Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM REKAYASA PROSES

PEMBUATAN KURVA STANDAR DARI LARUTAN -KAROTEN

Disusun Oleh:
LIDYA LISNASARI
NIM E1F109032

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
BANJARBARU
2011
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Spektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi


suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut mengabsorbsi berkas sinar
atau cahaya. Spektrofotometri adalah alat yang terdiri dari spektrofotometer dan
fotometer. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang
gelombang tertentu, sementara fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang
ditransmisikan atau diabsorpsi (Riyadi 2008).
Istilah spektrofotometri berhubungan dengan pengukuran energi radiasi yang
diserap oleh suatu sistem sebagai fungsi panjang gelombang dari radiasi maupun
pengukuran panjang absorpsi terisolasi pada suatu panjang gelombang tertentu
(Underwood 1994).
Spektrum elektromagnetik terdiri dari urutan gelombang dengan sifat-sifat yang
berbeda. Kawasan gelombang penting di dalam penelitian biokimia adalah ultra
lembayung (UV, 180-350 nm) dan tampak (VIS, 350-800 nm). Cahaya di dalam
kawasan ini mempunyai energi yang cukup untuk mengeluarkan elektron valensi di
dalam molekul tersebut (Keenan 1992).
Beta Carotene dikenal sebagai provitamin A, karena beta caroteneadalah salah
satu prekursor terpenting untuk pembentukan vitamin A. beta carotene akan
dikonversi menjadi vitamin A dengan bantuan enzim yang selanjutnya akan
dioksidasi menjadi senyawa aldehid "all trans retinal" kemudian akan mengalami
isomerisasi geometri dalam ikatan rangkap C 11 dan C12 untu menghasilkan 11 cis
retinal, senyawa inilah yang sensitif terhadap sinar.
Beta-karoten adalah salah satu jenis senyawa hidrokarbon karotenoid
yangmerupakan senyawa golongan tetraterpenoid (Winarsi, 2007). Adanya
ikatanganda menyebabkan beta-karoten peka terhadap oksidasi. Oksidasi beta-
karotenakan lebih cepat dengan adanya sinar, dan katalis logam, khususnyatembaga,
besi dan mangan. Oksidasi akan terjadi secara acak pada rantai karbonyang
mengandung ikatan rangkap. Beta-karoten merupakan penangkap oksigendan sebagai
antioksidan yang potensial, tetapi beta-karoten efektif sebagaipengikat radikal bebas
bila hanya tersedia oksigen 2– 20 %. Pada tekananoksigen tinggi diatas kisaran
fisiologis, karoten dapat bersifat pro-oksidan(Burton, 1989).

B. Tujuan

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan kurva standar beta
karoten serta mengetahui persamaan linear kurva standar beta karoten.
TATA CARA PENELITIAN

A. Alat dan Bahan

1. Alat
Alat- alat yang digunakan pada praktikum ini adalah:
a. Tabung reaksi berulir
b. Rak tabung reaksi
c. Vortex
d. Sperktrofotometer
2. Bahan
Bahan- bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
a. Beta karoten
b. Akuades
c. Methanol

B. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Fakultas Pertanian


Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada hari Kamis tanggal 21
April 2011 pukul 12.00 – 14.00 WITA.
.
C. Prosedur Kerja
Disiapkan sampel beta karoten dengan konsentrasi 1000, 1500,
200, 2500, 3000, 3500, dan 4000 ppm

Divortex masing- masing sampel agar menyatu

A
A

Dihitung nilai absorbansi larutan dengan spektrofotometer dengan


panjang gelombang (λ) masing-masing 269 nm dan 446 nm

Dicatat nilai absorbansinya

Dibuat kurva standar

Hasil pengamatan
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Nilai absorbansi dengan panjang gelombang (λ) = 269 nm :

Nilai Absorbansi
Konsentrasi Larutan
λ 269 nm λ 446 nm
1000 ppm 0.044 0.078
1500 ppm 0.097 0.158
2000 ppm 0.094 0.183
2500 ppm 0.121 0.353
3000 ppm 0.159 0.514
3500 ppm 0.240 0.703
4000 ppm 0.236 0.733

Kurva standar dengan panjang gelombang (λ) 269 nm dan 446 nm :


0.8

0.7 f(x) = 0.12 x − 0.09


R² = 0.96
0.6
λ 269 nm
0.5 Linear (λ 269 nm)
λ 446 nm
0.4
Linear (λ 446 nm)
0.3

0.2 f(x) = 0.03 x + 0.01


R² = 0.93
0.1

0
0 1 2 3 4 5 6 7 8

B. Pembahasan

Praktikum kali ini adalah pembentukan kurva standar beta karoten beserta
persamaan garis linearnya. Percobaan kali ini memiliki prinsip yaitu menentukan
konsentrasi beta karoten menggunakan kurva standar yang menghubungkan
konsentrasi sampel dengan nilai absorbansinya. Larutan beta karoten memilki 7
nilai konsentrasi berbeda yang akan dinilai absorbansinya.
Sebelum menguji pada spektrofotometer, larutan dibuat dengan konsentrasi
yang telah ditentukan. Dengan larutan beta karoten, nilai konsentrasinya adalah
1000, 1500, 2000, 2500, 3000, 3500 dan 4000 ppm. Setelah dicampur kan semua
bahan, larutan konsentrasi tersebut divortex yang berfungsi untuk lebih cepat
melarutkan dan menyatukan beta karoten dalam larutan.
Beta karoten yang telah vortex tadi, dihitung nilai absorbansinya dengan
panjang gelombang (λ) sebesar 269 nm dan 446 nm. Nilai absorbansi yang telah
didapat dicatat, lalu dibuat dalam grafik dengan menggunakan microsoft excel.
Grafik beta karoten menghubungkan antara nilai absorbansi (Y) dengan
konsentrasi (X) darri titik-titik yang didapat ditarik garis mengikuti nilai
absorbansi yang paling kecil sampai yang paling besar. Baru didapatkan garis
linear dan persamaan linearnya. Dari nilai X inilah kemudian dapat ditentukan
kadar beta karoten dalam suatu sampel. Oleh karena itu percobaan kali ini bisa
disebut dengan uji kualitatif.
Penghitungan nilai absorbansinya diselangi dengan pengukuran blanko.
Tetapi blanko yang digunakan kali ini adalah akuades saja seharusnya campuran
antara air dan methanol. Nilai absorbansi yang paling tinggi adalah 0.240 dengan
konsentrai 3500 ppm dan panjang gelobang 269 nm. Sedangkan pada panjang
gelombang 446 nm dengan konsentrasi 4000 ppm nilai absorbansinya 0.733.
Percobaaan penentuan panjang gelombang dilakukan untuk memperoleh
panjang gelombang maksimum. Panjang gelombang maksimum artinya panjang
gelombang ketika suatu larutan mengabsorpsi sinar secara maksimum. Penentuan
panjang gelombang maksimum perlu dilakukan untuk mengetahui dimana terjadi
absorpsi maksimum dan untuk meningkatkan proses absorpsi larutan terhadap
sinar (Rohamn 2007).

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Kegiatan praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa :


1. Membuat kurva standar dengan menggunakan spektrofotometer dengan panjang
gelombang yang sudah ditentukan.
2. Kurva standar harus dibuat paling sedikit 7 konsentrasi , agar mudah untuk
mendapatkan persamaan garis linear dan perbandingan yang signifikan.
3. Kurva standar menghubungkan antara nilai absorbansi (Y) dengan konsentrasi
(X) darri titik-titik yang didapat ditarik garis mengikuti nilai absorbansi yang
paling kecil sampai yang paling besar.
4. Konsentrasi nilai absorbansi yang paling tinggi pada λ 269 nm dan 446 nm adalah
0.240 dengan konsentrasi 3500 ppm dan konsentrasi 4000 ppm nilai
absorbansinya 0.733.
B. Saran

Praktikum yang telah dilaksanakan agar lebih ditertibkan lagi. Jangan pernah
segan untuk menegur para praktikan yang berbuat ribut, karena hal itu sangat
menganggu konsentrasi para praktikan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA

Burton, G. W. and Ingold. 1984. Β-caroten: an Usual Type of Lipid Oxidation. J.Sci,
22: 569-573

Keenan R. 1992. Kimia untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.

Riyadi W. 2008. Perbedaan Spektrometri dan Spektrofotometri. Wahyu Riadi.


[terhubung berkala]. http://wahyuriyadi.blogspot.com/ 2008/ 10/perbedaan
spektrometri-dan.html [26 April 2011].

Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Penerbit Kanisius,


Yogyakarta

Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Anda mungkin juga menyukai