P. 1
Perwal No. 27 Tupoksi Dispenda

Perwal No. 27 Tupoksi Dispenda

|Views: 3,436|Likes:
Dipublikasikan oleh asfian

More info:

Published by: asfian on May 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2014

pdf

text

original

PERATURAN WALIKOTA BALIKPAPAN

NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang :
a.

bahwa sehubungan dengan berlakunya UndangUndang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang memberi kewenangan kepada Daerah untuk memperluas jenis Pajak Daerah khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan sehingga pengelolaannya perlu diatur secara tertib dan terencana oleh dinas yang diberi tugas untuk melaksanakan pemungutan; bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah, perlu diterbitkan peraturan walikota sebagai pengganti Peraturan Walikota Nomor 9 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah yang sudah tidak relevan lagi; bahwa untuk maksud tersebut huruf a dan huruf b, perlu ditetapkan dalam Peraturan Walikota;

b.

c.

Mengingat

: 1. Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) sebagai undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1959, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820); 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);
1

3. Undang-Undang

Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
5.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
6.

7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014);
8.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741); 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;

9.

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun

11. Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Kota Balikpapan (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 2 Seri E Nomor 02 Tanggal 8 Oktober 2008);
12. Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 17 Tahun

2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kota Balikpapan (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 17 seri D Nomor 17 Tangggal 27 Oktober 2008).
2

MEMUTUSKAN : Menetapkan : URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan 1. Kota adalah Kota Balikpapan; 2. Pemerintah Kota adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Walikota adalah Walikota Balikpapan.
4.

Perangkat Daerah adalah unsur pembantu walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas daerah dan lembaga teknis daerah, kecamatan dan kelurahan. Dinas Pendapatan Daerah yang selanjutnya disebut Dinas adalah unsur pelaksana otonomi daerah di bidang pendapatan daerah Kota Balikpapan. Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah adalah tugas dari setiap unsur atau unit kerja yang berada dalam satuan organisasi Pendapatan Daerah yang merupakan penjabaran dari tugas pokok dan fungsi dinas daerah. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang selanjutnya disebut dengan PBB P2 adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang selanjutnya disebut dengan BPHTB adalah pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 2

5.

6.

7.

8.

Susunan Organisasi Dinas Pendapatan Daerah terdiri dari : 1. Kepala Dinas. 2. Sekretariat terdiri dari : a. Sub Bagian Perencanaan Program; b. Sub Bagian Umum; c. Sub Bagian Keuangan. 3. Bidang Pendataan dan Pendaftaran terdiri dari : a. Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi; b. Seksi Pendataan; c. Seksi Pemeriksaan. 4. Bidang Penetapan terdiri dari : a. Seksi Perhitungan; b. Seksi Penerbitan.
3

5. Bidang Penagihan dan Pelayanan Keberatan terdiri dari : a. Seksi Penagihan; b. Seksi Penerimaan Lain-lain; c. Seksi Keberatan dan Angsuran. 6. Bidang Perencanaan, Pendapatan dan Pengendalian Operasional terdiri dari : a. Seksi Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pendapatan; b. Seksi Pembukuan dan Pelaporan. 7. Kelompok Jabatan Fungsional. 8. Unit Pelaksana Teknis Dinas. BAB III URAIAN TUGAS DAN FUNGSI Pasal 3 Dinas Pendapatan Daerah, mempunyai tugas menyelenggarakan urusan bidang pendapatan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pertama Kepala Dinas Pasal 4 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Dinas Pendapatan Daerah, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rancangan dan pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pada lingkup Dinas Pendapatan Daerah; b. penyusunan kebijakan pelaksanaan pemungutan PBB P2 dan BPHTB; c. pelaksanaan pendataan, penggalian potensi dan pemungutan pendapatan asli daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku; d. pelaksanaan pendaftaran dan pendataan Wajib Pajak Daerah dan Wajib Retribusi Daerah; e. pelaksanaan pengelolaan PBB P2 dan BPHTB;
f. g.

