MATERI ADMINISTRASI PUBLIK

KURIKULUM MAP Mata kuliah No. Kode Nama SKS Ujian 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 6 42 I.1 I.2 II.2 IV.2 III.1 III.2 IV.3 III.3 IV.1 II.1 99 99 x x x x x x x x x x x x Waktu I II III IV

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 2 1

Mata kuliah Kompetensi Utama 30 sks MAPU5101 Teori Administrasi MAPU5102 Teori dan Isu Pembangunan MAPU5104 Inovasi dan Perubahan Organisasi MAPU5201 Manajemen Sumber Daya Manusia MAPU5202 Administrasi Keuangan Publik MAPU5203 Pemerintahan Daerah MAPU5301 Analisis Kebijakan Publik MAPU5302 Manajemen Stratejik Organisasi Publik MAPU5303 Kebijakan Pengembangan Wilayah dan Perkotaan Mata kuliah Kompetensi Penunjang 6 sks MAPU5103 Metode Penelitian Administrasi MAPU5304 Studi Mandiri Tugas Akhir Program Magister 6 sks MAPU5400 TAPM/Tesis Total SKS

MAPU5101 Teori Administrasi
Tinjauan Mata Kuliah Terdapat kecenderungan dalam masyarakat luas bahwa administrasi diumpamakan atau dipersepsikan secara salah sebagai kegiatan tata usaha atau yang berhubungan dengan kegiatan kantor sehari-hari. Administrasi tidak saja bersifat sempit, tetapi mencakup berbagai aspek yang luas, seperti yang diutarakan oleh The Liang Gie, yaitu organisasi, manajemen, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pekerjaan kantor, tata hubungan, dan perwakilan. Selain itu jika dikelompokkan berdasarkan kerja sama maka administrasi dibagi menjadi tiga bidang, yaitu administrasi publik, administrasi bisnis, dan administrasi kemasyarakatan. Mata kuliah Teori Administrasi mengkaji aspek-aspek yang berhubungan dengan administrasi baik yang menyangkut organisasi maupun administrasi publik. Untuk lebih jelasnya kajian mata kuliah ini pertama-tama Anda kami ajak untuk membahas mengenai pengantar administrasi publik, teori klasik dan neoklasik maupun teori hubungan kemanusiaan dan perilaku organisasi. Pada bagian lain dikaji mengenai teori sistem, paradigma administrasi publik, dan reformasi administrasi. Pada bagian akhir dibahas juga mengenai demokratisasi, administrasi

publik sebagai manajamen kebijakan publik dan yang tidak kalah pentingnya adalah good governance. Setelah membahas aspek-aspek tersebut Anda diharapkan mampu untuk menjelaskan berbagai konsep, teori administrasi serta permasalahan yang berhubungan dengan administrasi. Untuk mencapai tujuan di atas mata kuliah ini dibagi menjadi 9 modul dengan perincian sebagai berikut: 1. Modul 1: Pengantar Administrasi Publik a. Pengertian administrasi b. Peran teori dan evolusi teori administrasi 2. Modul 2: Teori-teori Klasik dan Neoklasik a. Teori klasik administrasi b. Teori Neoklasik administrasi c. Teori-teori klasik dan neoklasik yangperspektif 3. Modul 3: Teori Hubungan Kemanusiaan dan Perilaku Organisasi a. Hubungan kemanusiaan b. Teori-teori perilaku manusia 4. Modul 4: Teori Sistem a. Definisi dan variabel sistem b. Evaluasi model sistem 5. Modul 5: Paradigma Administrasi Publik a. Paradigma I dan II administrasi publik b. Paradigma III, IV, dan V administrasi publik 6. Modul 6: Reformasi Administrasi a. Gerakan reformasi administrasi b. Konsep dan strategi administrasi 7. Modul 7: Demokratisasi a. Demokrasi dam masyarakat madani b. Desentralisasi 8. Modul 8: Administrasi Publik a. Masalah dan Kebijakan Publik b. Proses pembuatan, implementasi, dan evaluasi kebijakan 9. Modul 9: Good Governance a. Pentingnya good governance b. Akuntabilitas dalam good governance

Sondang Siagian mendefinisikan administrasi sebagai "keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya tidak ada. Kelangsungan hidup pemerintahan yang beradab itu sendiri akan sangat tergantung atas kemampuan kita untuk membina dan mengembangkan suatu administrasi yang mampu memecahkan masalah-masalah masyarakat modern. Ada beberapa hal yang terkandung dalam definisi di atas. yaitu 1) adanya dua manusia atau lebih. . Beard tidak ada sesuatu hal untuk abad modern sekarang ini yang lebih penting dari Administrasi. 4) adanya peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan tugas-tugas itu. Pertama. Kedua. administrasi mempunyai unsur-unsur tertentu.MODUL 1 PENGANTAR ADMINISTRASI PUBLIK Kegiatan Belajar 1: Pengertian Administrasi Rangkuman Menurut Charles A. 2) adanya tujuan yang hendak dicapai. 3) adanya tugas atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan.

Secara horizontal berarti melihat administrasi dilihat dari aspek teknisnya/unsur-unsurnya. Administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui hanya permulaan dari suatu kegiatan sedang kapan berakhirnya kegiatan itu sendiri tidak diketahui. 6) pekerjaan kantor. Sampai dengan tahun 1886. yang berfokus pada aktivitas administrator dalam melaksanakan kebijakan pemerintah/negara.Ketiga. 2. Administrasi sebagai seni dan ilmu. Ilmu Administrasi telah pula memiliki metode analisisnya sendiri. Secara vertikal. Sulit bagi kita membuat rumusan (definisi) yang singkat tentang Administrasi Negara. yaitu teori preskriptif. administrasi sebagai "seni" merupakan suatu social phenomenon. pada tahun 1886 itu timbullah suatu ilmu baru. Kajian ilmu administrasi ini adalah aspek teknis/unsur-unsur administrasi yang mencakup 1) organisasi. yaitu teori-teori berikut ini. dapat dibagi-bagi ke dalam cabang-cabang 1) administrasi kenegaraan (public administration). Administrasi sebagai proses kerja sama bukan merupakan hal yang baru karena ia telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia. 5) perlengkapan. 7) tata hubungan/komunikasi. dan 3) administrasi kemasyarakatan (social administration). Kemudian. berarti penekannya pada sifat atau karakter dari kerja sama yang ada. Asumtif. Sekarang ini administrasi dikenal sebagai suatu artistic science karena di dalam penerapannya "seninya" masih tetap memegang peranan yang menentukan. Sebaliknya seni Administrasi dikenal sebagai suatu scientific art karena seni itu sudah didasarkan atas sekelompok prinsipprinsip yang telah teruji "kebenarannya". 3) kepegawaian. administrasi sebagai proses kerja sama bukan merupakan hal yang baru karena ia telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia. manusia hanya mengenal administrasi sebagai seni. sistematikanya sendiri. 2) manajemen. Tegasnya. Ada empat golongan teori menurut Bailey. Bidang-bidang atau percabangan dari pembagian ilmu administrasi dapat dibedakan secara vertikal dan horizontal. 4) keuangan. Instrumental. untuk itu para ahli berusaha mencoba mengatasinya dengan mendeskripsikan kegiatan-kegiatan yang ada dalam praktik Administrasi Negara. 4. 1. 3. dan 8) perwakilan/public relation. Morrow memunculkan satu golongan teori di luar empat golongan tersebut di atas. yang sekarang ini dikenal dengan Ilmu Administrasi yang objek studinya tidak termasuk objek studi ilmu-ilmu yang lain. Deskriptif Normatif. dalil-dalil serta rumus-rumusnya sendiri. Kegiatan Belajar 2: Peran Teori dan Evolusi Teori Administrasi Rangkuman Menurut Bailey peran teori dalam administrasi publik bisa dilihat dari aspek studi maupun praktik administrasi publik. prinsipprinsip. . untuk itu kita perlu mengetahui penggolongan teori dalam studi administrasi publik menurut terminologinya. 2) administrasi perusahaan (business administration).

Bailey menggarisbawahi pentingnya teori instrumental dalam administrasi publik. Taylorisme. pelaporan. objek studinya. Peran teori instrumental terutama menyediakan teknik-teknik administrasi manajemen untuk merumuskan tujuan-tujuan kebijakan lebih banyak lagi. dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. menurut Bailey teori asumtif berhubungan dengan pertanyaan untuk apa peran-peran birokrasi publik yang akan dimainkan dalam perubahan kebijakan dan untuk menemukan jawaban bagaimana para administrator telah menyumbang terhadap peran pemerintah modern yang bertindak cepat. hubungan komponen-komponen di dalam administrasi publik dan hubungan administrasi publik dengan lingkungannya. kharismatik. tetapi diselidiki ahli teori administrasi publik yang telah memperhalus proposisi-proposisi yang mereka asumsikan. Teori normatif menekankan pada pembahasan atas jawaban pertanyaan peran apakah yang seharusnya dimainkan oleh administrasi publik dalam menjalankan kegiatannya. pengorganisasian. Tulisan Weber menekankan pada deskripsi yang agak preskripsi. Bailey menyebutnya teori instrumental karena teori ini memfokuskan diri pada usaha-usaha harmonisasi dan koordinasi aparatur administrasi untuk mencapai tujuantujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. ajaran Taylor atau sering juga disebut sebagai aliran manajemen ilmiah. Weber menemukan hal ini dalam studinya di masyarakat yang beragam. yaitu tradisional. Setiap administrator publik mempunyai asumsiasumsi operasional tentang kebiasaan/kelaziman manusia dan tentang apa yang dikerjakan oleh lembaga. ini sebagai model rasional dengan tekanannya pada aturan-aturan dan prinsip-prinsip legal formal. Malahan sebagai pemberian status dan kewenangan ke individu-individu. Peran teori asumtif. dan rasional. menekankan pada peleburan atau penyatuan sumber daya dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cara yang lebih efisien. gerakan para pekerja dan training pekerja untuk keahlian-keahlian mekanik dan supervisor dengan tujuan untuk memperoleh "satu cara yang terbaik" guna mengimplementasikan suatu kebijakan yang ditetapkan sebelumnya. dan penganggaran. Penyempurnaan akhir praktik administrasi akan tergantung pada kemampuan ahli-ahli teori dalam memformulasikan secara konsisten dan memfokuskan atas citra kepribadian orang dan kapasitas lembaga. di mana Weber menguraikan tiga tipe ideal kewenangan. pengarahan. ukuran alat-alat kerja. koordinasi. hal ini untuk menyalurkan impianimpian mereka. Gulick memperkenalkan idenya/gagasannya mengenai POSDCORB. Model Weberian yang dilambangkan oleh praktik demokrasi Barat. PODSCORB adalah suatu istilah yang mencakup tanggung-jawab eksekutif atas suatu perencanaan. Masyarakat Barat memuja- . yang memusatkan perhatian pada pola-pola kewenangan di dalam birokrasi.Peran teori deskriptif lebih menekankan pada penggambaran dan penguraian tentang apa itu administrasi publik. Masing-masing tipe ideal disesuaikan dengan kegunaan dan urgensinya. yang direpresentasikan dalam perkataannya "suatu rumusan yang dimaksudkan untuk memperhatikan bahwa pekerjaan pimpinan eksekutif itu merupakan unsur-unsur fungsional yang beragam". penyusunan staf. Ajaran Taylor menekankan pada manajemen mekanik.

Morow. (1997) Introducing Public Administration. (Diterjemahkan oleh Luciana D. (1985). Simon membantah. Mengabaikan terhadap faktor-faktor psikologi sosial. Harmon. Birokrasi ini ternyata menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari (unavoidable) karena untuk urusan apa pun kita tetap akan berhubungan dengan birokrasi. Public Management and Administration. pada tingkat paling atas. Toronto: Little. . New York: Random House Inc. efisiensi. Ekologi Administrasi Negara. namun ternyata Birokrasi masih cukup favorit untuk dibahas. Hughes. derajat kebutuhan yang lebih tinggi. Jay M. Sebenarnya dengan tipe idealnya. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. MODUL 2 TEORI-TEORI KLASIK DAN NEOKLASIK Kegiatan Belajar 1: Teori Klasik Administrasi Rangkuman Mekipun ada semacam pesimisme dari sementara ahli. Administrasi Negara. Maslow dan Chris Argyris adalah ahli teori aktualisasi diri menyatakan bahwa dalam jiwa orang (laki-laki) terdapat suatu hierarki kebutuhan yang mana ia mencoba untuk memuaskannya dengan sebagai pekerja. Jakarta: LP3ES. New York: Addison-Wesley Educational Publishers Inc. orang mengaktualisasikan dirinya dengan menyatukan kesuksesan dan tanggung jawab di posisinya dengan cita-cita pribadinya. and Russell. Owen E.muja tata hukum meskipun ini abstrak dan tidak berkepribadian. Administrasi Negara Baru (diterjemahkan oleh Al Ghozei Usman). William L. George. dapat menghasilkan kurang dari pada banyak. birokrasi dimaksudkan untuk memperlancar. (1988). Jakarta: PT Bina Aksara. Brown and Company. termasuk analisis deskriptif organisasinya. (1994). Richard T. Di dasar piramida adalah kebutuhan fisik dasar. pakaian. hierarki hubungan atasan-bawahan. Lontoh). (1975). EW. Selanjutnya. New York: St. Simon memberi kesan bahwa faktor-faktor sosial dan psikologi sosial mempengaruhi sikasikap pekerja. Organization Theory for Public Administration. An Introduction. (2004). seperti kebutuhan makanan. (1986). H. Henry. Politics and The Political System. Selanjutnya derajat kebutuhan yang lebih atas. Shafritz. (1984). Ciri-ciri lain model rasional termasuk di dalamnya pembagian kerja secara ilmiah. Public Administration. Pengantar Administrasi Negara. Nicholas. Martin's Press Inc. ia mencari persahabatan dan kehormatan dari rekan sekerja. dan tempat berteduh. Jakarta: CV Rajawali. Pamudji. pemilihan pegawai berdasarkan jasa sebagai lawan patronase (perlindungan). Akhirnya. and Mayer. Pemilihan "satu cara terbaik" untuk meng-implementasikan program akan dipertimbangkan faktor-faktor kemanusiaan sebagai formalitas dari organisasi dan pembagian kerja. Michael M. Daftar Pustaka y y y y y y y y Ali Mufiz. Frederickson. ia memuaskan egonya melalui prestasinya kerjanya dan pengakuan dari sesama rekan sekerjanya.

Teoretisi lainnya yang masuk kelompok klasik ini adalah Taylor dan Fayol. ia dikenal sebagai "bapak manajemen ilmiah".mempermudah. mempercepat. menciptakan standar kerja. Daftar Pustaka . Herbert Simon mengemukakan tiga tema utama dalam proses pengambilan keputusan dalam organisasi yaitu sebagai berikut. coordinating. Kegiatan Belajar 3: Teori-Teori Klasik dan Neoklasik Yang Perspektif Rangkuman Mengawali teori klasik di bidang administrasi publik ini adalah teori Birokrasi dari Weber. Taylor meskipun latar belakang pendidikan dan pekerjaannya adalah di bidang teknik. POSDCORB dari Gulick dan Urwick merupakan gambaran kegiatan utama dari para eksekutif di dalam organisasi yang meliputi planning. Kesan yang negatif selalu muncul. organizing. Ternyata ada sedikit perbedaan pandangan penulis mancanegara dengan penulis dalam negeri tentang birokrasi. Termasuk dalam kelompok pelopor teori klasik adalah Frederik W. Instrumental reason atau alasan-alasan instrumental adalah bersifat sentral di dalam perbuatan keputusan administratif dan pemahaman organisasi. namun apa yang terjadi tidak selalu demikian. reporting. directing. yakni aspek manajerial. dan budgeting yang melahirkan beberapa konsekuensi terhadap teori administrasi. seperti dikotomi antara politik dan administrasi sebagai bagian yang sentral dari proses administrasi. Konsep satisfying atau memuaskan yang merupakan pembatalan yang signifikan terhadap rasionalitas dan dampaknya terhadap perilaku organisasi merupakan kondisi utama di dalam pembuatan keputusan. Demikian juga perbandingan pemikiran-pemikiran intelek dari Herbert Simon dan Chester Barnard. staffing. Pelopor teori klasik lainnya adalah Henry Fayol yang sangat terkenal dengan 14 prinsip administrasi yang ditulis dalam bukunya berbahasa Perancis Administration Industrielle en Generale. Pemikirannya yang cemerlang mampu mengembangkan suatu cara terbaik untuk metode kerja yang baru. Kegiatan Belajar 2: Teori Neoklasik Administrasi Rangkuman Dalam bukunya Administrative Behavior. sementara lima kegiatan yang lain tidak banyak mencurahkan perhatiannya karena sudah banyak ahli lain yang membahasnya. Apabila kita mengkritisi teori-teori Neoklasik maka yang menarik adalah pandangan Herbert Simon tentang Konsep Rasionalitas Murni (Pure Rationality) dan Rasionalitas Terbatas (Bounded Rationality) pada proses pengambilan keputusan di dalam organisasi. Dari enam jenis kegiatan sebuah perusahaan ternyata yang lebih banyak disorot oleh Fayol adalah hal yang terakhir. Keputusan adalah kegiatan sentral dari organisasi. mengefisienkan proses administrasi. menemukan orang yang tepat untuk suatu jenis pekerjaan tertentu melalui proses seleksi dan menyediakan peralatan dan perlengkapan kerja yang terbaik bagi pekerja.

. dan Ted Gaebler. Budi. Demokrasi dalam Birokrasi Pemerintah Peran Kontrol Rakyat dan Netralitas Birokrasi. Jilid 1.y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y Atmosudirdjo. Boston: Little Brown & Co. Makalah dalam Seminar Nasional Birokrasi Pemerintah: Kualitas Layanan Masyarakat Sekarang dan Masa Depan. Maurer. Koontz. Prayudi. Hummel. (1987). (1986). Y. Breaking Through Bureaucracy. (1981). Harmon. Ralph P. Organizational Theory and Design (A Strategic Approach For Management). Edisi 3. Denhardt. (1993). Semarang: Senat Mahasiswa FISIP UNDIP. LAN Press. Makalah dalam Seminar Nasional Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. (1997). (1995). (1982). Richard L. Second Edition. Jakarta: Ancan. Third Edition. (1971). Baker. Barzelay. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.: Palisades Publishers. (1972). (1982). David. Osborne. (1994). New York: Harcourt Brace College Publishers. New Delhi: Prentice Hall of India Private Limited. Program S2 Administrasi Negara. Manajemen. Caiden. Thoha. Miftah. (1999). Second Edition. Harold. Setiyono. Stoner. Jakarta: Penerbit Erlangga. (1999). California: University of California Press. N. Jakarta: Penerbit Erlangga. Miftah. Second Edition. James. Muhadjir. Illinois: The Dorsey Press. (1986). Michael M. Daft. Second Edition. Organization Theory for Public Administration. (1995). Design of Organization. Khandwalla. R. New York: Random House. Public Administration An Action Orientation. Robert. Profil Birokrasi dalam Mendukung Peningkatan Kinerja Pelayanan Aparatur. (1985). Semarang: Puskodak Fisip Undip. (1996). Jakarta: Batang Gadis. Essentials of Organization Theory & Design. Desain & Aplikasi).J. London: Hutchinson & Co (Publishers) Ltd. (1999). New York: McGraw-Hill Book Company. Michael. Edwin. Hooge. Birokr asi dalam Perspektif Politik dan Administrasi. New York: Harcourt Brace Jovanovich. (2001). Darwin. (1997). Michael and Richard Mayer. (Struktur. Australia: South Western. Administrative Theory and Public Administration. Homewood. Teori Organisasi. Budaya Birokrasi yang Kondusif sebagai Prasyarat Terciptanya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Jakarta: STIA. Reading Organization Theory. Negara FISIP UNDIP. John G. (1992). The Bureaucratic Experience. Dr. Ripley dan Franklin. (2004). Ilmu Adm. Semarang: PS. Manajemen. Robbins. America: Prentice-Hall International. Public Administration. Teori Organisasi. Birokrasi Indonesia dalam Era Globalisasi. Pradip. Thoha. (1986).S. Pacific Palisades Cal. Gerald E. Management. Harmon. Fifth Edition. Action Theory for Public Administration. Yogyakarta: Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada FISIPOL UGM Warella. New York: St Martini Press. Edisi Kedua. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. New York: Longman Inc. Gerloff. Policy Implementation and Bureaucracy. (1985). Mewirausahakan Birokrasi. Organization Theory. (1997). Diklat Kuliah Teori Administrasi Negara. Stephen P.

Chester Barnard dalam bukunya The Functions of the Executive sangat menaruh perhatian besar terhadap organisasi terutama organisasi formal yang dianggapnya memiliki karakter yang paling penting dari kehidupan sosial serta sebagai suatu aspek struktur utama masyarakat itu sendiri. organisasi formal. dan Warren Bennis. . dan peranan eksekutif. Untuk dapat lebih memahami teori kehidupan organisasi dari Barnard perlu diperhatikan 3 hal. metodologi. Maslow menekankan pada konsep partisipasi dan self actualization man-nya adalah sinonim dengan konsep organizational democracy. Douglas McGregor. dan organisasi informal.MODUL 3 TEORI HUBUNGAN KEMANUSIAAN DAN PERILAKU ORGANISASI Kegiatan Belajar 1: Hubungan Kemanusiaan Rangkuman Pendahulu-pendahulu Teori Hubungan Kemanusiaan meskipun masih terikat pada pandangan Teori Organisasi Klasik. Namun demikian perlu pula diperhatikan berbagai kritik yang dilontarkan terhadap penelitian Hawthorne ini baik dari aspek konsep. Studi Hawthorne yang menyangkut serangkaian penelitian mengenai tingkah laku manusia dalam situasi kerja pada perusahaan Western Electric Company yang berlangsung sejak tahun 1924 sampai tahun 1933 menemukan Konsep Manusia Sosial yang didorong oleh kebutuhan sosial yang menginginkan imbalan hubungan pada pekerjaan dan yang merespons lebih besar terhadap tekanan-tekanan kelompok kerja dibandingkan terhadap kendali manajemen sehingga pendapat teori klasik tentang Manusia Rasional yang dimotivasi oleh kebutuhan ekonomi pribadi berubah menjadi Konsep Manusia Sosial yang menekankan pada hubunganhubungan dalam kelompok kerja. Inti daripada proses ini adalah cooperation atau kerja sama. tetapi telah mulai menekankan bahwa manusia adalah unsur penting yang perlu mendapatkan perhatian yang penuh dari organisasi. Abraham Maslow dengan Teori Tingkat Kebutuhannya sangat menekankan pada self actualization man atau manusia yang dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. yaitu organisasi sebagai suatu sistem. Maslow melihat kebutuhan manusia dalam suatu jenjang tangga mulai dari kebutuhan dasar dan kebutuhan yang lebih tinggi. Barnard menaruh perhatian besar hampir secara eksklusif pada proses bagaimana individu-individu berhubungan dan dipengaruhi oleh organisasi. kemudian dijelaskan berbagai konsep dari Abraham Maslow. Kegiatan Belajar 2: Teori-Teori Perilaku Manusia Rangkuman Dalam Teori Perilaku Manusia yang muncul. yang apabila dilaksanakan sepenuhnya akan mempunyai konsekuensi self full filling prophecy. maupun kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh. Teori X dan Teori Y ini sebetulnya adalah asumsi sadar atau tidak sadar yang dipergunakan manajer dalam melaksanakan kegiatan -kegiatannya. Penulis berikutnya adalah Douglas McGregor yang sangat terkenal dengan Teori X dan Teori Y-nya.

(1971). Second Edition. subsistem. Fifth Edition. Third Edition. (1985). Stephen P.Salah seorang teoretisi Human Relation yang dibahas berikutnya adalah Warren Bennis yang mengatakan bahwa demokrasi tidak dapat dielakkan dalam organisasi yang pada era tahun 1960-an dan tahun 1970-an menjadi bidang yang menarik bagi para teoretisi administrasi.LAN Press. MODUL 4 TEORI SISTEM Kegiatan Belajar 1: Definisi dan Variabel Sistem Rangkuman Sebuah sistem pada dasarnya suatu kesatupaduan (entity) dari elemen-elemen input. (1994). output. Edwin. (1993). New York: Random House. Jakarta: Ancan. Action Theory for Public Administration. Second Edition. Organizational Theory and Design (A Strategic Approach For Management) New York: McGraw-Hill Book Company. Organization Theory. Teori Organisasi. John G. Harmon. Robbins. (1996). Denhardt. Reading Organization Theory. Organization Theory for Public Administration. New York: Longman Inc. New Delhi: Prentice Hall of India Private Limited. Michael M. (2001). (1999). Program S2 Administrasi Negara. America: Prentice-Hall International. Teori Organisasi (Struktur. Dr. maupun elemen sistem. Maurer.S. Australia: South Western. Desa bagian dari sistem pemerintahan kabupaten atau fakultas yang memiliki banyak jurusan merupakan bagian dari sistem universitas Dalam menganalisis praktik birokrasi/organisasi pemerintah akan lebih memberikan wacana yang luas dan analisis yang lebih komprehensif manakala digunakan pendekatan sistem karena akan diketahui hubungan antarsistem. New York: Harcourt Brace College Publishers. Mayor. Robert . process. Michael M dan Richard T.J. Richard L. dan feedback. Boston: Little. Prayudi. Baker. Birokrasi/organisasi pemerintah dapat dipandang sebagai sistem atau subsistem (bagian) dari sistem yang lebih besar. Stoner. (1981). Management. James. Desain & Aplikasi). Bagian akhir dari Modul 2 memberikan berbagai pandangan kritis terhadap Teori Hubungan Kemanusiaan dan Teori Perilaku Organisasi. Darwin. (1986). Brown & Co. Gerloff. Diktat Kuliah Teori Administrasi Negara. Daft. Jakarta: STIA . Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y Atmosudirdjo. . Edisi ke3. (1985). Muhadjir. Hooge. R. Public Administration An Action Orientation. London: Hutchinson & Co (Publishers) Ltd. Administrative Theory and Public Administration. Harmon. (1999). (1972). Essentials of Organization Theory & Design.

Corporate Assessment. ekonomi. dukungan masyarakat. (3) kesulitan dalam menetapkan indikator/tolok ukur untuk bidang sosial budaya. Charles & Donnellon. hasil (outcome). manfaat (benefit). Konsep dasar Evaluasi Kinerja Proyek Instansi Pemerintah dengan pendekatan sistem pada prinsipnya menilai perbandingan antara target dan realisasi pada masing-masing komponen masukan (input). hasil (outcome). penetapan tujuan. sosial-budaya. interaksi. maupun sebagai sistem tertutup (closed system) bersifat steril terhadap pengaruh lingkungannya hanya ada dalam wacana atau kajian akademis. dan keamanan. California: Addison-Wesley Publishing Company. kreativitas/ide baru. Barrie. Faktor internal yang diduga kuat pengaruhnya (determinan) terhadap aktivitas sebuah sistem terlihat pada proses: kepemimpinan. (1982). komunikasi. London: Thornville Square. yaitu (1) tidak semua kegiatan selesai. dampak (impact). Dalam praktiknya pengaruh dari luar sistem diseleksi sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. langsung dapat dievaluasi manfaat (benefit). motivasi. . keberlangsungan sistem. Andrian & Gunte. Corporate Culture. keluaran (output). Terrence E & Kennedy Allan A. (c) membangun dasar bagi pemantauan dan evaluasi. London: Sage Publication. Antara sistem dengan lingkungan luarnya terjadi hubungan pengaruh timbal balik (reciprocal). New Perspective on Organizational Change. Auditing a Company's Personality. Daftar Pustaka y y y Deal. The Post Bureaucratic Organization. ke mampuan mempengaruhi lembaga/sistem lainnya. dampak (impact). Komponen sistem yang dievaluasi adalah masukan (input). (1993). Sebuah sistem pada dasarnya dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. (2) kemungkinan masuknya unsur subjektivitas ke dalam sistem evaluasi model ini. politik. Salah satu kelemahan model ini. Manfaat Evaluasi Kinerja Proyek Instansi Pemerintah dengan pendekatan sistem di antaranya (a) memperjelas tentang informasi proyek. manfaat (benefit). Furnham. Tolok ukur yang dapat digunakan untuk mengukur sistem birokrasi pemerintah terdiri dari manfaat yang dirasakan masyarakat. (1994). Heckscher. sekaligus sistem mampu mempengaruhi lingkungannya atau terjadi hubungan timbal balik (reciprocal). (b) menciptakan kesepakatan untuk menghindari kesalahan interpretasi dan perbedaan pendapat selama pelaksanaan kegiatan. dan dampak (impact). Ane. keluaran (output). Faktor eksternal yang menjadi determinan sebuah sistem di antaranya adalah faktor ideologi. Inc.Konsep organisasi sebagai sistem terbuka (open system) menerima semua pengaruh dari luar. keputusan. Kegiatan Belajar 2: Evaluasi Model Sistem Rangkuman Evaluasi Kinerja Proyek Instansi Pemerintah merupakan salah satu model evaluasi terhadap kegiatan pemerintah dengan menggunakan pendekatan sistem. pengawasan.

