Anda di halaman 1dari 20

Lokasi area Motorik dan hubungannya dengan korteks serebri

Area fungsional korteks serebral meliputi area motorik primer , area sensorik primer
dan area asosiasi atau sekunder yang berdekatan dengan area primer dan berfungsi
untuk integrasi dan interpretasi tingkat tinggi.
Area motorik primer pada korteks
Area motorik primer terdapat pada girus presentral. Disini neuron
(piramidal)mengendalikan kontraksi volunter otot rangka. Aksonnya mejalar dalam
traktus piramidal.
Area pramotorik korteks, terletak tepat disisi anterior sisi girus presentral.
Neuron(ekstrapiramidal) mengendalikan aktivitas motorik yang terlatih dan
berulang, seperti mengetik.
Area Broca, terletak di sisi anterior area premotorik pada tepi bawahnya. Area ini
mungkin hanya terdapat pada satu hemisfer saja (biasanya sebelah kiri) dan
dihubungkan dengan kemampuan wicara.

Korteks Serebri
Otak Besar atau Korteks berdasarkan fungsinya para ahli membagi menjadi 4 (empat)
bagian yang disebut Lobus (lobe) masing-masing adalah :

1. Lobus Frontal, pusat fungsi intelektual


yang lebih tinggi, seperti kemampuan
berpikir abstrak dan nalar, motorik bicara
(areabroca di hemisfer kiri), pusat
penghirup. Pusat pengontrolan gerakan
volunter di gyrus presentralis (area
motorik primer). Didalamnya terdapat
area asosiasi motorik (area premotor)

2. Lobus Parietal, pusat kesadaran sensorik di gyrus postsentralis(area sensorik


primer) terdapat area asosiasi sensorik.

3. Lobus Oksipital, merupakan lobus terkecil sebagai pusat penglihatan dan area
asosiasi penglihatan. Berfungsi juga menginterpretasi dan memproses rangsang
penglihatan dari nervus optikus dan mengasosiasikan rangsang ini dengan informasi
saraf lain dan memori.

4. Lobus Temporal, Sebagai pusat pendengaran dan berperan dalam pembentukan dan
perkembangan emosi.

Selain dibagi dalam lobus dapat dibagi juga berdasarkan fungsu dan banyaknya area.
Campbel membagi bentuk korteks serebri menjadi 20 area. Secara umum korteks
serebri dibagi menjadi empat bagian :
1. Korteks sensori. Pusat bagian sensasi umum primer suatu hemisfer serebri
yang mengurus bagian badan, luas daerah korteks yang menangani suatu alat
atau bagian tubuh bergantung pada fungsi alat yang bersangkutan. Di samping
itu juga korteks sensori bagian fisura lateralis menangani bagian tubuh
bilateral lebih dominan.
2. Korteks asosiasi. Tiap indra manusia, korteks asosiasi sendiri merupajan
kemampuan otak manusia dalam bidang intelektual, ingatan, berfikir,
rangsangan yang diterima diolah dan disimpan serta dihubungkan dengan daya
yang lain. Bagian anterior lous temporalis mempunyai hubungan dengan
fungsi luhur dan disebut psikokorteks.
3. korteks motoris menerima impuls dari korteks sensoris, fungsi utamanya
adalah kontribusi pada traktur piramidalis yang mengatur bagian tubuh
kontralateral.
4. Korteks pre-frontal terletak pada lobus frontalis berhubungan dengan sikap
mental dan kepribadian.

Hubungan area motorik dengan korteks serebri


Lobus frontalis pada korteks serebri mencakup semua daerah kortikal di depan fisura
sentralis, antara lain korteks somatomotorik prmer dari girus presentralis (area 4), area
premotorik (area 6aα, 6a dan 8), area prefrontal (area 9, 10, 11, 12, 45, 46 dan 47),
dan area motorik bicara (area 44).

Perintah untuk gerakan volunter berasal dari daerah assosiasi korteks. Gerakan
direncanakan di korteks. Gerakan direncanakan di korteks serta di ganglia basal dan
bagian lateral dari hemisfer serebelum, yang ditandai oleh peningkatan aktivitas listrik
sebelum gerakan. Ganglia basal serta serebelum menyalurkan informasi ke korteks
pramotorik dan motorik melalui talamus. Perintah motorik dari korteks motorik
sebagian besar dipancarkan melalui traktus kortikospinalis ke medula spinalis dan
sebagian lagi melalui traktus kortikobulbaris yang sesuai ke neuron motorik di batang
otak. Namun jalur ini dan beberapa hubungan langsung dari korteks motorik berakhir
di nukleus-nukleus batang otak dan medula spinalis, dan jalur ini dapat juga
memperantarai gerakan volunter. Gerakan menimbulkan perubahan input sensorik
dari indra dan otot,tendon,sendi serta kulit. Informasi umpan balik ini, yang
menyesuaikan dan mengatur gerakan, dipancarkan secara langsung ke korteks
motorik dan ke spinoserebelum. Spinoserebelum akhirnya berproyeksi ke batang otak.
Jalur batang otak utama yang berperan dalam postur dan koordinasi adalah traktur
rubrospinalis, retikulospinalis, tektospinalis, dan vestibulospinalis serta neuron-
neuron di batang otak.

Fungsi Motorik Medulla Spinalis


Fungsi umum medulla spinalis :
1. Medulla spinalis mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh

2. Bagian ini mentransmisikan impuls kedan dari otak melalui traktus asenden
dan desenden.

Traktus Spinal. Substansi putih korda. Yang terdiri dari akson yang termielinisasi,
dibagi menjadi funikulus anterior, posterior dan lateral. Dalam funikulus terdapat
fasikulus, atau truktus . trukr=tus diberi nama sesuai dengan lokasi, fungsi dan
asalnya masing – masing.

TRAKTUS ASCENDENS MEDULA SPINALIS


Saat memasuki medula spinalis serabut saraf sensoris berbagai tipe dan fungsi dipilih
serta dipisahkan menjadi berkas atau traktus saraf. Beberapa serabut saraf
menghubungkan segmen medula spinalis, sementara yang lain naik dari medula
spinalis ke pusat-pusat yang lebih tinggi dan menghubungkan medula spinalis dan
otak. Semua ini disebut serabut ascendens atau traktus ascendens. Substantia alba
medula spinalis terdiri atas traktus ascendens dan traktus descendens.
Traktus ascendens menghantarkan informasi aferen dapat atau tidak dapat mencapai
kesadaran. Informasi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok:
1. Informasi eksteroseptif, yang berasal dari luar tubuh seperti rasa nyeri, suhu
dan raba
2. Informasi proprioseptif, yang berasal dari dalam tubuh seperti otot dan sendi.

ORGANISASI ANATOMINYA
Informasi umum dari ujung sensoris tepi dihantarkan melalui susunan saraf oleh suatu
seri neuron. Lintasan ascendens yang menuju kesadaran terdiri dari 3 neuron :
1. Neuron ordo pertama mempunyai badan sel dalam ganglion radiks posterior
medula spinalis, suatu prosesus tepi berhubungan dengan ujung reseptor
sensoris, sementara suatu prosesus sentralis memasuki medula spinalis melalui
radiks posterior untuk bersinaps dengan ujung neuron ordo kedua
2. Neuron ujung kedua mempunyai suatu akson yang berdecussatio (menyilang
kesisi yang berlawanan) dan naik ke tingkat susunan saraf sentral yang lebih
tinggi untuk bersinaps dengan ujung neuron ordo ketiga.
3. Neuron ordo ketiga terdapat dalam talamus dan mengeluarkan serabut
proyeksi melintasi daerah sensoris korteks serebri.

FUNGSI TRAKTUS ASCENDENS


Sensasi rasa nyeri dan suhu naik dalam traktus spinothalamikus lateralis, raba dan
tekanan ringan naik kedalam traktus spinothalamikus anterior. Raba diskriminatif
(kemampuan untuk melokalisir secara tepat daerah tubuh yang diraba dan menyadari
bahwa dua titik yang disentuh secara serempak) naik dalam kolumna alba posterior
termasuk juga informasi dari otot-otot dan sendi-sendi yang berkaitan dengan gerakan
dan posisi, disamping itu sensasi getaran juga naik dalam kolumna alba posterior.
Informasi tidak sadar otot, sendi, kulit dan jaringan subkutan mencapai serebelum
melalui traktus spinoserebelaris anterior dan posterior serta melalui traktus
cuneoserebelaris.
Traktus ascendens lainya untuk informasi nyeri suhu dan raba dialirkan ke kolikulus
superior dari otak tengah melalui traktus spinotectalis untuk keperluan refleks
spinovisual. Traktus spinoretikularis merupakan lintasan dari otot dan sendi dan kulit
ke formasio retikularis. Sementara traktus spinoolivarius merupakan lintasan tidak
langsung untuk informasi aferen yang mencapai serebelum.
TRAKTUS SPINOTHALAMICUS LATERALIS UNTUK RASA NYERI DAN
SUHU
Reseptor nyeri dan suhu dalam kulit dan jaringan lainya merupakan ujung saraf bebas.
Impuls nyeri,panas dan dingin memasuki medula spinalis dari ganglion radiks
posterior melanjutkan keujung kolumna grisea posterior dan membagi diri menjadi
cabang ascendens dan descendens. Cabang-cabang ini berjalan dalam satu atau dua
segmen medula spinalis dan membentuk traktus posterolateralis lissauer. Serabut dari
neuron ordo pertama ini berakhir dengan cara bersinaps dengan sel-sel dalam
kolumna grisea posterior termasuk sel-sel dalam substantia gelatinosa.
Akson dari neuron ordo kedua menyilang secara oblique ke sisi yang berlawanan
dalam komisura grisea dan alba anterior dalam satu segmen medula spinalis dan
serabut baru ditambah pada spek anteromedial traktus ini sehingga dalam segmen
servikalis atas serabut-serabut sakral terletak posterolateral dan segmen servikal
terletak anteromedial. Dengan naiknya traktus spinothalamikus lateralis melalui
medula oblongata maka terletak dekat lateral diantara nukleus olivarius inferior dan
nulkeus traktus spinalis nervus trigeminus. Dan saat ini traktus diikuti oleh traktus
spinothalamikus anterior dan traktus spinotectalis bersama sama membentuk
lemniscus spinalis dan melanjutkan diri naik bagian posterior pons, dalam otak tengah
ia terletak dalam tegmentum lateral lemniscus medialis, dan bersinaps dengan neuron
ordo ketiga nukleus posterolateralis ventralis thalamus.
Akson neuron ordo ketiga dalam nukleus posterolateralis ventralis thalamus melintas
ke posterior kapsula interna dan korona radiata untuk mencapai daerah somastatik
dalam girus postsentralis korteks serebri. Paruhan kontralateral tubuh diwakili secara
terbalik, tangan dan mulut terletak di inferior, tungkai terletak di superior, kaki dan
anogenital pada permukaan medial hemisferium. Dari sini informasi ditransmisikan
pada daerah korteks serebri untuk digunakan area motorik dan area asosiasi parietal.
Peranan korteks serebri adalah menginterpretasikan informasi sensorik pada tingkat
kesadaran.
TRAKTUS SPINOTHALAMIKUS ANTERIOR UNTUK RABA DAN TEKANAN
RINGAN
Mirip seperti traktus spinothalamikus lateralis yang memberi kontribusi untuk traktus
posterolateralis dari lisssouer, diduga neuron ordo pertama berakhir dengan sel
kelompok substantia gelatinosa dalam kolumna grisea posterior.
Akson neuron ordo kedua menyilang oblique ke sisi yang berlawanan dalam komisura
grisea dan alba anterior dalam beberapa segmen spinal dan naik dalam kolumna alba
anterolateral yang berlawanan sebagai traktus spinothalamikus anterior. Saat ia naik
melalui medula spinalis serabut baru ditambahkan pada medialis traktus, sehingga
pada segmen servikalis atas medula spinalis serabut sakral merupakan segmen yang
sebagian besar terletak di lateral dan segmen servikal di medial. Dan ia naik melalui
medula oblongata bersama dengan traktus spinothalamikus lateralis dan spinotektalis
membentuk lemiscus spinalis (untuk raba kasar dan tekanan diduga diapresiasi disini).
Akson neuron ordo ketiga dalam nukleus posterolateralis ventralis thalamus melalui
posterior kapsula interna dan korona radiata mencapai daerah somastetik dalam girus
postsentralis korteks serebri. Paruhan kontralateral tubuh diwakili sacara terbalik
tangan dan mulut terletak di inferior. Apresiasi sadar, raba dan tekanan tergantung
pada aktifitas korteks serebri. Harus ditekankan bahwa rasa hanya dapat dilokalisir
secara kasar, dan hanya memungkinkan diskriminasi intensitas yang sangat kecil.
COLUMNA ALBA POSTERIOR: FASCICULUS GRACILIS DAN FASCICULUS
CUNEATUS UNTUK RASA RABA DISKRIMINATIF, RASA GETARAN, RASA
SENDI OTOT SADAR
Akson masuk medula spinalis radik ganglion posterior dan melintas columna alba
posterior sisi yang sama. Disini serabut membagi diri menjadi cabang ascenden
panjang dan descenden pendek. cabang descenden melintas turun dalam sejumlah
segmen yang variabel, memberi cabang contralateral yang bersinap dengan sel dalam
cornu grisea posterior , dengan neuron internunsial dan dengan sel cornu anterior,
jelas bahwa serabut descenden pendek terlibat dengan reflek intersegmental. Serabut
ascenden panjang juga berakhir dengan cara bersinap dengan sel cornu grisea
posterior neuron internunsial dan sel cornu anterior. Distribusi ini meluas meliputi
beberapa segmen medula spinalis. Pada serabut descenden pendek, berperan dalam
reflek intersegmental.
Banyak serabut ascenden yang panjang berjalan dalam columna alba posterior sebagai
fasciculus gracillis dan cuneatus. Fasciculus gracillis ditemukan disepanjang seluruh
medula spinalis dan mengandung serabut ascenden panjang saraf sacral, lumbal dan
enam saraf thorakal bagian bawah. Fasciculus cuneatus terletak dilateral pada segmen
thorakalis atas dan servikalis medula spinalis serta dipisahkan dari fasciculus gracillis
oleh septum. Fasciculus cuneatus mengandung serabut ascenden panjang enam
serabut saraf thorakal dan semua nervus spinalis servikalis.
Serabut fasciculucs gracillis dan cuneatus naik ipsilateral dan berakhir dengan
bersinaps dengan neuron ordo ke dua dalam nuklei gracillis dan cuneatus medula
oblongata. Akson ordo ke dua ini juga disebut dengan serabut arkuata interna,
memanjang anteromedial di sekeliling substantia grisea centralis dan menyilang
median , berdecusatio dengan serabut yang bersesuaian pada sisi yang berlawanan
dalam decusatio sensorik, Serabut kemudian naik sebagai berkas tunggal dan kompak
yaitu lemniskus medialis melalui medula oblongata, pons, dan otak tengah. Serabut
berakhir dengan bersinaps dengan ordo ke tiga dalam nukleus postero lateralis
ventralis thalamus.
Akson neuron ordo ke tiga meninggalkan dan melintas melalui posterior capsula
minterna dan corona radiata untuk mencapai daerah somestetik pada gyrus
postcentralis cortek cerebri. Paruhan conteralateral tubuh diwakili secara terbalik,
tangan dan mulut diinferior. Dengan cara ini, kesan seperti raba dengan tingkat
intensitas halus, lokalisasi yang tepat dan diskriminasi dua titik dapat diapresiasi.
Rasa getaran dan posisi bagian tubuh yang berbeda-beda dapat diketahui secara sadar.
Sejumlah serabut dalam fasciculus cuneatus segmen servikalis dan thorakalis atas,
setelah berakhir pada neuron ordo kedua nukleus cuneatus, direlay dan berjalan
sebagai akson neuron ordo kedua untuk memasuki cerebellum melalui pedunkulus
cerebellaris inferior sisi yang sama . lintasan ini disebut Tractus Cuneocerebellaris
dan serabut diketahui sebagai serabut arkuata externa. Fungsi serabut ini untuk
mengalirkan informasi rasa otot sendi ke cerebellum
TRACTUS SPINOCEREBELLARIS POSTERIOR UNTUK RASA SENDI OTOT
KE CEREBELLUM
TRAKTUS SPINOCEREBELLARIS POSTERIOR
Akson yang memasuki medula spinalis dari radix ganglion posterior memasuki
columna grisea posterior serta berakhir dengan bersinap pada neuron ordo kedua pada
dasar dari columna grisea posterior. Neuron ini secara kolektif diketahui sebagai
nukleus dorsalis (Columna Clarck). Akson neuron ordo kedua ini memasuki
posterolateral columna alba lateral pada sisi yang sama dan naik sebagai tractus
spinocerebellaris posterior ke medulla oblongata. Disini tractus bersatu dengan
pedunkulus cerebellaris inferior dan berakhir pada cortex cerebellaris. Perhatikan
bahwa ia tidak naik ke kortek cerebri. Karena nukleus dorsalis hanya membentang
dari segmen servikalis kedelapan ke arah kaudal ke segmen lumbal ketiga dan
keempat, akson ini memasuki medula spinalis radik posterior segmen lumbal bawah
dan sacral naik dalam columna alba posterior sehingga mencapai segmen lumbal
ketiga atau keempat masuk ke nukleus dorsalis
Serabut spinocerebellaris posterior menerima informasi dari otot sendi, spindel-
spindel otot, organ-organ tendon dan reseptor-reseptor sendi badan dan anggota gerak
bawah. Informasi mengenai tegangan otot dan tendon serta gerakan-gerakan otot dan
sendi digunakan oleh serebellum dalam mengkoordinasi gerakan-gerakan anggota
gerak serta mempertahankan postur.
TRACTUS SPINOCEREBELLARIS ANTERIOR
Akson yang memasuki medula spinalis ganglion radik posterior berakhir dengan
bersinap dengan neuron ordo kedua dalam nukleus dorsalis pada basis columna grisea
anterior. Sebagian besar akson neuron ordo kedua menyilang sisi yang berlawanan
dan naik sebagai tractus spinocerebellaris anterior pada columna alba sisi yang
berlawanan. Sebagian kecil akson naik sebagai tractus spinocerebellaris anterior
dalam columna alba sisi yang sama. Setelah naik melalui medula oblongata dan pons,
serabut masuk kedalam cerebellum melalui pedunkulus cerebellaris superior dan
berakhir dalam cortek cerebellaris.
Diduga bahwa serabut yang menyilang kesisi yang berlawanan dalam medula spinalis
menyilang kembali dalam cerebellum. Tractus spinocerebellaris anterior mengalirkan
informasi otot sendi dari spindel-spindel otot, organ-organ tendon, reseptor-reseptor
sendi badan dan anggota gerak atas dan bawah. Diduga juga bahwa melalui facia ini
cerebellum menerima informasi dari kulit dan facia superficial
TRACTUS CUNEOCEREBELLARIS
Serabut ini berasal dari nukleus cuneatus dan memasuki cerebellum melalui
pedunculus cerebellaris inferior sisi yang sama. Serabut ini diketahui sebagai serabut
arkuata externa posterior dan fungsinya adalah mengalirkan informasi rasa otot sendi
ke cerebellum.
LINTASAN-LINTASAN ASCENDEN LAINNYA
TRACTUS SPINOTECTALIS
Akson memasuki medula spinalis ganglion radik posterior dan berjalan ke substantia
grisea yang bersinap pada neuron ordo kedua yang tidak diketahui. Akson neuron
ordo kedua menyilang bidang median dan naik sebagai tractus spinotectalis dalam
columna alba anterolateral yang terletak berdekatan dengan tractus spinothalamikus
lateralis. Setelah melintasi medula oblongata dan pons berakhir dengan bersinap
dengan neuron dalam colicullus utak tengah . lintasan ini memberikan informasi
aferen untuk reflek spinovisualis serta membawa gerakan-gerakan mata dan kepal
kearah sumber stimuli.
TRACTUS SPINORETICULARIS
Akson memasuki medula spinalis ganglion radik posterior dan berakhir pada neuron
ordo kedua yang tidak diketahui dalam substantia grisea. Akson neuron ordo kedua
ini naik dalam medula spinalis sebagai tractus spinoreticularis dalam columna alba
lateralis. Sebagian besar serabut ini tidak menyilang dan berakhir dengan cara
bersinap dengan neuron formatio reticularis dalam medula oblongata, pons, otak
tengah. Tractus spinoreticularis memberikan lintasan aferen untuk formatio reticularis
yang memainkan peranan penting dalam mempengaruhi tingkat kesadaran.
TRACTUS SPINO-OLIVARIUS
Akson memasuki medula spinalis ganglion radik posterior dan berakhir pada neuron
ordo ke dua yang tidak diketahui dalam columna grisea posterior. Akson dalam
neuron ordo kedua melintasi garis tengah dan naik sebagai tractus spino-olivarius
dalam substantia alba pada sambungan columna anterior dan lateralis. Akson ini
berakhir dengan bersinap pada neuron ordo ketiga dalam nuklei olivarius medula
oblongata. Akson ini melintasi garis tengah dan memasuki cerebellum melalui
pedunculus cerebellaris inferior. Tractus spino-olivarius mengalirkan informasi dari
organ-organ kulit dan proprioseptif ke cerebellum.
TRACTUS SENSORIK VISERALIS
Sensasi yang timbul dari visera berlokasi dalam toraks dan abdomen memasuki
medula spinalis melalui radiks posterior. Badan-badan sel neuron orde pertama
terletak dalam ganglion radiks posterior. Prosesus tepi sel ini menerima impuls saraf
dari ujung reseptor regangan dan nyeri dalam visera. Prosesus sentral, setelah masuk
medula spinalis bersinaps dengan neuron orde kedua dalam substansia grisea,
kemungkinan ke dalam columna grisea anterior atau lateralis
Akson-akson neuron orde kedua diduga bersatu dengan traktus spinothalamicus dan
naik serta barakhir pada neuron orde ketiga dalam nukleus posterolateral ventral
thalamus. Tujuan akhir akson neuron orde ketiga kemungkinan terdapat pada girus
postcentralis korteks serebri. banyak serabut viseral aferen yang memasuki medula
spinalis bercabang dan berpartisipasi dalam aktifitas refleks.(7)
TRAKTUS DESENDEN MEDULA SPINALIS
Neuron motorik dalam kolumna grisea anterior medula spinalis mengirimkan akson-
akson untuk menginervasi otot skelet melalui radiks-radiks anterior medula spinalis.
Neuron-neuron motorik ini disebut sebagai lower motor neuron dan merupakan
lintasan umum akhir ke otot.
Lower motor neuron secara konstan mengalami pemboman impuls saraf yang turun
dari medula oblongata, pons, otak tengah dan korteks serebri. Demikian juga dengan
impuls yang masuk sepanjang serabut sensorik radiks posterior. Serabut saraf yang
turun dalam substantia alba dari pusat saraf supraspinal dipisahkan menjadi berkas
saraf yang dipisahkan menjadi berkas saraf yang disebut traktus desenden. Neuron-
neuron supraspinal ini beserta traktusnya disebut upper motor neuron dan
memberikan banyak lintasan terpisah yang dapat mempengaruhi aktifitas motorik.
ORGANISASI ANATOMIS
Pengendalian akitifitas otot skelet dari kortek serebri dan pusat-pusat lebih tinggi
lainya dihantarkan melalui susunan saraf boleh suatu seri-seri neuron. Lintasan
desenden kortek serebri seringkali terbentuk dari tiga neuron :
1. Neuron ordo pertama, mempunyai badan sel dalam kortek serebri. Aksonya
turun untuk bersinaps pada neuron orde kedua, suatu neuron internunseal yang
terletak dalam columna grisea anterior medula spinalis
2. Neuron orde kedua pendek dan bergabung dengan neuron orde ketiga yaitu
lower motor neuron dalam kolumna grisea anterior.
3. Neuron orde ketiga menginervasi otot skelet melalui radiks anterior nervus
spinalis.
FUNGSI TRAKTUS DESCENDEN
Traktus kortikospinalis merupakan lintasan yang berkaitan dengan gerakan terlatih,
berbatas jelas, volunter terutama bagian distal anggota gerak. Traktus retikospinalis
dapat mempermudah atau menghambat aktifitas neuron motorik alfa dan gamma pada
kolumna grisea anterior sehingga mempermudah atau menghambat gerakan volunter
dan aktifitas refleks. Traktus spinotectalis berkaitan dengan gerakan refleks postural
sebagai respon terhadap stimulasi visual.
Serabut-serabut yang berhubungan dengan neuron simpatis dalam kolumna grisea
lateralis berkaitan dengan refleks pupilodilatasi sebagai respon terhadap keadaan
gelap. Traktus rubrospinalis bertindak baik terhadap neuron motorik alpa dan gama
pada kolumna grisea anterior dan mempermudah aktifitas otot ekstensor. Traktus
vestibulospinalis bekerja pada neuron motorik dalam kolumna grisea anterior
mempermudah otot ekstensor, menghambat aktifitas otot fleksor yang berkaitan
dalam keseimbangan. Traktus olivospinalis berkaitan dalam aktifitas muskuler.
Serabut otonomik desenden berkaitan dengan pengendalian aktifitas viseral.
TRACTUS CORTIKOSPINALIS
Serabut corticospinal timbul sebagai akson sel-sel piramidal yang terletak dalam
lapisan kelima kortek cerebri sepertiga berasal dari kortek motorik primer (area 4),
sepertiga dari kortek motorik sekunder (area 6), sepertiga dari area parietalis (area-
area 3, 1, dan 2 ); sehingga, duapertiga dari serabut timbul gyrus precentralis serta
sepertiga timbul dari gyrus postcentralis. Karena stimulus listrik terhadap bagian-
bagian berbeda dari gyrus precentralis menimbulkan kontraksi bagian-bagian berbeda
dari sisi tubuh yang berlawanan, kita dapat mewakili bagian tubuh pada cortex ini.
Perhatikan bahwa daerah yang mengendalikan muka terletak di inferior dan anggota
gerak bawah terletak di superior dan pada permukan medial hemisfer. Homunculus
merupakan gambaran tubuh yang mengalami distorsi, dengan berbagai bagian yang
mempunyai ukuran yang sebanding dengan daerah cortek cerebri yang diperuntukan
bagi pengendalianya.
Serabut desends berkonvergensi pada corona radiata dan kemudian melintasi
exremitas posterior capsula interna. Serabut diorganisis sehingga terdekat dengan
genu berkaitan dengan servical tubuh yang terletak di medialis sementara yang
terletak di posterior berkaitan dengan extremitas inferior yang terletak di lateral.
Kemudian tractus berlanjut melalui tiga perlima bagian tengah basis pedunculi otak
tengah .
Saat memasuki pons, taktus terbagi menjadi banyak serabut yaitu serabut
pontoserebral trasversa. Dalam medula oblongata, serabut dikelompokan secara
bersama di batas anterior membentuk pembesaran yang disebut sebagai traktus
piramidalis. Pada sambungan medula oblongata dan medula spinalis, sebagian serabut
menyilang garis tengah pada decussatio pyramidum dan memasuki kolumna alba
anterior dari medula spinalis untuk membantu traktus cortiko spinalis lateralis.
Serabut selebihnya tidak menyilang dalam decussatio, tetapi turun dalam columna
alba medula spinalis sebagai traktus cortiko spinalis anterior. Serabut ini akhirnya
menyilang garis tengah pada columna grisea anterior segmen-segmen medula spinalis
dalam daerah servikalis dan torakalis atas.
Traktus kortikospinalis turun sepanjang medula spinalis dimana serabutnya berakhir
dalam kolumna grisea anterior semua segmen-segmen medula spinalis. Sebagian
besar serabut kortikospinal bersinaps dengan neuron internunsial, yang pada giliranya
bersinaps dengan neuron motorik alpa dan beberapa neuron motorik gama. Hanya
serabut kortikospinal terbesar bersinaps langsung dengan neuron motorik.
Penting untuk dimengerti bahwa traktus kortikospinalis tidak merupakan satu satunya
lintasan yang melayani gerakan volunter. Malahan, membentuk lintasan yang
bersesuaian dengan kecepatan dan ketangkasan pada gerakan-gerakan volunter dan
karena itu digunakan dalam melakukan gerakan-gerakan terlatih yang cepat. Banyak
gerakan volunter dasar, sederhana ini diduga dihantarkan oleh traktus-traktus
descenden lain.
CABANG TRAKTUS KORTIKOSPINALIS
1. Cabang ini diberikan secara dini pada saat turun dan kembali ke korteks
serebri untuk menghambat daerah korteks yang berdekatan.
2. Cabang ini melintas ke nuklei lentiformis dan caudati,nukleus rubrum,nukleus
orifarius serta formatio retikularis . cabang ini menjaga agar daerah-darah
subcortikal mendapat informasi mengenai aktivitas kortikal. Sekali dalam
keadaan waspada daerah-daerah subkortikal bereaksi dan mengirimkan impuls
ke neuron motorik alpha dan gamma melalui lintasan desendens lainnya.

TRAKTUS RETICULOSPINALIS
Diseluruh otak tengah, pons dan medula oblongata terdapat kelompok-kelompok sel-
sel saraf dan serabut saraf yang tersebar dan secara kolektif dikenal sebagai formatio
reticularis. Dari pons, nueron ini mengirimkan akson-akson, yang sebagian besar
tidak menyilang, ke medula spinalis dan membentuk tractus reticulospinalis medula
pontine. Dari medula neoron-neuron yang sama mengirimkan akson secara menyilang
dan tidak menyilang terhadap medula spinalis lalu membentuk traktus retikulospinalis
medularis.
Serabut retikulospinalis dari pons turun melalui kolumna alba anterior, sementara
serabut dari medula oblongata turun dalam kolumna alba lateralis. Kedua sel serabut
ini memasuki kolumna grisea anterior medula spinalis dan mempermudah atau
menghambat aktifitas dari neuron motorik alpa dan gama. Dengan cara ini traktus
retikulospinalis mempengaruhi gerakan-gerakan volunter dan aktifitas reflek. Saat ini
diduga bahwa serabut retikulospinalis termasuk serabut otonom descenden. Karena itu
traktus retikulospinalis memberikan suatu lintasan melalui hipotalamus dapat
mengendalikan aliran keluar simpatik dan parasimpatik.
TRAKTUS TECTOSPINALIS
Serabut traktus ini timbul sel-sel saraf dalam kolikulus superior otak tengah. Sebagian
besar serabut ini menyilang garis tengah segera setelah keluar dari asalnya dan turun
melalui batang otak yang berdekatan melalui fasikulus longitudinalis medialis.
Traktus tectospinalis turun melalui kolumna alba anterior medula spinalis berdekatan
dengan fisura mediana anterior. Sebagian besar serabut berakhir dalam kolumna
grisea anterior segmen-segmen cervikalis bagian atas medula spinalis dengan cara
bersinaps dengan neuron internonsea. Serabut ini diduga mengurusi gerakan-gerakan
refleks postural sebagai respon terhadap stimulus visual.

TRAKTUS RUBROSPINALIS
Nukleus rubrum terletak dalam tegmentum otak tengah setinggi kolikulus superior.
Akson-akson neuron dalam nukleus ini menyilang garis tengah setinggi nukleus dan
turun sebagai traktus rubrospinalis melalui pons dan medula oblongata untuk
memasuki kolumna alba lateralis medula spinalis. Serabut yang berakhir dengan cara
bersinaps dengan neuron internosea pada kolumna grisea anterior medula spinalis.
Neuron-neuron nukleus rubrum menerima impuls aferen melalui hubungan dengan
korteks serebri dan serebelum. Keadaan ini diduga merupakan suatu lintasan tidak
langsung yang penting dengan korteks serebri dan serebelum yang mempengaruhi
aktifitas neuron motorik alpa dan gama medula spinalis. Traktus ini mempermudah
aktifitas otot-otot fleksor dan menghambat aktifitas otot ekstensor dan grafitasi.

TRAKTUS VESTIBULOSPINALIS
Nuklei vestibularis terletak dalam pons dan medula oblongata di bawah atap
ventrikulus keempat. Nuklei vestibularis menerima serabut aferen dari telinga dalam
melalui saraf vestibularis serta dari serebelum. Neuron-neuron vestibularis merupakan
asal dari akson-akson yang membentuk traktus vestibulospinalis. Traktus ini turun
tanpa menyilang melalui medula spinalis dalam kolumna alba anterior. Serabut ini
berakhir dengan neuron internosea kolumna grisea medula spinalis.
Telinga dalam dan serebelum melalui traktus ini mempermudah aktifitas otot-otot
ekstensor serta menghambat aktifitas otot fleksor yang berhubungan dengan
pemeliharaan keseimbangan.

TRAKTUS OLIVOSPINALIS
Traktus olivospinalis diduga timbul dari nukleus olivarius inferior dan turun dalam
kolumna alba lateralis medula spinalis, untuk mempengaruhi aktifitas neuron motorik
dalam kolumna grisea anterior. Saat ini terdapat keraguan dalam keberadaan traktus
ini.

SERABUT DESCENDEN OTONOMIK


Pusat-pusat yang lebih tinggi susunan saraf pusat berhubungan dengan pengendalian
aktifitas otonom yang terletak dalam korteks serebri, hipotalamus, kompleks
amigdaloidea, formatio retikularis. Kendatipun traktus-traktus yang berbatas jelas
belum diketahui, penelitian lesi-lesi medula spinalis memperlihatkan terdapatnya
traktus-traktus otonom descendens dan kemungkinan membentuk bagian dari traktus
retikulospinalis.
Serabut ini timbul dari neuron pada pusat yang lebih tinggi dan menyilang garis
tengah dalam batang otak. Diduga turut dalam kolumna alba lateralis medula spinalis
dan berakhir dengan bersinaps pada sel-sel motorik otonom dalam kolumna grisea
lateral pada tingkat-tingkat torakal dan lumbal atas (aliran keluar simpatis) dan tingkat
sakral tengah (parasimpatis) medula spinalis.

TRAKTUS INTERSEGMENTAL
Traktus ascendens dan descendens pendek yang berasal dan berakhir dalam medula
spinalis, terdapat dalam kolumna alba anterior lateralis dan posterior. Fungsi lintasan
ini adalah saling menghubungkan neuron-neuron tingkat segmental yang berbeda, dan
penting terutama dalam refleks spinal intersegmental

ARKUS REFLEKS
Refleks dapat didefinisikan sebagai suatu respon involunter terhadap stimulus.
Refleks tergantung pada integritas arkus refleks. Dalam bentuk yang paling
sederhana, arkus refleks terdiri dari struktur anatomi berikut :
1. Organ reseptor
2. Neuron aferen
3. Neuron efektor
4. Organ efektor
Arkus refleks seperti ini hanya melibatkan satu sinaps dan disebut arkus refleks
monosinapik. Interupsi refleks pada setiap titik disepanjang perjalananya akan
menghapuskan respon ini.
Pada medula spinalis arkus refleks memainkan peranan penting dalam mepertahankan
tonus otot yang merupakan dasar tubuh. Organ reseptor terdapat pada kulit, otot atau
tendon. Badan sel neuron aferen berlokasi dalam ganglion radiks posterior, dan akson
sentral neuron orde pertama ini berakhir dengan cara bersinaps pada neuron efektor.
Karena serabut aferen merupakan serabut dengan diameter yang besardan
menghantarkan dengan cepat dan karena hanya terdapat satu sinaps maka suatu
respon yang sangat cepat merupakan hal yang memungkinkan.
Penelitian fisiologis aktifitas listrik neuron efektor memperlihatkan bahwa setelah
pelepasan monosinaptik yang sangat cepat terdapat pelepasan asinkron yang berlarut-
larut. Alasan pelepasan terakhir ini adalah serabut aferen yang memasuki medula
spinalis seringkali bercabang-cabang dan bersinaps dengan neuron internosea yang
akhirnya bersinaps dengan neuron efektor. Rangkaian neuronal tambahan ini
memperlama pemboman neuron efektor setelah stimulasi dini oleh neuron aferen
hilang. Adanya neuron internosea juga menimbulkan penyebaran stimulus aferen ke
neuron pada berbagai tingkat segmental medula spinalis yang berbeda-beda.
Dalam mempertimbangkan aktifitas refleks otot skelet penting untuk dimengerti
hukum interfasi timbal balik. Secara sederhana, ini berarti bahwa refleks fleksor dan
ekstensor anggota gerak yang sama tidak dapat berkontraksi secara serentak. Agar
hukum ini bekerja maka serabut saraf aferen yang bekerja bertanggung jawab kerja
refleks otot fleksor harus mempunyai cabang-cabang yang bersinaps dengan neuron
motorik ekstensor anggota gerak yang sama, yang menyebabkan serabut ini
mengalamai inhibisi.
Dibangkitkanya suatu refleks pada satu sisi tubuh menyebabkan pengaruh-pengaruh
pada anggota gerak sisi-sisi lain. Stimulasi aferen arkus refleks menyebabkan fleksi
anggota gerak ipsilateral menimbulkan ekstensi pada anggota gerak kontralateral.
Pengaruh dari Pusat-pusat Neuronal yang lebih tinggi pada aktivitas reflek spinal
Arkus reflek spinal segmental yang melibatkan aktivitas motorik sangat dipengaruhi
oleh pusat-pusat yang lebih tinggi di otak. Pengaruh ini dihantarkan melalui traktus
kortikospinalis, retikulospinalis, tektospinalis, rubrospinalis, dan vestibulospinalis.
Dalam kondisi klinik seperti syok spinal, setelah penggangkatan pengaruh-pengaruh
secara mendadak akibat cedera pada medula spinalis, reflek spinal segmental
mengalami depresi. Jika apa yang disebut syok spinal hilang dalam beberapa minggu,
reflek spinal segmental kembali dan tonus otot-otot meningkat. Apa yang disebut
sebagai rigiditas decebrarasi ini disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan dari serabut
saraf aferen gamma ke spindel otot, yang timbulkan oleh pelepasan neuron ini dari
hubungannya dengan pusat-pusat yang lebih tinggi. Stadium berikutnya adalah
paraplegia dalam extensi dengan dominasi peningkatan tonus otot extensor atas otot
flexsor. Beberapa ahli nuerologi yakin bahwa kondisi ini disebabkan cedera yang
tidak lengkap dari semua traktus desendes dengan traktus vestibulospinalis yang utuh.
Jika semua traktus mengalami cedera, maka terjadi keadaan paraplegi dalam flexi.
Dalam keadaan ini, respon-respon bersifat flexsor dan tonus otot extensor berkurang.

PUSAT MOTORIS DAN SENSORIS


Pada corteks cerebral terdapat beberapa daerah :
1. Korteks serebral mengandung 3 jenis fungsional area yaitu motor area, sensori
area, dan asosiasi area. Neuron motoris dan neuron sensoris terdapat pada
motoris area dan sensoris area pada korteks serebri. Semua neuron pada
korteks serebri merupakan inter neuron.
2. Setiap hemisfer terdapat fungsi motoris dan sensoris yang berlawanan pada
sisi tubuh (kontralateral).
3. Sekalipun sebagian besar struktur pada 2 hemisfer kanan dan kiri simetris,
tetapi tidak ada fungsi yang sama. Masing – masing memiliki spesialisasi
fungsi kortikal.
4. Yang sangat penting yang harus kita ingat tidak ada fungsi area pada korteks
serebri yang bekerja sendirian.

AREA MOTORIS
Motoris area pada korteks serebri, dengan gerakan volunter yang terkontrol yang
terdapat pada lobus frontalis terdiri dari motor korteks primer, premotor korteks, area
broca, frontal eye field.
1. Motor korteks primer
Motor korteks primer terletak pada girus presentralis lobus frontalis pada masing –
masing hemisfer (area broadman 4). Terdapat neuron yang besar yang disebut neuron
piramidalis pada girus presentralis yang berfungsi untuk mengontrol gerakan volunter
pada otot skelet. Pada keseluruhan bagian tubuh dipresentasikan pada motor korteks
primer tiap hemisfer, dengan kata lain sel piramidal mengontrol gerakan kaki pada
satu tempat dan mengontrol gerakan tangan pada lain tempat. Sebagian besar neuron
pada girus ini mengontrol otot pada bagian tubuh yang spesifik pada area tertentu
seperti wajah lidah dan tangan.Hal ini tergambar daerah seperti karikatur yang disebut
motor homunculi. Persarafan motorik tubuh berjalan kontralateral,jadi pada girus kiri
mengontrol otot tubuh bagian kanan dan sebaliknya.
2. Premotor korteks
Terletak pada girus presentralis lobus frontal. Daerah ini mengontrol kemampuan
motorik dalam melakukan gerakan berulang-ulang atau pola alamiah seperti
memainkan alat musik dan mengetik. Daerah ini digunakan untuk gerakan yang
terencana. Dengan diterimanya informasi pada korteks area yang diproses oleh pusat
sensoris yang tinggi,maka gerakan terkontrol dapat dilakukan misalnya dapat
mengambil sesuatu ditempat yang gelap.
3. Area broca.
Area broca terdapat sepanjang anterior sampai inferior dari area promotor yang
bertumpuk-tumpuk. Pada area brodman 44 dan 45. Area ini hanya terdapat pada satu
hemisfer umumnya sebelah kiri dan khusus mengontrol kemampuan bicara.
4. Frontal eye field.
Daerah ini terletak sebelah anterior premotor korteks dan superior area broca. Daerah
ini berfungsi mengontrol pergerakan mata secara volunteer.

AREA SENSORIS
Terdapat pada korteks serebri yaitu pada lobus parietal, insular, temporal,dan
occipital.
1. Korteks primer somatosensoris.
Korteks ini terletak pada girus postsentralis lobus perietalis, disebelah posterior dari
korteks primer motoris ( area brodman 1-3 ). Neuron-neuron pada girus ini menerima
informasi dari reseptor sensoris di kulit dan dari proprioseptor di otot skelet,sendi dan
tendon. Neuron ini kemudian mengidentifikasi yang dirangsang dan kemampuan ini
disebut diskriminasi partial. Dengan korteks motor primer tubuh bergerak leluasa naik
dan turun berdasarkan stimulus yang masuk dan bagian hemisfer kanan menerima
rangsangan dari bagian kiri tubuh. Pada manusia wajah (khususnya bibir) dan jari-jari
adalah bagian tubuh yang sensitive yang terletak pada bagian terbesar dari
homunculus somatosensoriks.
1. Korteks asosiasi somatosensoris.
Daerah ini terletak sebelah posterior dari korteks primer somatosensoris dan
mempunyai banyak sambungan dengan korteks primer somatosensoris. Fungsi daerah
ini adalah untuk mengintegrasikan rangsangan yang masuk (temperature,tekanan)
serta mengulangnya lewat korteks primer somatosensoris dan bisa mengenal objek
yang teraba seperti ukuran bentuk dan bagian-bagiannya. Sebagai contoh: saat kita
memasukkan tangan ke dalam celana,asosiasi korteks somatosensoris akan merekam
hal itu seperti halnya kita mempunyai pengalaman saat meraba koin atau kunci.
2. area visual
cortek primer visual terletak sebelah posterior lobus occipital, tetapi sebagian besar
terletak didalam sulkus carcarina sebelah medial lobus occipital. Kortek primer visual
menerima informasi yang datang pada retina mata contralateral tubuh seperti pada
kortek somatosensori.
3. area auditory
terletak pada tepi superior lobus temporalis dekat sulkus lateralis. Suara yang masuk
pada telinga dalam diterima oleh reseptor menimbulkan impuls untuk ditransmisikan
pada kortek primer auditori dimana interpretasinya nada tinggi, rendah dan lokasi.
4. korteks olfaktori
kortek primer olfaktori terletak medial lobus temporal dan terdapat daerah kecil yang
disebut lobus piriformis yang didominasi oleh uncus. Serabut aferen dari reseptor
penciuman pada superior cavum nasalis mengirimkan impuls menuju traktus olfaktori
dan berakhir pada kortek olfaktori dan hasilnya bisa membedakan bau-bauan
5. Kortek gustatory
Daerah ini menggambarkan persepsi dari rangsangan perasa pada lidah. Lokasinya
pada insula bagian dalam lobus temporalis.
6. area sensori visual
kortek insula yang terletak sebelah belakang kortek gustatory digunakan untuk
persepsi sensasi visceral termasuk rasa kenyang pada lambung, rasa penuh pada
kandung kemih dan rasa terbakar saat kita bernafas terlalu banyak.
7. kortek vestibuler
kortek ini bertanggungjawab menjaga keseimbangan, pergerakan kepala dalam suatu
ruangan. Daerah ini terdapat pada bagian posterior insula bagian dalam lobus
temporalis.
Pengaturan fungsi Motorik oleh korteks dan batang otak

Korteks motorik primer.


Perkiraan otak manusia memperlihatkan titik – titik didalam korteks motorik primer
yang menyebabkan kontraksi otot yang berhubungan dengan gerakan menelan,
mengunyahm dan gerakan-gerakan wajah. Perangsangan bagian tengah garis korteks
motorik membengkok ke dalam fisura longitudinal menyebabkakn kontraksi tungkai,
kaki dan jari kaki.

Korteks motorik asosiasi (premotorik).


Korteks ini terletak tepat di depan korteks motorik primer yang bertugas membuat
program gerakan volunteer kompleks, mengaktifkan otot-otot yang diperlukan untuk
gerakan. Rangsangan listrik pada korteks serebri di depan korteks motorik primer
menimbulkan kontraksi kompleks dari kelompok otot atau gerakan berirama seperti
mengayun tungkai ke depan dan ke belakang, gerakan mata berkoordinasi, gerakan
mengunyah ,menelan dan posisi sikap.
Korteks premotorik melukiskan kemampuan khusus mengatur gerakan terkoordinasi
yang meliputi banyak otot secara serentak. Hal ini terjadi karena :
a. mempunyai hubungan neuron subkortikal yang panjang dengan daerah
asosiasi sensoris lobus parietal
b. Mempunyai hubungan subkortikal langsung dengan korteks motorik
primer.
c. Berhubungan dengan daerah – daerah thalamus yang bersebelahan
dengan daerah thalamikus, berhubungan dengan kortek motorik
primer.
d. Daerah premotorik mempunyai banyak hubungan langsung dengan
ganglia basalis
Belahan korteks terdapat sekelompok nukleus (kumpulan sel-sel saraf) yang mengatur
gerakan yang disebut Ganglia Basalis. Ganglia basalis merupakan bagian yang
terpisah dari sistem motorik, disebut ekstrapiramidal yang bertugas mengendalikan
gerakan motorik kasar dan tidak terampil. Peran ganglia basalis akan lebih jelas jika
ada kerusakan atau gangguan.
Kendali motorik gerakan volunteer kasar misalnya selama berdiri, berjalan, lambaian
tangan dan kaki. Kendali ini dilakukan dengan mengubah tegangan otot dan aktivitas
umpan balik kinestetik, fungsi lainnya memulai gerakan motorik volunteer saat
dikomando.

Batang otak
Diensefalon ke atas berhubungan dengan serebrum dan medulla oblongata ke bawah
dengan medulla spinalus. Serebrum melekat pada batang otak dibagian medulla
oblongata. Pons varoli dan mesenfalon. Hubungan serebrum dengan medulla
oblongata disebut korpus retiformi, sereberum dengan pons varoli disebut brakium
pontis, dan serebelum dengan mesensefalon disebut brakium konjungtiva.
Batang otak terdiri dari :
1. diensefalon, ialah bagian otak yang paling rostral dan tertanam diantara kedua
belahan otak besar. Fungsinya adalah vasokontriksi, respiratori atau membantu
proses persarafan, mengontrol kegiatan refleks,dan membatu kerja jantung,
2. Mesensefalon, atap dari mesensefalon terdiri dari empat bagian yang menonjol
ke atas. Dua belahan diatas disebut korpus kuadrigeminus superior dan dua
belahah bawah disebut korpus kuadrigeminus inferior. Serat saraf
okulomotorius berjalan ke ventral di bagian medual. Serat nervus troklearis
berjalan ke arah dorsal menyilang garis tengah ke sisi lain. Fungsinya adalah
membantu pergerakan mata dan mengangkat kelompak mata, serta memutar
mata dan pusat pergerakan mata.
3. Pons varoli, brakium pontis yang menghubungkan mesensefalon dengan pons
varoli dengan serebelum, terletaj di depan serebelum di antara otak tengah dan
medulla oblongata. Disini terdapat premotoksid yang mengatur gerakan
pernafasan dan refleks.
4. Medulla oblongata merupakan bagian dari otak bagian paling bawah yang
menghubungkan pons varoli dengan medulla spinalus. Fungsi medulla
oblongata adalah mengontrol kerja jantung, mengecilkan pembulu darah, pusat
pernafasan dan mengontrol gerakan refleks.

Anda mungkin juga menyukai