Anda di halaman 1dari 23

Pompa-pompa Lumpur

Pompa-pompa lumpur adalah “jantung’ sistem peredaran. Tugas utamanya


menyalurkan zat cairan pengeboran yang sekali. serta.bertekanan tinggi.
Ada 2 (dua) macam utama dari pompapompa lumpur itu, yaitu:
1. dupleks,dan
2. Tripleks
Perbedaan utamanya adalah di dalam jumlah toraknya dan cara kejanya. Pompa
gerak ganda (duplex) adalah pompa yang sering dipakai, akan tetapi pompa
bertorak pergerakan tungga (tnipleks) mulal menggantikannya dengan cepat.
Pompa tnipleks memberikan tekanan yang tinggi dengan harga yang lebih murah
(kira-kira 20 - 50% lebih murah). Mereka juga 40 sampai 50% lebih ringan, yang
menyebabkan mudah pemindahannya.

Pompa-pompa khusus dan alat-alat pengaduk


Pompa-pompa Sentrifugal
Pompa-pompa kecil (sampai 100 HP) ditempatkan pada beberapa tempat di
sekeliling rig Mereka digunakan untuk keperluan alat-alat pencampuran, seperti
mud-gun dan pengadukanpengadukan lumpur lainnya, untuk niemindahkan cairan
pengeboran dari tangki ke tangki lainnya, untuk menjalankan jet lumpur pada
vacum degasser pada bagian pipa penyalurnya.
Pengaduk lumpur ini mempunyai tugas yang sama dengan mud-gun, hanya ia
lebih effektif. Pengaduk ini pada umumnya telah mengganti tugas mud lumpur
pada rig pengeboran yang modem.
Alat-alat berupa pipa dan bertekanan tinggi yang dipasang pada tangki-tangki
lumpur. Mereka digunakan seperunya dalam mengaduk dengan menampatkan
pancaran cairan pengeboran. Pengadukan ini membantu mencegah pengendapan
bahan pemberat di dalam cairan pengeboran.

1.4. Tempat Mengkondisi Cairan Pengeboran


Tempat mengkondisi cairan pengeboran terletak di dekat rig. Tempat ini terdiri
dari perlengkapan khusus yang dipakai untuk “membersihkan” cairan pengeboran.
Perlengkapan khusus ini terdiri da ri :
1. Shale shaker
2. Degasser
3. Desander
4. Desilter, dan
5. Settling tank (tangki pengendapan)

Tugas utama tempat ini adalah untuk mengeluarkan potongan-potongan tanah


(cutting) dan gas-gas yang masuk ke dalam cairan pengeboran.
Ada 2 (dua) cara-cara dasar untuk mengeluarkan cutting dangas-gas. Cara
pertama adalah dengan menggunakan gravitasi, sewaktu cairan itu dilewatkan
metalui shale, shaker, dan tangki-tangki pengendapan.
Cara kedua adalah secara mekanis, dimana perlengkapan yang khusus lain
diperlukan untuk dipasang pada tangki lumpur, untuk mengeluarkan pasir, suit
dan butir-butir gas yang larut dalam lumpur.

Susunan Tempat Mengkondisi Cairan Pemboran


Shale shaker
Shale shaker merupakan saringan yang bergetar dan biasanya ditempatkan pada
ujung tangki lumpur pertama (disebut “shaker tank”). Pertama kali cairan
pengeboran akan langsung datang dari sumur bor ke shale shaker.
Tugas utamanya adalah untuk mengeluarkan patongan-potongan besar dan batuan
(lapisan tanah) dan cairan pengeboran. ini dilakukan dengan menyalurkan cairan
pengeboran melalui saningan-saringan yang bergetar, sehingga dapat memisahkan
potongan-potongan yang tidak diperlukan.

Potongan-potongan yang tidak diinginkan ini dapat merusak sistem peredaran bila
tidak dikeluarkan. Sebagai tambahan, potongan-potongan ini juga akan dapat
menutup tangki-tangki bila tdak dikeluarkan.
Pemisah Lumpur (Mud Gas Separator)
Pemisah gas lumpur kadang-kadang disebut. perangkap gas (poor by degasser).
Ditempatkan pada ujung bagian luar dari perlengkapan kengkondisi, disebelah
shale shaker.
Berbentuk tangki tegak dan kadang-kadang horizontal serta disambungkan pada
choke manifold, dengan memakai pipa-pipa bertekanan tinggi.

Tugas-tugas utamanya adalah:


1. Mengeluarkan gas- bekas berjumlah besar dan dalam cairan pengeboran.
2. Menyelamatkan cairan pengeboran yang masih dapat dipakai, dengan
mengirimkannya kembali ke perlengkapan degasser.
3. Menyalurkan gas-gas yang mudah terbakar dan/beracun melalui pipa.

Pembuang Gas (Degasser)


Pembuang gas biasanya ditempatkan pada kolam-kolam lumpur. Juga utamanya
adaah mengeluarkan gas-gas dan dalam cairan pengeboran secara terus menerus.
Gas-gas harus dikeluarkan karena gas dapat:
1. Menurunikan berat jenis cairan pengeboran
2. Merendahkan eflsiensi pompa
3. Merendahkan tekanan hidrostatis pengeboran, dan
4. Memperbanyak isi tangki

Kondisi – kondisi ini tidak diinginkan. Bila gas-gas berjumlah dibiarkan


memasuki sumur bor, maka suatu kick bisa terjadi dan mengakibatkan suatu
semburan liar.

Pembuangan Pasir (Desander)


Pembuang pasir terdiri dan beberapa buah silinder berbentuk kerucut. Berfungsi
untuk mengeluarkan bagian bagian cutting yang kecil yang dapat lewat melalui
saringan-saringan di shale shaker.
Cairan pengeboran dipaksakan masuk dengan tekanan tinggi melalui-silinder dan
bagian-bagian yang berat akan dikeluarkan oleh tenaga sentrifugal dan
selanjutnya keluar melalui dasar silinder..

Pembuang Silt (Desilter)


Penegluaran endapan cara kerja dan tugasnya adalah sama dengan pasir.
Perbedaannya adalah pengeluaran endapan dapat mengeluarkan bagian-bagian
tanah yang sangat kecil/halus.
Keefektipan pengeluaran pasir dan endapan dapat mengurangi keausan pompa-
pompa lumpur. Sedikitnya zat padat lapisan tanah di dalam cairan pengeboran
akan mempengaruhi seluruh sistem.

2. POMPA LUMPUR
Pompa lumpur merupakan jantung dan unit instalasi pemboran, untuk
mensirkulasikan lumpur pemboran dan tangki di permukaan sampai dasar lubang,
melalui pembasuh (swivel), kelly, drill pipe, drill collar, nozzle bit. Dan
selanjutnya pompa masih harus mendorong lumpur dan dasar lubang hingga
sampai ke permukaan kembali sampai masuk ke dalam tangki lumpur kembali.

Untuk keperluan mi diperlukan pompa yang dapat rnenghasiikan tenaga hydraulis


(hydraulic horse power) yang besar. Dari kebutuhan aliran tersebut diatas
sebagian terbesar tenaga hydraulis akan hilang atau terpakai paling banyak pada
bit, yaitu biasanya antara lebih kurang 65% sampai 50%, untuk tujuan
mendapatkan pembersihan dasar luhang dan cutting yang optimal.
Jenis pompa lumpur yang dipakai pada unit pemboran ini adalah pompa
torak duplex double acting atau triplex single acting. Pompa duplex double acting
seperti gambar di atas, ia memiliki dua piston (torak) pada setiap piston memiliki
pasangan 4 buah valve tekan (discharge valve) dan dua valve isap (suction valve).
Pompa dulex bekerja ganda (double acting) artinya untuk gerakan piston
pompa kedepan ataupun ke belakang akan senantiasa menghasilkan pendorongan
cairan.
Gerakan piston pompa ini umumnya relatif lambat sehingga lumpur
mengalir dari tangki masuk ke dalam pompa sewaktu langkah isap cukup
mengalir dengan baik tanpa diberi tenaga bantuan pompa atau lumpur mengalir
sendiri karena perbedaan permukaan lumpur dan pompa.

Pompa triplex single acting seperti gambar di atas, ia memiliki tiga piston,
dengan masing-masing piston berpasangan dengan satu valve tekan (discharge
valve) dan satu valve isap (suction valve).

Pompa triplex single acting atau keija tunggal artinya piston hanya bekeija
satu arah saja yaitu saat gerakan ke depan, .sedang untuk gerakan piston ke
belakang hanya akan menghasilkan pengisapan lumpur dan tangki masuk ke
dalam rungan liner pompa.

Gerakan piston pompa ini lebih cepat dibanding dengan pompa duplex,
yaitu antara 1 ½ sampai 2 kali lebih cepat, sehingga sebagai akibtnya diperlukan
pengisian lumpur ke ruang liner dan tangki dengan cepat pula, untuk keperluan itu
pada pompa triplex pada saluran isapnya senantiasa memerlukan bantuan aliran
lumpur dengan pompa centrifugal sebagai supercharging.

2.1.Terminology Pornpa

Dan gambar penampang ponipa duplex ataupun triplex tersebut di atas


tampak pompa dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu power end dan fluid
end. Power end mempunyai fungsi merubah gerakan mekanis berputar yang
berasal dari putaran motor, dirubah menjadi gerakan maju mundur secara
bergantian untuk semua piston.

Fluid end mempunyai fungsi untuk merubah tenaga mekanis menjadi


tenaga hydraulis, dengan menghasilkan sejumlah kapasitas aliran dengan
bertekanan tinggi. Berikut ini tampak gambar penampang dan fluid end dan power
end lengkap dengan nama bagian-bagiannya secara umum.
2.2. Teori Bagian-bagian Pompa
Berikut ini akan dibahas teori dan fungsi dari beberapa bagian-bagian dan pompa
yang perlu dibahas secara terpisah untuk mendasari peribahasan masalah
penanganan dan pemeliharaan pompa.

Saluran Isap Pompa

Konstruksi dari saluran isap pompa lumpur harus dibuat agar permukaan lumpur
terhadap pompa harus dapat membenikan tekanan yang positip, karena permukaan
Iumpur lebih tinggi dan letak/posisi piston pompa. (positive head).

Dengan positive head ini sewaktu piston bergerak langkah isap, piston akan terus
langsung diikuti lumpur dibelakangnya tanpa ada ruang yang kosong karena
lumpur tenlambat mengisi (kelaparan).

Apabila kelaparan atau terdapat keterlambatan pengisian lumpur pada saat piston
bergerak langkah isap, maka akan terjadi ketukan (knocking) sewaktu piston
berubah ke langkah tekan.

Adanya ketukan yang demikian akan mempunyai akibat:


- menurunkan effisiensi volumetris pompa
- menurunkan usia pakai bagian-bagian dan pompa
- dapat merusak power end dan pompa.
Besarnya positive suction head atau tekanan lumpur di saluran isap akan
dibutuhkan semakin tinggi, apabila:
- panas lumpur tinggi
- di dalam lumpur mengandung atau terdapat butir-butir udara atau gas
- kekentalan lumpur yang tinggi
- kecepatan gerak langkah pompa yang semakin tinggi
Dilihat dari segi penyediaan atau terbentuknya positive head pada saluran isap,
maka dapat dibedakan adanya dua sistem saluran isap:
- Flooded suction, yaitu sistem saluran isap yang penyaluran lumpur masuk
ke dalam ruang liner pompa hanya karena gaya gravitasi.
- Charged (super changed) suction, yaitu sistem saluran isap yang
pengaliran lumpur masuk ke dalam ruang liner dengan diberikan tekanan
oleh pompa.
Beberapa masalah dan tindakan yang perlu perhatian untuk saluran isap
- Untuk sistern flooded suction ukuran pipa isap usahakan sebesar mungkin
dan tidak lebih kecil dari 8”.
- Saluran isap sebaiknya sama atau lebih besar dan ukuran saluran pipa isp
yang terdapat pada pompa.
- Jarak tangki dan pompa sebaiknya sedekat mungkin atau sependek
mungkin.
- Saluran isap sebaiknya lurus dan jangan banyak belokan, kalau terpaksa
ada belokan pergunakan long radius elbow.
- Check pengendapan solid (padatan) pada dasar saluran isap
Umumnya jika memakai 2 pompa, dengan satu buah stand by untuk waktu
yang lama, maka penumpukan solid pada saluran isap dapat teijadi dalam
jumlah besar dan tidak dapat bersih terkikis pada waktu yang singkat pada
saat pompa dipakai.
- Pengendapan dapat dicegah dengan memelihara kecepatan saluran isap
tetap tinggi. Dan setiap pompa punya saluran sendiri dan tidak bersama
dengan saluran isap pompa lain.
- Sebaiknya setelah periode tertentu bila perlu diadakan pengecheckan.
- Mencucisaluran isap pada wakft pind.ah rig sebaiknya dilakukan.
- Kadang-kadang saluran isap disambung 2 coupling, sehingga secara
periodik pipa isap dapat didiletakkan untuk mengatur bagian atas yang
dapat diletakkan di bawah.
- Pelihara suction strainer (saringan pipa isap) bersib sepanjang waktu
dengan nielakukan pengecheckan.
- Letak lubang saluran isap di tangki (pit) jangan terlalu dekat dengan dasar
tangki, agar aliran tidak terhambat oleh kemungkinan adanya endapan dan
juga agar pasir tidak masuk ke dalam pompa.
- Letak lubang saluran isap juga tidak boleh terlalu tinggi atau dekat
permukaan lumpur, karena pompa dapat mengisap udara clan dapat terjadi
knocking (ketukan).

Centrifugal Super Charging Pumps


Tujuan mempertinggi tekanan saluran isap, untuk mencegah keterlambatan
pengisian ruang isap pompa.
Cara ini hanya diperhikan terutama pada pompa yang berkecepatan tinggi yaitu
pompa triplex.
Keuntungan dengan sistem ini adalah:
1. Mempertinggi pump out put (volumetric eflisiensi naik)
2. Operasi lebih halus
3. Memperpanjang usia pakai spare pant poita
4. Memperbesar-IHP

Dari pengalaman sebagian terbesar triplex pump memerlukan equivalent 60 -


70 feet head dan super changing pump supaya pengisian ruang isap cukup baik.
Terlalu tinggi tekanan akan berakibat suction valve tetap terbuka pada saat awal
piston mulai bergerak untuk menekan (power stroke), sehingga akan
memperpendek usia valve dan seat.

Sebagian besar triplex pump memerlukan pompa centrifugal 5 x 6 atau 6 x 8


centrifugal pump, 1150 - 1200 Rpm 11 sampai 13 inch diameter impeller.

Pemasangan saluran isap pompa centrifugal dan kemungkinan terperangkapnya


udara, karena:
- tidak memakai excentric reducer
- pipa isap agak kendor dibanding posisi pompa
Bagian pipa yang lurus di depan pompa centrifugal pada saluran isap
minimal 2 kali diameter pipa.
Knocking adalah suara ketukan yang menunjukkan pompa tidak
beroperasi benar/baik/normal.
Bermacam-macam jenis knocks dimana knock dan fluid hammer. Perubahan
suara mungkin disebabkan kesulitan mekanis atau abnormal kondisi operasi.
a. Mechanical knocking
Mechanical knocks umumnya terjadi disebabkan kecepatan rendemen pompa
tinggi, memberikan suara metal.
Suara di power end selalu mechanical knock, tetapi ada kalanya suara itu dan
fluid end yang merambat sehingga susah membedakan hal-hal tersebut.
Mechanical knocking umumnya mempunyai ciri-ciri satu atau lebih
karakteristik berikut:
1. suara di satu tempat dan metalic.
2. knock timbul setelah pekerjaan pemeliharaan
3. knock terjadi pada kecepatan rendah dan tinggi
b. Operational knocks, adalah suara yang terjadi dan normal operasi pompa.
c. Hydraulic knocking, terjadi akibat poor priming, air, water hammer.

Suction Pulsation Dampener


Ini dapat meredam dan menstabilkan tekanan Saluran isap. Suction dampener
tidak mempertinggi pump horse power tetapi dapat mencegah menurunnya
volumetric efficiency pompa dan mencegah problem knocking.
Jenis:
1. Open suction dampener, bila dipakai pada pompa duplex.
2. Air chamber type suction dampener, dapat untuk duplex double acting
atau triplex.
3. Prechanged suction dampener, memerlukan tekanan udara 10 - 15 psi.
Sistem Saluran Tekan

Discharge Pulsation Dampener, mempunyai fungsi untuk meredam pulsa


(gelombang) tekanan lumpur di saluran tekan Agar dapat berfungsi effektif
pulsation dampener ini harus dipasang sedekat mungkin dengan fluid end dan
diberikan precharge nitrogen dengan tekanan yang cukup. Tekanan precharge
yang diperlukan harus diikuti petunjuk pabrik pembuat.

Sebagai contoh : untuk pulsation dampener produksi Emsco, tekanan precharge


maksimum 213 tekanan rata-rata discharge tetapi tidak boleh lebih dan 650 psi.
Adapun gas yang dipergunakan untuk pengisian harus mempergunakan nitrogen
dan bukan udara atau oksigen.
Getaran yang terjadi sepanjang saluran tekan perlu dihindari mencegah terjadiriya
kerusakan atau pecah karena kelelahan, menghindari itu dapat dipergunakan
vibrating hose.

Pressure Relies’ Valve

Pressure relief valve mempunyai fungi untuk melindungi pompa dan discharge
line untuk menghindari tekanan yang berlebihan yang mungkin tejadi misalnya
akibat bit tersumbat dan lain-.lain.

Relief valve ini akan mampu membuka membuang tekanan apabila tekanan
melebihi tekanan tertentu yang diset atau direncanakan bekeija relief valve
tersebut. Besar tekanan pengesetan untuk suatu pompa didasarkan atas tekanan
kerja maksimum dari liner yang terpasang dan biasanya sedikit lebih besar dan
tekanan kerja maksimwn liner yang terpasang.
Terdapat duajenis relief valve, yaitu:
- Shear type relief valve
- Automatic resetting relief valve
Pengesetan shear type relief valve dilakukan dengan mengganti ukuran shear pin
atau paku.
Dan untuk type ini tutup pelindung (Protective cover) harus selalu dipasang untuk
melindungi pekerja.
Setiap relief valve harus dipasang sebelum strainer dan saluran buang tekanan
harus diikat, dijangkarkan ke arah kembali ke tangki dan jangan dihubungkan ke
pipa saluran isap.

Bagian Fluid End


Piston

Piston meluncur di dalam liner, untuk mendorong lumpur menghasilkan aliran


lumpur dengan bertekanan. Semakin tinggi tekanan pompa yang harus dihasilkan
diperlukan semakin kecil gap (clearance) antara piston dan liner.

Seperti dalam gambar di samping usia kerja piston sangat dipengaruhi oleh
clearence antara piston dengan liner.

Sebagai contoh untuk clearance 0,040 untuk tekanan 3000 psi akan mampu
bekerja selama 50% dan usia pakai dan piston baru dengan liner baru (clearance
0,010”). Apabila piston rusak, dan terjadi kebocoran dengan kecepatan tinggi
diantara liner dan piston akan dapat merusak piston flange, piston rubber dan
permukaan dalam liner.

Mengingat harga piston jauh lebih murah dibanding harga line, maka lebih baik
cepat mengganti piston bila diketahui adanya kerusakan piston.

Piston karet yang dipasang pada piston flange lama akan lebih dahulu rusak jika
dibanding dengan piston karet baru dipasang pad.a piston flange baru.

Untuk mengetahui keausan dan piston flange dapat dilihat pada alur yang
berbentuk dua tingkat pada tengah piston flange.

Untuk bekerja dengan tekanan 1500 - 3000 kalau tingkat pertama habis, maka
flange harus diganti.
Untuk bekerja dengan tekanan sampai 15000 kalau tingkat kedua habis, maka
flange harus diganti.

Piston rubber yang bekeeja untuk pompa triplex single acting, dimana liner tidak
disemprot dengan pendingin akan cepat mengalami kerusakan. Pendinginan dan
pembersihart liner akan bekerja atau berhasil baik apabila range pembersihannya
antara S - 10 GPM atau sebesar yang disarankan oleh pabrik pembuat pompa.

Cara pembersihan yang dilakukan adalah langsung menyemprotkan air ke


perrnukaan dalam liner, dengan mengatur sedemikian rupa konstruksi sistem
pendinginannya sehingga seluruh permukaan liner dapat disemprot. Pendinginan
yang baik diperlukan untuk pompa yang memiliki kecepatan semakin tinggi.

Terdapat tiga jenis rubber piston 1 yang harus dipilih agar sesuai dengan jenis
lumpur yang dipompa untuk mendapatkan usia pakai yang lama.
- Oil resisting high pressure supreme bertanda sabuk biru.
- Oil resisting normal misupreme bertanda sabuk kuning.
- Water resisting regulai bertanda sabuk hitam.

Duplex Piston Rod


Duplex piston rod harus diganti secara periodik karena telah aus diameter luarnya,
karena gesekan dengan rod packing.
Piston rod duplex ada 2 macam grade:
- Standard grade
- Premium grade
Standard grade piston rod terbuat dan baja yang diheattreated sekeras premium
grade rod. Piston rod ini memiliki lemahan tidak tahan korosi dan cepat aus.
Piston rod standard grade coch dipakai untuk pompa yang bekerja dengan tekanan
rendah dan lumpur/cairan yang dipompa tidak korosif.
Premium grade piston rod, terbuat dan baja yang diperkeras dan dilapisi chrome
atau nickel-chrome-boron.
Type ini tahan abrasi, korosi dan tekanan tinggi.
Pelumas Piston Rod
Terdapat 3 macam bahan pelumas yang biasa dipakai untuk pendinigin dan
pelumas piston rod :
1. Air bersih, bahan mi biasa dipakai pada pemboran di darat sebagai
pendingin dan pembersih relatif cukup baik, tetapi kwalitas pelumasannya
kurang.
2. Pelumas motor ditambah minyak solar.
Apabila minyak pelumas dipakai sebagai bahan pengental SAE 40, 1 bagian +
10 bagian diesel oil, maka akan equivalent dengan SAE 5 motor oil.
3. Solube oil.
Apabila emulsi minyak dipakal akan cukup baik, campuran itu dapat dibuat
dari 10 sampai 20 bagian air tawar ditambah 1 bagian solube oil.
Apabila emulsi ini dipakai lama-lama akan menjadi kental, untuk mengatasi
hal ini dapat langsung ditambah air.
Emulsi ini sangat baik melumasi karet dan sangat baik sifat pelumasan dan
pembersihannya.
Adanya endapan lumpur dan material abrassive, akan mudah terpisah
mengendap di baik resirvoir dan selanjutnya dapat ditap (dibuang).

Liner Packing
Setiap pabrik rnempunyai design untuk liner packingriya. Satu type dan packing
ini adalah liner packing karet dan disarankan hanya untuk tekanan rendah dan
Horse power pompa kecil.
Semua rubber packing liner umumnya tahan minyak dan dipakai pada pompa
tekanan rendah dan pompa tidak memiliki tell tale hole atau pompa yang
memerlukan bentuk packing khusus.
Packing tekanan tinggi dapat dipakai pada pompa bertekanan rendah, menengah
dan tinggi.
Packing liner tekanan tinggi paling populer dipakai saat ini. Liners lebih gampang
dilepas dengan kwalitas packing yang tidak berubah bentuk dan melebar di dalam
liner, dan tidak membuat liner macet didalam pompa.
Liner packing membuat kerapatan, memisahkan sekeliling liner dan hubungan
antara kedua ujung liner.

Liner packing harus dikeraskan/diikat merata untuk menambah tekanan terus


menerus dan arah bergantian berlawanan.

Adanya gerakari packing akan dapat menyebabkan ausnya silinder pompa. Salah
satu type packing dibuat dengan metal ring dengan di kedua sisi sampingnya
diberi nylon back up ring dan lrubber seal packing ring.

Penyebab utama mmbulatnya shoulder (pundak) adalah karena gerakan terus


meneru dan packing disekeliling shoulder. akan cenderung mendesak masuk
didalam celah-celah liner pada setiap langkah tekan.

Pasir dan abrasive partikel akan mengalir melalui bawah packing akan mengikis
sedikit body pornpa. Dan lama kelamaan akan terjadi keausan. Type lain dan liner
packing tekanan tinggi dibuat memiliki cotton fabrick reinforce corner.

Ia merniliki lantern ring, apabila ia tidak aus, terpotong atau rusak, dapat disimpan
dan dipakai lagi. Lantern ring harus mempunyai lebar yang cocok dengan packing
yang dipakai, karena lantern ring saat duduk di dalam fluid end, ia harus tepat di
bawah tell tale hole.

Dimana fungsinya apabila ada kebocoran dan liner packing, maka lumpur akan
melalui luban-lubang/alur di lantern ring dan akhirnya lumpur keluar melalui
Lantern ring harus selalu diambil setiap niengeluarkan liner dan silinder. Untuk
melepas harus hati-hati, karena lantern ring akan dipakai kembali untuk liner baru
bersama packing-packing baru. Sebelum itu lantern ring hares dipenikasa hati-
hati, hanya apabila masih dalam keadaan balk, ia dapat dipakai kembali.
Untuk khusus pompa lumpur single acting tidak memerlukan liner packing pada
sisi diameter luarnya, tetapi hanya memerlukan gasket yang diletakkan pada alur
di ujung liner dan ia akan membuat kerapatan dengan fluid end cylinder.
2.3. Membongkar Pompa Duplex
A. Pekerjaan di luar
- Lepaskan liner ajusting nut dan/atau liner packing screw.
- Lapaskan cylinder head dan liner cage (apabila dipakai),
- Untuk menjaga packing agar baik dan tidak aus, cuci bersihkan dan semua
lumpur sebelum ia mengeras. -

B. Piston dan Rod


- Kendorkan rod packing gland dan nod lock nut
- Pakailah kunci penahan (back up wrench) pada pony rod ketika melepas
piston rod, untuk mencegah jangan sampai lepas dan cross head.
- Aturlah letak penguncian kunci pipa di tempat yang disediakan untuk
mengunci baik pada piston rod ataupun pony rod.
- Apabila piston rod sudah lepas dan pony rod, piston rod dapat dikeluarkan
dengan memutar memakai rod removal tool.
Apabila tidak tersedia alat ini, dapat membuat sendiri dengan memberi
tangkai mur rod (rod nut) dengan mengelas, atau, dengan cara lain seperti
di gambar-gambar berikut ini.
6. DEBIT DAN TEKANAN POMPA

Debit atau volume hasil pemompaan dan tekanan pompa merupakan


wujud dari hasil kerja pompa, yang selanjutnya dapat disebutkan dalam
tenagaatau energy yang disebut Hydrolic Horse Power, yang dalam hal ini telah
dibahas dalam bab yang terdahulu.

P xQ
HPP =
1714

Semakin tinggi tenaga atau Horse power yang dapat diberikan ke power end
pompa (HP pompa) akan dapat menghasilkan tekanan ataupun debit pompa yang
semakin tinggi pula.

Hubungan antara debit pompa dan tekanan pompa adalah berkebalikan,


dimana untuk operasi dengan debit pompa yang sernakin tinggi maka tekanan
yang mampu dihasilkan semakin rendah, demikian pula sebaliknva apabila
semakin tinggi tekanan yang dihasilkan maka debit pompa yang dapat diberikan
akan semakin kecil pula.

Karena setiap pompa memiliki batas kemampuan maksimum menerima


tenaga (maksimurn rate input Horse power) selama operasi maka debit dari
tekanan pompa yang dihasilkan akan terbatas pula.

Debit Pompa S

Debit pompa yang mampu dihasilkan oleh suatu pompa adalah terbatas karena :

- Range akuran diameter liner, yang dapat dipasang adalah terbatas (lihat
manual pompa tersebut).

- Kecepaan pompaijumlah langkah permenit mempunyai range yang


terbatas juga (lihat n-anual pampa tersebut).
- Panjang langkah/stroke pompa sudah terentu.

- Tenaga engine yang diizinkan diberikan ke pompa terbatas sampai


maksimun rated.

Ukuran liner pompa yang dipasang semakin besar adalah untuk memperoleh
debit pompa yang semakin besar dengan tekanan rendah. Apabila hasil
pemompaan debit satu pompa untuksuatu sirkulasi pemboran kurang tinggi untuk
suatu tekanan tertentu maka dapat dioperasikan 2 pompa secara bersama-sama
dengan dihubungkan paralel.

Cara mengoperasikan paralel adalah dengan memberikan tenaga atau SPM


yang sama untuk kedua pompa tersebut dan saluran tekanan dihubungkan menjadi
satu saluran untuk menuju Stand Pipe.

Range ukuran liner pompa untuk setiap jenis pompa, masing-masing ukuran
berbeda ¼ inch.

Operasi pemboran ada kemungkinan ukuran liner pompa perlu diganti


terutama untuk rig didarat dimana umumnya Rated IP pompa relatif terbatas, dan
dengan keterbatasan tersebut hams dibuat program hydraulic untuk saat mengebor
masih dangkal harus mampu menghasilkan debit yang besar dengan tekanan
rendah dan untuk mengebor semakin dalam dibutuhkan tekanan pornpa semakin
tinggi dengan debit pompa yang rendah. Kapasitas pompa per stroke untuk pompa
single acting dapat dihitung dengan rumus berikut ini :

dl
Cp = Jumlah Liner x x Ls x C
2

Kapasitas pompa per stroke untuk pompa dengan rumus berikut ini:

dl
Cp = Jumlah Linerx (2dL2 – dr2) x Ls x C
4

dimana:
Cp = kapasitas pompa persatu stroke GPS (BPS) (persatu putaran)
dL = diameter dalam liner inch
dr = diameter piston rod inch
Ls = panjaag Iangkah pompa inch
C = konsanta konversi satuan
untuk Cp dalam GPS
untuk Cp dalam BPS

Tekanan Pompa

Maksimum tekanan pompa yang diizinkan untuk setiap jenis pompa


tergantung dan ukuran diameter liner yang dipasang (lihat conto1 tabel).

Pompa yang beroperasi dengan tekanan semakin tinggi tingkat


kerusakanlfrekwensi pergantian spare pater akan semakin besar.

Dan hasil statistik diketehui bahwa pompa yang beroperasi dengan tekanan
maksimum akan mempercepat penurunan usia pakai pompa semakin besar.
Karena pertimbangan tersebut diatas, besamya tekanan maksimum operasi dan
suatu poma tidak diambil sebesar tekanan maksimum (Maximum Discharge
Pressure) dan liner terpasang sesuai yang terdapat di tabel atau dibaca di plat
tembaga/kuningan yang menempel pompa, tetapi hanya diambil ± 85 % dan
maximum discharge Pressure tersebut sebagai tekanan tertinggi selama operasi
mengebor.
7. HYDRAULIC HORSE POWER POMPA

Hydraulic horse power adalah ukuran daya kuda hidrolis alau tenaga kuda
hidrolis yang dihasilkan oleh fluid end dari pompa, berupa tenaga sirkulasi cairan
pemboran. Hydraulic horse power pocnpa berbanding turns dengan besarnya debit
pompa (flow rate) dan tekanan pompa:

q x p
HHP =
1714

dimana:

HHP = Hydraulic Horse Power

p = Tekanan pompa (total pressure loss), psi

1714 = KoñTikonversisatuan

q = Flow rate (debit) pompa, Gpm

Hydralulic horse power di atas merupakan tenaga hidrolis yang dihasilkan


atau tersedia dan permukaan.

Tenaga hidrolis tersebut dipakal untuk mengalirkan cairan tersebut dan


permukaan masuk ke dalam pipa sampai dengan muncul kernbali di pcrmukaan,
Daya kekuatan yang dihasilkan pompa dihitung/ditentukan berdasarkan input
horse power/horse tower yang masuk ke poros pinion penggerak pompa (H-p).
Kalau dihitung berdasar debit dan tekanan yang nyata dihasilkan, maka rated IHP
dapat dihitung:
Atau kalau akan dihitung tenaga kuda hidrolis yang dihasilkan (out put HHP)
berdasarkan rated input HP (tenaga kuda yang rnasuk) maka dapat dihitung
dengan rumus:

Output HHP = (rated HHP) x Em x Ev


dimana: q = circulating rate, gpm
p = tekanan sirkulasi pompa, psi
Em = efIsiensi mekanis pompa, %
Ev = efisiensi volumetris pompa, %

Efisiensi mekanis (Em) umumnya berkisar 85% untuk pompa duplex dan 90%
untuk pompa triplex.

Efisiensi volumetris (Ev) umumnya bervariasi antara 75% sampal dengari 95%,
tergantung dan properties lumpur, panjang dan sistem saluran isap, kondisi valve
dan seta assembly dan lain-lain.

Nilaieffisicnsiv&unietris dapat diperoleh/dicekdeganefisiensisest di lokasLpada


saat yang diinginkan.

Apabila pompa diperhitungkan berdasar tenaga penggeraknya, maka terdapat cara


perhitungan yang sedikit berbeda untuk ponipa dengan penggerak motor listrik
dengan motor dieseL

Pompa dengan motor penggerak motor listrik DC dipasang secara langsung


dengan pompa dan mempergunakan transmisi rantai yang relatif pendek dan
efisiensi relatif kecil sekali berkurangnya, tenaga hidrolis yang dapat dihasilkan
(output 1-fl-p) dengan sistem mi dapat dihitung:
(jumlah motor) (KW) x Em x Ev
Pompa dengan motor penggerak motor diesel adakalanya perlu dianalisa
dan diinventarisir data penggerak dan pompa, karena kondisi motor diesel dan
sistem compound, coupling serta transmisi sangat menentukan besarnya
kehilangan daya pada sistem mi, yaitu besarnya drive efisiensi sampai ke proses
pinion pompa (Ed).

Output HHP = (jumlah Engine) (cont. BHP) x Em x Ev x Ed

dimana Cont BlIP Continous rating Brake Horse Power Engine, HP


Ed = Efisiensi penggerak, %
Efisiensi penggerak dan suatu pompa rig dipengaruhi oleh:
- sistem compound yang dipakai apabila memakai 2 engine atau lebih
- type coupling
- usia, pemeliharaan dan lain-lain kondisi engine itu sendiri.

Umumnyaa pompa rig digerakkan diesel engine dapat straight compound atau
split compound (compound langsung atau compound terpisah).
Contoh benikut mi compound dengan tiga diesel engine. Diketahui straight
compound kalau tiga diesel engine secara bersama-sama menggerakkan pompa
dan rotary tabel.

Dikatakan split compound kalau secara terpisah 2 pompa dan satu engine
menggerakkan pompa dan satu engine nienggerakkan rotary table.
Rata-rata efficiency dengan tiga engine untuk penggerak pompa
Type Drive Group to Compound Strai Solit
Mechanical Drive 87 % 89%
Fluid coupling Drive 85% 87%
Torque Converter Drive 70% 71%
Angka-2 di atas tidaklah bersifat rata-rata dan tidak selalu benar demikian adanya,
karena masih dipengaruhi oleh usia, pemeliharaan dan kondisi dan engine dan
perlengkapannya itu sendiri yang tidak dapat dinilai secara umum

Mechanical Drive

Engine untuk menaikkan kecepatan pompa mechanical drive tidak dapat meredam
beban kejut/mendadak atau getaran!beban vibrasi dan engine dapat tersendat
sendat atau mati karena beban yang terlalu berat.

Fluid Coupling Drive

Fluid coupling merupakan sistem penggerak yang ideal untuk sistem pcngangkat
ataupun pompa dan juga isolasi engine dengan system transmisi serta dapat
meredam vibrasi-torsi dan beban kejut (shock load).

Fluid coupling dapat baik mengontrol kecepatan pada keadaan dengan torsi penuh
tanpa ada bahaya matinya engine dan pompa dapat beroperasi dengan tekanan
tertinggi dan volume rendah sampai mendekati kondisi pompa tidak bergerak.
Apabila pompa dioperasikan paralel, fluid, coupling dapat membagi bebari
pemompaari diantara engine-engine dan pompa beroperasi pacla kapasitasnya.
Fluid coupling dapat meredam beban kejut (shock load) diar1tara engine-engine,
system transmisi dan pompa sesuai design tenaga tanpa tetjadi engine mati
mendadak.

Torque Converter Drive

Torque Converter rnerupakan pengembangan lebih lanjut dan fluid coupling, dan
ia memiliki sifat sarna dapat rneredam beban kejut.

Perbedaan prinsip dan Torque Converter dengan fluid coupling adalah torque
converter dapat melipat gandakan torque input ke pompa atau ke input shaft pada
saat putaran menurun akibat beban yang berat dan tidak ada hilang tenaga kecuali
kehilangan karena efisiensi dan torque converter itu sendiri.
Dapat dii.zinkan memberi tenaga engine penuh untuk kondisi darurat. Torque
converter mempunyai nilon drive efisiensi yang Iebih rendah dibandingkan
Torque converter tetapi memiliki kelebihan karakteritik yaitu memungkinkan
memberi putaran lebih besar pada pompa yang bekerja pada rated horse power.
Mechanical drive yang konventional dan engine compound cocok untuk operasi
path
rated speed.
Kecepatan yang bervariasi dapat dilakukan dengan mengatur clutch dan throttle

Electric Drive
Tenaga Penggerak Pompa dengan motor listrik DC banyak memberikan hasil
yang baik, karena performancenya sama dengan torque converter tetapi elecrtic
drive mempunyai kelebihan lebih halus dengan mesin kronkan pompa lebih
mudah dilakukan.