yang menolak prinsip administrasi yang berlaku universal. kajian administrasi meletakkan fokus lebih penting daripada lokus. yang dapat ditemukan dan dapat berlaku kapan dan di mana saja. departemen. Evaluasi Kinerja Proyek. maupun teoretis (di lingkungan Universitas). Human Organization. Herbert A. (1982). Simon. dan prinsip-prinsip administrasi dengan unit analisis yang biasanya berupa kelompok kerja. pengendalian. Bagi Gulick dan Urwick. yang berada di tangan legislatif beserta yudikatif dan "administrasi" harus berkaitan dengan pelaksanaan kebijaksanaan tersebut yang berada di tangan eksekutif yang bersikap netral. Stephen W. di mana birokrasi menekankan struktur. Kosecoff. Secara tegas memisahkan antara lokus administrasi. Likert. Dalam Theories of Human Communication. (1984). James R. Bandung: Mandar Maju. Evaluation A Systematic Approach. Prinsip -prinsip administrasi adalah prinsip dalam arti yang sebenar-benarnya. ed. (Littlejohn. (Terjemahan). Peter & Freeman Howard E. Sage Publication. MODUL 5 PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK Kegiatan Belajar 1: Paradigma I dan II Administrasi Publik Rangkuman Pada Paradigma 1. Jacqueline and Arlene Fink. Rensis. Rossi.Bappenas. fungsi. Model birokrasi yang berkembang pada tahap ini adalah Birokrasi Klasik.y y y y y y y Kast. (1968). Teori Sistem dan Pendekatan Sistem dalam Bidang Manajemen. Masalah yang bersangkut-paut dengan model birokrasi klasik adalah kerangka organisasi atau tentang manajemen organisasi yang ekonomis dan efisien.). atau pemerintahan-pemerintahan keseluruhan. tanpa memandang segala macam bentuk faktor budaya. Jakarta: CV Rajawali. instansi. ruang. Sage Publication. lingkungan. ada dua fungsi yang berbeda dari pemerintah yang berhubungan dengan "politik" kebijakan atau berbagai masalah yang berhubungan dengan tujuan negara. Belmont: Wadsworth. (1989). Administrative Behavior. Basic Evaluation. Nisjar Karhi dan Winardi. Terjemahan. prinsip-prinsip administrasi adalah penting.. dan V Administrasi Publik Rangkuman Herbert Simon. periode 1900-1926 Lokus Administrasi dengan politik dapat dilakukan secara empiris (Proses Pemerintahan). Pada Paradigma II. Perbedaan yang tampak antara model birokrasi dan neobirokrasi. Menurut Goodnow. IV. misi. Ada prinsip-prinsip administrasi yang bersifat universal (bebas waktu. Kegiatan Belajar 2: Paradigma III. sedangkan keterkaitan dengan tempat di mana prinsip tersebut diterapkan tidaklah terlalu penting. (1997). dan institusi. Lembaga Administrasi Negara . (1986). Prinsip administrasi akan berlaku dalam setiap lingkungan administrasi. General System Theory. membawa akibat . nilai).

Kata negara kini diartikan sebagai makna filosofis. Henry. Jakarta: LP3ES. Fredereicckson. 1.negatif terhadap perkembangan ilmu administrasi negara. Administrasi Negara dan Masalah-masalah Kenegaraan. (1988). (1987). Administrasi Negara Baru. Yang satu adalah perkembangan program-program interdisipliner dalam "ilmu pengetahuan. Secara terperinci dapat disebutkan 4 faktor yang mendorong reformasi administrasi di negara-negara berkembang. yaitu mundur ke dalam disiplin induknya. (1988). teknologi dan kebijakan umum (atau dalam terminologi yang lain) di universitas-universitas terkemuka. kasus juga metode komparatif. Jakarta: CV Rajawali. para ahli administrasi negara pada periode (Paradigma IV) mulai menerima bahwa kata negara dalam administrasi negara tak bisa diartikan dalam makna institusi. seperti masa sebelumnya. Daftar Pustaka y y y Ali Mufiz. Jakarta: Universitas Terbuka. namun komplementer. Pada periode ini para pakar administrasi juga menganalisis model hubungan kemanusiaan yang menekankan pada nilai-nilai kepuasan pekerja. yaitu sebagai berikut. Ketidakpuasan kepada pemerintah. martabat individu dengan publik yang menekankan nilai-nilai keadilan sosial dalam mendeskripsikan fokus bagi administrasi negara. Sedangkan yang satu lagi adalah munculnya "administrasi negara baru". normatif. yaitu ilmu politik. Meskipun administrasi negara sangat kontras keberadaannya selama berlangsungnya Paradigma IV. yang bersumber pada terlalu besarnya organisasi pemerintah sehingga cenderung mengkonsumsi seluruh sumber daya yang ada. perkembangan pribadi. Traditional bureaucracy yang merupakan konsepsi birokrasi yang selama ini kita kenal tidak bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat yang sangat pesat sehingga mereka tidak mampu memenuhi tuntutan publik. Nicholas. dan etika. setidaknya pada dua hal yang terpisah. Perkembangan pendekatan administrasi dengan menggunakan metode kasus dimulai pada tahun 1930 yang kebanyakan di bawah prakarsa Komite Administrasi Negara Lembaga Penelitian Ilmu Sosial secara tipikal. MODUL 6 REFORMASI ADMINISTRASI Kegiatan Belajar 1: Gerakan Reformasi Administrasi Rangkuman Pada dasarnya gerakan reformasi administrasi disebabkan birokrasi tidak mampu merespons keinginan masyarakat. Pengantar Administrasi Negara. Berdasarkan kondisi empiris. Periode ini terjadi kesepakatan tentang focus dan locus administrasi negara. yaitu sebagai segala sesuatu yang mempengaruhi kepentingan umum. . Periode ketiga ini dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk meninjau kembali segala jalinan konseptual antara administrasi negara dan politik.

