Anda di halaman 1dari 12

Kedudukan dan Status

Kedudukan Warga Warga Negara


Negara dan Kewarganegaraan
Pewarganegaraan Indonesia
Indonesia
Cara Memperoleh
dan Hilangnya
Warga Negara
Syarat dan Tata Cara
Memperoleh
Persamaan Kedudukan Kewarganegaraan
Warga Negara dalam Indonesia
Persamaan Kedudukan
Berbagai Aspek Warga Negara Persamaan Kedudukan
Kehidupan dalam Kehidupan Dalam Bidang Politik
Bermasyarakat,
Berbangsa Persamaan Kedudukan
Dan Bernegara Dalam Bidang Hukum

Persamaan Kedudukan
Dalam Bidang Ekonomi

Menghargai Persamaan Kedudukan


Persamaan Dalam Bidang
Kedudukan Sosial Budaya
Warga Negara Persamaan Kedudukan
Dalam Bidang Hankam
Kedudukan Dan Status Warga Negara

WARGA NEGARA

PENDUDUK

BUKAN
WARGA NEGARA
RAKYAT

BUKAN
PENDUDUK
Kewarganegaraan Indonesia
Menurut Undang-undang
No.3 Tahun 1946

Menurut Persetujuan
Keewarganegaraan
dalam KMB

Kewarganegaraan Menurut UU
Indonesia No.62 Tahun 1958

Menurut UU
NO. 12 Tahun 2006

Menurut UUD 1945


Cara Memperoleh Warga Negara
1. Keturunan
Jika orang tua berkewarganegaraan Indonesia, anak yang dilahirkanakan
memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
1. Kelahiran
Seseorang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena dilahirkan di
Indonesia.
1. Pengangkatan
Anak orang asing berumur dibawah 5 tahun, diangkat oleh seorang warga negara
Indonesia dapat menjadi warga negara Indonesia dengan disahkan oleh
penngadilan neghri setempat.
1. Pewarganegaraan atau Naturalisasi
adalah cara untuk memperoleh kewarganegaraan bagi orang asing yang ingin
memperoleh kewarganegaraan indonesia
1. Melalui perkawinan
Seorang perempuan berkewarganegaraan asing yang menikah dengan laki-laki
warga negara indonesiadapat memperoleh kewarganegaraan indonesia setelah
satu tahun melangsungkan perkawinan.
Hilangnya Warga Negara
 memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;
 tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat
kesempatan untuk itu
 dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah
berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan
hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;
masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden
 secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia;
 secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara
asing tersebut;
 tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara
asing;
mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya; atau
 bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus-menerus bukan dalam
rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap
menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5 (lima) tahun
berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia
kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal
Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan,
sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan
 Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia bagi seorang ayah tidak dengan sendirinya berlaku terhadap
anaknya yang mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya sampai dengan anak tersebut berusia 18 (delapan
belas) tahun atau sudah kawin.
 Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia bagi seorang ibu tidak dengan sendirinya berlaku terhadap
anaknya yang tidak mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya sampai dengan anak tersebut berusia 18
(delapan belas) tahun atau sudah kawin.
 Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia karena memperoleh kewarganegaraan lain bagi seorang ibu
yang putus perkawinannya, tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya sampai dengan anak tersebut
berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.
Syarat Memperoleh
Kewarganegaraan Indonesia
1. telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;
2. pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah
negaraRepublik Indonesia paling singkat 5 (lima ) tahun berturut-turut atau
paling singkat 10 (sepuluh puluh) tahun tidak berturut-turut;
3. sehat jasmani dan rohani;
4. dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
5. tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam
dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;
6. jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak
menjadi berkewarganegaraan ganda;
7. mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap dan
8. membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
Tata Cara Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia
1. Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis dalam bahasa Indonesia di
atas kertas bermeterai cukup kepadaPresiden melalui Menteri.
2. Berkas permohonan pewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada
Pejabat.Menteri meneruskan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 disertai dengan
pertimbangan kepada Presiden dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak permohonan diterima.
Permohonan pewarganegaraan dikenai biaya.
Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
3. Presiden mengabulkan atau menolak permohonan pewarganegaraan.
4. Pengabulan permohonan pewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan
Keputusan Presiden.
Keputusan Presiden mengenai pengabulan terhadap permohonan pewarganegaraan berlaku efektif terhitung
sejak tanggal pemohon mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
5. Paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak Keputusan Presiden dikirim kepada pemohon, Pejabat memanggil
pemohon untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
6. Dalam hal setelah dipanggil secara tertulis oleh Pejabat untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji
setia pada waktu yang telah ditentukan ternyata pemohon tidak hadir tanpa alasan yang sah, Keputusan
Presiden tersebut batal demi hukum.
7. Dalam hal pemohon tidak dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah
ditentukan sebagai akibat kelalaian Pejabat, pemohon dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia
di hadapan Pejabat lain yang ditunjuk Menteri.
Pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dilakukan di
hadapan Pejabat.
8. Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) membuat berita acara pelaksanaan pengucapan sumpah atau
pernyataan janji setia.
9. Paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia,
Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaikan berita acara pengucapan sumpah atau
pernyataan janji setia kepada Menteri.
10. Setelah mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia, pemohon wajib menyerahkan dokumen atau surat-
surat keimigrasian atas namanya kepada kantor imigrasi dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia.
Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam
Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara

1. Persamaan Kedudukan Dalam Bidang Politik


2. Persamaan Kedudukan Dalam Bidang Hukum
3. Persamaan Kedudukan Dalam Bidang Ekonomi
4. Persamaan KedudukanDalam Bidang Sosial Budaya
5. Persamaan Kedudukan Dalam Bidang Hankam
Menghargai Persamaan
Kedudukan Warga Negara

Dalam kehidupan bermasyarakat, kedudukansetiap warga negara


adalah sama, yaitu menjadi anggota masyarakat yang memiliki hak dan
kewajiban yang sama tanpa harus dibeda-bedakan.
Menghargai persamaan kedudukan dapat menumbuhkan sikap saling
mencintai sesama manusia.
Menghargai persamaan kedudukan dapat menumbuhkan dan
mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepo seliro. Sikap tenggang rasa
dapat diartikan sebagai sikap menghargai dan menghormati perasaan
orang lain, sedangkan tepo seliro berarti merasakan perasaan atau beban
pikiran orang lain sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain