P. 1
jamsostek

jamsostek

|Views: 1,492|Likes:
Dipublikasikan oleh Agus Syarifudin

More info:

Published by: Agus Syarifudin on May 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

Visi dan Misi

Visi Menjadi lembaga jaminan sosial tenaga kerja terpercaya yang unggul dalam pelayanan dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta dan keluarganya. Misi Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi;
• • •

Tenaga Kerja: Memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja dan keluarga Pengusaha: Menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas Negara: Berperan serta dalam pembangunan

FILOSOFI JAMSOSTEK a. JAMSOSTEK dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan dihari tua maupun keluarganya bila meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belas kasihan orang lain. b. Agar pembiayaan dan manfaatnya optimal, pelaksanaan program JAMSOSTEK dilakukan secara gotong royong, dimana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah. Motto Perusahaan: Pelindung Pekerja, Mitra Pengusaha

NILAI-NILAI PERUSAHAAN Iman : Taqwa, berfikir positif, tanggung jawab, pelayanan tulus ikhlas.

Profesional:Berprestasi, bermental unggul, proaktif dan bersikap positif terhadap perubahan dan pembaharuan

Teladan : Berpandangan jauh kedepan, penghargaan dan pembimbingan (reward & encouragement), pemberdayaan Integritas : Berani, komitmen, keterbukaan Kerjasama : Kebersamaan, menghargai pendapat, menghargai orang lain.

Sejarah
Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal. Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dari UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja, secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakin transparan. Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarah penting dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusaha swasta dan BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukan wadah penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek. Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial. Selanjutnya pada akhir tahun 2004, Pemerintah juga menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 dengan perubahan pada pasal 34 ayat 2, dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengesahkan Amandemen tersebut, yang kini berbunyi: "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat

dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan". Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatan motivasi maupun produktivitas kerja. Kiprah Perseroan yang mengedepankan kepentingan dan hak normative Tenaga Kerja di Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 (empat) program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya. Dengan penyelenggaraan yang makin maju, program Jamsostek tidak hanya bermanfaat kepada pekerja dan pengusaha tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan masa depan bangsa.

Struktur Organisasi
Struktur Organisasi PT. Jamsostek (Persero) sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Nomor: KEP/190/082007 bulan Agustus 2007 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PT. Jamsostek (Persero), adalah sebagai berikut:

Pada tahun 2000 20004 partner dari PT Ernst & Young Consulting. Saat ini adalah partner dari IndoConsult. berikut profil Dewan Komisaris PT Jamsostek (Persero): Bambang Subianto Komisaris Utama Komisaris Utama PT Jamsostek sejak Desember 2008. Meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung. gelar Master of Business Administration konsentrasi . Pernah menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan menjabat sebagai Menteri Keuangan RI pada dalam periode Mei 1998 .Dewan Komisaris Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP228/MBU/2008 tentang "Pemberhentian dan Pengangkatan Komisaris Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja" tanggal 14 November 2008 dan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP224/MBU/2008 tentang "Pemberhentian Anggota Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja" tanggal 13 November 2008.Oktober 1999.

. Magister Manajemen jurusan Manajemen Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1992 dan memiliki sertifikat Registered Financial Consultant dari International Association of Registered Financial Consultants. Ketua Dewan Kehormatan HIPMI dan Ketua Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPN API). Anggota Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPENKADIN). Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika. bidang Manajemen Lingkungan dari IPB . Vice President Sahid Group dan Direktur Utama PT Sahid Detolin Textile. tahun 1995. Direktur PT Spinindo Bina Persada.Jakarta. Ketua Umum Pimpinan Pusat F. Sejak tahun 2000 menjadi anggota Komite Pengarah Nasional tentang Restrukturisasi dan Reformasi Jamsostek. (IARFC). tahun 1980.Bogor. SP BPU . Gelar S2. diantaranya sebagai Ketua Harian Yayasan HIPMI Jaya. Selain itu memegang jabatan di beberapa organisasi di dalam negeri. Meraih gelar Sarjana di bidang Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Sukamdani Komisaris Komisaris PT Jamsostek (Persero) sejak 2007. Belgium tahun 1984.di Finance & Business Economics gelar Doctor dalam bidang Applied Economic Sciences dari Catholic University of Leuven. bidang Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana . Presiden Direktur PT Indotex LaSalle College International.SPSI dan Sekretaris Tripartit Nasional. tahun 1989. Wakil Komisaris Utama PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. Hariyadi BS. Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO).. Presiden Direktur PT Indonesia Paradise Island. Direktur Utama PT Sahid Gema Wisata. Sjukur Sarto Komisaris Komisaris PT Jamsostek (Persero) sejak 2001. Saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP SPSI). Meraih gelar S1. Inc.

Ditjen Anggaran dan Kepala Kanwil V . Kepala Kanwil XVIII . 20 Mei 1949 Pendidikan: Sarjana Ekonomi Manajemen Konsentrasi Pemasaran Universitas Indonesia. Direktur Pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara . Hotbonar Sinaga (Direktur Utama) Lahir: Cipanas. Belgium pada tahun 2007. Saat ini juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan di Departemen Keuangan. tanggal 19 Desember 2008. Direktur Utama PT. & Reinsurance Brokers) & APAI (Ahli Pialang Asuransi Indonesia) ABAI. berikut adalah profil Dewan Direksi PT Jamsostek (Persero): H. Non Degree-Shipping (Professional Shipping Management) Norwegian Shipping Academy. Karir: Sebagai Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Program Sarjana Strata-1 dan Magister Management. Perencanaan Keuangan ChFC (Chartered Financial Consultant) The American College & Singapore College of Insurance. Inggris pada tahun 1989. Meraih gelar Sarjana di bidang Ekonomi dari Universitas Simalungun. Meraih gelar Sarjana dari Institut Ilmu keuangan tahun 1980 dan Master from University of Birmingham. Direktur Pembinaan Kekayaan Negara Ditjen Anggaran.Ditjen Anggaran. Asuransi Berdikari. Rekson Silaban Komisaris Komisaris PT Jamsostek (Persero) sejak 2007. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris PT Posindo (Persero). Dewan Direksi Berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: KEP-249/MBU/122008 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jamsostek. saat ini masih menjabat sebagai anggota Lembaga Tripartit Nasional serta menjabat sebagai Ketua Umum DPP KSBSI. Sumatera utara dan Master dari International Labor Standard.Ditjen Perbendaharaan. Komisaris Independen: .Herry Purnomo Komisaris Komisaris PT Jamsostek (Persero) sejak 2007. Insurance Broking (Certified Indonesian Ins. Jakarta.

PT. Kepala Kantor Wilayah V Semarang. H. menjabat Kepala Kantor Wilayah VIII Makasar. PT. Komite Audit: PT. PT. Magister Manajemen Lembaga Pembinaan dan Pendidikan Manajemen (PPM) Karir: Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan PT Jamsostek (Persero). Sarana Proteksi Broker Asuransi. Asuransi Mega Life. Sinar Mas Multi Artha Tbk.PT. PT. Asia Pratama General Insurance. Juli 1963 Pendidikan: Magister Hukum Universitas Sumatera Utara Karir: pernah menduduki Jabatan Kepala Biro Hukum PT Jamsostek (Persero). 10 Desember 1953 Pendidikan: Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Agustus 1945 Semarang Karir: pernah menduduki Jabatan Kepala Biro Humas PT Jamsostek (Persero). Lontar Papirus Pulp & Paper. Pengembangan dan Informasi) Lahir: Sragen. Pindo Deli Paper Mills. Kepala Kantor Wilayah I Medan PT Jamsostek (Persero) .D Suyono (Direktur Perencanaan.. Kepala Biro Personalia PT Jamsostek (Persero). Asuransi Eka Life. Komisaris Utama PT. Mitra Finansial Wicaksana. Saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Jamsostek (Persero) Ahmad Ansyori (Direktur Operasi dan Pelayanan) Lahir: Kota Negara. PT. PT. Kepala Biro Sekretariat Perusahaan PT Jamsostek (Persero) Myra Soraya Ratnawati Asnar (Direktur Keuangan) Lahir: Surabaya. 28 Desember 1956 Pendidikan: Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia. Asuransi Sinar Mas.

Djoko Sungkono (Direktur Umum dan SDM) Lahir: Mojokerto. Masassya (Direktur Investasi) Lahir: Medan. Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero). Direktur PT Bank Permata Tbk. Direktur PT Tuban Petrochemical Industries Karsanto (Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko) Lahir: Surakarta. 12 Mei 1954 Pendidikan: Sarjana Ekonomi jurusan Universitas Diponegoro. Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pemimpin Divisi Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Marketing Advisor Pharma Niaga Bhd. Pemimpin Divisi Kebijakan & Manajemen Risiko PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Tim Manajemen PT Jamsostek ( Persero ) . Magister Manajemen Keuangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Karir: pernah menjabat sebagai Komisaris PT Bank Bali. 18 Juni 1967 Pendidikan: Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Jayabaya. Malaysia. Master of Administration Institute Technology of New York Perusahaan Business Karir: pernah menjabat sebagai Pemimpin Wilayah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah 01 Medan. 02 Nopember 1952 Pendidikan: Magister Manajemen Pemasaran Universitas Pancasila Karir: Pernah menjabat sebagai Direktur Umum dan Personalia PT Jamsostek (Persero). Saat ini masih aktif sebagai anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Elvyn G.

Syatir BSW Basuki Siswanto Yoto Susiswo Sumber: Biro Sekretariat Perusahaan. Ilyas Lubis Herwin Mahendra Ferry Atorid Titiek Sukanthi M. Kepala Biro SDM Kepala Biro Sarana & Prasarana Kepala Biro PKP & KBL Pjs. Nasrun Baso Suwardi Dullah Mas'oed Muhammad Nur'aina Trisiwi Hidayati Paryudhianto Akt Robby Arsamanggala Hardi Yuliwan Agus Supriyadi Koes Antarto Teguh Purwanto Tjipto Rahadi Diddi Siswadi Salkoni Nurhadiah Dedi Pramiadi Ahmad Riadi Amri Yusuf Jeffry Haryadi PM Daerah Posisi Kepala Kantor Wilayah I Wakil Kepala Kanwil I Kepala Kantor Wilayah II Wakil Kepala Kanwil II Kepala Kantor Wilayah III Wakil Kepala Kanwil III Kepala Kantor Wilayah IV Wakil Kepala Kanwil IV Kepala Kantor Wilayah V Wakil Kepala Kanwil V Kepala Kantor Wilayah VI Wakil Kepala Kanwil VI Kepala Kantor Wilayah VII Wakil Kepala Kanwil VII Kepala Kantor Wilayah VIII Wakil Kepala Kanwil VIII Nama Herry Herland S Banjar Aseli DS F. Sarjan Lubis M. Kepala Biro Kepatuhan & Hukum Pjs. Soetrisno Partono Herdi Trisanto Mulyani RAR E.Kantor Pusat Posisi Kepala Biro Humas Kepala Biro Sekretariat Perusahaan Kepala Biro Pengawasan Internal Kepala Divisi Pelayanan JPK Kepala Divisi Teknis & Pelayanan Kepala Biro Akuntansi Kepala Biro Keuangan Kepala Biro Pengendalian Keuangan Kepala Biro Teknologi & Informasi Kepala Biro Renbang Kepala Biro Diklat Kepala Biro Manajemen Risiko Kepala Divisi Operasi Kepala Biro Pengadaan Pjs. Kepala Divisi Investasi Langsung Kepala Divisi Pasar Uang & Pasar Modal Kepala Divisi Analisa Portofolio Nama M. Feb 2010 Program Jaminan Hari Tua . Junaedi Trisno Kistomo Diddi Slamet Riyadi M.

7% Ditanggung Tenaga Kerja = 2% Kemanfaatan Jaminan Hari Tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Kartu peserta Jamsostek (KPJ) asli b. cacat. hamil. tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 Jamsostek kepada kantor Jamsostek setempat dengan melampirkan: a. Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program tersebut terbatas saat terjadi peristiwa kecelakaan. atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. dan merupakan sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya akibat dari terjadinya risiko-risiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja. Program Jaminan Hari Tua Definisi Program Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal. sakit. hari tua dan meninggal dunia. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggalkan wilayah Republik Indonesia dilampiri dengan: a. Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia b. Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial d. Photocopy VISA . Setiap permintaan JHT. atau cacat total tetap Mengalami PHK setelah menjadi peserta sekurang-kurangnya 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan Pergi keluar negeri tidak kembali lagi. bersalin.Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi. Kartu Identitas diri KTP/SIM (fotokopi) c. Surat pernyataan belum bekerja di atas materai secukupnya e. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang mengalami cacat total dilampiri dengan Surat Keterangan Dokter 3. Jaminan Hari Tua akan dikembalikan/dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan hasil pengembangannya. Iuran Program Jaminan Hari Tua: • • Ditanggung Perusahaan = 3. cacat. apabila tenaga kerja: • • • Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu. Photocopy Paspor c. yang mengakibatkan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan/atau membutuhkan perawatan medis Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial ini menggunakan mekanisme Asuransi Sosial. atau menjadi PNS/POLRI/ABRI Tata Cara Pengajuan Jaminan 1. Kartu Keluarga (KK) 2.

- Cakupan Program Program JPK memberikan manfaat paripurna meliputi seluruh kebutuhan medis yang diselenggarakan di setiap jenjang PPK dengan rincian cakupan pelayanan sebagai berikut: 1. dapat konsentrasi dalam bekerja sehingga lebih produktif. Photocopy surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan b. Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit. kebutuhan alat bantu peningkatan fungsi organ tubuh. rumah sakit. dilampiri dengan: a. adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter umum atau dokter gigi di Puskesmas. Balai Pengobatan atau Dokter praktek solo 2. pelayanan di klinik kesehatan. Setiap tenaga kerja yang telah mengikuti program JPK akan diberikan KPK (Kartu Pemeliharaan Kesehatan) sebagai bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan b.000. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama. Manfaat JPK bagi perusahaan yakni perusahaan dapat memiliki tenaga kerja yang sehat. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi Pegawai Negeri Sipil/POLRI/ABRI Selambat-lambatnya 30 hari setelah pengajuan tersebut PT Jamsostek (Persero) melakukan pembayaran JHT Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pemeliharaan kesehatan adalah hak tenaga kerja. Jumlah iuran yang harus dibayarkan: Iuran JPK dibayar oleh perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut: • Tiga persen (3%) dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta • • ) untuk tenaga kerja lajang Enam persen (6%) dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja berkeluarga Dasar perhitungan persentase iuran dari upah setinggi-tingginya Rp 1. adalah pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter spesialis atas dasar rujukan dari dokter PPK I sesuai dengan indikasi medis 3. secara efektif dan efisien. Klinik. Mulai dari pencegahan. JPK adalah salah satu program Jamsostek yang membantu tenaga kerja dan keluarganya mengatasi masalah kesehatan. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 thn telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun telah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja. dan pengobatan.000. adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta yang memerlukan perawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit .4. Surat pernyataan belum bekerja lagi c. Photocopy Kartu keluarga 5. Pelayanan Rawat Jalan tingkat II (lanjutan). Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggal dunia sebelum usia 55 thn dilampiri: a.

Kewajiban Peserta Program JPK 1. adalah pertolongan persalinan yang diberikan kepada tenaga kerja wanita berkeluarga atau istri tenaga kerja peserta program JPK maksimum sampai dengan persalinan ke 3 (tiga). Menandatangani Kartu Pemeliharaan Kesehatan (KPK) . 6. Prosedur Pelayanan Pemeriksaan Penunjang Prosedur Pelayanan Farmasi Prosedur Pelayanan Klaim Perorangan Hak-hak Peserta Program JPK: 1. Memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan menyeluruh. kecuali pindah domisili. alat Bantu gerak tangan dan kaki hanya diberikan kepada tenaga kerja dan tidak diberikan kepada anggota keluarganya 2. gigi palsu. atau PT. Bagi Tenaga Kerja berkeluarga peserta tanggungan yang diikutkan terdiri dari suami/istri beserta 3 orang anak dengan usia maksimum 21 tahun dan belum menikah 3. kecuali pelayanan khusus seperti kacamata. Merupakan suatu keadaan dimana peserta membutuhkan pertolongan segera. 8. tidak berhak lagi untuk mendapatkan pertolongan persalinan. Dalam keadaan Emergensi peserta dapat langsung meminta pertolongan pada Pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK) yang ditunjuk oleh PT Jamsostek (Persero) ataupun tidak. Pelayanan Khusus. Peserta berhak mengganti fasilitas kesehatan rawat jalan Tingkat I bila dalam Kartu Pemeliharaan Kesehatan pilihan fasilitas kesehatan tidak sesuai lagi dan hanya diizinkan setelah 6 (enam) bulan memilih fasilitas kesehatan rawat jalan Tingkat I. kedua dan ketiga. 5. 7. sesuai kebutuhan dengan standar pelayanan yang ditetapkan.4. yang bila tidak dilakukan dapat membahayakan jiwa. Memilih fasilitas kesehatan diutamakan dalam wilayah yang sesuai atau mendekati dengan tempat tinggal 4. Emergensi. Menyelesaikan Prosedur administrasi. Tenaga kerja yang sudah mempunyai 3 orang anak sebelum menjadi peserta program JPK. Tenaga kerja/istri tenaga kerja berhak atas pertolongan persalinan kesatu. 5. Peserta berhak menuliskan atau melaporkan keluhan bila tidak puas terhadap penyelenggaraan JPK dengan memakai formulir JPK yang disediakan diperusahaan tempat tenaga kerja bekerja. alat bantu dengar. adalah pelayanan rehabilitasi. antara lain mengisi formulir Daftar Susunan Keluarga (Formulir Jamsostek 1a) 2. mata palsu. JAMSOSTEK (Persero) setempat. Pelayanan Persalinan. atau manfaat yang diberikan untuk mengembalikan fungsi tubuh 6.

3. tindakan melawan hukum Olah raga tertentu yang membahayakan seperti: terbang layang. Peserta • • • • • Dalam hal tidak mentaati ketentuan yang berlaku yang telah ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Akibat langsung bencana alam. cretinism. gigi palsu. mendaki gunung. panjat tebing. Memiliki Kartu Pemeliharaan Kesehatan (KPK) sebagai bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan 4. misalnya percobaan bunuh diri. arum jeram Tenaga kerja yang pada permulaan kepesertaannya sudah mempunyai 3 (tiga) anak atau lebih. mongoloid. autis Pelayanan untuk Persalinan ke 4 (empat) dan seterusnya termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan proses kehamilan pada persalinan tersebut Pelayanan khusus (Kacamata. peperangan dan lain-lain Cidera yang diakibatkan oleh perbuatan sendiri. menyelam. Begitu pula sebaliknya apabila status dari berkeluarga menjadi lajang 6. tidak berhak mendapatkan pertolongan persalinan 2. Segera melaporkan kepada PT JAMSOSTEK (Persero) bilamana terjadi perubahan anggota keluarga misalnya: status lajang menjadi kawin. Bila tidak menjadi peserta lagi maka KPK dikembalikan ke perusahaan Hal-hal yang tidak menjadi tanggung jawab badan penyelenggara (PT Jamsostek (Persero)) 1. embesil. penambahan anak. Segera melaporkan kepada Kantor PT JAMSOSTEK (Persero) apabila Kartu Pemeliharaan Kesehatan (KPK) milik peserta hilang/rusak untuk mendapatkan penggantian dengan membawa surat keterangan dari perusahaan atau bilamana masa berlaku kartu sudah habis 7. balap mobil/motor. tinju. Mengikuti prosedur pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan 5. haemophilia. Pelayanan Kesehatan • • • • • • • • • • • • Pelayanan kesehatan diluar fasilitas yang ditunjuk oleh Badan Penyelenggara JPK. retardasi mental. seperti: debil. anak sudah menikah dan atau anak berusia 21 tahun. kecuali kasus emergensi dan bila harus rawat inap. thalasemia. prothesa anggota gerak) hilang/rusak sebelum waktunya tidak diganti . prothesa mata. pengobatan. ditanggung maksimal 7 hari perawatan sesuai standar rawat inap yang telah ditetapkan Imunisasi kecuali Imunisasi dasar pada bayi General Check Up/Check Up/Regular Check Up (termasuk papsmear) Pemeriksaan. alat bantu dengar. perawatan di luar negeri Penyakit yang disebabkan oleh penggunaan alkohol/narkotik Penyakit Kanker (terhitung sejak tegaknya diagnosa) Penyakit atau cidera yang timbul dari atau berhubungan dengan tugas pekerjaan (Occupational diseases/accident) Sexual transmited diseases termasuk AIDS RELATED COMPLEX Pengguguran kandungan tanpa indikasi medis termasuk kesengajaan Kelainan congential/herediter/bawaan yang memerlukan pengobatan seumur hidup.

Obat-obatan: • • • • • • Semua obat/vitamin yang tidak ada kaitannya dengan penyakit Obat-obatan kosmetik untuk kecantikan termasuk operasi keloid yang bukan atas indikasi medis Obat-obatan berupa makanan seperti susu untuk bayi dan sebagainya Obat-obatan gosok sepeti kayu putih dan sejenisnya Obat-obatan lain seperti: verban. plester. antara lain untuk pemeriksaan penunjang diagnostik CT Scan. HCB. Herpes) Pemeriksaan dan tindakan untuk mendapatkan kesuburan termasuk bayi tabung 3. Biaya perawatan emergensi lebih dari 7 (hari) diluar fasilitas yang sudah ditunjuk oleh Badan Penyelenggara JPK Biaya Perawatan dan obat untuk penyakit lebih dari 60 hari/kasus/tahun sudah termasuk perawatan khusus (ICU. USG. kateterisasi jantung termasuk obat-obatan Katerisasi jantung sebagai tindakan Therapeutik (pengobatan) Transpalantasi organ tubuh misalnya transplantasi sumsum tulang Pemeriksaan-pemeriksaan dengan menggunakan peralatan canggih/baru yang belum termasuk dalam daftar JPK.• • • • • • • Khusus akibat kecelakaan kerja tidak menjadi tanggung jawab Penyelenggara JPK Haemodialisa termasuk tindakan penyambungan pembuluh darah untuk hemodialisa Operasi jantung berserta tindakan-tindakan termasuk pemasangan dan pengadaan alat pacu jantung. selebihnya akan ditolak Pelayanan Pemeriksaan Penunjang Prosedur Pelayanan Pemeriksaan Penunjang 1. Pasien yang memerlukan pemeriksaan penunjang diagnostik. ICU. gause stril Pengobatan untuk mendapatkan kesuburan termasuk bayi tabung dan obatobatan kanker 4. jaminan rawat dan klaim Biaya perjalanan untuk memperoleh perawatan/pengobatan di Rumah sakit yang ditunjuk. CMV. endoscopy. treadmill. antara lain: MRI (Magnetic Resonance Immaging). echocardiografi. . PICU) pada penyakit tertentu sehingga memerlukan perawatan khusus lebih dari 20 hari/kasus/tahun Biaya tindakan medik super spesialistik Batas waktu pengajuan klaim paling lama 3 (tiga) bulan setelah perusahaan melunasi tunggakan iuran. membawa perintah pemeriksaan dari PPK I atau dokter spesialis disertai dengan fotocopy KPK ke bagian penunjang diagnostik tujuan. Pembiayaan: • • • • • • • Biaya perjalanan dari dan ke tempat berobat Biaya perjalanan untuk mengurus kelengkapan administrasi kepesertaan. 2. radiologi disertai zat kontras. HCU. Pembuatan jaminan persetujuan pemeriksaan penunjang diagnostik diperlukan untuk beberapa penunjang diagnostik tertentu. DSA (Digital Substraction Arteriography). TORCH (Toxoplasma. ICCU. Rubella.

74% sesuai kelompok jenis usaha.(maksimum)* 4.500. Sementara tidak mampu bekerja − Empat (4) bulan pertama.3. Perincian besarnya iuran berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana tercantum pada iuran. Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.− Laut Rp 750.000.. Iuran untuk program JKK ini sepenuhnya dibayarkan oleh perusahaan.000. Santunan Cacat − Sebagian-tetap: % tabel x 80 bulan upah − Total-tetap − Sekaligus: 70 % x 80 bulan upah − Berkala (2 tahun) Rp 200.ditambah 40 % − Prothese anggota badan . Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pengertian Kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat kerja merupakan risiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya.000. Biaya Pengobatan/Perawatan Rp 12.per bulan* − Kurang fungsi: % kurang fungsi x % tabel x 80 bulan upah 5. 100% upah − Empat (4) bulan kedua. 75% upah − Selanjutnya 50% upah 3. Untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh adanya risiko-risiko sosial seperti kematian atau cacat karena kecelakaan kerja baik fisik maupun mental. setelah selesai pemeriksaan.. Suharso. Biaya Rehabilitasi: Patokan harga RS DR.000.2.-* 6.000. 200.000.000. Kesehatan dan keselamatan tenaga kerja merupakan tanggung jawab pengusaha sehingga pengusaha memiliki kewajiban untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja yang berkisar antara 0. Santunan Kematian − Sekaligus 60 % x 80 bulan upah − Berkala (2 tahun) Rp.24% .000.− Udara Rp 1. 4..1. maka diperlukan adanya jaminan kecelakaan kerja. Biaya Transport (Maksimum) − Darat Rp 400.per bulan* − Biaya pemakaman Rp 2. Surakarta . Hasil pemeriksaan penunjang disampaikan kembali ke PPK I atau ke dokter spesialis.000. 1. Pasien akan menandatangani formulir Bukti Pemeriksaan dan Tindakan 5. Poli penunjang diagnostik tujuan melakukan pemeriksaan sesuai permintaan dokter spesialis.

000. Santunan Kematian: Rp 10. Form Jamsostek 3a berfungsi sebagai pengajuan permintaan pembayaran jaminan disertai bukti-bukti: 1. Santunan Berkala: Rp 200.74 % dari upah sebulan. Kelompok V: 1. Kelompok II: 0.89 % dari upah sebulan. 3. 4. 2.000. Kelompok III: 0. 3.000. Penyakit akibat kerja. Surat keterangan dokter yang merawat dalam bentuk form Jamsostek 3b atau 3c 3. Kelompok IV: 1. pengusaha wajib mengisi form 3a (laporan kecelakaan tahap II) dan dikirim kepada PT Jamsostek (persero) tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan sembuh/meninggal. Apabila terjadi kecelakaan kerja pengusaha wajib mengisi form jamsostek 3 (laporan kecelakaan tahap I) dan mengirimkan kepada PT Jamsostek (Persero) tidak lebih dari 2 x 24 Jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan 2.27 % dari upah sebulan. Selanjutnya PT Jamsostek (Persero) akan menghitung dan membayar santunan dan ganti rugi kecelakaan kerja yang menjadi hak tenaga kerja/ahli waris. tiga puluh satu jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus hubungan kerja.24 % dari upah sebulan.-/ bulan (selama 24 bulan) *) sesuai dengan PP Nomor 76 Tahun 2007 . Fotokopi kartu peserta (KPJ) 2. Jaminan Kematian diperlukan sebagai upaya meringankan beban keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang.000. Kelompok I: 0. Iuran 1. *) sesuai dengan PP Nomor 76 tahun 2007 Tata Cara Pengajuan Jaminan 1. Setelah tenaga kerja dinyatakan sembuh/meninggal dunia oleh dokter yang merawat.− Alat bantu (kursi roda) 7.3.54 % dari upah sebulan. 5. Manfaat Program JK* Program ini memberikan manfaat kepada keluarga tenaga kerja seperti: 1.000. Pengusaha wajib menanggung iuran Program Jaminan Kematian sebesar 0. Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan serta kwitansi pengangkutan Program Jaminan Kematian Definisi Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris dari peserta program Jamsostek yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja.2.3% dengan jaminan kematian yang diberikan adalah Rp 12 Juta terdiri dari Rp 10 juta santunan kematian dan Rp 2 juta biaya pemakaman* dan santunan berkala. Biaya Pemakaman: Rp 2.

EEG dsb. penunjang diagnostic berupa pemeriksaan laboratorium. pertolongan persalinan. pelayanan khusus berupa penggantian biaya prothese. terdiri dari biaya pemakaman dan santunan berkala Jaminan Hari Tua (JHT). beserta hasil pengembangannya Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). biaya pemakaman. biaya perawatan medis. Surat Kuasa bermeterai dan copy KTP yang diberi kuasa (apabila pengambilan JKM ini dikuasakan) PT Jamsostek (Persero) hanya akan membayar jaminan kepada yang berhak Sektor Informal Pengertian Tenaga Kerja yang melakukan pekerjaan di Luar Hubungan Kerja (LHK) adalah orang yang berusaha sendiri yang pada umumnya bekerja pada usaha-usaha ekonomi informal. penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB). bersalin. Identitas ahli waris (photo copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga) 5. Kartu peserta Jamsostek (KPJ) Asli tenaga Kerja yang Bersangkutan 2. terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja.Tata Cara Pengajuan Jaminan Kematian Pengusaha/keluarga dari tenaga kerja yang meninggal dunia mengisi dan mengirim form 4 kepada PT Jamsostek (Persero) disertai bukti-bukti: 1. dan pelayanan gawat darurat • • • . santunan kematian (sesuai label). Surat Keterangan Ahli Waris dari Lurah/Kepala Desa setempat 6. orthose dan kacamata. pemeriksaan diberikan dalam bentuk tindakan medis sederhana. sakit. biaya rehabilitasi. terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor. santunan cacat total tetap. hamil. Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan 3. santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap Jaminan Kematian (JK). Tujuan • Memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di luar hubungan kerja pada saat tenaga kerja tersebut kehilangan sebagian atau seluruh penghasilannya sebagai akibat terjadinya risiko-risiko antara lain kecelakaan kerja. terdiri dari rawat jalan tingkat pertama meliputi: pemeriksaan dan pengobatan dokter umum dan dokter gigi. santunan cacat tetap sebagian. rawat inap. hari tua dan meninggal dunia. radiologi. Memperluas cakupan kepesertaan program jaminan sosial tenaga kerja • Jenis Program & Manfaat (sesuai PP 14/1993): • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Salinan/Copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga Tenaga Kerja bersangkutan yang masih berlaku 4.

masih diberikan grace periode selama 1 (satu) bulan untuk mendapatkan hak jaminan program yang diikuti Peserta yang telah kehilangan hak jaminan dapat memperoleh haknya kembali jika peserta kembali membayar iuran termasuk satu bulan iuran yang tertunggak dalam masa grace periode Sektor Konstruksi Adalah Program Jaminan Sosial bagi Tenaga Kerja Harian Lepas. dan tanggal 13 bulan berjalan Wadah/Kelompok setor ke PT Jamsostek (Pesero) Pembayaran iuran secara langsung oleh Peserta baik secara bulanan maupun secara tiga bulanan dan disetor paling lambat tanggal 15 bulan berjalan Dalam hal peserta menunggak iuran. Jaminan Hari Tua 3. Jaminan Kecelakaan Kerja 2. Borongan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu pada Sektor Jasa Konstruksi yang diatur melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-196/MEN/1999 Tanggal 29 September 1999 Tahap Kepesertaan .Kepesertaan • • • • Sukarela Usia maksimal 55 tahun Dapat mengikuti program Jamsostek secara bertahap dengan memilih program sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta Dapat mendaftar sendiri langsung ke PT Jamsostek (Persero) atau mendaftar melalui wadah/kelompok yang telah melakukan Ikatan Kerjasama (IKS) dengan PT Jamsostek (Persero) Iuran Iuran TK LHK ditetapkan berdasarkan nilai nominal tertentu berdasarkan upah sekurangkurangnya setara dengan Upah Minimum Provinsi/Kabupaten/Kota Besaran Iuran No Program 1. Jaminan Kematian 4.3% 6% (Keluarga) 3% (Lajang) Ket: Iuran ditanggung sepenuhnya oleh peserta Cara Pembayaran • • • • • • Setiap bulan atau setiap tiga bulan dibayar di depan Dibayarkan langsung oleh peserta sendiri atau melalui Penanggung Jawab Wadah/Kelompok secara lunas Pembayaran iuran melalui Wadah/Kelompok dibayarkan pada tanggal 10 bulan berjalan disetorkan ke Wadah/Kelompok. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Persentase 1% 2% (Minimal) 0.

000.000.000. yakni dari nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 5.000..000.000.19% dari selisih nilai.(lima ratus juta rupiah) sebesar penetapan angka 1 ditambah 0...000. sbb: 1.Setiap Kontraktor Induk maupun Sub Kontraktor yang melaksanakan proyek Jasa Konstruksi dan pekerjaan borongan lainnya wajib mempertanggungkan semua tenaga kerja (borongan/harian lepas dan musiman) yang bekerja pada proyek tersebut kedalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Adapun proyek .000..(lima miliar rupiah) sebesar penetapan huruf d ditambah 0.(satu miliar rupiah) sebesar penetapan angka 2 ditambah 0.(lima miliar rupiah) Nilai Kontrak Kerja Konstruksi yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan iuran tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%..000. Pekerjaan Konstruksi sampai dengan Rp.000.(satu miliar rupiah) sampai dengan Rp 5..(lima ratus juta rupiah) 4. dll Cara Menjadi Peserta • • Pemborong bangunan (kontraktor) mengisi Formulir pendaftaran kepesertaan Jasa Konstruksi yang bisa diambil pada kantor Jamsostek setempat sekurang kurangnya 1 (satu) minggu sebelum memulai pekerjaan Formulir-formulir tersebut harus dilampiri dengan Surat Perintah Kerja (SPK) atau Surat Perjanjian Pemborong (SPP) Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor dan besarannya ditetapkan sebagai berikut: 1.000. Borongan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.000.(seratus juta rupiah) sebesar 0.000.000.000.(seratus juta rupiah) 3..000.. Untuk tenaga kerja harian lepas dalam menetapkan upah sebulan adalah upah sehari dikalikan jumlah hari kerja dalam 1 (satu) bulan kalender.100.000.(lima miliar rupiah) sebesar penetapan angka 3 ditambah 0.000. KEP-150/MEN/1999 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja bagi Tenaga Kerja Harian Lepas.10% dari selisih nilai.000.. lebih dari 3 (tiga) bulan wajib diikutsertakan untuk seluruh program jaminan sosial tenaga kerja 2.000. Bagi tenaga kerja harian lepas. Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 1.000. mengatur kepesertaan maupun upah sebagai dasar penetapan iuran..proyek tersebut meliputi : • • • • Proyek-proyek APBD Proyek-proyek atas Dana Internasional Proyek-proyek APBN Proyek-proyek swasta.000.12% dari selisih nilai.(satu miliar rupiah) 5.000.15% dari selisih nilai.(lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 1. yakni dari nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 500.(seratus juta rupiah) sampai dengan Rp 500. yakni dari nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 1.000.. yakni dari nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 100. borongan dan perjanjian kerja waktu tertentu yang bekerja kurang dari 3 (tiga) bulan wajib diikutsertakan dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.. Apabila upah dibayar secara bulanan untuk menghitung upah sehari bagi yang bekerja 6 .000.000. Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 5.000.000. Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 500.000. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 100.24% dari nilai kontrak kerja konstruksi 2.000.

22 Tahun 2004 dengan pilihan portofolio investasi yang selain didasarkan pada prinsip likuiditas.rata 12 (dua) belas bulan terakhir 4. sedangkan yang bekerja 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu adalah upah sebulan dibagi 21 (dua puluh satu) 3. perusahaan milik Direksi. Komisaris & Pemegang Saham *) Dari total portofolio • • Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2007 tentang "Perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja". penetapan upah sebulan adalah sebesar upah sebulan yang tercantum dalam perjanjian kerja Peraturan Pemerintah Berikut beberapa Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan dana dan program Jaminan Sosial: • Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2004 tentang "Pengelolaan dan Investasi Dana Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja" PP No. Bagi yang bekerja lebih dari 3 (tiga) bulan. Direksi menetapkan besarnya pemberian hasil pengembangan dana untuk perhitungan saldo Jaminan Hari Tua tahun 2010 adalah: . instrumen perdagangan berjangka. rendah resiko juga berdasarkan prinsip keamanan dan optimalisasi hasil. Instrumen yang diperbolehkan Deposito Surat Utang Negara Surat Utang Korporasi Saham Penyertaan Langsung Properti Reksadana Repo Batasan Setiap Instrumen *) 100% 100% 50% 50% 5% 10% 50% 10% Batasan Setiap Pihak *) Maksimal 20 % per Bank Umum Maksimal 5 % per penerbit Maksimal 5 % per emiten Maksimal 1 % per pihak Maksimal 5 % per penerbit Maksimal 2 % per counterpart Instrumen yang dilarang: Derivatives. investasi di luar negeri.(enam) hari dalam 1 (satu) minggu adalah upah sebulan dibagi 25 (dua puluh lima) . Kebijakan Internal BUNGA Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Jamsostek (Persero) Nomor: KEP/330/122010 tentang "Penetapan Pemberian Hasil Pengembangan Dana Untuk Saldo Jaminan Hari Tua (JHT) Tahun 2010 dan Penetapan Pembayaran Saldo Jaminan Hari Tua (JHT) Tahun 2011".rata 3 (tiga) bulan terakhir. komoditi. Jika pekerjaan tergantung cuaca upah sebulan dihitung dari upah rata . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 84 tahun 2010 tentang "Perubahan Ketujuh atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja". Untuk tenaga kerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu. Untuk tenaga kerja borongan yang bekerja kurang dari 3 (tiga) bulan penetapan upah sebulan adalah 1 (satu) hari dikalikan jumlah hari kerja dalam 1 (satu) bulan kalender. upah sebulan dihitung dari upah rata .

Besarnya pemberian hasil pengembangan dana untuk perhitungan saldo JHT tahun 2011 ditetapkan saldo awal JHT tahun 2011 dan iuran JHT tahun 2011 sebesar 7% (tujuh persen) per tahun. apabila tenaga kerja tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja dan telah mempunyai masa kepesertaan serendah-rendahnya 5 (lima) tahun dan telah melewati masa tunggu 6 (enam) bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja. KLAIM JHT Surat Edaran Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor B. perlu diatur Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Trauma Center.60% (sepuluh koma enam puluh persen) per tahun. maka dikeluarkanlah peraturan mengenai Petunjuk Teknis Penyelesaian Jaminan Kecelakaan Kerja. Terlampir adalah Surat Keputusan Direksi PT Jamsostek (Persero) yang berisi petunjuk teknis Pelaksanaan Program Trauma Center. Iuran JHT tahun 2010 diberikan sebesar 10. BANTUAN KEUANGAN BAGI TENAGA KERJA PESERTA PROGRAM JAMSOSTEK YANG MENGALAMI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA Dalam rangka meningkatkan manfaat dan jangkauan pelayanan pemberian bantuan keuangan bagi peserta jaminan sosial tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja telah ditetapkan peraturan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indoanesia Nomor: PER.• • • • Saldo awal JHT tahun 2010 diberikan sebesar 10. JAMINAN HARI TUA DAN JAMINAN KEMATIAN Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada peserta Jamsostek. Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian. Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian. PELAKSANAAN PROGRAM TRAUMA CENTER Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada peserta Jamsostek khususnya Jaminan Kecelakaan Kerja.60% (sepuluh koma enam puluh persen) per tahun. PENYELESAIAN JAMINAN KECELAKAAN KERJA. Besarnya pemberian hasil pengembangan dana untuk pembayaran saldo JHT tahun 2011 ditetapkan saldo awal JHT tahun 2011 dan iuran JHT tahun 2011 setara dengan 7% (tujuh persen) per tahun. .337/DJPPK/IX/05 memberlakukan kembali aturan pengambilan Jaminan Hari Tua sebelum usia 55 tahun.05/MEN/III/2010 tentang bantuan Keuangan Bagi tenaga Kerja Peserta Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja. Terlampir adalah Surat Keputusan Direksi PT Jamsostek (Persero) yang berisi petunjuk teknis Penyelesaian Jaminan Kecelakaan Kerja.

Pasal 2 Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan Kecelakaan Kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3520). 2. sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Presiden ini. apabila penyakit tersebut timbul dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja tersebut berakhir. Pasal 3 1. 2. apabila menurut hasil diagnosis dokter yang merawat penyakit tersebut diakibatkan oleh pekerjaan selama tenaga kerja yang bersangkutan masih dalam hubungan kerja. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Hak atas Jaminan Kecelakaan Kerja bagi tenaga kerja yang hubungan kerjanya telah berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diberikan. Pasal 1 Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. 3. Undang-Undang PENYAKIT YANG TIMBUL KARENA HUBUNGAN KERJA Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 Tanggal 27 Pebruari 1993 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: Bahwa untuk lebih meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja. . Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 20.Informasi selangkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hak jaminan kecelakaan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja menetapkan perlunya pengaturan mengenai penyakit yang timbul karena hubungan kerja dengan Keputusan Presiden. Pasal 4 Penyakit yang timbul karena hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. Pasal 5 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. MEMUTUSKAN: Menetapkan: KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYAKIT YANG TIMBUL KARENA HUBUNGAN KERJA. Mengingat: 1.

Kepesertaan 1. Tertib Administrasi Kepesertaan dan Iuran A. LL.. Bambang Kesowo.Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Pebruari 1993 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.H. SOEHARTO Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum dan perundang-undangan ttd. LEMBARAN LEPAS SEKRETARIAT NEGARATAHUN 1993 Peraturan Menteri POKOK-POKOK SUBSTANSI PERMEN NOMOR PER-12/MEN/VI/2007 Maksud dan Tujuan • • • Menciptakan tertib administrasi kepesertaan dan iuran.M. Menjamin kepastian diterimanya hak peserta secara berkeadilan. S. Meningkatkan kualitas pelayanan PT Jamsostek (Persero) kepada peserta. Kepesertaan perusahaan dan tenaga kerja untuk pertama kali dilakukan oleh perusahaan dan tenaga kerja dengan mengisi dan menyerahkan kepada PT Jamsostek (Persero) : • • • Formulir Pendaftaran Perusahaan (Form Jamsostek 1) Formulir Pendaftaran Tenaga Kerja (Form Jamsostek 1a) Formulir Rincian Iuran Tenaga Kerja (Form Jamsostek 2a) .

tenaga kerja maupun tertanggung peserta JPK. Pengusaha wajib menyelesaikan kekurangan atau kelebihan iuran dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya pemberitahuan dari PT Jamsostek . paling lambat 7 (tujuh) hari setelah : o o Batas akhir pembayaran iuran bagi perusahaan belum memenuhi kewajibannya. PT Jamsostek (Persero) menerbitkan Sertifikat Kepesertaan Perusahaan. • Formulir Jamsostek 2 dan Formulir Jamsostek 2a serta Formulir Jamsostek pendukung lainnya bila terjadi perubahan upah. 3. tetapi terdapat kekurangan atau kelebihan iuran. 2. Pengurangan tenaga kerja dengan mengisi formulir Jamsostek 1b B. Perusahaan membayar iuran. dengan melampirkan : • Formulir Jamsostek 2 bila tidak terjadi perubahan upah dan jumlah tenaga kerja maupun tertanggung peserta JPK. Kartu Peserta dan Kartu Pemeliharaan Kesehatan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah iuran dibayar lunas. PT Jamsostek (Persero) wajib memberitahukan atau mengingatkan perusahaan secara tertulis.Kepesertaan dimulai sejak tanggal 1 (satu) pada bulan sebagaimana dinyatakan pada formulir Jamsostek 1 dan iuran telah dibayar secara lunas. Iuran lanjutan wajib dibayar perusahaan setiap bulan paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya. 3. 2. Dalam waktu 7 (tujuh) hari perusahaan wajib melaporkan kepada PT Jamsostek (Persero) bila terjadi perubahan sebagai berikut : • • Penambahan tenaga kerja dan identitas tenaga kerja dan susunan keluarga tenaga kerja dengan mengisi formulir Jamsostek 1a. Pembayaran Iuran 1.

Pengusaha wajib membayar terlebih dahulu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang menjadi hak tenaga kerja. apabila tidak berurutan PT Jamsostek (Persero) dapat memperhitungkan sebagian atau seluruh iuran pada bulan berikutnya untuk melunasi iuran yang belum dibayarkan atau kekurangan iuran bulan sebelumnya. 5. 3. Badan Penyelenggara wajib membayar penggantian jaminan sebagaimana dimaksud pada angka 4 (empat) paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen pendukung dinyatakan lengkap.(Persero). 5. Badan Penyelenggara akan mengganti jaminan yang menjadi hak tenaga kerja kepada pengusaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah pengusaha membayar seluruh tunggakan iuran beserta dendanya. tidak boleh melebihi jangka waktu 3 (tiga) bulan. Pengusaha wajib membayar iuran setiap bulan secara berurutan. Permintaan penggantian jaminan yang menjadi hak tenaga kerja oleh pengusaha kepada Badan Penyelenggara sebagaimana dimaksud pada angka 1 (satu). 4. . Pengusaha wajib memberikan terlebih dahulu pelayanan pemeliharaan kesehatan kepada tenaga kerja. 4. Iuran Jaminan Hari Tua dan hasil pengembangannya baru dapat dirinci dan dihitung serta dimasukkan dalam akun individu masing-masing peserta setelah iuran yang dibayarkan jumlahnya/ besarnya sama dengan rincian iuran tenaga kerja (Formulir Jamsostek 2a). 2. Iuran dan atau kekurangan iuran yang belum dibayarkan oleh perusahaan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku dan merupakan piutang PT Jamsostek (Persero) kepada perusahaan yang bersangkutan. Dalam hal pengusaha menunggak iuran 1 (satu) bulan maka : 1. 6. selambat-lambatnya bersamaan dengan pembayaran iuran bulan berikutnya.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 1. pengobatan. Sambil menunggu penetapan Menteri. bagi tenaga kerja yang menjadi peserta program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan biaya pengobatan dan perawatan dibebankan pada program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 2. Apabila terjadi perbedaan besarnya santunan yang diterima tenaga kerja yang disebabkan adanya pelaporan upah yang tidak benar oleh pengusaha kepada PT Jamsostek (Persero). Sambil menunggu penetapan Menteri. maka : . Apabila penetapan pegawai pengawas ketenagakerjaan tersebut tidak dapat diterima oleh salah satu atau dua belah pihak dimintakan penetapan oleh Menteri sebagai dasar pembayaran tunjangan cacat. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang prosentase cacat antara PT Jamsostek (Persero) dengan Pengusaha dan atau tenaga kerja. PT Jamsostek (Persero) membayar biaya pengangkutan. maka : Salah satu pihak dapat mengajukan kepada Menteri untuk mendapatkan penetapan. Apabila Menteri menetapkan kasus tersebut bukan kecelakaan kerja. pengobatan dan perawatan kepada tenaga kerja yang bersangkutan dan PT Jamsostek (Persero) wajib membayar jaminan kecelakaan kerja apabila Menteri menetapkan sebagai kecelakaan kerja.Pembayaran Jaminan A. pengusaha wajib membayar terlebih dahulu biaya pengangkutan. maka : o o o Dimintakan pendapat pegawai pengawas ketenagakerjaan dengan pertimbangan dari dokter penasehat. perawatan dan STMB pada pengusaha 3. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara pengusaha dengan PT Jamsostek (Persero) atas penetapan pegawai pengawas ketenagakerjaan terhadap suatu kasus kecelakaan yang menimpa tenaga kerja apakah termasuk kasus kecelakaan kerja atau bukan kecelakaan kerja.

Jaminan Kematian Peserta program Jamsostek yang ikut dalam program jaminan kematian. Apabila pengusaha menunggak atau kurang membayar iuran. Terdapat peningkatan manfaat JPK untuk : • Biaya persalinan normal menjadi Rp. 408. B. 200. Iuran JHT yang disetor oleh pengusaha baru dapat dibukukan dalam akun individu peserta. 5. Kekurangan JHT yang menjadi hak tenaga kerja. 500. setelah iuran JHT yang disetor sama jumlahnya dengan data iuran JHT masing-masing individu peserta. 3. Hasil pengembangan JHT mulai dihitung setelah iuran JHT dibukukan dalam akun individu masing-masing peserta. C.000.000. 2. Jaminan Hari Tua 1. Besarnya JHT yang menjadi hak tenaga kerja adalah keseluruhan iuran JHT yang telah disetor oleh pengusaha dan telah dibukukan dalam akun individu peserta ditambah dengan hasil pengembangannya. Apabila perhitungan pegawai pengawas lebih besar dari santunan yang telah dibayarkan oleh PT Jamsostek (Persero) maka pengusaha wajib membayar kekurangannya. Apabila perhitungan pegawai pengawas tersebut tidak dapat diterima oleh pengusaha atau tenaga kerja/ keluarganya diajukan kepada Menteri untuk mendapatkan penetapan dan wajib dilaksanakan oleh pihak-pihak yang terkait. tetap berhak mendapat perlindungan jaminan kematian selama 6 (enam) bulan sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja.(dua ratus ribu rupiah) • Biaya penggantian pembuatan gigi palsu (prothese) menjadi Rp. akan dibayar oleh PT Jamsostek (Persero) setelah pengusaha melunasi iuran tertunggak maupun kekurangan iuran tersebut..(lima ratus ribu rupiah) • Biaya penggantian kacamata menjadi Rp.o o o Pegawai pengawas menghitung kembali besarnya santunan berdasarkan pada upah satu bulan terakhir sebelum terjadinya kecelakaan..000. PT Jamsostek (Persero) akan membayar JHT sebesar iuran JHT yang telah dibukukan dalam akun individu beserta hasil pengembangannya..(empat ratus delapan ribu rupiah) . 4.

. Ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Nomor: Per-05/MEN/1993 tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2007. PT Jamsostek (Persero) wajib memberitahukan setiap perhitungan jaminan sosial tenaga kerja yang menjadi hak pengusaha. 2. Apabila sampai dengan pemberitahuan ketiga jaminan tidak diambil oleh yang berhak maka perhitungan jaminan tersebut dibatalkan dan akan dihitung lagi oleh PT Jamsostek (Persero) pada saat pengusaha. dengan pertimbangan : • • • Memberi kesempatan bagi PT Jamsostek (Persero) untuk : Mensosialisasikan kepada jajaran intern PT Jamsostek (Persero). Berlakunya Peraturan Menteri Effektif berlakunya Peraturan Menteri yang baru adalah tanggal 1 Januari 2008.Ketentuan Lain 1. Registrasi ulang tenaga kerja peserta Jamsostek dilakukan dengan mengisi Formulir Jamsostek 1a. Ketentuan Peralihan 1. tenaga kerja atau ahli waris secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 70 (tujuh puluh) hari. Mensosialisasikan kepada perusahaan peserta. tenaga kerja atau ahli waris yang berhak mengajukan permintaan pembayaran jaminan lagi. 2.

sampai dengan Rp 5.000.000. apakah saya bisa mengurus klaim di daerah tempat saya bekerja (Kalimantan)? J : Proses pengurusan klaim jaminan dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang .sebesar penetapan iuran huruf d ditambah 0.000.000. apakah premi yang dibayarkan kpd jamsostek bergantung pada jenis risiko dan jumlah tenaga kerja yang didaftarkan? jika iya. untuk: 1..Meninggal dunia 60% X 80 bulan upah ditambah uang kubur Rp.000.Pekerjaan konstruksi di atas Rp 500. 3... iurannya berdasarkan nilai proyek.Untuk perlindungan risiko kecelakaan kerja besarnya benefit sebagaimana diatur dalam PP 76/122007 dan tidak berdasarkan besar atau kecilnya iuran. Meninggal bukan karena kecelakaan kerja santunannya Rp 10 juta ditambah uang kubur Rp 2 juta dan santunan berkala Rp 200.d..• Pertanyaan Umum • Menyiapkan sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya.c. Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP-196 /MEN/ 1999.000.-.Pekerjaan konstruksi dengan nilai sampai dengan Rp 100. yakni dari nilai kontrak kerja konstruksi dikurangi Rp 5.000. yaitu jika tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja biaya perawatan dan pengobatan maksimum Rp 12 juta.000. 2 juta dan santunan berkala Rp 200. Pengurusannya dapat dilakukan oleh petugas kantor pusat perusahaan di tempat tenaga kerja tersebut bekerja.000.12% dari selisih nilai..000.Cacat anatomi perhitungannya % cacat anatomi X 80 bulan upah.. T : Bagaimana apabila nama yang tertera pada kartu Jamsostek tidak sama dengan yang tertera di KTP? J : Nama yang tertera pada Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) harus sama dengan nama pada KTP yang bersangkutan.000.000.000. yaitu: a.000.19% dari selisih nilai.sampai dengan Rp 1.000.15% dari selisih nilai.000 X 24 bulan.000 X 24 bulan.000 sampai dengan Rp 500.10% dari selisih nilai.sebesar penetapan iuran huruf c ditambah 0.000.Cacat total perhitungannya 70% X 80 bulan upah.sebesar penetapan iuran huruf a ditambah 0. agar tidak menimbulkan masalah pada saat pengurusan klaim jaminan.000.000.. yakni dari nilai kontrak kerja konstruksi dikurangi Rp 1.000. 4. T : Mengenai JKK di industri konstruksi. 2.Pekerjaan Konstruksi dengan nilai diatas Rp 100. yakni dari nilai kontrak kerja konstruksi dikurangi Rp 100. b. yakni nilai kontrak kerja konstruksi dikurangi Rp 500. bagaimana cara perhitungan premi yang harus kami bayar untuk 1 jenis risiko dengan 50 TK? J : Perlindungan Jamsostek bagi tenaga kerja sektor jasa konstruksi meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan jaminan Kematian (JK).24% dari nilai kontrak.000.000.000.e.000.000.Pekerjaan konstruksi di atas Rp 5. T : Apabila penginputan data dilakukan di kantor pusat perusahaan saya di Jakarta.000. Kami sarankan agar KPJ yang bersangkutan segera dikoreksi.Cacat fungsi perhitungannya adalah % berkurangnya fungsi anggota badan X tabel cacat X 80 bulan upah.000.sebesar 0.000.000. sebesar penetapan iuran huruf b ditambah 0.Pekerjaan konstruksi di atas Rp 1.000.

Jamsostek (Persero) akan mempelajari dan meneliti surat permohonan saudara dan melakukan visitasi/kunjungan ke lokasi klinik untuk melakukan penilaian. Untuk prosedur pengajuannya dapat dilakukan dengan mengirimkan proposal permohonan pinjaman langsung ke kantor cabang PT. T : Apabila saya pindah kerja. bagian program khusus / pemasaran.Surat ijin praktek kompetensi tenaga medis/non medis . dapat mengajukan surat permohonan ke kantor cabang PT Jamsostek (Pesero) sesuai didaerah dimana klinik keluarga berada. J : Apabila Klinik Keluarga berniat ikut bekerjasama/partisipasi sebagai salah satu provider/ fasilitas kesehatan JPK PT Jamsostek (Persero). Selanjutnya akan dilakukan negosiasi pola pembayaran dan penjelasan tentang sistem prosedur pelayanan dan lainnya. karena saya masih bingung tentang hal ini.Penanggung jawab klinik Kantor cabang PT. dan pekerja Fasilitas cakupan layanan kesehatan . Cq. non medis. maka kerja sama dapat dilakukan. Bapak/ Ibu harap memberitahukan/ melaporkan nomor KPJ tersebut ke Bagian SDM/ HR di perusahaan yang baru tempat Bapak/ Ibu bekerja. Bila sesuai. T : bagaimana cara melakukan kerjasama antara pemilik klinik (PPK) dengan jamsostek. T : Apakah ada program pinjaman lunak untuk usaha kecil bagi peserta jamsostek tapi tidak dalam bentuk koperasi (usaha sendiri )kalau ada bagaiman cara pengajuannya? J : PT Jamsostek mempunyai program pinjaman lunak yang disebut dengan program Kemitraan. Program ini ditujukan untuk bantuan modal usaha kecil/ mikro dengan bunga 6% flat or 12% efektif. . apakah nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) saya yang lama masih bisa diteruskan tanpa harus membuat KPJ yang baru? J : Apabila Bapak/ Ibu ingin meneruskan kepesertaan Jamsostek dengan nomor yang sama. Kriteria usaha yang dapat mengajukan adalah usaha yang telah berjalan selama 1 th.PT Jamsostek (Persero) terdekat.Waktu buka praktek .Jumlah tenaga medis. asset yang dimiliki maksimal adalah 200 juta (diluar tanah dan bangunan). dan masa kredit selama 3 tahun. dan omset tahunan maksimum adalah 1 miliar. bukan merupakan anak atau cabang perusahaan yg berafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan usaha lain. Jamsostek (Persero) setempat.Company profile klinik meliputi surat ijin usaha/surat ijin klinik . dengan melengkapi data-data pendukung sebagai berikut: .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->