Anda di halaman 1dari 13

Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

PENJUALAN ANGSURAN

Oleh :

YE’ HAERI NAJIB

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

STKIP HAMZANWADI SELONG


2010

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 1


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara umum tujuan setiap perusahaan adalah untuk mencari laba.
Tujuan ini akan terealisasi apabila perusahaan tersebut meningkatkan
produksinya tentunya dengan diimbangi dengan usaha peningkatan volume
penjulan. Dan salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah dengan penjualan
angsuran. Dengan demikian pihak-pihak internal dari perusahaan tersebut harus
mengetahui seluk beluk dari penjualan angsuran baik strateginya maupun cara
pencatatannya. Oleh kerena itu dengan makalah ini kami sebagai penyusun
bermaksud memberikan gambaran kepada pembaca mengenai penjulan angsuran
ini baik gambaran umumnya sampai kepencatatannya karena tidak menutup
kemungkinan bagi kita sebagai mahsiswa ekonomi akan bergelut dengan usaha
ini, dan tentunya juga sebagai pendidik yang dibidang ekonomi dan akuntansi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana hakeket penjualan angsuran itu ?
2. Apa saja masalah yang timbul dalam penjualan
angasuran tersebut ?
3. Bagaiman pengakuan dari Laba kotor ?
4. Bagaimana perhitungan bunga dan angsuran ?
5. Bagaiman perhitungan dan pencataan dari penjualan
angsuran dengan tukar tambah ?
6. Begaiman pengakuan dan pencatatan dari adanya
pembuatan penjualan angsuran ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan metode pengakuan laba kotor pada penjualan angsuran.
2. Menbuat dan mencatat penjualan barang dagang secara angsuran.
3. Membuat laporan keungan penjualan angsuran.
4. Menghitung dan mencatat pertukaran dalam penjualan angsuran.
5. Menghitung dan mencatat pembatalan penjualan angsuran.

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 2


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

BAB II
PEMBAHASAN
PENJUALAN ANGSURAN

A. Gambaran Umum
1. Pengertian dan Masalah Penjualan Angsuran
Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilaksanakan dengan
perjanjian dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap. Profit adalah salah
satu tujuan umum setiap perusahaan dan salah satu langkah untuk
mewujudkannya adalah dengan meningkatkan volume penjualan dengan
penjualan yang pembayarannya secara bertahap. Hal ini akan menarik bagi para
konsumen karena akan mendapatkan keringanan dalam pembayarannya.
Namun penjualan dengan metode ini akan didampingi oleh resiko yang
besar karena pembayarannya dilakukan beberapa priode di masa yang akan
datang sehingga menimbulkan ketidak pastian.
Secara garis besar masalah yang timbul dalam hal ini dapat dibagi 2, yaitu
1) Masalah Non-akuntansi
2) Masalah Akuntansi
Masalah Non-akuntansi yaitu bagaimana menghindari resiko terjadinya
adanya pembeli yang tidak memenuhi kewajibannya. Adapun langkah-langkah
untuk mengidentifikasi resiko semacam ini adalah :
• Mengurangi kemungkinan terjadinya
pembatalan penjualan angsuran dapat dilakukan dengan menilai, menyeleksi
dari calon pembeli.
• Menyediakan perlindungan hukum
kepada penjual, yaitu dengan perjanjian penjualan bersyarat, dengan
pengadaan jaminan kredit dan menjaminkan kepada pihak ketiga serta
perjanjian beli-sewa.
• Menyediakan perlindungan ekonomi
kepada penjual, ini cendrung ke usaha supaya pembeli merasa rugi jika

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 3


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

melakukan pembatalan pembelian, adapun langkah yang dapat ditempuh


yaitu :
- Uang muka harus cukup besar
- Jangka waktu angsuran jangan terlalu panjang
- Angsuran cukup besar.
Masalah akuntansi yang dihadapi dalam penjualan angsuran dapat
dikelompokkan menjadi 4, yaitu :
b. Masalah yang
berhubungan dengan pengakuan laba kotor.
c. Masalah yang
berhubungan dengan cara perhitungan bunga dan angsuran.
d. Masalah yang
berhubungan dengan tukar-tambah.
e. Masalah yang
berhubungan dengan pembatalan penjualan angsuran.
B. Pengakuan Laba Kotor
Ada 2 dasar didalam pengakuan laba kotor adalah :
1. Dasar Penjualan
Laba kotor atas penjualan diakui dalam priode penjualan angsuran
terjadi, tanpa memperhatikan apakah pembayarannya sudah diterima atau
tidak. Agar laporan rugi-laba dapat mencerminkan “Proper matching revenue
with expenses” sebaiknya peruahaan mencadangkan biaya penagihan dan
biaya lain-lain yang berhubungan dengan penjualan tersebut.
2. Dasar Kas
Laba kotor atas penjualan angsuran baru diakui apabila pembayaran
dari piutang penjualan angsuran sudah diterima, dan penerimaan kas tersebut
terdiri dari 2 unsur yaitu :
- Pembayaran atas harga pokok penjualan
- Pembayaran atas laba kotor
Perlakuan terhadap penerimaan piutang penjualan angsuran tersebut
ada 3 metode, yaitu :

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 4


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

b. Harga pokok kemudian


laba kotor
Dalam metode ini laba kotor akan diakui apabila harga pokok sudah
terbayarkan.
c. Laba kotor kemudian
harga pokok penjulan
Dalam metode ini pembayaran angsuran pertama-tama diakaui sebagai
laba kotor kemudian setelah laba kotor semua sudah diterima harga
pokonya diperhitungkan.
d. Harga pokok penjualan
dan laba kotor secara proporsional
Dalam hal ini pembayaran angsuran untuk setiap periode terdiri dari 2
unsur yaitu :
- Pembayaran atas harga pokok penjualan.
- Pembayaran atas laba kotor.
Sebagai bahan perbandingan dari penggunaan ketiga metode ini, berikut
contohnya :
Pada awal tahun 1991 PT ABC melakukan penjualan angsuran seharga
Rp. 12.500.000, dengan syarat pembayaran sebagai berikut :
- Uang muka Rp. 2.500.000, lansung diterima.
- Sisanya dibayar melalui 4 kali angsuran tahunan, setiap akhir tahun.
Harga pokok penjualan Rp. 10.000.000
Dengn demikian penerimaan pembayarannya adalah :
• Metode harga pokok kemudian laba
kotor.

Tanggal Keterangan Jumlah


1-1-1991 Uang muka Rp. 2.500.000
31-12-1991 Angsuran ke-1 2.500.000
31-12-1992 Angsuran ke-2 2.500.000
31-12-1993 Angsuran ke-3 2.500.000
31-12-1994 Angsuran ke-4 2.500.000
Jumlah Rp. 12.500.000

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 5


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

• Metode laba kotor kemudian harga


pokok
Dari data pada contoh ini apabila dipakai metode ini maka untuk
tahun 1991 PT ABC akan mengakui laba kotor sebesar Rp. 2.500.000,
sedangkan untuk tahun selanjutnya pembayarannya diakui sebagai
harga pokok penjualan.
• Metode harga pokok dan laba kotor
secara proposional
Harga
Pembayaran Laba kotor
pokok
Tanggal Keterangan Rp Rp
Rp
(100%) (20%)
(80%)
1-1-1991 Uang muka 2.500.000 2.000.000 500.000
31-12-1991 Angsuran ke-1 2.500.000 2.000.000 500.000
31-12-1992 Angsuran ke-2 2.500.000 2.000.000 500.000
31-12-1993 Angsuran ke-3 2.500.000 2.000.000 500.000
31-12-1994 Angsuran ke-4 2.500.000 2.000.000 500.000
Jumlah 12.500.000 10.000.000 2.500.000