yaitu the efficiency drive. membutuhkan perubahan yang sistematik dan dalam kerangka yang luas serta perubahan tersebut harus dengan cara hati-hati dan direncanakan. kekurangan sumber daya yang berkualitas. serta tanggap terhadap kompetisi pasar. public service reform. Kegiatan Belajar 3 Rangkuman NPM merupakan model yang dikembangkan dalam upaya memperbaiki kinerja birokrasi yang dirasakan kurang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dalam memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan yang diinginkan. demokratisasi dan privatisasi. strategi fiskal. program dan strategi budaya. penggalakan merit sistem. namun mempunyai sejumlah kelemahan. perbandingan biaya dan prestasi terukur. mengubah pembagian pekerjaan antara sistem administrasi dan sistem politik serta mengubah hubungan antara sistem administrasi dengan masyarakat. Globalisasi dan perdagangan bebas. 3. cenderung bersifat otonom. cenderung mengutamakan atau berorientasi pada kepentingan pribadi maupun kelompok. fleksibel dalam manajemen keuangan. NPM memperkenalkan empat model. yaitu global reform. dan public service orientation. Sedangkan tujuan eksternal meliputi menyesuaikan sistem administrasi terhadap meningkatnya keluhan masyarakat. yaitu privatisasi nilai dan privatisasi material. desentralisasi. antara lain dapat meningkatkan biaya pelayanan. yaitu pertalian adanya inovasi dan transformasi. Dalam rangka mendukung model ini maka hendaknya ditopang oleh birokrasi dengan ciri-ciri berorientasi pada konsumen. in search of excellence. 4. adanya kecenderungan mengutamakan kepentingan bisnis daripada kepentingan sosial. menutup kesempatan publik untuk mengontrol unit pelayanan secara langsung. desentralisasi manajemen personel. pemerintah dipandang menggunakan cara-cara usang dalam menerapkan manajemen baru.pemerintah terlalu campur tangan dan melakukan kegiatan-kegiatan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh swasta dan masyarakat sendiri. Munculnya teori-teori ekonomi baru. yaitu weberian. penghapusan penyakit administrasi. Dalam melaksanakan reformasi pada umumnya diterapkan berbagai strategi. . strategi struktural. Kegiatan Belajar 2: Konsep dan Strategi Administrasi Rangkuman Pada dasarnya reformasi menyangkut empat aspek. downsizing and decentralization. 2. Tujuan reformasi dapat diklasifikasikan dalam tujuan eksternal dan internal. Perkembangan teknologi. formalisasi birokrasi. Umumnya negara-negara berkembang mempunyai ciri-ciri pola dasar sistem administrasinya merupakan tiruan atau jiplakan dari sistem kolonial. dan sumber daya. adanya investasi pada pengembangan kualitas personel dan teknologi. Meskipun privatisasi dipandang sebagai salah satu alternatif dalam penyelenggaraan pemerintah. performance terukur. Island of excellence. Di negara-negara Asia Pasifik kita mengenal adanya 3 trend reformasi. strategi. Tujuan internal meliputi efisiensi administrasi. sangat lamban dan birokratis. tujuannya untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta harus dapat menanggulangi perubahan-perubahan lingkungan. Privatisasi mempunyai 2 bentuk. dan adanya unsur-unsur non birokrasi dalam pengambilan keputusan.

USA: Kumarian Press. improve. (2002). (1993). (1982). (1994). yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Anoop SJB. FNS. Berlin. Jakarta: LAN. J. Kartasasmita. Kiggundu N. Ferlie. Owen. Gupta. (2003). Administrasi Pembangunan Perkembangan Pemikiran dan Praktiknya di Indonesia. dkk. Saiful. Health. Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y y y y y y y Caiden E. Dwiyanto. Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah.P. Memangkas Birokrasi: Lima Strategi menuju Pemerintahan Wirausaha. Total Quality Management. Rana.Gerald (ed). Cooper J. Liberal Times. (1997). Managing Organizations in Developing Countries An Operational and Strategis Approach. Toronto: Lexington Books. . Gaspersz. Dalam 5 Tahun Reformasi Indonesia. strategi konsekuensi. strategi inti. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan UGM. empower. Jakarta: Gramedia. Administrative Reform Comes of Age. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan UGM. Kualitas pelayanan publik adalah segala sesuatu bentuk pelayanan sektor publik yang dilaksanakan aparatur pemerintah dalam bentuk barang dan jasa. Vincent. Kapitalisme Birokrasi Kritik Reinventing Government Osborne-Gabbler. Putra. Martin's Press. The Sky Limit Public Services: New Approach. vision. Hughes E. (ed). Jakarta: PPM. The New Public Management in Action. Strategies for Administrative Reform. yaitu self-esteem. Chandarasorn. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: LKIS. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik terdapat beberapa strategi yang perlu dikembangkan. (2001). (Terj). recovery. Phillip. Fadillah dan Arif. (1999). (1994). (2002). Semarang: Pengurus Daerah Persatuan Purnawirawan POLRI. Agus. (1993). exceed expectation. (1996). Ali. New York: Walter de Gryter. Ginanjar. Reformasi Pemerintahan antara Harapan dan Kenyataan. Manajemen Pelayanan Publik. Dalam Asian Review of Public Administration. (1999). Yogyakarta: FISIPOL UGM. Public Administration For The Twenty First Century. FNS. (1998). Sen. Public Management and Administration an Introduction. Education and Government in Bangladesh Public Services: New Approach. dan strategi budaya. strategi pelanggan. USA: St. Volume VI/1994. (2003). Mufiz. Kemitraan Pemerintah Swasta: Strategi Reformasi Administrasi Negara. Liberal Times. (1999). Moses. New York: Oxford University Press.Penerapan NPM dalam manajemen pemerintahan pada akhirnya mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan publik.G Sianipar. Plastrik dan Osborne. Changes and Trends in Public Administration in Thailand: Privatization. care. (1997). strategi pengendalian. Voradej. Jakarta: LP3ES. Dalam Seminar Reformasi Administrasi Negara. (1991). USA: Harcourt Brace College Publishers.

Thoha. Zhang (Ed). hadir prinsip -prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individual dan kestabilan masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara. Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi. Rainer. LAN. Dinamika Administrasi Publik Analisis Empiris seputar Isusu Kontemporer dalam Administrasi Publik. Agus. Dalam masyarakat madani. Jurnal Administrasi Publik No 5/1999. Dengan demikian. Pemerintah bisa bertindak demokratis jika peran kontrol yang dilakukan oleh rakyat dijalankan secara maksimal. Public Administration in Indonesia. Semarang: Puskodak UNDIP. (1995). (1999). Budi. (1992). Susilo. Zauhar. Pemerintahan yang demokratis dapat berjalan jika dalam suatu negara terdapat masyarakat sipil yang mendukung proses demokrasi tersebut. (2003). (1999). Jakarta: Balai Pustaka. for people. Birokrasi dalam Perspektif Politik dan Administrasi. Para teoretisi organisasi percaya bahwa desentralisasi akan meningkatkan akuntabilitas pemerintah terhadap masyarakat. Kegiatan Belajar 2: Desentralisasi Rangkuman Desentralisasi adalah transfer kewenangan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan kepada publik dari seseorang atau agen pemerintah pusat kepada beberapa individu atau agen lain yang lebih dekat kepada publik yang dilayani. Australia: Montech PTY LTD. apabila masyarakat tidak puas dengan suatu pelayanan mereka dapat mengetahui dengan jelas unit mana sebenarnya yang bertanggung jawab atas penyediaan . Philippines: Eropa Secretariat General. Administrative Reform Toward Promoting Productivity In Bureaucratic Performance. (1996). Zhijian. (2003). Masyarakat sipil dalam istilah Barat disebut civil society atau dikenal dengan istilah "masyarakat madani. MODUL 7 DEMOKRATISASI Kegiatan Belajar 1: Demokrasi dan Masyarakat Madani Rangkuman Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan di mana kekuasaan terletak pada mayoritas rakyat dan pelaksanaannya dilakukan melalui wakil-wakil yang terpilih. Warsito Utomo. Wibawa. Sebuah ungkapan yang terkenal untuk menggambarkan demokrasi adalah government of people. dan bertanggung jawab.Miftah dan Darma.y y y y y y y y Rohdewohhld. Menyoal Birokrasi Publik. Strategi Pelayanan Prima. by people. Masyarakat madani adalah yang masyarakat menjamin adanya kesamaan (equality) hak di antara individu dalam bernegara dan bermasyarakat. Reformasi Administrasi Konsep Dimensi dan Strategi. Yuyun. Setiyono. proporsional. Sugiyanti. Pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang mengamalkan prinsip -prinsip demokratis di segala bidang. Sebab. desentralisasi memperjelas siapa harus melakukan apa. Samodra dan Purbokusumo. Jakarta: Bahan Diklat SPAMA. (1999). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

M. Mencari Demokrasi. Prijono & A. Koswara. dan privatisasi. Coraile and White. Administrasi Negara. Ini berarti akan memudahkan masyarakat untuk memberi saran maupun kritik tanpa harus melalui prosedur yang berbelit. (1983). Rahmat. Mustopadidjaja. Politics and Public Service. (1987). Decentralization and Development Policy Implementation in Developing Countries. Bureaucracy and democracy. System Thinking dalam Penerapan Otonomi Daerah. . Etzione. Onny S. London: Sage Publication. Bryant. Salam. Vol. London: Rouyledge & Kegan Paul. Jakarta: LP3ES. Agus. (1995). tetapi lebih menunjukkan percampuran dengan variasi yang berbeda-beda. Jakarta: Pustaka Grafiti. Dalam praktik desentralisasi di negara-negara berkembang tidak ada yang bersifat murni. Dalam Majalah Forum Inovasi Capacity Building & Good Governance. (2002). Eva & Halevey. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Keikutsertaan masyarakat dalam pengambilan keputusan akan mendorong partisipasi dalam pelaksanaan maupun monitoring kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi. Dalam Majalah OPINI Edisi 23 Tahun XIV/1998. Huntington. USA: The World Bank. (1997). Pemberdayaan. Kebijaksanaan Desentralisasi dalam Rangka Menunjang Pembangunan Daerah. (1988). (1999).pelayanan tersebut. Para pakar politik juga mendukung desentralisasi karena memberikan peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi di bidang politik menjadi lebih besar. Jakarta: LAN. (2003). Manajemen Pembangunan untuk Negara Berkembang. delegasi. Pusat Studi kependudukan dan Kebijakan. (1998). Demokrasi dan Masyarakat Madani. Subowo. Bandung: Mandar Maju. Washington DC. Juni/Agustus 2002. Sedarmayanti. Pranarka. dkk. Jakarta: CSIS. Louise G. Benedict. Dennis A. Cheema G. Yogyakarta: UGM.3. Ari. Decentralization. (1996).W. (2003). Devolusi: Napas Baru Demokratisasi Daerah (Kembali). Samuel P. dkk. B. Shabbir and Rondinelli. Hal ini sejalan dengan adanya kebutuhan yang semakin meningkat dengan munculnya educated urban middle class di negara-negara berkembang. (2003). A. Kebijakan. (1999). Terdapat empat tipe desentralisasi. yaitu dekonsentrasi. (1995). Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Pembangunan Administrasi dalam Pelita VII yang diselenggarakan oleh PERSADI pada tanggal 7-9 Maret 1997. Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y y y Anderson. Dilinger. Konsep. Kepemerintahan yang Baik dalam Rangka Otonomi Daerah. E. dan Implementasi. sebab apabila aspirasi mereka kurang dapat disalurkan maka akan mengganggu stabilitas politik. Dwiyanto.R. Miftah Thoha. Birokrasi dan Politik di Indonesia. Gelombang Demokratisasi Ketiga. Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah. devolusi. Good Governance.

dan evaluasi kebijakan Kegiatan Belajar 2: Proses Pembuatan. pendekatan dan model yang digunakan para ahli pada akhirnya juga akan menentukan bagaimana kebijakan publik tersebut hendak didefinisikan. . Perbedaan ini timbul karena masing-masing ahli mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Yunan Syaifullah. (2003). dan menuntut campur tangan pemerintah untuk memecahkannya. Menguak Peluang dan Tantangan Administrasi Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara. Teguh (ed). negosiasi dan pengesahan kebijakan. Masing-masing definisi itu memberi penekanan yang berbeda-beda. MODUL 8 ADMINISTRASI PUBLIK Kegiatan Belajar 1: Masalah dan Kebijakan Publik Rangkuman Dari masyarakat yang paling sederhana sampai dengan masyarakat yang paling modern sekalipun akan selalu menghadapi masalah bersama (masalah publik) yang menuntut pemecahan secara bersama melalui serangkaian tindakan yang terorganisasi yang dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat yang ada. David. kebijakan publik memerlukan proses yang panjang mulai dari penentuan agenda kebijakan. Bunga Rampai Wacana Administrasi Publik. Semarang: Puskodak. implementasi kebijakan. Banyak batasan atau definisi kebijakan publik (public policy) dalam literatur ilmu politik. Istilah kebijakan publik sebenarnya telah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kegiatan-kegiatan akademis. Yuwono. (2001). Otonomi Daerah. Untuk memecahkan masalah publik. London: Macmillan Press LTD. Warsito & Teguh Yuwono. LAN.y y y y y y Turner. dan Evaluasi Kebijakan Rangkuman Agenda kebijakan merupakan kesepakatan umum adanya suatu masalah publik yang perlu menjadi perhatian bersama. Yogyakarta: Aditya Media. Masalah yang mempunyai dampak terbatas terhadap satu atau beberapa orang yang terlibat secara langsung dapat dikatakan sebagai masalah pribadi (private). (1997). Sementara di sisi lain. Masalah publik mempunyai dampak yang luas dan mencakup konsekuensi-konsekuensi bagi orang-orang yang tidak secara langsung terlibat. The Asia Foundation. Mark and Hulme. seperti dalam kuliah-kuliah ilmu politik maupun ilmu administrasi negara atau administrasi publik. Capacity Building dan Penguatan Demokrasi Lokal. Satu definisi mengemukakan "hubungan satu unit pemerintah dengan lingkungannya" sementara lainnya mengatakan "apa pun yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan dan tidak dilakukan". (2003). Administrasi Publik membahas bagaimana orang-orang mengorganisasikan diri mereka sebagai publik secara kolektif dan dengan tugas dan kewajiban masing-masing memecahkan masalahmasalah publik untuk mencapai tujuan bersama mereka. Laporan Ketiga. (1999). Membangun Masyarakat Madani. Manajemen Otonomi Daerah Membangun Daerah Berdasar Paradigma Baru. Implementasi. ed. dkk. Governance. Indonesia Rapid Decentralization Appraisal (IRDA). Administration and Development Making The State Work. Semarang: CLOGAPPS Diponegoro University. (1997).

