Anda di halaman 1dari 19

Teori Dasar Metode

Magnetik
Kelompok 1
 Rina Elfha Magisa
 Siti Sairah Muchtar
 Muammar Hakim
 Yudhi Prawira
 Nivi Okstrifiani
 Irvan
 Arini Nurul A
 Wira Sunarya
DASAR METODE GEOMAGNET

Batuan di dalam bumi mengandung mineral-


mineral yang sebagian juga memiliki sifat
kemagnetan. Mineral tersebut terinduksi
medan magnet bumi dan menimbulkan medan
magnet sekunder (Bakrie, 2008)
MAGNETISASI

 Studi mengenai magnetisasi telah dikenal sekitar 400 tahun


yang lalu.
 Penelitian magnetisasi bumi yang pertama kali menunjukkan
bahwa medan magnet bumi ekivalen dengan arah utara –
selatan sumbu rotasi bumi.
 Penemuan tersebut kemudian diperdalam untuk melokalisir
endapan bijih besi dengan mengukur variasi magnet di
permukaan bumi. Hasil penelitian itu kemudian dibukukan
dalam ” the examination of iron ore deposite by magnetic
measurement” yang kemudian menjadi pionir bagi pengukuran
magnetisasi bumi (geomagnet)
Magnet Bumi
 Magnet bumi adalah harga kemagnetan dalam bumi.
medan magnet dihasilkan dari arus listrik yang mengalir
dalam inti besi cair bumi.
 Kerapatan fluks magnet (B) sekitar 0,62 x 10-4 Wb/m2
(0,062mT) di kutub utara magnet dan sekitar 0,5 x 10-4
Wb/m2 (0,05mT) di garis lintang 400.
 Medan magnet dari dalam bumi (internal field) merupakan
bagian yang terbesar (90%), maka medan ini sering juga
disebut medan utama (main field) yang dihasilkan oleh
adanya aktifitas di dalam inti inti bumi bagian luar (outer
core). Sisanya berasal dari kerak dan bagian luar bumi
(external field)
Orientasi Kutub Magnet dan Fluks Magnet yang
Dihasilkan oleh Medan Magnet Bumi.
Metode Magnetik
 Metode magnet adalah salah satu metode geofisika yang digunakan untuk
menyelidiki kondisi permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan
batuan yang diidentifikasikan oleh kerentanan magnet batuan.
 Metode ini didasarkan pada pengukuran variasi intensitas magnetik di
permukaan bumi yang disebabkan adanya variasi distribusi (anomali) benda
termagnetisasi di bawah permukaan bumi.

perbedaan distribusi mineral ferromagnetic, paramagnetic, diamagnetic

perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh jebakan dari


daerah sekelilingnya

Anomali geomagnet
 Variasi intensitas medan magnetik yang terukur
kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi
bahan magnetik dibawah permukaan, kemudian
dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi
yang mungkin teramati. Pengukuran intensitas
medan magnetik dapat dilakukan di darat, laut
maupun udara.
 Metode magnetik sering digunakan dalam
eksplorasi pendahuluan minyak bumi, panas bumi,
dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada
pencarian prospeksi benda-benda arkeologi
Suseptibilitas Magnetik
 Suseptibilitas magnetik batuan merupakan harga magnet suatu
batuan terhadap pengaruh magnet yang erat kaitannya dengan
kandungan mineral dan oksida besi. Semakin besar kandungan
mineral magnetit di dalam batuan, semakin besar harga
suseptibilitasnya.
 Tingkat suatu benda magnetik untuk mampu dimagnetisasi
ditentukan oleh suseptibilitas kemagnetan (disimbolkan dengan k)
yang ditulis sebagai:

I=kH

Besaran ini adalah parameter dasar yang dipergunakan dalam


metode magnetik.
MAGNETOMETER
 Alat utk mengukur medan magnet bumi namanya
magnetometer.
 Hasil pengukurannya adalah medan magnet
absolut, ketelitiannya biasanya sampai 1 nt (nano
tesla)
 Cara mengukurnya bisa dgn magnetometer
portable (alatnya digendong seperti tas\ punggung),
bisa dgn aero magnetometer (yg ini digandeng dgn
pesawat) dan menggunakan kapal laut.
Anomali Magnet
 Anomali medan magnet bumi adalah perbedaan nilai medan
magnet antara hasil pengamatan dan medan magnet teoritis
(IGRF).
 Berdasarkan sifat medan magnet bumi dan sifat kemagnetan
bahan pembentuk batuan, maka bentuk medan magnetik anomaly
yang ditimbulkan oleh benda penyebabnya tergantung pada:
1.Inklinasi medan magnet bumi disekitar benda penyebab
2.Geometri benda penyebab
3.Kecenderungan arah dipol – dipol magnet didalam benda
penyebab
4.Orientasi arah dipole – dipole magnet benda penyebbab
terhadap arah medan bumi.
 Anomali magnetik diperoleh dari persamaan:

ΔT =Tobs + TIGRF ± TVH

Δ T = anomali magnetik
Tobs = medan magnetik pengukuran pada stasiun
tertentu
TIGRF = medan magnet teoritis berdasarkan IGRF
pada stasiun Tobs
TVH = koreksi medan magnetik akibat variasi harian.
Intensitas Magnetisasi
 Gaya magnet (F) adalah gaya tarik menarik / tolak-menolak
dari dua kutub magnet (m1,m2) yang berjarak r.
 Hukum Coloumb:
F = m1.m2/(µ.r2)
µ = konstanta permeabilitas magnet
 Suatu medan magnetik yang ditempatkan pada suatu medan
magnet akan mengalami magnetisasi oleh imbas magnetik yang
didefinisikan sebagai:
I=M/V
M = momen magnetik dikutub (dipole)
I = jarak antara kutub +m dan –m
V = volum benda
 Momen magnet (M) adalah besaran vektor
yang memanjang dari kutub negatif ke kutub
positif. Intensitas magnetik (I) adalah momen
magnet per satuan volume. Intensitas magnet
ini sebanding dengan kuat medan magnet dan
arahnya searah dengan medan magnet yang
menginduksi.
I = k. H
I = intensitas magnetik
H = kuat medan magnet
Sifat magnetik batuan

Diamagnetik
Paramagnetisme
Ferromagnetic
Antiferromagnetik
Ferrimagnetik
 Berdasarkan proses terjadinya maka ada dua macam magnet :
1. Magnet induksi ( bergantung pada suseptibilitasnya
menyebabkan anomaly pada medan magnet bumi ).
2. Magnet permanen : bergantung pada sejarah pembentukan
batuan.

 Berdasarkan nilai k, batuan dibagi menjadi:


1. Paramagnetik : Mempunyai nilai k yang bernilai positif
Contoh : olivine, biotit.
2. Feromagnetik : Mempunyai nilai k yang sangat besar dan
positif
Contoh: besi dan nikel.
3. Diamagnetik : Mempunyai nilai k yang negatif
Contoh: grafit, gysum, quartz
Eksplorasi Minyak Bumi dengan Metode
Magnetik
Metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang
disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah
permukaan. Survei magnetik dan gravitasi biasanya dilakukan di
wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin).

Dalam eksplorasi migas metoda gravity dan magnetik memang


hanya dipergunakan untuk tahap awal , terutama guna tujuan
regional untuk mengetahui konfigurasi basement (batuan dasar).
Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui ketebalan sedimen,
makin tebal makin bagus dan potensial untuk source rock. Untuk
penentuan struktur geologinya digunakan metoda seismik.
Persamaan & Perbedaan Metode Gravitasi
dan Geomagnet
Metode magnetik mirip dengan metode gravitasi, karena
sama-sama berdasarkan kepada teori potensial, sehngga
keduanya sering disebut sebagai metoda potensial. Namun
demikian, ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat,
keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar. Dalam
magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar
vektor magnetisasi, sedangkan dalam gravitasi hanya
ditinjau variasi besar vektor percepatan gravitasi. Data
pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual
yang kompleks. Dengan demikian, metode magnetik
memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar.
Kelebihan metode magnetik
Kelebihan metode magnetik dibanding metode yang lain:
1. Metode ini sensitive terhadap perubahan vertical, umumnya digunakan
untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal yang
kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi.
Umumnya tubuh intrusi, urat hydrothermal kaya akan mineral
ferromagnetic(Fe3O4, Fe2O3) yang memberi kontras pada batuan
sekelilingnya.
2. Mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat kemagnetannya
bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu efektif
digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai
potansi Geothermal
3. Data acquitsition dan data proceding dilakukan tidak serumit metoda
gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk
memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun
kedalaman sumber anomaly magnetic yang ingin diselidiki
SEKIAN….

TERIMA KASIH…..