Anda di halaman 1dari 31

KIMIA UNSUR

A. Pendahuluan
Unsur dapat dibedakan atas logam dan non logam. Pengelompokan ini sangat
penting, karena sebagian besar penerapan unsur dalam teknologi sangat bergantung pada
sifat-sifat yang dimiliki unsur tersebut, apakah bersifat logam, non logam ataukah radio
aktif. Perlu diketahui pula bahwa di antara seratus unsur lebih yang sudah kita kenal,
ternyata lebih dari tiga perempatnya merupakan unsur logam.
.
B. Unsur-Unsur Logam
Apabila kita perhatikan benda di sekeliling, maka dengan mudah kita dapatkan benda
yang terbuat dari logam dengan berbagai bentuk dan corak yang disesuaikan dengan
kebutuhan serta keinginan manusia. Barang perhiasan, peralatan mulai dari alat dapur,
rumah tangga, kontruksi, sampai pada alat transportasi, komunikasi, alat-alat berat,
maupun alat persenjataan militer yang canggih, sebagian besar dibuat dengan
menggunakan bahan logam. Dengan mengetahui berbagai sifat logam pada umumnya,
baik sifat fisika maupun kimianya, memberi peluang yang sangat besar bagi manusia
untuk memperoleh manfaat dengan membuat alat dari bahan logam yang disesuaikan
dengan kebutuhan dan keinginan manusia pada abad modern ini.
Berikut ini akan dibahas perihal logam, namun oleh karena materi tentang logam itu
luas, dalam bab ini hanya dibahas beberapa logam alkali dan alkali tanah, sedangkan
pada logam unsur transisi dibahas pada subbab berikutnya antara lain membahas prinsip
metalurgi, prinsip pemurnian logam dan paduan logam.

Logam Alkali
Logam alkali dalam sistem periodik terdapat dalam golongan IA. Unsur yang
termasuk golongan ini adalah Lithium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb),
Sesium (Cs) dan Fransium (Fr). Logam alkali sangat aktif, sehingga tidak terdapat dalam
keadaan bebas di alam, tetapi dalam bentuk senyawa. Oleh karena logam ini sangat
reaktif, mudah bereaksi dengan oksigen dan uap air di udara, maka untuk menyimpan
logam ini biasanya direndam dalam minyak tanah atau minyak parafin.

1
Secara fisis logam alkali dapat diidentifikasi sebagai logam yang sangat lunak dan
dapat diiris dengan pisau. Sedangkan sifat kimiawi logam alkali ini antara lain:
a. mudah bereaksi dengan udara membentuk oksida, selain itu juga akan
membentuk garam karbonat karena udara itu mengandung uap air dan CO2.
b. bereaksi dengan beberapa unsur non logam. Misalnya, dengan oksigen
akan menghasilkan oksida.
Litium akan membentuk monooksida, Natrium akan membentuk peroksida dan unsur
lain membentuk superoksida.
Reaksi: 4Li + O2  2Li20
2Na + O2  Na2O2
K + O2  KO2
c. dengan air bereaksi sangat cepat, reaksinya eksoterm dan akan
menghasilkan hidroksida dan gas hidrogen.
Reaksi: 4Li(s) + H2O  2LiOH(aq) + H2(g)
2Na(s) + 2H2O  2NaOH(aq) + H2(g)
2K(s) + 2H2O  2KOH(aq) + H2(g)
d. bereaksi dengan asam klorida dan amonia, menghasilkan gas hidrogen
Reaksi: 2Na + 2HC1  2NaCl + H2
2Na + 2NH3  2NaNH2 + H2
e. dalam amonia cair logam alkali dapat larut menghasilkan larutan
berwarna biru bila diencerkan.
f. merupakan reduktor kuat.
g. reaksi nyala dari unsur alkali memberikan warna:
Litium memberikan warna merah.
Natrium memberikan warna kuning.
Kalium memberikan warna ungu.

Kegunaan Logam Alkali


Beberapa kegunaan logam alkali antara lain:
a. Litium dapat digunakan untuk menyerap N2 karena logam ini sangat
reaktif terhadap N2.

2
b. Natrium banyak digunakan untuk:
i. pembuatan timbal tetraetil, yaitu suatu bahan untuk
meninggikan bilangan oktan bensin.
Pb + 4Na + 4C2H5C1  (C2H5)4Pb + 4NaCl
ii. untuk pembuatan lampu natrium yang dapat menembus kabut.
iii. aliasi Na/K digunakan sebagai cairan pendingin untuk reaktor atom.

Tabel 1. Sifat-sifat Fisik Logam-logam Alkali

Lithium Natrium Kal ium Rubidium Cesium


Titik didih, °C 131 98 64 39 29

Titik lebur, °C 1336 881 766 694 679

Kerapatan, g/Cm3 0,54 0,97 0,87 1,53 1,88

Susunan elektron 2,1 2,8,1 2,8,8,1 2,8,18,8,1 2,8,18, 18,8,1

Energi ionisasi, eV 5,4 5,1 4,3 . 4,2 3,9

Jari-jari atom, Ǻ 1,34 1,54 1,96 1,96 2,35

Jari- jari ion. Ǻ 0,60 0,95 1,33 1,33 1,69

Keelektronegatifan 1,0 0,9 0,8 0,8 0,7

Struktur kristal bcc bcc bcc bcc bcc

Beberapa Senyawa logam alkali dan kegunaannya


Beberapa senyawa logam alkali yang perlu diketahui serta kegunaannya antara lain:
a. Na2O2 (Natrium peroksida), digunakan sebagai sumber oksigen untuk
bernafas bagi awak kapal selam dan pemakai topeng gas.
b. NaOH (Natrium hidroksida), biasa dipakai untuk pembuatan sabun,
industri tekstil, kertas dan zat warna.
c. KOH (Kalium hidroksida), digunakan untuk pembuatan sabun lunak.

3
d. Na2CO3 (Natrium karbonat), senyawa ini disebut pula soda natron, soda
api, dipakai sebagai bahan dasar pada pembuatan kaca, pembuatan pulp, kertas,
tekstil, sabun dan detergen. Selain itu dipakai pula untuk menghilangkan kesadahan
air.
e. NaHCO3 (Natrium hidrogen karbonat) dikenal juga dengan nama soda
kue, karena sering dipakai dalam pembuatan kue sebagai pengembang.
f. KNO3 (Kalium nitrat), digunakan untuk pengawet daging dan agar warna
daging tetap merah. Selain itu digunakan pula sebagai bahan untuk membuat
mesiu/petasan.

Logam Alkali Tanah


Dalam sistem periodik logam ini terdapat dalam golongan IIA. Unsur golongan IIA
terdiri dari Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr)., Barium (Ba)
dan Radium (Ra). Logam alkali tanah sangat reaktif, tetapi tidak sereaktif logam alkali,
dan logam ini tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam.

Tabel 2. Sifat-sifat Fisik Logam-logam Alkali Tanah

Berilium Magnesium Kalsium Stronsium Barium


Titik didih, oC 1277 650 850 769 725

Titik lebur, oC 2484 1150 1487 1381 1849

Kerapatan, g/cm3 1,86 1,74 1,55 2,6 3,59

Susunan elektron 2,2 2,8,2 2,8,8, 2 2,8,18, 8,2 2,8,18, 18,8,2


Energi ionisasi, eV 9,3 7,6 6,1 5,7 5,2

Jari-jari atom, Ǻ 1,25 1,45 1,74 1,92 1,98

Jari-jari ion, Ǻ 0,31 0.65 0,99 1,33 1,35

Keelektronegatifan 1,5 1,2 1,0 1,0 0,9

Struktur kristal hex hex fcc fcc bcc

Beberapa sifat kimia logam alkali tanah yang perlu diketahui antara lain:

4
a. magnesium terbakar di udara dengan nyala terang menghasilkan MgO yang berupa
serbuk putih.
Reaksi: 2Mg + O2  2MgO
b. bereaksi dengan asam menghasilkan gas H2
Reaksi: Ca + 2HC1  CaCl2 + H2
c. bereaksi dengan air membentuk hidroksida dan gas H , kecuali Be.
Reaksi: Ca + 2H2O  Ca(OH) 2 + H2
d. reaksi nyala garam memberikan warna tertentu
Ca2+ memberikan warna merah bata.
Sr2+ memberikan warna merah anggur.
Ba2+ memberikan warna-hijau
Beberapa Senyawa Logam Alkali Tanah dan Kegunaannya
Beberapa senyawa logam alkali tanah yang perlu diketahui serta kegunaannya antara
lain:
a. CaO (Kalsium Oksida), dikenal dengan nama kapur kembang atau kapur
tohor, digunakan sebagai bahan bangunan, karena sifatnya sangat higroskopis
digunakan sebagai pengering.
b. Ca(OH)2 (Kalsium hidroksida), larutannya disebut air kapur, digunakan
sebagai pengikat gas CO2. Selain itu digunakan untuk menghilangkan kesadahan air
dan untuk pengolahan air limbah.
c. CaSO4 (Kalsium sulfat), zat ini merupakan padatan putih yang hampir tidak larut
dalam air. CaSO4 yang mengandung air kristal yaitu CaSO4.2H2O digunakan sebagai
bahan gips untuk dipakai pembalut tangan atau kaki yang patah, membuat cetakan
dan pembuatan patung.
d. CaCO3 (Kalsium karbonat), dipakai sebagai bahan pembuatan kaca dan pembuatan
semen.
e. CaCl2 (Kalsium klorida), zat ini bersifat higroskopis karena itu
digunakan sebagai pengering.
f. Ca3(PO4)2 (Kalsium fosfat), terdapat sebagai mineral di dalam tulang, zat
ini dipakai untuk membuat pupuk.

5
g. CaC2 (Kalsium karbida), dikenal sebagai karbit, reaksi dengan air
membentuk gas asetilen yang dipakai untuk mengelas.
Reaksi: CaC2 + H2O  CaO + C2H2,
h. Sr(NO3)2 (Stronsiumnitrat), memberikan warna merah pada nyala api,
karena itu dipakai untuk membuat kembang api.
i. Ba(OH)2 (Barium hidroksida), larutannya dinamakan air barit, dapat
digunakan sebagai pengikat gas karbondioksida.
j. BaSO4 (Bariumsulfat), merupakan padatan putih yang hampir tidak larut
dalam air dan dalam asam. Digunakan sebagai bahan pemutih, untuk bahan cat putih,
sebagai pengisi karet untuk menambah kekuatan dan untuk pengisi kertas agar tinta
tidak merembes.
k. Ba(NO3)2 (Barium nitrat), zat ini dipakai untuk membuat kembang api
karena dapat memberikan warna hijau pada nyala api.

C. Unsur-Unsur Non Logam

Unsur-unsur yang akan dibicarakan pada kegiatan ini adalah unsur-unsur non logam.
Dalam sistem periodik unsur-unsur ini terdapat pada golongan IVA, VA, VIA dan VIII.
Dalam uraian selanjutnya akan dibicarakan beberapa unsur dari golongan VIA yaitu
belerang dan oksigen, golongan VIII yaitu gas mulia. Selain itu dibahas pula unsur
hidrogen, walaupun unsur tersebut dalam sistem periodik termasuk golongan logam
alkali, akan tetapi unsur hidrogen ini mempunyai sifat non logam.

Oksigen dan Senyawa-senyawanya


Anda pasti mengetahui, bahwa kebutuhan yang paling pokok yang harus dipenuhi
dalam kehidupan ini adalah makan dan minum. Namun barangkali terlepas dari perhatian
Anda, bahwa di samping kebutuhan tadi, manusia membutuhkan udara segar yang
dihirup pada waktu bernafas.
Boleh jadi Anda dapat bertahan untuk hidup, tidak makan dan minum hingga 1
sampai 2 minggu, tetapi Anda tidak akan dapat bertahan selama itu tanpa bernafas. Coba
Anda perhatikan apakah sebetulnya yang terjadi pada waktu kita bernafas?

6
Bernafas pada hakikatnya adalah menghisap oksigen (O2) dari udara di sekitar kita.
Oksigen yang dihisap pada waktu bernafas, masuk ke dalam darah dan dibawa ke
jaringan tubuh. Pada proses selanjutnya oksigen bereaksi dengan zat-zat makanan dengan
membentuk uap air dan karbondioksida (CO2) serta panas (energi).
Reaksi oksigen dengan zat makanan dalam tubuh sering kita kenal dengan oksidasi
atau pembakaran yang menghasilkan energi atau panas. Energi inilah sangat kita
butuhkan untuk kegiatan-kegiatan fisik dari anggota tubuh kita, serta untuk menjaga
supaya suhu badan kita tetap stabil.
Berbicara tentang pembakaran, perlu Anda ketahui bahwa sebelum suatu zat dapat
terbakar, maka zat itu memerlukan panas sampai suhu tertentu, barulah bisa mengadakan
reaksi pembakaran dengan oksigen yang dapat dilihat dalam bentuk cahaya atau nyala
api. Temperatur dimana suatu zat yang dipanaskan bersama oksigen terbakar disebut
temperatur pembakaran atau titik bakar.
Berdasarkan uraian tadi, Anda dapat memahami bagaimana proses kebakaran hutan
pada musim kemarau panjang terjadi. Pada proses ini jika kita perhatikan ada 3
komponen yang saling berkaitan erat sehingga menimbulkan kebakaran yakni :
a. zat/bahan yang dapat terbakar (bahan bakar).
b. Ada oksigen (O2).
c. Panas yang mencapai titik bakar dari bahan bakar tersebut.
Jika tidak ada salah satu di antara tiga komponen tadi, maka tidak akan terjadi api.
Udara bersih mengandung 21% volume. Gas oksigen di alam terdapat dalam bentuk
monoatom, O, diatom, O2, dan tri-atom, O3. Sifat-sifat fisik dan kimia alotrof-alotrof ini
tentunya berbeda-beda dan biasanya disebut atom oksigen (O), oksigen biasa (O2), dan
ozon (O3). Oksigen yang ada dalam udara hampir seluruhnya berupa O2.
Ozon terjadi sedikit di udara pada saat ada petir, sedangkan di laboratorium ozon
dapat dibuat dengan loncatan bunga api listrik pada gas oksigen dengan memakai alat
yang disebut ozonisator. Ozon digunakan untuk pemutih dan membersihkan air, karena
ozon dapat mematikan bakteri dan mikroorganisme.
Pada lapisan stratosfer terdapat ozon dengan kadar tinggi, mempunyai fungsi yang
penting bagi kehidupan di bumi, karena dapat menyerap sebagian besar sinar ultra violet
yang datang dari matahari yang sangat membahayakan kehidupan di bumi. Oleh karena

7
itu penipisan lapisan ozon sebagai akibat ulah manusia seperti pemakaian gas freon,
percobaan/pemakaian senjata nuklir perlu dicegah. Dalam kerak bumi, sampai kira-kira
25 Km dari permukaan, dalam samudera dan dalam atmosfir unsur oksigen paling banyak
terdapat dalam bentuk senyawa-senyawanya.
Dalam industri, oksigen didapat dari udara. Udara dicairkan dengan proses
pendinginan, lalu disuling. Nitrogen (titik didih -196°C) dan argon (titik didih -186°C)
menguap terlebih dahulu, kemudian baru oksigen (titik didih -183°C). Oksigen yang
dihasilkan ini cukup murni dan disimpan dalam silinder-silinder baja.
Kecuali oksigen terdapat bebas di udara, oksigen dapat dibuat di laboratorium dengan
penguraian kaliumklorat dengan menggunakan manganoksida sebagai katalis.
Reaksi: 2KClO3  Mn O→ 2KC1
2
+ 3O2
atau mereaksikan natriumperoksida dengan air.
Reaksi: 2Na2O2 + 2H2O  4NaOH + O2
Untuk memperoleh O2 secara banyak yang dibuat dalam industri yaitu digunakan cara:
a. Destilasi udara cair.
b. Elektrolisis air 2H2O  2H2 + O2

Senyawa Oksida
Oksigen dengan unsur logam dan non logam akan membentuk oksida. Macam-
macam oksida dimaksud antara lain:
a. Oksida asam (oksida non logam): SO3, N2O5, CO2, SiO2. Oksida ini bila
dilarutkan dalam air akan membentuk larutan asam misalnya:
SO3 + H2O  H2SO4
b. Oksida basa, (oksida logam): K2O; Na2O; MgO; FeO; Fe2O3 dan lain-lain.
Oksida ini bila dilarutkan dalam air akan membentuk larutan basa. Misalnya:
K2O + H2O  2KOH.
c. Oksida amfoter yaitu oksida yang hanya dapat bereaksi dengan oksida
sangat basa atau sangat asam, misalnya: Al2O3; ZnO, PbO.
d. Oksida netral, yaitu oksida yang sukar bereaksi dengan apapun juga.
Contoh: CO, NO, dan NO2.

8
e. Oksida campuran, yaitu oksida yang mengandung logam yang mempunyai
lebih dari satu bilangan oksidasi. Contoh: Pb3O4 adalah campuran oksida PbO dengan
PbO2.

9
Reaksi-reaksi Oksigen
Karena keelektronegatifan oksigen yang besar yaitu 3,5 maka oksigen membentuk
banyak senyawa- senyawa dengan banyak unsur-unsur lain. Pada senyawanya bilangan
oksidasi oksigen biasanya –2 . Beberapa contoh senyawa yang dibentuk oleh oksigen
adalah sebagai berikut:
a. dengan logam membentuk senyawa ion
2 Li + ½ O2  LiO (1)
Zn + ½ O2  ZnO (2)
b. dengan non-logam membentuk senyawa kovalen
C + O2  CO2 (3)
H2 + ½ O2  H2O (4)

c. dengan senyawa-senyawa organik berikut ini membentuk karbon dioksida dan air
CH4 + 2 O2  CO2 + H2O (5)

Hidrogen dan Senyawa-senyawanya


Dalam keadaan bebas, hidrogen terdapat sedikit di udara yaitu sekitar 0,01%, tetapi
pada gas gunung berapi prosentasi H2 lebih besar. Unsur ini secara spektrokopis dapat
diketahui terdapat di sekitar matahari dan bintang lain. Akan tetapi di ruang angkasa
hidrogen merupakan unsur yang paling banyak. Massa matahari terdiri atas hidrogen
sebanyak 75%.
Tidak seperti oksigen, hidrogen kurang begitu penting, akan tetapi senyawanya
seperti air, protein, lemak, karbohidrat dan lain sebagainya sangat dibutuhkan dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Secara fisik hidrogen dapat kita identifikasi sebagai unsur yang paling ringan, tidak
berwarna, tidak berbau, titik didihnya –253°C , titik bekunya –259 °C dan daya larutnya
dalam air sangat kecil. Sedangkan sifat kimia hidrogen, mudah bereaksi dengan oksigen
dan beberapa unsur lain seperti belerang, klor, nitrogen, natrium dan lain-lainnya.
Contoh: 1) H2 + O2  2H2O + Energi
pada reaksi ini timbul energi yang cukup banyak sehingga gas yang ada
mengembung dengan tiba-tiba dan menimbulkan letupan kecil.
2) H2 + S  H2S
3) 3H2 + N2  2NH3

10
4) Na + H2  2NaH
5) H2 + Cl2  2HCl
Hidrogen secara kecil-kecilan dapat dibuat di laboratorium dengan cara:
a. Reaksi asam kuat encer dengan logam
Zn + 2HC1  ZnCl2 + H2
b. Reaksi logam alkali dan alkali tanah dengan air
2Na + 2H2O  2NaOH + H2
c. Reaksi beberapa logam dengan basa
Zn + 2KOH  K2ZnO2 + H2
Dalam industri, hidrogen dibuat dengan tiga cara, yaitu:
a. Cara Gas Air
Uap air diembuskan pada kokas yang panas, maka akan terbentuk gas
karbonmonooksida dan hidrogen.
C + H2O CO + H2
Campuran karbonmonooksida dan hidrogen ini disebut "gas air". Gas air ini sangat
berharga untuk bahan bakar, karbonmonooksida dan hidrogen dapat dibakar. Jika
yang diinginkan hidrogen murni, campurannya direaksikan dengan uap air panas
dengan katalis untuk mengoksidasi karbonmonooksida menjadi karbondioksida.
CO + H2O  CO + H2
gas air
Karbondioksida dapat dipisahkan dengan mengalirkan campurannya ke dalam air
pada tekanan tertentu. Karbondioksidanya larut dalam air, sedangkan hidrogennya
tidak.
b. Cara Hidrokarbon Uap Air
Banyak hidrogen juga dibuat dengan mengalirkan campuran hidrokarbon-
hidrokarbon dan uap air pada temperatur tinggi dengan katalis nikel. Misalkan
hidrokarbonnya metana, maka reaksinya adalah sebagai berikut:
CH4 + 2H2O  Ni,∆ → CO + 4H2
Karbondioksidanya dapat dipisahkan dengan cara seperti pada pembuatan hidrogen
dari gas air atau campurannya dapat dialirkan ke dalam air kapur.
CaO + CO2 + H2  CaCO3

11
c. Cara Elektrolisis air .
Ke dalam air yang dibubuhi sedikit asam sulfat, dialirkan arus listrik searah.
Reaksinya:
Anoda : H2O  2 H+ + ½ O2 + 2e
Katoda: 2 H2O + 2e  H2 + 2OH-
3 H20  2 H+ + ½ O2 + H2 + 2OH-
.
Hidrogen biasanya digunakan untuk.
a. Dalam bentuk hidrogen cair dipergunakan untuk bahan bakar roket.
b. Untuk pembuatan mentega, pada proses ini hidrogen bereaksi dengan
minyak, dengan menggunakan katalis nikel, akan menghasilkan minyak padat
(mentega).
c. Untuk pembuatan senyawa anorganik, industri pupuk, membuat HC1 dan
amoniak.
Unsur oksigen dan hidrogen mudah sekali bereaksi. Senyawa kedua unsur ini
membentuk air (H2O). Air merupakan zat yang sangat penting bagi kehidupan manusia,
hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Tubuh kita 65% terdiri atas air, dan banyak bahan
makanan mengandung air.
Di alam, air terdapat sebagai air hujan, air laut, air sungai dan air mineral. Adapun air
yang biasa digunakan di laboratorium, di apotik untuk pembuatan obat adalah air
murni/air suling/aquades yang dibuat secara destilasi. Sedangkan air yang kita minum
bukanlah air minum, tetapi air yang masih mengandung garam yang diperlukan, tidak
beracun, tidak mengandung bakteri dan tidak keruh.
Apabila air itu mengandung garam kalsium dan magnesium, air tersebut disebut air
sadah. Jika garamnya sulfat atau klorida maka airnya disebut air sadah tetap, bila garam
yang dikandungnya bikarbonat disebut air sadah sementara. Air sadah ini tidak baik
untuk mencuci, sebab dengan sabun membentuk endapan hingga menyebabkan sabun
tidak berbuih. Air sadah juga tidak baik untuk mengisi ketel uap, karena akan membentuk
batu ketel, menyebabkan pemborosan bahan bakar karena batu ketel merupakan isolator
dan menimbulkan penyumbatan pipa-pipa.

12
Senyawa oksigen dengan hidrogen selain air ialah hidrogen peroksida (H2O2).
Senyawa ini mempunyai sifat dapat mengelantang dan mematikan bakteri sehingga zat
ini biasa dipergunakan untuk memutihkan wol dan sutera. Karena hidrogen peroksida
adalah oksidator yang kuat, maka digunakan sebagai bahan untuk mengoksidasi bahan
bakar di dalam roket.

Hidrogen Halida
Sifat-sifat hidrogen halida tercantum dalam daftar berikut ini. Titik lebur dan titik
didih hidrogen fluorida lebih tinggi daripada yang lainnya, karena ikatan hidrogen yang
kuat pada HF.
Tabel 3. Sifat-sifat Hidrogen Halida

HF HC1 HBr HI

Titik didih, °C 20 - 85 - 67 - 36

Titik lebur, °C - 83 -144 - 87 - 51 -

%. dissosiasi pada 1000 °C sangat 0,0014 0 , 50 33'


HX ⇔ ½ H2 + ½ X2 kecil

ΔHfo, kJ/mol - 271,1 - 92,3 - 36,4 + 26,3

Semua hidrogen halida merupakan senyawa kovalen dan berwujud cair. Hidrogen
halida tidak menghantarkan arus listrik. Dalam air HC1, HBr, dan HI merupakan asam
kuat, tetapi HF merupakan asam yang lemah dengan Ka = 6,6.10-4. HC1, HBr dan HI
sifat-sifatnya dapat dikatakan sama. HBr dan HI jarang sekali digunakan, karena mahal
harganya.
Karena hidrogen fluorida bereaksi dengan kaca, maka dipakai untuk menulis atau
menggoreskan garis-garis pada benda-benda kaca. Kaca yang merupakan campuran
sillikon dioksida dengan garam-garam silikat. Reaksinya dengan hidrogen fluorida akan
membentuk SiF4 yang menguap. Caranya, sebelumnya permukaan kacanya dilapisi
dengan parafin, kemudian goresan-goresannya dikerjakan dengan benda tajam pada
parafinnya agar uap hidrogen fluorida dapat bersentuhan dengan kacanya. Reaksinya
adalah sebagai berikut:

13
SiO2 + 4 HF  SiF4 + 2 H2O
Na2SiO3 + 6 HF  2 NaF + SiF4(g) + 3 H2O(l)

Sulfur (belerang) dan Senyawanya


Anda tentu sudah mendengar, atau mengunjungi tempat sumber air panas di
pegunungan yang mengandung sulfur atau belerang, disana kita dapatkan orang-orang
yang mandi atau berendam dalam air panas tersebut dengan maksud untuk mengobati
beberapa penyakit terutama penyakit kulit. Oleh karena itu mudah dipahami sulfur
digunakan sebagai bahan untuk pembuatan obat-obatan.
Dalam keadaan bebas, belerang terdapat pada batuan gunung berapi, untuk
memperoleh belerang, batuan yang mengandung Sulfur (S) dipanaskan sehingga
sulfurnya melebur, selanjutnya leburan sulfur tersebut biasanya dicetak dalam bentuk
batang.
Sulfur mempunyai sifat alotropi, yakni kemampuan suatu zat terdapat lebih dari satu
macam bentuk. Ada 2 alotrop dari sulfur yaitu:
a. Sulfur rombik, sulfur padat yang mempunyai rumus S8, larut dalam
alkohol, eter dan CS2. Apabila larutan sulfur dalam pelarut ini diuapkan perlahan-
lahan akan menghasilkan sulfur yang mempunyai bentuk kristal oktahedral.
b. Sulfur monoklin, bentuk ini adalah mengkristal dari leburan sulfur di atas
suhu 95,6 °C, berbentuk jarum-jarum prisma.

Pada suhu di bawah 96°C sulfur rombik stabil dan pada suhu di atas 96°C sulfur
monoklin yang stabil. Suhu 96°C ini disebut suhu transisi. Jika sulfur dipanaskan terus
sampai 200°C, warnanya menjadi merah tua dan cairannya menjadi kental, jika suhunya
lebih tinggi lagi maka sulfur menjadi encer kembali dan berwarna tetap merah tua dan
akan mendidih pada suhu 444,6°C. Jika cairan sulfur yang mendidih dituangkan ke dalam
air dingin, maka akan terjadi sulfur plastis berbentuk rantai spiral, jika didiamkan bentuk
rantai berubah menjadi sulfur rombik.
Belerang dengan oksigen dapat membentuk dua macam oksida yaitu belerang
dioksida (SO2) dan belerang trioksida (SO3). Be1erang dioksida berupa gas yang berbau
rangsang, gas ini sering ditemukan pada gunung berapi yang masih aktif atau gunung api

14
meletus. Gas ini dapat diperoleh dengan jalan membakar belerang dan memberikan nyala
biru.
Reaksi: S + O2  SO3
Belerang trioksida (SO3) diperoleh dengan jalan oksidasi SO2, bila direaksikan
dengan air akan terbentuk asam sulfat.
Reaksi: SO2 + ½ O2  SO3
SO3 + H2O  H2SO4
Asam sulfat merupakan asam kuat, bersifat racun dan korosif. Proses korosif
disebabkan ada SO2 yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar yang mengandung
belerang, gas ini bereaksi dengan oksigen di udara membentuk SO3. Sifat SO2 dan SO3
yang dapat larut dalam udara lembab dan menghasilkan asam (H2SO3 = asam sulfit dan
H2SO4 = asam sulfat) , menimbulkan masalah lingkungan karena menyebabkan air hujan
bersifat asam. Di kota, hujan asam ini akan merusak bangunan, patung, candi dan lain-
lain. Di pedalaman merusak tumbuh-tumbuhan dan menyebabkan air danau menjadi
asam sehingga mematikan ikan.
Senyawa belerang dengan hidrogen adalah hidrogen sulfida. Zat ini berupa gas yang
bersifat racun dan berbau telur busuk. Gas ini dapat diperoleh dari reaksi belerang dengan
hidrogen.
Reaksi: S + H2  H2S
Untuk membuat gas H2S di laboratorium biasanya dibuat dengan jalan mereaksikan
suifida seperti FeS. ZnS dengan asam klorida dan asam sulfat encer dalam pesawat kipp.
Reaksi: FeS + 2 HCl  FeCl2 + H2S

Belerang dan senyawanya


Belerang digunakan sebagai bahan obat, untuk pembuatan asam sulfat pada proses
kontak, dan juga digunakan pada proses vulkanisasi untuk memperkuat karet.
Vulkanisasi adalah proses reaksi belerang dengan ikatan rangkap dua, dari karet alam dan
buatan yang memungkinkan pembentukan jembatan belerang antara rantai karbon.
Senyawa belerang yang penting untuk dikemukakan adalah hidrogen-sulfida (H2S) ,
hidrogen sulfida digunakan dalam analisis kualitatif untuk mengendapkan berbagai
logam sehingga terbentuk endapan garam sulfida seperti Ag2S; HgS ; ZnS; FeS dan CuS.

15
Nitrogen dan Unsur-Unsur Golongan VA
Golongan VA mencakup unsur-unsur nitrogen, fosfor, arsen, antimon, dan bismut.
Dalam satu golongan dari atas ke bawah semak1n besar nomor atomnya: (1). jari-jari
atomnya makin besar. (2). energi ionisasinya dan keelektronegatifannya makin kecil.
Makin besar nomor atomnya, unsurnya makin menyamai logam. Daya hantar arus
listriknya bertambah dari nitrogen sampai bismut. Antimon dan bismut pada permukaan
potongan barunya rata dan mengkilat. Selain nitrogen, yang lain berwujud padat pada
suhu kamar.

Pembuatan Nitrogen
Seperti oksigen, dalam industri, nitrogen juga dibuat dari udara dengan penyulingan.
Nitrogen terutama dipakai pada pembuatan amonia. Dalam laboratorium, nitrogen dibuat
dengan mencampurkan natrium nitrit dengan amonium klorida .
NaNO2 + NH4Cl  NH4NO2 + NaCl
NH4NO2  2 H20 + N2

Amonia
Kelarutan amonia dalam air, luar biasa besarnya. Dalam 4 liter air dapat larut 700 liter
gas amonia. Daya tarik molekul air terhadap amonia disebabkan oleh ikatan hidrogen .
Sifat-sifat amonia lebih menyamai air dibanding senyawa lain. Berikut ini perbandingan
dari beberapa sifat-sif at fisik amonia dan air.

Tabel 4. Beberapa Sifat-sifat Fisik Amonia dan Air

NH3 H2O
Titik lebur, °C - 77,8 0
Titik didih, °C - 33,4 100
o
Temperatur kritis, C 132,4 374,2
Kalor jenis, Jg-1K-1 . 4,60 4,10
Kalor lebur, Jg-1 338,9 333,5
Kalor penguapan, Jg-1 1,366 2,257

Pembuatan Fosfor

16
Secara besar-besaran fosfor dibuat dari mineral fosforit, Ca3(PO4)2, silika, SiO2, dan
kokas, C, yang dipanaskan pada temperatur tinggi.
2 Ca3(PO4)2 + 6 SiO2  6 CaSiO3 + P4O10
Uap fosfor (V) oksida kemudian bereaksi dengan kokas membentuk fosfor dan
karbonmonooksida. Hasil campuran gasnya kemudian dialirkan melalui pipa-pipa dingin.
Fosfornya menjadi cair, sedangkan karbon-monooksidanya tetap berupa gas.

Halogen
Keaktifan halogen dari fluor, khlor, brom, dan iodium menurun. Flour merupakan
oksidator yang paling kuat di antara unsur-unsur dalam keadaan normalnya. Seperti
dalam gas oksigen, hidrogen, hidrokarbon, atau logam-logam yang aktif, terbakar
menyala dalam gas fluor atau gas khlor. Flour dan khlor bersifat racun. Percobaan dengan
gas-gas ini sebaiknya dilakukan dalam lemari asam. Dengan konsentrasi lebih dari 1 ppm
dalam udara sudah mengganggu kesehatan. Beberapa isapan udara yang mengandung
khlor sebanyak 1.000 ppm dapat mematikan. Demikian pula dengan uap brom, meskipun
kurang dahsyat daripada khlor. Cairan brom dapat melukai kulit.

Reaksi Oksidasi-Reduksi Halogen


Berikut ini diagram emf halogen-halogen, ion-ion halida, dan ion-ion oksiasamnya
dalam larutan standard asam dan basa. Bagi tiap pasangan yang harga E ored-nya lebih
besar dari 1,23 V, zat disebelah kirinya dapat mengoksidasi air dan membebaskan
oksigen
Larutan asam:
F2  −3,06→ HF
+ 1, 3 6
ClO4 -   → C103-  +1
− 3,1 9 , 44
→ ClO2  +1
,3 1
→ HC1O2  +1 ,6 4
→ HClO  +1
,6 4
→ Cla   → Cl-
+ 1, 0 7
BrO4-  +1
,7 6
→ BrO3  +1,1 4→ >. HBrO  +1 , 02
→ Br2   → Br-

Larutan basa:
+ 0, 4 5
BrO3-  +0,5 4→ BrO-   → Br2  +1,0 7→ Br-
IO3-  −0,1 0→ IO-  +0,4 3→ I2  −0,54→ I-

Harga-harga Eored. tersebut dalam larutan 1M asam dan 1M basa. Bagi asam lemah,
yang dalam larutan hanya sedikit terurai atas ion-ionnya, rumus asamnya ditulis lengkap
dengan H-nya, misalnya HClO dan HF. Bagi asam kuat, yang dalam larutan sebagian

17
besar terdiri atas ion-ion, ditulis berupa ionnya saja. Misalnya bukan HC1 tetapi Cl- dan
bukan HC1O3 tetapi C1O3-.

Halida Logam
Keelektronegatifan halogen yang besar, sedangkan logamnya mempunyai
keelektronegatifannya sangat kecil, maka senyawanya terutama bersifat ion. Dengan
logam yang keelektronegatifannya sedang, senyawanya lebih bersifat kovalen daripada
ion. Makin kecil ion logamnya dan makin besar muatannya, makin kuat penarikannya
terhadap elektron-elektron atom halogennya dan makin kovalen sifatnya.

Gas Mulia
Lampu listrik, yang mudah Anda dapatkan dan temui seperti lampu pijar, lampu
neon, lampu reklame yang berwarna-warni, lampu-lampu tersebut sebagai bahan
pengisinya digunakan gas mulia. Gas mulia Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar),
Kripton (Kr), dan Xenon (Xe), semuanya berwujud gas yang sangat stabil. Gas mulia ini
terdapat di alam dalam keadaan bebas di udara dengan kadar yang sangat kecil sekali.
Tidak seperti gas-gas lain yang membentuk molekul dengan 2 atom, gas mulia atomnya
berdiri sendiri, sebab sudah stabil dengan 8 elektron di kulit terluarnya. Dahulu orang
mengira gas mulia tidak dapat sama sekali bereaksi dengan unsur lain untuk membentuk
senyawa, maka disebut "gas inert". Pada akhirnya diketahui bahwa xenon dan kemudian
kripton juga dapat bereaksi membentuk senyawa-senyawa fluor dan oksigen.
Gas helium pertama kali ditemukan dengan penelitian secara spektrofotometri
dari cahaya matahari, helium tersebut terbentuk dari reaksi fusi dari atom hidrogen yang
terdapat dalam matahari. Dengan mengisolasi mineral uranium, Hillebrand juga
menemukan suatu gas, selanjutnya Sir Willian Ramsey menemukan bahwa gas tersebut
mmepunyai spektrum yang sama seperti unsur yang ada di matahari. Oleh Lockyer dan
Frankland pada tahun 1868 gas tadi disebut gas helium. Helium selain terdapat di
matahari, juga terdapat dalam mineral radioaktif sebagai hasil peluruhan isotop uranium
atau thorium yang memancarkan partikel alfa.
Karena sifat helium yang sangat ringan, gas ini digunakan untuk mengisi balon.
Dibandingkan dengan hidrogen, helium lebih berat, tetapi untuk mengisi balon lebih

18
aman karena tidak bisa terbakar di udara, sedangkan hidrogen mudah terbakar di udara
dan menimbulkan ledakan. Selain itu helium digunakan sebagai pengisi pada pesawat
terbang, campuran helium dengan oksigen digunakan untuk bernafas bagi penyelam.
Setelah Anda mengenal helium selanjutnya akan dibicarakan penggunaan gas Argon,
Neon, Kripton dan Xenon. Gas-gas tersebut biasanya digunakan untuk mengisi lampu
reklame. Dengan gas ini maka lampu reklame dapat mempunyai warna yang beraneka
ragam, neon menyebabkan warna merah orange, argon menyebabkan warna ungu,
kripton dan xenon menyebabkan warna biru. Dengan campuran gas tertentu dan warna
kaca tertentu dapat diperoleh warna lain. Lampu TL (lampu neon) mengandung gas neon
yang tekanannya rendah. Untuk menghasilkan warna tertentu dicampurkan argon dengan
prosentase tertentu, bila dicampur dengan raksa (Hg) dapat menambah terang sinar dan
menghasilkan warna hijau. Argon dipakai untuk mengisi lampu pijar, dengan gas ini
dapat dicegah meleburnya dan menguapnya filament yang ada. Xenon digunakan untuk
mengisi tabung gambar pada televisi. Kripton digunakan untuk pembuatan lampu
landasan pesawat terbang. Lampu ini mampu menembus lapisan kabut sehingga dapat
membantu awak pesawat mendaratkan pesawatnya.
Unsur gas mulia yang terakhir yaitu radon merupakan hasil peluruhan unsur
radioaktif radium. Radon digunakan sebagai salah satu sumber radiasi untuk pengobatan
penyakit kanker.
Tabel 5. Sifat-sifat Fisik Gas Mulia

He Ne Ar Kr Xe Rn

Titik lebur, °C -272,2 -248,6 -189,4 -157,2 -111,8 -71

Titik didih, °C -268,9 -246,0 -185,9 -153,4 -108,1 -62

Kerapatan, g/L 0,178 0,900 1,78 3,73 5,89 9,37


Energi ioni sasi, eV 24,6 21,6 15,8 14,0 12,1 10,7

Jari-jari atom, A 0 , 50" 0,65" 0,95" 1,10 1,30 1,45


Keelektronegatifan 2,7 4,4 3,5 3,0 2,6 2,4

Banyaknya (%) di 5,2 18 0 , 93 1,1 0,087 10-14


udara
• Harga ini untuk tekanan 26 atm. Helium tidak dapat berwujud padat pada °K pada 1 atm.
• Harga jari-jarinya didapat dari atom non-logam tetangganya

19
Jika pada mulanya orang mengira bahwa gas mulia sangat stabil sehingga tidak dapat
bereaksi dengan unsur lain, tetapi pada tahun 1962 Neil Bartlett bangsa Kanada berhasil
membuat senyawa gas mulia XePtF6. Selanjutnya ditemukan berturut-turut senyawa
xenon seperti XeF2, XeF4, XeF6. XeOF4. XeO2F2 , dan XeO3.

D. Kimia Unsur Transisi


Kita telah mengenal emas, perak dan platina yang biasa dipakai sebagai perhiasan,
tembaga yang banyak dipakai sebagai kawat penghantar listrik dan besi sebagai bahan
bangunan. Unsur-unsur ini dalam sistem periodik tergolong unsur transisi yang terdapat
antara golongan IIA dan IIIA.
Unsur transisi dapat didefinisikan sebagai unsur yang mempunyai sub kulit d yang
belum terisi penuh oleh elektron. Semua unsur transisi adalah logam karena itu sering
disebut logam transisi, mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur logam alkali dan
alkali tanah.
Ada empat deret unsur transisi yaitu deret unsur transisi I yang terletak pada periode
keempat, meliputi Sc sampai dengan Zn, unsur transisi II terletak pada periode kelima
yaitu Y sampai dengan Cd, unsur transisi III terletak pada periode keenam yaitu La
sampai dengan Hg dan unsur transisi IV terletak pada periode ketujuh yaitu Ge sampai
dengan Lw.
Tabel 6. Beberapa Sifat Unsur Transisi Deret Pertama
Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu

20
Nomor Atom 21 22 23 24 25 26 27 28 29
Konfigurasi 3d1 3d2 3d3 3d4 3d5 3d5 3d6 3d7 3d9
Elektron 4s2 4s2 4s2 4s2 4s1 4s2 4s2 4s2 4s1
161 145 132 127 124 124 125 125 128
Jari-jari (pm) 631 658 650 653 718 759 758 737 746
Energi Ionisasi 123 131 141 159 150 156 164 175 195
• pertama, kJ/mol 5 0 4 2 9 1 6 3 8
• kedua, kJ/mol 238 265 282 298 324 295 323 339 355
• ketiga, kJ/mol 9 3 8 7 9 7 2 4 4
Potensial Elektroda - - - - - - - - +0,
Bilangan Oksidasi 2,0 1,6 1,1 0,9 1,1 0,4 0,2 0,2 34
8 3 8 1 9 4 8 3 1
3 2 2 2 2 2 2 2 2
2 3 3 3 3 3
Titik Cair, oC 4 4 6 4
Kerapatan, (g/cm3) 5 7
Kekerasan (Mohs) 139 167 171 190 124 153 149 145 108
Daya Hantar Listrik 7 2 0 0 4 0 5 5 3
(Nilai Ag = 2,9 4,4 5,9 7,2 7,2 7,8 8,9 8,9 8,92
100) 9 9 6 0 0 6 0 1 -
- - - 9,0 5,0 4,5 - - 97
- 2 3 10 2 17 24 24

Bila kita perhatikan sistem periodik pada periode keenam dan golongan IIIB terdapat
14 unsur yang ditempatkan dalam satu kotak dengan lantanium, unsur-unsur ini disebut
unsur lantanida. Demikian pula pada periode ketujuh terdapat pula 14 unsur yang
ditempatkan satu kotak dengan Actinium, unsur-unsur ini disebut unsur aktinida.
Pada bagian ini pembahasan dibatasi pada beberapa unsur dari deret unsur transisi I
yaitu Fe, Co, Ni, Cu, Zn, deret unsur transisi II yaitu Ag dan unsur transisi III yaitu Pt,
Au dan Hg. Seperti kita ketahui bahwa sifat unsur dapat dijelaskan dari konfigurasi
elektron terluar atomnya. Konfigurasi elektron pada unsur transisi memegang peranan
penting, sebab menyangkut pengisian lima orbital d.

Sifat-sifat unsur transisi yang khas


a. Hampir semua logam transisi berupa logam yang keras dan ikatan
logamnya kuat. Ikatan yang kuat ini disebabkan karena selain elektron pada subkulit
4s, elektron pada subkulit 3d juga ikut membentuk ikatan.
b. Titik lebur dan titik didihnya tinggi karena ikatannya yang sangat kuat.
c. Mempunyai beberapa macam bilangan oksidasi.

21
Konfigurasi elektron terluar unsur transisi misalnya deret transisi I mengisi subkulit
4s dan 3d. Pada pembentukan ion positif selain elektron pada subkulit s, elektron
pada subkulit d juga dapat dilepaskan karena energi elektron pada subkulit 4s dan 3d
hanya berbeda sedikit. Misalnya besi dapat mempunyai bilangan oksidasi +2 dan +3,
sedangkan mangan dapat mempunyai bilangan oksidasi +2, +3, +4, +6 dan +7.
d. Banyak senyawanya bersifat paramagnetik.
Sifat magnetik suatu zat ditentukan oleh struktur elektronnya, Atom ion atau molekul
yang mengandung elektron yang tidak berpasangan dapat ditarik magnet. Zat
demikian disebut bersifat paramagnetik. Makin banyak elektron yang tidak
berpasangan dari struktur elektron suatu zat makin besar sifat paramagnetiknya. Zat
yang sifat paramagnetiknya sangat besar disebut ferromagnetik, zat yang semua
elektronnya berpasangan akan ditolak oleh magnet. Zat tersebut disebut diamagnetik.
Sebagai contoh marilah kita perhatikan Scandium dengan nomor atom 21 (3p63d14s2)
mempunyai satu elektron yang tidak berpasangan pada subkulit d, sehingga dapat
ditarik magnet. Besi dengan nomor atom 26 (3p63d64s2) mempunyai empat elektron
yang tidak berpasangan, sehingga sangat kuat ditarik magnet. Seng dengan nomor
atom 30 (3p63d104s2 ) semua elektronnya berpasangan sehingga tidak dapat ditarik
magnet.
e. Senyawa unsur transisi pada umumnya berwarna, baik dalam keadaan
padat maupun dalam bentuk larutan. Timbulnya warna karena ion unsur logam
transisi mempunyai elektron yang tidak lengkap pada subkulit d, sehingga elektron
dapat pindah ke subkulit d yang lain sambil menyerap warna tertentu dari cahaya.
Pada seng subkulit d-nya terisi penuh oleh karena itu ion Zn tidak berwarna dalam
semua senyawanya.

Tabel 7. Warna Beberapa Ion Logam Transisi

Sc3+ tidak berwarna 3d0 Fe3+ kuning 3d5


Ti3+ ungu 3d Fe2+ hijau 3d6
V3+ hijau 3d2 Co2+ merah 3d7
Cr3+ violet 3d3 Ni2+ hijau 3d8
Mn3+ violet 3d4 Cu2+ biru 3d9
Mn2+ merah 3d5 Zn2+ tidak berwarna 3d10

22
f. Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks atau senyawa
koordinasi. Ion-ion dari logam transisi kebanyakan membentuk ion kompleks. Pada
ion kompleks ini terdapat ikatan kovalen koordinasi oleh karena itu senyawanya
disebut juga senyawa koordinasi. Secara umum senyawa koordinasi didefinisikan
sebagai senyawa yang terbentuk dari ion logam positif (kation) yang disebut sebagai
ion pusat dan dikelilingi oleh anion atau molekul netral yang disebut ligan. Ligan
bersifat sebagai donor pasangan elektron dan kation sebagai akseptor pada
pembentukan ikatan kovalen koordinasi. Jumlah ikatan kovalen koordinasi yang
dapat terbentuk antara atom pusat dan ligan-ligannya disebut bilangan koordinasi.
Sebagai contoh marilah kita perhatikan senyawa koordinasi Cu(NH3)4SO4, atom Cu
membentuk kompleks dengan amonia jadi ion Cu2+ disebut atom pusat dan molekul
NH3 disebut ligan sedangkan bilangan koordinasinya adalah 4 karena ada 4 molekul
NH3 yang diikat oleh ion Cu2+ . Berikut diberikan beberapa contoh senyawa
koordinasi:
K3[Fe(CN)6] kalium heksasianof errat (III)
[Co(NH3)6]Cl3 heksaminekobal (III) klorida
K[Ag(CN)2] kalium disianoargentat (II)
K2[PtCl6] kalium heksakloroplatina (IV)

Prinsip Pengolahan Logam


Telah kita ketahui, bahwa tidak semua logam terdapat di alam ini dalam keadaan
bebas, tetapi terdapat dalam bentuk senyawa logam atau dikenal dengan nama bijih
logam. Untuk memperoleh logam dari bijih logam tersebut, perlu diolah sedemikian rupa
sehingga dapat diambil logam dari bijihnya.
Ilmu yang mempelajari cara membuat logam dari bijihnya disebut metalurgi. Untuk
pembuatan logam dari bijihnya perlu diperhatikan 2 hal sebagai berikut:
a. Sifat-sifat kimia logam yang akan dibuat
b. Macamnya bijih logam yang ada.
Sesuai dengan sifat kimia masing-masing logam dan macam bijih logamnya, maka
untuk membuat logam dari bijihnya sehingga diperoleh logam murni, ditempuh dengan
berbagai cara. Namun pada prinsipnya pekerjaan pemurnian logam dilakukan dalam 4
bagian penting yaitu:

23
a. Proses pemekatan, pekerjaan ini adalah menghilangkan zat yang bercampur
dengan bijih logam, seperti pasir, tanah liat, kerak dan lain-lainnya. Mula-mula bijih
logam digiling, kemudian dipisahkan dengan zat yang bercampur dengan cara
ditiriskan dalam air atau disemprot dengan air sehingga terpisah dengan zat yang
bercampur. Dapat juga dengan cara flotasi, cara ini biasanya digunakan untuk
memisahkan sulfida dari tembaga, nikel, timbal dan seng. Pada proses ini bijih sulfida
dicampur dengan detergen atau zat pembusa, sulfida akan melekat pada gelembung
busa dan mengapung ketika padanya dihembuskan udara, sedangkan zat yang
bercampur seperti batu kerak akan tertarik pada lapisan luar dan terapung keluar.
Bijih logam yang sudah bersih tersebut kemudian dikeringkan untuk dilakukan proses
selanjutnya.
b. Pemanggangan, pada proses ini bijih logam dipanaskan di udara terbuka.
Beberapa sulfida seperti HgS dan CuS dapat diubah langsung dengan pemanggangan
di udara terbuka:
Reaksi: HgS + O2  Hg + SO2
CuS + O2  Cu + SO2
Akan tetapi ada beberapa sulfida yang dalam proses pemanggangan tidak dapat
diubah langsung menjadi logamnya, tetapi berubah menjadi oksidanya. Oleh
karena itu setelah pemanggangan perlu direduksi untuk memperoleh logamnya.
c. Reduksi, untuk mereduksi oksida menjadi logamnya tergantung dari mudah
sukarnya zat tersebut direduksi. Oksida besi, timah, seng dan timbal dapat direduksi
dengan jalan memanaskan karbon dalam aliran udara.
Contoh: ZnO + CO ⇔ Zn + CO2
Fe2O3 + 3CO ⇔ 2Fe + 3CO2
d. Pemurnian, apabila dikehendaki logam yang sangat murni, maka diperlukan
pemurnian terhadap logam yang diperoleh. Untuk logam yang mempunyai titik didih
rendah seperti Hg, dapat dimurnikan dengan cara destilasi. Adapun cara yang paling
umum dipakai untuk pemurnian logam adalah cara elektrolisis.

Pembuatan logam transisi secara umum

24
Berikut ini dibahas beberapa logam transisi yang telah kita kenal dalam kehidupan
sehari-hari.

Logam besi (Fe)


Dalam dunia industri besi merupakan logam yang sangat penting. Di alam unsur ini
terdapat sebagai senyawa oksida, sulfida dan karbonat. Besi yang murni ialah logam yang
putih, agak lunak dan dapat dipipihkan dengan jalan ditempa. Logam ini penghantar
panas yang baik dan mudah dibuat magnet. Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan
dalam beberapa bentuk yaitu:
1. Besi murni, ialah besi yang mengandung ± 99,7% Fe.
2. Besi kasar (pig iron), ialah besi yang mengandung 95% Fe, 4% C, sedikit
silikon, mangan, fosfor, dan belerang. Besi yang mengandung sedikit kotoran ini
sangat keras dan dapat digunakan sebagai besi tuang, sedangkan keraknya (slag)
dipakai untuk bahan semen dan pelapis jalan.
3. Baja, adalah besi yang mengandung 0,02% sampai dengan 1,7% karbon. Sifat
baja tergantung dari prosentasi karbon yang terkandung di dalamnya. Jadi untuk
memperoleh baja yang baik prosentase karbon di dalamnya harus rendah, jika
prosentase karbon lebih besar dari 0,25% akan dihasilkan baja lunak sedangkan baja
yang banyak mengandung karbon sifatnya keras tetapi rapuh.
Untuk memperoleh baja yang sesuai dengan kualitas yang diinginkan, maka baja
dicampur dengan logam-logam lain dan pada umumnya dipakai logam-logam transisi.

Macam-macam baja.
a. Stainless steel, adalah baja yang tahan karat mengandung 18% Cr dan 8%
Ni.
b. Baja krom, adalah baja yang tahan karat dan tahan panas, mengandung 12%
sampai dengan 15% Cr.
c. Baja nikel, baja yang tahan karat dan kuat mengandung 25% Ni.
d. Baja mangan, adalah baja yang sangat keras mengandung 11% sampai dengan
14% Mn.

25
Sifat besi yang terpenting adalah mudah mengalami korosi, yaitu proses berkarat
(keropos) pada permukaan besi yang disebabkan oleh reaksi antara besi dengan oksigen
menjadi oksida besi dengan bantuan molekul air. Senyawa yang terjadi pada perkaratan
besi adalah Fe2O3.xH2O.

Kobalt (Co)
Kobalt terdapat di alam sebagai senyawa sulfida, sifat mempunyai kesamaan dengan
besi dan banyak digunakan dalam pembuatan paduan logam yang tahan karat. Paduan
logamnya yang terkenal adalah alnico (Al , Ni , Co).
Senyawa kobalt antara lain adalah kobalt klorida (CoCl2), larutannya berwarna merah
jambu dan dapat berubah menjadi warna biru karena dehidrasi. Oleh karena itu kertas
yang mengandung ion Co2+ digunakan dalam meramal cuaca, bila keadaan lembab maka
kertas berwarna merah jambu dan menandakan hari akan hujan.

Nikel (Ni)
Nikel terdapat di alam sebagai senyawa sulfida yaitu sebagai pentlandite
(FeS.NiS). Nikel berupa logam yang berwarna putih perak bersifat konduktor yang baik,
tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh karena itu sering juga digunakan
sebagai lapisan pelindung. Nikel digunakan untuk membuat paduan logam. Paduan
logamnya yang terkenal adalah monel (campuran 60% Ni dan 40% Cu). Selain itu nikel
juga digunakan untuk membuat uang logam dan sebagai katalis pada pembuatan
margarine.
'Tembaga (Cu)
Tembaga di alam terdapat dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa sulfida
dan karbonat. Bijih tembaga yang terpenting adalah Chalcopyrite (CuFeS2). Tembaga
adalah logam yang berwarna kemerahan merupakan penghantar listrik dan panas yang
baik. Gunanya untuk membuat kabel listrik, kabel telepon, mata uang logam dan
perkakas rumah tangga. Selain itu tembaga digunakan juga pada pembuatan paduan
logam seperti kuningan (campuran Cu dan Zn), perunggu (Cu dan Sn) dan monel (Cu dan
Ni).
Senyawa tembaga yang penting adalah tembaga sulfat atau dikenal juga dengan nama
terusi (CuSO4.5H2O), kristalnya berwarna biru, mudah larut dalam air dan larutannya

26
berwarna biru. Apabila terusi ini dipanaskan maka warna birunya akan hilang dan
terbentuk zat padat yang berwarna putih (CuSO4) karena air kristalnya dilepaskan. Terusi
ini mempunyai sifat dapat mematikan kuman, oleh karena itu senyawa ini dipakai untuk
mematikan kuman, misalnya dipakai dalam kolam renang dan juga digunakan untuk
memberantas hama tanaman. Larutan Cu(OH)2 dalam amonia akan membentuk ion
kompleks Cu(NH3)42+ (ion tetramin tembaga II) dikenal sebagai larutan Schweitser yang
digunakan untuk melarutkan selulosa pada pembuatan sutera tiruan.

Seng (Zn)
Seng terdapat di alam sebagai senyawa sulfida, oksida dan sebagai karbonat. Seng
pada suhu biasa berupa logam yang berwarna putih, keras serta rapuh, pada temperatur
100oC sampai dengan 150oC seng mudah digiling sehingga dapat dijadikan lembaran
yang tipis dan pada temperatur 200oC - 300°C dapat dihaluskan menjadi serbuk. Udara
yang kering tidak dapat mempengaruhi seng, akan tetapi dengan udara yang lembab yang
mengandung uap air dan CO2 membentuk seng karbonat basa yang rapat sekali, berfungsi
sebagai lapisan pelindung sehingga seng tahan karat.
Reaksi: 2Zn + O2  2ZnO
ZnO + H2O + CO2  Zn(OH)2CO3
Oleh karena seng tahan karat maka seng dipakai juga sebagai pelapis besi untuk
melindungi besi dari karat.
Oksida seng (ZnO) digunakan untuk membuat cat putih dan sebagai bahan pengisi
dalam pembuatan ban mobil dan ban sepeda. Selain itu ZnO juga digunakan dalam salep
obat sebagai bahan antiseptik. Senyawa sulfidanya yaitu ZnS digunakan sebagai bahan
untuk melapisi tabung gambar pada televisi, ZnS ini dapat merubah berkas elektron
menjadi cahaya tampak.

Perak (Ag)
Perak terdapat di alam dalam keadaan bebas dan sebagai senyawa sulfida (Ag2S).
Perak adalah logam yang berwarna putih, mengkilap dapat ditempa, merupakan
konduktor panas dan listrik yang baik. Beberapa sifat kimia dari perak dapat
dikemukakan bahwa perak tidak dapat bereaksi dengan oksigen walaupun dipanaskan,
tetapi dapat bereaksi dengan belerang dan H2S. Reaksi dengan H2S sering kita temukan
dalam kehidupan sehari-hari seperti pudarnya atau hitamnya hiasan yang terbuat dari

27
perak, hal ini terjadi karena perak bereaksi dengan H2S yang ada di udara membentuk
senyawa Ag2S yang berwarna hitam.

Raksa (Hg)
Raksa terdapat di alam sebagai senyawa sulfida. Bijih raksa yang terpenting adalah
cinnabar (HgS). Raksa adalah cairan yang bersinar pada suhu biasa. BJ nya 13,6 dan
mencair pada suhu -38,85oC. Karena titik cairnya rendah, pada suhu biasa berupa cairan
dan mudah menguap, uapnya bersifat racun. Oleh karena itu harus disimpan dalam
kemasan tertutup dan dalam ruang yang cukup pertukaran udaranya. Dalam biosfer raksa
beracun karena konversi oleh bakteri menjadi metil merkuri (CH3Hg+) . Dengan berbagai
macam logam dapat membentuk amalgama seperti amalgama natrium (Na.Hg).
Amalgama timah, emas dan perak digunakan untuk mengisi gigi yang berlobang. Oleh
karena raksa itu berat, pada suhu biasa tekanan uapnya rendah, gaya kohesinya lebih
besar dari gaya adhesinya terhadap kaca serta memuainya teratur maka air raksa itu baik
sekali dipakai dalam termometer dan barometer.

Platina (Pt)
Platina terdapat di alam dalam keadaan bebas dan sebagai senyawa sulfida. Platina
merupakan logam yang berwarna putih ke abu-abuan. Logam platina digunakan secara
luas sebagai katalis dalam industri. Salah satu penggunaan Pt sebagai katalis misalnya
pada busi mobil dalam proses pengapian (katalitik "after burner").

Emas (Au)
Emas terdapat di alam dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa, emas
berwarna kuning, lunak, mudah ditarik dan ditempa. Merupakan penghantar listrik dan
panas yang baik, reaktif tidak termakan oleh udara dan asam, mudah bereaksi dengan
halogen atau dengan larutan yang melepaskan klor. Logam ini digunakan untuk perhiasan
dan mata uang. Oleh karena emas murni lunak maka untuk keperluan di atas supaya
menjadi keras biasanya dicampur dengan tembaga atau perak. Kemurnian emas
dinyatakan dengan karat, emas murni 24 karat, emas 22 karat mengandung 91,66% emas.

Paduan Logam (Alloy)

28
Paduan logam adalah campuran bahan yang memiliki sifat logam dan biasanya terdiri
dari sekurang-kurangnya dua logam. Apabila campuran yang telah menjadi satu tersebut
mempunyai sifat logam yang berubah dari sifat-sifat dasar penyusun logam tersebut,
maka'bahan tadi dinamakan paduan logam atau alloy.Berikut ini diberikan beberapa
contoh paduan logam:

Tabel 8. Beberapa paduan logam

Logam- logam penyusun Nama logam campur


Cu 90%, Zn 10% Kuningan
Cu 90%, Al 10% Perunggu Aluminium
Cu 90%, Zn 5%, Sn 3%, Mn 2% Perunggu Mangan
Ni 72%, Cu 25,5%, Fe 1,5% Logam monel
Pb 67%, Sn 33% Logam solder (lunak)
Pb 50%, Sn 50% Logam solder (medium)
Pb 33%, Sn 67% Logam solder (keras)

29
SOAL LATIHAN
1. Mengapa logam alkali harus disimpan dalam minyak
tanah?
2. Tulislah reaksi logam kalium dan natrium dengan air.
3. Tulislah reaksi logam kalsium dengan larutan asam
klorida.
4. Sebutkanlah warna nyala dari garam kalsium, stronsium
dan barium.
5. Jelaskan empat tahap penting dalam pemurnian logam.
6. Sebutkan tiga faktor yang menyebabkan timbulnya api.
7. Mengapa lapisan ozon sangat penting bagi kehidupan di
bumi?
8. Sebutkan dua contoh penggunaan hidrogen.
9. Tulislah nama dan klasifikasi oksida berikut ini
a. CaO c. SO e. Fe 0
b. A1203 d. N02 f. CO .
10. Apakah yang dimaksud dengan alotropi? Berikan
contoh!
11. Sebutkan syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk
air minum!
12. Mengapa gas helium lebih aman digunakan sebagai
pengisi balon daripada gas hidrogen?
13. Tulislah konfigurasi elektron dari unsur-unsur:
a. Fe b. Co c. Cu d. Sn
14. Mana yang lebih bersifat paramagnetik senyawa CuSO4
ataukah NiSO4 . Jelaskan!
15. Mengapa seng dapat dipakai untuk melindungi besi dari
karat?
16. Perak tidak bereaksi dengan oksigen walaupun
dipanaskan, tetapi mengapa perhiasan dari perak lama kelamaan dapat berubah
menjadi hitam?

30
17. Apakah perbedaan antara emas 24 karat dengan emas 22
karat?

Daftar Pustaka:

Sutikno,Bambang. 1990. Sifat-Sifat Unsur Dalam Susunan bekala. Bandung: FMIPA


ITB.

Tresna sastrawijaya, M.Sc. 1993/1994. Materi Pokok kimia Dasar II. Jakarta:
Debdikbud, Ditjen Pendidikan dasar dan Menengah. Bagian Proyek penataran
Guru SLTP setara D-III.

31