P. 1
Penggunaan Alat Ukur

Penggunaan Alat Ukur

|Views: 909|Likes:
Dipublikasikan oleh ibnu Kurniawan

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: ibnu Kurniawan on May 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR ³PENGGUNAAN ALAT ± ALAT UKUR´

AGRIBISNIS

D

KELOMPOK 4 :

1. MISPUR ANWAR 2. DICKO PRAJUDA 3. IBNU KURNIAWAN 4. AMELIA DWI R 5. SARI NOVITA 6. NADIA YULI A

(D1B010024) (D1B010027) (D1B010028) (D1B010029) (D1B010030) (D1B010031)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI 2011

PERCOBAAN SATU PENGGUNAAN ALAT ± ALAT UKUR

1. Tujuan

:

Melatih diri memakai alat-alat ukur dan membaca skala dengan teliti.

2. Alat dan Bahan

: - Balok kayu - Silinder logam - Bola besi - Bola kaca

- Mistar biasa - Jangka Sorong - Micrometer skrup - Kotak alat

3. Prinsip Teori a. Mistar Mistar merupakan alat ukur yang paling sering dan sudah digunakan secara umum, mistar yang berskala terkecil milimeter meiliki ketelitian sampai 0,5mm atau 0,05cm. b. Jangka Sorong Mempunyai dua rahang dan satu penduga. Rahang dalam digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam. Rahang luar digunakan untuk mengukur diameter bagian luar, sedangkan penduga digunakan untuk mengukur kedalaman. Roda penggerak digunakan untuk menggeser-geser rahang agar dapat mendapatkan hasil pengukuran yang tepat. Pengunci rahang digunakan untuk mengunci setelah besaran yang diukur dapat terukur supaya tidak bergeser-geser. Jangka sorong memiliki ketelitian 0,5 mm atau 0,05cm, panjang 1 skala noninus adalah 0,9mm.

Gambar. 1.1 jangka sorong

c. Mikrometer sekrup Hanya dapat digunakan untuk mengukur bagian luar saja. Cara menggunakannya adalah putarkan bagian pemutus halus. Jika sudah pas, ditandai dengan bunyi ³klik´, kunci dengan menggunakan pengait. Skala besarnya adalah horizontal, sedangkan skala penghalusnya bagian vertikal terdiri dari 50 skala horizontal sebesar 0,5 mm.

Gambar. 1.2 mikrometer sekrup 4. Prosedur Percobaan - Mengukur panjang, lebar dan tinggi dari kotak alat dengan menggunakan mistar - Mengukur panjang, lebar dan tinggi dari balok kayu dengan jangka sorong - Mengukur diameter dan tinggi silinder logam dengan jangka sorong - Mengukur diameter bola besi dan bola kaca dangan menggunakan micrometer skrup - Semua percobaan diulang sebanyak 3 kali ulangan - Dibuat dalam suatu table hasil pengukuran yang telah diperoleh

5. Data

Alat ukur
Mistar biasa

Obyek Kotak alat

Hasil pengukuran (mm) P1= 255,00 P2=255,00 P3=254,00 L1=100,00 L2=100,00 L3=100,00 T1=210,00 T2=210,00 T3=210,00

Janka sorong

a. Balok kayu

P1=99,23 P2=100,20 P3=99,50 L1=77,40 L2=79,50 T1=61,75 T2=61,50 L3=77,50 T3=61,50

b. Silinder logam

D1=6,25

D2=6,30 D3=6,30

Micrometer skrup

a. Bola besi

T1=28,50 T2=28,50 T3=28,50 D1= 10,00 D2=10,00 D3=10,30 D1=15,73 D2=15,69 D3=15,66

6. Hasil a. Rata-rata hasil pengukuran  Kotak alat P= = = 254,67 mm

L= T=

= 

= 100,00 mm = 210,00 mm 

Balok kayu P= = = 99,64mm

L= T=

= 

= 78,16mm = 61,58mm 

Silinder Logam D= T= - Bola besi D=  10,00mm   6,28mm  28,50mm

- Bola kaca D=  15,69mm

b. Volume kotak alat, balok, silinder, bola besi dan bola kaca - Volume kotak alat V = P × T × L = 254,67 mm × 100,00 mm × 210,00 mm = 5348070 mm3 - Volume Balok Kayu V = P × T × L = 99,64mm × 78,16mm × 61,58mm = 479208,41mm3

- Volume silinder logam V r= T = 3,14 mm

V = 3,14 × 3,14mm × 3,14mm × 28,50mm = 882,33mm3 - Volume Bola besi r= V= = 5,00mm = × 3,14 × (5,00mm)3 = 523,33mm3

- Volume Bola kaca r= V= = 5,23mm = × 3,14 × (5,23mm)3 = 598,92mm3

7. Kesimpulan - Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Secara Langsung Yaitu ketika hasil pembacaan skala pada alat ukur, langsung menyatakan nilai besaran yang diukur, tanpa menggunakan rumus untuk menghitung nilai yang diinginkan. 2. Secara tidak langsung Yaitu dalam pengukuran memerlukan penghitungan tambahan untuk mendapatkan nilai besaran yang diukur.  Untuk mendaptkan hasil pengukuran yang akurat, faktor yang harus diperhatikan alat ukur yang dipakai, aturan angka penting dan posisi mata pengukuran (paralax).  Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi tiga golongan :Keteledoran, Kesalahan sistmatik dan Ketidakpastian pada Pengukuran seperti: Ketelitian, Kepekaan Ketepatan (precision), Presisi dan Akurasi.

·

DAFTAR PUSTAKA

1. Nasri,M.Z.2011.Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Fakultas Pertanian. Universitas
Jambi. Jambi . 2. Aadesanjaya.blogspot.com/«/laporan-praktikum-fisika-dasar.html 3. Halliday,David.2006.FISIKA JILID 1 EDISI KETIGA.Penerbit Erlangga,Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->