P. 1
Bab 2 Dasar Perhitungan Cadangan Unhas

Bab 2 Dasar Perhitungan Cadangan Unhas

|Views: 869|Likes:
Dipublikasikan oleh ibalintang

More info:

Published by: ibalintang on May 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

DIKLAT PERHITUNGAN CADANGAN

Oleh : 1 Andi Ilham Samanlangi

Diklat Perhitungan Cadangan

2008

PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN DAN DEFENISI  Sumberdaya (resources);  Akukumulasi longgokaan zat padat, cair atau gas yang terdapat dialam, mengandung satu jenis atau lebih komoditas, yang diharapkan diperoleh nyata dan bernilai ekonomis.  Sumberdaya teridentifikasi (identified resourse).  Endapan, mineral, diketahui nyata, baik jenis, bentuk, kedudukan atau kuantitas dan kualitasnya. Dasarnya, petunjuk geologi, pengambilan contoh dan pengukuran teknis bermotoda.  Sumberdaya tak teridentifikasi (undiscovered resources)  Zona endapan mineral yang belum diketahui secara nyata, baik bentuk, kedudukan maupun kuantitas dan kualitasnya. Terbentuknya endapan mineral hanya diperkirakan berdasarkan teori-teori geologi secara garis besar.  Sumberdaya teridentifikasi sub ekonomi (identified sub economic resourse)  Sumberdaya (bukan cadangan) yang dapat menjadi cadangan dengan perubahan ekonomi, harga, teknologi serta tidak bertentangan dengan ketentuan hukum/ kebijaksanaan saat itu  Cadangan (reserves)  Bagian dari sumberdaya teridentifkasi dari suatu komoditas mineral yang ekonomis dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan kebijaksanaan pada saat itu.  Cadangan terunjuk (demonstrated)  Sumberdaya teridentifikasi, tonase dan kadarnya diketahui darii pengukuran nyata, pengamvbilan contoh, data produksi terperinci dan proyeksi data geologi. Dibagi 2 yaitu cadanga terukur (measured) dan cangangan teridentifikasi (indicated).  Cadanga terukur (measured)  Cadangan yang kuantitasnya dihitung berdasarkan hasil pengukuran nyata. Pengukuran singkapan, paritan, terowongan dan pemboran.

Universitas Veteran R.I Makassar

Page | 2

Universitas Veteran R. Begitu juga kelanjutan longgokan (akumulasi) mineral serta batas-batas endapan tersebut. Titik-titik pengambilan contoh dan pengukurannya rtelatif tidak begitu dekat sehingga struktur. ketebalan. apabila keadaan harga komoditas tersebut pada tingkat yang menguntungkan. atau karena kemajuan teknologi sehingga mengakibatkan penekanan biaya penambangan dan pengolahannya. kedudukan dan kelanjutan dari longgokan sertabatas-batasnya dapan ditentukan dengan tepat. Sebagian lainnya berdasarkan proyeksi keadaan geologi setempat dengan jarak tertentu. baik kuantitas maupun kualitasnya dibatasi tidak lebih dari 20%  Cadangan terindentifkasi (indicated)  Cadanga atau sumberdaya mineral. jenis. Begitu juga struktru. pengukuran relative dekat dan terperinci sehingga model geolohi endapan minerala tersebut dapat diketaui dengamn jelas. tonase dan kadarnya sebagian berdasarkan perhitungan dari pengambilan contoh atau dari data produksi.  Sub marginal  Sumberdaya ekonomi yang dapat bernilai ekonomi/menguntungkan. Kadar diperhitungkan berdasarkan beberapa titik pengambilan contoh dan hasil pengukuran. komposisi. kedudukan dan kelanjutan dari longgokan akumulasi mineral serta batas-batasny belum dapat ditentukan secara tepat  Cadanga tereka (inferred)  Cadangan atau sumberdaya mineral yang diperhitungkan kualitasnya berdasarkan pengetahuan keadaan gologi.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 Kadar dari hasil pengambilan contoh yang berpola jarak titik-titik pengambilan contoh.I Makassar Page | 3 .ketebalan. Tidak menguntungkan saat ini oleh ketentuan hukum dan kebijakan pemerintah yangn tidak mengijinkan pengelolaannya. kadar. kadar. tetapi sebagian besar berdasarkan kesamaan cirri subzona goelogi endapan.  Para marginal  Sumberdaya mineral sub ekonomi yang berbatasan langsung dengan cadangan yahg bernilai ekonomi menguntungkan. Kesalahan perhitungan.

 Sumberdaya spekulatif (speculatife resources)  Sumberdaya tak teridentifikasi. Kemudian (1912) menjadi endapan mineral yang dibagi beberapa blok. haya diperkirakan menjadi sumberdaya. B. masih mungkin ditemukan pada zona geologi dari sumberdaya yang telah diketahui. London.  Cadangan boleh jadi (probable)  Apabila endapan mineral tersebut dibatasi oleh 2 atau 1 sisi pengambiilan contoh dan perluasannya berdasarkan unsur-unsur yang dapat diperkirakan. 1902).  Cadangan terduga (possible)  Dikategorikan berdasarkan beberapa asumsi terdapatnya endapan mineral. dengan baik tanpa Universitas Veteran R. mineral diharapkan teridentifkasi.  Klasifikasi cadangan di Rusia Berdasarkan prosentase kesalahan yantg diijinkan . Semula (1902) adalah endapan mineral yang dieksplorasi denga pengambilan contoh 2. menjadi Sebagian 2008 zona besar endapan berdasarkan keadaan geologi umum. Cadangannya adapat diperkirakan tahap konstruksi.I Makassar Page | 4 . blok dibatasi 3 atau 4 sisi pengambilan contoh. meliputi :  Cadangan terukur (proved)  Disebut ” positives” dan ”visble”. 3 atau 4 sisi blok tambang.  Klasifikasi cadangan di inggris (institution of mineng and methallurgy. Sumberdaya ini belum diiketahui jenis dan sifatnya. Dapat menjadi sumberdaya teridentifikasi dengan eksplorasi lanjutan.Diklat Perhitungan Cadangan  Sumberdaya hipotetik (hypothetical resourse)  Sumberdaya pengambangan tak teridentifikasi. KLASIFIKASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN Klasifikasi sumberdaya dan cadangan diberbagai negara berbeda-beda tetapi yangn dikenal secara luas adalah . Dapat menjadi sumberdaya teridentifikasi dengan eksplorasi lanjutan.

pengambilan contoh dan data produksi. Kesalahan yang diperbolehkan tidak lebih dari 20%  Bijih terindikasi (indicated ore)  Tonase dan kadar dihitung sebagian berdasarkan pengukuran secara sfesifik. Kadar dihitung berdasarkan pengambilan contoh secara detil.  Bijih tereka (invered ore)  Tonase dan kadar dihitung berdasarkan perkiraan dan pengetahuan tentang karakteristik geologi secara umum. B C-1 C-2 = 15-20% = 20-30% = 30-50% = 60-90% 2008  Klasifikasi cadangan di America (USBM dan USGS). ukuran bentuk dan mineral). Pertimbangan geologi dan ekonomi. sebagian kecil dari pengambilan contoh/ hasil pengukuran. Kondisi geologi juga diperhitungkan (struktur. dan wawasannya luas tentang klasifikasi cadangan Dasar klasifikasi cadangan yang usulan oleh Mc Kelvey adalah :  kenaikan tingkat keyakinan geologi  Kenaikan tingkat pelaksanaan ekonomi Universitas Veteran R. karena : Dianggap paling detil.I Makassar Page | 5 . parit. lainnya dengan jarak proyeksi data geologi.Diklat Perhitungan Cadangan Untuk kategori : A. penelitian dan lubang bor.  Bijih terukur (measure ore)  Tonaase dihitung berdasarkan dimensi singkapan.  Klasifikasi cadangan Mc Kelvey (1973) Indonesia mengeterapkan klasifikasi cadangan Mc Kelvey.

Pemetaan  Tidak mutlak dilaksanakan. kondisi dan keadaan lapngan. lereng awal. Observasi lapangan  Gambaran praktis. Masukkan dalam kantong. 2. pengambilan data geografi dan demografi. pada dasarnya memiliki kesamaan sehingga dapat dibandingkan. 5. sesuaikan dengan metodanya 4. 1. Pengambilan data geologi  Melalui studi literatur. bentang alam.I Makassar Page | 6 . jika telah tersedia peta maka hanya ploting 3. float/bt. RUANG LINGKUP PERHITUNGAN CADANGAN  Kegiatan lapangan untuk memperolah data guna perhitungan cadangan . Pengecekan lapangan terutama bentang alamnya. untuk mengetahui topografi. uji lab dan analisis  Ruang Lingkup Pekerjaan Perhitungan Cadangan adalah :  Menentukan cadangan raw material (satuan berat/volume)  Menentukan cadangan endapan mineral/logam (berat)  Menentukan klasifikasi cadangan Universitas Veteran R. Perbandingan kategori dalam klasifikasi cadangan seperti tabel berikut ini Inggris Proved Probable Possible America & Mc Kelvey Measured Indicated Inferred Rusia A B dan C-1 C-2 C.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 Ke empat klasifikasai cadangan tersebut diatas. Pengolahan data  Di lapangan (pengecekan mudah) atau dikirim kekantor termasuk pekerjaan studio. Pengambilan contoh  Berupa : air tana ebdapan tumbuhan udara.

Diklat Perhitungan Cadangan 2008 D. data geologi semakin luas)  Pengembangan inventarisasi bahan galian semakin detil pengembangan matematik (cubic spline)  Pengembangan pengetahuan statik (geosatistik)  Teknologi .  Perkembangan teknologi geo fisika  Perkembangan teknologi kamera  Perkembangan teknologi ”sacnniong electrical microscope”  Perkembangan teknologi pemboran inti  Perkembangan teknologi informatika Universitas Veteran R.  Pengetahuan geologi (teori. PERKEMBANGAN PERHITUNGAN CADANGAN Perkembangan perhitungan sumberdaya dan cadangan sangat dipengaruhi oleh pengembangan pengetahuan dan teknologi  Pengetahuan .I Makassar Page | 7 .

air.I Makassar Page | 8 . Orientasi Jumlah pengambilan contoh 3. angka/jumlah pengambilan individu massa 2.mekanis) dan biaya. Proses pengambilan sejumlah kecil dari produksi populasi (gas. Sifat Fisik 4. gas proses kimia pengujian akhir conto B. tergantung sifat fisiknya . batuan. peralatan. Proses fisik b. Empat komponen utama pengambilan conto (spero carray) : 1.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 DASAR-DASAR PERHITUNGAN CADANGAN A. PENENTUAN DAERAH PENGARUH Berlaku untuk : Conto material Tanah Batuan Tidak untuk : Contoh air Gas Dan tanamam Universitas Veteran R. ada tyidaknya endapan bahan galian (prospeksi). tanah. Tujuan . lokasi. tumbuhan) mewakili sifat fisik dan kimia. Komponen geologi . preparasi. tenaga (manual. PENGAMBILAN CONTO Defenisi . bentuk. komponen statistik . cair padata. metoda : sifat populasi. alat. kadar dan kedududkqan (eksplorasi) perhitungan cadangan Metoda . Komponen kimia : : mata bor. Komponen fisik : a.

pedoman pembagi garis tegak lurus yang memnbagi dua dengan jarak yang sama antara dua titik terdekat.I Makassar Page | 9 . b. Pedoman membagi dua sudut dan disebut juga pedoman gravitasi Daerah pengaruh titik pemgambilan conto Universitas Veteran R.Diklat Perhitungan Cadangan Pedoman untuk menentukan batas daerah pengaruh : 2008 a.

I Makassar Page | 10 .Diklat Perhitungan Cadangan 2008 Universitas Veteran R.

Diklat Perhitungan Cadangan 2008 C.  Hubungan antara ketebalan sesungguhnya dan kedalaman vertikal maupun kedalaman horizontal digambarkan seperti gambar dan persamaan berikut ini Ttr = th sin ß = tv cos ß Universitas Veteran R. lebar dan pengamatan kadar serta faktor tonase.  Unsur utama pwerhitungan cadangan adalah ketebalan.  Bentuk TEBAL SEMU DAN TEBAL SEBENARNYA geometri endapan mineral sangat diperlukan. Kedalaman atau ketebalan sesungguhnya dalah jarak miring pada bidang dengan kemiringan (DIP) endapan mineral tersebut.interpretasi dan melakukan perhitungan-prhitungan.  Asumsi penggambaran tiga dimensi : pada sketsa horisontal yang tergambar adalah kedalaman vertikal sedangkan pada sketsa vertikal yang terganbar adalah kadalaman horizontal.I Makassar Page | 11 . Untuk asumsi. panjang.

cos Ө + cotan ß . sin Ө ) Tv = tap cos Ө ( cos ά . cos Ө + cos ß . Gambar B. tan ß + tan Ө ) Universitas Veteran R. kedaan sederhana untuk ά = 0o. cos Ө ( cos ά . sin ß . tan ß + tan Ө ) Ttr = tap ( cos ά .I Makassar Page | 12 . Untuk mendapatkan ketebalan sesungguhnya harus dikoreksi secara grafis atau secara trigonimetri atau diagram atau tabel.persamaannya: Ttr = tap sin (ß + Ө) Sin (ß + Ө) tth = tap Sin ß Sin (ß + Ө) tv = tap cos ß ά = sudut antar bidang sdip dan bidang arah lubang ß = dip dari endapan mineral Ө = sudut silang dari endapan mineral pada bidang true dip tap = ketebala semu ttr = ketebalan sesungguhnya th = ketebalan horisontal tv = ketebalan vertikal Umumnya terjadi penyilangan endapan mineral dengan sudut yang rerlatif runcing pad strike dan dip. Seperti pada gambar c sehingga ketebalan dihitung dengan persamaan : Ttr = tap cos ß . karena diukur miring terhadap strike sesungguhnya dan dip sesungguhnya dari endapan mineral.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 Ketebalan yang diukur dari pemboran adalah ketenalan semu. sin ά) Th = tap ( cos ά .

belaketupat dan trapesium. 2.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 D. 1. Pengukuran dengan planimeter. segi empat.I Makassar Page | 13 . kalikan dengan skala setiap satu unit luasnya. PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN LUAS Dihitung secara geometri atau diukur langsung pada peta. Berulang-ulang minimal dua kali. Pengukuran dengan Pemplate Menggunakan pola segi empat. Jumlah semua segi empat/titik/ garis sejajar pada endapan mineral. Perhitungan geometri dengan membagi luasan kebentuk sederhana. Pengukuran dipeta dengan peralatan planimeter dan template. titik dan garis-garis sejajar. maka nilai rata-rata dibenarkan. Universitas Veteran R. Jika selisih pembacaan pertama dan kedua lebih kecil 2%.

Perhitungan geometri Luas endapan mineral dibagi dalam beberapa bentuk geometri segi tiga. bela ketupat atau travesium jumlahkan dan kalikan dengan skala. segi empat.I Makassar Page | 14 .Diklat Perhitungan Cadangan 2008 3. Universitas Veteran R.

.. dibentuk oleh beberapa bentuk trapesium dan secara berurutan sebagai berikut : (A1 + A2) h Luas = Universitas Veteran R.. Rumus tarpeziodal luas daerah yang akan dihitung.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 4....... Penjumlahan beberapa luasan seragam Beberapa luasan yang bentuknya dapat diseragamkam dapat dihitung luasnya dengan menggunakan rumus : a...... Page | 15 .I Makassar (A2 + A3) h + (A3 + A4) h + + .

Rumus simpson Rumus ini mengasumsikan bahwa batas-batas dari 2 2 2008 setiap penampang diwakili oleh lengkung parabolic yang melewati titik yang berurutan Luas = 1/3 h (A1 + 2Σ Aganjil + 4 Σ Agenap + A2) c...... Metoda ambil dan buang Universitas Veteran R..... Rumus gabungan trapesiodal dan simpson (A1+An) Las = h [ 2 + A2 + A3 + A4 + . + An-1] d..Diklat Perhitungan Cadangan 2 b...I Makassar Page | 16 ...

I Makassar Page | 17 . Variasinya bergantung pada bentuk dan metoda perhitungan cadangan. Cara Sederhana Cara sederhana dalam perhitungan volume adalah :  Perkalian panjang .Diklat Perhitungan Cadangan 2008 PERHITUNGAN VOLUME Prinsipnya perkalian panjang . lebar dan ketebalan. lebar dan tebal  Perkalian luas dan ketebalan  Perkalian luas dan jarak antara penampan BALOK KERUCUT Universitas Veteran R.

Ln = luas atau luas penampang ke 1.I Makassar Page | 18 .n t = tebal/tinggi jarak antar penampang r = jari-jari lingkaran Bentuk-bentuk geometri sederhan adalam perhitungan volume.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 V= lxpxl SILINDER V=1/3txL SETENGAH BOLA V= t x l V= 4/6π r3 Keterangan: V = volume L1. L2…. 2…. Universitas Veteran R.

+ An ) t/2 4. = t/3 ( L1 + 2L2 + √L1+L2) Rumus Prismoidal Pada endapan yang menyempit / mengembang. L1 V = t 3 Rumus Baji ( Wedge ) Apabila salah satu penampang dianggap garis.terletak pada perbedaan luas L1dan L2. V = t / 6 ( L1 + 4Lm + L2 ) Universitas Veteran R. V = ( L1 + 2L2 + 2L3 + 2L4 +………. Rumus Kerucut ( Cone ) Apibila salah satu penampangnya dianggap titik (nol).5 L2. Jika luas alasnya lingkaran maka menyerupai bentuk kerucut.Diklat Perhitungan Cadangan 2. menyerupai bentuk silindris.L3 dan Ln dengan perbedaannya hampir sama. V 7. perbedaannya dengan silindris. L2. (L1 + L2) V = t 2 Rumus Gabungan Penampang Rumus Dua Penampang ( End Area ) 2008 Apabila L1 dan L2 relatif sama jika luasnya berbentuk lingkaran maka akan Untuk beberapa penampang L1. sehingga dapat dikatakan bentuknya membaji. yaiu L1= < 0.I Makassar Page | 19 . L1 V = t 2 Rumus Frustum Seperti kerucut terpancung. Lm adalah luas rata-rata penampang tambahan kontruksi dalam.

Tebal (t) (t1 x k1) + (t2 x k2) + (t3 x k3) +……+ (tn x kn) Cav = t1 + t2 + t3 +……. Pembobotan satu dimensi Contoh pada test pit.I Makassar Page | 20 .+ tn Universitas Veteran R. 1. core sampling dan channel sampling.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 F..Perataan kadar dengan cara rata – rata biasa dan pembobotan. Rata-rata biasa K1 + k2 + k3 + k4 +……. a. Satu dimensi beda dua dimensi lainnya dianggap sama. PERATAAN DAN PEMBOBOTAN KADAR Kadar suatu titik conto diasumsikan mewakili suatu luasan..+ kn Cav = n 2.

+(pn x kn) Cav = P1 + p2 + p3+………+pn 3. Lebar (l) (l1 x k1) + (l2 x k2) + (l3 x k3) + …. Panjang (p) dan Tebal (t) (p1 x t1 x k1) + (p2 x t2 x k2) +…+ (pn x tn x kn) Cav = (p1 x t1) + (p2 x t2) +…………+ (pn x tn) c Luas (A) (A1 x k1) + (A2 x k2) + (A3 x k3) +…+ (An x kn) Cav = A1 + A2 + A3 +………+ An 4.+ (ln x k2) Cav = li + l2 + l3 +………. Panjang (p) (p1 x k1) + (p2 x k2) + (p3 x k3) +…. Pembobotan Tiga Dimensi a. Pembobotan Berat (b) Universitas Veteran R. Volume dalam satuan liter (lt) (lt1 x k1) + (lt2 x k2) + (lt3 x k3) + ……+ (ltn x k2) Cav = Lt1 + lt2 + lt3 +………………+ ltn 5.Diklat Perhitungan Cadangan 2008 b. Pembobotan dua dimensi a.+ (ln x tn) b.+ ln c. Volume dalam satuan cm3 atau m3 (V) (V1 x k) + (V2 x k2) + (V3 x k3) +………+ (Vn x kn) Cav = V1 + V2 + V3 +…………………+ Vn b.I Makassar Page | 21 . Lebar (l) dan tebal (t) (l1 x t1 x k1) + (l2 x t2 x k2) + (l3 x t3 x k3) +…+(ln x tn x kn) Cav = (l1 x t1) + (l2 x t2) +…….

Vc + s. Vs Cav = Universitas Veteran R.Ws Cav= Vt Wt 2008 Vc = Volume core Vs = Volume sludge Berdasarkan volume: c. Pembobotan Pada Core dan Sludge Jika : c s = Kadar core = Kadar sludge Vt = Volume total atau Vc + Vs Wc = Berat core Ws = Berat sludge W = Berat total atau Wc + Ws Berdasarkan berat: c.Diklat Perhitungan Cadangan (b1xk1) + ( b2xk2) + (b3xk3) +………+ (bnxkn) Cav = b1 + b2 + b3 + ……………+ bn 6.I Makassar Page | 22 .Wc + s.

jumlah conto dan “support” Untuk invertarisasi/percadangan suatu prospek maka tidak perlu menggunakan prosedur yang rumit dan waktu lama. Tahapan eksplorasi:  Eksplorasi pendahuluan  Eksplorasi detil  Eksplorasi lanju 3. geologi dan tahap eksplorasi. Untuk konstruksi atau perancangan tambang diperlukan akurasi perhitungan cadangan yang tinggi.  Pertimbangan penentuan metoda perhitungan cadangan: 1.I Makassar Page | 23 .Diklat Perhitungan Cadangan 2008 PENENTUAN METODE DAN PROSEDUR PERHITUNGAN CADANGAN A. Perhitungan cadangan pada tahap eksplorasi pendahuluan berbeda dengan tahap eksplorasi detil dan eksplorasi lanjut. Tujuan perhitungan:  Untuk invertarisasi  Untuk konstruksi  Untuk penambangan 2. Prinsipnya:    pilih metoda yang sederhana mudah dilaksanakan ketelitian sesuai tujuan. Berbeda metoda eksplorasi dan tingkat kepercayaan data (jarak pengambilan conto. Metoda eksplorasi: Universitas Veteran R. PENENTUAN METODE PERHITUNGAN CADANGAN Sampai sekarang tidak ada ketentuan yang pasti. sehingga prosedurnya lebih rumit dan memerlukan waktu yang lama.

Distribusi kadar komplrks 6.I Makassar Page | 24 .  Besarnya cadangan dinyatakan Universitas Veteran R. Data yang diperoleh:  Pola pengambilan conto (teratur atau tidak teratur)  Jarak pengambilan conto satu dengan yang lainnya  Dentitas pengamatan  Jumlah dan Berat conto  Support (titik. PROSEDUR PERHITUNGAN CADANGAN Dimulai dari data eksplorasi yang telah terkumpul sampai akhirnya dapat diketahui besarnya cadangan. volume) 8.Diklat Perhitungan Cadangan  Cara tidak langsung  Cara Langsung 4. panjang. Klasifikasi bahan galian:  Geometri sederhana  Distribusi kadar sederhana  Distribusi kadar kompleks  Geometri kompleks. Waktu dan biaya yang tersedia B.  Geometris kmpleks. Distribusi kadar sederhana. Jenis bahan galian:  Mineral bijih  Mineral non bijih 5. Pengamatan geologi: 2008  Jenis bahan galian (mineral bijih atau mineral non bijih)  Letak endapan mineral  Bentuk endapan mineral  Ukuran endapan mineral 7.

Ploting data eksplorasi ke peta penyebaran endapan mineral 3. Pemilihan metoda perhitungan cadangan 4. Analisis data eksplorasi  Penilaian informasi geologi  Penilaian data eksplorasi  Metoda pengambilan conto  Penggambaran endapan mineral  Letak  Ukuran  Bentuk  Penyebaran kadar 2. Penentuan dan perhitungan parameter cadangan  Kedalaman  Ketebalan  Luas  Kadar : Lapisan tanah penutup Endapan mineral : Lapisan tanah penutup Endap an mineral : Daerah pengaruh tiap titik/poligon Daerah penyebarab endapan 2008 : Mineral berharga/bijh dalam row material Metal/logam dalam mineral berharga/bijih Metal/logam dalam row material  Volume  Tonage factor  Berat : Berat raw material Berat mineral berharga/bijih Berat metal Universitas Veteran R.Diklat Perhitungan Cadangan  Volume dan berat raw material  Volume dan berat mineral berharga/biji  Volume dan berat metal  Secara umum prosedurnya meliputi : 1.I Makassar Page | 25 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->