P. 1
askep-anak-malnutrisi

askep-anak-malnutrisi

|Views: 845|Likes:
Dipublikasikan oleh Vie Cyank Angga

More info:

Published by: Vie Cyank Angga on May 11, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2013

pdf

text

original

Paskalis Lukimon

(Ners)

.Definisi Malnutrisi energi protein (MEP) adl tidak adekuatnya intake protein dan kalori yg dibutuhkan oleh tubuh. Kwashiorkor adl suatu penyakit yg disebabkan oleh kekurangan protein baik dari segi kualitas dan kuantitasnya Marasmus adl suatu penyakit yg disebabkan oleh kekurangan kalori dan protein.

ETIOLOGI Kekurangan kalori Kekurangan protein .

Ggn gastrointestinal seperti adanya perlemakan pd hati dan atropi pd sel acini pankreas. kalsium dan seng.PATOFISIOLOGI Kwashiorkor Kekurangan protein dalam makanan asam amino essensial dalam serum yang diperlukan untuk sintesis dan metabolisme terutama sebagai pertumbuhan dan perbaikan sel makin berkurangnya asam amino dalam serum menyebabkan berkurangnya produksi albumin hati. Kekurangan mineral : besi. . Kulit akan tampak bersisik dan kering depigmentasi. Anak mengalami ggn pd mata kekurangan vitamin A. Edema hipoproteinemia yg mana cairan akan berpindah dari intra vaskuler kompartemen ke rongga interstitial ascites.

PATOFISIOLOGI Marasmus Pada marasmus ditandai dgn atropi jaringan. terutama lapisan subkutan dan badan tampak kurus seperti orang tua. Pada metabolisme lemak kurang terganggu dari pd kwashiorkor. Pemenuhan kebutuhan dlm tbh masih dpt dipenuhi dgn adanya cadangan protein sebagai sumber energi. Pada marasmus tdk ditemukan edema akibat dari hipoalbuminemia dan atau retensi sodium. kekurangan vitamin biasanya minimal atau tidak ada. .

tuberkulosis. infeksi. desentri. anemia. malnutrisi kronik.KOMPLIKASI Kwashiokor : diare. ggn tumbuh kembang. parasitosis. hipokalemi dan hipernatremi Marasmus : infeksi. ggn tumbuh kembang. .

MANIFESTASI KLINIS Kwashiorkor Muka sembab Letargi Edema Jaringan otot mengecil Jaringan subkutan tipis dan lembut Warna rambut pirang atau seperti rambut jagung Kulit kering dan besisik Alopecia Anoreksia Gagal dalam tumbuh kembang Tampak anemia .

MANIFESTASI KLINIS Marasmus Badan kurus kering Tampak seperti orang tua Lethargi Iritabel Kulit berkeriput Ubun ± ubun cekung pada bayi Jaringan subkutan hilang Turgor kulit jelek Malaise .Apatis Kelaparan .

creatinine. Ht. . dan netrogen. Elektrolit. transferin.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium : albumin. Hb.

. protein.Penatalaksanaan Terapeutik Diit tinggi kalori. dan vitamin Pemberian terapi cairan dan elektrolit Penanganan diare bila ada. mineral. antidiare dan antibiotik. cairan.

Pengkajian Keperawatan Riwayat status sosial .ekonomi Kaji riwayat pola makan Pengkajian antropometri Kaji manifestasi klinis Monitor hasil laboratorium Timbang berat badan Kaji tanda tanda vital .

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 3. nutrisi.d tidak adekuatnya intake nutrisi.d kurangnya intake cairan. 5. Ggn integritas kulit b. 4. Kurangnya volume cairan dan konstipasi b.d ggn respon imun sekunder dari malnutrisi Kurangnya pengetahuan b. Resiko infeksi b.d tidak tahu memberikan intake nutrisi yg adekuat pada anak . Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d tidak adanya kandungan makanan yang cukup. 2.

Kaji antropometri Kaji pola makan Berikan intake makanan tinggi.Intervensi Keperawatan NDX 1. . mineral dan vitamin Frekwensi makan dapat ditingkatkan setiap 3 ± 4 jam dan selingi dgn malanan kecil yg tinggi kallori dan protein Timbang berat badan setiap hari Tingkatkan pemberian ASI dgn pemasukan intake nutrisi yg adekuat pd orang tua. kalori. protein.

NDX 2. 2 ² 3 ml/kg/jam Auskultasi bising usus Kaji tanda ² tanda dehidrasi Pantau adanya overload cairan . Berikan cairan yg adekuat sesuai dgn kondisi Berikan cairan per oral Berikan cairan atau nutrisi perparenteral. pantau kepatenan infus Ukur intake dan output.

NDX 3. Kaji keutuhan kulit setiap pergantian dinas Berikan suplemen vitamin Berikan alas matras yang lembut Berikan cream kulit Ganti segera pakaian yang lembab dan basah Lakukan kebersihan kulit Hindari penggunaan sabun yang dapat mengiritasi kulit .

kebersihan. Kaji tanda tanda infeksi. menghindari dari anak yang infeksi Berikan imunisasi bagi anak yang belum imunisasi . ukur suhu tubuh setiap 4 jam Gunakan standart pencegahan universal. mencuci tangan yang benar bila akan kontak dengan anak.NDX 4.

NDX 5. Ajarkan orang tua dlm pemenuhan kebutuhan nutrisi Jelaskan pentingnya intake nutrisi yg adekuat Jelaskan kondisi yg terkait dgn malutrisi Anjurkan ibu utk mengkomsumsi nutrisi yg adekuat utk meningkatkan produksi ASI Libatkan keluarga dlm perawatan anak utk pemenuhan kebutuhan sehari .hari .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->