Anda di halaman 1dari 18

c

Ê Ê
   


‘ Ê  

Gipsum adalah mineral yang ditambang dari berbagai belahan dunia. Gipsum juga
merupakan produk samping dari beberapa proses kimia. Secara kimiawi, gipsum yang
dihasilkan untuk tujuan kedokteran gigi adalah à    
  (CaSO4
  O)
murni. Berbagai bentuk gipsum yang berbeda telah digunakan selama beberapa abad untuk
tujuan konstruksi.
Produk gipsum digunakan dalam kedokteran gigi untuk membuat model studi dari
rongga mulut serta struktur maksilo-fasial dan sebagai piranti penting untuk pekerjaan
laboratorium kedokteran gigi yang melibatkan pembuatan protesa gigi. Berbagai jenis
plaster digunakan untuk membuat cetakan dan model dimana protesa dan restorasi
kedokteran gigi dibuat.
Penggunaan gipsum dalam kedokteran gigi telah meluas. Penggunaan bahan
tersebut dapat diperlihatkan dalam membuat model untuk gigi tiruan. Misalnya, campuran
plaster of Paris dan air ditempatkan dalam sendok cetak dan ditekan pada jaringan rahang.
Plaster dibiarkan mengeras, dan kemudian cetakan dikeluarkan. Dokter gigi sekarang
memiliki bentuk negatif dari jaringan yang dibuat dalam rongga mulut. Bila jenis plaster
lain yang dikenal sebagai   , sekarang diaduk dengan air, dituang ke dalam
cetakan, dan dibiarkan mengeras, cetakan plaster yang mengeras tersebut berfungsi sebagai
   untuk membentuk model positif, atau model plaster. Pada model inilah gigi tiruan
dibuat tanpa diperlukan kehadiran pasien.

Ê
‘     
c.‘ Apa Pengertian dari gypsum?
.‘ Apa saja Komposisi gypsum?
Ñ.‘ Apa Fungsi gypsum?
4.‘ Apa saja Macam & sifat dari masing-masing tipe gypsum?
.‘ Bagaimana cara Pengolahan/ Manipulasi gypsum?


D.‘ Faktor yang mempengaruhi hasil pengolahan gypsum:


r Manipulasi
r Setting time


‘ ‰ 
c. Agar kita dapat mengetahui pengertian gipsum.
. Agar kita dapat mengetahui komposisi gipsum.
Ñ. Agar kita dapat mengetahui fungsi gipsum di kedokteran gigi.
4. Agar kita dapat mengetahui jenis dan sifat gipsum.
. Agar kita dapat mengetahui cara memanipulasi gipsum yang baik.
D. Agar kita dapat mengatahui proses setting gipsum beserta dengan reaksi yang terjadi.
7. Agar kita dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi setting 
manipulasi.
Ñ

Ê Ê
Ê   


‘   
Gypsum adalah mineral yang ditambang dari berbagai belahan dunia, merupakan
produk samping dari beerapa proses kimia. Secara kimiawi, gypsum yang dihasilkan untuk
tujuan kedokteran gigi adalah kalsium sulfat dihidrat. Gypsum pada kedokteran gigi
digunakan untuk membuat model studi dari rongga mulut serta struktur maksilo-fasial dan
sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yang melibatkan
pembuatan protesa gigi. Gips adalah kalsium sulfat dihidrat,CaSO4. O. Saat mengeras,
dimana suhunya cukup tinggi untuk menghilangkan kadar airnya, gips berubah menjadi
kalsium sulfat hemihidrat, (CaSO4). O,dan pada temperatur lebih tinggi.

Ê
‘  ! 

c. º  "  #   $         %
  & 
Besarnya Kekuatan kompresi dari beberapa produk gipsum berkisar (c
MPa- Ñ MPa).
'
º  (     $  
Bila digunakan untuk membuat piranti
restorasi maka dibutuhkan kekuatan tarik yang lebih besar diubanding bila digunakan
untuk model studi.
)
º  $     & 
Kekerasan dan ketahanan abrasi permukaan gipsum
harus baik.
4
 "$$   . Dapat memberikan detail permukaan yang tajam.


‘  ! 

c. Sifat mekanis baik, artinya harus kuat sehingga tidak mudah rusak atau tergores selama
proses pembuatan piranti restorasi atau saat ukir malam, dll.
. Dapat mereproduksi detail yang halus dengan batas yang tajam.
Ñ. Memiliki stabilitas dimensional yang baik (menunjukkan perubahan dimensi yang
sangat kecil saat setting dan hendaknya cukup stabil).


4. Kompatibel dengan bahan cetak, tidak terjadi interaksi antara permukaan cetakan
dengan permukaan model, die.
. Murah dan mudah dipergunakan.


‘ º""

Komposisi dari gypsum adalah :


c. Calcium sulfate hemihydrat merupakan konstitusi utama dari gypsum yang digunakan di
kedokteran gigi
. Gypsum cetak sama seperti di atas dengan bahan tambahan seperti natrium
sulphate,borax,dan zat pewarna
Ñ. exagonal calcium sulphate,bila terdapat,akan mengalami hydrasi dengan cepat
4. Orthorhombic calcium sulphate,yang dapat dihasilkan dari gypsum yang terlalu banyak
overheating sewaktu pembuatan,bereaksi sangat lambat dengan air (dikenal dengan
gypsum gosong atau ³dead burnt´ plaster)
. Adanya impurity lain,baik yang didapati dari bahan baku gypsum maupun yang terjadi
selama proses pembuatan
D. Bahan akselerator dan retardus yang ditambahkan
r Akselerator (bisa mempercepat waktu setting)
Contoh:
Natrium sulfat bertindak sebagai akselerator dengan cara mempercepat
pembentukan larutan kalsium sulfat hemihydrat
r Retardus (bisa memperlambat waktu setting)
Contoh :
Natrium citrate,bahan ini mengurangi kecepatan pelarutan hemihydrat dan juga
terabsorbsi ke dalam inti kristalisasi sehingga ³meracuni´ inti dan menyebabkannya
tidak efektif.


‘  *

Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gypsum batuan,gipsit
alabaster, satin spar dan selenit. Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkantempat
terjadinya, yaitu endapan danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar


fumarol vulkanik, efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur, tuduh kubahgaram,
penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batu gamping.



    Gypsum alami





    Butiran Gypsum

*
‘ * º$"  

c.Memperoleh cetakan yang akurat jaringan rongga mulut.


.Restorasi.
Ñ.Piranti orthodonti.
4.Impression Plaster, digunakan dalam pengambilan cetakan untuk rahangyang edentulous
(tidak ada gigi).
.Plaster of Paris
a)Mounting atau pemasangan model pada artikulator atauokludator
b)Sebagai bahan study model.
c)Sebagai bahan tanam pada proses flasking.
d)Sebagai bahan impression (impression material) yangdimodifikasi dengan bahan kimia
D

D.Dental stone
a)Sebagai bahan pembuatan model dan die.
b)Sebagai binder bagi bahan investment yang sesuai untuk penuangan alloy pada suhu
dibawah c derajat celcius.
7.Investment Gips untuk Prosedur Inlay Casting, bahan ini digunakanuntuk memperoleh
mold dalam proses casting, pada pembuatan inlay,crown dan bridge
.Investment Gips untuk Chrom Cobalt
Base Alloy, bahan ini digunakansebagai bahan tanam dalam prosedur casting pada
pembuatan metalprothesa, partial prothesa dan bridge.


‘ +" 

6iskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluid terhadap perubahanbentuk


di bawah tekanan shear.Biasanya diterima sebagai "kekentalan", ataupenolakan terhadap
penuangan.6iskositas berkisar c.-cc. centipoises (cp)y

ב Perbandingan dari dental stone high strength diaduk dengan tangan dan dengan
vacuum









 

ב 6iskositas dari dental stone high strength dan impression plaster




‘ " ,  

Kekuatan kompresi atau biasa disebut compressive strength, merupakan kekuatan


yang diperoleh bila kelebihan air yang dibutuhkanuntuk hidrasi hemihidrat tertinggal
dalam contoh bahan uji. Besarnya kekuatan kompresi dari beberapa produk gipsum yang
paling rendah ialah cMPa dan yang paling tinggi Ñ MPa atau sekitar 7psi.

Berikut datakekuatan kompresi dari macam-macam gipsum :


ב Plaster cetak (type I) memiliki kekukatan kompresi   psi
ב Plaster model (type II) memiliki kekuatan kompresi cÑ psi
ב Stone type III memiliki kekuatan kompresi minimal c jam ,7Mpa atau sekitar Ñ
psi, tetapi tidak melebihi Ñ4, Mpa atausekitar psi
ב ‰ype I6memiliki kekuatan kompresi Ñ4, Mpa atau sekitar  psi
ב Ini merupakan produk gypsum yang dibuat akhir akhir ini, danmemiliki kekuatan
kompresi yang lebih tinggi dibandingkans t o n e g i g i t y p e I 6, kekuatan kompresi
type6 i ni s e k i t a r 7psi. Kekuatan yang ditingkatkan ini diperoleh
denganm e n u r u n k a n l ebi h jauh rasio W / P Compressive strength ini
berhubungan dengan rasio W/P danpengadukan. Jika air yang digunakan lebih banyak,
maka compressive strengthn y a t u r u n .

Berikut ialah compressive strength dari Ñ tipe gypsum yang berbedac jam setelah
pengerasan :
ב Model Plaster c, MPa
·

ב V t l t  M 
ב V t lt  i t t 
M 

|‘ 3  - 

    i  l i  tti  i     


i i/  i l       i   t ll t i   
   t lt   t lt it t   
 t lt  i t t i  i  l   tti  i i 
itl   i l i! i l C     t l "       
"  t i  i t  j l   tti  i     "      l i " 
t " i "       l  t  t   ij l  tti  i

‰    
  
   

‘
‘
‘
‘ ‘
‘ ‘  ‘‘
 ‘
ºit i  ili  i t  t        t i t#ii
t t t      t t t  Mi l d   t   ii     t i  
   t  i       i    " t       il    ii lii ti l 
i  l  " t   l l i  " t  iit   l  i i    
  t  d  $ ii t   li  il   il "    t i t   t 
 tt  it ti l  ilil t  l % ii tV   t 
§

lain, tidak ada produk gypsum gigi yang dapat digunakan untuk semua tujuan. Ada  jenis
gypsum yang terdaftar oleh spesifikasi ADA No. yaitu :

c
   . # %
Bahan cetak ini terdiri dari plaster of paris yang ditambahkan zat tambahan untuk
mengatur waktu pengerasan dan ekspansi pengerasan. Plaster jenis ini jarang digunakan
lagi dalam Kedokteran Gigi karena telah digantikan oleh bahan yang kurang kaku seperti
hidrokoloid dan elastomer. Plaster terbatas digunakan untuk cetakan akhir, atau a 
 ,
dalam pembuatan gigi tiruan penuh. Plaster cetak ( type I ) ini memiliki kekuatan kompresi
  +  psi.

'
   "$# %
Plaster model ini atau plaster laboratorium tipe II sekarang digunakan untuk
mengisi kuvet dalam pembuatan protesa bila ekspansi pengerasan tidaklah penting dan
kekuatan cukup. Biasanya dipasarkan dalam warna putih alami, jadi terlihat kontras
dengan   yang umumnya berwarna. Plaster model ( type II ) ini memiliki kekuatan
kompresi cÑ psi.

)
 "# %
Stone type III memiliki kekuatan kompresi minimal c jam ,7 Mpa (Ñ psi),
tetapi tidak melebihi Ñ4, Mpa (psi). Bahan ini ditujukan untuk pengecoran dalam
membentuk gigi tiruan penuh yang cocok dengan jaringan lunak. Stone ini lebih disukai
untuk pembuatan model yang digunakan pada konstruksi protesa, karena stone tersebut
memiliki kekuatan yang cukup untuk tujuan itu serta protesa lebih mudah dikeluarkan
setelah proses selesai.


c


 "(  #+% 
Persyaratan utama bagi bahan stone untuk pembuatan die adalah kekuatan,
kekerasan, dan ekspansi pengerasan minimal. Untuk memperoleh sifat ini, digunakan Į-
hemihidrat dari jenis ³Densite´. Partikel partikel berbentuk kuboidal serta daerah
permukaan yang lebih kecil menghasilkan sifat tersebut tanpa menyebabkan pengentalan
adukan. ‰ype I6 ini memiliki kekuatan konpresi psi. Kekerasan permukaan
meningkat lebih cepat bila dibandingkan dengan kekuatan kompresi, karena permukaan
lebih cepat mengering. Ini merupakan keunggulan nyataa, dimana permukaannya tahan
terhadap abrasi sementara inti die cukup liat dan kurang terpaparkan terhadap patah tanpa
disengaja.


 "(    #+% 
Ini merupakan produk gypsum yang dibuat akhir akhir ini, dan memiliki kekuatan
kolpresi yang lebih tinggi dibandingkan stone gigi type I6, kekuatan kompresi type 6 ini
sekitar 7psi. Kekuatan yang ditingkatkan ini diperoleh dengan menurunkan lebih jauh
rasio W:P. Ekspansi pengerasan ditingkatkan dari maksimal ,c - ,Ñ. Alasan
peningkatan batasan ekspansi pengerasan disebabkan karena logam campur yang baru,
seperti basis logam, memiliki pengerutan pengecoran yang lebih besardibandingkan logam
campur mulia konvensional. Jadi, dibutuhkan ekspansi lebih tinggi pada   yang
digunakan untuk untuk mengimbangi pengerutan pemadatan logam campur.

º
‘ "  
c
‘   

‘   
Untuk mencegah terjadinya reaksi dengan kelembaban atmosfer yang dapat
mempercepat setting time, sehingga kekuatan gypsum berkurang.
&
‘ º"  
Untuk mencegah agar tidak bercampur dengan bekas-bekas gypsum yang telah diset
atau bahan impurity lainnya.
.
‘  "  $ "/$    #  %
W:P optimal ditentukan, takaran yang sama harus selalu digunakan. Air dan powder
harus diukur dengan menggunakan silinder pengukur volume air yang akurat dan
menimbang kesetaraannya untuk powder.
cc

$
‘ .     $ $$  .  
Masukkan powder ke dalam air dan diaduk sedemikian rupa agar udara jangan
terperangkap ke dalam bahan. Untuk mencegah terjadinya porous.

‘   $ $ /   $  
‰erjebaknya udara ke dalam adonan harus dihindari untuk mencegah porous yang dapat
menyebabkan kelemahan dan ketidakakuratan permukaan. Pengadukan harus terus
berlangsung sampai diperoleh adonan yang halus, biasanya dalam c menit. Semakin
lama waktu pengadukan berarti mengurangi waktu kerja, khususnya untuk menuang
model.

‘ +& " 
Untuk membantu mengalirkan adonan ke dalam cetakan dan mempermudah terlepasnya
gelembung udara. 6ibrasi hendaknya jangan sampai berlebih, untuk mencegah
ditorsinya bahan cetak.

'
‘   
Reaksi setting
(Ca SO4)  O + Ñ O ĺ CaSO4  O + panas
Setting timeĺ waktu yang diperlukan bahan untuk setting sampai menjadi rigid
Proses setting:
c. Kalsium sulfat hemihidrat larut dan bereaksi dengan air membentuk Kalsium
sulfat dihidrat .
. ‰erjadi presipitasi kristal kalsium sulfat dihidratĺ bahan menjadi kaku tetapi
tidak keras, dapat diukir tetapi tdk dapat dibentuk, ekspansi thermis dan
panas masih berlangsungĺ INI‰IAL SE‰‰ING
Ñ. Bahan keras,kaku, ekspansi thermis dan panas sudah berakhirĺ FINAL
SE‰‰ING

)
‘ *  "    ‰

c. Komposisi gips atau stone, sebagaimana yang telah disediakan oleh pabrik:


Bila terdapat (misalnya, disebabkan karena adanya dehydrasi yang tidak sempurna sewaktu
proses pembuatan) akan mempercepat setting time.
c

&
 " . . 
Bila terdapat hexagonal calcium sulphate akan mengalami hydrasi dengan cepat.
.
0 " "&.. . 
Orthorombic calcium sulphate, yang dapat dihasilkan dari gypsum yang terlalu banyak
overheating sewaktu pembuatan, bereaksi sangat lambat dengan air (dikenal dengan gips
gosong atau µdead burnt¶ plaster).
$
 $     
Adanya impurity lain, baik yang didapati dari bahan baku gypsum maupun yang terjadi
selama proses pembuatan.

Ê    " $   $
Bahan akselerator dan retardus yang ditambahkan, yaitu:

Ê    " 
Contoh:
c. Natrium sulfat bertindak sebagai akselerator dengan cara mempercepat pembentukan
larutan kalsium sulfat hemihydrat.
. Gypsum mempersiapkan inti bagi pertumbuhan Kristal dihydrate yang terbentuk lebih
lanjut.
ii. Bahan retardus
Contoh: Natrium citrate dan borax, bahan ini mengurangi kecepatan pelarutan
hemihydrate dan juga terabsorbsi ke dalam inti kristalisasi sehingga µmeracuni¶ inti dan
menyebabkannya tidak efektif.

. Bentuk fisis dari gips atau stone


Bentuk fisis dari gips atau stone, sewaktu pembuatan sering dilakukan penumbukan setelah
proses dehydrasi. Ini mempercepat waktu setting:
i. Karena sebagian dari kristal yang ditumbuk dapat menjadi inti pertumbuhan Kristal
sewaktu setting.
ii. Dilakukannya penumbukan menambah luas permukaan hemihydrate yang terbuka ke air
sehingga mempercepat laju pelarutan hemihydrate.

Ñ. Suhu dan konsentrasi


Suhu pencampuran, suhu sampai oC mempunyai pengaruh sangat kecil, misalnya seperti

pada hasil pengujian satu batch dental stone. Ini berbeda dengan kebanyakan reaksi kimia
yang umumnya dipercepat oleh adanya kenaikan suhu. al ini dapat dijelaskan dengan
asumsi bahwa laju reaksi tergantung pada kecepatan difusi random ion Ca+ dan SO4 -
ke Kristal-kristal dehydrate yang terbentuk. Kecepatan difusi ion-ion dalam larutan
tergantung tidak hanya pada bentuk ion tetapi juga pada suhu dan konsentrasi ion.
i. Suhu
Suhu, dapat diperlihatkan bahwa kecepatan diffusi ion-ion Ca+ dan SO4 - pada suhu
oC
adalah kira-kira dua kali lipat kecepatan diffuse pada suhu oC.
ii. Konsentrasi
Kecepatan diffusi ion-ion berbanding lurus dengan konsentrasinya. Kelarutan hemihydrate
pada suhu oC adalah ,  sedangkan pada suhu oC menjadi sebesar ,4. Jadi pada
suhu yang lebih tinggi kecepatan diffusi semakin lambat disebabkan oleh karena
menurunnya konsentrasi. Faktor (i) dan (ii) diatas berlawanan satu dengan lainnya kira-kira
serupa sehingga antara suhu oC sampai oC. Faktor suhu hanya member pengaruh yang
relative kecil terhadapkecepatan reaksi. Pada suhu yang lebih tinggi terjadi retardasi
hydrasi, dan pada suhu
coC sama sekali tidak terjadi dehydrasi, pada suhu sekitar ini hemihydrate dan dihydrate
mempunyai daya larut yang sama.

4. Perbandingan air/powder
Perbandingan air/puder ini mempunyai pengaruh sangat kecil terhadap laju hydrasi
hemihydrate, meskipun peningkatan jumlah air dalam adonan menghasilkan waktu setting
lebih lambat sebagaimana hasil pengujian dengan jarum 6icat dan Gillmore. al ini
disebabkan karena pada bahan dengan perbandingan air/puder yang lebih tinggi terdapat
lebih sedikit pertumbuhan kristal dehydrate per satuan volume adonan. Jadi pada adonan
yang lebih encer perlu terjadi lebih banyak pertumbuhan kristal sampai terdapat cukup
banyak kristal yang berkontak sehingga bahan menjadi cukup kaku untuk sanggup
menahan penetrasi jarum pengukur pada waktu setting.

. Waktu pengadonan
c

Peningkatan waktu pengadonan dapat mempercepat terjadinya set. Pengadonan


dapat merusak sebagian Kristal dihydrate yang gtelah terbentuk sehingga menghasilkan
lebih banyak inti kristalisasi.


‘ *  "  Ê  ‰  $  "  
Manipulasi dipengaruhi oleh hal hal sebagai berikut :
!Y 
Untuk proses awal, harus dilakukan pemilihan gips berdasarkan aplikasi yang akan dibuat.
!Y  
     
Perbandingan air dan bubuk yang tepat akan sangat menentukan proses manipulasi dan
juga
setting reaksi, misalnya apabila terlalu banyak kandungan air dalam gips maka waktu
setting
akan lebih cepat dan diperoleh hasil gips yang lunak.
!Y  

Pengadukan sebaiknya dilakukan c menit sampai halus dan homogen
!|     
Setelah dicampur selama c menit,working time dimulai.Selama viscositas dari campuran
bertambah, bahan tidak lagi mengalir dan mulai megeruh. Saat mulai mengeruh berarti
campuran telah mencapai initial setting. Atau bisa dilihat pada awal campuran dimana
bahan menjadi kaku tetapi tidak keras dan tidak dapat dibentuk serta terjadi ekspansi
termis atau adanya panas. Pada umumnya, initial setting terjadi selama ±c menit mulai
dari awal pengadukan.
- è  
Finnal setting dicapai saat bahan dapat dengan aman dibentuk, tetapi memiliki kekuatan
dan
resistensi yang minimal. Saat final setting reaksi kimia selesai dan model terasa dingin saat
disentuh.Sebagian besar pabrik merekomendasikan c jam sampai akhirnya bahan bias
dengan aman dilepas dari cetakan.
!Y 
Gips dapat menyerap air dari lingkungan.Kelembaban dan tempat yang delat dengan
sumber
c

air akan berpengaruh buruk pada powdernya.. al ini akan mempengruhi waktu setting,
sehingga gips sebaiknya disimpan dalam kontainer tertutup.
!º  
Peralatan manipulasi gips harus dijaga kebersihannya. Seperti yang disebut diatas waktu
setting gips akan lebih cepat karena pengadukan. Bowl, spatula, dan vibrator harus segera
dibersihkan segera sebelum setelah menipulasi, sehingga tidak terkontaminasi bahn lain.
( atrich dkk,Ñ)
!Y    
Sebelum dilakukan pencetakan dengan gips sebaiknya pola diberi bahan separasi seperti
6aseline. al ini bertujuan agar setelah gips setting maka akan mudah dilepas. Namun
tidak
boleh terlalu berlebihan karena akan membuat permukaan menjadi lebik lunak.
!m
  

Adanya kandungan udara dalam pencampuran gips akan dapat menyebabkan porositas
pada
hasil akhir dari gips. Sehingga terlebih dulu menuangkan air ke dalam wadah setelah itu
memasukkan powder.
cD

Ê Ê

‰

)
c
‘ º 
Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :

Gypsum adalah mineral yang ditambang dari berbagai belahan dunia, merupakan
produk samping dari beerapa proses kimia. Secara kimiawi, gypsum yang dihasilkan untuk
tujuan kedokteran gigi adalah kalsium sulfat dihidrat. Gypsum pada kedokteran gigi
digunakan untuk membuat model studi dari rongga mulut serta struktur maksilo-fasial dan
sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yang melibatkan
pembuatan protesa gigi.

)
'
‘  
Dengan selesainya makalah ini merupakan tanggung jawab saya sebagai
mahasiswa FKG Baiturrahmah untuk dapat mengambil dan menyerap yang ada dalam
makalah ini. Mungkin dengan adanya makalah ini dapat membantu penlis serta teman-
teman untuk bisa membangun di masa yang mendatang. Dalam pembuatan makalah ini
pasti masih banyak kekurangannya, Maka dari pada itu penulis memohon dan meminta
agar pembaca dapat mengkritik dan memberi saran dalam karya tulis ini. Agar karya tulis
ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat membantu dalam pembangunan di masa yang
mendatang.

)
)
‘  & 
Dalam penyelesaian karya tulis ini penulis mendapatkan banyak hambatan, yaitu :

c.‘ ‰erkendala dalam mencari data.


.‘ Susahnya mencari waktu yang tepat untuk diskusi bersama.

)

‘ &  "  
Informasi mengenai dasar-dasar epidemiologi ini di peroleh dari Internet, dengan
situs www.google.com dan www.wikipedia.co.id.
























 *‰ ‰ º 

Annusavice, Kenneth J. Ñ. Y
à 
 Ã . Jakarta:
EGC.

Combe, EC. c.       . Penerjemah: Slamet ‰arigan. Jakarta: Balai
Pustaka.

arty, F.J dan R. Ogston. c.   Ã . Jakarta: EGC.