Pencatatan di dalam Metode Penjualan Angsuran


1. Untuk mencatat penjualan dan
penerimaan uang muka :
Kas ................................................................... xxxx
Piutang Penjualan Angsuran 19XX ................. xxxx
Penjualan Angsuran ................................... xxxx
Apabila perusahaan menggunakan system perpetual maka perusahaan juga
harus mencatat harga pokok penjualan, yaitu ;
HPP-Penjualan Angsuran ................................. xxxx
Persediaan .................................................. xxxx
Untuk penjualan angsuran harta tidak bergerak :
Kas ................................................................... xxxx
Piutang Penjualan Angsuran 19XX ................. xxxx
Aktiva ......................................................... xxxx
Laba kotor belum direalisir ........................ xxxx

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 6


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

2. Untuk mencatat penerimaan


angsuran :
Kas ................................................................... xxxx
Piutang Penjualan Angsuran 19XX ........... xxxx
3. Untuk mencatat harga pokok
penjualan angsuran :
Apabila perusahaan menggunakan sistem fisik, maka pada akhir priode
perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat harga pokok
penjulan angsuran dan harga pokok penjualan biasa, yaitu :
HPP .................................................................. xxxx
HPP-Penjualan angsuran .................................. xxxx
Persediaan ........................................................ xxxx
Pengembalian Pembelian ................................. xxxx
Potongan Pembelian ......................................... xxxx
Persediaan .................................................. xxxx
Pembelian ................................................... xxxx
Biaya angkut pembelian ............................. xxxx
4. Untuk mencatat laba kotor yang
belum direalisir :
Penjualan angsuran .......................................... xxxx
HPP-Penjualan angsuran ............................ xxxx
Laba kotor belum direalisir 19XX ............. xxxx
5. Untuk mencatat laba kotor yang
sudah direalisir :
Laba kotor belum direalisir 19XX ................... xxxx
Laba kotor sudah direalisir ......................... xxxx
Penyusunan Laporan Keuangan
b.........................................................................Laporan Rugi-laba
Pos-pos yang berhubungan dengan penjualan angsuran yang akan disajikan di
dalam laporan Rugi-laba terbatas pada laba kotor yang sudah direalisir.
Dengan demikian laba kotor yang disajikan di dalam laporan Rugi-laba ada 2
macam, yaitu :

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 7


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

- Laba kotor yang diperoleh dari penjualan tunai dan kredit biasa.
i. Laba kotor penjualan angsuran yang direalisir selama tahun
yang bersangkutan, baik yang berasal dari penjualan tahun
yang bersangkutan maupun tahun-tahun sebelumnya.
b. Laporan Perubahan
Modal/Laba Ditahan
Didalam laporan ini tidak menyajikan pos-pos yang berhubungan dengan
penjualan angsuran.
c. Neraca
Pos-pos yang berhubungan dengan penjualan angsuran yang akan disajikan di
dalam neraca ada 2, yaitu :
- Piutang penjualan angsuran
- Laba kotor yang belum direalisir
C. Penhitungan Bunga dan Angsuran
Dalam hal ini pembayaran kredit terdiri-dari dua unsur, yaitu :
1. Bunga yang diperhitungkan
2. Angsuran pokok pinjaman
Dengan demikian besarnya pembayaran yang diterima tergantung :
1. Dasar perhitungan bunga
2. Dasar penentuan angsuran pokok pinjaman
Didalam dasar perhitungan bunga ada 2 dasar yang sering dipakai, yaitu :
a. Bunga dihitung dari sisa pinjaman (sistem bunga menurun)
Di dalam perhitungan bunga ini tergantung pada total sisa pinjaman.
Karena sisa pinjaman dari priode ke priode semakin menurun maka
pembayaran bunga pun ikut menurut, atau dihitung dengan mengkalikan
persentase tingkat bunga dengan sisa pinjaman tersebut.
b. Bunga dihitung dari pokok pinjaman (sistem bunga tetap)
Di dalam perhitungan ini besarnya bunga untuk semua priode didasarkan
pada pokok pinjaman awal, atau besarnya pembayaran bunga untuk setiap
priode adalah dengan mengkalikan tingkat persentase bunga dengan
pokok pinjaman awal.

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 8


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

Di dalam dasar perhitungan angsuran pokok pinjaman, terdapat 2 sistem


perhitungan angsuran pokok pinjaman, yaitu :
a. Sistem angsuran tetap
Di dalam perhitungan angsuran pokok pinjaman dengan sistem ini dengan
membagi total pokok pinjaman dengan banyaknya angsuran.
b. Sistem anuitet
Dalam sistem ini terbagi menjadi :
1. Sistem bunga tetap dan angsuran pokok pinjaman tetap.
Di dalam sistem ini besarnya angsuran pokok pinjaman dan besarnya
bunga untuk setiap priodenya selalu tetap.
2. Sistem bunga menurun dan angsuran pokok pinjaman
tetap.
Dalam sitem ini besarnya bunga per periode selalu menurun
sedangkan besarnya angsuran pokok pinjaman tetap, sehingga jumlah
angsuran secara keseluruhan selalu menurun.
3. Bunga menurun dan angsuran pinjaman meningkat.
Dalam sistem ini besarnya angsuran per tahun dihitung dengan
menggunakan pendekatan anuitet. Besarnya jumlah angsuran, bunga
dan angsuran pokok pinjaman dihitung dengan prosedur :
- Menghitung besarnya kas yang diterima per priode dengan membagi
pokok pinjaman dengan nilai tunai yang akan diterima setiap periode
selama jangka waktu angsuran.
- Menghitung bunga, dengan mengkalikan tingkat bunga dengan sisa
pokok pinjaman pada awal priode.
- Menghitung angsuran pokok pinjaman, dengan menjumlahkan kas
yang diterima dengan bunga pada priode tersebut.
D. Tukar Tambah
Dalam hal ini sebagai uang mukanya berupa barang bekas yang serupa
dengan barang yang diangsur pembayarannya. Untuk menarik pembeli biasanya
dihargai lebih barang tersebut sehingga harga jualnya terlalu tinggi oleh karena
itu perlu dicatat berdasarkan nilai realisasi bersihnya saja. Besarnya itu tentunya
tidak boleh lebih dari harga pokok penggantinya.

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 9


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

Apabila harga pokok pengganti tersebut tidak diketahui maka nilai


realisasi bersih adalah sama dengan taksiran harga jual dikurangi taksiran biaya
perbaikan sebelum dijual, biaya pemasaran dan laba normal. Selisih antara nilai
bersih dengan nilai yang disepakati dikelompokkan dalam rekening cadangan
kelebihan harga.
Transaksi yang berhubungan dengan tukar tambah pencatatannya adalah :
1. Untuk mencatat penjulan :
Piutang penjulan angsuran ............................ xxxx
Persediaan barang dagangan ......................... xxxx
Cadangan kelebihan harga ............................ xxxx
Penjualan angsuran ................................. xxxx
2. Untuk mencatat harga pokok penjualan angsuran :
Harga pokok penjualan angsuran .................. xxxx
Persediaan barang dagangan ................... xxxx
3. Untuk mencatat laba kotor penjualan angsuran yang
belum direalisasi :
Penjualan angsuran ....................................... xxxx
Harga pokok penjualan angsuran ............ xxxx
Cadangan kelebihan harga ...................... xxxx
Laba kotor belum direalisir ..................... xxxx
E. Pembatalan Penjualan Angsuran
Hal ini terjadi karena pembatalan atas penjualan angsuran yang belum
dilunasi. Dengan demikian perusahaan akan menerima kembali barang yang
sudah dijual, menghapus piutang penjualan angsuran yang belum direalisasi, dan
juga mengakui laba/rugi pembatalan penjualan angsuran.
Besarnya laba/rugi pembatalan penjualan angsuran tergantung pada
metode pengakuan laba kotor atas penjualan angsuran, yang terdiri dari :
1. Metode Accrual
Di dalam metode ini, semua laba penjualan angsuran sudah diakui
pada saat penjualan, sehingga saldo piutang penjualan angsuran menunjukkan
besarnya harga pokok penjualan yang belum diterima pembayarannya. Maka
besarnya laba atau rugi yang diakui dari pembatalan penjualan angsuran

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 10


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

adalah sama dengan selisih antara nilai pasar barang bekas yang diterima
dengan saldo piutang penjualan angsuran yang belum diterima
pembayarannya.
Pencatatan transaksi dalam meteode ini dengan :
Persediaa barang dagangan ................................. xxxx
Rugi pembatalan penjualan angsuran ................. xxxx
Piutang penjualan angsuran .......................... xxxx
2. Metode Penjualan Angsuran
Di dalam metode ini perusahaan baru mengakui laba kotor
penjualan angsuran secara proporsional dengan besarnya penerimaan kas.
Dengan demikian saldo piutang penjualan angsuran terdiri atas dua unsur,
yaitu harga pokok penjulan angsuran dan laba kotor yang belum direalisasi.
Besarnya harga pokok penjualan angsuran yang belum diterima
pembayarannya adalah sama dengan saldo piutang penjualan angsuran
dikurangi dengan saldo laba kotor belum direalisir atas penjualan angsuran
yang dibatalkan tersebut. Besarnya laba atau rugi pembatalan penjualan
angsuran dapat dihitung dengan rumus :
L = TNRS – (PPA – LBBR)
Keterangan :
L : Laba/rugi penjualan
TNRS : Taksiran nilai realisasi bersih barang yang diterima kembali
PPA : Saldo piutang penjualan angsuran
LBBR : Laba kotor yang belum diralisir
Pencatatan transaksi dalam metode ini dengan :
Persediaan barang dagangan .............................. xxxx
Labar kotor belum direalisir ................................ xxxx
Piutang penjualan angsuran......................... xxxx
Laba pembatalan penjualan angsuran ........ xxxx

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 11


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penjualan angsuran adalah penjualan berang dagangan dengan
pembayaran secara berangsur. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan volume
penjualan yang akhirnya meningkatkan laba yang didapatkan, karena metode
penjualan ini memberikan kemudahan kepad konsumen dalam pembayaran
barang yang dibelinya, sehingga konsumen tertarik untuk melakukan pembelian.
Namun disisi lain perusahaan menghadapi kemungkinan terjadinya
kerugian karena adanya pembeli yang tidak melaksanakan kewajibannya, untuk
menghadapi semacam itu perusahaan perlu berhati-hati dalam penjualannya.
Pembeli perlu diseksi terlebih dahulu dan membuat perjanjian yang mengikat
kedua belah pihak untuk melaksanakan kewajibannya.
Permasalahan dari penjualan angsuran ini tidak terbatas pada hal diatas
tetapi juga masalah perhitungan besarnya bunga dan angsuran beserta
pencatatannya. Untuk pembayaran bunga perusahaan dapat menerapkan 2 dasar
perhitungan, yaitu bunga dihitung dari sisa pinjaman dan dari pokok pinjaman,
sedangkan perhitungan angsuran pokok pinjaman dapat dilakukan dengan sistem
angsuran tetap dan sistem anuitet.
B. Saran-saran
Kami sebagai penyusun mengharapkan dengan adanya makalah ini dapt
memberikan gambaran dari seluk beluk penjualan angsuran, sehingga teman-
teman pembaca dapat mengetahui dan menerapkan isi dari makalah ini.

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 12


Makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan “ Penjualan Angsuran “.

DAFTAR PUSTAKA

Widayat, Utoyo. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Edisi Revisi. Fakultas Ekonomi


Universitas Indonesi 1999.
Suparwoto L. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Edisi satu. Fakultas Ekonomi
Universitas Gadjah Mada 1991.

Disusun Oleh Kelompok IV (Semester IVA Pendidikan Ekonomi) 13