,45 ΜC −39 ,2 = 0 ---------

(2)

14
49 ,2 0,83 ΜΒ 2,8ΜC
αC1 + αC 2 = βC1 + βC 2 ------- = +
ΕΙ ΕΙ ΕΙ
ΜΒ + 3,4ΜC −59 ,3 = 0 -------------------

(3)

Dari ke 3 ( tiga ) persamaan diatas diperoleh :


ΜΑ =1,8ton , ΜΒ = −5,4ton , ΜC =19 ,04 ton

- Perhitungan bidang D

RA = 4.1.3/4 + MA/L1 – MB/L1 = 2,55 ton

RB1 = 4.1.1/4 + MB/L1 – MA/L1 = 1,45 ton

RB2 = ½.1.10 + MB/L2 – MC/L2 = 3,64 ton

RC1 = ½.1.10 + MC/L2 – MB/L2 = 6,36 ton

RC2 = 3 + MC/L3 = 5,72 ton

RD = 3 – MC/L3 = 0,28 ton

- Penggambaran dan Perhitungan Momen maksimum :

• Pada tempat dimana D = 0

Digambar dulu dimana letak D = 0, kemudian dihitung pula

besarnya Momen pada tempat D = 0 tersebut

• Dengan cara menghitung dMx/dx = 0

Dicari Mx pada jarak sejauh x dari perletakan, pada dMx/dx = 0

dapat dihitung Momen ditempat tersebut adalah Momen

maksimum

c. Pada Konstruksi Portal tidak bergoyang

15
Α Β C D

Ε F G
L1 L2 L3

Adalah suatu Portal yang titik-titik buhul pada batang datarnya TETAP

( tidak bergerak ). Pada Konstruksi ini titik buhul pada batang datarnya

missal titik D merupakan suatu jepitan yang dapat berputar tetapi

dalam keadaan tetap karena tidak ada pergoyangan. Perputaran titik

buhul sedemikian rupa hingga sudut antara tiang dan batang datar

tetap 90 °. Oleh karenanya jika batang datarnya melengkung maka

tiangnya ikut melengkung.

Karena adanya muatan dari atas ataupun penurunan ( zetting ) dsb.

pada suatu portal maka pada titik-titik buhul batang datar akan timbul

sudut belahan. Dengan terjadinya sudut belahan diartikan bahwa

batang-batang datar diputar pada titik buhulnya.

Contoh :

A Μ1 q = 1t/m Μ2 B Μ3 4 TON Μ5 C

16
D

6,4
4,1 4,82 4,1

2,05

3,52
2,3

1,48 1,7

1,035

0,17
Diketahui : Konstruksi seperti tergambar

Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara Clapeyron

Jawab :

17
• Perhitungan bidang Momen :
q 1
αΑ = [1 / 2 L1 2x2 – ¼ x4 ] 9
4 = ( ½.92.92 – ¼.94 ) –
6ΕΙL1 6ΕΙL1
19 ,5
( ½.92.42 – ¼ .44 ) =
ΕΙ
Μ1.L1 Μ1.L 2
βΑ = +
3ΕΙ 6ΕΙ

αΑ = βΑ ( batang AB )

19 ,5 3Μ1 1,5Μ2
= + ……………………… 3Μ1 +1,5 Μ2 =19 ,5
ΕΙ ΕΙ ΕΙ

……………………. ( 1 )
q 1
αB1 = [1 / 2 L1 2x2 – ¼ x4 ] 50 = ( ½.92.52 – ¼.54 ) –
6ΕΙL1 6ΕΙL1
15 ,8
( ½.92.02 – ¼ .04 ) =
ΕΙ
Μ2.L1 Μ 1.L1 Μ4.h1
βΒ1 = + -
3ΕΙ 6Ε Ι 3ΕΙ
αΒ1 = βΒ1 ( batang BA )

15 ,8 Μ2.L1 Μ 1.L1 Μ4.h1


= + - ……………1,5 Μ1 + 3Μ2 − 3Μ4 = 15 ,8
ΕΙ 3ΕΙ 6Ε Ι 3ΕΙ

………( 2 )
Ρ
αΒ2 = L2 2
16 ΕΙ
Μ3.L 2 Μ5.L 2 Μ4.h1
βΒ2 =
3(2ΕΙ) + 6( 2ΕΙ) + 3ΕΙ

αΒ2 = βΒ2 ( batang BC )

Ρ Μ3.L 2 Μ5.L 2 Μ4.h1


L 2 2 = 3( 2ΕΙ) + 6( 2ΕΙ) + ..
16 ΕΙ 3ΕΙ
1,33 Μ3 + 3Μ4 + 0,67 Μ5 = 16 …( 3 )

Ρ 2
αC = L2
16 ΕΙ

18
Μ5.L 2 Μ3.L 2 Μ5.h 2 Μ6.h 2
βC =
3(2ΕΙ) + 6(2ΕΙ) + 3ΕΙ - 6ΕΙ ………
2,83 Μ5 + 0,67 Μ3 =16

…( 4 )

∑ΜΒ = 0 ……………………………. Μ 2 − Μ3 + Μ 4 = 0 …………………………………( 5 )

Dari ke 5 ( lima ) persamaan akan dapat dicari 5 bh bilangan yang

tidak diketahui, sehingga didapat hasil sebagai berikut :


Μ1 = +4,1 tm ; Μ2 = +4,82 tm ; Μ3 = +6,4 tm
Μ4 = +1,58 tm ; Μ5 = +4,14 tm ; Μ6 = 1 / 2Μ5 = −2,05 tm

• Penggambaran bidang D :
Μ1 Μ2
RΑ = RΑ1 + −
L1 L1
4,1 4,82
= 3,6 + − = 3,52 tm
9 9
Μ2 Μ1
RΒki = RΒ1 + −
L1 L1
4,82 4,1
= 1,4 + − = 1,48 ton
9 9
Μ3 Μ5
RΒka = RΒ2 + −
L2 L2
6,4 4,1
= 2+ − = 2,3 ton
8 8
Μ5 Μ3
RC = RC 1 + −
L2 L2
4,1 6,4
= 2+ − = 1,7 ton
8 8
Μ4
DH = = 0,17 ton ( )
h1
Μ5 + Μ6
ΕH = = 1,035 ton ( )
h2

d. Pada Konstruksi Portal Bergoyang

19
Prinsip : Dianggap bahwa Portal bergoyang sebesar δ , maka dengan

persamaan sudut belahan biasa akan dapat mencari besarnya

Momen dan δ

A. PORTAL TIDAK BERTINGKAT

Arah goyangan dapat dimisalkan sembarang ( kekiri atau kekanan ).

Misalkan kekiri dan didapatkan hasil δ adalah positip ( + ) maka

arah goyangan adalah betul, tetapi bila didapatkan hasil δ adalah

negatip ( - ) maka arah goyangan adalah kekanan.

δ P = 2 ton 1 ton/m
δ
D C
Μ1 Μ2

h2 = 4 m

h1 = 6 m
Μ3
B

A
1,5 m 1,5 m 3,0 m

L = 6,0 m

Diketahui : Konstruksi seperti tergambar

Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara Clapeyron

Jawab :

20
Μ1 Μ2

Bidang M

Mmaks

Μ3

RB

RC Bidang D

Dh

Αh

• Perhitungan bidang Momen


P.4,5 7q 43 ,3
αΒ = ( L2 – 4,52 ) + L3 =
6ΕΙL 384 ΕΙ ΕΙ

21
M 1.L M 2.L Μ1.h1 δ
βΒ = + + +
3ΕΙ 6ΕΙ 3( 2ΕΙ) h1

αΒ = βΒ ( batang BC )

…………. 3 Μ1 + Μ2 + 0,17 δΕΙ = 7,88 ………………………………………………….( 1

)
P.1,5 9q 12 ,9
αΒ = ( L2 – 1,52 ) + L3 =
6ΕΙL 384 ΕΙ ΕΙ
M 2.L M 1.L Μ2.h1 Μ3.h 2 δ
βC = + + − −
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h2
αC = βC ( batang CB )

………….. Μ1 + 3,33 Μ2 − 0,67 Μ3 − 0,25 δΕΙ = 7,86 ……………….……………..

(2)

αD = 0 ( batang DC, titik D adalah jepit )


M 3.h 2 M 2.h 2 δ
βD = − + +
3Ε Ι 6Ε Ι h2
αD = βD

……… 32 Μ3 − 16 Μ2 − 6δΕ Ι = 0 ………………………………………….……………..

(3)
Μ1 Μ2 Μ3
∑H = 0 ……
h1

h2

h2
=0

…….. 2Μ1 − 3Μ2 − 3Μ3 = 0 ……………………………………………………………. ( 4 )

Dengan 4 ( empat ) buah persamaan dengan 4 bilangan yang tidak

diketahui maka besarnya dapat dihitung.


Μ1 = 2,32 tm ; Μ2 =1,44 tm ; Μ3 = 0,11 tm

• Perhitungan bidang D
Μ1 Μ2
RΒ = RΒ1 + − = 2,397 ton
L L
Μ2 Μ1
RC = RC + − = 2,600 ton
L L

22
Μ1
Αh = = 0,387 ton ( )
h1
Μ2 + Μ3
Dh = = 0,387 ton ( )
h2

B. PORTAL BERTINGKAT

1 t/m

D δ2

C δ2
Μ5 Μ6

h1 = 5 m

Μ4 Μ3 Μ8 Μ7
B δ1 E
Μ2 δ1
Μ9

h2 = 5 m

Μ1
A F

L=6m

CARA PENYELESAIAN :

Dari gambar diatas terdapat 11 ( sebelas ) bilangan anu yang harus

dicari yaitu :

Momen-momen sebanyak 9 bh ( Μ1 s/d Μ9 )

Goyangan sebanyak 2 bh ( δ1 dan δ 2 )

Sehingga diperlukan 11 ( sebelas ) persamaan.

PRINSIP :

23
Sudut belahan karena Muatan = Sudut belahan karena Momen dan

Goyangan

• Batang AB : ( Sudut belahan A )


αΑ = 0
Μ1.h 2 Μ2.h 2 δ 2
βΑ = − −
3Ε Ι 6Ε Ι h2
αΑ = βΑ

Μ1.h 2 Μ2.h 2 δ 2
− − = 0 ……………………...............................................
3ΕΙ 6ΕΙ h2

(1)

• Batang BA dan BE : ( Sudut belahan ABE )


αΑΒ Ε= 0
Μ2.h 2 Μ1.h 2 Μ3.L Μ8.L δ 2
βΑΒΕ = − + + + +
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h2
αΑΒΕ = βΑΒΕ

Μ2.h 2 Μ1.h 2 Μ3.L Μ8.L δ 2


− + + + + = 0 ………...............................
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h2

(2)

• Batang BC dan BE : ( Sudut belahan EBC )


αΕ ΒC = 0
Μ4.h1 Μ5.h1 Μ3.L Μ8.L δ 2 − δ1
βΕΒC = − − − −
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1
αΕΒC = βΕΒC

Μ4.h1 Μ5.h1 Μ3.L Μ8.L δ 2 − δ1


− − − − = 0 ……..............................
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1

(3)

• Batang CB dan CD : ( Sudut belahgan BCD )


9q
αΒCD = L3
384 ΕΙ
Μ5.h1 Μ4.h1 Μ5.L Μ6.L δ 2 − δ1
βΒCD = − + + −
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1

24
αΒCD = βΒCD

Μ5.h1 Μ4.h1 Μ5.L Μ6.L δ 2 − δ1 9q


− + + − = L3 ……………………
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1 384 ΕΙ
(4)

• Batang DC dan DE : ( Sudut belahan CDE )


7q
αCD Ε = L3
384 ΕΙ

Μ6.L Μ5.L Μ6.h1 Μ7.h1 δ 2 − δ1


βCD Ε = + + − −
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1
αCD Ε = βCD Ε

Μ6.L Μ5.L Μ6.h1 Μ7.h1 δ 2 − δ1 7q


+ + − − = L3 ……………………
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1 384 ΕΙ

(5)

• Batang ED dan EB : ( Sudut belahan DEB )


αDΕ Β= 0
Μ7.h1 Μ6.h1 Μ8.L Μ3.L δ 2 − δ1
βDΕΒ = − + − − −
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1
αDΕΒ = βDΕΒ

Μ7.h1 Μ6.h1 Μ8.L Μ3.L δ 2 − δ1


− + − − − = 0 ….............................
3ΕΙ 6ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ h1

(6)

• Batang EB dan EF : ( Sudut belahan BEF )


αΒΕF = 0
Μ9.h 2 Μ8.L Μ3.L
βΒΕF = + +
3ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ
αΒΕF = βΒΕF

Μ9.h 2 Μ8.L Μ3.L


+ + = 0 …………................................……………………
3ΕΙ 3ΕΙ 6ΕΙ

(7)

• ∑ΜΒ =0 ............. Μ2 − Μ4 − Μ3 = 0 ..............................................

(8)

25
• ∑ΜΕ =0 .............. Μ8 − Μ7 − Μ9 = 0 .............................................

(9)

Μ2 + Μ1 Μ9
• ∑Η = 0 ................ h2
+
h2
= 0 ...........................................

( 10 )
− Μ4 − Μ5 Μ6 + Μ7
+ = 0 ............................. ( 11 )
h1 h1

Dari 11 ( sebelas ) persamaan akan dapat dicari nilai Μ1 s/d Μ9 ,

δ1 dan δ 2

26
B. METHODE SLOPE DEFLECTION
( Cara Defleksi Kemiringan )
Cara ini dapat digunakan untuk menganalisa semua jenis Balok atau kerangka

kaku Statis Tak Tentu. Anggapan yang ada disini adalah semua sambungan

dianggap kaku yaitu Sudut disambungan pada titik buhul tidak berubah

harganya ketika beban diberikan. Sambungan kakunya dianggap hanya

berputar secara keseluruhan atau dengan kata lain sudut antara garis

singgung ke berbagai cabang Kurva elastic yang bertemu di sebuah

sambungan tetap sama seperti sudut di struktur yang belum terdeformasi.

Untuk memenuhi keseimbangan jumlah dari momen ujung yang timbul pada

setiap sambungan pada ujung pertemuan batang-batangnya harus sama

dengan 0 ( nol )

A θΒ B

P1 P2 ΜΑΒ ΜΒ Α

A B C b) Free Body Diagram

batang

θΒ ΜΒ C θC
B C

θΒ ΜCΒ
D
B C
ΜΒ D ΜCΒ
E θΒ θC

27
a) Rangka / Portal kaku
ΜDΒ
D
ΜΕ C
E
c) Free body diagram Titik buhul

ΜΒ Α ΜΒ C ΜCΒ
B C

ΜCΕ
ΜΒ D

Syarat sambungan di B : ∑ΜΒ =0

ΜΒ Α+ ΜΒC + ΜΒD = 0

Syarat sambungan di C : ∑ΜC = 0


ΜCΒ + ΜCΕ = 0

ΜΑΒ P1 P2 ΜΒ Α
θΒ
=
A θΑ (EI) B
L

A P1 P2 Μ
ΒΑ
+
Μ
ΑΒ B

A θΑ 1 θΒ1 B
Μ′Α +

28
A B Μ′Β
θΑ 2 θΒ2
PENURUNAN PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION :

Dalam persamaan Slope Deflection Momen Akhir dinyatakan dalam suku-suku

rotasi ujung ( θΑ dan θΒ ) dan pembebanan yang ada ( P1 dan P2 ). Dengan

adanya pembebanan yang ada diperlukan Momen-momen ujung terjepit

( Momen primer = Μ
ΒΑ dan Μ
ΒΑ ) yang keduanya berlawanan arah jarum

jam. Momen-momen ujung terjepit tambahan Μ′Α dan Μ′Β sedemikian

besarnya sehingga menyebabkan adanya Rotasi θΑ dan θΒ. Μ′Α


menyebabkan rotasi θΑ 1 dan θΒ1 dan Μ′Β menyebabkan rotasi θΑ 2 dan θΒ

Syarat :

θΑ = - θΑ 1 + θΑ 2
θΒ = θΒ1 - θΒ2

Superposisi :

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + Μ′Α

ΒΑ + Μ′Β
ΜΒ Α = Μ

Rumus rotasi :

Μ′Α.L Μ′Α.L
θΑ 1 = , θΒ 1 =
3Ε Ι 6Ε Ι
Μ′Β.L Μ′B.L
θΑ 2 = , θΒ2 =
6Ε Ι 3Ε Ι

Μ′Α.L Μ′Β.L 2Μ′Α.L Μ′Β.L


θΑ = - + ................. ( x2 ) >>>>> 2 θΑ = - +
3Ε Ι 6ΕΙ 3ΕΙ 3ΕΙ

29
Μ′Α.L Μ′B.L Μ′Α.L Μ′B.L
θΒ = - ..............................>>>>> θΒ = +
6Ε Ι 3Ε Ι 6Ε Ι 3ΕΙ
+
3Μ′Α.L
2 θΑ + θΒ = -
6ΕΙ

2ΕΙ
Jadi .................................................... Μ′Α = ( 2 θΑ - θΒ )
L
2ΕΙ
Dengan jalan yang sama ................. Μ′B = ( 2 θΒ - θΑ )
L

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + Μ′Α

2ΕΙ
= Μ
ΑΒ + ( - 2 θΑ - θΒ )
L

ΒΑ + Μ′Β
ΜΒ Α = Μ
2ΕΙ
= Μ
ΒΑ + ( - 2 θΒ - θΑ )
L
2ΕΙ
Jika dianggap
L
∞ K maka persamaan menjadi :

PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION :

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ( - 2 θΑ - θΒ )

ΒΑ + K ( - 2 θΒ - θΑ )
ΜΒ Α = Μ

Persamaan SLOPE DEFLECTION untuk batang yang salah satu tumpuannya

turun :

A B

Μ
ΑΒ′ δ

Μ
ΒΑ′

Akibat turunnya titik B sebesar δ , ada tambahan Momen Primer sebesar :

6ΕΙδ
Μ
ΑΒ′= = Μ
ΒΑ′
L ∧2

30
Persamaan menjadi :
6ΕΙδ
ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ( - 2 θΑ - θΒ ) +
L ∧2

Maka :

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ( - 2 θΑ - θΒ + )
L

ΒΑ + K ( - 2 θΒ - θΑ +
ΜΒ Α = Μ )
L

CONTOH :

1. BALOK MENERUS :

2 t/m 4t 4t 6t

A (2EI) B (EI) C (EI) D


8m 1m 2m 1m 4m 4m

L1 = 8 M L2 = 4 M L3 = 8 M

13,05 5,91 4,18 6,89

8,89
4,30 2,67

D
7,11 3,70 3,30

Diketahui : Konstruksi seperti tergambar

31
Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara Slope Deflection

Jawab :

• MOMEN PRIMER

Μ
ΑΒ = + 1/12. 2. 82 = + 10,67 tm ; Μ
ΒΑ = - 10,67 tm

4.1.3 ∧ 2 4.3.1 ∧ 2
Μ
ΒC =+ + = + 3,00 tm ; ΜCΒ = - 3,00 tm
4 ∧2 4 ∧2

ΜCD = + 1/8 . 6. 8 = + 6,00 tm ; Μ


ΒC = - 6,00 tm

• ANGKA KEKAKUAN RELATIF


2ΕΙ ΕΙ ΕΙ
K ΑΒ : K ΒC : K CD =
8
:
4
:
8
= ∞ 2:2:1

Karena A dan D adalah jepit maka :


θA = 0
θD = 0

• PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ΑΒ ( - 2 θΑ - θΒ ) = + 10,67 – 2 θΒ

ΒΑ + K ΒΑ ( - 2 θΒ - θΑ ) = - 10,67 - 4 θΒ
ΜΒ Α = Μ

Β C + K ΒC ( - 2 θΒ - θC ) = + 3,00 - 4 θΒ - 2 θC
ΜΒ C = Μ

ΜCΒ = ΜCΒ + K CΒ ( - 2 θC - θΒ ) = - 3,00 - 4 θC - 2 θΒ

ΜCD = ΜCD + K CD ( - 2 θC - θD ) = + 6,00 - 2 θC

ΜDC = ΜDC + K DC ( - 2 θD - θC ) = - 6,00 - θC

• PERSYARATAN KESEIMBANGAN

∑Β = 0 >>>>>>> ΜΒ Α+ ΜΒC = 0
- 10,67 - 4 θΒ + 3,00 - 4 θΒ - 2 θC = 0

-7,67 - 8 θΒ - 2 θC = 0 ..................................................

(1)

∑C = 0 >>>>>>> ΜCΒ + ΜCD = 0

32
- 3,00 - 4 θC - 2 θΒ + 6,00 - 2 θC = 0

3,00 - 2 θΒ - 6 θC = 0 ...................................................

(2)

Dari persamaan (1) dan (2) diperoleh :

θC = + 0,89 ; θΒ = - 1,19

ΜΑΒ = + 10,67 – 2 θΒ = + 13,05 tm

ΜΒ Α = - 10,67 - 4 θΒ = - 5,91 tm
ΜΒ C = + 3,00 - 4 θΒ - 2 θC = + 5,98 tm

ΜCΒ = - 3,00 - 4 θC - 2 θΒ = - 4,18 tm

ΜCD = + 6,00 - 2 θC = + 4,22 tm

ΜDC = - 6,00 - θC = - 6,89 tm

• PERHITUNGAN BIDANG D
ΜΑΒ ΜΒΑ 13 ,05 5,91
RΑ = RΑ + − = ½ . 2. 8 + − = 8,89 ton
L1 L1 8 8
ΜΒΑ ΜΑΒ 5,91 13 ,05
RΒki = RΒ1 + − = ½ . 2. 8 + − = 7,11 ton
L1 L1 8 8
ΜΒ C ΜCΒ 5,98 4,18
RΒka = RΒ2 + − = 4+ − = 4,30 ton
L2 L2 6 6
ΜCΒ ΜΒ C 4,18 5,98
RCki = RC 1 + − = 4+ − = 3,70 ton
L2 L2 6 6
ΜCD ΜDC 4,22 6,89
RCka = RC 2 + − =½.6+ − = 2,67 ton
L3 L3 8 8
ΜDC ΜCD 6,89 4,22
RD = RD + − =½.6+ − = 3,33 ton
L3 L3 8 8

2. PORTAL TIDAK BERGOYANG


Diketahui : Konstruksi seperti tergambar

Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara SLOPE DEFLECTION

Jawab :

33
• MOMEN PRIMER :

Μ
ΑΒ =- Μ
ΒΑ = 1/12 . 2,4 . 8 = +12,8 tm
2

Μ
ΒC = - ΜCΒ = 1/8 . 6 . 8 = 6,0 tm

2,4 t/m 6 ton

A ( 2ΕΙ ) B ( 2ΕΙ ) C

( ΕΙ) ( ΕΙ) 8m

8m 8m
D E

13,8914
12,2665

4,0837

1,6332
M maks

8,374
4,533

1,467

34
10,826

0,51 0,204
• ANGKA KEKAKUAN RELATIF :

K ΑD : K ΑΒ : K Β Ε : K ΒC = 1/8 : 2/8 : 1/8 : 2/8 = 1 : 2 : 1 : 2

• PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION :

ΜDΑ = ΜDΑ + K DΑ ( - 2 θD - θΑ ) = - 2 θD - θΑ

Α D + K ΑD ( - 2 θΑ - θD ) = - 2 θΑ - θD
ΜΑ D = Μ

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ΑΒ ( - 2 θΑ - θΒ ) = - 4 θΑ – 2 θΒ + 12,8

ΒΑ + K ΒΑ ( - 2 θΒ - θΑ ) = - 2 θΑ - 4 θΒ - 12,8
ΜΒ Α = Μ

ΜΒ Ε = Μ
ΒΕ + K Β Ε (- 2 θΒ - θΕ ) = - 2 θΒ - θΕ

Β C + K ΒC ( - 2 θΒ - θC ) = - 4 θΒ - 2 θC + 6
ΜΒ C = Μ

ΜCΒ = ΜCΒ + K CΒ ( - 2 θC - θΒ ) = - 4 θC - 2 θΒ - 6

ΜΕ Β= ΕΒ + K Ε Β ( - 2 θΕ - θΒ ) = - θΒ- 2 θΕ

• SYARAT KESEIMBANGAN :

∑ΜΑ =0 >>>> ΜΑD + ΜΑΒ = 0

- 6 θΑ - 2 θΒ - θD + 12,8 = 0 ...............................

(1)

∑ΜD = 0 >>>>>> ΜDΑ = 0

- 2 θD - θΑ = 0 .......................................................

(2)

∑ΜΒ =0 >>>>>>> ΜΒ Ε+ ΜΒC + ΜΒ Α = 0

- 2 θΑ - 10 θΒ - 2 θC - θΕ - 6,8 = 0 ...................

(3)

∑ΜΕ =0 >>>>>>> ΜΕ Β = 0

35
- θΒ - θΕ = 0 ..........................................................

(4)

∑ΜC = 0 >>>>>>> ΜCΒ = 0

- 2 θΒ - 4 θC - 6 = 0 ..............................................(5)

Dari ke 5 ( lima ) persamaan didapat :

θΑ = 2,722, θΒ = - 1,088, θC = - 0,956, θD = - 1,361, θΕ =

0,544

Sehingga hasil Momen akhir adalah :


ΜΑ D = −4,0837 ; ΜDΑ = ΜΕΒ = ΜCΒ = 0; ΜΒΑ = −13 ,8914 tm
ΜΑΒ = 4,0869 ; ΜΒ C = 12 ,2665 ; ΜΒΕ = 1,63324 tm

• PERHITUNGAN BIDANG D
ΜΑΒ ΜΒΑ
RΑ = RΑ + − = 8,374 ton
L1 L1
ΜΒΑ ΜΒΑ
RΒki = RΒ1 + − = 10 ,826 ton
L1 L1
ΜΒ C
RΒka = RΒ2 + = 4,533 ton
L2
ΜΒ C
RC = RC - = 1,467 ton
L2
ΜΑ D
DΗ = = 0,51 ton
Η
ΜΒ Ε
Ε Η= = 0,204 ton
Η

3. PORTAL TIDAK BERTINGKAT BERGOYANG

Diketahui : Portal seperti tergambar

Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara SLOPE DEFLECTION

36
Jawab :

Portal mengalami pergoyangan horizontal sebesar δ


δ
RDC = +
ΗDC
δ
RΑΒ = +
ΗΑΒ

Dengan catatan putaran sudut searah jarum jam

4 ton
C δ B δ

(2EI)

(EI) 3m

6m (EI) RΑΒ

RDC A

D
2m 2m

5,5804

0,3502

37
6,4743

0,515

1,863

D
3,485

1,860

4,137
• MOMEN PRIMER
2
ΜDC = −ΜCD =1 / 12 .1.6 = 3 tm

ΜCΒ = −Μ
Β C =1 / 8.4.4 = 2 tm

• ANGKA KEKAKUAN RELATIF

K CD : K CΒ : K ΒΑ = 1/6 : 2/4 : 1/3 = 2 : 6 : 4


δ δ
R DC = >>>>>>>>>>>>>>>> 3R DC = 3. = ½ δ misal R
6 6
δ δ
R ΑΒ = >>>>>>>>>>>>>>>> 3R ΑΒ = 3. = δ missal 2R
3 3

• PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION

38
ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ΑΒ ( - 2 θΑ - θΒ + 2R ) = - 8 θΑ – 4 θΒ + 8R

ΒΑ + K ΒΑ ( - 2 θΒ - θΑ + 2R ) = - 4 θΑ - 8 θΒ + 8R
ΜΒ Α = Μ

Β C + K ΒC ( - 2 θΒ - θC ) = - 12 θΒ - 6 θC - 2
ΜΒ C = Μ

ΜCΒ = ΜCΒ + K CΒ ( - 2 θC - θΒ ) = - 6 θC - 12 θΒ + 2

ΜCD = ΜCD + K CD ( - 2 θC - θD ) = - 4 θC - 12R - 3

ΜDC = ΜDC + K DC ( - 2 θD - θC ) = - 2 θC + 2R + 3

D = jepit maka θD = 0

• SYARAT KESEIMBANGAN

∑ΜC = 0 >>>>>>>>>> ΜCΒ + ΜCD = 0

- 6 θΒ - 16 θC + 2R = 1 .................................

(1)

∑ΜΒ =0 >>>>>>>>>>>>>>>> ΜΒC + ΜΒ Α = 0

- 4 θΑ - 20 θΒ - 6 θC + 8R = 2 .................

(2)

∑ΜΑ =0 >>>>>>>>>>>>>>>> ΜΑΒ = 0

- 8 θΑ - 4 θΒ + 8R = 0 ..................................

(3)

∑Η = 0 >>>>>>>>>>>>>>>> DΗ + DΑ = 1.6
1.6 ΜCD + ΜDC
DΗ = + ;
2 6

ΜΑΒ + ΜΒ Α
DΑ =
3
ΜCD + ΜDC + 2ΜΑΒ + 2ΜΒ Α = 0 >>>>>>>>

- 24 θΑ - 24 θΒ - 6 θC + 36R = 18 ............

(4)

Dari ke 4 ( empat ) persamaan diperoleh :

ΜΑ ∞ 0 ΜΒ C = −5,588 tm ΜCD = 0,3491 tm

39
ΜΒΑ = 5,5804 tm ΜCΒ = −0,3502 tm ΜDC = 6,4743 tm

• PERHITUNGAN BIDANG D
DΗ = 4,137 ton CΗ =1,863 ton
 ΜCΒ + ΜΒ C 
RC = RC -   = 0,515 ton
 4 

 ΜΒ C + ΜCΒ 
RΒ = RΒ +   = 3,485 ton
 4 
ΜΒΑ
ΑΗ = = 1,86 ton
3

4. PORTAL BERTINGKAT BERGOYANG ( TERSUSUN )

1 t/m

A B B’

δ1 (5EI) δ1

(2EI) (2EI)

R ΑC 1 t/m

C D R ΒD
δ2 (5EI) δ2

(2EI)
(4EI)

F R ΕF

R CΕ
E

40
• ANGKA KEKAKUAN

K ΑΒ : K ΑC : K CΕ : K DF : K ΒD =

5 2 4 2 2 5
: : : : : = 25 : 14 : 20 : 14 : 14 : 25
7 5 7 5 5 7

• MOMEN PRIMER

Μ
ΑΒ =- Μ
ΒΑ = 1/12. 1. 7 = 4,08 tm ;
2
ΜCD =- ΜDC = 4,08 tm

• HARGA – HARGA R RELATIF


3(δ1 − δ 2) 3(δ1 − δ 2)
3 R ΑC = ∞ R1 ; 3 R ΒD = ∞ R1
5 5
3.δ 2 3.δ 2
3 R CΕ = ∞ 5 R2 ; 3 R DF =
5
∞ 7 R2
7

• PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION

ΜΑΒ = Μ
ΑΒ + K ΑΒ ( - 2 θΑ - θΒ ) = 4,08 - 50 θΑ – 25 θΒ

ΒΑ + K ΒΑ ( - 2 θΒ - θΑ ) = - 4,08 - 25 θΑ - 50 θΒ
ΜΒ Α = Μ
ΜCD = ΜCD + K CD ( - 2 θC - θD ) = 4,08 - 50 θC - 25 θD

ΜDC = ΜDC + K DC ( - 2 θD - θC ) = - 4,08 – 50 θD - 25 θC

ΜΑC = 0 + K ΑC ( - 2 θΑ - θC ) = - 28 θΑ - 14 θC + 14R1

ΜCΑ = 0 + K CΑ ( - 2 θC - θΑ ) = - 28 θC - 14 θΑ + 14R1

ΜCΕ = 0 + K CΕ ( - 2 θC - θΕ ) = - 40 θC - 20 θΕ + 100R2

ΜΕC = 0 + K ΕC ( - 2 θΕ - θC ) = - 40 θΕ - 20 θC + 100R2

ΜΒ D = 0 + K ΒD ( - 2 θΒ - θD ) = - 28 θΒ - 14 θD + 14R1

ΜDΒ = 0 + K DΒ ( - 2 θD - θΒ ) = - 28 θD - 14 θΒ + 14R1

ΜDF = 0 + K DF ( - 2 θD - θF ) = - 28 θD - 14 θF + 98R2

ΜFD = 0 + K FD ( - 2 θF - θD ) = - 28 θF - 14 θD + 98R1

• SYARAT KESEIMBANGAN

∑ΜΑ =0 >>> ΜΑC + ΜΑ Β = 0

41
4,08 - 78 θΑ - 25 θΒ - 14 θC + 14 R1 = 0 ........................

(1)

∑ΜΒ =0 >>>> ΜΒD + ΜΒ Α = 0

- 4,08 - 25 θΑ - 78 θΒ - 14 θD + 14 R1 = 0 .....................

(2)

∑ΜC = 0 >>> ΜCΑ + ΜCΕ + ΜCD = 0

4,08 - 14 θΑ - 118 θC - 25 θD + 14R1 + 100R2 = 0 .........

(3)

∑ΜD = 0 >>>> ΜDΒ + ΜDC + ΜDF =0

- 4,08 - 14 θΒ - 25 θC - 106 θD + 14R1 + 98R2 = 0 ......

(4)

∑KΗ = 0 >>>>> CΗ + DΗ = 0 ( lantai atas )


ΜΑC + ΜCΑ ΜΒ D + ΜDΒ
+ =0
5 5
ΜΑC + ΜCΑ + ΜΒD + ΜDΒ = 0

- 42 θΑ - 42 θΒ - 42 θC - 42 θD + 56R1 = 0 ................

(5)

∑KΗ = 0 >>>>> Ε Η+ FΗ = 0 ( lantai bawah )


ΜCΕ + ΜΕ C ΜDF + ΜFD
+ =0
7 7
5ΜCΕ + 5ΜΕC + 7ΜDF + 7ΜFD = 0

- 1,02 θC - θD - 1,02 θΕ - θF + 6,37R2 = 0

- 1,02 θC - θD + 6,37R2 = 0 ...........................................

(6)

Dari keenam persamaan diatas didapat :

θΑ , θΒ , θC , θD , R1 , R2

Sehingga dari keenam persamaan (1) s/d (6) didapat

42
ΜΑΒ , ΜΒ Α , ΜCD , ΜDC , ΜΑ C , ΜCΑ , ΜCΕ ,

ΜΕC ,

ΜΒ D , ΜDΒ , ΜDF , ΜFD .

Dengan demikian maka dapat dilukis bidang M dan dapat dihitung dan

dilukis bidang D

5. PORTAL MIRING

4t 5 t

3t

C D

1 t/m (EI)

(EI) (EI) 8m

A B
6m 2m 2m

C δ D δ
D’
C’
¾δ

5/4 δ

A B

Diketahui : Konstruksi seperti tergambar

43
Hitung dan lukis bidang M dan D dengan cara Slope Deflection

Jawab :

• Momen Primer

Μ
ΑC =- ΜCΑ = 1/12 . 1. 82 = 5,333 tm

ΜCD =- ΜDC = 1/8 . 4. 4 = 2 tm

• Angka kekakuan

K ΑC : K CD : K ΒD = 1/10 : ¼ : 1/8 = 4 : 10 : 5

>>>>> θΑ = θΒ = 0 ( jepit )
5 / 4.δ
R ΑC = = 0,125 δ
10
3 / 4.δ
R CD = = 0,1875 δ
4
δ
R DΒ =
8
• Persamaan Slope Deflection

Μ Α C + K ΑC ( - 2 θΑ - θC + 3RAC )
ΑC = Μ

= 5,333 + 4 ( - 2 θΑ - θC + 3. 0,125 δ )

= 5,333 - 8 θΑ - 4 θC + 1,5 δ

ΜCΑ = ΜCΑ + K CΑ ( - 2 θC - θΑ + 3. 0,125 δ )

= - 5,333 - 8 θC - 4 θΑ + 1,5 δ

= - 5,333 - 8 θC + 1,5 δ

ΜCD = ΜCD + K CD ( - 2 θC - θD + 3RCD )

= 2 - 20 θC - 10 θD + 5,625 δ

ΜDC = ΜDC + K DC ( - 2 θD - θC + 3RCD )

= - 2 - 20 θD - 10 θC + 5,625 δ

ΜDΒ = ΜDΒ + K DΒ ( - 2 θD + 3RDB )

= - 10 θD + 1,875 δ

Β D + K ΒD ( - 2 θΒ + 3RDB )
ΜΒ D = Μ

44
= - 5 θD + 1,875 δ

• SYARAT KESEIMBANGAN

∑ΜC = 0 >>>> ΜCΑ + ΜCD = 0

- 5,333 - 8 θC + 1,5 δ + 2 - 20 θC - 10 θD + 5,625 δ

=0

- 28 θC - 10 θD + 7,125 δ = 3,333 ............................ (1)

∑ΜD = 0 >>>> ΜDC + ΜDΒ = 0

- 2 - 20 θD - 10 θC + 5,625 δ - 10 θD + 1,875 δ = 0

- 10 θC - 30 θD + 7,5 δ = 2 ...................................... (2)

∑KΗ = 0 >>>>> ΑΗ+ Β Η− 1.8 + 3 = 0


Α Η+ Β Η− 5 = 0

• FREE BODY DIAGRAM BATANG - BATANG

4 ton

AV ΜDC

C 3 ton D

ΜCΑ ΜCD
AV ΜDΒ

ΜΑC ΜΒ D
A B
AH BH

45
Freebody C – D :
ΜCD + ΜDC 8 + ΜCD + ΜDC
A V = 1 / 2 .4 + =
4 4

Freebody A – C :

∑ΜC = 0 >>> AV . 6 + AH . 8 - ΜΑC − ΜCΑ − 1.8.4 = 0

ΜΑC + ΜCΑ + 32 − Aν .6
AH =
8

= 0,125 ΜΑ C + 0,125 ΜCΑ+ 2,5 − 0,75 ΜCD −0,75 ΜDC

Freebody D – B :
ΜDΒ + ΜΒ D
BH = = 0,125 ΜDΒ + 0,125 ΜΒ D
8

AH + B H – 5 = 0

0,125
ΜΑ C + 0,125 ΜCΑ+ 2,5 − 0,75 ΜDC + 0,125 ΜDΒ+ 0,125 ΜΒ D −5 = 0

172 θC + 165 θD + 6,75 δ - 87,5 =0 .................................................... (3)

Dari ke 3 ( tiga ) persamaan tersebut maka dapat dihitung θC = +

2,1928, θD = +1,2265 dan δ = 11,393

Sehingga dapat dihitung pula :

ΜΑ C = - 8,566 tm, ΜCΑ = + 1,003 tm, ΜCD = - 1, 003 tm, ΜDC

= + 4,203 tm, ΜDΒ = - 4,203 tm dan ΜΒ D = - 3,436 tm

• PERHITUNGAN BIDANG D
ΜCD ΜCDC
RCV = 2 + − = 1,2 ton
4 4
ΜDC ΜCD
RDV = 2 + − = 2,8 ton
4 4
ΜΒ D + ΜDΒ
RBH = = 0,9549 ton
8

RCH = ( RBH + 3 ) = 3,9549 ton

DC = RCH . 0,80 – RCV . 0,6 = 2,4439 ton

46
DA = ( 1 x 8 . 0,80 – DC ) = 3,9561 ton

1,003 4,203

C D

M
8,566
A B
3,436

1,2
C D

2,4439
2,8
D

3,9549

B
A 0,9549

47
6. KERANGKA GABLE ( RANGKA PAYON )

Cara menghitung sama dengan yang lalu, tetapi permasalahan yang ada

sama seperti Portal miring yaitu sudut antara batang – batang yang

terdeformasi / bergesernya titik bukan sudut siku – siku sehingga

memerlukan perhatian khusus

2 t/m

(2I) (2I) 3m
B D

(I) (I) 6m

A E
12 m

48