Anda di halaman 1dari 11

PROTEKSI PADA TRANSFORMATOR DARI GANGGUAN PETIR DENGAN

MENGGUNAKAN ARRESTER PADA TEGANGAN MENENGAH

1. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH

Kemajuan teknologi pengunaan tenaga listrik saat ini sudah semakin maju bukan hanya untuk
penggunaan penerangan saja dan keperluan industri , tetapi sudah sampai pada kebutuhan rumah
tangga yang sekecil- kecilnya . Oleh karena itu suatu system tenaga listrik sangat diharapkan untuk
dapat menyalurkan daya secara terus-menerus ( online) kepada konsumen . Dalam proses
penyaluran tenaga listrik tersebut sering terjadi gangguan internal dan eksternal , itu terjadi karena
jarak antara sumber listrik dan distribusi yang sangat jauh maka sumber harus dihubungkan oleh
system transmisi energy listrik yang disertai dengan system proteksi yang terdiri dari berbagai
komponen yang berfungsi sesuai dengan fungsinya. Faktor yang harus diperhatikan adalah system
transmisi dan distribusi , tegangan , frekuensi yang konstan maupun kesimbangan beban .

Gardu transformator tihang (GTT) merupakan salah satu bagian penting dalam suatu system
distribusi daya listrik. GTT digunakan sebagai tempat peletakan transformator system 20 KV atau
transformator distribusi 20 KV tipe pasangan luar (outdoor) . Trafo tersebut berfungsi sebagai
penurun tegangan ( stepdown transformer ) , yang menurunkan tegangan 20 KV ( tegangan menengah
) menjadi 400/230 V ( tegangan rendah ) . karena trafo terhubung dengan saluran udara 20 KV
dengan kawat telanjang (over head open wire ) dan penempatannya yang ditempat terbuka sehingga
pada trafo dapat terjadi gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir secara langsung atau
sambaran petir tidak langsung ( induksi) . sambaran petir akan menimbulkan tegangan lebih yang
tinggi melebihi kemampuan isolasi trafo hingga menyebabkan kerusakkan isolasi yang fatal . Untuk
mencegah terjaadinya hal tersebut maka setiap pemasangan trafo distribusi 20 KV pada GTT selalu
dilengkapi dengan Lightning Arester.

Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga listrik , maka timbul masalah mengenai penyaluran
daya yang continue kepada konsumen . Dimana penyaluran beban yang dimaksud adalah
kelestarian dari pengadaan tenaga listrik yang tidak terlepas dari kestabilan itu sendiri dalam
penyaluran tenaga listrik bila terjadi gangguan .

Salah satu masalah yang timbul dalam penyaluran daya adalah sambaran petir . Sambaran petir
pada jaringan hantaran udara merupakan suntikkan muatan listrik . Suntikan muatan ini
menimbulkan kenaikan tegangan pada jaringan , sehingga dijaringan terjadi tegangan lebih
berbentuk gelombang impuls dan merambat ke ujung-ujung jaringan
Secara khusus alat prokteksi yang akan dibahas adalah lightning arester , karena alat ini
sangat mendukung kehandalan suatu system penyaluran tenaga listrik , dan untuk menjamin
terlindungnya peralatan lainnya yang ada pada suatu gardu induk .

Oleh sebab itu penulis ingin mempelajari dan memahami prinsip kerja lightning arrester ,
sehingga diangkat judul oleh kelompok kami adalah PROTEKSI PADA TRANSFORMATOR DARI
GANGGUAN PETIR DENGAN MENGGUNAKAN ARESTER PADA TEGANGAN
MENENGAH

B. IDENTIFIKASI

Petir merupakan gejala alam yang sering menganggu system tenaga listrik yang akan menimbulkan
kerusakan terhadap komponen-komponen penyalur listrik dan peralatan listrik serta elektronik.

C. BATASAN

Untuk menghindari adanya kemungkinan , penyimpangan dari pembahasan mengenai makalah ini
maka dibatasi permasalahan yang dibahas dalam makalah ini. Adanya bagian- bagiannya antara lain
:

1. Konstruksi lightning arrester


2. Prinsip kerja lightning arrester
3. Penggunaan linghtning arrester
4. Konstruksi penempatan lightning arrester

D. RUMUSAN MASALAH

Petir bukanlah nama yang asing bagi kita .Sambaran petir merupakan salah satu gangguan
terhadap system tenaga listrik yang dapat merusak system dan beban. Petir terjadi karena tumbukkan
antara awan bermuatan positif dan negative . karena besarnya tegangan yang dihasilkan oleh petir
yaitu kira-kira 100 juta volt dengan kecepatan rambat rata-rata 100-800 km/detik maka dirancanglah
suatu komponen proteksi yang dapat bekerja dengan cepat membumikan tegangan petir tersebut.
Komponen proteksi tersebut disebut dengan lightning arrester .
E. METODOLOGI

Tempat pengumpulan data :PT.PLN (PERSERO) RANTING TEBUNG TINGGI CABANG


PEMATANG SIANTAR

Waktu :05 januari s/d 05 febuari 2010

Sumber :DATA HASIL PKLI DARI JIMMY MELIALA (mahasiswa


unimed jurusan pendidikan teknik elektro stambuk 2006)

F. LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN


a. LANDASAN TEORI

-Proses Terjadinya Petir

Petir adalah gejala alam yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah kapasitor raksasa,yang
lempeng positif atau negative nya adalah awan dan lempeng keduanya adalah bumi yang dianggap
netral.kapasitor tersebut merupakan komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan
energy sesaat.petir terjadi karena adanya perbedaan antara awan dan bumi.

Proses pembentukan muatan pada awan terjadi karena pergerakannya yang teratur dan terus
menerus.selama pergerakannya itu ,awan akan berinteraksi dengan awan lain yang mengakibatkan
terkumpulnya muatan negative pada slah satu sisi atas atau sisi bawah dan muatan positif berkumpul
di sisi sebaliknya .jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar ,akan terjadi
pembuangan muatan negative atau electron dari awan ke bumi atau sebaliknya.hal ini terjadi untuk
mencapai tingkat kesetimbangan .Media yang dilalui oleh elektron tersebut adalah udara sehingga
pada saat elektron menembus batas isolasi udara terjadilah ledakan suara.

Ketika langit berawan,tidak semuanya merupakan awan petir.Hanya jenis awan


kumulonimbus yang menghasilkan petir.Petir lebih sering terjadi pada musim hujan karena udara
mengandung kadar air tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir.adanya
awan yang bermuatan positif dan awan yang bermuatan negative mengakibatkan petir juga bisa
terjadi antara awan yang berbeda muatan.

Seperti kita ketahui,bahwa petir banyak terjadi pada musim penghujan.dan ini merupakan
masalah yang dapat merusak atau menggangu kehidupan manusia dan sekitarnya.Terjadinya petir
diikuti dengan pergerakan muatan elektrik dari awan menuju permukaan bumi.muatan negative pada
awan menjadi penyebab terjadinya petir.jika bongkahan awan bergerak maka permukaan bumi akan
memiliki muatan positif yang sama jumlah nya dengan awan.sebelum terjadinya sambaran petir , kita
akan melihat kilatan garis dan juga cabang cabang kilatannya yang dikenal dengan “step ladder” atau
anak tangga.Cabang cabang kilatan tersebut bergerak menuju bumi dengan kecepatan yang sangat
tinggi.jika satu dari ujung cabaang petir tersebut sangat dekat dengan permukaan bumi ,maka
permukaan bumi timbul arus positif.Jika arus muatan positif dari permukaan bumi bertemu dengan
muatan negative dari ujung cabang petir tadi,maka dengan cepat terjadilah PETIR.

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran.pada sambaran pertama ,muatan
negative mengalir dari awan kepermukaan tanah.ini bukanlah kilatan yang sangat terang.sejumlah
kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama.ketika sambaran
pertama ini mencapai permukaan tanah,sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan
disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama
tersebut langsung menuju awan.

Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter diatas permukaan tanah.arus pendek
terbentuk dititik pertemuan awan dan permukaan tanah tersebut dan hasilnya sebuah arus listrik yang
sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama menuju awan.perbedaan tegangan pada
aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Petir akan memilih objek sambaran yaitu tempat yang tinggi yang bermuatan listrik.dan untuk
menghindari sambaran petir dapat dilakukan dengan usaha menangkap sambaran tersebut.

-Lightning Arester

Lightning arrester sering kita singkat dengan LA atau arrester petir dan juga disebut sebagai
penangkal petir adalah alat pelindung bagi pelaratan system tenaga listrik terhadap tegangan surja
petir . Ia berlaku sebagai jalan pintas ( by- pass) sekitar isolasi . lightinng arrester membentuk
jalan yang mudah dilalui arus kilat atau petir , sehingga tidak timbul tegangan lebih yang tinggi
pada peralatan . Jalan pintas itu harus sedemikian rupa sehingga tidak menggangu arus aliran daya
system 50 Hz . Jadi pada kerja normal lightning arrester itu berlaku sebagai isolator dan bila timbul
surja arrester berlaku sebagai konduktor , jadi melewatkan arus yang tinggi . Setelah surja
hubung hilang , lightning arrester harus dengan cepat sebagai isolator , sehingga pemutusan tenaga
tidak sempat membuka .

Berlainan dengan sela batang , lightning arrester dapat memutuskan arus susulan tanpa
menimbulkan gangguan . inilah salah satu fungsi terpenting dari lightning arrester .
b. SYSTEM KERJA TEORI

TIPE DAN CARA KERJA LIGHTNING ARRESTER

Lightning arrester petir yang dipakai dalam suatu system arus bolak –balik dapat dibagi sebagai
berikut :

1. Lightning arrester tipe ekspulsi


2. Lightning arrester tipe katup
a. Cara kerja lightning arrester tipe ekspulsi

Lightning arrester tipe ekspulsi terdiri dari tabung isolasi yang mempunyai elektroda disetiap
ujung dan lubang pelepasan pada ujung bawah . Panjang tabung sedemikian rupa sehingga percikan
besar terjadi pada sela antara kedua elektroda dalam tabung .

Untuk ranting tegangan yang tinggi kemungkinan dalam tabung tergabung dua buah atau lebih
sela dengan lubang pelepasan pada bagian atas , bawah dan tengah –tengah dari tabung ini
merupakan sela seri yang dipasang antara elektroda dengan kawat penghantar yang mencegah
pemakaian tegangan system yang terus –menerus pada tabung dengan cara demikian kebocoran
korona dan karbonisasi dapat dihindari :

Pelepasan muatan listrik pada sela luar dan berakhir pada lubang dalam (internal bore ) dari
tabung pencegah sambaran petir pada isolasi paralel dari penghantar .

Daya dari arus susulan membantu tekanan menjadi tinggi di dalam lubang tabung (tube bore)
yang menimbulkan asap tabung akan memutuskan arus hubung singkat setengah cycle pertama
dan kedua .
b. Cara kerja lightining arrester tipe katup
Lightning arrester katup terdiri dari dua elemen yaitu sela seri dan sela seri elemen katup
(valve element ) , elemen katup merupakan sebuah tahanan yang tidak linear , tahanan ini
mempunyai sifat khusus yaitu tahanan berubah dengan berubahnya arus dan proses
perubahan ini berlangsung cepat .
Bila sebuah surja sampai pada kawat saluran tegangan menengah dan dilewatkan sela seri ,
tahanan elemen katup berubah turun dengan cepat , sehingga tegangan turun dibatasi meskipun
arusnya besar .
Bila tegangan itu telah habis dan tinggal tegangan normal (frekuensi 50 hz) tahanannya naik
lagi sehingga arus susulan (follow current) dibatasi dan akhirnya dimatikan pada saat tegangan
mencapau nol .

Gambar lightning arrester tipe katup


c. PENEMPATAN LIGHTNING ARESTER PADA GARDU TIANG PORTAL

d. PERALATAN

Gardu Tiang Trafo(GTT) berlokasi dekat dengan konsumen, trafo dipasang pada tiang
listrik dan menyatu dengan jaringan listrik. Untuk mengamankan trafo dan sistemnya, GTT
dilengkapi dengan unit-unit pengaman yang ditempatkan pada Perangkat Hubung Bagi
Tegangan Rendah (PHB-TR) khususnya sistem pada PLN Distribusi Jatim. Trafo daya step
down berfungsi untuk menurunkan dari tegangan menengah 20kV ke tegangan rendah
380/200 V(referensi tegangan trafo 400/231 V).
Untuk lokasi Gardu Distribusi khususnya tipe Gardu Trafo (GTT) berdekatan langsung
dengan daerah pelayanan konsumen, selanjutnya GTT disalurkan ke konsumen melewati
jurusan-jurusan, dan untuk setiap unit GTT disalurkan empat jurusan.

Jaringan Tegangan Menengah (JTM) atau Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)
20kV. Karena tegangan masih tinggi belum dapat digunakan untuk mencatu beban secara
langsung, kecuali pada beban yang didesain khusus. Ditribusi primer merupakan saluran yang
akan mensuplay ke Gardu Tiang Trafo(GTT), unit peralatan yang termasuk sisi primer, sbb:

 Saluran sambungan (jamper) dari SUTM ke unit trafo (Primer Trafo)


 Cut Out (CO)
 Ligthning Arrester (LA)
 Saluran masukan

1. Saluran Sambungan dari SUTM ke Unit Trafo

Besar arus sambungan SUTM menuju ke saluran trafo distribusi sisi primer dihitung
berdasarkan besar kapasitas daya trafo terpasang.
Gambar single line GTT

1. Cut Out

Cut Out berfungsi untuk opersai dan sebagai unit trafo, cara kerjanya sebagai berikut:

 Membuka  dan menutup saluran ke GTT, untuk mengoperasikan harus memakai


tongkat khusus (stick) dan prinsip kerjanya seperti sakelar
 CO sebagai pengamanan trafo atau GTT, karena unit CO dilengkapi dengan Fuse
Link dan akan bekerja atau putus apabila dilewatioleh arus listrik yang lebih besar
dari kapasitasnya
 Proses putusnya Fuse Link, bias disebabkan karena:
o SUTM terkena surja petir dan merambat pada saluran masukan GTT.
o Pada saat ada gangguan hubung singkat pada saluran ke trafo atau pada unit
trafonya.
o Saluran pengahantar dari SUTM ke CO memakai kabel jenis NYAF.

Besar kapasitas CO tergantung dari besar Fuse Link, dan besar Fuse Link harus disesuaikan
dengan daya trafo, dan berfungsi sebagai pengaman(seperti pada fuse atau sekering). Apabila
terjadi gangguan pada unit trafo maka fuse link akan putus, dan bisa diganti. Besar fuse link
dari PLN adalah 3, 6, 10 A., karena disuaikan dengan besar kapasitas Trafo Distribusi milik
PLN.

1. Lightning Arrester

Lightning Arrester (LA) digunakan untuk pengamanan SUTM terhadap gangguan tegangan
lebih surja petir, system pemasangan LA, sbb:

 LA dipasang antara SUTM dan CO

Apabila SUTM terkena gangguan surja petir, maka arus gangguan akan diamankan LA dan
selanjutnya disalurkan ketanah.
 LA dipasang setelah CO

Apabila SUTM tersambar surja petir, maka arus gangguan akan diamankan CO lebih dahulu
dan arus sisa gangguan akan diamankan lebih lanjut oleh LA.

1. PHB-TR

Perlengkapan Hubung Bagi jaringan distribusi tegangan rendah, PUIL mensyaratkan sebagai
berikut:

 Pada jaringan distribusi tegangan rendah, PHB-TR berfungsi sebagai titik


pencabangan jaringan dan sambungan pelayanan.
 Instalasi PHB-TR pasangan luar dan pasangan dalam harus memenuhi persyaratan
keamanan dan keselamatan lingkungan, persyaratan teknis elektris dan mekanis, serta
harus dilindungi dari kemungkinan kerusakan mekanis.
 Pada setiap unit PHB-TR harus mempunyai peralatan minimal;
o Satu sakelar  masuk sirkit masuk
o Satu proteksi arus pada sirkit keluar atau kombinasi proteksi dan sakelar
(MCB atau MCCB).
o Arus minimal sakelar masuk minimal sama besar dengan arus nominal
penghantar masuk atau arus maksimal beban penuh.
o Besar arus yang mengalir pada rel harus diperhitungkan sesuai kemampuan
rel, temperature ruang dan kerja tidak boleh melebihi 65 oC.
o Pemasangan rel telanjang harus sedemikian rupa sehingga memenuhi
persyaratan jarak 5 cm + 2/3 kV dari system tegangan nominal.

PHB-TR adalah suatu perlengkapan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung
dan melindungi, serta membagi tenaga dari sumber tenaga listrik ke suatu beban atau
pemakai.

Untuk instrument ukur indicator dan terminasi, PHB-TR diisyaratkan sebagai berikut:

 Harus dipasang paling sedikit instrument indikator dengan warna yang sesuai.
 Panel PHB-TR utama pada gardu distribusi (GTT) harus dipasang instrument ukur
minimal Volt meter dan Ampere meter.
 Instrument indicator harus disambung pada sirkit masuk sebelum saklar masuk.
 Sambungan sirikit pada PHB harus memakai sepatu kabel yang sesuai dengan jenis
metalnya dan ukuran penghantar serta harus dijepit/dipress pada penghantar, KHA
terminal sepatu kanel harus minimum sama dengan kemampuan sakelar dari sirikit
yang bersangkutan rangkaian.
 Pemegang kabel harus dapat memikul gaya berat, gaya tekan dan gaya tarik, sehingga
gaya tersebut tidak akan langsung dipikul oleh gawai listrik lain.
G. KESIMPULAN
a. Arrester merupakan suatu alat proteksi bagi peralatan listrik terhadap tegangan lebih yang
disebabkan oleh surja petir . Arrester bersifat sebagai by-pass disekitar isolasi
membentuk jalan dan mudah dialiri arus kilat ke system pentanahan .
b. Pada prinsipnya karakteristik arrester dalam keadaan normal berlaku sebagai isolator bila
timbul tegangan surja arrester bersifat konduktor yang tahanannya sangat rendah .
c. Arrester terdiri dari arrester Jenis ekspulsi sdan arrester jenis katup .
d. Pemasangan pada transformator distribusi dipasang sedekat mungkin dengan
transformator .