Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MAKALAH

TEKNIK KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI


“RIVEW SIKLUS BRAYTON”

Oleh Kelompok 9:
I Made Dani P (2408 100 086)
Isnaini Dedi Z (2408 100 088)
Widiana Himami (2408 100 094)
M. Saad (2408 100 106)

JURUSAN TEKNIK FISIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2011
SIKLUS BRAYTON

I. Pendahuluan
Siklus Brayton dikembangkan oleh seorang engineer asal Amerika bernama George Brayton
pada tahun 1830-1892. Siklus Brayton adalah sebuah siklus termodinamika yang
mendeskripsikan kerja dari mesin turbin, gas turbin, atau mesin turbo jet. Siklus Brayton
merupakan siklus tenaga yang dapat beroperasi baik secara internal maupun eksternal pada
combustion engine.

Gambar 1. Brayton Power Cycle

II. Komponen

Gambar 3. Sistem Terbuka dan Tertutup Siklus Brayton

Sebuah mesin Brayton pada gas turbin engine terdiri atas tiga [+ 1] komponen, yaitu:
• Gas compressor
• Burner atau combustion chamber
• Expansion turbine
• Heat exchanger (pada sistem tertutup)

Siklus Brayton dibagi menjadi siklus terbuka dan siklus tertutup. Pada siklus terbuka, fluida
kerja adalah udara atmosfer dan proses pembuangan panas terjadi dalam atmosfer karena
keluaran turbin dikeluarkan ke atmosfer. Di dalam siklus tertutup, fluida kerja yang dapat
digunakan tidak hanya udara sekitar dan proses pelepasan panas dilakukan dalam heat
exchanger. Dalam sistem ini, fluida kerja bersiklus secara kontinyu.
Semua internal-combustion dan mesin turbojet beroperasi pada siklus terbuka. Kebanyakan
external-combustion beroperasi pada siklus tertutup.

III. Siklus Brayton

Siklus Brayton Ideal

Gambar 2. Diagram P-V dan T-S Siklus Brayton

1. Proses isentropik  udara sekitar dimasukkan ke dalam kompresor, dimana udara


ditekan.
2. Proses isobarik  udara terkompresi mengalir melalui ruang pembakaran (combustion
chamber), dimana bahan bakar dibakar dan udara dipanaskan. Proses ini merupakan proses
tekanan tetap, karena ruang bakar terbuka untuk aliran masuk dan keluar.
3. Proses isentropik  udara terkompresi dan terpanaskan menyalurkan energinya dan
terekspansi melalui turbin. Sejumlah nilai kerja yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk
menjalankan kompresor.
4. Proses isobaric  pelepasan panas ke atmosfer.

Pada siklus Brayton ideal, fluida kerja terkompresi secara reversibel dan isentropik di dalam
kompresor (proses 1-2). Panas kemudian ditambahkan dalam proses isobarik (P= Pmax) reversibel
(proses 2-3) di dalam ruang pembakaran atau penukar kalor. Gas panas berekspansi secara
reversibel dan isentropik (s = smax) dalam turbin (proses 3-4). Kemudian panas dibuang di dalam
proses reversibel isobarik (proses 4-1).

Siklus Brayton Aktual


1. Proses adiabatik  kompresi

2. Proses isobarik  penambahan panas

3. Proses adiabatik  ekspansi

4. Proses isobarik  pelepasan kalor

Pada siklus Brayton aktual, fluida kerja terkompresi secara reversibel dan adiabatik di dalam
kompresor (proses 1-2). Panas kemudian ditambahkan dalam proses isobarik (P= Pmax) reversibel
(proses 2-3) di dalam ruang pembakaran atau penukar kalor. Gas panas berekspansi secara
reversibel dan adiabatik dalam turbin (proses 3-4). Kemudian panas dibuang di dalam proses
reversibel isobarik (proses 4-1)

Karena kompresi maupun ekspansi tidak dapat benar-benar isentropik, loss pada kompresor
dan ekspander menunjukkan ketidak-efisienan. Secara umum, meningkatkan rasio kompresi
adalah cara terbaik untuk meningkatkan tenaga keluaran overall dari sistem Brayton.

IV. Analisa Energi dan Efisiensi

Siklus pada loop tertutup fluida kerja, penambahan dan pengurangan kalor terjadi saat tekanan
konstan dan fluida kerja adalah gas ideal dengan specific heat property konstan.
Keempat proses yang terjadi pada siklus ini berada dalam aliran fluida berkeadaan tunak
sehingga kita menganalisanya dengan batasan keadaan tunak. Disertai pengabaian energi kinetik
dan potensial sistem.

Karena udara mengalir melalui penukar panas pada siklus ideal saat tekanan konstan, maka
berlaku

P4 / P3 = P1 / P2

Hubungan antara perbandingan tekanan dan perbandingan temperatur dalam kompresi atau
ekspansi isentropik, sebagai berikut.

rp = P2 / P1 = (T2 / T1)k/(k-1)

Tinjau kembali skema closed cycle gas turbine engine. Dari sana, dapat kita peroleh efisiensi
termal dari siklus, sebagai berikut.

η = (Wturbin / m – Wcompressor / m) / (Qin / m) = {(h3 – h4) – (h2 – h1)} / (h3 – h2)

dengan

(h3 – h4) = cp (T3 – T4)

(h2 – h1) = cp (T2 – T1)

(h3 – h2) = cp (T3 – T2)

η = {cp (T3 – T4) – cp (T2 – T1)} / {cp (T3 – T2)}

η = 1 – (T4 – T1)/(T3 – T2)

η = 1 – T1/ T2 * {(T4/T1 – 1)/(T3/T2 – 1)

Karena T4/T1 = T3/T2, maka

η = 1 – T1/ T2
lalu T1/ T2 = (P1 / P2)(k-1)/k

η = 1 – (P1 / P2)(k-1)/k = 1 – 1/(P2 / P1)(k-1)/k

sedang diketahui bahwa P2 / P1 = rp maka efisiensi teoritis siklus Brayton

η = 1 – 1 / rp(k-1)/k

dengan k = cp / cv = konstan.

Usaha netto satu siklus dideskripsikan awal sebagai berikut

Wcycle = (h3 – h4) – (h2 – h1)

Wcycle = cp {(T3 – T4) – (T2 – T1)}

Wcycle = cp T1 (T3/T1 – T4/T3 * T3/T1 – T2/T1 + 1)

Dari persamaan sebelumnya diketahui bahwa

T4/T3 = (P1 / P2)(k-1)/k

T2/T1 = (P2 / P1)(k-1)/k

rp = P2 / P1 = (T2 / T1)k/(k-1)

Sehingga persamaan daya efektif siklus menjadi

Wcycle = cp T1 (T3/T1 – 1/(rp)(k-1)/k * T3/T1 – (rp)(k-1)/k + 1)

Wcycle / cp T1 = T3/T1 (1 – 1/(rp)(k-1)/k) – (rp(k-1)/k – 1)

V. Parameter desain
Parameter siklus penting untuk siklus Brayton sederhana adalah rasio tekanan kompresor rp
dan kalor spesifik k. Kenaikan dari kedua parameter ini akan meningkatkan efisiensi dari siklus
Brayton sederhana.
- Kalor spesifik (k)
Gas-gas yang memiliki rasio nilai kalor tertinggi disebut noble gas seperti helium, neon,
argon, dan sebagainya yang merupakan gas monoatomik. Rasio kalor spesifik gas-gas
tersebut adalah 5 -3, untuk diatomik bernilai 7-5, dan triatomik bernilai 8-6. Gas nobel
merupakan fluida kerja yang excellent karena tidak menyebabkan korosi, dimana nilai kalor
terbaik dimiliki helium ketimbang hidrogen.

- Rasio tekanan kompresor (rp)


Meningkatnya rasio tekanan kompresor akan meningkatkan efisiensi termal dari siklus
Brayton sederhana. Jika temperatur masukan turbin diubah karena keterbatasan material,
kenaikan rasio tekanan kompresor akan mereduksi kerja spesifik dari siklus yang
membutuhkan aliran gas rata-rata lebih tinggi untuk tenaga keluaran yang sama. Memaksa
kompresor untuk beroperasi pada range tekanan yang lebih lebar akan mengakibatkan
berkurangnya efisiensi mekanik dari kompresor, dan hal ini membuat siklus Brayton aktual
menjadi tidak efisien.
DAFTAR PUSTAKA

Culp, Archie W. 1987. Principles of Energy Conversion. McGraw-Hill, Inc: Singapore


http://en.wikipedia.org/wiki/Brayton_cycle
http://majarimagazine.com/2009/02/gas-turbine-engine-part-1/
http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/ft/snttm2010/547_PROSIDING
%20DIGITAL%20SNTTM%20IX.pdf
http://www.ccitonline.com/mekanikal/tiki-read_article.php?articleId=48