Anda di halaman 1dari 16

PENINGKATAN HASIL BELAJAR

BAHASA INDONESIA MELALUI


METODE BERMAIN PERAN
PADA SISWA KELAS III SD
NEGERI NO. 3 MARANA
KECAMATAN LAU KABUPATEN
MAROS
Latar belakang
Secara konstitusional, setiap warga negara berhak mendapat
pengajaran dalam arti pendidikan manusia seutuhnya (Pasal
31 UUD 1945). Lebih jauh ditegaskan bahwa “para warga
negara bukan sekedar mendapatkan pengajaran, tetapi
berhak mendapatkan kesempatan belajar”. Depdiknas
(2003:5) menyebutkan bahwa “ Pembelajaran Bahasa
Indonesia bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa
sekolah dasar (SD) dalam berkomunikasi dengan baik secara
lisan maupun tertulis serta menghargai karya ciptaan bangsa.
Tetapi pada sebagian siswa, pembelajaran Bahasa Indonesia
sangat membosankan karena mereka sudah merasa bisa dan
penyampaian materi yang kurang menarik sehingga secara
tidak langsung siswa menjadi lemah dalam penangkapan
materi tersebut
Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka


rumusan masalah dapat dirumuskan sebagai
berikut: Bagaimana model peningkatan
pembelajaran bermain peran dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada
pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SD
Negeri No. 3 Marana Kecamatan Lau
Kabupaten Maros?
Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini untuk


mendeskripsikan model pembelajaran bermain
peran dalam meningkatkan hasil belajar siswa
pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SD
Negeri No. 3 Marana Kecamatan Lau
Kabupaten Maros.
Manfaat penelitian

1. Manfaat teoritis
a. Bagi akademis
b. Bagi peneliti
2. Manfaat praktis
a. Bagi para pendidik
b. Bagi siswa
c. Sebagai acuan atau refensi tambahan
Tinjauan pustaka

a. Pengertian bermain peran


Wawan (2008) menggambarkan bahwa “peran dapat
mendefesinikan sebagai suatu pola hubungan yang unik,
yang ditunjukkan oleh individu terhadap individu lain”.
Sedangkan menurut Maula (2008) mengungkapkan
bahwa bermain peran adalah salah satu bentuk
permainan pendidikan (educational games) yang dipakai
untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan
nilai, denga tujuan untuk menghayati perasaan, sudut
pandangan dan cara berfikir orang lain (membayangkan
diri sendiri seperti dalam keadaan orang lain).
b. Tujuan bermain peran
Menurut Maula (2008) bahwa metode bermain peran
digunakan untuk tujuan:
1) Agar menghayati suatu kejadian atau hal yang
sebenarnya terdapat dalam realita kehidupan.
2) Agar memahami sebab akibat suatu kejadian.
3) Sebagai penyaluran atau pelepasan ketegangan
dan perasaan tertentu.
4) Sebagai alat mendiagnosa keadaan kemampuan
dan kebutuhan siswa.
5) Pembetulan konsep diri (self concept).
6) Menggali peran-peran sesorang dalam suatu
kehidupan, kejadian atau keadaan.
c. Manfaat bermain peran
Menurut Maula (2008) menjelaskan bahwa
penggunaan metode bermain peran memiliki
manfaat:
1) Membantu siswa menemukan makna dirinya
dalam kelompok.
2) Membantu siswa memecahkan persoalan pribadi
dengan bantuan kelompok.
3) Memberikan siswa pengalaman bekerjasama
dalam memecahkan masalah.
4) Memberikan siswa pengalaman mengembangkan
sikap dan keterampilan memecahkan masalah.
d. Keunggulan dan kelemahan bermain peran
Terdapat tiga hal yang menentukan kualitas dan
keefektifan bermain peran sebagai model
pembelajaran, menurut Mulyasa (2003:145) antara
lain:
1) Kualitas pemeranan.
2) Analisis dalam diskusi.
3) Pandangan peserta didik terhadap peran yang
ditampilkan dibandingkan dengan situasi
kehidupan nyata.
Kerangka pikir
Pelajaran Bahasa Indonesia

Metode Bermain Peran

Siklus 1

Siklus 2

Hasil Belajar
Hipoteis

Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis


penelitian ini adalah “Jika metode bermain
peran diterapkan pada pelajaran Bahasa
Indonesia, maka hasil belajar siswa di kelas III
SD Negeri No. 3 Marana Kecamatan Lau
Kabupaten Maros dapat meningkat.
Metode penelitian

1. Lokasi penelitian
Adapun lokasi penelitian yang akan kami
lakukan adalah pada SD Negeri No. 3 Marana
Kecamatan Lau Kabupaten Maros.
2. Subjek penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD
Negeri No. 3 Marana Kecamatan Lau Kabupaten
Maros yang berjumlah 25 orang siswa terdiri
dari 13 orang perempuan dan 12 orang laki-laki.
3. Variabel dan desain penelitian
a. Variabel penelitian
Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti adalah:
1) Peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia
2) Metode bermain peran
b. Desain penelitian
Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus,
dimana siklus berlangsung selama 3 kali
pertemuan. Sesuai dengan hakikat penelitian
tindakan kelas, siklus kedua merupakan perbaikan
terhadap siklus pertama.
4. Defenisi operasional variabel
Untuk menghindari salah penafsiran dalam
penelitian ini, perlu diuraikan defenisi variabel
sebagai berikut: peningkatan hasil belajar
Bahasa Indonesia melalui metode bermain
peran pada siswa kelas III SD Negeri No. 3
Marana adalah suatu upaya untuk
meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia
melalui metode bermain peran pada siswa kelas
III SD Negeri No. 3 Marana Kecamatan Lau
Kabupaten Maros.
5. Teknik pengumpulan data
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan
dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
a. Data mengenai hasil belajar siswa diperoleh
dengan memberikan tes setiap akhir siklus.
b. Data tentang aktivitas siswa selam proses
belajar mengajar diperoleh dengan
menggunakan lembar observasi.
c. Data tentang tanggapan siswa terhadap model
pembelajaran yang digunakan, dikumpulkan
dengan memberikan angket pada akhir siklus II.
6. Teknik analisis data
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan teknik analisis data deskriktif
kuantitatif. Data berupa nilai hasil belajar siswa
dengan model pembelajaran bermain peran
yang diperoleh kemudian ditabulasikan dalam
bentuk tabel, lalu dicari nilai rata-ratanya serta
persentasenya.