Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam tabel periodik unsur kimia, Mangan memiliki lambang Mn dengan nomor atom
25. Unsur kimia adalah zat kimia yang tidak dapat dapat diubah menjadi zat kimia lain
dengan cara biasa dan tidak dapat dipisah menjadi zat yang lebih kecil. Unsur-unsur kimia
dalam bentuk tabel ditampilkan dalam bentuk tabel periodik unsur-unsur kimia. Nomor atom
adalah angka yang menunjukkan jumlah proton dalam inti atom. Yang berarti bahwa Mangan
memiliki 25 jumlah proton dalam inti atomnya.
Mangan ditemukan sebagai unsur bebas dalam sifat dasarnya dan sering dicampur
dengan besi, seperti mineral-mineral lainnya. Sebagai unsur bebas, Mangan adalah logam
yang penting dalam penggunaan dengan campuran logam-logam industri, terutama di dalam
baja-baja anti karat.
Mangan fosfat sering digunakan sebagai perawatan dalam pencegahan karat dan
kerusakan di besi. Ion di Mangan mempunyai banyak warna, tergantung dalam keadaan
oksida mereka, dan sering digunakan sebagai zat-zat warna dalam industri. Oksida-oksida dari
sodium, kalium, dan barium adalah oksidasi-oksidasi untuk bahan bakar yang sangat kuat.
Dioksida mangan digunakan sebagai materi penangkap elektron dalam standar dan komponen
kimia bersifat alkali yang mempunyai kelembaban uap air rendah dan bisa dibuang, dan juga
baterai-baterai, keramik, gelas, kimia, dan lain-lain.
Ion-ion dari mangan berfungsi sebagai faktor-faktor penunjang untuk beberapa enzim-
enzim dalam makhluk-makhluk hidup bertingkat tinggi, dimana mereka berfungsi sebagai
hal-hal penting dalam detoksifikasi radikal-radikal bebas. Elemen tersebut adalah jejak
mineral yang diperlukan untuk semua makhluk-makhluk hidup bertingkat tinggi yang
diketahui. Dalam kwantitas besar, dan rupanya dengan aktivitas-aktivitas dengan cara
penghirupan, mangan dapat menyebabkan sindrom peracunan dalam binatang-binatang
menyusui, dengan kerusakan sistem deteksi detak jantung yang kadang-kadang tidak dapat
diubah.
Berdasarkan wacana diatas, maka akan lebih baik jika banyak orang yang mengetahui
unsur mangan mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari aplikasi unsur
mangan itu sendiri. Oleh karena itu, pada makalah kami kali ini, kami akan memberikan
beberapa informasi yang berkaitan dengan mangan.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Apa saja sumber untuk memperoleh mangan?
2. Bagaimana sifat-sifat mangan?
3. Bagaimana proses ekstraksi mangan?
4. Bagaimana cara memproduksi mangan?
5. Apa saja manfaat mangan dalam kehidupan?
6. Apa saja bahaya mangan dan bagaimana cara mencegahnya?

C. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah mengenai unsur mangan ini selain untuk memenuhi tugas
mata kuliah Kimia Anorganik 2, juga untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai
unsur mangan, mulai dari sifat-sifatnya, cara memproduksi, manfaat, bahaya dan pencegahan
dari efek bahayanya.

D. MANFAAT
Manfaat yang dapat diperoleh selain pembaca akan lebih mengetahui unsur mangan mulai
dari sifat-sifatnya, cara memproduksi, manfaat dan bahayanya, juga dapat menginspirasi
pembaca untuk melakukan eksplorasi lebih terhadap unsur mangan dengan harapan dapat
memberikan solusi dan alternatif bagi beberapa masalah yang sering kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB II
ISI

A. SEJARAH MANGAN
Logam mangan pertama kali dikenali oleh Scheele, Bergman dan ahli lainnya sebagai
unsur dan diisolasi oleh Gahn pada tahun 1774, dengan mereduksi mangan dioksida dengan
karbon.

B. SUMBER MANGAN
Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk; oksida, silikat, karbonat
adalah senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah besar senyawa mangan di dasar
lautan merupakan sumber mangan dengan kandungan 24%, bersamaan dengan unsur lainnya
dengan kandungan yang lebih sedikit.
Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di berbagai
lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera dan
Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil, Australia, Afrika
sSelatan, Gabon, dan India. Irolusi dan rhodokhrosit adalah mineral mangan yang paling
banyak dijumpai. Logam ,mangan diperoleh dengan mereduksi oksida mangan dengan
natrium, magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
Mangan merupakan salah satu unsur yang paling banyak terdapat di dalam kerak bumi.
Bijih mangan yang utama berasal dari pirolusit (MnO2) dan psi-lomelan (Ba,H2O)2Mn5O10.
Mangan yang mengandung oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama
dalam deposit bijih mangan adalah bauksit, manganit, hausmanit, dan lithiofori. Sumber
mangan yang mengandung karbonat adalah rhodokrosit, sedangkan sumber mangan yang
mengandung silika adalah rhodonit. Deposit mangan dapat dibagi menjadi beberapa tipe,
misalnya deposit hidrotermal, deposit sedimenter, deposit yang berasosiasi dengan aliran lava
bawah laut, deposit metamorfosis, deposit laterit, dan akumulasi residu.

Gambar 1 Salah satu bijih mangan, yaitu psilomelan (Ba,H2O)2Mn5O1


Mangan tersebar di seluruh jaringan tubuh. Konsentrasi mangan tertinggi
terdapat di hati, kelenjar tiroid, pituitari, pankreas, ginjal, dan tulang.
Jumlah total mangan pada laki-laki yang memiliki berat 70 kg sekitar 12-
20 mg. Jumlah pemasukan harian sampai saat ini belum dapat ditentukan
secara pasti, meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan
bahwa jumlah minimal sekitar 2.5 hingga 7 mg mangan per hari dapat mencukupi kebutuhan
manusia.

C. EKSTRAKSI MANGAN
Mangan pertama kali diisolasi dari pemanasan MnO2 dengan batubara-charcoal dan
minyak, meskipun kemurnian hasilnya masih rendah. Reduksi pirolusit yang biasanya
bercampur dengan oksida besi Fe2O3 dengan batubara-kokas dalam tanur listrik tinggi
menghasilkan feromangan yang mengandung kira-kira 80 % Mn.
MnO2 (s) + Fe2O3 (s) + 5C (s) Δ Mn (s) + 2Fe (s) + 5 CO2 (g)
feromangan

jika mineral pirolusit mengandung silikon, maka unsur ini dapat dihilangkan dengan
penambahan air kapur Ca(OH)2, dalam hal ini silicon akan diubah menjadi kalsium silikat.
Untuk memperoleh logam mangam murni, pirolusit diolah menurut proses termit.
Dalam proses ini pirolusit- MnO2 dipanaskan agar mengalami reduksi sebagian menjadi
Mn3O4. Reduksi lebih lanjut dalam logam alumunium menghasilkan logam mangan yang
dapat dipisahkan dengan lelehannya ( Al2O3 mempunyai titik leleh yang jauh lebih tinggi ~
2045 oC). pemurnian logam mangan lebih lanjut dilakukan secara destilasi. Persamaan reaksi
utama yang terjadi dalam proses ini yaitu :
2 MnO2 (s) Δ Mn3O4 (s) + O2 (g)
3 Mn3O4 (s) + 8 Al (s) Δ 4 Al2O3 (s) + 9 Mn (l)
Logam Mn dengan kemurnian tinggi (~ 99,9 %) mulai dapat diisolasi pada tahun 1930.

D. SIFAT- SIFAT MANGAN


Mangan adalah logam berwarna putih keabu-abuan seperti besi dengan kilap metalik
sampai submetalik, memiliki tingkat kekerasan antara 2 hingga 6, massa jenis 7.21 g/cm3 pada
suhu ruang, massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan
radial. Logam mangan dan ion-ion biasa beliau mempunyai daya magnet yang kuat.
Dalam keadaan murni, logam mangan bersifat keras tetapi rapuh (mudah patah).
Mangan mudah teroksidasi oleh udara, bereaksi lambat dengan air dan membentuk berbagai
macam senyawa dengan tingkat oksidasi yang paling bervariasi. Mangan sangat reaktif secara
kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan. Mangan digunakan untuk membentuk
banyak alloy yang penting. Dalam baja, mangan meningkatkan kualitas tempaan baik dari
segi kekuatan, kekerasan,dan kemampuan pengerasan.
Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk
alloy yang bersifat ferromagnetik. Logam mangan bersifat ferromagnetik setelah diberi
perlakuan. Logam murninya terdapat sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah
satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar biasa tinggi; sedangkan mangan jenis gamma, yang
berubah menjadi alfa pada suhu tinggi, dikatakan fleksibel, mudah dipotong dan ditempa.
Table 1 ciri logam mangan
Jari-jari atom 1.35 Å
Volume atom 7.39 cm3/mol
Massa atom 54.938
Jari-jari kovalensi 1.17 Å
Struktur kristal Cubic body center
Massa jenis 7.44 g/cm3
Konduktivitas listrik 0.5 x 106 ohm-1cm-1
Konduktivitas kalor 7.82 Wm-1K-1
Konfigurasi elektron [Ar]3d5 4s2
Entalpi pembentukan 14.64 kJ/mol
Entalpi penguapan 219.74 kJ/mol
Elektronegatifitas (skala 1.55
Pauling)
Kapasitas kalor 0.48 Jg-1K-1
Titik lebur 1518 K
Titik didih 2235 K
Potensial ionisasi 7.435 V
Bilangan oksidasi 7, 6, 4, 3, 2

