Anda di halaman 1dari 24

Mekanisme Reaksi

Substitusi Kompleks
Oktahedral
Kelompok 1 :
Esti Wijayanti
Firmansyah W
Fitriana Sari
Muhtar
Rosadalima Dee Panda
Tri Tuti Nuraini
Geometri Oktahedral
• Molekuler geometri oktahedral
merupakan bentuk senyawa kimia
dimana enam buah gugus atau
ligan secara simetri mengelilingi
satu atom pusat (ML6)
• Oktahedral berarti memiliki delapan
sisi
• Contoh oktahedral diantaranya:
 [Co(NH3)5Cl]2+
Oktahedral
• Teori orbital molekul digunakan untuk
menjelaskan pendekatan struktur dari
senyawa kompleks khususnya
oktahedral
• Keadaan hibidrisasi terjadi akibat
pengaruh ligan
• Hibridisasi octahedral, d2sp3. Bila
orbital-orbital dx2-y2 dan dz2 digabung
dengan satu orbital s dan set orbital
px, py, dan pz, dan set dibentuk set
orbital setara dengan cuping-cuping
Subtitusi & mekanisme
• Reaksi substitusi merupakan reaksi
penggantian ligan dalam suatu
senyawa koordinasi oleh ligan lain
• Mekanisme reaksi itu sendiri
diartikan sebagai tahapan-tahapan
reaksi yang terlibat di dalam
pengubahan reaktan menjadi hasil
reaksi
• Dikenal tiga jenis mekanisme reaksi
substitusi yaitu pada senyawa
anorganik:

Mekanisme reaksi subtitusi
pada kompleks oktahedral
 Hal yang dipelajari pada reaksi Substitusi
kompleks antara lain yang melibatkan :
– Reaksi Aquasi : pertukaran ligan X oleh H2O
dimana X merupakan ligan yang labil
 ML5X + H2O ML5H2O + X
– Reaksi Anionasi : pertukaran H2O oleh ligan X-
 ML5H2O + X- ML5X + H2O

 Pertukaran langsung ligan X oleh Y (selain


H2O) :
 ML5X + Y ML5Y + X belum bisa
diketahui
 karena mekanismenya harus melalui
kompleks aquo dalam dua tahap dimana ligan X
digantikan terlebih dahulu oleh ligan H2O,
Mekanisme assosiatif
Mekanisme assosiatif
• Tahapan laju (lambat) adalah tumbukan
antara kompleks ML5X dengan ligan Y
yang masuk untuk menghasilkan
intermediet kompleks
ML5XY dengan bilangan koordinasi 7
• Langkah kedua (cepat) adalah
pemisahan ligan X untuk
menghasilkan produk yang diinginkan
• Mekanisme asosiatif memprediksi
bahwa laju
reaksi tergantung pada konsentrasi
ML5X dan Y
 v = k1[ML5X][Y]
Mekanisme dissosiatif
• Tahapan laju”bottleneck" adalah reaksi
paling lambat dalam mekanisme. Laju ini
menentukan laju keseluruhan reaksi.
• The dissociative mechanism – predicts that
the rate of Mekanisme disosiatif -
memprediksi bahwa tingkat keseluruhan
reaksi substitusi hanya tergantung pada
konsentrasi kompleks [ML5X], dan tidak
tergantung pada konsentrasi ligan [Y]
yang masuk
• Overall rate = untuk laju tahap pertama
 V = k1[ML5X]
Assosiatif vs Dissosiatif
• Jika kita menentukan hukum laju bergantung
hanya pada
[ML5X] maka itu adalah disosiatif
• Jika tergantung pada [ML5X] dan [Y] maka itu
adalah asosiatif
 note : Namun, koordinasi kinetika tentunya
tidak sesederhana itu

Tambahan komplikasi

• mekanisme yang sebenarnya mungkin lebih


rumit daripada yang dibedakan antara A dan
D.
• Kondisi eksperimen menjadikan“masking"
ketergantungan laju terhadap konsentrasi
ligan yang masuk
Count..
 Untuk Mekanisme asosiatif - kita telah melihat bahwa:
• Tahapan lau (lambat) adalah tumbukan antara kompleks
ML5X dan
ligan Y yang masuk untuk menghasilkan intermediet
ML5XY dengan koordinasi 7
• Langkah cepat kedua adalah pemisahan dari X ligan untuk
menghasilkan produk yang diinginkan.
• Mekanisme asosiatif memprediksi bahwa laju reaksi
tergantung pada konsentrasi
ML5X dan Y.
 v = k1[ML5X][Y]
• Sebagai catatan, hal ini tidak sepenuhnya terjadi ketika Y
adalah H2O. Konsentrasi air sangat besar yang pada
dasarnya konstan, kita tak bisa mencairkan air!
Oleh karena itu : v = k1 [ML5X]
• Sekarang kita tidak dapat membedakan antara mekanisme
asosiatif dan disosiatif dari kinetika reaksi.
The Interchange
Mechanism (I)

• Ketika Y mulai terikat, X mulai pergi. Ikatan


Y mulai terbentuk, ikatan X mulai putus.
Hal ini terjadi secara bersamaan (Sn2
organik)
• Meskipun umumnya kita berbicara tentang
mekanisme reaksi asosiatif dan
disassociative, A dan D digunakann untuk
situasi di mana terbentuk intermediet
dengan koordinasi 7 dan 5
• Jika tidak ada intermediet lebih tepat
dengan Id (Intercharge D) dan Ia
Count…
Experimental Conditions
 Berikut merupakan “masking”
ketergantungan konsentrasi dalam larutan air :
• Mekanisme disosiatif merupakan orde pertama
dalam konsentrasi
kompleks reaktan.
• Mekanisme asosiatif merupakan orde pertama
pada reaktan kompleks dan ligan air yang
masuk.
 Sebagai contoh : ML5X + H2O → ML5H2O
• Konsentrasi H2O hampir konstan. Jadi
dikombinasikan dengan k1 dan hukum laju
adalah "pseudo‘ orde pertama
• Ketergantungan dari mekanisme asosiatif pada
konsentrasi
• Untuk reaksi ini kita tidak dapat
menentukan ketergantungan Y
karena pertukaran H2O lebih
mungkin terjadi.
• ini karena kita tidak dapat
memvariasikan konsentrasi H2O.
• Penggantian H2O oleh X lebih cepat
dari penggantian H2O oleh Y.
Summary : Assosiatif
Dissosiatif
• Hukum laju untuk kedua mekanisme
ini hampir sama yaitu :
 v = k1[ML5X]
• Jadi kita tidak bisa memakai hukum
laju untuk menentukan diantara
kedua mekanisme terjadi
• Akan tetapi mekanisme dissosiatif
memiliki kemungkinan yang lebih
besar.
Petunjuk tambahan untuk jalur
dissosiasi pada rekasi subtitusi
oktahedral
Entering Group Effect


• Jika kita membandingkan konstanta
laju untuk reaksi substitusi,
melihat nilai-nilai mereka kita
dapat melihat bahwa perbedaan
terbesar adalah untuk anionik
dibandingkan dengan ligan
netral
• Sebagai contoh :
 NH3 = 3x103, CH3COO- = 30 x
103
 perbedaanya adalah 10 kali.
• laju tidak bergantung pada ligan
yang masuk
• Nilainya konsisten terhadap laju
berkurangnya air dan tahapan
laju disosiatif, dimana molekul
air melepaskan diri dari Ni (II)
Pengaruh leaving group
 Tabel
menunjukk
an laju
reaksi
yang
diukur
dengan (k,
/s)
bergantun
g pada
kekuatan
ikatan
logam-
Count..
• Konstanta laju k mengacu pada reaksi
berikut

• konstanta kesetimbangan Ka mengacu


pada reaksi anation berikut:

• Semakin kuat ikatan M-L konstanta


keseimbangan Ka jadi lebih besar,
reaksi (k,/s) menjadi lebih lambat .
• Ketika ikatan M-L meningkat maka lebih
sulit untuk melepas L, akibatnya laju
reaksi menjadi lebih lambat.
 Dengan membandingkan konstanta
kesetimbangan pada senyawa kompleks:



• Dapat dikatakan bahwa kompleks NCS lebih


stabil dibandingkan dengan kompleks NO
Plot log k vs log ka
• Plot logKa (ukuran
kekuatan ikatan ML)
versus logk (ukuran
dari laju
aquation).
• didapatkan garis
lurus.
• Plot menunjukkan
bahwa semakin
kuat ikatan ML
semakin lambat
Faktor sterik

• Untuk reaksi dissasociative , faktor sterik dikurangi dengan


hilangnya Cl-
• Jika itu asosiatif maka akan melalui intermediet koordinasi 7
sehingga reakasiakan melambat oleh adanya fakor
sterik.
Faktor yang mempengaruhi
reaksi subtitusi oktahedral
1. Ukuran dan muatan logam –
 ikatan yang kuat terjadi pada
logam dengan ukuran yang kecil
dan memiliki muatan yang besar
2. Perubahan nilai CFSE?????