PERAN SEKTOR AGROINDUSTRI DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL DAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PERTANIAN Sri Hery Susilowati1 ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran sektor agroindustri dalam perekonomian nasional dan pendapatan rumah tangga pertanian. Analisis juga dilak ukan untuk mengetahui tahapan transmisi pengaruh yang dipancarkan dari sektor agroind ustri menuju sektor lainnya, tenaga kerja dan rumah tangga. Analisis menggunakan model Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE). Sektor agroindustri didisagregasi ke dalam agroindustri makanan dan non makanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor agroindustri memiliki peran yang lebih besar dalam meningkatkan output, nilai ta mbah dan penyerapan tenaga kerja dibandingkan sektor pertanian primer. Namun pengembangan sektor agroindustri belum mampu meningkatkan pendapatan golongan rumah tangga bu ruh tani dan petani sebaik pendapatan yang diterima oleh rumah tangga non pertanian. Pengaruh langsung terbesar dari pengembangan agroindustri makanan akan diterimak an ke tenaga kerja pertanian, sedangkan pengaruh langsung terbesar dari pengembangan agroindustri non makanan diterimakan ke tenaga kerja non pertanian. Namun dengan memperhitungkan pengaruh tidak langsung dari masing-masing agroindustri makanan dan non makanan, dampak pengembangan sektor agroindutri akan lebih besar di terima o leh tenaga kerja dan rumah tangga non pertanian dari pada tenaga kerja dan rumah tan gga pertanian. Kata Kunci: Agroindustri, Sistem Neraca Sosial Ekonomi Pertanian, Efek Pengganda I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Proses industrialisasi telah mengakibatkan perubahan peran sektor pertanian dala m perekonomian Indonesia, yang ditunjukkan melalui penurunan proporsi output sekto r pertanian terhadap output nasional. Pangsa sektor pertanian dalam pembentukan Pr oduk Domestik Bruto (PDB) nasional telah turun dari sekitar 47.6 persen pada tahun 19 70 menjadi hanya 15.4 persen pada tahun 2004. Sebaliknya pangsa sektor non pertania n meningkat dari sekitar 52.4 persen menjadi 84.6 persen. Penyerapan tenaga kerja

di sektor pertanian pun mengalami serupa. Selama periode 1982 -2004 penyerapan tenaga kerj a sektor pertanian secara konsisten terus mengalami penurunan, yaitu dari 54.7 per sen menjadi 19.8 persen (BPS, 2005). Menurunnya peran sektor pertanian dalam perekon omian nasional juga dapat dilihat dari menurunnya pangsa sektor pertanian dalam strukt ur ekspor 1 Staf Peneliti Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Sektor agroindustri tidak banyak terpengaruh oleh krisis dan dengan cepat mengal ami pemulihan. pada tahun 1980 turun menjadi hanya 13.7 juta KK pada tahun 2003. ( b) persentase penduduk miskin yang masih cukup tinggi. melalui pengembangan sektor agroindustri. Namun penurunan peran tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja mengi ngat sumberdaya nasional adalah di sektor pertanian dan sumber penghidupan sebagian b esar rumah tangga saat ini masih bergantung di sektor pertanian. Keterkaitan tersebut tidak hanya keterkaitan produk. melainkan harus dikaitkan dengan industri pengolahan dan pemasaran yang diciptakan dan perannya dalam mena rik dan mendorong pembangunan khususnya di perdesaan. (c) kesenjang an produktivitas sektor pertanian masih cukup tinggi. Pentingnya peran sektor agroindustri bukan hanya dilihat dari ketangg uhannya dalam menghadapai krisis ekonomi namun juga memiliki keterkaitan yang kuat denga n sektor lain. Pangsa ekspor sektor pertanian pada tahun 1970 masing sebesar 66 pers en. 2005).Indonesia. sekitar 16. sektor agroindustri akan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan mengur angi kemiskinan.4 persen (BPS. Berdasarkan argumentasi di atas.4 persen pada tah un 2004 sementara pangsa ekspor sektor pertanian hanya 3.7 persen pada tah un 2004 dimana sekitar 65 persen berada di sektor pertanian dan perdesaan. Penurunan peran sektor pertanian dalam perekonomian nasional tersebut merupakan konsekuensi logis dari suatu transformasi perekonomian dari sektor pertanian ke sektor industri. dapat dipandang sebagai transisi yang paling tepat dalam me njembatani proses transformasi ekonomi di Indonesia. sekitar 33 % dari produktivit as nasional. diantaranya: (a) meningkatnya konversi lahan pertanian produktif sehingga propor si petani gurem (luas garapan < 0. Namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai permasalahan. Ketangguhan industri yang berbasis pertanian telah terbukti pada mas a krisis. Dari sisi pertumbuha n. tetapi juga me laui media keterkaitan lain. industrialisasi pertanian. Bersama-sama dengan sektor pertanian primer. Pang sa ekspor sektor industri semakin meningkat mencapai rata-rata 69.50 ha) meningkat menjadi 13. investasi dan tenaga kerja (Rangar . Peran sektor pertanian dalam PDB denga n demikian tidak dilihat dari produk primer yang dihasilkan saja.6 persen sementara ekspor sektor industri naik dari sekitar 4 persen pada tahun 1980 menjadi sekitar 42 persen pada tahun 1990. proses industrialisasi tersebut telah berhasil meningkatkan pertumbuhan nasional mencap ai sekitar 7 persen per tahun. yaitu keterkaitan konsumsi.