E. SENYAWA MANGAN
1. Beberapa Senyawaan Mangan
Mangan mampu membentuk senyawa mulai dengan tingkat oksidasi terendah +2 hingga
tertinggi +7, sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat terpenting dalam senyawa mangan
berkenaan dengan reaksi redoks.
1) Dalam suasana asam, ion Mn3+ bersifat tidak stabil, mudah mengalami swaredoks atau
disproporsionasi, yaitu mengalami oksidasi menjadi MnO2 dan reduksi menjadi Mn2+
secara serentak oleh dirinya sendiri menurut persamaan reaksi :
2 Mn3+ (aq) + 6 H2O → Mn2+(aq) + MnO2 (s) + H3O+ Eo = 0,54 V
2) Demikian juga ion manganat, MnO42- , tidak stabil dan dalam suasana asam
mengalami disproporsionasi secara spontan :
3 MnO42-(aq) + 4 H3O+ → 2 MnO4−(aq) + MnO2 (s) + 6 H2O(l) Eo = 1,70 V
3) Namun demikian dalam suasana basa, sifat disproporsionasi ini hanya menghasilkan
nilai Eo yang sangat kecil ( + 0,04 V). oleh karena itu, ion manganat MnO42- , dapat
diperoleh dalam suasana basa :
3 MnO42−(aq) + 2 H2O(l) ↔ 2 MnO4−(aq) + MnO2 (s) + 4 OH−(aq) Eo = 0,004 V
Ini berarti bahwa jika konsentrasi [OH−] dibuat cukup tinggi, reaksi tersebut dapat
berlangsung ke arah sebaliknya (ke kiri) sehingga konsentrasi MnO42- dalam larutan dapat
ditingkatkan.

2. Oksida, Hidroksida, anion-okso dan garam Mangan


Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan beberapa turunannya yang penting dapat
dilihat pada table 2. Oksida-oksida mangan dengan tingkat oksidasi lebih rendah bersifat basa
dan bereaksi dengan asam membentuk garam katio Mn(II) dan Mn (III). Oksida-oksida lebih
tinggi sebaliknya bersifat asam dan bereaksi dengan alkalis menghasilkan garam-garam
anion-okso. Fusi MnO2 dengan hidroksida logam alkali dan oksidator seperti KNO3
menghasilkan garam manganat (VI) yang berwarna hijau legam yang stabil dalam larutan
alkali kuat tetapi terdisproporsionasi dalam keadaan netral atau asam.
MnO2 (s) + 2 OH− (aq) + NO3- (aq) → MnO42−(aq) + H2O(l) + NO2- (aq)
3 MnO42-(aq) + 4 H3O+ → 2 MnO4−(aq) + MnO2 (s) + 6 H2O(l)

Tabel 2 Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan beberapa turunannya.


Tingkat Warna
Oksida Hidroksida Sifat Ion Nama
Oksidasi Ion
MnO Mn(OH)2 Basa Mn2+ Mangan (II) Pink
+2
moderat
+3 Mn2O3 Mn(OH)3 Basa lemah Mn3+ Mangan (III) Violet
MnO2 MnO(OH)2 Amfoterik/ MnO32- Manganit Coklat
+4 atau asam lemah
H2MnO3
MnO3 H2MnO4 Asam MnO42- Manganat Hijau
+6
moderat
+7 Mn2O7 HMnO4 Asam kuat MnO4- Permanganat Ungu

Mangan (II) d5
Berdasarkan nilai potensial reduksinya, Mangan (II) merupakan spesies mangan yang
paling stabil karena mempunyai konfigurasi electron setengah penuh, 3d5. Reduksi dengan
hydrogen terhadap oksida mangan apa saja akan menhasilkan oksida dengan tingkat oksidasi
mangan terendah abu-abu-hijau, MnO.
Mangan (II) dalam senyawa garamnya seperti klorida, sulfat dan nitrat, dalam larutan air
dapat dinyatakan sebagai ion Mn2+, atau perspektif ion kompleks sebagai [Mn(H2O)]62+ dan
berwarna pink pucat.
Penambahan alkali hidroksida ke dalam larutan Mn2+ diperoleh endapan Mn(OH)2 yang
berupa gelatin putih hingga pink pucat, tetapi hidroksi ini dalam udara terbuka segera
teroksidasi menjadi Mangan (III) oksihidroksi, MnO(OH) yang berwarna coklat gelap.
Mn2+(aq) + 2 OH− (aq) → Mn(OH)2 (s)
4 Mn(OH)2(s) + O2 (g) → MnO(OH) (s) + 2 H2O(l)

Sebagian besar larut di dalam air, penambahan gas oksigen pada larutan Mn2+
menghasilkan hidroksida berupa gelatin putih dalam udara yang cepat berubah menjadi gelap
akibat reaksi oksidasi. Penambahan SH− akan menyebabkan MnS teroksidasi menjadi coklat
dalam udara, pada pendidihan tanpa udara materi yang merah menjadi MnS kristal atau
sulfatnya (MnSO4) sangat stabil dan digunakan untuk analisis Mn. Tetapan kesetimbangan
bagi pembentukan kompleks mangan (II) relative rendah karena ion Mn2+ tidak memiliki
energi penstabil medan ligan. Ion Mn2+ bias menempati lubang tetrahedral dalam beberapa
gelas tertentu, menyubstitusi Zn2+dalam ZnO. Hanya medan ligan yang paling kuat
meningkatkan perpasangan seperti ion-ion [Mn(CN)6]4+ dan [Mn(CN)]62+ hanya memiliki 1
elektron tidak berpasangan.

Mangan (III) d4
Mangan (III) terdapat sebagai oksidanya, yaitu Mn2O3 dan MnO(OH) yang terjadi secara
alamiah di alam, tetapi ion Mn3+ dalam larutan air tidak stabil, mudah tereduksi menjadi Mn2+
sebagaimana dinyatakan oleh nilai potensial reduksinya. Campuran MN(II)-Mn(III) oksida
terdapat sebagai Mn3O4, mineral berwarna hitam, yang terbentuk jika mangan oksida apa saja
dipanaskan hingga ~ 1000 oC dalam udara. Oksida ini mempunyai struktur spinel. Misalnya
garam MnCl3 (hitam) dapat diperoleh dalam larutannya dari reaksi MnO 2 dengan asam
klorida pada temperature rendah, tetapi akan terurai pada suhu diatas -40 oC. Ion mangan
diperoleh melalui oksidasi elektrolitik atau oksida deosulfat. Mangan (III) dan (IV) penting
untuk fotosintesis.

Mangan (IV) d3
Mangan (IV) terdapat sebagai oksidanya yaitu MnO2 yang bersifat antiferomagnetik di
bawah temperature ~ 92 oC. MnO2 sekalipun bukan dioksida yang paling stabil karena dapat
terurai menjadi Mn2O3 pada ~ 530 oC, merupakan dioksida yang terpenting, bermanfaat
sebagai agen pengoksidasi. Oksida ini bersifat amfoterik namun relative inert terhadap asam
maupun basa, dalam arti perannya sebagai Mn(IV) tidak dapat dipertahankan. Hal ini terlihat
nyata dari hasil reaksinya dengan asam klorida pekat dalam keadaan dingin, yaitu larutan
hijau dari ion Mn4+ yang bersifat tidak stabil , berubah menjadi larutan pink karena terbentuk
ion Mn2+. Mn(SO4)2 juga bersifat tidak stabil, sehingga reaksi MnO2 dengan asam sulfat pekat
akan menghasilkan MnSO4.
Namun demikian, Mn(IV) dalam beberapa senyawa kompleks bersifat cukup stabil dan
tidak mudah terurai, misalnya dalam kompleks K2[MnF6] (kuning), dan Rb2[MnCl6] (merah
tua). Hidroksida dari Mn(IV) bersifat asam lemah oleh karena itu, tiap molekul hidroksinya
dapat melepaskan satu molekul H2O hingga rumus molekulnya menjadi MnO(OH)2 atau
sering ditulis sebagai H2MnO3.

Mangan (VI) d1
Mangan (VI) hanya dikenal stabil sebagai spesies manganat, MnO42- dengan bangun
tetrahedron dan berwarna hijau gelap. Misalnya, kalium manganat dapat diperoleh dari reaksi
lelehan MnO2 dan basa alkali dengan hadirnya oksidator misalnya udar / KNO3.
2 MnO2 (s) + 4 KOH (s) + O2 (g) Δ 2 K2MnO4 (s) + H2O(g)
Dalam larutannya, ion manganat hanya stabil dalam suasana basa; dalam air dan suasana
asam, akan mengalami disproporsionasi menjadi ion Permanganat dan MnO2. Dalam suasana
asam MnO42- bersifat oksidator. Asam manganat, H2MnO4 sangat tidak stabil untuk diisolasi.

Mangan (VII) d0
Mangan heptoksida, Mn2O7 berupa minyak hijau yang mudah meledak dan diperoleh dari
reaksi garam manganat (VII) dengan H2SO4 pekat. Mn2O7 secara perlahan melepaskan
oksigen dan membentuk MnO2 yang bersifat eksplosif mengoksidasi hamper semua material
aorganik. Hanya satu senyawa anion-okso Mn(VII) yang dikenal penting yaitu kalium
permanganate, K2MnO4 yang berwarna ungu. Senyawa ini stabil dalam larutannya dan peran
utamanya sebagai oksidator yang sangat kuat, baik dalam suasana asam, basa maupun netral.
Mangan VII paling baik dalam bentuk garam dari ion permanganat. Larutan ini tidak
stabil, terurai dengan lambat namun dapat diamati dalam larutan asam, netral, ataupun sedikit
basa. Penguraian larutan dalam gelap berlangsung sangat lambat. Berikut ini adalah beberapa
reaksi yang dapat terjadi pada mangan (VI) dan mangan (VII).
4MnO4- + 4H+ → 3O2 + 2H2O + 4MnO2

Dalam larutan basa permanganat adalah pengoksida kuat.

MnO4− + 2H2O + 3e → MnO2 + 4OH


Dalam basa sangat kuat dan dengan MnO4 − berlebih menghasilkan ion manganat
MnO4 − + e → MnO4 2-
Dalam larutan asam permanganat tereduksi menjadi Mn 2+ oleh zat pereduksi berlebih
MnO4 − + 8OH − + 5e → Mn 2+
+ 4H2O

F. PRODUKSI MANGAN
Lapisan bijih terpenting dalam mangan adalah pyrolusite (MnO2). Sebagian besar dari
lapisan bijih mangan yang termasuk penting secara ekonomis mengarahkan jarak hubungan
dekat ke lapisan bijih besi. Sumber-sumber dari pengelolaaan di daratan termasuk besar dan
dapat ditemukan di Afrika Selatan, Ukraine, dan persediaan mangan-mangan penting lainnya
ada di Australia, Cina, India, Brazil dan Gabon.
Untuk produksi Ferromanganese, lapisan bijih mangan dicampur dengan lapisan bijih
besi dan karbon, kemudian dikurangi dengan cara pembakaran secara diledakkan dalam
tungku perapian atau dalam tungku perapian listrik. Hasil Ferromanganese tersebut
mempunyai 30% s/d 80% kadar mangan. Mangan murni yang digunakan untuk produksi
campuran yang bukan besi dihasilkan dengan melumerkan lapisan bijih mangan dengan asam
asam-belerang (sulfuric acid) yang dilanjutkan dengan proses electrowinning.
Produksi mangan di seluruh Indonesia tidak mencapai 10% total produksi mangan di
seluruh dunia. Tetapi, potensi persediaan bijih mangan di Indonesia termasuk besar, yang
terdapat di lokasi-lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Potensi-potensi tersebut dapat
ditemukan di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sementara lokasi pertambangan PT. PAM
Alam Mineral sendiri dapat ditemukan di Trenggalek, Tulung Agung, Jawa Timur.

G. PEMANFAATAN MANGAN
Pemanfaatan mangan di dunia sebagian besar digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu
untuk proses produksi besi-baja, sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-metalurgi
antara lain produksi baterai kering, keramik dan gelas, dan kimia.
Mangan dioksida (sebagai pirolusit) juga digunakan sebagai pendepolarisasi pada sel
kering baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh
pengotor besi. Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna
untuk pembuatan oksigen dan klorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa
permanganat adalah oksidator yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam
pengobatan. Mangan juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang
penting untuk penggunaan vitamin B1.

1. Baja
Mangan diperlukan untuk produksi besi dan baja dari kebaikan pembetulan
belerangnya (sulfur-fixing), proses penghilangan oksigennya (deoxidizing) dan campuran
properti-propertinya. Pembuatan baja, termasuk komponen pembuatan besinya, terhitung
sebagai permintaan terbesar, yang sekarang ada dalam jarak 85% s/d 90% dari total
permintaan. Dari beragam-ragam penggunaannya, mangan adalah kunci komponen dari
perumusan anggaran rendah baja tahan karat.
Kwantitas kecil dari mangan memajukan kemungkinan baja untuk bekerja pada suhu
tinggi, karena membentuk pelelehan sulfida yang tinggi dan kemudian mencegah
pembentukan sulfida besi yang cair pada batas uratnya. Jika kadar mangan mencapai 4%,
proses perapuhan bajanya menjadi fitur yang menonjol. Proses perapuhan berkurang pada
konsentrasi mangan lebih tinggi dan mecapai tingkat yang dapat diterima pada 8%.
Kenyataan bahwa baja mengandung 8% - 15% mangan adalah dingin mengeraskan, bisa
memiliki kekuatan tinggi yg dapat diregangkan dari / sampai dengan 863 MPa, baja
dengan 12% mangan dahulu kala digunakan untuk helem-helem baja di Inggris.
Komposisi baja ini pertama kali ditemukan pada tahun 1882 oleh Robert Hadfield, yang
sekarang masih diketahui sebagai baja Hadfield.
2. Campuran Alumunium
Pemakaian terbesar ke dua untuk mangan adalah sebagai agen untuk aluminium.
Aluminium dengan kadar mangan sekitar 1.5% mempunyai tingkat perlawanan yang lebih
tinggi melawan karatan dan kerusakan disebabkan oleh pembentukan urat yang menyerap
kotoran yang dapat mengakibatkan karatan galvanis. Perlawanan anti-karat campuran
aluminium 3004 dan 3104 dengan kadar mangan dari 0.8% -1.5% adalah campuran yang
digunakan untuk sebagian besar sebagai kaleng-kaleng minuman. Untuk tahun-tahun s/d
2000, lebih dari 1,6 juta metrik ton telah digunakan untuk campuran-campuran tersebut,
dengan 1% kadar mangan, kwantitas ini memerlukan 16,000 metrik mangan ton.
3. Kwantitas besar dari dioksida mangan diproduksikan sebagai depolarisasi di baterai-
baterai zat besi karbon, dan dalam baterai bersifat alkali. Pada tahun 2002, lebih dari
230,000 mangan dioksida ton digunakan untuk maksud ini. Mangan dioksida tersebut
dikurangi sampai ke oksid-hidroxida mangan MnO(OH) selama decharging, untuk
mencegah pembentukan hidrogen pada elektron positif di baterai.
4. Logam ini jarang digunakan sebagai koin, tetapi negara seperti Amerika Serikat
pernah menggunakan logam mangan sebagai nekel selama masa perang pada tahun 1942-
1945. Tetapi akibat dari kekurangan bahan mentah selama perang, nekel campuran
tersebut (75% tembaga dan 25% nekel) yang digunakan untuk membuat nekel sebelumnya
digantikan dengan logam perak yang tidak segenting, dan mangan (56% tembaga, 35%
perak dan 9% mangan). Sejak tahun 2000 koin-koin dolar, contohnya Sacagawea dolar
dan koin Presidential $1, dibuat dari kuningan yang terdiri dari 7% mangan dengan inti
tembaga murni.
5. Gabungan mangan telah digunakan sebagai pigmen dan zat warna keramik-keramik
dan gelas untuk waktu yang lama, dan warna coklat dari keramik kadang-kadang masih
didasarkan dari gabungan-gabungan mangan. Dalam industri gelas, dua pengaruh dari
gabungan-gabungan mangan masih digunakan. Mangan bereaksi dengan besi. Reaksi ini
menimbulkan warna hijau terang dalam gelas dengan membentuk besi dengan sedikit
warna dan sedikit magan berwarna dadu, mengganti peninggalan warna besi tersebut.
Kwantitas lebih besar dari mangan dipergunakan untuk menghasilkan gelas berwarna
dadu.
6. Pemanfaatan dalam tubuh manusia
Logam Mn merupakan logam penting dalam sistem biologi makhluk hidup. Mangan,
kalsium, dan fosfor bersama-sama membentuk sistem tulang dan gigi. Mangan
bermanfaat dalam pembentukan hemosianin dalam sistem darah dan enzimatik pada
hewan air. Mn tidak bersifat racun dan merupakan logam essensial, diserap oleh tubuh
hewan air dalam bentuk ion, pada tubuh hewan, logam tersebut berikatan protein dan
akan dikeluarkan jika kadarnya di dalam tubuh terlalu banyak. Jumlah Mn dalam tubuh
hewan sangat kecil, konsentrasi paligh tinggi ditemukan pada tulang,hati,
ginjal,pankreas.
Sebagian besar mangan terdapat di dalam mitokondria. Mangan mengaktifkan
banyak enzim, misalnya hidrolase, transferase, kinase, dan dekarboksilase. Mangan
merupakan konstituen beberapa enzim. Salah satu metaloenzim mangan yang paling
dikenal adalah piruvat karboksilase, yaitu enzim yang mengubah piruvat menjadi
oksaloasetat. Beberapa enzim lainnya termasuk arginase, yang terlibat di dalam
perubahan asam amino arginin menjadi urea, dan superoksida dismutase (SOD)
mitokondria. Sebagian besar struktur dan fungsi mitokondria dipengaruhi oleh keadaan
mangan. Mangan mengaktifkan enzim-enzim yang terkait dengan metabolisme asam
lemak dan sintesis protein serta terlibat dalam fungsi neurologis.
Mangan juga berfungsi mengatur sistem enzim dalam metabolisme karbohidrat dan
nitrogen. Mangan memiliki peran yang sangat penting untuk pembentukan klorofil.
Tanpa mangan, tanaman tidak dapat melakukan fungsi selnya (Anonim, 2004a). Mangan
digunakan tanaman dalam bentuk kationnya. Ini merupakan aktivator untuk beberapa
macam enzim di dalam proses pertumbuhan tanaman dan membantu besi di dalam
pembentukan klorofil selama fotosintesis.Konsentrasi mangan yang tinggi barangkali
dapat menahan penyerapan besi pada tanaman. Mangan biasanya digunakan bersama-
sama seng dalam larutan encer. Jeruk dan tanaman buah-buahan yang lain sering diberi
perlakuan dengan suplemen mangan dalam bentuk mangan sulfat. Penambahan suplemen
mangan diperlukan jika tanaman mengalami kekurangan unsur ini (Trotter 2001).

H. TOKSISITAS MANGAN
Laporan mengenai toksisitas mangan secara oral relatif jarang. Toksisitas mangan lebih
sering diakibatkan oleh paparan kronis para pekerja pabrik besi dan baja, penambangan bijih
mangan, pengelasan, pabrik kimia, baterai sel kering, dan industri bahan bakar minyak.
Laporan pertama mengenai toksisitas mangan dibuat oleh Couper pada tahun 1837. Ia
menjelaskan keadaan yang mirip dengan kelumpuhan pada pekerja penggilingan pirolusit.
Perhatian yang lebih besar terhadap toksisitas mangan tumbuh pada tahun 1930-40an setelah
munculnya laporan mengenai kondisi yang sama pada beberapa penambang.
Gejala keracunan mangan dapat dideskripsikan dalam tiga tingkatan. Keracunan ringan
mengakibatkan psikosis dan mencakup gejala-gejala berikut: astenia, anoreksia, insomnia,
sakit pada otot, kegembiraan, halusinasi, gangguan ingatan, dan perilaku kompulsif. Gejala
gejala keracunan tingkat sedang mencakup gangguan berbicara, bergerak dengan canggung
(kikuk), gaya berjalan tidak normal, keseimbangan yang buruk, hiperefleksia pada anggota
tubuh bagian bawah, dan gemetar. Gejala keracunan tingkat berat memiliki kesamaan dengan
Parkinson disease. Mekanisme neurotoksisitas mangan terjadi karena degenerasi neuronal
pada berbagai area di otak dan kelainan neurotransmitter. Faktor-faktor yang mungkin
meningkatkan kerentanan terhadap toksisitas mangan antara lain defisiensi besi, alkoholisme,
infeksi kronis, dan penurunan ekskresi. Reduksi toksisitas mangan, selain pengurangan
paparan, dapat dibantu dengan penambahan nutrien antagonis seperti yang diperlihatkan pada
Gambar 2.

Gambar 2 Beberapa nutrisi yang bersifat antagonis terhadap fungsi logam Mn di dalam tubuh.

I. AKIBAT DEFISIENSI MANGAN


Defisiensi mangan telah dipelajari pada hewan, gejalanya dapat berbeda- beda menurut
spesies dan tingkat defisiensinya. Terdapat banyak kesamaan yang terdapat pada beberapa
spesies, termasuk kelainan tulang, cacat postur, gangguan pertumbuhan, dan gangguan pada
metabolisme karbohidrat dan lipid. Kondisi genetik yang umum disebabkan oleh defisiensi
mangan menghasilkan gangguan pada otolit di telinga bagian dalam selama masa kehamilan.
Kelainan pada tulang di antaranyachondr odys trophy, atau keterbelakangan pertumbuhan
tulang. Perosis atau “tendon yang tergelincir” merupakan keadaan yang umum dikenali
terdapat pada ayam dan bebek. Fungsi reproduksi pada pasien defisiensi mangan dicirikan
dengan gangguan ovulasi, ovarian, dan degenerasi testikular, dan peningkatan kematian bayi.
Mangan terlibat di dalam sintesis kolesterol; sehingga defisiensi dapat dihubungkan
dengan kurangnya prekursor (kolesterol) untuk produksi hormonal yang normal. Mangan juga
menunjukkan hubungan sinergis dengan kolin. Defisiensi salah satu ataupun keduanya dapat
menyebabkan keadaan yang abnormal pada integritas membran sel dan mitokondria.
Mitokondria hati yang diisolasi dari mencit menunjukkan kelainan pada krista dan
menurunnya kecepatan oksidasi.
Gangguan metabolisme karbohidrat disebabkan oleh kelainan aktivitas
glikosiltransferase. Kelainan pankreas yang mengakibatkan sedikitnya pemanfaatan glukosa
memperlihatkan adanya hubungan bahwa mangan mungkin terlibat dalam pembentukan
insulin ataupun aktivitasnya.
Defisiensi mangan pada manusia diamati secara tidak sengaja pada pengaturan pola
makan yang ketat. Gejalanya antara lain hipokolesterolemia, penurunan trigliserida dan
fosfolipid, kehilangan berat badan, dermatitis sementara, dan nausea. Warna rambut penderita
akan berubah dari hitam menjadi merah. Tujuan pengaturan pola makan ini sebenarnya untuk
membatasi vitamin K untuk mempelajari perpanjangan waktu protrombin dan
memperbaikinya dengan vitamin K. Meskipun demikian, ketika defisiensi mangan ditemukan
dan digantikan dalam pola makan tersebut, waktu protrombin telah diperbaiki. Oleh karena
protrombin adalah glikoprotein dan mangan mengaktivasi transferase, diduga mangan
diperlukan dalam sintesis protrombin.
Penelitian lain mengenai defisiensi mangan pada sukarelawan manusia telah dilaporkan.
Subjek penelitian dilaporkan memiliki gejala ruam pada tubuh bagian atas, dan pangkal paha.
Gejala-gejala ini didiagnosis sebagai Miliaria Crystallina atau biang keringat. Kadar kalsium
dan fosfor serum menurun seperti halnya alkaline phosphatase, kolesterol, dan HDL serum
yang juga ikut menurun ikut teramati pada defisiensi mangan.
Kelainan lain yang dianggap berhubungan dengan defisiensi mangan telah dilaporkan.
Epilepsi dapat menurunkan kadar mangan di dalam darah. Defisiensi mangan mungkin
berhubungan dengan kelainan metabolisme seperti “maple syrup disease” dan fenilketonuria
(PKU). Penderita sindrom Down yang telah dewasa yang sering memiliki dislokasi tulang
paha sekunder dan epifisitis pada ujung femoral diduga mengalami defisiensi mangan.
Beberapa kondisi yang terkait dengan mangan lainnya adalah kegagalan pembentukan
intrauterin dan osteoporosis.
Straus dan Saltman melaporkan kasus defisiensi mangan yang terjadi pada pemain
basket yang menderita kerusakan tulang dengan masa penyembuhan yang lama dan
ketidakstabilan sendi. Mereka tidak dapat mengukur kadar mangan pada serumnya, yang
berasal dari pola makannya yang sangat terbatas. Suplementasi selama beberapa bulan
akhirnya dapat mempercepat penyembuhan tulangnya serta dapat mengembalikannya ke karir
profesionalnya. Mereka juga mendapatkan penemuan yang sama pada pasien ortopedi dengan
kerusakan pada proses penyembuhan tulangnya.

J. PENCEGAHAN
Gabungan-gabungan mangan tidak mengandung racun sebanyak logam-logam tersebar
lainnya seperti nekel dan tembaga. Tetapi, pendekatan ke debu-debu dan asap mangan
semestinya tidak melebihi nilai langit-langit 5 mg/m3 walaupun untuk waktu-waktu singkat
karena tingkat kandungan racunnya. Mangan memberikan resiko khusus untuk anak-anak
yang disebabkan oleh kecondongan akan terjepit ke penerima-penerima CH-7. Keracunan
mangan pernah di hubungkan ke kerusakan ketrampilan-ketrampilan motor dan penyakit
kognitif.
Racun permanganate menunjukkan tingkat lebih tinggi daripada gabungan-gabungan
mangan. Beberapa bencana keracunan pernah terjadi, walaupun dosis bencana sekitar 10g.
Efek proses pernafasan yang kuat ke arah necrosis di mucous membrane. Contohnya,
kerongkongan terpengaruh jika racun permanganate ditelan. Hanya jumlah kecil diserap oleh
usus besar tetapi kwantitas kecil ini menunjukkan efek parah ke ginjal dan ke hati.
Di tahun 2005, sebuah studi menyarankan adanya hubungan antara penghirupan mangan
dan keracunan sistem saraf pusat pada tikus-tikus. Pernah dihipotesakan bahwa adanya
pembeberan mangan jangka panjang dalam air mandi memberikan resiko kesehatan kepada
jutaan penduduk.
Sejenis penyakit neurodegeneration yang mirip dengan Parkinson's Disease bernama
"Manganism" pernah dihubungkan ke pembeberan mangan terhadap buruh-buruh tambang
dan buruh-buruh pencair mangan sejak awal abad ke 19. Dugaan-dugaan akan "Manganism"
yang disebabkan oleh penghirupan pernah dinyatakan mengenai industri penyambungan
bahan logam tersebut. Pembeberan mangan di negara-negara maju pada umumnya diatur oleh
Administrasi keselamatan pekerjaan dan kesehatan.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan mengenai unsur mangan di atas, maka dapat ditarik beberapa
kesimpulan yaitu :
1. Mangan merupakan salah satu unsur yang paling banyak terdapat di dalam kerak
bumi.
2. Untuk memperoleh logam mangam murni, pirolusit diolah menurut proses termit.
Persamaan reaksi utama yang terjadi dalam proses ini yaitu :
2 MnO2 (s) Δ Mn3O4 (s) + O2 (g)
3 Mn3O4 (s) + 8 Al (s) Δ 4 Al2O3 (s) + 9 Mn (l)
Logam Mn dengan kemurnian tinggi (~ 99,9 %)
3. Mangan mampu membentuk senyawa mulai dengan tigkat oksidasi terendah +2
hingga tertinggi +7
4. Mangan murni yang digunakan untuk produksi campuran yang bukan besi dihasilkan
dengan melumerkan lapisan bijih mangan dengan asam asam-belerang (sulfuric acid)
yang dilanjutkan dengan proses electrowinning
5. Pemanfaatan mangan di dunia sebagian besar digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu
untuk proses produksi besi-baja, sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-
metalurgi antara lain produksi baterai kering, keramik dan gelas, dan kimia.

B. SARAN
Menurut kami, unsur mangan merupakan unsur yang cukup penting dan bermanfaat bagi
kehidupan sehingga perlu dilakukan eksplorasi lebih jauh agar unsur mangan benar-benar
telah dimanfaatkan dengan baik, namun tetap memperhatikan aspek kelestariannya dan
keselamatan pekerja yang mengolah unsur mangan dan senyawanya.

DAFTAR PUSTAKA

Purnomohadi, Agus. 2008. Makalah : Pengaruh logam Mangan bagi Makhluk Hidup dan
Defisiensinya. Departemen Biokomia Institut Pertanian Bogor. Online :
http://rimayantisihite.blogspot.com/2010/07/kimia-anorganik-ii.html , diakses pada
tanggal 5 Mei 2011.
Redaksi Chem-is-try.org. 2008. Mangan. Online : http://www.chem-is-
try.org/tabel_periodik/mangan/, diakses pada tanggal 5 Mei 2011.
Sugiyarto, H. Kristian. 2003. Kimia Anorganik II. Yogyakarta : Universitas Negeri
Yogyakarta.
Tanpa nama. Tanpa Tahun. Mangan. Online : http://id.wikipedia.org/wiki/Mangan, diakses
pada tanggal 5 Mei 2011.
Tanpa nama. Tanpa Tahun. Mangan. Online : http://www.pam-group.com/pamabout.htm,
diakses pada tanggal 5 Mei 2011.

MAKALAH
UNSUR MANGAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Anorganik 2
Dosen Pengampu : Dra. Sri Mantini Rahayu S., M.Si
Disusun oleh :
1. Dyah Ayu Wulandari 4301409012
2. Khoeru Annisa 4301409013

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011