h.

i. j. k.

pelaksanaan penetapan besarnya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; pelaksanaan pembukuan dan pelaporan hasil pungutan dan setoran Pajak Daerah, Retribusi Daerah serta Pendapatan Daerah lainnya; pelaksanaan perencanaan, pengawasan dan pengendalian operasional di bidang pendapatan, penetapan dan penagihan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Penerimaan Asli Daerah; pelaksanaan pelayanan dan penagihan PBB P2 dan BPHTB; pengawasan dan penyelesaian sengketa PBB P2 dan BPHTB; pelaksanaan penyuluhan mengenai Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2, BPHTB dan Pendapatan Daerah lainnya;
4

pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi; m. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku.
l.

Bagian Kedua Sekretariat Pasal 5 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pengoordinasian penyusunan program, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, rumah tangga kantor, perlengkapan, protokol, hubungan masyarakat, kearsipan dan surat menyurat serta evaluasi dan pelaporan. (2) Sekretariat dipimpin oleh sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung pada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. (3) Sekretariat membawahkan sub bagian yang dipimpin oleh kepala sub bagian dan bertanggungjawab langsung pada sekretaris. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. pengoordinasian penyusunan renstra, rencana program dan kegiatan dinas; b. penyelenggaraan urusan ketatausahaan, kearsipan dan dokumentasi dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas; c. pengoordinasian perencanaan, pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian dan umum; d. pengelolaan urusan rumah tangga, perlengkapan dan inventaris kantor; e. penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan; f. pengoordinasian bidang-bidang di lingkup dinas; g. pengoordinasian dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan program dan kegiatan; h. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasal 7 Sub Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 2 huruf a mempunyai tugas : a. melaksanakan penyusunan rencana strategis dinas; b. melaksanakan penyusunan rencana kegiatan tahunan dinas; c. melaksanakan verifikasi internal usulan perencanaan program dan kegiatan dinas; d. melaksanakan supervisi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dinas;

5

e.

f. g. h. i.

mengumpulkan dan menganalisa data hasil pelaksanaan program dan kegiatan di bidang-bidang lingkup dinas; melaksanakan pengelolaan data dan dokumentasi pelaksanaan program dan kegiatan dinas; menyusun laporan pelaksanaan program dan kegiatan dinas; menyiapkan bahan penyusunan LAKIP dinas; melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasal 8

Sub Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 2 huruf b mempunyai tugas : a. melaksanakan pelayanan administrasi umum dan ketatausahaan; b. mengelola tertib administrasi perkantoran dan kearsipan; c. melaksanakan pencatatan Bukti Penerimaan dan Pengeluaran Benda Berharga serta penghitungan persediaan Benda Berharga; d. melaksanakan tugas kehumasan dan keprotokolan; e. melaksanakan urusan rumah tangga, keamanan kantor dan mempersiapkan sarana prasarana kantor; f. menyusun rencana kebutuhan alat-alat kantor, barang inventaris kantor/ rumah tangga; g. melaksanakan pelayanan administrasi perjalanan dinas; h. melaksanakan pengadaan, pemeliharaan sarana, prasarana kantor dan pengelolaan inventarisasi barang; i. menyelenggarakan administrasi kepegawaian; j. menyusun bahan pembinaan kedisiplinan pegawai; k. menyiapkan dan memproses usulan pendidikan dan pelatihan Pegawai; l. mempersiapkan penyelenggaraan bimbingan teknis tertentu dalam rangka peningkatan kompetensi pegawai; m. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasal 9 Sub Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 2 huruf c mempunyai tugas : a. menyusun rencana usulan kebutuhan anggaran keuangan; b. c. mengoordinir penyusunan RKA/ DPA SKPD; meneliti kelengkapan dan verifikasi Surat Permintaan Pembayaran (SPP);

6

d.

melaksanakan sistem akutansi pengelolaan keuangan SKPD; menyiapkan Surat Perintah Membayar (SPM); melaksanakan verifikasi harian atas penerimaan; menyusun rekapitulasi penyerapan keuangan sebagai bahan evaluasi kinerja keuangan; menyusun neraca SKPD; mengoordinir dan meneliti anggaran perubahan dinas;

e. f. g.

h. i.

j. k.

menyusun laporan keuangan SKPD; melaksanakan tugas lainnya atasan/pimpinan sesuai dengan berlaku.

yang diberikan peraturan yang

Bagian Ketiga Bidang Pendataan dan Pendaftaran Pasal 10
(1)

Bidang Pendataan dan Pendaftaran mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan data Wajib Pajak Daerah/ Wajib Retribusi Daerah, Objek Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pengelolaan Daftar Induk Wajib Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pelaksanaan pemeriksaan terhadap laporan data yang disampaikan Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan membantu penyampaian Surat Pemberitahuan Objek Pajak Daerah.

(2) Bidang Pendataan dan Pendaftaran dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung pada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. (3) Bidang Pendataan dan Pendaftaran membawahkan seksi yang dipimpin oleh seorang kepala seksi dan bertanggungjawab langsung pada kepala bidang. Pasal 11 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) Bidang Pendataan dan Pendaftaran menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan, program kegiatan pendataan dan pendaftaran Wajib Pajak Daerah/ Wajib Retribusi Daerah dan pendataan Objek Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
7

b.

c.

d. e.

f. g.

pelaksanaan pendataan sumber pendapatan pajak dan retribusi daerah serta sumber pendapatan lain yang sah; pelaksanaan pendaftaran Wajib Pajak Daerah dan Wajb Retribusi Daerah, menghimpun dan mengelola data objek dan subjek Wajib Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; pelaksanaan penyampaian Surat Pemberitahuan Objek Pajak Daerah; pelaksanaan pemeriksaan dan uji kebenaran objek Wajib Pajak Daerah di lapangan terhadap laporan data yang disampaikan Wajib Pajak Daerah /Wajib Retribusi Daerah; penyusunan Daftar Induk Wajib Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; penyusunan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pendataan sumber pendapatan pajak dan retribusi daerah serta sumber pendapatan lain yang sah; pelaksanaan validasi data sumber pendapatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta sumber pendapatan lain yang sah;

h.

i.

j.

pelaksanaan konfirmasi dan klarifikasi terhadap perubahan data dan atau ketidaksesuaian data terhadap Objek Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Pasal 12

Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 3 huruf a, mempunyai tugas : a. menyusun rencana program dan kegiatan pendaftaran dan dokumentasi pendataan pendapatan daerah; b. melaksanakan program dan kegiatan pendaftaran dan dokumentasi; c. melaksanakan tugas pendaftaran Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; d. mengelola pengarsipan dan pemeliharaan data Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan Objek Pajak Daerah; e. menyelenggarakan pemeliharaan dan pembuatan daftar induk Wajib Pajak Daerah/Retribusi Daerah; f. mengelola NPWPD dan penyimpanan arsip/dokumen Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
g.

h.

menyusun dan mengelola sistem informasi pengolahan data induk Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah; melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Pasal 13

Seksi Pendataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 3 huruf b mempunyai tugas :

8

a.

b.

c.

d.

e. f. g.

menyusun rencana program dan kegiatan pendataan Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan Objek Pajak Daerah; melaksanakan program dan kegiatan pendataan Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan dan Objek Pajak Daerah; menyusun rumusan sistem dan mekanisme pendataan Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan Objek Pajak Daerah; melaksanakan pemeriksaan dan penelitian kebenaran data Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan Objek Pajak Daerah; melaksanakan validasi data Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah dan Objek Pajak Daerah; melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data objek dan subjek Pajak Daerah/Retribusi Daerah; melaksanaan tugas lainnya yang diberikan atasan/ pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Pasal 14

Seksi Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 3 huruf c mempunyai tugas : a. menyusun kebijakan, program dan kegiatan pemeriksaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; b. melaksanakan kebijakan pemeriksaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; c. melakukan kesesuaian antara penetapan dan realisasi kena pajak dan Retribusi Daerah; d. memeriksa dan meneliti kembali kelayakan penetapan Pajak Daerah serta membandingkan hasil penerimaannya; e. melakukan pemeriksaan pembukuan pelaporan hasil pungutan dan setoran Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; f. melaksanakan pemeriksaan terhadap hasil pendataan Objek Pajak Daerah dan menyusun langkah-langkah peningkatan pendapatan pajak dan Retribusi Daerah; g. melaksanakan klasifikasi dan klarifikasi terhadap potensi Objek Pajak Daerah dan Retibusi Daerah; h. melaksanakan analisa potensi sesuai hasil pemeriksaan; i. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Bagian Keempat Bidang Penetapan Pasal 15
(1)

Bidang Penetapan, mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan penetapan perhitungan, penerbitan ketetapan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang terutang serta penatausahaan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Daftar Himpunan Ketetapan Pembayaran (DHKP) PBB P2 dan BPHTB.

9

(2) Bidang Penetapan dipimpin oleh kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung pada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. (3) Bidang Penetapan membawahkan seksi yang dipimpin oleh kepala seksi dan bertanggungjawab langsung pada kepala bidang. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1), Bidang Penetapan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan, program dan kegiatan perhitungan dan penetapan, pendapatan asli daerah; b. penyusunan kebijakan pelaksanaan pemungutan PBB P2 dan BPHTB; c. pelaksanaan kebijakan perhitungan dan penetapan, pendapatan asli daerah; d. penyusunan pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan perhitungan dan penetapan pendapatan asli daerah; e. pelaksanaan pendataan objek dan subjek pajak, penilaian objek pajak dan pengumpulan data potensi pajak;
f.

pelaksanaan perhitungan penetapan nilai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Objek Pajak Daerah, serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan ketetapan objek pendapatan asli daerah; penerbitan Ketetapan Pajak Ketetapan Retribusi Daerah; Daerah dan Surat

g. h.

pelaksanaan pemeriksaan dan penelitian kesesuaian penetapan Pajak Daerah terhadap objek Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; pelaksanaan pelayanan dan penagihan PBB P2 dan BPHTB;
i.

j.

pelaksanaan pengelolaan pendistribusian SPPT PBB P2, BPHTB, DHKP dan dokumen lainnya yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balikpapan; pelaksanaan inventarisasi dan evaluasi penerbitan Ketetapan Pajak Daerah, PBB P2 dan BPHTB; pelaksanaan pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi; peraturan yang berlaku. Pasal 17

k. l.

m. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai

Seksi Perhitungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 4 huruf a mempunyai tugas :
a.

menyusun program dan kegiatan perhitungan dan penetapan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB;
10

menyusun dan melaksanakan pengolahan data, analisis dan penyajian informasi PBB P2 dan BPHTB; c. melaksanakan perhitungan dan penetapan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB; d. melaksanakan sosialisasi cara perhitungan dan cara penetapan PBB P2 dan BPHTB; e. melaksanakan pemeriksaan kartu data wajib PBB P2 dan BPHTB; f. melaksanakan perhitungan kembali PBB P2 dan BPHTB yang terutang atas permohonan wajib pajak; g. melaksanakan monitoring dan evaluasi hasil perhitungan dan penetapan PBB P2 dan BPHTB; h. membuat pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi;
b.

i.

melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Pasal 18

oleh

Seksi Penerbitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 4 huruf b mempunyai tugas: a. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan, program dan kegiatan penerbitan Surat Ketetapan PBB P2 dan Perkotaan dan BPHTB; melaksanakan kebijakan sistem penerbitan PBB P2 dan BPHTB; c. melaksanakan penerbitan PBB P2 dan BPHTB; d. mendistribusikan SPPT PBB P2 kepada Wajib Pajak Daerah; e. menyusun rencana program dan kegiatan penagihan dan pertimbangan keberatan PBB P2 dan BPHTB; f. melaksanakan kebijakan penagihan dan pertimbangan keberatan PBB P2 dan BPHTB; g. menerbitkan surat tagihan PBB P2 dan BPHTB yang telah melampaui batas akhir pembayaran; h. menyusun sistem prosedur penagihan PBB P2 dan BPHTB; i. melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaan penagihan PBB P2 dan BPHTB; j. melaksanakan kerja sama dengan instansi terkait dalam pelaksanaan penagihan PBB P2 dan BPHTB; k. melaksanakan pelayanan dan penagihan PBB P2 dan BPHTB; l. melaksanakan evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan penagihan PBB P2 dan BPHTB; m. melaksanakan pengawasan pemungutan PBB P2 dan BPHTB; n. membuat laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan penerbitan ketetapan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB; o. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/ pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b.

Bagian Kelima
11

Bidang Penagihan dan Pelayanan Keberatan Pasal 19 Bidang Penagihan dan Pelayanan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan urusan penagihan, pertimbangan dan keberatan, serta angsuran Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan PBB P2 dan BPHTB.
(1)

(2) Bidang Penagihan dan Pelayanan Keberatan dipimpin oleh kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung pada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. (3) Bidang Penagihan dan Pelayanan Keberatan membawahkan seksi yang dipimpin oleh kepala seksi dan bertanggungjawab langsung pada kepala bidang. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1), Bidang Penagihan dan Pelayanan Keberatan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan, program dan kegiatan penagihan, pertimbangan dan keberatan, angsuran Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; b. pelaksanaan kebijakan penagihan, pertimbangan dan keberatan, angsuran Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; c. pelaksanaan klasifikasi tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta bagi hasil Pajak Daerah; d. pelaksanaan pemungutan Pajak Daerah yang terutang; e. penerbitan surat tagihan Pajak Daerah yang telah melampaui batas akhir pembayaran; f. penghitungan dan penentuan besaran angsuran pembayaran tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; g. pelaksanaan pembuatan pertimbangan atas surat keberatan dan surat permohonan banding atas materi penetapan Pajak Daerah; h. pertimbangan keputusan menerima atau menolak keberatan dan meneruskan penyelesaian permohonan banding ke Majelis Pertimbangan Pajak; pelaksanaan koordinasi dalam rangka pelaksanaan penagihan dan keberatan PBB P2 dan BPHTB;
i.

pelaksanaan kerjasama dengan instansi terkait dalam melaksanakan penagihan dan keberatan PBB P2 dan BPHTB;
j.

pelaksanaan pemberian layanan keberatan dan permohonan banding atas materi PBB P2 dan BPHTB;
k. l.

pelaksanaan penyiapan pertimbangan keputusan menerima atau menolak keberatan dan meneruskan penyelesaian permohonan banding/keberatan PBB P2 dan BPHTB;
12

pelaksanaan pengawasan dan penyelesaian sengketa pemungutan PBB P2 dan BPHTB;
m. n.

pelaksanaan evaluasi penerimaan dan tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain yang sah; o. penyelenggaraan pemindahbukuan atas penerimaan awal Pajak Daerah dan penerimaan akhir akibat terjadinya restitusi; p. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan penagihan dan keberatan PBB P2 dan BPHTB; pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan atasan sesuai ketentuan yang berlaku.
q.

Pasal 21 Seksi Penagihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 5 huruf a mempunyai tugas : a. menyusun rencana program dan kegiatan penagihan Pajak Daerah dan Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan; b. melaksanakan kebijakan penagihan terhadap Pajak Daerah dan Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan; c. menerbitkan surat tagihan Pajak Daerah yang telah melampaui batas akhir pembayaran; d. menyusun sistem dan prosedur penagihan Pajak Daerah dan Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan; e. melaksanakan klasifikasi dan penentuan skala prioritas Pajak Daerah dan Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan; f. melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaan penagihan Pajak Daerah dan Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan; g. melaksanakan kerjasama dengan instansi terkait dalam pelaksanaan penagihan Pajak Daerah dan Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan; h. melaksanakan evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan penagihan Pajak Daerah, PBB P2 dan BPHTB; i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasal 22 Seksi Penerimaan Lain-lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 5 huruf b mempunyai tugas : a. menyusun kebijakan, program dan kegiatan Penerimaan Lain-lain; b. melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan pemungutan penerimaan lain-lain yang sah;
13

c. memeriksa hasil laporan penerimaan dan pendapatan lain-lain; d. melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data sumber penerimaan lain-lain; e. mengoordinasikan pemungutan bagi hasil pajak dan penerimaan lain-lain; f. melaksanakan analisa dan perhitungan terhadap besaran nilai bagi hasil pajak maupun penerimaan lainlain; j. melaksanakan pengawasan dan penyelesaian sengketa pemungutan PBB P2 dan BPHTB;
k. melaksanakan

evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan penagihan pajak dan retribusi daerah serta bagi hasil pajak terutang; l. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku; Pasal 23 Seksi Keberatan dan Angsuran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 5 huruf c mempunyai tugas : menyusun rumusan kebijakan pertimbangan dan keberatan pengenaan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; b. melaksanakan kebijakan pertimbangan dan keberatan pengenaan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; c. melaksanakan pemberian layanan restitusi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; d. melaksanakan pemindahbukuan penerimaan awal dan penerimaan akhir Pajak Daerah akibat terjadinya restitusi; e. melaksanakan pemberian layanan keberatan dan permohonan banding atas materi penetapan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; f. menyiapkan pertimbangan keputusan menerima atau menolak permohonan keberatan; g. melakukan evaluasi pelaksanaan pertimbangan dan keberatan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan lain-lain; h. menghitung nilai nominal angsuran atas permohonan Wajib Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB; i. melaksanakan koordinasi dalam rangka permohonan keberatan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB;
a.

14

melaksanakan kerja sama dengan instansi terkait dalam pelaksanaan keberatan PBB P2 dan BPHTB;
j.

melaksanakan pemberian layanan keberatan dan permohonan banding atas materi PBB P2 dan BPHTB;
k. l.

menyiapkan pertimbangan keputusan menerima atau menolak keberatan dan meneruskan penyelesaian permohonan banding/keberatan PBB P2 dan BPHTB; melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan keberatan PBB P2 dan BPHTB;
m. n.

hasil

melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Bagian Keenam Bidang Perencanaan Pendapatan dan Pengendalian Operasional Pasal 24 Bidang Perencanaan Pendapatan dan Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan urusan dibidang perencanaan pendapatan dan pengendalian operasional, yang meliputi penyusunan rencana pendapatan, pembinaan teknis pemungutan, pemantauan dan penggalian peningkatan pendapatan daerah, pelaksanaan pembukuan dan pelaporan realisasi penerimaan dan tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB, bagi hasil pajak serta benda berharga.
(1)

(2) Bidang Perencanaan Pendapatan dan Pengendalian Operasional dipimpin oleh kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung pada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Bidang Perencanaan Pendapatan dan Pengendalian Operasional membawahkan seksi yang dipimpin oleh kepala seksi dan bertanggungjawab langsung pada kepala bidang.
(3)

Pasal 25 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1), Bidang Perencanaan Pendapatan dan Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana program kegiatan pengembangan dan pengendalian operasional penggalian potensi dan objek pendapatan daerah; b. perencanaan pendapatan Daerah yang bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta pendapatan daerah lainnya; c. pelaksanaan pembinaan teknis operasional Unit Kerja di Daerah yang melaksanakan pemungutan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta pendapatan daerah lainnya;
15

d.

e.

f.

pelaksanaan pembukuan penetapan dan penerimaan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta pendapatan daerah lainnya; penyusunan laporan realisasi penerimaan dan tunggakan pemungutan/pembayaran/penyetoran Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB, realisasi penerimaan, pengeluaran dan sisa persediaan benda berharga secara berkala; pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 26

Seksi Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 6 huruf a mempunyai tugas : a. menyusun rencana pendapatan daerah, rencana ekstensifikasi dan intensifikasi pendapatan asli daerah; b. menyusun rencana program dan kegiatan penerimaan bagi hasil pajak; c. menyusun pedoman petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pemungutan dari sumber penerimaan lain-lain yang sah; d. melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data sumber Pendapatan Daerah; e. merumuskan, menyiapkan bahan kebijakan bidang Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta Pendapatan Daerah lainnya; f. melaksanakan kebijakan pengembangan dan pengendalian operasional penggalian potensi dan objek pendapatan daerah; g. menyusun Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB; h. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga atau instansi terkait dibidang pengembangan dan penggalian potensi objek pendapatan daerah; i. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Pasal 27 Seksi Pembukuan dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 6 huruf b mempunyai tugas : a. melaksanakan pencatatan Surat Ketetapan Pajak Daerah dan Surat Ketetapan Retribusi Daerah, SPPT PBB P2 dan SPPT BPHTB; b. melaksanakan pembukuan penerimaan dan tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PBB P2 dan BPHTB serta penerimaan daerah lainnya;
16

c.

d. e.

menyusun laporan realisasi penerimaan dan tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, realisasi PBB P2 dan BPHTB serta sisa persediaan Benda Berharga; melaksanakan monitoring dan evaluasi realisasi pendapatan daerah; melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/pimpinan sesuai peraturan yang berlaku. Bagian Ketujuh Uraian Tugas Jabatan Fungsional Pasal 28

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Pendapatan Daerah sesuai dengan keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri. Pasal 29
(1)

Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang dapat dibagi dalam berbagai kelompok sesuai sifat dan keahliannya. Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan Jenjang Jabatan Fungsional serta Rincian Tugas Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasal 30

(2)

(3)

(4)

(1)

Unit Pelaksana Teknis Dinas adalah unsur pelaksana teknis operasional dinas yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas. Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas, uraian tugas dan fungsi dari masing-masing jabatan diatur tersendiri dalam Peraturan Walikota. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 31

(2)

(1)

Dengan berlakunya Peraturan Walikota ini, maka Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 9 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Segala Keputusan Walikota, Surat Edaran, Pengumuman dan/atau bentuk kebijakan lainnya yang
17

(2)

diterbitkan berdasarkan Peraturan Walikota sebagaimana dimaksud ayat (1) dinyatakan masih berlaku selama tidak bertentangan dengan Peraturan ini.
(3)

Uraian Jabatan Struktural dan Non Struktural akan diatur lebih lanjut oleh Walikota. Pasal 32

Peraturan Walikota diundangkan.

ini

mulai

berlaku

sejak

tanggal

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Balikpapan. Ditetapkan di : Balikpapan pada tanggal : 23 Desember
2010

WALIKOTA BALIKPAPAN, Cap/Ttd IMDAAD HAMID

Diundangkan di : Balikpapan Pada tanggal : 23 Desember 2010 PLH. SEKRETARIS DAERAH KOTA BALIKPAPAN

F A U Z I Pembina Tk.I NIP. 19570811 198303 1.008 BERITA DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 27 SERI D NOMOR 27 TANGGAL 23 DESEMBER 2010

18

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->