. sehingga rumah tangga petani tidak hanya menggantungkan sumber penghidupan mereka pada sebidang tanah yang . akan tercipta kesempatan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Haggblade et al. 1982.ajan. 1991). Hal ini berimplikasi melalui pengembangan sektor agroin dustri.

. tujuan penelitian adalah: 1. .. 3. Menganalisis peran sektor agroindustri dalam perekonomian nasional......... Pengganda neraca SNSE dapat ditulis dalam persamaan matriks sebagai: T = Ma X .......... Menganalisis peran sektor agroindustri dalam meningkatkan pendapatan rumah tangg a.. II.......... neraca institusi dan neraca sektor produksi) yang dinyatakan dalam notasi T....semakin menyempit... penyerapan tenaga kerja serta perannya dalam mendorong peningkatan pendapatan sektor-sektor lainnya.2....... Menganalisis transmisi pengaruh dari sektor agroindustri ke sektor lainnya serta ke rumah tangga pertanian dan perdesaan.... yaitu model yang dapat untuk menjelaskan keterkaitan a spekaspek ekonomi dan sosial secara terpadu........ 2.. khususnya da lam menciptakan output. nilai tambah.. Analisis p engganda neraca dapat memperlihatkan keterkaitan sektor-sektor ekonomi dan informasi meng enai pemerataan pendapatan dan kesempatan kerja masyarakat.... 1. dinyatakan dalam notasi X sebesar satu unit... Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang diuraikan.... (1) A)-1 disebut sebagai matriks pengganda neraca (accounting multipl dimana Ma = (I ier) dan (I A)-1 disebut sebagai matriks kebalikan Leontief..... 1999).. METODOLOGI PENELITIAN 2. Kesemua itu akan berdampak positif bagi pengurangan kemiskinan yang sebagian bes ar berada di sektor pertanian... namun secara luas mampu mendukung pertumbuhan produktivitas... Be sarnya Ma ditentukan oleh besaran koefisien multiplier pada matriks (I A)-1....... khususnya rumah tangga pertanian dan perdesaan.. Model tersebut menjelask an bahwa pendapatan neraca endogen (yaitu neraca faktor produksi. akan berubah sebesar Ma unit ak ibat adanya perubahan neraca eksogen....1. . Pengganda neraca SNSE dapat menunjukkan perubahan pendapatan yang terjadi pada variabel endogen tertentu apabila ada inj eksi atau stimulus ekonomi pada neraca eksogen (Bautista et al.. Metode Analisis Model yang digunakan dalam analisis ini adalah model SNSE atau SAM (Social Accounting Matrix Model)..

.. Misalnya stimulus ekonomi awal diberikan terhadap neraca sektor produksi. Sedan gkan pengganda close loop menunjukkan pengaruh stimulus dari suatu neraca yang dipanc arkan ke neraca lain kemudian kembali pada neraca semula. dan (c) pengganda cloose loop. Jenis dan Sumber Data Data utama yang digunakan adalah data SNSE (Sistem Neraca Sosial Ekonomi) atau SAM (Social Accounting Matrix)... dengan adanya stimulus ekonomi terhadap neraca sektor produksi akan memberikan dampak pendapatan bagi tenaga kerja dan institusi rumah tangga...Pengganda neraca Ma dapat didekomposisi menjadi beberapa komponen. Makna ekonomi dari komponen pengganda neraca tersebut sebagi berikut.. Misalnya stimulus ekonomi awal yang diberikan kepada neraca sektor produksi menyebabkan kenaikan output sektor produksi yang selanjutnya kenaikan output ter sebut akan memerlukan lebih banyak tenaga kerja sehingga berakibat pada kenaikan penda patan tenaga kerja.1 + (Ma. Terdapat tiga komponen hasil dekom posisi matriks neraca pengganda Ma yang dirumuskan dalam bentuk aditif sebagai berikut: Ma = I + (Ma.2 I) Ma. (2) dimana: I = (injeksi awal) Ma 1 I = pengganda transfer (Ma2 I) Ma1 = pengganda open loop (Ma3 I) Ma2 Ma1 = pengganda close loop Bentuk pertama dari persamaan (2) adalah matriks Identitas (I) yang menggambarkan dampak awal injeksi neraca eksogen terhadap neraca endogen. SNSE diterbitkan setiap 5 tahun sekali. Dekomposisi dilakukan untuk melihat proses perubahan ne raca endogen akibat dari perubahan neraca eksogen. Pengganda open loop menunj ukkan dampak yang terjadi terhadap neraca lain sebagai akibat adanya stimulus ekonomi awal yang diberikan pada neraca tertentu atau akan menimbulkan dampak silang (cross e ffect).2.. 2.. Pyatt dan Round (1985) dalam Daryanto (2000) melakukan dekomposisi pengganda neraca Ma ke dalam beberapa komponen. Sementara kebutuhan terhadap tenaga kerja dipenuhi oleh rumah tang ga...1 I) + (Ma. Bentuk kedua. ketiga dan keempat adalah matriks hasil dekomposisi matriks pengganda ner aca..1 .. Dalam penelitian ini digunakan Neraca SNSE terbaru yang telah dipublikasikan oleh oleh Badan .... Hal ini berarti. maka pengganda transfer akan bekerja pada neraca sektor produksi atau akan menimbulkan dampak bagi dirinya sendiri (own effect).2Ma.3 I) Ma.. (b) pengganda open loop. Pengganda transfer menunjukkan dampak yang terjadi di dalam suatu neraca dimana stimulus e konomi awal diberikan. yaitu: (a) pengganda transfer..

Data pendukung dipergunakan untuk melakukan stri ke agroindustri makanan dan non makanan. maka nilai tambah tenaga kerja dapat dijadikan sebagai proxy penyerapan tenaga kerja nasional. Sektor yang dianalisis difokuskan pada sektor agroindustri m akanan dan non makanan dan sektor pertanian primer. Hasil analisis menunjukkan sektor agroi ndustri non makanan memiliki nilai penganda output lebih tinggi dibandingkan agroindustr i makanan dan sektor pertanian primer. maka PDB nasional secara a gregat diperkirakan akan meningkat sebesar 2. Nam un . nilai tambah. besaran pengganda nilai tambah agroindustri makanan sebesar 2. akan meningkatkan total output. Apabila diberikan stimulus ekonomi sebesar 1 milyar rupiah ke sektor agroindustri. merupakan updating dari ner aca SNSE tahun 2000. Demikian pula perannya dalam meningkatkan P DB nasional melalui nilai tambah yang dihasilkan serta pendapatan sektor-sektor lai n yang ditunjukkan melalui pengganda keterkaitan sektor. Peran Sektor Agroindustri Dalam Perekonomian Nasional Analisis peran sektor agroindustri dalam perekonomian nasional difokuskan pada nilai pengganda output. khususnya keterkaitan ke belakang . Makna dari nilai pengganda sektor agroindustri adalah sebagai berikut.41 milyar rupiah. Sebagian besar er dari BPS.61 milyar rupiah selebihnya dari penerimaan modal. nilai tambah tenaga kerja ataupun penerimaan sektor l ain secara nasional sebesar masing-masing nilai penggandanya dengan satuan yang sama.41. Untuk pengganda nilai tambah. Sedangkan neraca SNSE 2005 sampai kajian ini ditulis belum dipublikasikan oleh BPS. Tabel 1 menyajikan nilai pengganda output. Apabila upah tenaga kerja diasumsikan merupakan suatu konstanta yang bersifat konstan dalam satu titik wak tu. Nilai tersebut berasal d ari penerimaan tenaga kerja 1.1. sementara peran sektor agroindustri dalam meningkatkan pendapatan sektor lain da pat diproksi melalui pengganda keterkaitan sektor. yaitu neraca SNSE tahun 2003. Selain menggunakan neraca SNSE. antara lain Tabel Input-Output. menggunakan data-data Industri serta data-data la disagregasi sektor agroindu data yang digunakan bersumb III. Statistik in yang relevan. nilai tambah. HASIL DAN PEMBAHASAN 3. tenaga kerja dan pengga nda keterkaitan sektor. penelitian ini juga pendukung.Pusat Statistik (BPS). Dengan apabila permint aan akhir agroindustri makanan meningkat 1 milyar rupiah. tenaga kerja dan keterkaitan antar sektor serta perannya dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga.

sektor agroindustri makanan memil iki peran lebih besar dibandingkan agroindustri non makanan. Pengganda Output dan Tenaga Kerja Menurut Sektor SEKTOR Output Nilai tambah Tenaga kerja Keterkaitan Sektor Pertanian Primer Pertanian tan pangan 6.46 4.63 0.78 2.66 2.29 Perikanan 1.44 5.05 2.61 5.74 2. barang dr kayu.53 5.11 1.86 2.72 Ind karet remah & asap 6. bambu dan rotan 7.05 Ind mak sektor Tan pangan 6.41 1.47 1.67 1.41 1.95 Pertanian tan.22 2.69 Pertanian Primer 5. Lainnya 6.57 2.06 4.50 1. yaitu akan menghasilkan penin gkatan output.24 1. 2. olahan 6.64 1.92 3.74 2.42 5.20 2.56 5.10 Ind mak sektor Perikanan 6.47 1.58 Kehutanan & perburuan 4.05 Agroindustri non makanan 6. nilai tambah maupun tenaga kerja yang selalu lebih besar dari satu.67 2.39 1.12 Agroindustri Makanan Ind mak sektor Peternakan 6.53 5.25 Ind mak sektor Perkebunan 5.09 2.85 5. Tabel 1.57 Ind kulit samakan.34 2.02 2.32 Agroindustri Non Makanan Industri kapuk 6. dalam hal penyerapan tenaga kerja.36 Industri minuman 6.67 5. pengganda pendapatan rumah tangga menghasilkan nil ai lebih kecil dari satu (Tabel 2).65 Peternakan dan hasilnya 6.85 5.65 Ind kayu lapis.83 1.31 1.58 5.55 5.sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh peningkatan produk si sektor agroindustri akan menghasilkan dampak terhadap peningkatan pendapatan sek tor . PDB serta penyerapan tenaga kerja nasional serta mendorong peningkatan pendapatan sektor-sektor lain lebih besar dibandingkan dengan pengembangan sekto r pertanian primer.41 3. Peran sektor pertanian primer sendiri dalam meningkatkan pertumbuhan output maupun penyerapan tenaga kerja lebih rendah dibandingkan dengan sektor agroindus tri.87 5.34 2.57 1.15 1.89 Ind bubur kertas 6.98 2.69 1.19 Industri rokok 6.23 3.79 1.72 5.60 Agroindustri makanan 6.41 5. Hasil analisis ini membuktikan bahwa pengembangan sektor agroindustri akan meningkatkan kinerja sektor pertanian secara umum.34 2.33 0.38 1. Peran Sektor Agroindustri dalam Pendapatan Rumah Tangga Petani Berbeda dengan nilai pengganda output.96 2.15 2.24 2.19 0.

18 0.17 0.67 0.18 0.20 0.19 0.50 0.16 0.91 0.94 0.produksi maupun tenaga kerja lebih besar dibandingkan pengaruh yang ditransmisik an ke rumah tangga.34 .22 0.19 0.59 0.21 0.25 0.03 0.20 0.17 0.32 0. Dengan mengelompokkan rumah tangga ke dalam 6 golongan rumah tangga nilai pengganda pendapatan rumah tangga berkisar 0.50 0.94 0.9.79 0.22 0.71 0.80 0.48 0.17 0.02 0.16 0.17 0.16 0.19 0.17 0.03 0. Dengan demikian pengembangan sektor agroindustri akan menghasilkan peningkatan pendapat an rumah tangga lebih besar dibandingkan pengembangan yang dilakukan ke sektor lain .18 0.49 0.53 0.55 0.18 0.26 0.77 0.31 Industri rokok 0.23 0.17 0.19 0.47 0.20 0.24 0.86 0.18 0. baik agroindustri makanan maupun non makanan secara umum menghasilkan pengganda pendapatan rumah tangga lebih besar dibandingkan sektor pertanian primer.35 Industri bubur kertas 0.29 Ind mak sektor perikanan 0.56 0.29 Peternakan dan Hasil-hasilnya 0.03 0.18 0.04 Kehutanan dan Perburuan 0.57 0.19 0.75 0.32 Industri karet remah .16 0.29 Ind mak sektor perkebunan 0.17 0.19 0.35 Agroindustri Non Makanan Industri Kapuk 0.22 0.18 0.21 0.19 0.19 0.22 0.18 0.22 0.18 0.50 0.28 0. karet asap 0.16 0.31 Perikanan 0.31 Industri kulit samakan dan olahan 0.74 0.31 Agroindustri Makanan Ind mak sektor peternakan 0. bambu & rotan 0.86 0. Pengganda Pendapatan Rumah Tangga Menurut Sektor dan Golongan Rumah Tangga SEKTOR Nilai Pengganda Pendapatan Rumah Tangga Buruh Tani Petani Kecil Petani Luas NP Rendah Desa NP Atas Desa NP Rendah Kota NP Atas Kota Pertanian Primer Pertanian Tanaman angan 0.48 0.05 0.82 0.19 1.22 0.18 0. Tabel 2.06 0.18 0.32 Industri kayu lapis.51 0.28 Ind mak sektor tan pangan 0.18 0.39 Agroindustri Makanan 0.20 0.38 0.19 0.17 0.23 0.19 0.10 0.18 0.18 0.30 Agroindustri non Makanan 0.52 0.20 0.26 Pertanian Tanaman Lainnya 0.28 0.18 0.61 0.18 0. Sektor agroindustri.26 0.21 0.27 Industri minuman 0.84 0.33 0.20 0.74 0.19 0.43 0.49 0.1 sampai 0.79 0.18 0.

Namun bagi rumah tangga petani maupun buruh tani.24 Catatan: NP Rendah Desa = Non Pertanian golongan rendah di desa.45 0.24 0. berdasarkan nilai pengganda pendapatan. pertanian primer tetap merupakan sektor yang paling berperan dalam meningkatkan pendapatan mereka. NP Atas Kota = Non Pertanian golon gan atas di kota. NP Rendah Kota = Non Pertanian golongan rendah di kota.62 0. NP Atas Desa = Non Pertanian golongan atas di desa.18 0.Sektor Primer 0.18 0.21 0. meskipun perbedaan nilai pengganda antara sektor sektor .

seperti halnya sektor agroindustri. sementara agroindustri non makanan lebih banyak berori . buruh angkut s erta rumah tangga pekerja jasa golongan rendah lain. namun apabila dibedakan antara sektor agroindustri makanan dan non makanan. pengembangan sektor agroind ustri non makanan akan berdampak meningkatkan pendapatan lebih besar dibandingkan pengembangan sektor agroindustri makanan. Arti nya pengembangan sektor pertanian primer. misalnya para pedagang. Nilai pengganda pendapatan rumah tangga buruh tani dan petani lebih kecil dibandingkan pengganda pendapatan rumah tangga non pertanian. Sedangkan rumah tangga buruh tan i dan petani adalah golongan yang justru memperoleh pendapatan terkecil. Hasil senada untuk sektor pertanian primer. maka pendapatan terbesar akan diterima oleh rumah tangga non perta nian golongan rendah baik di kota dan di desa. Pada umumnya alasa n perusahaan melakukan pengembangan vertikal adalah terkait dengan jaminan kualita s dan kontinyuitas pasokan bahan baku industri. Jika diberikan stimulus ekonomi di sekt or agroindustri. terutama rumah tangga non pertanian golongan rendah di kota. Hal ini berim plikasi bahwa pengembangan sektor agroindustri lebih banyak melibatkan tenaga kerja di s ektor non pertanian dengan pelaku terutama rumah tangga golongan rendah dibandingkan r umah tangga buruh tani dan petani yang berperan dalam penyediaan bahan baku industri. pengembang an sektor agroindustri makanan akan menghasilkan peningkatan pendapatan buruh tani dan petani lebih besar dibandingkan pengembangan sektor agroindustri non makanan. Dengan demikian pengemb angan agroindustri dewasa ini belum mampu menghasilkan peningkatan pendapatan secara n yata bagi rumah tangga petani dan buruh tani. lebih banyak menghasilkan pendapatan bagi rumah tangga non pertanian daripada rumah tangga pe tani dan buruh tani Lebih lanjut. Dengan demikian manfaat pengembangan agroindustri kurang mengalir ke rumah tangga petani dan buruh tani. Fenomena di lapang yang mendukung hasil analisis di atas adalah pengembangan agroindustri yang bersifat vertikal oleh perusahaan agroindustri sehingga peran petani dan buruh tani sekitar dalam penyediaan bahan baku relatif kecil. Hal ini berimplikasi bahwa pengembanga n sektor agroindustri makanan lebih banyak berorientasi di sektor pertanian dan pe rdesaan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani dan buruh tani diband ingkan agroindustri non makanan. meskipun peran sektor agroindustri dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga buruh tani dan petani lebih kecil dibandingkan sektor pertanian pri mer. Sebaliknya bagi golongan rumah tangga non pertanian.pertanian primer dan agroindustri tidak terlampau besar.

entasi di .

Dekomposisi pengganda agroindustri makanan dan non makanan diuraikan sebagai berikut. baik agroindustri makanan maupun non makanan lebih banyak dinikmat i oleh pemilik modal dari ataupun rumah tangga golongan atas di kota dibandingkan pemil ik modal dan rumah tangga golongan atas di desa. pengembangan sektor agroindustri akan berdampak lebih besar dalam meningka tkan pendapatan rumah tangga golongan atas di kota dibandingkan rumah tangga golongan atas di desa. Pengaruh tersebut sebetulnya melalui beberapa tahapan sehingga nilai pengganda dapat didekomposisi menjadi beberapa komponen. Bagi pemilik modal. Agroindustri Makanan Hasil analisis dekomposisi pada industri makanan secara umum menunjukkan pola yang sama. tenaga kerja pertan ian di desa akan menerima pengaruh langsung paling besar dengan adanya peningkatan output se ktor . Tahapan Transmisi Pengaruh yang Dipancarkan dari Sektor Agroindustri ke Rumah Tangga Petani Nilai-nilai pengganda yang telah diuraikan pada dasarnya mencerminkan pengaruh total akibat perubahan neraca eksogen terhadap neraca endogen. Dengan hasil di atas dapat dikatakan bahwa pengembangan sector pertanian dan agroindustri di Indonesia belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan. 3. Buruh tani menerima manfaat paling kecil dibandingkan ke lompok rumah tangga lain. Dekomposisi dilakukan untuk melihat proses perubahan neraca endogen akibat dari perubahan neraca eksogen. dan rumah tangga golongan atas di kota menerima pendapatan le bih besar dibandingkan dengan rumah tangga golongan atas di pedesaan maupun petani d an buruh tani. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pengembangan s ektor agroindustri.1. 3. Manfaat pengembangan sektor pertanian primer dan agroindustri belum sampai secara maksim al ke rumah tangga pertanian. yang dalam analisis ini diwakili oleh rumah tangga golongan atas. Hal ini menunjukkan bahwa keterkaitan antara industri makanan dengan se ktor pertanian primer tanaman pangan lebih erat dibandingkan dengan sektor pertanian primer lainnya. yaitu sektor pertanian primer tanaman pangan menerima pengaruh langsu ng (ditunjukkan melalui pengganda open loop) terbesar dibandingkan sektor pertanian primer lainnya. Sebagai konsekuensi lebih lanjut dari hal tersebut.3.sektor non pertanian dan di kota sehingga manfaat yang dihasilkan lebih banyak d inikmati oleh rumah tangga non pertanian di kota.

Stimulus ekonomi ke industri makanan sektor tanaman pangan sebesar 1 milyar rupiah secara langsung (melalui pengganda transfer) akan menghasilkan output sektor industri r ingan dan berat masing-masing sebesar 0.04 milyar rupiah dan 0.tanaman pangan. Dengan memperhitungkan pengganda close loop (pengaruh setelah stimulus ekonomi melalui neraca lain dan kembali ke neraca semula). stimulus ekonomi ke neraca industri makanan sektor tanaman pangan sebesar 1 milyar akan menghasilkan pengaruh total peningkatan pendapatan sektor pertanian tanaman pangan sebesar 0. dimana 0. Dalam hal ini sektor pertanian tanaman pangan sebagai pemaso k bahan baku memperoleh peningkatan output sebesar 0.004 milyar rupiah. Selain menghasilkan peningkatan output pada industri itu sendiri. maka pengaruh secara tidak langsung (ditunjukkan melalui pengganda c lose loop) terhadap pendapatan tenaga kerja non pertanian di kota justru lebih besar. Angka tersebut merupakan angka terbesar diantara sektor pertanian primer lainnya.01 milyar rupiah. Namun karena industri makanan sebagian besar berada di perkotaan dan melibatkan banyak aktivitas non pertanian. hanya menerima output sebesar 0. sehingga pengaruh total (ditunjukkan melalui koefisien pengganda total) terbesar adalah p ada tenaga kerja non pertanian.26 milyar rupiah. Pembahasan terhadap sektor-sektor lain yang juga memperoleh pendapatan difokuskan kepada industri ringan dan industri berat serta restoran dan perhotel an karena ketiga sektor tersebut dipandang memiliki kaitan yang erat dengan agroindustri. secara langsung juga akan menghasilkan peningkatan output bagi sektor-sektor lain dengan total peningkatan sebesar 2. 27 milyar merupakan pengaruh dari pengganda close loop. pengemasan dan sebagainya. seperti pengangkutan. Namun kontribusi pengganda close loop dalam meningkatkan output ketiga sektor tersebut jauh lebih besar sehingga total pengaruh yang diterima ketiga sektor tersebut (yang ditunjukkan m elalui . Dampak lebih lanjut dari peningkatan pendapatan tenaga kerj a non pertanian di kota tersebut adalah peningkatan pendapatan rumah tangga non pertan ian golongan rendah di kota yang lebih besar daripada pendapatan yang diterima rumah tangga buruh tani dan petani.05 milyar rupiah. Dekomposisi pengganda industri makanan sektor tanaman pangan yang ditampilkan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa stimulus ekonomi yang diberikan ke industri makan an sektor tanaman pangan sebesar 1 milyar rupiah (melalui peningkatan pengeluaran pemerintah.53 milyar rupiah. Sedangkan sektor restoran dan perhotelan yang diharapkan banyak terkait dengan penggunaan output industri makanan. investasi maupun ekspor) akan menghasilkan peningkatan output indust ri makanan sektor tanaman pangan itu sendiri sebesar 1.12 milyar rupiah.

.

32 TK non pertanian di kota 0 0.56 0.26 0.22 Ind mak sektor tan pangan 1 1.20 Perikanan 0.12 0.12 0 4.50 TK pertanian di kota 0 0.14 Industri ringan & lainnya 0. Stimulus ekonom i 1 milyar rupiah ke industri makanan sektor tanaman pangan akan menghasilkan pendap atan tenaga kerja pertanian di desa terbesar dibandingkan tenaga kerja lain.53 Peternakan dan hasilnya 0.47 0. yaitu se besar 0.12 2. gol rendah di kota 0 0.21 0.21 RT non pert. gol atas di kota 0 0.26 0 0.10 0. Dekomposisi Pengganda Industri Makanan Sektor Tanaman Pangan Stimulus awal Dampak thd neraca lain Koefisien pengganda Stimulus awal Transfer Open loop Close loop Total Industri makanan sektor tanaman pangan TK pertanian di desa 0 0.00 0 0.39 Kehutanan dan perburuan 0.19 RT non pert.004 0 0.16 0 0.47 milyar rupiah masingmasing untuk industri ringan dan industri berat serta 0.16 0.29 Pertanian tan pangan 0.12 0 0.24 milyar rupiah.13 0.08 TK non pertanian di desa 0 0.32 0.04 0 0.27 0.21 0.22 RT petani luas 0 0.08 0.01 0 0. Nilai tersebut merupakan angka terbesar untuk pengganda open loop neraca tenaga kerja.44 0. Hal ini berarti bahwa dampak secara langsung peningkatan output in dustri makanan sektor tanaman pangan terhadap tenaga kerja betul-betul dinikmati oleh t enaga .21 milyar rupiah untuk restoran dan perhotelan.51 0.21 0.04 0 0.18 RT petani kecil 0 0.03 0.09 0.18 0.49 Restoran dan perhotelan 0.03 Pertanian tanaman lain 0.49 milyar rupiah dan 0.07 0.50 RT non pert.11 0.22 Total sektor produksi 2.12 6.02 0.24 Stimulus ekonomi ke industri makanan sektor tanaman pangan juga menghasilkan pengaruh silang atau peningkatan pendapatan bagi neraca lain yaitu neraca tenaga kerja dan rumah tangga yang dicerminkan melalui nilai pengganda open loop.05 0 0.pengganda total) masing-masing sebesar 0.11 0.24 0.13 0.08 0.04 0. gol atas di desa 0 0.51 Industri berat 0.23 0. gol rendah di desa 0 0. Tabel 3.18 0.77 RT non pert.69 RT buruh tani 0 0.21 0.07 0.

kerja pertanian. Hal ini . Namun dengan memperhitungkan pengganda close loop. 69. pengaruh tot al pendapatan tenaga kerja terbesar bukan lagi untuk tenaga kerja pertanian di desa melainkan untuk tenaga kerja non pertanian di kota dengan total nilai pengganda sebesar 0.

77 milyar rupiah. Agroindustri Non Makanan Secara umum hasil analisis dekomposisi pengganda agroindustri non makanan juga menunjukkan pola yang hampir sama. namun bukan berarti pengaruh total yang diterima oleh subsektor tersebut juga menunjukkan angka terbesar. yaitu stimulus ekonomi yang ditujukan ke agroindustri non makanan. Sektor produksi yang menerima pengaruh paling besar adalah industri berat dan in dustri ringan lainnya. Sedangkan untuk sektor pertanian primer.21 dan pengganda close loop sebesar 0. Hal ini diduga karena penggunaan bah an baku dan bahan antara industri kulit lebih banyak berasal dari impor sehingga pe ngaruh langsung terhadap sektor pertanian primer sebagai pemasok bahan baku relatif kec il.2. Sebab apabila dilihat pengaruh tidak langsung (melal ui pengganda close loop).dimungkinkan mengingat lokasi industri sebagian besar berada di perkotaan dan da lam proses produksi melibatkan banyak tenaga kerja non pertanian. 3. . pengaruh terbesar justru diterima oleh subsektor tanaman pangan Hal ini bisa terjadi karena industri non makanan melibatkan aktivitas tenaga ker ja (sebagai faktor produksi) maupun institusi rumah tangga yang banyak terkait dengan subsek tor tanaman pangan. kar ena subsektor peternakan dan subsektor kehutanan dan perburuan sebagai pemasok bahan baku. Konsekuensi lebih lanjut adalah pendapatan yang diperoleh rumah tangga golongan rendah di kota juga menunjukkan angka tertinggi dengan total pendapatan sebesar 0. selain akan menghasilkan pengaruh langsung (melalui pengganda transfer) ke industri itu sendiri juga menghasilkan pengaruh ke sektor lain.5 6. Pola yan g sama seperti di atas terkecuali untuk agroindustri kulit samakan dan olahan. Meskipun secara umum stimulus ekonomi ke agroindustri non makanan tersebut menghasilkan pengaruh langsung terbesar kepada subsektor terkait pemasok bahan b aku. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa agroindustri non makanan memi liki keterkaitan yang lebih kuat dengan sektor industri ringan (sebagai industri hili r) dan industri berat (industri mesin dan peralatan lain yang digunakan untuk proses produksi) dibandingkan dengan sektor pertanian primer sebagai pemasok bahan baku. meskipun pengaruh secar a langsung yang diterima relatif kecil. Angka tersebut ditunjukkan melalui besaran pengganda total dimana kontribusi pengganda open loop sebesar 0. justru menerima pengaruh langsung terkecil. namun menunjukkan pola sesuai dengan yang diharapkan. yaitu pengaruh terbesar diterima oleh subsektor kehutanan dan perbur uan serta subsektor pertanian tanaman lainnya sebagai pemasok bahan baku bagi agroindustri non makanan.

.

Dengan kata lain rumah tangga yang paling banyak menerima peningkatan pendapatan adalah rumah tangga no n pertanian golongan rendah di kota. Artinya peningkatan produksi industri kapuk akan banyak melibatkan tenaga kerja non pertanian di kota.Selanjutnya dilihat dari pengaruh total. Sementara rumah tangga buruh tani dan petani justru menerima pendapatan yang terkecil.00 dan pengganda close loop sebe sar 0. yang menunjukkan bahwa industri kapuk erat kaitannya dengan industri ringan yang menggunakan kapuk sebagai bahan baku indus tri. pengaruh terbesar akan diterima oleh tenaga kerja non pertanian di kota. D engan demikian peningkatan output industri kapuk akan mendorong peningkatan output ind ustri berat. Dampak yang lebih besar bagi industri berat menunjukkan industri kapuk bersifat padat modal yang dicerminkan melalui penggunaan mesin-mesin yang termasuk dalam industri berat. Besaran pengganda close loop tersebut lebih kecil dibandingkan dengan pe ngganda yang sama pada sektor lain. Industri berat memiliki pengganda transfer paling besar diba ndingkan sektor lain. Hal yang sama untuk pengga nda close loop. kemudian diikuti oleh industri ringan.0007. konsekuensi lebih lanjut adalah pengganda total ruma h tangga non pertanian (terutama golongan rendah) di kota juga terbesar. Dengan koefisien pengganda total pada tenaga kerja non pertanian di kota yang menunjukkan nilai terbesar. Demikian pula pengaruh langsun g terbesar melalui pengganda open loop mengarah ke tenaga kerja non pertanian di k ota. Sedangkan sektor pertanian p rimer mempunyai pengganda transfer lebih kecil. (yang ditunjukkan melalui koefisien pengganda total) stimulus ekonomi ke agroindustri non makanan. Hal ini berarti peningkatan output pad a industri kapuk menghasilkan dampak peningkatan output yang lebih besar bagi indu stri berat dan industri ringan (industri hilir pengguna bahan baku kapuk) dibandingka n dengan dampak terhadap sektor pertanian primer sebagai pemasok bahan baku. Hal yang sama bagi industri ringan. Stimulus ekonomi pada industri kapuk tersebut juga a kan menghasilkan peningkatan output pada sektor-sektor lain secara langsung melalui pengganda transfer. . Stimulus ekonomi pada industri kapuk tersebut juga akan menghasilkan dampak sila ng yang ditunjukkan melalui pengganda open loop terhadap faktor produksi tenaga kerja no n pertanian di kota yang paling besar. baik melalui pengganda silang (open loop) mau pun pengganda tidak langsung (close loop). Tabel 4 menyajikan dekomposisi pengganda industri kapuk Stimulus ekonomi ke industri kapuk akan menghasilkan pengaruh langsung kepada industri kapuk yang dicerminkan melalui pengganda trnsfer sebesar 1.

.

10 0.12 0.04 0. Sedangkan rumah tangga buruh tani dan petani merupakan golongan rumah tangga yan g memperoleh dampak peningkatan pendapatan yang paling kecil.76 RT buruh tani 0 0.34 TK non pertanian di kota 0 0. agroindustri makanan memiliki peran yang lebih tinggi dibandingkan agroindustri non makanan. .21 0. gol atas di kota 0 0.12 0.16 RT petani kecil 0 0.12 0.00 0 0.84 RT non pert.05 TK non pertanian di desa 0 0.16 0.16 Industri kapuk 1 1.22 Total sektor produksi 2. nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dibandingkan sektor pertanian p rimer meskipun tidak menunjukkan perbedaan yang begitu besar.32 0.15 0.56 0.21 0.11 0.04 0 0. gol atas di desa 0 0.04 0.00 Industri ringan & lainnya 0.17 RT non pert.04 selebihnya berasal dari penga ruh tidak langsung.17 RT petani luas 0 0.17 RT non pert.48 RT non pert. Dekomposisi Pengganda Industri Kapuk Stimulus awal Dampak thd neraca lain Koefisien pengganda Stimulus awal Transfer Open loop Close loop Total Industri kapuk TK pertanian di desa 0 0.28 0.51. IV. gol rendah di desa 0 0. Sebaliknya dalam hal peningkatan output dan nilai tamb ah.30 Kehutanan dan perburuan 0.57 Dengan hasil tersebut maka rumah tangga yang paling banyak menerima pendapatan adalah rumah tangga non pertanian (terutama golongan rendah) di kota yang ditunj ukkan melalui pengganda open loop sebesar 0.05 0. Dalam hal penyerapan tenaga kerja.19 0 0. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN 4.05 dan 0.31 Pertanian tan pangan 0.05 0.00 2.24 0.26 0.27 0.10 0.12 0 0.28 Peternakan dan hasilnya 0.02 0 0.46 0.13 0.07 Pertanian tanaman lain 0.35 0 4. pergudangan 0.04 0.16 Perikanan 0.51 0. Kesimpulan 1.01 0. gol rendah di kota 0 0.10 0.44 0.11 6.24 dan pengganda close loop sebesar 0.01 0 0.65 Industri berat 0.06 0 0. Sektor agroindustri dewasa ini memiliki peran yang lebih besar dalam meningkatka n output.23 0.05 0.07 0 0.21 0 0.Tabel 4.02 0.1.30 TK pertanian di kota 0 0.65 Perdagangan. Pengaruh langsung langsung yang diterima hanya sebesar 0.

.agroindustri non makanan memiliki peran yang lebih besar.

Meskipun sektor agroindustri memiliki peran yang besar dalam meningkatkan perekonomian nasional. Namun pengaruh tidak lan gsung yang dipancarkan ke tenaga kerja non pertanian di kota jauh lebih besar sehingga dampak pengembangan sektor agroindustri makanan secara total lebih besar diterim a oleh rumah tangga non pertanian di kota. Implikasi Kebijakan 1. Sebaliknya bagi golongan rumah tangga non pertanian. 4. Pengembangan sektor agroindustri makanan akan menghasilkan pengaruh langsung terbesar dipancarkan ke tenaga kerja pertanian di desa. baik pengaruh langsung maupun tidak langsung. Namun pembangunan sektor agroindustri perlu dilakukan secara simultan dengan pembangunan sektor pertanian primer sehingga kinerja sekt or pertanian primer dapat memenuhi tuntutan bagi pengembangan sektor agroindustri d i Indonesia. Pengembangan sektor agroindustri non makanan akan menghasilkan pengaruh terbesar . 3. pengembangan sektor agroindustri non makanan akan berdampa k lebih besar dalam meningkatkan pendapatan mereka. Pengembangan sektor agroindustri makanan akan menghasilkan peningkatan pendapata n bagi golongan rumah tangga buruh tani dan petani lebih besar dibandingkan pengembangan sektor agroindustri non makanan. 2.2.2. Agar proses industrialisasi di Indonesia sesuai dengan konsep pembangunan indust ri yang berbasis pertanian. ke tenaga kerja non pertanian di k ota. Sektor produksi yang menerima pengaruh terbesar dengan adanya pengembangan agroindustri makanan adalah sektor pertanian primer tanaman pangan. sebaliknya buruh tani dan petani menerima pendapatan terkecil. namun pengembangan agroindustri belum mampu meningkatkan pendapatan golongan rumah tangga buruh tani dan petani. 4. maka pembangunan industri perlu diarahkan pada pengembangan agroindustri. Pengaruh pengembangan agroindustri non makanan akan lebih mengarah ke industri ringan dan industri ber at daripada ke sektor pertanian primer sebagai pemasok bahan baku. Dengan demikian dampak pengembangan agroindustri non makanan akan lebih banyak dinikmati oleh rumah tangga non pertanian di kota. 5. maka pemerintah perlu memfokuskan kebijakan yang dapat meningkatkan produktivitas sek tor . Manfaat pengembangan agroindustri lebih banyak mengalir ke rumah tangga non pertanian di kota. Agar pengembangan agroindustri disamping dapat meningkatkan perekonomian nasiona l juga meningkatkan pendapatan rumah tangga buruh tani maupun petani.

pertanian primer dan mendorong pengembangan sektor agroindustri. Bautista. G. . 1982. S. Dari sisi rumah tangga petani. 73 (2): 361-374. Research Report 33. 2000. Robinson and M. American Journal of Agricultural Economics.B. Modelling Agricultural Growth Multipliers. The World Bank.C. serta meningkatkan akses informasi d an akses modal bagi golongan rumah tangga buruh tani dan petani. S. International Food Policy Research Institute (IFPRI). 2005. Hamer and P. Statistik Indonesia. 1999. C. Mimb ar Sosek. IF PRI. S. Alternative Industrial Develop ment Path for Indonesia: SAM and CGE Analysis. Hazell. Washington D. Daryanto. Jakarta. khususnya sekto r agroindustri berskala kecil dan menengah.. Washington D. 1991. 14(3): 23-43.C. Washington D. pemerintah perlu meningkatkan ketrampilan maupun pendidikan. Badan Pusat Statistik. Social Accounting Matrix Model for Development Analysis. 1985.M. Rangarajan. Haggblade. and J. DAFTAR PUSTAKA BPS. agar rumah tangga petani dan buruh tani dapat mengambil mafaat secara maksimal dari pengembangan sektor pertanian maupun sekto r agroindustri sehingga pendapatan mereka dapat ditingkatkan. Agricultural Growth and Industrial Performance in India. TMD Discussion Paper No. R.C. Round.R. El-Said. A. 3. 42. Pyatt.J.. Social Accounting Matrices: A Basis for Planning.

17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful