Anda di halaman 1dari 14

PERCOBAAN IV

ANTI INFLAMASI
I. Tujuan
Mempelajari daya anti inflamasi obat pada binatang dengan radang buatan.

II. Dasar Teori


Fenomena inflamasi meliputi kerusakan mikrovaskular, meningkatnya
permeabilitas kapiler dan migrasi leukosit ke jaringan radang. Gejala proses inflamasi
yang sudah dikenal yaitu kalor, rubor, tumor, dolor dan functiolaesa. Selama inflamasi
terjadi banyak mediator kimiawi dilepaskan secara lokal antara lain histamin, 5-
hidroksitriptamin (5HT), faktor kemotaktik, bradikinin, leukotrien, dan PG.
(2009.Farmakologi dan Terapi Ed. V hal.232)
Mekanisme kerja NSAID berdasarkan hambatan sintesa prostaglandin, dimana
kedua jenis siklooksigenase (COX) diblokir. NSAID hendaknya hanya menghambat
COX 2 (peradangan) dan tidak menghambat COX 1 (perlindungan mukosa lambung).
Untuk kortikosteroid berdaya menghambat fosfolipase, sehingga pembentukan PG
maupun leukotrien dihalangi. Keberatannya adalah pada efek samping yang lebih
berbahaya pada dosis tinggi dan penggunaan lama.
(2007.Obat-Obat Penting Ed. VI hal. 330)
Jenis obat anti inflamasi non steroid :
1. SALISILAT
Asam asetil salisilat =asetosal=aspirin adalah analgesik antipiretik dan anti
inflamasi yang sangat luas digunakan dan digolongkan dalam obat bebas. Selain
sebagai prototip, obat ini merupakan standar dalam menilai efek obat sejenis.
2. DIFLUNISAL
Merupakan derivat difluorofenil dari asam salisilat, bersifat analgesik dan anti
inflamasi tetapi hampir tidak bersifat antipiretik. Indikasinya hanya sebagai analgesik
ringan sampai sedang dengan dosis awal 500mg disusul 250-500mg tiap 8-12jam. Untuk
osteoartritis dosis awal 2×250-500mg/hr dengan dosis penunjang tdk melampaui 1,5g/hr.
3. PARA AMINO FENOL
(Derivatnya=Fenasetin &Asetaminofen/Parasetamol)
Penggunaan parasetamol sebagai analgesik antipiretik telah menggantikan
penggunaan salisilat. Sebagai analgesik sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang
sebab menimbulkan nefropati, jika dosis terapi tidak memberi manfaat biasanya dosis
lebih besar tidak menolong. Penggunaannya untuk meredakan demam tidak seluas
penggunaannya sebagai analgesik.
4. ASAM MEFENAMAT & MEKLOFENAMAT
Digunakan sebagai analgesik&sebagai anti inflamasi kurang efektif dibandingkan
aspirin, digunakan sebagai anti-inflamasi pada terapi artritis reumatoid &osteoartritis.
Dosis asam mefenamat 2-3×250-500mg/hr, sedangkan dosis meklofenamat untuk terapi
penyakit sendi 200-400mg/hr. Karena efek toksiknya tidak dianjurkan diberikan kepada
anak dibawah 14 tahun & wanita hamil & pemberian tidak melebihi 7hr.
5. DIKLOFENAK
Absorpsi obat ini melalui saluran cerna berlangsung cepat &
lengkap,diakumulasikan di cairan sinovia shg berguna utk terapi osteoartritis&artritis
reumatoid. Efek samping yang lazim mual,gastritis, eritema & sakit kepala sama spt
semua obat AINS& hrs hati-hati pd penderita tukak lambung. Pemakaian selama
kehamilan tidak dianjurkan, dengan dosis 2-3×100-150mg/hr.
6. FENEBUFEN
Berbeda dengan obat AINS lainnya, fenebufen merupakan suatu pro-drug,
bersifat inaktif & metabolit aktifnya adalah asam 4-bifenil-asetat. Diindikasikan untuk
penyakit rematik sendi dengan waktu paruh 10 jam, maka dosisnya cukup diberikan
1x600mg seblm tidur atau 2x300mg/hr.
7. IBUPROFEN
Bersifat analgesik kuat sama dengan aspirin & dengan daya anti-inflamasi yang
tidak terlalu kuat, berinteraksi kurang baik dengan pemberian obat diuresis, anti
hipertensi & warfarin. Dosis sebagai analgesik 4x400mg/hr,namun sebaiknya ditentukan
secara individual. Tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil & menyusui. Dengan
alasan ibuprofen relatif lama dikenal & tidak menimbulkan ES serius pada dosis
analgesik,maka ibuprofen dijual sebagai obat generik bebas di beberapa negara.
8. KETOPROFEN
Memiliki efektivitas seperti ibuprofen dengan sifat anti-inflamasi sedang, dengan
ES sama dengan AINS yang lain terutama gangguan saluran cerna & reaksi
hipersensitivitas. Dosis 2x100mg/hr,tetapi sebaiknya ditentukan secara individual.
9. INDOMETASIN
Indometasin memiliki efek anti-inflamasi & analgesik-antipiretik sebanding
dengan aspirin, namun ES insidennya cukup tinggi. Karena toksisitasnya, indometasin
tidak dianjurkan diberikan kepada anak, wanita hamil,gangguan psikiatris & penderita
penyakit lambung. Penggunaan hanya AINS lain kurang berhasil misalnya pada
spondilitis ankilosa, artritis pirai akut & osteoartritis tungkai. Dosis lazim 2-4x25mg/hr.
10. PIROKSIKAM
Obat ini merupakan salah satu AINS dengan struktur baru yaitu oksikam.
Diindikasikan hanya untuk inflamasi sendi misalnya artritis reumatoid, osteoartritis,
spondilitis ankilosa dengan dosis 10-20mg/hr.
• PEMILIHAN OBAT
Untuk mengatasi nyeri inflamasi seperti pada penyakit reumatik,tersedia banyak
pilihan obat anti-inflamasi non steroid(AINS). Perlu dimengerti blm ada AINS yg ideal,
pilih 4 AINS yg telah dianggap sesuai dan pilih salah satu yang sesuai dengan kondisi
pasien. Mulai dari dosis kecil,lalu tingkatkan sampai dosis maksimal yg dianjurkan.
Penilaian hasil terapi biasanya 7 hari dilihat dari pemantauan ES yang timbul. Apabila
dianggap respon tidak memuaskan baru diganti dengan salah satu 3 AINS yg lainnya.
III. Cara Kerja

Di timbang tikus dan kaki kanan belakang di beri tanda sebatas mata kaki

Tikus di kelompokkan menjadi 5 kelompok masing-masing kelompok terdiri


dari 3 ekor tikus

Ukur volume normal kaki kanan belakang(Vn)

Celupkan kedalam cairan raksa sampai batas tanda pada alat plestimograf

Diberi perlakuan secara peroral dengan menggunakan sonde, yaitu:


-kelompok 1: diberi Na diklofenak 6,3 mg/kg BB
-kelompok 2: diberi Ibuprofen 50,4 mg/kg BB
-kelompok 3: diberi CMC Na sebagai kontrol
-kelompok 4: diberi Deksametason 0,126 mg/ kg BB
-kelompok 5: diberi Metil Prednisolon 0,5 mg/kg BB

Setengah jam setelah perlakuan


diinjeksikandengan karagenin 1% sebanyak 0,1 ml
sublantar pada kaki kanan belakang yang di ukur volumenya tadi

Tiap 1/2 jam,diukur volume kaki kanan belakang


Mencelupkannya ke dalam cairan raksa sampai batas tanda pada alat
plestimograf,pengukuran di lakukan selama 5 jam. Volume kaki dibaca
Pada pipet ukur 1 ml dengan skala pada pipet ukur sebesar 0,1 ml

Volume udema pada setiap jam di ketahui dari selisih volume telapak
kaki pada jam-jam tertentu (Vt0,Vt1,Vt2,Vt3,Vt4,Vt5,Vt6,Vt7,Vt8,Vt9)
dengan telapak kaki normal
IV. Pengamatan Dan Perhitungan
Pengumpulan Data
(Vt = Vtn – Vn)
N Vt (ml) t pemberian
o
T
Perlakuan i Vn karagenin
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 sampel
k 1%
u
s
Kontrol 1 0.48 0.5 0.1 0.1 0.2 0.2 0.2 0.1 0.0 0.0 0.2 12.01 12.31
CMC Na 6 8 3 5 2 8 7 3 8 8
2 0.45 0.4 0.2 0.1 0.1 0.0 0.1 0.2 0.0 0.1 0.1 12.00 12.30
0.50%
7 2 7 1 6 0 0 9 3 5
3 0.38 0.4 0.2 0.2 0.1 0.0 0.2 0.2 0.1 0.8 0.1 12.00 12.30
5 0 6 4 8 0 2 4 7
Ibu profen 1 0.24 0.2 0.0 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 11.45 12.15
mg/ml 8 8 3 0 8 3 5 6 3 3
2 0.36 0.4 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 11.47 12.17
0 4 3 7 7 5 5 4 4 4
3 0.48 0.5 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.0 0.0 11.49 12.19
4 2 1 1 3 8 2 2 9 7
Na 1 0.34 0.3 0.1 0.1 0.2 0.1 0.0 0.1 0.1 0.0 0.0 11.36 12.06
diklofenak 8 2 7 1 8 8 3 1 9 9
2 0.37 0.4 0.0 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.0 0.0 11.38 12.08
mg/ml
2 8 6 3 2 5 3 0 9 3
3 0.34 0.3 0.0 0.1 0.2 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.0 11.40 12.10
9 5 6 0 9 4 4 2 1 7
Dexamethas 1 0.51 0.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 11.36 12.06
one 4 4 5 5 5 2 0 0 0 0
2 0.38 0.4 0.1 0.1 0.2 0.2 0.2 0.2 0.1 0.1 0.1 11.39 12.09
mg/ml
4 0 4 3 1 2 1 4 2 4
3 0.43 0.5 0.1 0.2 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 11.38 12.08
6 8 5 1 6 8 8 2 1 0
Metil 1 0.52 0.5 0.0 0.0 0.0 0.1 0.1 0.0 0.0 0.0 0.0 11.42 12.12
prednisolon 3 1 2 8 0 0 3 2 5 4
2 0.57 0.6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 11.43 12.13
mg/ml
3 6 7 3 6 7 4 5 9 8
3 0.32 0.4 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 11.45 12.15
4 2 1 7 8 7 6 5 6 4

Analisis data % KVU


% KVU = Vtn – Vn . 100%
Vn
Vtn = volume udema pada t ke-n
Vn = volume telapak kaki normal
No %KVU
Perlakuan 6 7 8 9
Tikus 0 1 2 3 4 5
16.6 27.0 52.0 58.3 35.4 6.25 16.6 58.33
Kontrol 1 7 37.5 8 8 45.83 3 2 7
48.8 37.7 24.4 22.2 44.4 20.0 28.8 33.33
CMC Na 2 4.44 9 8 4 13.33 2 4 0 9
18.4 52.6 68.4 36.8 52.6 57.8 36.8 21.0 44.74
3
0.50% 2 3 2 4 21.05 3 9 4 5
13.1 46.3 44.4 37.7 44.3 45.9 21.0 22.2 45.47
rata – rata 8 4 3 9 26.74 9 2 3 0
16.6 33.3 54.1 41.6 54.1 62.5 66.6 54.1 54.17
Ibu profen 1 7 3 7 7 75.00 7 0 7 7
11.1 38.8 36.1 47.2 41.6 41.6 38.8 38.8 38.89
mg/ml 2 1 9 1 2 47.22 7 7 9 9
12.5 25.0 22.9 22.9 37.5 25.0 25.0 18.7 14.58
3 0 0 2 2 27.08 0 0 0 5
13.4 32.4 37.5 37.2 44.4 43.0 43.5 37.2 35.88
rata – rata 3 1 2 7 49.77 5 6 2 7
11.7 35.2 50.0 61.7 23.5 38.2 32.3 26.4 26.47
Na diklofenak 1 6 9 0 6 52.94 3 4 5 7
13.5 21.6 43.2 35.1 40.5 35.1 27.0 24.3 8.11
mg/ml 2 1 2 4 4 32.43 4 4 3 2
14.7 14.7 47.0 58.8 41.1 41.1 35.2 32.3 20.59
3 1 1 6 2 55.88 8 8 9 5
19.3 23.8 46.7 51.9 35.0 38.1 31.5 27.7 18.39
rata – rata 3 7 7 1 47.08 8 9 6 1
Dexamethasone 1 5.88 7.84 9.80 9.80 9.80 3.92 0 0 0 0
15.7 26.3 36.8 60.5 57.8 55.2 36.8 31.5 36.84
mg/ml 2 9 2 4 3 55.26 9 6 4 8
30.2 41.8 58.1 18.6 18.6 4.65 2.33 0
3 3 6 4 2.33 13.59 0 0
35.3 34.9 24.2 26.8 24.6 13.8 11.3 36.84
rata – rata 17.3 4 3 2 26.22 0 2 3 0
15.3 19.2 5.77 3.85 9.62 7.69
Metilprednisolon 1 1.93 1.93 3.85 8 19.23 3
10.5 10.5 12.2 12.2 7.02 8.77 15.8 14.04
mg/ml 2 3 3 8 5.26 10.53 8 0
37.5 37.5 34,3 53.1 53.1 50.0 46.8 50.0 43.75
3 0 0 8 3 56.25 3 0 8 0
16.6 16.6 16.8 11.9 28.2 20.9 19.8 25.1 2.83
rata – rata 5 5 4 2 28.73 1 3 3 4
Analisis data AUC
AUCtn – tn-1 =Vutn + Vutn-1 . (tn – tn-1)
2
Vutn = volume udema pada t ke – n

No AUC
Perlakuan jumlah
Tikus t1 - t0 t2 - t1 t3 - t2 t4 - t3 t5 - t4 t6 – t5 t7 – t6 t8 – t7 t9 – t8
0,13 0,15 0,19 0,23 0,25 0,225 0,100 0,055 0,18
Kontrol 1 0 5 0 5 0 1,340
0,12 1,19 0,14 0,08 0,08 0,150 0,145 0,110 0,140
CMC Na 2 0 5 0 5 0 1,025
0,13 0,23 0,20 0,11 0,14 0,210 0,180 0,110 0,125
3
0.50% 5 0 0 0 0 1,315

0,06 0,10 0,11 0,14 0,15 0,140 0,155 0,145 0,130


Ibu profen 1 0 5 5 0 5 1,015
0,09 0,13 0,15 0,17 0,16 0,150 0,145 0,140 0,140
mg/ml 2 0 5 0 0 0 1,140
0,09 0,11 0,11 0,12 0,15 0,150 0,120 0,105 0,080
3 0 5 0 0 5 0.965

0.08 0,14 0,19 0,19 0,13 0,105 0,120 0,100 0,090


Na diklofenak 1 0 5 0 5 0 0,985
0,06 0,12 0,14 0,12 0,13 0,140 0,115 0,095 0,060
mg/ml 2 5 0 5 5 5 0,940
0,05 0,10 0,18 0,19 0,16 0,140 0,130 0,115 0,090
3 0 5 0 5 5

0,03 0,04 0,05 0,05 0,03 0,010 0,00 0,00 0,00


Dexamethasone 1 5 5 0 0 5 0,225
0,08 0,12 0,18 0,22 0,21 0,215 0,175 0,130 0,130
mg/ml 2 0 0 5 0 5 1,340
0,15 0,21 0,13 0,03 0,07 0,080 0,050 0,015 0,005
3 5 5 0 5 0 0,750

0,01 0,01 0,05 0,09 0,10 0,065 0,025 0,035 0,045


Metilprednisolon 1 0 5 0 0 0 0,390
0,06 0,06 0,05 0,04 0,06 0,055 0,045 0,070 0,055
mg/ml 2 0 5 0 5 5 0,455
0,12 0,11 0,14 0,17 0,17 0,165 0,155 0,155 0,150
3 0 5 0 5 5 1,200
Vutn-1 = volume udema pada waktu t ke n-1
UJI ANAVA
No Kontrol Ibu Na-d Dexa
MP
Tikus profen
1 1,34 1,015 0,985 0,225 0,39
2 1,025 1,14 0,94 1 0,455
3 1,315 0,965 1,08 0,75 1,2
1,001 0,7716 0,68166
rata2 1,2267 1,04 7 7 7
Σx 3,68 3,12 3,005 2,315 2,045 ΣxT 14,165
3,261 3,020 2,4087 1,79912
Σx2 4,5755 1 2 3 5 Σx2T 15,06458
N 3 3 3 3 3 N 15

(i) Σx2t = ΣX2T – (ΣXT)2 = 15 ,06458 −


(14 ,165 ) 2 = 1,6881
15
N
( ∑ Χ1 ) (∑ Χ 2 ) 2 (∑ Χ 3 ) 2 (∑ Χ 4 ) 2 (∑ Χ T ) 2
+ + + +
(ii) Σx2b = n1 n2 n3 n4 Ν
2 2 2
(3,68 ) (3,12 ) (3,005 ) (2,315 ) 2 (2,045 ) 2 (14 ,165 ) 2
= + + + + − = 0,5729
3 3 3 3 3 15
(iii) Σx2w = Σx2t - Σx2b =1,6881 – 0,5729 =1,1152
Sumber Jumlah dk Rerata F hitung
Variansi Kuadrat Jumlah
Kuadrat
Total Σx2t = - -
1,6881
Antar Σx2b = G–1=4 Σx2b = 0,1432
F hit =
Kelompok 0,5729 G–1
1,28423
Dalam Σx2w = N – G = Σx2w = 0,1115
=
Kelompok 1,1152 10 N–G

Dalam Tabel Statistika, Daftar I diperoleh :

F hitung (1,28423) < F tabel (3,48),


5-1=4
berarti tidak ada perbadaan rerata dari 5 kelompok
(kelompok kontrol, ibuprofen, deksametason, Na –
diklofenak, metil prednisolon)
15-5=10 3,48

Analisis data % Daya Antiinflamasi

%DAI = AUCk − AUCu ×100 %


AUCk

No Ibu Na Dexa Metil


Prednisolon
Tikus profen diklofenak

1 17,255 17,255 81,658 68,2065


2 7,0652 23,37 -9,239 62,9076
3 21,332 11,957 38,859 2,17391

rata2 15,217 17,527 37,092 44,4293


Σx 45,652 52,582 111,28 133,288 ΣxT 342,7989
Σx2 802,7 986,85 8263,3 8614,22 Σx2T 18667,09
n 3 3 3 3 N 12

(i) Σx2t = ΣX2T – (ΣXT)2 = 18667 ,09 −


( 342 ,7989 ) 2 = 8874 ,5
12
N
(∑ Χ1 ) (∑ Χ 2 ) 2 (∑ Χ 3 ) 2 (∑ Χ 4 ) 2 (∑ Χ T ) 2
+ + + +
(ii) Σx2b = n1 n2 n3 n4 Ν

(45 ,652 ) 2 (52 ,582 ) 2 (111 ,28 ) 2 (133 ,288 ) 2 (342 ,7989 ) 2
= + + + − = 1837 ,2
3 3 3 3 12
(iii) Σx2w = Σx2t - Σx2b =8874,5 – 1837,2 = 7001,3

Sumber Jumlah dk Rerata F hitung


Variansi Kuadrat Jumlah
Kuadrat
Total Σx2t = - -
8874,2
Antar Σx2b = G–1=3 Σx2b = 624,39
F hit =
Kelompok 1837,2 G–1
0,71345
Dalam Σx2w = N – G = Σx2w = 875,17
Kelompok 7001,3 8 N–G
Dalam Tabel Statistika, Daftar I diperoleh :

F hitung (0,71345) < F tabel (4,07),


4-1=3
berarti tidak ada perbedaan rerata dari 4 kelompok
( ibuprofen, deksametason, Na – diklofenak, metil
prednisolon)
12-4=8 4,07

V. Pembahasan

Prostaglandin E2 dan prostasiklin dalam jumlah nanogram menimbulkan eritema,


vasodilatasi, dan peningkatan aliran darah lokal. Histamin dan bradikinin dapat
meningkatkan permeabilitas vaskular tetapi efek vasodilatasinya tidak besar. Dengan
penambahan sedikit PG, efek eksudasi histamin plasma dan bradikinin menjadi lebih
jelas. Migrasi leukosit ke jaringan radang merupakan aspek penting dalam proses
inflamasi. Obat yang menghambat biosintesis PG maupun leukotrien diharapkan akan
lebih poten menekan proses inflamasi.
Antiinflamasi dibagi menjadi dua golongan yaitu kortikosteroid dan non steroid.
Pada praktikum kali ini dapat diketahui daya kerja antiinflamasi baik yang termasuk
golongan kortikosteroid maupun non steroid. Pada praktikum kali ini yang termasuk
golongan kortikosteroid adalan deksametason dan metilprednisolon. Sedangkan
ibuprofen dan Na diklofenak termasuk golongan NSAID.
Karagenin digunakan untuk menginduksi udem pada tikus, hal ini karena
karagenin adalah protein yang memiliki berat molekul lebih besar dari cairan tubuh
sehingga semakin sulit melewati membran terlebih-lebih saluran sistemik, sehingga
protein menumpuk di bagian tertentu ditubuh.
Sedangkan pengukuran volume udem pada alat uji menggunakan raksa karena
raksa memiliki daya tarik-menarik sejenis yang tinggi sehingga tidak memberi pengaruh
kepada volume udem tikus yang diukur.
Sebagai antiinflamasi yang paling baik memberikan efek adalah dari golongan
kortikosteroid, namun pada golongan ini memiliki efek samping dan terapi sulit untuk
dihentikan, oleh sebab itu golongan NSAID lebih banyak digunakan dalam peresepan.

VI. Kesimpulan
Inflamasi adalah kondisi dimana terdapat tanda-tanda bengkak kemerahan, nyeri
dan panas, tak peduli akibat bahan kimia ataupun mekanis. Bila dilihat dari kecepatan
menghilangkan pembekakkan dapat diurutkan menjadi:
• Metil Prednisolon
• Dexametason
• Na diklofenak
• Ibuprofen

VII. Daftar Pustaka


• Tjay, Tan Hoan,dkk . 2007. Obat-obat Penting. PT. Ekex Media Komputindo
Gramedia: Jakarta
• Anonim. 1995. Farmakologi dan Terapi. Departemen Farmakologi dan Terapeutik
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta
• http://merulalia.wordpress.com/2010/08/09/analgesik-anti-inflamasi-non-steroid/
diakses tanggal 1 April 2011