Anda di halaman 1dari 3

Reaksi Biomolekul : Eley – Rideal

Mekanisme nya :

-Sebuah atom diadsoprsi oleh permukaan.

-Atom yang lain lewat, kemudian berinteraksi dengan atom di permukaan

-Sebuah molekul terbentuk dan terjadi desoprsi

Contoh reaksi dengan mekanisme Eley-Rideal :

 C2H4 + ½ O2 (adsorbed) → H2COCH2 . Adsorpsi disosiatif oksigen kemungkinan akan


terjadi, sehingga akan membentuk produk sampingan karbon dioksida dan air.
 CO2 + H2(ads.) → H2O + CO
 2NH3 + 1½ O2 (ads.) → N2 + 3H2O on a platinum catalyst
 C2H2 + H2 (ads.) → C2H4 on nickel or iron catalysts

Reaksi Biomolekul : Langmuir – Hinshelwood


Mekanisme nya:

-Dua atom teradsoprsi ke permukaan

-Kedua atom ini berdifusi melalui permukaan, dan berinteraksi satu sama lain.

-Sebuah molekul terbentuk dan terjadi desorpsi.

  
Contoh reaksi dengan mekanisme Langmuir-Henshelwood :

 2 CO + O2 → 2 CO2 pada katalis Platina


 CO + 2H2 → CH3OH pada katalis ZnO.
 C2H4 + H2 → C2H6 Pada katalis tembaga
 N2O + H2 → N2 + H2O pada katalis Platina
 C2H4 + ½ O2 → CH3CHO pada katalis Paladium
 CO + OH → CO2 + H+ + e- pada katalis Platina

Sumber: http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/mekanisme
%20katalisis.html
Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses
reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim,
molekul awal reaksi disebut sebagai substrat, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi
molekul-molekul yang berbeda, disebut produk. Hampir semua proses biologis sel memerlukan
enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat. Enzim menempel pada permukaan molekul
zat-zat yang bereaksi dan mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim
menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi.
yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia.
Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Kerja enzim
dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat, suhu, keasaman, kofaktor dan
inhibitor.

Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena
enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.
Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan
mengalami kerusakan. salah satunya adalah Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas
enzim, sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. Banyak obat dan racun
adalah inihibitor enzim.

Sifat-sifat katalitik khas dari Enzim :


1. Enzim meningkatkan laju reaksi pada kondisi biasa (fisiologik): tekanan, suhu dan pH. Hal ini
merupakan keadaan yang jarang terjadi pada katalis-katalis lain.
2. Enzim bersifat selective dan spesifitas.
3. Enzim memberikan laju reaksi yang luar biasa dibandingkan dengan katalis biasa.
4. Dapat dipakai secara berulang.

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).
Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat
definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan
anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk
yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana ,
melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh
ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia:


C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai:
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi
umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik
pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang
dihasilkan.
Contoh Fermentasi
Kecap asin (fish sauce) adalah cairan yang diperoleh dari fermentasi ikan dengan garam. Kecap
ikan biasanya digunakan sebagai bumbu untuk memasak, pencelupan seafood, dan makanan
orang Timur, dibuat oleh nelayan sepanjang negara Asean. Nama kecap ikan di negara-negara
Asean juga berbeda (Indonesia : petis; Thailand : nam pla, Filipina : patis; Jepang : shottsuru,
dan Vietnam : nước mắm). Keunikan karakteristik kecap ikan adalah rasanya yang asin dan
berbau ikan. Selama proses fermentasi terjadi hidrolisis jaringan ikan oleh enzim-enzim yang
dihasilkan oleh mikroorganisme. Peran enzim-enzim ini adalah sebagai pemecah ikatan
polipeptida-polipeptida menjadi ikatan yang lebih sederhana. Mikroorganisme yang berkembang
selama fermentasi ikan tidak diketahui sepenuhnya. Walaupun demikian diperkirakan jenis-jenis
bakteri asam laktat seperti Laucosotic mesenterides, Pediococccus cerevisiae dan Lactobacillus
plantarum berkembang. Beberapa jenis khamir juga diperkirakan ikut berkembang dalam
fermentasi.  Pembuatan kecap ikan secara tradisional relatif memerlukan waktu yang panjang.
Mikroorganisme penghasil enzim protease memerlukan waktu adaptasi yang cukup lama untuk
dapat hidup dalam keadaan lingkungan berkadar garam tinggi dan kondisi abnormal lainnya.
Rekayasa penambahan enzim proteolitik sebelum fermentasi dapat mempersingkat waktu
pembuatan kecap ikan. Dalam hal ini tidak diperlukan lagi waktu adaptasi mikroorganisme untuk
menghasilkan enzim yang dapat menghidrolisis protein.

Sumber: http://wongkendal.wordpress.com/2009/12/25/enzim-dan-fermentasi/#more-186