Yogyakarta: FISIPOL-UGM. Hal ini menyebabkan tersebarnya ideologi liberal yang . Evaluasi Kebijakan adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil. The Threads of Policy: A Study in Policy Leadership. Yogyakarta: Media Pressindo. (1982). Teori dan Proses Kebijakan Publik. "Analisis Kebijakan Publik: Suatu Pengantar". (1998). (1986).Setiap kebijakan harus memiliki landasan yang jelas kuat dengan menunjukkan tujuan-tujuan dan target yang hendak dicapai. antara lain terdiri dari penguatan ideologi liberal yang ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet yang berpaham komunis dan mengakibatkan Amerika yang berpaham Liberal tidak memiliki lawan yang sebanding. Di dalam birokrasi terdapat banyak departemen yang membuat dan melaksanakan kebijakan di sektornya masing-masing. Public Policy Making. Gerald. Budi. Eyestone. Darwin. Michael M. (1993). Harmon. Indianapolis: Bobbs-Merril. Rinehart and Winston. Understanding Public Policy. Kebijakan paling tidak dilaksanakan oleh suatu lembaga pelaksana. Boston: Little Brown and Company. Pelaksana kebijakan melaksanakan apa yang telah diputuskan oleh pembuat kebijakan. Mayer. Winanrno. Jurnal Ilmu Politik 3. MODUL 9 GOOD GOVERNANCE Kegiatan Belajar 1: Pentingnya Good Governance Rangkuman Dalam kegiatan belajar satu ini diuraikan mengenai latar belakang munculnya good governance. Caiden. Amir. Jakarta: Gramedia. Thomas R. Dye. Organisasi swasta (baik yang berorientasi mencari laba maupun lembaga swadaya masyarakat yang bersifat nirlaba) mempunyai peranan penting dalam proses implementasi. & Richard T. Untuk itu. New York: Holt Rinehart and Winston. New York: Holt. Muhadjir. dan banyak kasus dilaksanakan oleh lebih dari satu lembaga. Robert. Organization Theory for Public Administration. (1979). Santoso. Public Administration. New York: Englewood Cliff. Diktat Kuliah Teori Administrasi Publik. Kebijakan dilaksanakan secara kelembagaan oleh lembaga birokrasi dengan struktur dan distribusi fungsi yang jelas. cara-cara mencapai tujuan dan strategi implementasinya. Suatu kebijakan dikatakan sah jika telah diputuskan secara resmi sebagai keputusan atau peraturan yang mengikat sesuai dengan hukum yang berlaku Suatu kebijakan publik belum akan menimbulkan akibat tertentu dalam masyarakat sebelum kebijakan itu dilaksanakan. James. (2002). yaitu membandingkan antara hasil yang diperoleh dengan tujuan dan/atau target kebijakan yang ditentukan. (1971). Daftar Pustaka y y y y y y y y Anderson. pengumpulan informasi menjadi sangat penting melalui teknik analisis tertentu. (1975). Lembaga peradilan dan aparat keamanan juga merupakan pelaksana kebijakan.

Kepedulian terhadap Lingkungan. efektif dan efisien. Akuntabilitas Program. Demikian juga dengan munculnya kekuatan masyarakat sipil atau civil society juga menjadi pendorong terwujudnya good governance. Dalam pelaksanaan akuntabilitas terdapat prinsip-prinsip. Karakteristik ini harus dipenuhi untuk mewujudkan good governance. Supremasi Hukum. Pasar Bebas. Disebut governance (pemerintah atau keperintahan). General decline in the moral value. Masyarakat ini merupakan masyarakat yang mandiri. kemampuan teknis dan manajemen. kesetaraan. dengan diberlakukannya pasar bebas. berorientasi pada pencapaian visi dan misi. moral dan budaya. akuntabilitas dan visi strategis. responsif. Akuntabilitas Profesional. A policy of live and let live. Hal ini menyebabkan pemerintah bukan sebagai pelaku dominan dalam penyelenggaraan perdagangan dan masalah-masalah publik lainnya. Akuntabilitas Outcomes. terjadi globalisasi di bidang ekonomi. jujur. sistem yang menjamin penggunaan sumber daya secara konsisten. taat hukum. tingkat pencapaian tujuan. Karakteristik good governance terdiri dari: partisipasi. Good governance adalah merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public good and service. Cultural . akuntabilitas merupakan kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab menerangkan kinerja atas tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Akuntabilitas Manfaat. Dalam penyelenggaraan Good governance ada tiga domain yang berperan yaitu pemerintah. transparansi. kekuatan civil society. transparansi. yang tidak tergantung dari pemerintah bahkan mempunyai kedudukan yang sejajar dengan pemerintah sehingga posisi tawar kuat. Akuntabilitas Moral.memperkenalkan lima pandangan. Poor standard of living. Dengan demikian. ruang partisipasi. sektor swasta dan masyarakat. antara lain komitmen pimpinan. yaitu HAM. transparan. dan inovatif sebagai katalisator perubahan manajemen instansi pemerintah. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan akuntabilitas meliputi Low literacy percentage. Kegiatan Belajar 2: Akuntabilitas Dalam Good Governance Rangkuman Akuntabilitas menunjuk pada institusi tentang check and balance dalam sistem administrasi. Akuntabilitas Proses. Akuntabilitas Legal. sedangkan praktik terbaiknya disebut "good governance" (kepemerintahan yang baik). Masing-masing domain mempunyai posisi yang sejajar dalam penyelenggaraan kepemerintahan. antara lain Akuntabilitas Tradisional. Akuntabilitas memiliki tipe. Sejalan dengan meluasnya ideologi liberal tersebut. Akuntabilitas berarti menyelenggarakan penghitungan terhadap sumber daya atau kewenangan yang digunakan. Demokrasi. Akuntabilitas Politik. Akuntabilitas Fiskal (keuangan). Untuk melaksanakan good governance harus memenuhi persyaratan tertentu antara lain: Tipe kepemimpinan yang baru. di mana masyarakat banyak ikut terlibat dalam perdagangan yang global tersebut. Akuntabilitas Manajerial. berorientasi kesepakatan. dan sasaran yang ditetapkan secara konsekuen. objektif.

Surabaya: Insan Cendekia. (2000). Government monopoly. Bureaucratic secrecy. Crisis environment Daftar Pustaka y y y y y y y y y y Bintoro Tjokroamidjojo. ke-2. (2003). Inovasi. Governance. Lack of will in enforcing accountability. kepemerintahan yang baik dalam rangka Otonomi Daerah. Semarang: Puskodak UNDIP. Good Governance. Quality of officers. (2001). Manajemen Otonomi Daerah. Birokrasi dan Politik. Bandung: Mandar Maju. (2000). Cet. (2001). Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa. Partisipasi dan Good Governance. Teguh Yuwono & Warsito. Defect in the concerning accountability. Conflict in perspective and inadequate institusional linkage. Technological obsolesce and inadequate surveillance system. England: Macmillan Press Ltd. Sedarmayanti. Miftah Thoha. (2003). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara. Good Governance. Politic and State. Warsito & Teguh Yuwono. Pierre. (2003). Guy Peters. Cet. Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. (2001). Deficiencies in the accounting system. (Ed). Mustopadidjaja AR. (1999). Otonomi Daerah. Administrasi Negara Demokrasi dan Masyarakat Madani. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Good Governance. Jon & B. Semarang: CLoGapps Diponegoro University. Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi. (2003). dkk. Joko Widodo. Colonial heritage. Hetifah Sj Sumarto. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.factors. Capacity Building dan Penguatan Demokrasi Lokal. ke-2. Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. Modul Akuntabilitas dan Good .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful