Anda di halaman 1dari 6

c 

Granulasi adalah pembentukan partikel -partikel besar dengan mekanisme pengikatan

tertentu. Dapat juga diartikan, granulasi adalah proses pembuatan ikatan partikel -partikel

kecil membentuk padatan yang lebih besar atau agregat permanen melalui penggumpalan

massa, sehingga dapat dibuat granul yang lebih homogen dari segi kadar, massa jenis,

ukuran serta bentuk partikel. Adapun fungsi granulasi adalah untuk memperbaiki sifat aliran

dan kompressibilitas dari massa cetak tablet, memadatkan b ahan-bahan, menyediakan

campuran seragam yang tidak memisah, mengendalikan kecepatan pelepasan zat aktif,

mengurangi debu, dan memperbaiki penampakan tablet.

Untuk beberapa zat aktif tertentu, proses granulasi dapat dilewati jika zat aktif

memenuhi syarat untuk langsung dikempa. Metode ini disebut kempa langsung.

Metode ini mengurangi lamanya proses pembuatan tablet melalui proses granulasi,

tapi sering timbul beberapa kendala yang disebabkan sifat aktif itu sendiri atau eksipien.

Macam-macam granulasi :

c  
    

Granulasi basah adalah metode yang dilakukan dengan cara membasahi massa tablet

menggunakan larutan pengikat sampai terdapat tingkat kebasahan tertentu, lalu digranulasi.

Metode ini dapat digunakan untuk zat aktif yang sukar larut dalam air atau pelarut yang

digunakan tahan terhadap pemanasan dan kelembaban. Umumnya digunakan untuk zat

aktif yang sulit dicetak karena mempunyai sifat aliran dan kompressibilitas yang jelek. Oleh

karena itu, pada metode ini diper lukan zat, pengikat, penghancur, pengisi, lubrikan dan

eksipien lain.

Keuntungan dan kerugian granulasi basah:

Keuntungan pembuatan tablet dengan metode granulasi basah adalah :

1. Dapat meningkatkan kohesifitas dan kempressibilitas serbuk dengan penambahan

bahan pengikat.

2. Dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang sulit mengalir dan sulit dikompresi.
. Distribusi dan keseragaman kandungan baik bagi zat aktif yang mudah larut dan

dosis kecil.

4. Zat warna dapat lebih homogen karena terlebih dahulu dilarutkan dalam cairan

pengikat.

5. Serbuk dapat ditangani tanpa menghasilkan kontaminasi udara (debu dari serbuk).

6. Mampu mencegah pemisahan komponen campuran selama proses.

7. Dapat memperbaiki kecepatan disolusi zat aktif yang sukar larut serta dapat

menghasilkan kecepa tan pelepasan yang termodifikasi dengan pemilihan bahan

pengikat dan bahan pembawa yang cocok.

Kerugian pembuatan tablet dengan metode granulasi basah adalah :

1. Membutuhkan tempat yang luas, biaya yang tinggi, alat dan waktu yang banyak.

2. Memungkinkan terjadinya kehilangan bahan selama pemindahan ke unit proses

lainnya.

. Kemungkinan terjadinya kontaminasi silang lebih besar.

4. Tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.

Mekanisme pembentukan ikatan yang terjadi pada partikel -partikel pembentuk granul

adalah :

1. Timbulnya Gaya Antar Permukaan atau Gaya Kapiler Selama Pemisahan

Menurut Conway, ada empat keadaan dalam pembentukan granul, yaitu :

a. Pendular

Pada keadaan ini, ruangan antar partikel diisi sebagian oleh zat peng ikat dan

membentuk jembatan cair antara partikel.

b. Funikular
Pada keadaan ini, terjadi kenaikan tegangan permukaan kurang lebih tiga kali tahap

pendular.

c. Kapiler

Pada keadaan ini semua ruangan antar partikel diisi oleh zat pengikat. Karena adan ya

gaya kapiler pada permukaan konkaf antara cairan -cairan di permukaan granul, maka akan

terjadi pembentukan granul.

d. Droplet

Pada tahap ini terjadi penutupan partikel oleh tetesan cairan. Kekuatan ikatan

dipengaruhi oleh gaya permukaan cairan yang d igunakan.

2. Pembentukan Jembatan Padat

Selama pengeringan terbentuk jembatan padat antara partikel -partikel. Jembatan padat

terjadi karena salah satu dari dua mekanisme yaitu jembatan padat merupakan zat pengikat

yang mengeras atau terdiri dari hablur yang terlarut dalam larutan pengikat.

. Adanya Gaya Adhesi dan Kohesi Antar Partikel

Proses terbentuknya granular adalah :

a) Penghalusan

Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan

eksipien. Semakin besar ukuran p artikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel

semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada granul. Tahap ini

dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder.

b) Pencampuran

Tujuan pencampuran in i adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata

dan homogen. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin -

shell, dan blender.


c) Penambahan dan Pencampuran Larutan Pengikat

Penambahan larutan pengikat akan memben tuk massa basah sehingga membutuhkan

alat yang dapat meremas dengan kuat seperti sigma blade mixer dan planetary mixer.

d) Pengayakan

Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan yang disebut

oscilating granulator/fitzmill.

e) Pengeringan

Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan pembasah yang digunakan. Granul

kemudian dikeringkan dalam oven atau fluid bed dryer.

f) Pengayakan

Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang

lebih kecil dari yang sebelumnya.

c  c



Granulasi kering adalah metode yang dilakukan dengan cara membuat granul secara

mekanis tanpa bantuan pengikat basah atau pelarut pengikat. Metode ini digunakan untuk

zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab , serta tidak tahan air atau pelarut yang

digunakan. Metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan :

a. Mesin Slug

Massa serbuk ditekan pada tekanan tinggi sehingga menjadi tablet besar yang tidak

berbentuk, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel

yang diinginkan.

b. Mesin Rol

Massa serbuk diletakkan diantara mesin rol yang dijalankan secara hidrolik untuk

menghasilkan massa rata yang tipis, lalu diayak atau digiling hingga diperoleh granul

dengan ukuran yang diinginkan.


Prinsip Granulasi Kering adalah sebagai berikut :

Prinsip granulasi kering adalah menciptakan ikatan antara partikel -partikel dengan

pemberatan secara mekanik. Ikatan yang mungkin timbul antar partikel -partikel tergantung

dari sifat serbuk serta campuran. Sifat ikatan bermacam -macam, yaitu :

1. Ikatan yang timbul karena jeratan, karena dalam campuran ada serat -serat, misalnya

selulosa.

2. Ikatan yang terjadi karena gaya molekular.

. Gaya pengikat dari pengikat kering.

4. Melalui pancairan yang kemudian me mbeku kembali.

Keuntungan dan kerugian granulasi kering adalah :

Keuntungan pembuatan tablet dengan metode granulasi kering adalah :

1. Memerlukan tahap proses yang lebih sedikit sehingga mengurangi kebutuhan akan

proses validasi.

2. Waktu hancur lebih cepat kar ena tidak diperlukannya larutan pengikat.

. Tidak memerlukan pengeringan sehingga tidak terlalu lama pengerjaannya.

4. Dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang peka terhadap panas dan lembab.

Kerugian pembuatan tablet dengan metode granulasi kering adal ah :

1. Perlu mesin khusus untuk pembuat slug.

2. Tidak dapat mendistribusikan warna dengan homogen.

. Tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak larut.

4. Kemungkinan terjadinya kontaminasi silang lebih cepat.

5. Keseragaman kandungan lebih sulit dicapai.

Proses terbentuknya granular kering adalah :

a) Penghalusan
Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan

eksipien. Semakin besar ukuran partikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel

semakin besar yang dapat me nyebabkan terjadinya pemisahan pada granul. Tahap ini

dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder.

b) Pencampuran

Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata

dan homogen. Tahap ini da pat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin -

shell, dan blender.

c) Slugging

Campuran serbuk ditekan ke dalam cetakan yang besar dan dikompakkan dengan

punch berpermukaan datar, massa yang diperoleh disebut slug.

d) Pengayakan

Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan mesh yang

disebut oscilating granulator/fitzmill.

e) Pengayakan

Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang

lebih kecil dari yang sebelumnya.

Ê
Ê