Dikerjakakan oleh: Kevin Wijaya (XI-IPA2 / 13) Reyner Ricardo (XI-IPA2 / 20

)

Pendahuluan Gangguan pada Sistem Gerak Tulang Otot .

Manusia membutuhkan rangka dan otot untuk dapat bergerak. rangka disebut alat gerak pasif dan otot alat gerak aktif. Rangka tidak dapat bergerak sendiri tanpa digerakkan otot. Fungsi rangka: ‡ Formasi bentuk tubuh ‡ Formasi sendi-sendi ‡ Tempat melekatnya otot ‡ Bekerja sbg. Pengungkit ‡ Penyokong berat badan ‡ Proteksi organ-organ tubuh ‡ Hemopoesis ‡ Fungsi imunologis ‡ Penyimpanan kalsium . Karena itu.

& serat. Osteosit: sel2 tulang dewasa. elastis. ‡ ‡ ‡ 1. Sbg penyusun sistem rangka.TULANG RAWAN (KARTILAGO) ‡ ‡ Bersifat lentur Pada anak: banyak mengandung sel. Dibentuk o/ selaput tulang rawan (perikondrium) yang mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas). Dewasa: banyak mengandung matriks. 3 Jenis: tulang rawan hialin. Osteoprogenerator 4. 3. TULANG (OSTEON) Bersifat keras. Bagian2 tulang rawan: Osteblas: sel tulang muda yg membentuk osteosit. Osteoklas ‡ ‡ . 2.

Kelak berupa senyawa fosfor dan kapur 8. Bagian dalam terisi osteoblas 4. Terbentuk sel tulang dari dalam ke luar 5. . Sekeliling sel tulang terbentuk protein matriks tulang 7. Matriks tulang keras. Tulang rawan (kartilago) 3. Terbentuk sistem Havers 6.Proses OSIFIKASI: 1. Sel mesenkim 2.

.

Hubungan Antar Tulang . memungkinkan sedikit gerakan. AMFIARTROSIS ‡ Sendi yang dihubungkan oleh kartilago. ‡ Tipe: (1) Suture (2) Sinkondrosis. disebut sendi.Artikulasi SINARTROSIS ‡ Hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi. . DIARTROSIS ‡ Hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakan.

Sistem Rangka Rangka aksial Tulang tengkorak Tulang dada Tulang rusuk Tulang belakang .

Tulang Tengkorak Manusia Tulang Belakang Manusia .

.

.

.

Fleksor (membengkokkan) ‡ Abduktor (menjauhi badan) Adduktor (mendekati badan) ‡ Depresor (ke bawah) .Elevator (ke atas) ‡ Supinator (menengadah) pronator (menelungkup) Sinergis Pronator teres . Ekstensibilitas Kemampuan otot untuk memanjang.Pronator kuadatrus. Elastisitas Kemampuan otot untuk kembali ke ukuran semula. ‡ ‡ Antagonis ‡ Ekstensor (meluruskan) .3 Karakter Otot Sifat Kerja Otot ‡ Kontraksibilitas Kemampuan otot untuk memendek. .

tidak mudah lelah Otot Lurik ‡ ‡ Bergerak menurut kehendak Cepat bereaksi terhadap rangsangan Otot Jantung ‡ ‡ ‡ Tidak bergerak menurut kehendak Tidak mudah lelah Cepat bereaksi terhadap rangsangan .Jenis Otot Otot Polos ‡ ‡ Tidak bergerak menurut kehendak Mampu berkontraksi dalam waktu lama.

Anatomi Otot .

pada saat inilah terjadi relaksasi. sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu kontraksi. Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP.Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan difraksi sinar X. filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan silang. . Pada waktu kontraksi. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A (pita gelap). Kemudian siklus tadi berulang lagi.. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan. Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments. Kontraksi ini memerlukan energi. Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin. dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi.

Kelainan & Gangguan pada Tulang Rakhitis Tulang yang mengalami osteoporosis Skoliosis Fraktura Kifosis Lordosis .

Hipertrofi Otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat.Kelainan & Gangguan pada Otot Atrofi Penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan berkontraksi. . Disebabkan penyakit poliomielitis yang disebabkan oleh virus. Tetanus Disebabkan luka yang terinfeksi bakteri Clostridium tetani. Miastenis gravis Otot yang secara berangsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Hernia abdominalis Sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki sobekan tersebut. Disebabkan kelainan hormon tiroid dan imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful